Anda di halaman 1dari 52

1 | Persiapan Tingkat Masyarakat

2 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Perencanaan Dan Pelaksanaan Bidang Konstruksi
SAMS
(Khusus Bidang WSS)

WWW.PAMSIMAS.ORG

SUB TEMA : 4.1. Penyusunan dasar –dasar perencanaan SPAM Bidang Teknis SAMS

Meliputi :
 Pengukuran kuantitas dan kualitas sarana eksisting (jika ada)
 Survey alternatif sumber air (air permukaan, mata air, air tanah, dll) yang
direncanakan & Survey topografi
 Pembacaan Peta CAT, test geolistrik
 Perhitungan kebutuhan air sesuai proyeksi penduduk
 Menggambar peta jaringan & Perhitungan hidrolis (excel dan epanet)

TUJUAN :
Setelah selesai pembelajaran peserta:
 Mampu menjelaskan persyaratan teknis SPAMS
 Mampu memfasilitasi KKM dan Satlak menyusun dasar-dasar perencanaan SPAMS
perpipaan yang meliputi :
1. Pembacaan Peta CAT, test geolistrik
2. Pengukuran kuantitas dan kualitas sarana eksisting (jika ada)
3. Survey alternatif sumber air (air permukaan, mata air, air tanah, dll) yang direncanakan
& Survey topografi
4. Perhitungan kebutuhan air sesuai proyeksi penduduk
5. Menggambar peta jaringan & Perhitungan hidrolis (excel dan epanet)

WAKTU : 5 JPL

3 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Keberlanjutan SPAMS sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan yang dilakukan. Kurang
dipahaminya perencanaan teknis air minum serta tidak dilakukannya review atau kajian ulang
terhadap perencanaan teknis secara mendalam oleh pelaku dapat mengakibatkan
ketidakberfungsian sarana. Perencanaan seharusnya memenuhi prinsip-prinsip dapat
dipertanggungjawabkan, Jelas dan lengkap serta mudah difahami masyarakat. Perencanaan
teknis hendaknya juga memperhatikan kaidah teknis (keamanan konstruksi, penanganan
dampak), penggunaan data pendukung (hasil pemeriksaan kualitas air, hasil pengukuran debit,
hasil pengukuran topografi), aspek sosial (perijinan penggunaan lahan dan sumber air), sarana
pendukung (ketersediaan sumber energi, tenaga ahli, bahan/material).

Kegiatan awal dari sebuah perencanaan adalah dilakukannya survey meliputi survey sumber air
(kualitas, kuantitas dan kontinuitas), survey topografi (elevasi, jarak) dan survey geologi (daya
dukung tanah, potensi air tanah). Banyak pelaksanaan survey tidak dilakukan dengan benar
buktinya panjang pipa di RKM masih berubah-ubah padahal RKM sudah dievaluasi dan disahkan
oleh DPMU, aksesoris pipa banyak berlebih akibat volumenya tidak dihitung sesuai kebutuhan
di lapangan, lokasi sumber air/ titik pengeboran berpindah-pindah karena tidak diijinkan oleh
pemilik lahan. Hal ini terjadi baik di desa baru maupun desa paska dalam rangka
pengembangan.

4 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Perhatikan tayangan berikut dan berikan tanggapan serta pendapat anda :
https://www.youtube.com/results?search_query=Pamsimas+Aceh+Singkil
https://www.youtube.com/watch?v=khAQ9WkwEHQ

5 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus I

Desa Samarasa yang terdiri dari 3 dusun merupakan salah satu desa yang diusulkan sebagai
calon desa sasaran tahun 2018. Yang jadi prioritas pelayanan air minum di desa tersebut adalah
dusun 1 dan dusun 3 yang memiliki penduduk masing-masing 515 jiwa dan 335 jiwa. Sedangkan
dusun 2 sudah memiliki jaringan SPAM yang telah memenuhi seluruh kebutuhan air bersih
warganya sebanyak 600 jiwa. Berdasarkan Proposal peminatan diketahui bahwa potensi
sumber air yang ada di desa Samarasa cukup beragam, dusun 1 memiliki sumber air berupa
mata air dengan kapasitas sumber 1,5 liter/detik dan berada pada ketinggian 500 m dpl. Untuk
dapat dimanfaatkan oleh warganya, air tersebut harus dialirkan melalui pipa secara gravitasi ke
wilayah permukiman yang berjarak 1500 m. Dusun 3 yang lokasinya terpisah cukup jauh dari
lokasi dusun 1 tidak memiliki sumber air, masyarakat sepakat untuk memenuhi kebutuhan air
bersih akan dilakukan pengeboran.

KKM/Satlak dengan pendampingan Fasilitator Masyarakat kemudian melakukan perencanaan


untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum yang dapat memenuhi kebutuhan warganya.

Buat Kelompok masing-masing 5-7 orang, kemudian diskusikan beberapa pertanyaan berikut :

1. Sebutkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan perencanaan ,
jelaskan.

6 | Persiapan Tingkat Masyarakat


2. Apa saja yang harus dipersiapkan dalam melakukan survey untuk perencanaan SPAM?
Jelaskan!

3. Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa dusun 3 memiliki potensi Air Tanah Dalam yang
dapat dimanfaatkan?

Kasus II

Program Pamsimas telah dilaksanakan di Desa Telagarasa pada tahun 2011. Saat ini SPAM yang
dibangun di desa tersebut tidak lagi dimanfaatkan oleh masyarakat karena air nya tidak ada.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga yang awalnya menjadi target pemanfaat SPAM
yang dibangun Pamsimas kembali memanfaatkan sumur tua yang ada di sekitar tempat tinggal
mereka, itupun debitnya sangat terbatas. Yono sebagai FM WSS yang mendampingi desa
tersebut kemudian melakukan identifikasi, hasilnya diketahui bahwa penentuan lokasi reservoir

7 | Persiapan Tingkat Masyarakat


tidak memperhatikan elevasi dan hasil perhitungan hidrolis, sehingga SPAM yang dibangun
dengan susah payah tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

1. Pelajaran apa yang dapat anda petik dari cerita di atas? Jelaskan!

2. Jika Anda adalah Yono apa yang akan anda lakukan agar sarana tersebut dapat difungsikan
kembali dan dimanfaatkan oleh masyarakat?

8 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus III

Seorang FM WSS dituntut dapat memfasilitasi masyarakat terutama dalam tahap perencanaan.
Dalam waktu bersamaan seorang FM WSS harus mendampingi beberapa desa diantaranya desa
A dan desa B. Pada suatu hari dia mendampingi desa B untuk melakukan survey sumber air dan
pengukuran topografi. Keesokan harinya dia mendatangi desa A ternyata masyarakat dengan
inisiatif sendiri telah melakukan survey sumber air dan pengukuran topografi, padahal
masyarakat belum diajari cara melakukannya.

1. Sebagai FM WSS apa tanggapan anda terhadap hasil pengukuran tersebut?

2. Apa yang harus dilakukan oleh seorang FM WSS jika menemui kejadian tersebut?

9 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus IV

Seorang FM WSS mendampingi sebuah desa yang memiliki potensi sumber air yang beragam,
yaitu air permukaan (sungai) dan sumur bor eksisting yang menurut informasi dari masyarakat
mengandung kadar besi yang tinggi. Masyarakat kesulitan menentukan sumber air yang akan
digunakan mengingat kedua sumber tersebut masih perlu pengolahan apabila dipergunakan.

1. Sebagai FM WSS bagaimana anda membantu masyarakat dalam menentukan sumber air
yang akan digunakan?

2. Dari kasus di atas parameter apa yang harus diperhatikan untuk merancanakan bangunan
pengolahan agar air tersebut layak untuk dimanfaatkan?

10 | Persiapan Tingkat Masyarakat


3. Jika diperkirakan kebutuhan biaya untuk pengolahan cukup tinggi, bagaimana alternatif
pemecahannya?

11 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Bagi peserta menjadi 3-4 kelompok kemudian tugaskan masing-masing kelompok untuk
melakukan :

1. Pengukuran debit dan mencatat hasilnya pada form berikut :

Format Pencatatan Pengukuran Debit


Metoda Tampung

No Kegiatan Waktu Volume Debit

(detik) (Liter) l/detik

1 Pengukuran 1

2 Pengukuran 2

3 Pengukuran 3

Rata-rata

2. Pengukuran Tofografi. Gunakan format di bawah ini untuk mencatat hasil pengukurannya.
a. Format Pencatatan pengukuran menggunakan busur

12 | Persiapan Tingkat Masyarakat


DATA PENGUKURAN LAPANGAN PROGRAM PAMSIMAS-3
KABUPATEN ……………….. PROPINSI …………………..
A B
∂o
Y= Elevasi
r
C
Ta ngga l Pe ngukura n: De sa :
No. TINGGI ALAT JARAK TITIK SUDUT (BACAAN)(Y= r Sin ∂ o ) KETERANGAN
o
P A TO K (m e te r) r (m ) ( ') (m e te r) NAIK (+ ) TURUN (-)

Po
4
P1 0,5 1,9177
12
P2 -0,7 -7,7306
20
P3 0,5 9,5885
20
P2 1,5 19,9499
15
P4 1 12,6221

Ske ts Ga m ba r :

b. Format Pencatatan pengukuran menggunakan GPS

13 | Persiapan Tingkat Masyarakat


DATA PENGUKURAN LAPANGAN MANUAL (ALAT UKUR GPS)
DESA ………. . . KEC . ……………………
BAC AAN PADA JARAK ANTAR
No. KOORDINAT KETERANGAN
GPS (ELEVASI) TITIK PATOK
(O ' ")
P A TO K (m ) (m )

M a ta Air (0) 600,00


7,0
P1

P2

P3

P4

P5

Ske ts Ga m ba r :

3. Lakukan Perhitungan Hidrolis berdasarkan Kasus I dan data yang diperoleh dari praktek
pengukuran debit dan topografi di atas serta kriteria desain sebagai berikut :

14 | Persiapan Tingkat Masyarakat


KRITERIA PERENCANAA

NO. KEBUTUHAN KRITERIA KETERANGAN


1. Pemakaian air bersih rata – rata melalui 90 liter/org/hari
Sambungan Rumah (SR)
2. Pemakaian air bersih rata – rata melalui 60 liter/org/hari KU Tanpa bak penampung /
Kran Umum (KU) / Hidran Umum (HU) HU dengan bak penampung

3. Jumlah penerima manfaat


4. Perbandingan penduduk terlayani dengan (50 : 50) atau (20 : 80) Komposisi bergantung
Kran Umum / Hidran Umum dan penduduk kepada masyarakat
terlayani dengan Sambungan Rumah
5. Alokasi air untuk kebutuhan Non Rumah 0% Kebutuhan domestik
Tangga
6. Kehilangan air akibat kebocoran dan lain – 20% Kebutuhan Total
lain (leakage)
7. Faktor harian maksimum 1.1
8. Faktor kebutuhan pada waktu jam puncak 1.5
per hari (minimum)
9. Pelayanan 1 Sambungan Rumah 5 orang / unit
10. Pelayanan 1 Kran Umum / Hidran Umum 100 orang / unit Jarak terjauh antara KU/HU
dengan penduduk : 100 m
11. Periode perencanaan 15 th.
12.. Kapasitas Reservoir (minimum) 20% Harian maks.
13. Jumlah jam pelayanan per hari 24 jam Tergantung situasi terutama
untuk sistem zoning.
14. Tekanan kerja dijaringan distribusi
- Minimum 10 mka
- Maksimum 60 mka

Gunakan langkah-langkah berikut :


1) Hitung Proyeksi Penduduk
2) Hitung kebutuhan air
3) Hitung kebutuhan air untuk masing-masing blok layanan
4) Lakukan perhitungan hidrolis dengan menggunakan data/ hasil perhitungan sebelumnya.

15 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Perencanaan Dan Pelaksanaan Bidang Konstruksi
SAMS
(Khusus Bidang WSS)

WWW.PAMSIMAS.ORG

SUB TEMA : 4.2. Penyusunan RRK Bidang Teknis SAMS : Penyusunan DED & RAB

TUJUAN :
Setelah selesai pembelajaran peserta mampu :

 Menjelaskan penyusunan DED & RAB unit air baku :


1. Bangunan penangkap air & pengambilan
1. Bangunan Sumur bor yang memperhatikan spesifikasi teknis pemboran
2. Sistem pemompaan termasuk kebutuhan sumber energy dan atau
3. Bangunan sarana pembawa serta perlengkapannya
 Menjelaskan penyusunan DED & RAB unit produksi :
 Pengolahan Air Sederhana sesuai dengan kondisi sumber air baku
Penurunan Fe, pengolahan air gambut. Penurunan turbidity
 Bak Penampung & alat pengukuran
 Menjelaskan penyusunan DED & RAB unit distribusi:
 Jaringan distribusi dan perlengkapannya
 Bangunan penampungan
 alat pengukuran dan peralatan pemantauan.
 Menjelaskan penyusunan DED & RAB unit pelayanan:
 KU/ HU dan SR
 Desain sarana sanitasi umum di sekolah
 Desain khusus untuk disabilitas
 Gambar teknisTerampil dalam memfasilitasi dalam merencanakan prioritas sasaran
pelayanan untuk air minum (melalui pelaksanaan SR)

WAKTU : 5 JPL

16 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Penyusunan “rencana” sangat erat kaitannya dengan “data”, oleh karena itu untuk dapat menyusun
perencanaan yang baik dan benar maka ketersediaan dan kualitas data sangat menentukan. Jika IMAS I
dan II dilakukan dengan baik dan benar maka akan mendukung dalam perencanaan pembangunan air
minum dan sanitasi di desa-desa PAMSIMAS (proposal, PJM ProAKSi dan RKM).

Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah turunan dari dokumen Perencanaan Jangka Menengah
Program Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi (PJM ProAKSi), artinya PJM ProAKSi menjadi acuan dalam
penyusunan RKM. Dalam rangka percepatan pencapaian akses universal air minum dan sanitasi,
Pamsimas membantu pendampingan penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) menuju pelayanan
100% (atau dapat disebut sebagai RKM 100%) sebagai penjabaran dari PJM ProAKSI.

RKM harus mampu mengakomodasi kebutuhan air minum dan sanitasi bagi semua masyarakat
termasuk penyandang disabilitas. Kita tidak akan dapat mencapai target akses 100% air minum dan
sanitasi jika masyarakat penyandang disabilitas belum mampu mengakses air minum dan sanitasi.

RKM juga dapat menjadi salah satu dokumen penghubung bagi pemerintah desa dan kabupaten untuk
mengalokasikan pendanaan pengembangan program air minum dan sanitasi perdesaan melalui berbagai
sumber pendanaan, misalnya DAK (infrastruktur dan kesehatan), APBD reguler, APBDesa, Hibah Air
Minum Perdesaan, dan kemitraan dengan lembaga keuangan.

Beberapa isu temuan di lapangan terkait penyusunan RKM antara lain:


 Penyusunan RKM belum melibatkan seluruh elemen masyarakat.
 Dokumen RKM “hanya mencontoh/copy paste”
 Dalam perencanaannya tidak satu kesatuan SPAM, tetapi lebih disesuaikan dengan dana dalam BLM
dalam RKM, sehingga sulit dikembangkan (missal, debit sumur bor yang diambil 1,2 lt/dt, dari hasil
perhitungan kebutuhan ketinggian menara diperlukan pada lokasi yang datar tingginya ± 6M, karena
mengejar target pelayanan 350 jiwa untuk pengadaan dan pemasangan pipa, maka tinggi menara
dikurangi menjadi 4 M)  bagaimana kondisi demikian ??? Apakah air dapat mengalir pada semua
target tersebut 350 jiwa? Sementara masih ada sekitar 180 jiwa yang dapat dilayani dari sistem
tersebut.

17 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Banyaknya sarana air minum yang tidak dapat dikembangkan karena kurang tepat dalam
perencanaan, pemanfaat air minum relative kecil karena perencanaan yang kurang tepat.
Keinggian menara air tidak sesuai dengan rencana pelayanan sampai ditribusi terjauh. Sehingga
pendistribusian air tidak merata pada pemanfaat air minum.
Hal ini berdampak pada konflik masyarakat, dimana pemanfaatnya kecil, sehingga iuran yang
ditanggung masyarakat cukup besar, karena harus membayar biaya listrik untuk
mengoperasikan pompa submersible. Beberapa bulan setelah sarana dimanfaatkan masyarakat
dengan kondisi yang tidak menentu, karena masyarat enggan membayar iuran yang mencapai
Rp. 40.000,-/KK/bulan. Sehingga operasional SPAM hanya 4 jam/ hari.

Di beberapa lokasi desa sasaran Program Pamsimas, air tidak dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat, disebabkan kualitas airnya tidak memenuhi standard. Hal ini disebabkan salah
diantaranya karena pelaksanaan pengeboran yang kurang tepat, dimana penempatan posisi
screen yang kurang tepat, menyebabkan air yang diambil bukan merupakan air aquifer,
sehingga tidak sesuai kualitasnya dan harus ditambahkan pengolahan tambahan, sebelum
didistribusikan pada masyarakat.
Pada beberapa lokasi desa sasaran Pamsimas, menggunakan air permukaan/sungai sebagai
sumber air baku. Sehingga harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu , sebelum
didistribusikan kepada masyarakat. Pemahaman dan kepatuhan desain SPAM harus
dilaksanakan, untuk mendapatkan air sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Seorang
Fasiliator harus dapat melibatkan masyarakat dalam melakukan perencanaan, sehingga
masyarakat paham mengapa harus dilakukan pengolahan yang tentunya akan berdampak pada
pembiayaan dalam RAB dan biaya operasional dan pemeliharaan. Masyarakat juga diberi
pemahaman untuk menutup biaya operasional dan pemeliharaan tersebut diperlukan
pemanfaat air minum melalui SR. Dengan pemanfaat semaximal mungkin sesuai kapasitas
SPAM yang direncanakan, tentunya iuran yang ditanggung masyarakat menjadi lebih kecil.
Pengembangan SPAM merupakan sebuah proses dalam satu kesatuan mulai dari proses
perencanaan, pelaksanaan (pengendalian kualitas pelaksanaan) dan keberlanjutan 
terkait dengan peran anda sebagai FM WSS, apa saja yang harusnya anda lakukan untuk
menjamin keberlanjutannya dapat dikembangkan

18 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus I

Desa Amara terdiri dari 3 dusun dengan jumlah penduduk 400 jiwa. Berdasarkan hasil IMAS, masyarakat
umumnya menggunakan sumur gali yang kering pada saat musim kemarau. Potensi sumber air yang
dapat dimanfaatkan hanyalah air tanah, karena adanya air tanah dalam yang dibangun dinas PSDA untuk
pertanian dan mata air dengan debit 0,5 lt/detik yang berada di dusun 2. Desa Amara telah mengikuti
Sosialisasi Program Pamsimas, dan telah mengajukan minat untuk bisa menjadi desa sasaran Pamsimas.
Proses IMAS II telah dilakukan, PJM ProAKSI telah disusun.

Setelah dilakukan rembug warga, untuk kegiatan yang didanai oleh Program Pamsimas
masyarakat mengusulkan menyusun untuk prioritas layanan yang direncanakan di dusun 1 dan
sebagian dusun 3, dengan rencana pemanfaat 300 jiwa (70 KK) , dengan opsi SPAM berupa sumur bor
dan pompa. Dusun 2 dan sebagian dusun 3 sebanyak 100 jiwa, direncanakan menggunakan mata air
grafitasi yang akan didanai menggunakan dana APBDesa.

Jawab pertanyaan:

1. Menurut anda apa pertimbangan warga masyarakat memilih opsi tersebut ? jelaskan
kerugian dan keuntungannya !

2. Menurut anda, benarkah dalam pencapaian 100 % akses air minum, didanai dengan
APBDesa ?

19 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus II

Desa Asri Segar memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.750 Jiwa yang terbagi kedalam 490 KK. Desa ini
akan menggunakan mata air dengan debit 0,8 L/dt yang berada di daerah bukit, tidak jauh dari
persimpangan kedua dusun yang ada di dalamnya. Air akan dialirkan dari mata air tersebut dengan
suatu SPAM yang akan dibangun menggunakan dana PAMSIMAS. Berdasarkan kontur yang ada, perlu
dibangun elevated reservoir agar memenuhi tekanan hingga di titik kritis/terjauh.

Pertanyaan:

1. Berapakah kapasitas sistem yang dapat direncanakan dengan kondisi seperti ini?
2. Review dan hitung kembali diamater pipa jaringan transmisi dan distribusi. Apakah diameter
tersebut sudah dapat mengalirkan air hingga ke titik terjauh? Berapakah tinggi tower yang
dibutuhkan untuk mencapai target tersebut?
3. Berapakah kapasitas pompa dan jenis pompa yang dapat digunakan untuk menaikkan air
kedalam tower?

Dusun 1
700 Jiwa / 194 KK
+15 Dusun 2
1050 Jiwa / 292 KK
+17

Elevated Reservoir
+21
dan Pompa
+15

+18

Mata Air
+30

20 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus III

Desa Sukamaju terdiri dari 2 dusun yang saling menyebar. Berdasarkan data yang ada dibawah ini,
tentukan:

1. Review dan hitung kembali apakah sisa tekan di kedua dusun memenuhi persyaratan!
2. Apakah diameter pipa yang terpasang sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika ya apakah
alasannya dan jika tidak bagaimanakah solusinya?

Dusun 1
120 Jiwa
+14 Dusun 2
190 Jiwa
+23

+20

Mata Air
0,5 L/dt
+27

Kasus IV

Tahun 2018 ini Desa Sekarmojo merencanakan pembangunan SPAM untuk memenuhi kebutuhan
pelayanan di daerahnya. Setalah dilakukan pengukuran elevasi, didapatkan data sesuai dengan sket
dibawah. Jumlah penduduk juga sudah didapatkan dari data desa sebagaimana terlampir. Sumber yang
dimiliki oleh Desa Sekarmojo adalah sumur bor, setelah dilakukan pumping test didapatkan debit sesuai
dengan yang tertera pada sket. Sekarang tentukan:

1. Bangunan-bangunan apa saja yang dibutuhkan dalam sistem SPAM ini? Apakah sistem
memerlukan pompa atau tidak? Jika tidak berikan justifikasinya, dan jika ya tentukan letak
pemasangan pompanya dan berikan justifikasi juga. Jika terdapat bangunan lain yang digunakan,
tentukan pula letaknya, dimensinya, dan hal-hal lain yang dianggap perlu.
2. Apakah diameter pipa sudah sesuai?
3. Apakah sisa tekan di kedua dusun memenuhi persyaratan?

21 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Dusun 1
150 Jiwa
+30

+15

Sumur Bor Dusun 2


0,8 L/dt 100 Jiwa
+24 +16

Jawablah pertanyaan dibawah ini:

1. Bagaimana anda memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang desain SPAM


yang telah anda buat dalam kasus diatas? Jelaskan langkah-langkahnya

22 | Persiapan Tingkat Masyarakat


2. Bagaimana anda memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pelaksanaan
konstruksi menara air dan penempatannya? Apabila masyarakat menghibahkan tanah
rawa untuk lokasi menara apa yang anda lakukan? Jelaskan langkah-langkah konkritnya

Kasus V

Desa Bolala telah melaksanakan Program Pamsimas tahun 2016, dengan sumber air baku air tanah
berupa sumur bor. Setelah dilakukan pengeboran dan mendapatkan air, kondisinya mengandung Fe.
SPAM telah dilakukan uji fungsi dan telah dimanfaatkan masyarakat dan dikelola oleh KP-SPAMS.
Namun belum bisa dikonsumsi masyarakat untuk kebutuhan minum dan masak. Masyarakat
menggunakan hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak untuk diminum. Sebagai seorang Fasiliatator
apakah yang anda lakukan bila mengalami hal diatas? Ada penawaran pihak ke – 3 untuk paket
pengolahan penurunan Fe. Yang menjanjikan dapat menurunkan Fe.

Jawab pertanyaan:

1. Apa yang harus dilakukan sebagai fasilitator terhadap kasus diatas, menerima penawaran
pihak ke – 3 atau mendesain pengolahan sendiri.?

23 | Persiapan Tingkat Masyarakat


2. Sebutkan keuntungan dan kerugiannya antara mendesain sendiri dan membeli dari pihak ke
-3 ? (dari sisi biaya, kemampuan masyarakat dalam operasional dan pemeliharan,
ketersediaan suku cadang bila terjadi kerusakan)

3. Bila anda sebagai fasilitator baru tidak menguasai teknik pengolahan, apa yang harus
diperbuat ( mencari informasi sendiri, belajar mandiri dan meminta arahan kepada siapa ?)

4. Bila mendesain sendiri langkah-langkah akan yang anda lakukan

24 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus VI

Desa Patamuan merupakan desa sasaran Pamsimas tahun 2017, masyarakat menginginkan
menggunakan air tanah sebagai air baku dan setelah dilakukan pembacaan dalam peta CAT, lokasi
tersebut mempunyai potensi air tanah dalam. Pelaksanaan test geolistrik telah dilakukan untuk
mengetahui kondisi batuan pada titik pengeboran oleh pihak desa. Namun hasil test geolistrik tersebut
tidak diberikan pada pelaksana sumur bor. Hal ini berdampak pada mundurnya waktu pelaksanaan
pengeboran, karena pelaksana pengeboran tidak dapat menyesuaikan mata bor sesuai dengan kondisi
batuan

Jawab pertanyaan:

1. Apa yang harus dilakukan sebagai fasilitator terhadap sehubungan dengan keterbatasan
waktu pelaksanaan ? jelaskan langkah-langkah detailnya!

2. Bila anda sebagai fasilitator baru tidak menguasai teknik pelaksanaan pengeboran , tetapi
harus menyusun RAB sumur bor , apa yang harus diperbuat ( mencari informasi sendisri,
belajar mandiri dan meminta arahan kepada siapa ?)

25 | Persiapan Tingkat Masyarakat


3. Jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyusun perencanaan sumur bor ?

4. Apakah sumur bor merupakan satu-satunya opsi yang dipilih masyarakat desa Patamuan.
Bila tidak, jelaskan langkah-langkah penentuan opsinya !

5. Apabila tedapat potensi air permukaan di desa tersebut, tetapi cukup keruh pengolahan
jenis apa yang dilakukan sehingga layak untuk dipertimbangkan sebagai air baku. Sebutkan
langkah-langkah perencanaan pengolahannya.

Kasus VII

Desa Anahena merupakan desa sasaran Pamsimas tahun 2017, tidak mempunyai sumber air permukaan
yang dapat dimanfaatkan, sehingga opsinya menggunakan air tanah. Menurut peta CAT desa tersebut
diluar peta CAT. Disamping itu desa Anahena belum memilki jaringan listrik yang memdai. Sehingga opsi
sumber energy yang memungkinkan adalah generator atau teanaga surya. Pemerintah desa dan
kabupaten tetap mengharapkan air tanah sebagai air baku desa tersebut.

26 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Jawab pertanyaan:

1. Apa yang harus dilakukan sebagai fasilitator terhadap kondisi dimana pemerintah desa dan
kabupaten mengharapkan air tanah sebagai air baku ?

2. Menurut anda apakah generator atau tenaga surya yang sesuai dengan kondisi desa
tersebut ? Jelaskan keuntungan dan kerugiannya, dikaitkan den gan kemapuan operasional dan
pemeliharaan oleh masyarakat dan ketersediaan suku cadang .

3. Menurut anda siapakah yang bisa diajak bisa berdiskusi dalam memecahkan permasalahan
tersebut diatas (tim ROMS dan FS )

27 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus VIII

Desa Babaha merupakan desa sasaran Pamsimas tahun 2018, desa tersebut mempunyai 1 SD dengan
jumlah penduduk 550 jiwa yang terdiri dari 3 dusun. Masyarakat merencanakan merehabilitasi sarana
jamban sekolah dan 3 titik KU serta 40 SR, dimana SR merupakan swadaya masyarakat.

Untuk mewujudkan 100 % akses air minum dan sanitasi, maka harus menerapkan desain yang inklusif
terhadap penyandang disabilitas untuk sarana air minum dan sanitasi. Kepala desa bersikukuh tidak
perlu membangun sarana yang mengakomodir desain tersebut, dikarenakan tidak ada penyandang
disabilitas di desanya.

Jawab pertanyaan:

1. Menurut anda perlukah fasilitator tetap menyarankan membangun sarana yang inklusif
disabilitas? Mengapa?

2. Menurut anda sarana tersebut dilengkapi dengan apa saja agar inklusif disabilitas?

28 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Hingga saat ini telah ditetapkan desa sasaran Pamsimas tahun 2018 ……desa, melalui 3 tahap.

Sebagai Fasilitator baru cermati perencanaan teknis dalam RKM yang merupakan desa
dampingan anda, mulai ketepatan pemilihan opsi sampai distribusi pelayanan, termasuk jadwal
pelaksaan pekerjaan (kurva S) .

Bagaimana perencanaan teknis SAM dan SAN Sekolah yang direncanakan dalam RKM desa
dampingan anda, apakah sudah mengakomodasi desain inklusif disabilitas ( baca POB
Pelaksanaan Inklusif Disabilitas Program Pamsimas)

Apabila terdapat hal yang kurang sesuai terhadap hasil pembelajaran dalam pelatihan ini,
diskusikan dan rencanakan tindakan antisipasi apa yang harus dilakukan.

Khusus yang merencanakan Sumur Bor , baca POB Penentuan Lokasi Sumur Bor
Berbasis Peta CAT

Untuk detail desain disabilitas pada POB Pelaksanaan Inklusif Disabilitas


Pada Program Pamsimas

29 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Perencanaan Dan Pelaksanaan Bidang Konstruksi
SAMS
(Khusus Bidang WSS)

WWW.PAMSIMAS.ORG

SUB TEMA : 4.3. Pengawasan dan Pengendalian Pelaksanaan Konstruksi SPAM dan
Sanitasi

TUJUAN :
Setelah selesai pembelajaran peserta:

 Menjelaskan proses pelaksanaan konstruksi yang melibatkan masyarakat baik dalam bentuk incash
dan inkind.
 Menjelaskan proses pembuatan papan proyek, logo identitas program yang sesuai dengan ketentuan
 Menjelaskan cara memastikan kesesuaian kualitas barang dan pekerjaan antara perencanaan dan
realisasi (telah dilengkapi dengan uji kualitas air dan pumping test untuk pelasanaan sumur bor)

WAKTU : 3 JPL

30 | Persiapan Tingkat Masyarakat


1. Sebanyak 21% (2300 Desa) sarana air minum tidak berfungsi dan berfungsi sebagian menuju
tidak berfungsi, salah satunya karena diakibatkan tidak adanya pengawasan yang berkualitas.
Kenapa hal ini terjadi?

2. Tenaga pendamping (Fasilitator) dan konsultan bertanggungjawab atas pelaksanaan


pengawasan konstruksi dan memastikan masyarakat terlibat aktif untuk menjamin kualitas
pelaksanaannya. Kualitas konstruksi merupakan cerminan kinerja dari tenaga pendamping dan
konsultan.

3. Prosedur pengawasan konstruksi dibuat untuk menjamin pelaksanaan konstruksi agar tepat
dalam penggunaan spesifikasi, sesuai standard (SNI), dan handal sesuai dengan umur
perencanaan. Jenis dan tahapan prosedur pengawasan konstruksi dapat berbeda-beda sesuai
dengan jenis opsi teknologi, jenis unit bangunan, dan system kerja. Pada setiap tahapan kritis
pelaksanaan konstruksi perlu pengawasan lebih ketat, dokumentasi dan pencatatan secara
disiplin.

Proses pengawasan kegiatan konstruksi bertujuan untuk menjamin pelaksanaan


konstruksi SAM dilakukan dengan benar dan sesuai dengan perencanaan dan
spesifikasi untuk menjamin berkelanjutan sarana

31 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kegagalan pengendalian pelaksaan kostruksi sangat berakibat fatal dalam pemanfaatan sarana maupun
dari umur dari sarana yang dilaksanakan.

Kegagalan pengawasan pernah terjadi di beberapa lokasi, salah satunya dalam pelaksanaan konstruksi
menara air. Dalam RKM, pondasi telah direncanakan sesuai dengan jenis tanahnya, yaitu menggunakan
pondasi plat dengan dilengkapi terucuk gelam.

Dalam pengawasannya, terjadi permasalahan dimana tenaga tukang yang melaksanakan terkesan
menghindari pertemuan dengan Fasilitator. Sehingga konstruksi pondasi yang seharusnya plat dengan
terunjuk gelam, dirubah menjadi pondasi setempat.

Musibah terjadi pada saat pengisian menara air, daya dukung tanah tidak mampu menahannya
sehingga menara roboh . Menurut anda apa yang harus dicermati supaya hal ini tidak terjadi di desa
dampingan anda.

32 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Coba kamu perhatikan gambar dibawah ini, temukan hal-hal yang kurang tepat dari pelaksanaan
kegiatan konstruksi dibawah ini.

Kasus 1 :

30 cm

20 cm

33 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus 2

Bagaimana komentar anada tentang

1. gambar perencanaan  realisasi pelaksanaan


2. Penempatan KU -->
3. Semangat Pamsimas III yang sudah mengarah pada SR mengapa masih menggunakn KU dengan
penempatan ???
4. SPAL seharus nya bagaimana???

34 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Jawab Pertanyaan kasus 1 dan kasus 2:

1. Bagaimana pendapat anda terhadap foto diatas? Jelaskan!

35 | Persiapan Tingkat Masyarakat


2. Bagaimana pelaksanaan pengawasan konstruksi dapat menjamin kualitas konstruksi?

3. Kapan dan kegiatan konstruksi yang mana fasilitator harus hadir untuk melakukan pengawasan?
Jelaskan!!

36 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Jelaskan mengenai peran tenaga pendamping dan masyarakat untuk menjamin pelaksanaan
pengawasan konstruksi?

37 | Persiapan Tingkat Masyarakat


5. Bagaimana seharus yang dilakuan agar pelaksanaan kegiatan fisik dapat diselesaikan tepat
waktu? Disesuaikan dengan kurva S dan ketersediaan material dan tenaga kerja termasuk
tenaga in-kind

Kasus IV

38 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Manara Air

Konstruksi Menara Air Yang Roboh


Menurut anda mengapa demikian??

39 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Konstruksi Menara Air Yang Roboh
Menurut anda mengapa demikian??

Jembatan Pipa

Reservoir

Jawab Pertanyaan :

40 | Persiapan Tingkat Masyarakat


1. Bagaimana pendapat anda terhadap foto diatas? Jelaskan!

2. Jelaskan peran tenaga pendamping dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas


pelaksanaan konstruksi?

3. Kapan dan kegiatan konstruksi yang mana fasilitator harus hadir untuk melakukan
pengawasan? Jelaskan!!

4. Jelaskan strategi untuk menjamin pelaksanaan kualitas konstruksi?

5. Selain FM siapa yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan pengawasan konstruksi?

41 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kasus V

Perhatikan Jamban Sekolah dibawah ini

Kasus VI

Perhatikan Konstruksi KU dibawah ini

42 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Jawab Pertanyaan :

1. Bagaimana pendapat anda terhadap foto diatas pada kasus V dan VI ? Jelaskan hal-hal yang
kurang tepat dan yang telah tepat

2. Bagaimana strategi pelaksanaan universal desain khususnya untuk fasilitas/sarana umum

Isilah tabel berikut :


No. Kegiatan konstruksi yang Point-poiint penting Yang Pelaku pengawasan
dilaksanakan harus dilakukan
pengawasan

1. Penangkap Mata Air/intake

2. Konstruksi Intake

43 | Persiapan Tingkat Masyarakat


No. Kegiatan konstruksi yang Point-poiint penting Yang Pelaku pengawasan
dilaksanakan harus dilakukan
pengawasan

3. Sumur bor dalam (SBD) oleh


pihak Ketiga

4. Pemasangan Pompa

5. Reservoir (bak penampung


cor beton)

6. Pemasangan dan peletakan


pipa

7 Lainnya:
__________________

44 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kegiatan pengawasan juga harus didukung oleh masyarakat sebagai pemanfaat. Masarakat
dilibatkan pada saat perencanaan, pelaksnaan kontruksi. Kegiatan pelatihan teknik di tingkat
masyarakat, sebaiknya diikuti oleh KKM, Stlak, tukang, pekerja dan masyarakat yang akan
melakukan pengawasan secara terus menerus. Seperti pelaksanaan pengeboran, kontruksi
pengolahan air.

Sesuai dengan kegiatan RKM desa dampingan anda, apakah yang dapat dilakukan supaya
masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan.

Bagaimana mendorong masyarakat untuk menggunakan saluran LIPUT sebagai salah satu
media pengawasan.

Bagaimana strategi penagawasan Fasilitator dan masyarakat, apabila desa dampingan anda
mendapat dana pengembangan jaringan perpipaan bukan dari Pamsimas??

Untuk Pelasanaan Sumur Bor, baca Spesifikasi Pelaksanaan Sumur Bor dan SOP Pengawasan
Pemboran Program Pamsimas

Detailnya lakukanlah sesuai dengan POB Pengendalian Kualitas Pelaksanaan Pekerjaan Kontruksi

Untuk referensi pelaksanaan kontruksi baca Belajar Dari Lapangan 1 dan 2


yang merupakan kumpulan pelaksanaan sarana air minum dan sanitasi

45 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Perencanaan Dan Pelaksanaan Bidang Konstruksi SAMS
(Khusus Bidang WSS)

WWW.PAMSIMAS.ORG

SUB TEMA : 4.4. Penyelesaian pekerjaan dan Berita acara serah terima

TUJUAN :
Setelah selesai pembelajaran peserta dapat menjelaskan tahapan penyelesaian pekerjaan
konstruksi meliputi uji fungsi, as built drawing, peta realisasi jaringan perpipaan dan Berita
acara serah terima.

WAKTU : 2 JPL

46 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Kegiatan uji fungsi tidak dilaksanakan sesuai ketentuan, dimana fakta –fakta ditemukan
bahwa:
1. Pada saat uji fungsi, sambungan pipa banyak bocor, supply listrik belum terpasang,
sehingga harus menggunakan genset pada saat ujifungsi. Termasuk minimnya jumlah
SR, sehingga iuran tidak dapat menutup biaya O &P
2. Fakta lainnya adalah sarana air minum belum berfungsi semuanya, karena adanya
sedikit pekerjaan fisik yang belum diselesaikan, namun tidak diselesaikan
permasalahannya yang menghambat.
Dampaknya adalah target penerima manfaat air minum yang direncanakan tidak
tercapai, proses serah terima kepada KP-SPAMS tidak dapat segera dilaksanakan
Beberapa KP-SPAMS belum membahas besaran iuran yang akan ditetapkan, sehingga
penerapan iuran belum dapat diterapkan, tidak adanya standard operating prosedur
(SOP) pada jenis bangunan SPAMS yang sudah diserahterimakan untuk dikelola oleh KP-
SPAMS. Kondisi seperti ini berdampak pada umur bangunan lebih cepat menuju
kerusakan daripada yang direncakan.

47 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Minimnya informasi hasil pelaksanaan jaringan dan sisa tekan, menyebabkan pelaksanaan
pengembangan untuk menambah pemanfaat mengalami hambatan. Sehingga idle kapasitas
tidak dapat dimanfaatkan secara maximal. Dan untuk pengembangan akses 100 % pelayanan
air minum mengalami kendala.

Coba kamu amati bagaimana melakukan pengujian SPAMS untuk memastikan seluruh sarana
air minum dan sanitasi berfungsi, temukan hal-hal yang perlu diperhatikan, yang menjadi
catatan untuk perbaikan agar sarana berfungsi baik dan seluruh target pemanfaat air minum
dalam perencanaan terlayani .

Adanya permasalahan di beberapa KP-SPAMS sangat tergantung dari kepemimpinan kepala


desa, sehingga terjadi di beberapa tempat, bila Kepala Desanya berganti, maka KP-SPAMS ikut
diganti atau direvitalisasi oleh Kepala Desa yang baru. Sering ditemui beberapa dokumen serah
terima yang tidak diserahkan kepada pengurus KP-SPAMS, sehingga terjadi ketidakjelasan asset
seperti sarana yang terbagun, pencatatan jalur pipa, pencatatan pelanggan, bahkan laporan
keuangan KP-SPAMS

48 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Buatlah kelompok kecil dengan tiap kelompok berjumlah 5-7 orang, untuk mendiskusikan
dibawah ini

Kasus :

Pelaksanaan pekerjaan SPAM di desa Sukasari telah selesai, tetapi tidak dapat berfungsi karena
daya listrik yang ada tidak mampu menggerakkan pompa.

FM mengajukan untuk dilakukan uji fungsi dengan menyewa genset. Dan DC menyetujui hal
tersebut.

Setelah 5 bulan, PLN melakukan penambahan daya listrik di desa tsb, tetapi KP-SPAMS tidak
dapat mengoperasikan pompa, karena tidak paham caranya penyambungan pompa dan panel
litrik

KKM dan KP-SPAMS menghubungi supplier menghubungi suplier yang menyediakan pompa &
penel untuk dapat mengajari KP-SPAMS dalam pelaksanaan penyambungan PLN dengan
pompa.

Karena jumlah SR hanya 10 Unit dan 1 Unit KU, sementara belum ada pengajuan
penyambungan SR, maka iuran yang harus ditanggung pemanfaat menjadi besar , sehingga
SPAM tidak difungsikan secara rutin, menunggu terkumpulnya iuran

49 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Jawab Pertanyaan :

1. Apa pendapat anda tentang cerita diatas? (terakit dengan ketersedaan daya listrik dan
pompa yang dipasang, tidak adanya dokumen operasional dan pemeliharaan , minimnya
jumlah pemanfaat )

2. Apa yang seharusnya dilakukan dan kapan seharusnya daftar untuk pemasangan listrik?

3. Setelah pelaksanaan Uji Fungsi, hal-hal apa yang harus dilaksanakan untuk penyiapan
penyelesaian pekerjaan konsstruksi dan diserahkan kepada KP-SPAMS

50 | Persiapan Tingkat Masyarakat


4. Apa pentingnya Standard Operasional Prosedur untuk operasional sarana? Dan apa
peran FM dalam penyusunan SOP?

5. Bagaimana menurut pendapat anda tentang pelanggan yang hanya berjumlah 60 jiwa dan
dilayani melalui 10 unit SR dan 1 Unit KU, sementara KP-SPAMS saat ini mengalami
kesulitan untuk mengembangkan menjadi 70 unit SR yang melayani 350 jiwa. Dikarenakan
masyarakat masih merasa kurang mampu membayar biaya pemasangan.

Bagaimana pengaruhnya terhadap pencapaian perencanaan target pemanfaat air minum


dalam RKM? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap besaran iuran yang diterapkan .
Sebagai FM apa yang anda lakukan ?

51 | Persiapan Tingkat Masyarakat


Cermati gambar dalam juknis pelaksanaan tingkat masyarakat untuk proses serah terima.
Sebagai Fasilitator baru persiapan-persiapan dibawah ini dapat dilaksanakan pada desa
dampingan anda sebagai persyaratan penyelesaian pekerjaan .

Strategi apa yang akan anda lakukan untuk desa dampingan anda, agar pada saat serah terima
kepada KP-SPAMS mempunyai pelanggan yang cukup banyak, sehingga pendapatan dari iuran
dapat menutup biaya operasional dan pemeliharaan

52 | Persiapan Tingkat Masyarakat