Anda di halaman 1dari 11

Keagamaan

Oleh :- Miranda Putri Lestari

- Gina damayanti

- Reka febriyani

- Rena Anggraini

Kelas : XII.JB

Matpel : HK2F2

Tahun ajaran 2017/2018

SMKN 2 MUARA ENIM


Hidangan kesempatan khusus
pada hari keagamaan Indonesia

(A.) Hari khusus keagamaan islam


1.hari raya idul fitri
Makanan khas di hari raya idul fitri adalah ketupat,burasa’(terbuat dari ketan khas
Sulawesi selatan),lappa’-lappa’(terbuat dari beras ketan,namun dibungkus dengar
janur.Makanan khas Sulawesi selatan)sebagai karbohidratnya,sambal goreng kreni,sambal
goreng krecek,sambal goreng hati,sambal goreng kacang tolo, atau bahkan dari masing-
masing sambal goreng dipadukan sesuai selera. Bahkan docang juga disajikan sebagai menu
pelengkap di hari nan fitri. Minuman dan kue-kue pun senantiasa menemani kita dalam acara
halal bihalal di hari raya idul fitri.

2. hari raya idul adha


Hari raya idul adha adalah hari dimana umat muslim melaksanakan kurban yang berupa
kambing,dan sapi tidak hanya sebatas itu,mereka juga memberikan daging kurban kepada
yang berhak.kepada orang-orang yang memang telah ditentukan oleh allah swt.disaat hari
raya tersebut banyak sekali olahan daging yang dapat dibuat.sehingga lebih menyemarakan
suasana,daging tersebut biasa diolah oleh warga Indonesia sebagai lauk
seperti;satekambing,sate sapi,rendang,gulai kambing,bakso sapi,terik sapi,atau bahkan olahan
lain yang sifatnya lebih tahan lama.yaitu dibuat menjadi sosis,kornet,nagget,bakso,abon,dll.

3.Bulan Ramadan
Merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat muslim diseluruh dunia.mereka
melaksanakan perintah allah swt.untuk berpuasa selama satu bulan.dibulan tersebut,terdapat
beberapa hidangan sayur ataupun hidangan buka puasa yang menarik untuk dimakan.apalagi
menjelang buka puasa,mereka ngabuburit sambil beberapa makanan dan minuman dijajakan
disetiap daerah.bahkan,ada pasar dadakan yang menyediakan beberapa menu buka puasa
yang sangat khas dianatarnya adalah kurma,kolak pisang,es cendol,es campur,es tubruk,es
timun suri,es buah,aneka olahan bubur manis,aneka kue,aneka snak,bubur ayam,es pisang ijo
dll.dibeberapa daerah ada makanan buka puasa yang khas di bulan ramadhan yaitu kicak khas
Yogyakarta,es kopi luwak khas lampung barat,pakat khas tapanuli,bongko kopyor khas
gresik dan sate susu khas denpasar.
(B.) HARI KHUSUS KEAGAMAAN HINDU
Hari raya Nyepi merupakan salah satu perayaan bagi umat Hindu. Tahun ini, hari raya Nyepi
jatuh pada tanggal 21 Maret 2015. Selain melakukan doa atau sembahyang, pada perayaan ini
juga terdapat menu-menu khas untuk bersantap bersama.
pilihan menu saat hari raya Nyepi.

ENTIL

Entil merupakan makanan tradisional masyarakat desa Wongaya Gede yang dibuat khusus
pada hari raya Nyepi. Makanan ini sejenis ketupat yang dibuat dari beras kemudian
dibungkus daun lalu diikat dengan bambu. Proses perebusan yang semakin lama membuat
rasanya akan semakin nikmat dan dapat bertahan lama. Pada zaman dahulu Entil menjadi
menu utama hari raya Nyepi karena pada hari raya Nyepi tidak diperbolehkan menyalakan
api.

NASI TEPENG

Makanan tradisional khas Gianyar Bali ini memiliki rasa yang pedas dengan bumbu aneka
rempah pilihan yang dimasak menjadi satu. Masakan ini berisi sayuran seperti kacang
panjang, kacang merah, nangka muda, terong, dan daun kelor serta tambahan kelapa parut
diatasnya. Nasi Tepeng disajikan dengan menggunakan daun pisang sehingga menjadikan
rasanya lebih nikmat.

PULUNG NYEPI
Hidangan khas kelurahan Sukasada ini merupakan salah satu jajanan yang dipakai dalam
tradisi umat Hindu dalam memperingati hari raya Pengerupukan yaitu satu hari sebelum hari
rayaNyepi. Bahannya terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan tepung kanji lalu
dikukus, diuleni, dibentuk, kemudian direbus hingga matang, dan disajikan dengan parutan
kelapa muda diatasnya.
LAWAR

Makanan ini terbuat dari campuran sayuran dan daging cincang yang diberi bumbu khas Bali.
Penamaan Lawar sendiri tergantung dari jenis bahan yang digunakan. Jika menggunakan sayuran dari
nangka muda maka namanya menjadi LawarNangka, begitu pula dengan bahan lainnya.

AYAM BETUTU

Ayam Betutu merupakan makanan yang sering kali dijadikan sajian untuk acara sesembahan saat
Upacara keagamaan umat Hindu. Ayam Betutu diolah dengan cara dipanggang dalam api sekam.
Ayam Betutu ini merupakan masakan kebanggaan dan khas masyarakat Bali

CEROROT

Cerorot merupakan jajanan kue basah yang paling disukai oleh anak-anak, karena rasanya
yang manis dan bentuknya yang unik. Cerorot memiliki bentuk yang memanjang seperti
kerucut dan dibentuk dari cetakan kulitental. Adonan yang telah diuleni kemudian
dimasukkan kedalam cetakan dan dikukus hingga matang.
JAJA APEM

Jajanan ini sering kali tersedia saat acara keagamaan dan upacara adat. Jajanan ini dibuat dari
tepung beras yang difermentasi dengan tape singkong dan air kelapa. Kemudian dicetak pada
daun pisang yang dibuat kerucut lalu dikukus hingga matang.

SAMBAL DAN JUKUT UNDIS

Undis adalah salah satu sayuran khas Bali yang berbentuk seperti kacang polong. Di Bali, Undis
biasanya diolah menjadi sambel atau sayuran berkuah. Undis dimasak dengan berbagai rempah,
cabai, dan juga terasi, sehingga kuah yang dihasilkan olahan undis berwarna agak gelap.

SATE LILIT TENGIRI

Sate yang berbahan dasar dari olahan ikan tenggiri ini juga berasal khas dari Bali. Ikan
tenggiri yang dicampurkan dengan berbagai macam rempah yang ditempelkan pada tusuk
sate
(C) HARI KHUSUS KEAGAMAAN KRISTEN
*Ayam Rica-Rica

Makanan yang dominan dengan rasa pedas ini merupakan makanan khas Manado, Sulawesi
Utara. Dalam bahasa Manado, rica-rica sendiri artinya "pedas" atau "cabai". Ayam rica-rica
biasanya disajikan dengan nasi dan bahan pelengkap seperti bawang goreng dan mentimun.

* Kue Lampet/Lapet
Lampet atau sering ditulis Lapet adalah jajanan tradisional Batak dari Tapanuli, Sumatera
Utara. Lampet biasanya berbentuk seperti piramida dan dibungkus dengan daun pisang.
Dalam membuat lampet tidak begitu rumit, mulai dari mencampur tepung beras dan kelapa
parut, lalu ditambah oleh parutan gula dan air. Setelah adonan penuh kemudian dibungkus
dengan daun pisang dan kukus sampai matang.

* Kue Bagia/ Bagea


Kue berwarna coklat dan berbentuk bulat ini berasal dari NTT. Bagea terbuat dari sagu.
Untuk membuat kue ini, cukup menggunakan gula halus, biji kenari cincang, tepung sagu,
minyak sayur, tepung terigu yang diayak, kacang cincang halus, bubuk kayu manis, dan
bubuk cengkeh. Kue ini sangat pas dipadukan dengan teh/kopi saat kumpul dengan keluarga
di hari Natal nanti.

* Ikan Kuah Kuning (Ambon)


Makanan yang berbahan ikan tuna atau ikan mubara ini dalam pembuatannya akan dibumbui
dengan kapur dan kunyit. Ikan kuah kuning, menjadi makanan wajib di Ambon saat pada
perayaan Natal. Makanan ini biasanya dipadukan dengan Papeda, hidangan utama di Ambon
selain nasi.

* Kue Lampu-lampu.
Kue basah berbahan tepung beras ini bercita rasa unik dengan perpaduan manis gula merah
dan gurih santan. Aroma yang kuat dan harum dari daun pandan dan daun pisang juga
menjadikan kue ini begitu menggoda. Kue ini biasanya berwarna hijau yang didapat dari air
perasan daun suji.

*Kue Biji-biji.
Kue ini mirip dengan kue biji ketapang khas Betawi. Bahan dasar kue ini antara lain tepung
terigu, telur, gula, dan santan. Adonan kue ini kemudian digoreng dalam minyak yang panas.
* Ikan Rica-rica.
Rica dalam bahasa Manado artinya pedas atau cabaik. Nah, sesuai dengan namanya, masakan
ini memiliki cita rasa yang pedas. Makanan ini disajikan dengan nasi dan bahan pelengkap
seperti bawang goreng dan mentimun.

* Nasi Jaha.
Nasi Jaha berasal dari kata Nasi dan Jahe. Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan
berbagai bumbu rempah-rempah. Nasi Jaha mirip dengan nasi lemang (di daerah Jawa).
Makanan khas Manado ini berbahan dasar ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam
batang bamboo berlapis daun pisang yang kemudian dibakar. Nasi Jaha biasa disantap
bersama abon daging rusa, sapi, atau ikan cakalang. Terkadang juga dimakan bersama gulai
dan kari.

* Sayur Pangi.
Sayur pangi menggunakan daun muda dari kluwak sebagai bahan dasarnya. Daun kluwak
diiris lembut lalu diberi bumbu dengan berbagai rempah dan dimasak dalam buluh bamboo
yang dipanaskan dekat api.

*Saut. Saut merupakan sayuran dari batang pisang muda. Sayur ini selalu tersedia saat pesta
Natal. Batang pohon pisang muda diiris lembut lalu dibumbui sama persis dengan pangi dan
biasanya dicampur dengan daging ayam atau babi. Rasanya gurih serta sedikit keras.

*Woku Belanga.
Belanga adalah wajan untuk memasak atau menggoreng, sementara woku adalah bumbu
masakan dengan banyak rempah-rempah. Cara memasaknya, semua bumbu dihaluskan dan
dioleskan pada ikan sebelum dimasukkan dalam belanga. Bumbu ditumis dalam belanga baru
ikannya dimasukkan terakhir. Masakan ini mirip dengan bumbu pepes ikan.
Hidangan Natal Khas Ambon:

Nasi Pulu Unti.

Meskipun bernama nasi, tapi makanan ini terbuat dari ketan yang terbungkus daun pisang
dengan topping parutan kelapa dan gula merah.

* Kue Poporcis (Poffertjes).


Kue ini biasa disantap sebagai sarapan saat Natal. Rasanya mirip pancake, dan memiliki
campuran gula pasir. Kue ini diadaptasi dari Belanda, yaitu Poffertjes. Kue ini biasanya
terbuat dari labu kuning dengan tepung terigu. Agar tampil lebih cantik, gula halus
ditaburkan di atas kue.

*Papeda atau bubur.


Papeda merupakan makanan pokok masyarakat Ambon yang terbuat dari tepung sagu.
Papeda biasanya disantap dengan ikan kuah kuning.

*Ikan Kuah Kuning.


Hidangan ini terdiri dari ikan tongkol atau ikan mubara yang dibumbui dengan kunyit dan
jeruk nipis. Ikan kuah kuning pasti ada pada saat Natal, sebagai teman pendamping papeda.

*Tuturuga.
Bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, mungkin makanan ini sedikit ekstrim. Tuturuga
adalah makanan khas dari daging Penyu atau hewan sejenis kura kura yang dimasak seperti
kari dengan tingkat cita rasa sangat pedas. Orang Ambon menyebut penyu dengan nama
Tuturuga.

*Sambal Colo-colo
merupakan bumbu untuk ikan bakar, khususnya ikan cakalang. Terbuat dari air jeruk nipis,
cabe, tomat, garam. Bawang merah, dan daun kemangi.

*Bruder.
Bruder adalah sejenis kue yang dicampur dengan sageru (sejenis tuak yang biasa diminum
oleh orang Ambon).

*Kohu-kohu.
Bentuknya mirip urap, disajikan bersama ketela dan singkong rebus. Kohu–kohu berbahan
dasar cabikan ikan tongkol yang dicampur dengan parutan kelapa sangria, taoge, terung,
kacang panjang mentah, serta perasan air jeruk nipis, bawang merah, cabai rawit dan
kemangi. Rasa ikan segarnya dipadukan dengan asamnya jeruk dan segarnya sayur–mayur
mentah.

Hidangan Batak (sumatera utara) kue lampet/lappet

Lampet atau sering ditulis Lapet adalah jajanan tradisional Batak dari Tapanuli, Sumatera
Utara. Kue ini biasanya berbentuk seperti piramida dan dibungkus daun pisang. Proses
pembuatannya tidak begitu rumit, mulai dari mencampur tepung beras dan kelapa parut lalu
ditambah oleh parut gula dan air. Setelah adonan penuh kemudian dibungkus dengan daun
pisang dan kukus sampai matang.

Kupang NTT: Kue Bagia/ Bagea

Bagea biasanya berbentuk bulat dengan warna coklat pucat. Bagea terbuat dari sagu. Bahan
untuk membuat bagea adalah gula halus, biji kenari cincang, tepung sagu, minyak sayur,
tepung terigu yang diayak, kacang cincang halus, bubuk kayu manis, dan bubuk cengkeh.
Cemilan ini sangat pas dipadukan dengan teh/kopi saat kumpul dengan keluarga di hari Natal
nanti.

Ambon : ikan kuah kuning

Ikan Kuah Kuning terdiri dari ikan tuna atau ikan mubara yang dibumbui dengan kunyit dan
kapur. Ikan saus kuning menjadi makanan wajib saat pada perayaan Natal.Makanan ini
biasanya dipadukan dengan Papeda.hidangan utama di Ambon selain nasi.
(D.) HARI KHUSUS KEAGAMAAN KONG HUCU
1. Hari Raya Imlek
Hari raya imlek selalu dilaksanakan bagi warga Tionghoa, berbagai makanan disajikan di hari
tersebut. Namun, dibalik makanan yang mereka sajikan ternyata terdapat beberapa makna
dari setiap makanan tersebut, yaitu:

*Mie panjang umur


Salah satu makanan yang wajib ada karena dianggap sebagai simbol umur panjang adalah
Mie. Masyarakat Tionghoa meyakini bahwa sajian Mie - terutama Siu Mie/Shou Mian yang
berarti "mie panjang umur" - harus dihidangkan tanpa putus dari ujung awal hingga ke
ujung akhir. Dengan demikian, diharapkan orang yang menyantapnya akan panjang umur.
Meski demikian, Mie tetap boleh dipotong ketika sedang dimakan.

* Telur rebus dan teh


Selain dapat menambah stamina dan energi, telur yang direbus dengan teh dipercaya sebagai
simbol kesuburan. Sebagai variasi, campuran kecap asin, kayu manis dan lada hitam juga
bisa dibubuhkan masyarakat di Cina ke dalam air rebusan teh. Selain aroma telur akan
menjadi harum, rasanya pun akan menjadi sedikit lebih asin karena efek kecap asin yang
meresap ke dalam telur. OpenRicers yang belum pernah mencoba kuliner ini pun tidak perlu
khawatir. Telur yang direbus dengan teh, selain dapat menghasilkan efek marmer yang
cantik, ternyata juga memiliki rasa yang enak dan otentik!

* Ayam, ikan, dan babi


Tiga hewan berdaging yang kerap muncul di perayaan Tahun Baru Imlek adalah ayam, ikan,
dan babi. Pemilihan tiga hewan ini tentunya bukan tanpa alasan. Masyarakat Tionghoa
ternyata meyakini bahwa ketiganya harus ada di sajian kuliner Imlek, agar masyarakat yang
menyantapnya tidak meniru sifat ketiga hewan tersebut. Babi, dilambangkan sebagai hewan
yang malas. Ayam, dilambangkan sebagai hewan yang serakah karena kebiasaannya
berpindah tempat ketika makanannya belum habis. Sementara ikan sendiri mengandung
dualisme makna. Di satu sisi, kulitnya yang bersisik kerap disandingkan dengan ular yang
jahat. Namun di sisi lain, ikan juga dilambangkan sebagai rezeki dan keberuntungan.
Seluruh hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan dan
kemakmuran yang berlimpah.

* Jiaozi
Bagi OpenRicers yang masih asing dengan istilah ini, Jiaozi adalah makanan tradisional
China yang juga dikenal dengan nama Kuo Tie, dan biasa disajikan sebagai makanan
pembuka atau camilan. Bentuknya sendiri seperti pangsit yang berisi adonan daging babi atau
udang cincang dan sayuran. Jiaozi merupakan makanan penting dalam tradisi kuliner
masyarakat Tionghoa, karena kerap disantap bersama dengan keluarga besar dan
melambangkan kebersamaan. Pada umumnya, di malam Imlek seluruh keluarga akan
berkumpul dan memakan Jiaozi yang dibentuk bulat, sebagai harapan akan kemakmuran dan
kesejahteraan. Secara simbolik, bentuknya yang bulat mirip dengan uang China kuno dan
juga dijadikan perlambang kelimpahan rezeki.

* Kue keranjang
Sesuai tradisi, perayaan Imlek tidak akan lengkap tanpa kue keranjang atau Nian Gao. Kata
Nian berarti "tahun", sementara Gao berarti "kue" dan juga terdengar seperti "tinggi". Inilah
mengapa kue keranjang biasanya disajikan dengan cara disusun tinggi atau bertingkat, dan
semakin mengecil di bagian atasnya. Ini merupakan perlambang makna peningkatan rezeki
atau kemakmuran. Kue keranjang juga kerap disusun dengan kue mangkok berwarna merah
di atasnya. Ini melambangkan kehidupan yang manis dan semakin menanjak semakin
merekah seperti kue mangkok.

* Jeruk
Masyakarat Tionghoa sangat senang makan jeruk - terutema yang berwarna kuning, karena
buah yang satu ini ternyata merupakan perlambang kemakmuran dan kekayaan yang selalu
bertumbuh. Inilah mengapa jeruk yang disajikan di kala perayaan Imlek sebisa mungkin
masih memiliki daun di tangkainya. Daun ini menandakan adanya kehidupan dan
kesejahteraan.

* Pisang raja
Buah lain yang juga wajib ada ketika Imlek adalah pisang raja. Maknanya tidak jauh berbeda
dari jeruk, yaitu kemakmuran dan kekayaan.

* 12 macam masakan dan 12 macam kue


Pada perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya masyarakat Tionghoa yang berkecukupan selalu
menyediakan 12 jenis masakan dan 12 jenis kue, terkait dengan shio yang berjumlah 12.
Selain masakan yang selalu mengandung makna tertentu, kue-kue yang disajikan juga
biasanya memiliki rasa yang lebih manis dari biasanya, dengan harapan agar hidup mereka
juga menjadi lebih manis dan penuh rezeki di tahun-tahun berikutnya.

(E.) hari khusus keagamaan budha

Umat budha memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran sidharta,pencapaian


penerangan sempurna oleh petapa Gautama dan Parinibanna-Nya Sang Budha. Di Indonesia,
tempat yang biasanya dijadikan lokasi untuk setiap prosesi saat Waisak adalah candi
Borobudur. Menu makanan para biksu cukup sederhana,karena mereka menjalani hidup
dengan sedekah yang diberikan oleh para umat. Dan karena itulah mereka menikmati semua
makanan yang sebagian besarnya adalah sayuran. Tetapi,mereka tidak sepenuhnya menjalani
hidup sebagai vegetarian,karena ada juga beberapa yang meyakini bahwa jika daging itu
berasal dri binatang yang dibunuh bukan oleh mereka dan tidak dipotong khusus untuk
mereka,maka daging itu bisa mereka konsumsi. Bagi biksu yang tidak mengkonsumsi daging,
mereka meniru menu daging yang dibuatdari campuran ketan dan kedelai atau jamur. Hal itu
dilakukan semata-mata untuk membuat menu lebih beragam,bukan karena keinginan yang
untuk mengkonsumsi daging.