Anda di halaman 1dari 4

Boron Trihalida

Boron merupakan salah satu unsur kimia yang menarik untuk dibahas, keunikannya hampir
serupa dengan karbon. Sebagai salah satu contoh adalah poli Boron nitrida (BN)n yang
berbentuk seperti grafit pada karbon. Bijih utama Boron adalah Borat berupa Borax
(Na2B4O7.10H2O) yang biasa disalahgunakan di Indonesia untuk mengawetkan dan
mempercantik makanan.

Keasamaan Boron Trihalida meningkat dari Boron Trifluorida (BF3) hingga Boron Triiodida
(BI3). Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Boron trihalida adalah salah satu Asam Lewis karena senyawa ini menerima donor pasangan
elektron. Dilihat dari strukturnya, seharusnya BF3 adalah asam terkuat dibandingkan dalam
golongannya karena atom - atom fluorida yang jelas adalah spesies dengan elektronegativitas
tinggi sehingga dapat menarik atom - atom terdistribusi dalam Boron sebagai atom pusat
sehingga BF3 akan sangat mudah menerima pasangan elektron.

Mari kita perhatikan struktur BF3 berdasarkan muatan formalnya. Seluruh atom pada BF3
memiliki muatan formal sebesar 0. Hal ini menandakan BF3 berada pada tingkat kestabilan
tertingginya. Tetapi, data pengamatan menunjukkan bahwa BF3 tidak memiliki struktur seperti
diatas, ingat bahwa aturan oktet lebih diutamakan dalam menentukan struktur senyawa. Struktur
BF3 yang lebih tepat adalah:

Berdasarkan muatan formal, muatan formal B adalah -1 sedangkan F adalah +1. Hal ini
sebenarnya menandakan bahwa seharusnya struktur tersebut kurang diprioritaskan karena
seharusnya B yang lebih elektropositif seharusnya memiliki muatan formal positif dan F adalah
negatif. Sekali lagi, fakta telah berkata, memang struktur inilah yang ditemukan dialam.

Menurut penelitian juga, struktur geometri BF3 dapat berubah secara fluktuatif dari bentuk
Trigonal Planar (sp2) menjadi Tetrahedral (sp3) dengan perubahan secara setimbang. Karena
adanya ikatan rangkap pada senyawa ini, ternyata BF3 dapat melakukan resonansi dengan
menggunakan pasangan elektron pi.

Dikarenakan hal ini, pembentukan struktur Boron Trihalida dengan ikatan rangkap lebih mudah
terjadi pada BF3 dibandingkan dalam golongannya. Dengan adanya resonansi yang menstabilkan
struktur, Keasamaan BF3 lebih rendah dibandingkan lainnya.

BBr3 memiliki keasaman yang lebih tinggi dibanding BF3 karena disamping ukuran Br yang
lebih besar, bentuk sp3 dari BBr3 lebih susah terbentuk.

Hidrolisis yang cepat juga menunjang bukti - bukti lain bahwa semakin kebawah dalam
golongannya, boron trihalida akan memiliki keasamaan yang semakin kuat.

Meski demikian, penggunaan BF3 sangat meluas, contoh - contohnya adalah:


a. Eter atau alkohol + asam --> ester + H2O atau ROH
b. Asilasi dan alkilasi mirip Friedel-Craft.

BF3 meski susah terhidrolisis dalam air, senyawa ini akan membentuk kesetimbangan terhadap
air menjadi senyawa HBF4 yang merupakan asam cukup baik dalam penggunaan di
laboratorium.
3 untukmendapatkanelektron.(Boron(http//www.education.jlab.org/itselemental/ele005.html)).
1.2

Identifikasi dan Rumusan Masalah


Untuk lebih terarahnya sasaran sesuai dengan judul yang telah dikemukakan, penulis
memberikan batasan masalah atau identifikasi masalah agar tidak jauh menyimpang dari apa
yang menjadi pokok bahasan. Mengacu kepada latar belakang yang diuraikan di atas, maka yang
menjadi permasalahan dalam makalah ini dirumuskan sebagai berikut: 1)

Bagaimana keberadaan boron di alam ? 2)

Bagaimana pembuatan dari boron ? 3)

Bagaimana sifat fisika dan sifat kimia dari boron? 4)

Bagaimana kegunaan dari boron tersebut ? 5)

Bagaimana senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron ?


1.3

Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka penulis memiliki beberapa
tujuan, yaitu:
1)

Mengetahui keberadaan boron di alam.


2)

Mengetahui teknik ekstraksi atau pembuatan dari boron.


3)

Mengetahui sifat fisika dan sifat kimia dari boron.


4)

Mengetahui kegunaan dari boron.


5)

engetahui senyawa-senyawa popular yang berikatan dengan boron.

4
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1

Sejarah Penemuan Unsur Boron


Boron ditemukan oleh ahli kimia Prancis yaitu Joseph-Louis Gay-Lussac dan Louis-Jaques
Thénard, French chemists, dan seorang ahli kimia inggris yaitu Sir Humphry Davy pada tahun
1808. Boron terisolasi dan terdapat dalam asam borat (H
3
BO
3
). kata Boron berasal dari bahasa arab yaitu ³Buraq´ dan bahasa Persia yaitu ³Burah´ dan
akhirnya disebut dengan Borat. Pada tahun 1909 William Weintraub mampu memproduksi boron
dengan kemurnian 99% dengan mereduksi boron halida dengan hidrogen. Pada tahun 2004
Jiuhua Chen dan Vladimir L. Solozhenko memproduksi bentuk baru boron, tetapi tidak yakin
dengan strukturnya. Tahun 2009, sebuah tim yang dipimpin oleh Artem Oganov memperlihatkan
bentuk baru boron yang terdiri dari dua struktur, B12 icosohedra dan pasangan B2, disebut
dengan gamma boron, hampir sekeras intan dan lebih tahan panas daripada intan. (Ralph
Pettruci..H.1999).
2.2

Kelimpahan boron di alam


Boron banyak terdapat di batu burax. Ada dua alotrop boron, boron amorfus adalah serbuk
coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh)
Boron tidak hadir di alam dalam bentuk elemen. Hal inditemukan digabungkan dalam boraks,
asam borat, kernite, ulexite, colemanite dan borates. Berapi kadang mata air mengandung asam
borat. Boron mempunyai dua isotop yang stabil yaitu B-11 (80,1%) dan B-10 (19,9%). Boron
adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima. Warna dari unsur boron adalah hitam.
Boron memiliki sifat diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat
semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron berbeda dengan
unsur-

5 unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam
bijih borax. Boron adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima. Warna dari unsur boron
adalah hitam. Boron memiliki sifat diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih
bersifat semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron berbeda
dengan unsur- unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur metaloid dan banyak
ditemukan dalam bijih borax. Sumber-sumber penting boron adalahraso rite (kernite) dantincal
(bijih borax). Kedua bijih ini dapat ditemukan di gurun Mojave.T i ncal merupakan sumber
penting boron dari Mojave. Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey Boron muncul
secara alami sebagai campuran isotop10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B 80.22%. Kristal
boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uapboron triklorida atau tribomida
dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang tidak murni
(amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecoklatan dan dapat dipersiapkan dengna cara
memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium. Boron dengan kemurnian 99.9999%
telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan konduktor listrik yang bagus pada
suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi. (F.A Cotton, dan W Geoffrey: 1989)
𝜋
𝜎

Anda mungkin juga menyukai