Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

SHELTER UNDERGROUND SOLUSI KEPADATAN


PENDUDUK MASA DEPAN

BIDANG KEGIATAN
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Helena Asut 230110140119 2014
Kristina Sitanggang 240110150009 2015
Susianna Sihombing 230110160063 2016

UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2017

i
PENGESAHAN PROPOSAL PKM-GT

1. Judul Kegiatan : Shelter Underground Solusi


Kepadatan Penduduk Masa Depan
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Helena Asut
b. NIM : 230110140119
c. Jurusan : Perikanan
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Padjadjaran
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Caringin, Sayang, Jatinangor,
Kabupaten Sumedang, RT/RW
04/13, Jawa Barat 45363/
08236777517
f. Email : helenaasut@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Hj. Nia Kurniawati, MSi
b. NIDN : 195309031989032002
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Cut Nyak Dhien No.109
Sumedang/08156701297

6. Biaya Kegiatan Total


a. Kemristekdikti : -
b. Sumber lain (sebutkan . . .) : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : -

Sumedang, 2 Desember 2017


Menyetujui
Wakil/Pembantu Dekan atau Ketua Pelaksana Kegiatan,
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

(Dr.Sc.agr Yudi Nurul Ihsan, S.Pi.,M.Si) (Helena Asut)


NIP. 197512012006041002 NIM. 230110140119

ii
iii

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Dosen Pendamping,


Direktur Politeknik/ Ketua Sekolah Tinggi,

(Dr. Arry Bainus, MA) (Ir. Hj. Nia Kurniawati, MSi)


NIP. 196106271990011001 NID. 195309031989032002

iii
iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv
I Pendahuluan
1.1 Latar belakang ......................................................................................... 1
1.2 Tujuan ..................................................................................................... 1
1.3 Manfaat ................................................................................................... 1
II Gagasan
2.1 Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ...................................................... 2
2.2 Solusi yang Pernah Diterapkan ............................................................... 3
2.3 Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Dalam Usaha Memperbaikai Solusi
yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya .................................................... 3
2.4 Pihak-Pihak Terkait yang Bisa Mengimplementasikan Gagasan ........... 4
2.5 Langkah-langkah Strategis Pembangunan Shelter Underground ........... 4
Kesimpulan .......................................................................................................... 5
Daftar Pustaka ..................................................................................................... 6
Lampiran ............................................................................................................. 7
1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing ................................. 8
2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ..................... 11
3. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan ........................................................... 12

iv
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laju pertumbuhan di Indonesia menurut data BPS menunjukan 237 Juta
jiwa dengan presentase kenaikan 12 %/tahun, hal ini jika laju pertumbuhan
penduduk terus berlangsung seperti saat ini, maka pada tahun 2050 diperkirakan
jumlah penduduk Indonesia akan berada pada kisaran angka 500 juta. Hal ini
menyebabkan kebutuhan akan tempat tinggal di kota- kota besar akan sangat
penting.
Pembangunan industry dan prasarana yang berkembang pesat di Kota
membuat lahan semakin sempit sementara dinamika pertumbuhan penduduknya
semakin tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan atau
ketidakmeratannya antara jumlah penduduk dengan lahan yang tersedia.
Berdasarkan data BPS tentang jumlah penduduk Indonesia, program pemerintah
saat ini adalah mengandalkan apartement yang ditunjukan pada masyarakat
menegah ke atas dan rusun untuk menegah kebawah yang dgunakan sebagai salah
satu cara mengatasi masalah rumah tinggal yang sulit saat ini di beberapa daerah.
Perlu dilakukan inovasi baru untuk masalah rumah tinggal di daerah daerah besar.
Jika dilihat dari segi kesehatan kondisi saat ini hunian sudah banyak melebihi
kapasitas, sehingga banyak menimbulkan berbagai penyakit. Hal yang terjadi
tersebut dapat dijadikan indikasi bahwa perlu diadakanya inovasi baru berupa
pemukiman bagi masyarakat yang aman, sehat, serta nyaman. Jika dilihat dari
aspek ini bagi kota besar sulit jika diterapkan di atas permukaan, maka dari itu
perlu dibuat perumahan di bawah tanah sebagai tempat berlindung solusi masa
depan.

1.2 Tujuan
1. Sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman
2. Sebagai solusi dari kerterbatasan lahan

1.3 Manfaat
1. Ada tempat tinggal baru dengan memanfaatkan lahan yang ada dibawah
tanah
2. Terciptanya kenyaman hidup bagi penduduk
2

BAB II
GAGASAN

2.1 Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan


Dewasa ini, masalah kependudukan di Indonesia semakin berat. Indonesia
termasuk kedalam negara berkembang yang cenderung memiliki angka
pertumbuhan penduduk yang besar. Keberadaan manusia di Indonesia terus
bertambah seiring berjalannya waktu. Program keluarga berencana yang digalakan
oleh pemerintah juga tidak mampu menekan angka pertumbuhan yang semakin
meningkat setiap tahunnya. Bahkan penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah
sekitar 237.641.326 juta orang padahal 10 tahun sebelumnya jumlah penduduknya
hanya 206.264.595 juta orang. Diperkirakan rata-rata pertumbuhan penduduk di
Indonesia sebesar 1,49%. Pertumbuahan penduduk di Indonesia sangat tinggi
karena angka kelahiran juga tinggi dan banyak penduduk Indonesia yang
berlomba-lomba untuk tinggal di kota karena adanya pandangan bahwa ada
kehidupan yang lebih layak ketika tinggal dikota karena tersediannya lapangan
pekerjaan. Lokasi pendidikan juga banyaknya terdapat dikota sehingga tidak salah
kalau di kota terjadi peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dari tahun ke
tahun yang menyebabkan terbatasnya jumlah lahan.
Pertambahan jumlah penduduk ini menyebabakan pola persebarannya yang
tidak merata. Penduduk Indonesia cenderung berkumpul pada daerah-daerah
perkotaan yang menjanjikan kesejahteraan yang tinggi. Keadaan ini lambat laun
akan mengancam ketersediaan lahan yang berada di daerah perkotaan, dimana
tidak tersedia lagi lahan untuk daerah tempat resapan air dan lahan untuk areal
pangan. Saat ini di Jakarta sendiri yang merupakan provinsi dengan kepadatan
tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 12.674 orang/km2 hanya memiliki Ruang
Terbuka Hijau sekitar 10% dari luas wilayahnya, dan areal untuk produksi pangan
seperti sawah dan perkebunan bahkan sudah sangat sulit ditemukan di Jakarta.
Kepadatan penduduk yang tinggi mau tak mau mengharuskan dilakukannya
pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang kehidupan, salah satunya
adalah pembangunan tempat tinggal. Pembangunan lahan untuk dijadikan
pemukiman di Jakarta sedikit banyak akan terus mengurangi lahan yang
peruntukan nya untuk tempat resapan air dan areal produksi pangan. Oleh karena
itu, proses pembukaan lahan untuk dijadikan pemukiman atau pembangunan
bangunan harus ditekan agar pertambahan penduduk tidak menyebabkan lahan-
lahan yang berfungsi sebagai daerah resapan air dan produksi pangan menjadi
beralih fungsi sebagai pemukiman.
3

2.2 Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya untuk Memperbaiki


Kondisi Pencetus Gagasan
Berbagai solusi sudah pernah diajukan, terutama untuk pemerataan jumlah
penduduk dan efisiensi lahan. Usaha untuk pemerataan penduduk adalah dengan
melakukan transmigrasi. Secara sederhana transmigrasi adalah proses pemindahan
penduduk dari daerah yang padat penduduk menuju daerah yang sepi penduduk.
Usaha ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah sulit nya pendataan
kependudukan pada penduduk yang akan dipindahkan serta kemungkinan
terjadinya konflik sosial. Selain itu transmigrasi pada dasarnya hanya
memindahkan penduduk tanpa mampu menekan laju pertumbuhannya, sehingga
cepat atau lambat penduduk akan kembali bertambah dan membutuhkan daya
dukung lingkungan berupa lahan untuk bermukim.
Solusi lain yang dilakukan adalah berupa efisiensi penggunaan lahan dengan
pembangunan apartemen dan rumah susun. Pada dasarnya Apartemen dan rumah
susun adalah pemanfaatan bangunan bertingkat sebagai tempat tinggal. Namun
pada kenyataannya beberapa masalah tetap dapat timbul, diantaranya dengan
pembangunan bangunan bertingkat ini akan menutup daerah penyerapan air,
selain itu sebagian besar apartemen dan rumah susun masih memanfaatkan air
tanah sebagai opsi utama pemenuhan kebutuhan air. Pengambilan air tanah secara
terus menerus dan dalam jumlah besar menjadikan ketersediaan air tanah pada
suatu daerah menjadi berkurang dan dapat berakibat pada kelangkaan air serta
penurunan muka tanah.
Pembangunan apartemen dan rumah susun juga memiliki masalah lain
berupa kesehatan lingkungan. Pada keadaan tertentu pemukiman bertingkat dapat
menurunkan sanitasi lingkungan sekitar tempat tinggal. Keadaan ini akan
memungkinkan timbulnya berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan
para penghuninya. Selain itu akan timbul perasaan yang tidak nyaman akibat
penurunan sanitasi yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi psikologis
dari penghuni apartemen atau pun rumah susun.

2.3 Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Dalam Usaha Memperbaikai Solusi


yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya Melalui Konsep Shelter
Underground
Solusi yang diajukan adalah pembuatan Shelter Underground, yaitu suatu
sistem pemukiman atau tempat tinggal atau berlindung yang berlokasi di bawah
tanah. Gagasan ini diharapkan mampu memberikan solusi alternatif
ketidaktersediaan lahan tempat tinggal pada daerah dengan tingkat kepadatan
penduduk yang tinggi. Diharapkan pemukiman shelter underground dapat menjadi
tempat tinggal permanen yang nyaman, bebas bencana dan tetap memiliki lahan
produktif untuk menunjang ketersediaan pangan bagi penduduknya.
Secara umum pemukiman diartikan sebagai perumahan atau kumpulan
tempat tinggal dengan segala unsur serta kegiatan yang berkaitan dan yang ada di
4

dalam pemukiman. Pada dasarnya pemukiman harus memiliki beberapa unsur,


diantaranya adalah lahan, prasarana, perumahan (Rumah yang dibangun), dan
fasilitas-fasilitas umum. Shelter Underground secara umum adalah suatu sistem
yang mampu menyediakan keempat unsur utama pemukiman, namun keseluruhan
kegiatannya terjadi dibawah permukaan tanah. Jadi pada prinsipnya pembangunan
Shelter Underground akan mengikuti kaidah atau syarat dari pembangun yang
tepat dana man.

2.4 Pihak-Pihak Terkait yang Bisa Mengimplementasikan Gagasan


1) Pemerintah
Berfungsi sebagai pihak yang mampu mewakili rakyat dan pihak yang
memiliki kuasa atas izin dari pembangunan Shelter Underground.
2) Ahli Geologi
Bekerja sama dengan tim research untuk meneliti kemungkinan lokasi ideal
untuk pembangunan pemukiman Shelter Underground.
3) Arsitek
Bekerja sama dengan tim research untuk mendesain kontruksi Shelter
Underground
4) Pemberi modal
Kumpulan dari beberapa negara, organisasi atau pihak-pihak lain yang
mampu memberikan bantuan pendanaan dari proyek Shelter Underground.

2.5 Langkah-langkah Strategis Pembangunan Shelter Underground


Pemilihan lokasi dari Shelter Underground dilakukan pada daerah yang
tepat salah satunya harus jauh dari lokasi gunung berarpi dan juga daerah rawan
bencana lainnya seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini perlu dilakukan untuk
menjaga keselamatan. Sebelum dilakukan pembangunan shelter Underground
perlu dilakukan Analisis mengenai dampak lingkungan supaya dapat mencegah
terjadinya risiko yang tidak diinginkan. Pembangun yang dilakukan harus
mengutamakan keselamatan dan juga harus ramah lingkungan.
5

BAB III
KESIMPULAN

Shelter Underground adalah salah satu solusi untuk mengatasi


keterbatasan lahan untuk pemukiman akibat dari tingkat pertumbuhan penduduk
yang tinggi. Konsep Shelter Underground mampu memberikan sistem pemukiman
bawah tanah secara lengkap dengan memenuhi empat unsur utama pemukiman
yaitu lahan, tempat tinggal, prasarana dan fasilitas-fasilitas umum.
6

DAFTAR PUSTAKA

Widjaya, Ismoko. 2010. Amerika Bangun Proyek Matahari Buatan.


http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/189045-amerika-bangun-
megaproyek-matahari-buatan. Diakses Pada Tanggal 02 maret 2014.
Spuhlr, Gensch. 2010. Terra Pretta Toilets. Sustainable Sanitation and Water
Management.
Pranoto, Alfatana Bharayat. 2007. Hubungan Kepadatan Pemukiman dengan
ketersediaan infrastruktur. Universitas Diponogoro: Semaran
7

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing


Ketua Pelaksana
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Helena Asut
2. Jenis Kelamin (L/P) Perempuan
3. Program Studi Perikanan
4. NIM / NIDN 230110140119
5. Tempat dan Tanggal lahir Wangkung, 30 April 1995
6. Email helenaasut@gmail.com
7. Nomor Telp / Hp 08133796588
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMPK ST. Klaus SMAK Setia Bakti
Nama Institusi SDK Cumbi
Werang Ruteng
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-
2002 -2008 2008-2011 2011-2014
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No. Jurnal Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah/Seminar
- - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar saya
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Jatinangor, 2 Desember 2017


Pengusul,

(Helena Asut)
8

Anggota 1
E. Identitas Diri

1. Nama Lengkap Susiana Sihombing


2. Jenis Kelamin (L/P) Perempuan
3. Program Studi Perikanan
4. NIM / NIDN 230110160063
5. Tempat dan Tanggal lahir Jakarta, 25 Januari 1998
6. Email susiansihombing@gmal.com
7. Nomor Telp / Hp 08236777517
F. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD 030363 SMP Negeri 3 SMA Negeri
Nama Institusi
Sihorbo Siempat Nempu 1Sidikalang
Jurusan - - -
Tahun Masuk-
2004 -2010 2010-2013 2013-2016
Lulus
G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No. Jurnal Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah/Seminar
- - - -
H. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar saya
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Jatinangor, 2 Desember 2017


Pengusul,

(Susianna Sihombing)
9

Anggota 2
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Kristina Sitanggang
2. Jenis Kelamin (L/P) Perempuan
3. Program Studi Teknik Pertanian
4. NIM / NIDN 240110150009
5. Tempat dan Tanggal lahir Sigalingging, 13 September 1996
6. Email Kristinasitanggang543@gmail.com
7. Nomor Telp / Hp 085320624820
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMP Negeri 2 SMA Negeri 1
Nama Institusi SD Negeri Inggup
Parbuluan Sidikalang
Jurusan - - -
Tahun Masuk-
2003-2009 2009-2012 2012-2015
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
Nama Pertemuan
No. Jurnal Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah/Seminar
- - - -
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi, atau
institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
- - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar saya
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Jatinangor, 30 Oktober 2017


Pengusul,

(Kristina Sitanggang)
10

Pembimbing
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin (L/P)
3. Program Studi
4. NIM / NIDN
5. Tempat dan Tanggal lahir
6. Email
7. Nomor Telp / Hp

B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
No. Jurnal Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmiah/Seminar
1.
2.

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir


No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1.
2.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar saya
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Kewirausahaan.

Jatinangor, 2 Oktober 2017


Pembimbing,

(Ir. Hj. Nia Kurniawati, MSi)


11

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


Alokasi
Program Waktu
No. Nama/NIM Bidang Ilmu Uraian Tugas
Studi (jam/min
ggu)
Mengkoordinir
kelompok
Helena
Perikana Perencanaan 6 jam/ selama kegiatan
1. Asut/230110140
n Umum 1 minggu penulisan
119
gagasan
berlangsung
Mengkonsep
Kristina
Perikana Perancang 6 jam/ bentuk
2. Sitanggang/2401
n Bangunan 1 minggu bangunan yang
10150009
akan dibuat
Mencari sumber
referensi dan
Susiana
Teknik Pemetaan 6 jam/ literatur
3. Sihombing
Pertanian Wilayah 1 minggu pembuatan
/230110160063
Shelter
Underground
12

Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN


TINGGI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jalan Raya Bandung – Sumedang KM 21 Jatinangor 45363
Telp. 022-84288888 Fax. 022-84288889 Website;
www.unpad.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Helena Asut
NIM : 230110140119
Program Studi : Perikanan
Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM Gagasan tertulis saya dengan judul
Shelter Underground Solusi Kepadatan Penduduk Masa Depan yang diusulkan
untuk tahun ajaran 2017-2018 adalah asli karya kami dan belum pernah dibiayai
oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudia hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Jatinangor, 2 Desember 2017


Mengetahui, Yang Menyatakan
Wakil Dekan I
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran

(Dr.Sc.agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi,M.Si) (Helena Asut)


NIP. 197512012006041002 NIM. 230110140119

Beri Nilai