Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PERILAKU KEORGANISASIAN

1.1. Pengertian dan Unsur-Unsur Organisasi

Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan
secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Selain
pengertian, organisasi juga memiliki beberapa unsur yaitu : Sistem, Pola Aktivitas, Sekelompok
Orang, dan Tujuan.

1.2. Pengertian Perilaku Keorganisasian

Beberapa pendapat mengenai Perilaku Keorganisasian dikemukakan oleh beberapa ahli seperti :
a. Indriyo Gito Sudarmono dan Nyoman Sudita yang menyatakan bidang ilmu yang
mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara secara
sistematis tentang perilaku struktur dan proses dalam organisasi.

b. Keith Davis dan John Newstrom yang menyatakan bahwa telaah dan aplikasi
pengetahuan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi.

c. Gibson dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa bidang studi yang mencangkup teori,
metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna mempelajari persepsi individual,
nilai-nilai, dan tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan dalam organisasi
secara keseluruhan, menganalisa akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi studinya,
misi dan sasaran serta strategi.

d. Stephen P.Robins yang menyatakan bahwa bidang yang menyelidiki pengaruh yang
ditimbulkan oleh individu, kelompok, dan struktur terhadap perilaku (manusia) di dalam
organisasi dengan tujuan menerapkan pengetahuan yang dapat untuk meningkatkan
efektivitas organisasi.

Jadi kesimpulan dari beberapa ahli mengenai Perilaku Keorganisasian adalah suatu studi tentang
apa yang dikerjakan oleh orang-orang dalam organisasi dan bagaimana perilaku orang-orang
tersebut dapat memengaruhi kinerja organisasi dengan sikap manusia terhadap pekerjaan, terhadap
rekan kerja, imbalan, kerjasama dan yang lainnya.

1.3. Tingkat Analisis dalam Perilaku Keorganisasian

Tingkat Analisis dalam Perilaku Keorganisasian dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

1. Tingkat Individu artinya terkait dengan perilaku, nilai saat berinteraksi.


2. Tingkat Kelompok artinya pengaruh terhadap perilaku anggota.
3. Tingkat Organisasi artinya proses pengambilan keputusan manajemen.

Dalam menganalisis hal diatas perlu dipertimbangan faktor-faktor eksternal seperti : ekonomi,
politik, sosial budaya, teknologi, globalisasi, dan lain-lain.

1.4. Karakteristik Perilaku Keorganisasian

Beberapa Karakteristik dalam Perilaku Keorganisasian yaitu :

1. Perilaku (perilaku individu dan organisasi)


2. Struktur (organisasi dan kelompok)
3. Proses (interaksi di antara anggota), proses tersebut berupa komunikasi, kepemimpinan,
pengambilan keputusan dan lain-lain
1.5. Tujuan mempelajari Perilaku Keorganisasian

Beberapa tujuan mempelajari Perilaku Organisasi yaitu :

1. Memehami perilaku yang terjadi di dalam organisasi.


2. Meramalkan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi.
3. Mengendalikan perilaku

Oleh Nimran, ketiga hal diatas disebut prediksi, eksplanasi atau penyelarasan berbagai peristiwa,
dan pengendalian.

1.6. Sumbangan beberapa Bidang Ilmu terhadap Perilaku Keorganisasian


1. Psikologi memiliki kontribusi dalam pembelajaran, motivasi, kepribadian, persepsi,
pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu,
penilaian kerja, pengukuran sikap, seleksi karyawan, desain kerja, setress kerja.
2. Psikologi sosial memiliki kontribusi dalam perubahan perilaku, perubahan sikap,
komunikasi, proses kelompok, pengambilan keputusan kelompok.
3. Sosiologi memiliki kontribusi dalam dinamika kelompok, tim-tim kerja, kekuasaan,
konflik, perilaku antar kelompok, teori organisasi formal, perubahan organisasi, budaya
organisasi.
4. Antropologi memiliki kontribusi dalam nilai komparatif, analisis lintas budaya, lingkungan
organisasional.
5. Ilmu Politik memiliki kontribusi dalam konflik, politik intra organisasional dan kekuasaan.
1.7. Sejarah Perkembangan Perilaku Keorganisasian

Pada mulanya dimulai dari Revolusi Industri ketika salah seorang pelaku bisnis Robert
Owen(1800) mulai memberikan perhatian terhadap para pekerja, menolak mempekerjakan anak-
anak dan pesannya yang sangat strategis bagi masa depan pekerja yaitu betapa pentingnya sukses.
Kemudian, tahun 1835 perhatian terhadap para pekerja di tempat kerja semakin meningkat. Sejak
saat itu kepada mereka telah disediakan teh, kipas angin, perawatan kesehatan dan yang lainnya.
Kemudian dikembangkat lebih jauh oleh Taylor yang mendemostrasikan betapa pentingnya
pengakuan terhadap produktivitas karyawan. Tahun 1920 ke atas kajian secara ilmiah tentang
perilaku manusia di tempat kerja mulai populer (Harvad, Elton Mayo, dan Raethlisberger). Tahun
1940-1950, era hubungan manusia di tempat kerja telah semakin meningkat.

1.8. Konsep dasar dalam Perilaku Keorganisasian

Perilaku Keorganisasian akan bersangkut paut dengan seperangkat konsep dasar di sekitar
manusia dan organisasi. Hakekat manusia meliputi : Perbedaan Individu, Orang Seutuhnya,
Perilaku Termotivasi, dan Manusia memiliki nilai martabat. Sedangkan hakekat organisasi
meliputu : Sistem Sosial dan Kepentingan Bersama. Jadi kesimpulannya adalah perilaku
keorganisasian merupakan bersifat holistik yang menafsirkan hubungan orang-organisasi dalam
hubungannya dengan orang seutuhnya, kelompok seutuhnya, organisasi seutuhnya, dan sistem
sosial secara keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai