Anda di halaman 1dari 30

Tugas

HIDROLOGI TAMBANG

( PENYALIRAN TAMBANG)

Oleh :

ALDINA
NIM. R1D115009

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018

HIDROLOGI TAMBANG Page 1


KATA PENGANTAR

Dengan hormat,

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan buku ini yang
berjudul “Batubara” ini. Kami membuat makalah ini dengan tujuan untuk
memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah Teknologi pemangfaatan
batubara.

Dan tidak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua orang yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Semoga


dengan makalah ini, pengetahuan mengenai energy konvensional dan non
konvensional dapat bertambah .Apabila ada kata-kata yang salah dalam makalah
ini kami mohon maaf sebesar-besarnya dan kepadaTuhan kami mohon ampun.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kendari, April 2018

PENULIS

HIDROLOGI TAMBANG Page 2


Daftar Isi

KATA PENGANTAR......................................................................................i

DAFTAR ISI...................................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Pertambangan...................................................................................1
1.2 Asas-asas Pertambangan..................................................................1
1.3 Tahapan kegiatan penambangan......................................................3
1.4 Pencemaran air tanah.......................................................................4

BAB TEORI AIR TANAH

2.1 pengertian air tanah.........................................................................6

2.2 proses pembentukan air tanah...........................................................8

2.3 sumber sumber air............................................................................9

2.4 siklus hidrologi...............................................................................12

BAB 3 PENYALIRAN TAMBANG

3.1 Sistem penyaliran tambang............................................................23

3.2 Kolam pengendapan......................................................................24

BAB 4 PPENUTUP

4.1 Kesimpulan....................................................................................26

4.2 Saran..............................................................................................26

Daftar Pustaka

Daftar Gambar

HIDROLOGI TAMBANG Page 3


Gambar 1. Akuifer di bawah tanah...................................................................7

Gambar 2. Aliran air pada pori-pori antar butir tanah......................................7

Gambar 3 siklus hidrolog................................................................................13

Gambar 4 mine dewatering............................................................................21

Gambar 5 Reciprocating Pump.................................................................... 25

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Pertambangan

Pertambangan yaitu suatu kegiatan yang dilakukan dengan penggalian


ke dalam tanah (bumi) untuk mendapatkan sesuatu yang berupa hasil
1
tambang. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun
009, pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam
rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batu bara yang
meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi,
penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta
kegiatan pascatambang. Pengertian tersebut dalam arti luas karena meliputi
berbagai kegiatan pertambangan yang ruang lingkupnya dapat dilakukan
sebelum penambangan, proses penambangan, dan sesudah proses
penambangan.

Pengertian pertambangan mineral dan pertambangan batubara jelaslah


berbeda. Pertambangan mineral adalah pertambangan kumpulan mineral
yang berupa bijih atau batuan, diluar panas bumi, minyak dan gas bumi,

serta air tanah. Sedangkan yang dimaksud dengan pertambangan batubara

HIDROLOGI TAMBANG Page 4


adalah pertambangan endapan karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk
bitumen padat, gambut, dan batuan aspal.

1.2 Asas-asas Pertambangan

Asas-asas yang berlaku dalam penambangan mineral dan batubara


telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 ada 4 (empat)
macam, yaitu:

a. Manfaat, Keadilan, dan Keseimbangan

Yang dimaksud dengan asas manfaat dalam pertambangan adalah


asas yang menunjukan bahwa dalam melakukan penambangan harus
mampu memberikan keuntungan dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Kemudian asas
keadilan adalah dalam melakukan penambangan harus mampu
memberikan peluang dan kesempatan yang sama secara proporsional bagi
seluruh warga negara tanpa ada yang dikecualikan. Sedangkan asas
keseimbangan adalah dalam melakukan kegiatan penambangan wajib
memperhatikan bidang-bidang lain terutama yang berkaitan langsung
dengan dampaknya.

b. Keberpihakan kepada Kepentingan Negara

Asas ini mengatakan bahwa di dalam melakukan


kegiatan penambangan berorientasi kepada kepentingan negara.
Walaupun di dalam melakukan usaha pertambangan dengan
menggunakan modal asing, tenaga asing, maupun perencanaan asing,
tetapi kegiatan dan hasilnya hanya untuk kepentingan nasional.

c. Partisipatif, Transparansi, dan Akuntabilitas

HIDROLOGI TAMBANG Page 5


Asas partisipatif adalah asas yang menghendaki bahwa
dalam melakukan kegiatan pertambangan dibutuhkan peran serta
masyarakat untuk penyusunan kebijakan, pengelolaan, pemantauan,
dan pengawasan terhadap pelaksanaannya. Asas transparansi adalah
keterbukaan dalam penyelenggaraan kegiatan pertambangan diharapkan
masyarakat luas dapat memperoleh informasi yang benar, jelas dan
jujur. Sebaliknya masyarakat dapat memberikan bahan masukan kepada
pemerintah. Sedangkan asas akuntabilitas adalah kegiatan
pertambangan dilakukan dengan cara-cara yang benar sehingga dapat
dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.

d. Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan

Asas berkelanjutan dan berwawasan lingkungan adalah asas


yang secara terencana mengintegrasikan dimensi ekonomi, lingkungan,
dan sosial budaya dalam keseluruhan usaha pertambangan mineral dan
batubara untuk mewujudkan kesejahteraan masa kini dan masa
mendatang.

1.3 Tahapan kegiatan penambangan

Secara umum, Ilmu Pertambangan adalah suatu cabang ilmu


pengetahuan yang meliputi,

1 Penyelidikan Umum (Propecting),


2 Penyelidikan Lanjutan (Exploration),
3 Evaluasi (Feasibility Study),
4 Perencanaan Tambang (Mine Planning),
5 Persiapan Penambangan (Mine Development),
6 Penambangan (Explotation),
7 Pengolahan (Mineral Dressing),
8 Pemurnian (Extractive Metallurgy),
9 Pemasaran (marketing),
10 Reklamasi (Mine Closer).

Umumnya, kegiatan pertambangan dapat dibagi dalam beberapa tahapan,


yaitu,

HIDROLOGI TAMBANG Page 6


1. Kegiatan Pra penambangan,

2. Penambangan,

3. Pasca Penambangan.

Secara garis besar tahapan kegiatan dalam usaha pertambangan dapat


digambarkan sebagai berikut,

PROSPECTING

EXPLORATION

GRADE

EVALUASI (FS)

NON ECONOMIC ECONOMIC

MINE PLANNING
ARSIP
METHODE

MINE DEVELOPMENT

SURFACE MINING
MINE EXPLOITATION
UNDERGROUND MINING

MINERAL DRESSING

EXTRACTIVE METALLURGY

MARKETIN
G

HIDROLOGI TAMBANG Page 7


1.4 Pencemaran air tanah

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,


zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia
sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan air
tidak berfungsi sesuai dengan peruntukaannya. Pencemaran air banyak
diakibatkan oleh masuknya bahan pencemar berupa gas, bahan terlarut,
maupun partikulat yang menyebabkan air menjadi tidak lagi sesuai dengan
kondisi alamiahnya. Bahan pencemar yang memasuki badan perairan bisa
masuk dengan berbagai cara antara lain melalui tanah, atmosfer, limbah
domestik, limbah industri dan lain sebagainya Pencemaran bisa terjadi pada
air permukaan (surface water) dan air tanah (groundwater). Kebanyakan
pencemaran air tanah disebabkan oleh bahan pencemar yang bersifat cairan
misalnya limbah industri. Ketepatan pengecekan kualitas air untuk
menentukan tercemar atau tidaknya dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan
secara laboratorium .

Untuk mengetahui apakah suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan


pengujian untuk menentukan sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah
terjadi penyimpangan dari batasan-batasan polusi air. Sifat-sifat air yang
umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan tingkat polusi air
misalnya : nilai pH, keasaman dan alkalinitas, suhu, warna, bau dan rasa,
jumlah padatan, nilai BOD/COD, pencemaran mikroorganisme patogen,
kandungan minyak, dan kandungan logam berat

HIDROLOGI TAMBANG Page 8


BAB 2
TEORI AIR TANAH

2.1 Pengertian Air Tanah

Air merupakan salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga ada


ilmu pengetahuan khusus yang membahas tentang air yaitu hidrologi.
Hidrologi adalah ilmu tentang air baik di atmosfer, di permukaan bumi, dan
di dalam bumi, tentang terjadinya, perputarannya, serta pengaruhnya
terhadap kehidupan yang ada di alam ini.

Air tanah didefinisikan sebagai air yang terdapat di bawah permukaan


bumi. Salah satu sumber utamanya adalah air hujan yang meresap ke
bawah lewat lubang pori di antara butiran tanah. Air yang berkumpul di
bawah permukaan bumi ini disebut akuifer.

Ada beberapa pengertian akuifer berdasarkan pendapat para ahli, Todd


(1955) menyatakan bahwa akuifer berasal dari bahasa latin yaitu aqui
dari kata aqua yang berarti air dan kata ferre yang berarti membawa, jadi
akuifer adalah lapisan pembawa air. Herlambang (1996) menyatakan bahwa
akuifer adalah lapisan tanah yang mengandung air, di mana air ini
bergerak di dalam tanah karena adanya ruang antar butir-butir tanah.
Berdasarkan kedua pendapat, dapat disimpulkan bahwa akuifer adalah
lapisan bawah tanah yang mengandung air dan mampu mengalirkan air.
Hal ini disebabkan karena lapisan tersebut bersifat permeable yang mampu
mengalirkan air baik karena adanya pori-pori pada lapisan tersebut ataupun
memang sifat dari lapisan batuan tertentu. Contoh batuan padaa lapisan.

HIDROLOGI TAMBANG Page 9


akuifer adalah pasir, kerikil, batu pasir, batu gamping rekahan. Akuifer dan
aliran air pada pori-pori ditunjukkan oleh Gambar 2 dan 3.

Gambar 1. Akuifer di bawah tanah (Shiddiqy, 2014)

Gambar 2. Aliran air pada pori-pori antar butir tanah (Shiddiqy, 2014)

Terdapat tiga parameter penting yang menentukan karakteristik


akuifer yaitu tebal akuifer, koefisien lolos atau permeabilitas, dan hasil jenis.
Tebal akuifer diukur mulai dari permukaan air tanah (water table) sampai
pada suatu lapisan yang bersifat semi kedap air (impermeable) termasuk
aquiclude dan aquifuge. Permeabilitas merupakan kemampuan suatu

akuifer untuk meloloskan sejumlah air tanah melalui penampang 1 m2.


Nilai permeabilitas akuifer sangat ditentukan oleh tekstur dan struktur

HIDROLOGI TAMBANG Page 10


mineral atau partikel-partikel atau butir-butir penyusun batuan. Semakin
kasar tekstur dengan struktur lepas, maka semakin tinggi batuan meloloskan
sejumlah air tanah. Sebaliknya, semakin halus tekstur dengan struktur
semakin tidak teratur atau semakin mampat, maka semakin rendah
kemampuan batuan untuk meloloskan sejumlah air tanah. Dengan
demikian, setiap jenis batuan akan mempunyai nilai permeabilitas yang
berbeda dengan jenis batuan yang lainnya. Hasil jenis adalah kemampuan
suatu akuifer untuk menyimpan dan memberikan sejumlah air dalam kondisi
alami. Besarnya cadangan air tanah atau hasil jenis yang dapat tersimpan
dalam akuifer sangat ditentukan oleh sifat fisik batuan penyusun akuifer
(tekstur dan struktur butir-butir penyusunnya) Menurut Krussman dan
Ridder (1970), berdasarkan kadar kedap air dari batuan yang melingkupi
akuifer terdapat beberapa jenis akuifer, yaitu: Akuifer terkungkung (confined
aquifer), akuifer setengah terkungkung (semi confined aquifer), akuifer
setengah bebas (semi unconfined aquifer), dan akuifer bebas (unconfined
aquifer). Akuifer terkungkung adalah akuifer yang lapisan atas dan
bawahnya dibatasi oleh lapisan yang kedap air. Akuifer setengah
terkungkung adalah akuifer yang lapisan di atas atau di bawahnya masih
mampu meloloskan atau dilewati air meskipun sangat kecil (lambat). Akuifer
setengah bebas merupakan peralihan antara akuifer setengah terkungkung
dengan akuifer bebas. Lapisan bawahnya yang merupakan lapisan kedap air,
sedangkan lapisan atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada
lapisan penutupnya masih dimungkinkan adanya gerakan air.

2.2 Proses terbentuk air tanah

Air hujan sebagian besar akan mengalir di permukaan sebagai air


permukaan seperti sungai, danau, atau rawa. Sebagian kecil akan meresap ke
dalam tanah, yang bila meresap terus hingga zona jenuh akan menjadi air
tanah. Bagian yang meresap dekat permukaan akan diuapkan kembali lewat
tanaman yang kita kenal dengan evapotranspiration. Penguapan evaporation
terjadi langsung pada tubuh air yang terbuka. Air tanah mempunyai peranan

HIDROLOGI TAMBANG Page 11


yang sangat penting untuk kepentingan rumah tangga maupun untuk
kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantunganasokan air bersih
dan air tanah telah mencapai ± 70%. Sebenarnya di bawah permukaan tanah
terdapat kumpulan air yang mempersatukan kumpulan air yang ada di
permukaan.

Letak air tanah dapat mencapai beberapa puluh bahkan beberapa ratus
meter di bawah permukaan bumi. Lapisan batuan ada yang lolos air atau
biasa disebut permeable dan ada pula yang tidak lolos atau kedap air yang
biasa disebut impermeable. Lapisan lolos air misalnya terdiri dari
kerikil, pasir, batuapung, dan batuan yang retak-retak, sedangkan lapisan
kedap air antara lain terdiri dari napal dan tanah liat atau tanah lempung.
Sebetulnya tanah lempung dapat menyerap air, namun setelah jenuh air, tanah
jenis ini tidak dapat lagi menyerap air. Air hujan dan air permukan akan
meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration) dan
kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air
dan menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi,
yakni suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air
dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer.

Dari daur hidrologi dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi


dengan air permukaan serta komponen-komponen lain yang terlibat seperti
bentuk topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tumbuhan
penutup, serta manusia yang berada di permukaan. Air tanah dan air
permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi pemompaan,
pencemaran terhadap air tanah akan memberikan reaksi terhadap air
permukaan, demikian sebaliknya.

2.3 Sumber-Sumber Air

Sumber air adalah wadah air yang terdapat diatas dan


dibawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini adalah

HIDROLOGI TAMBANG Page 12


mata air, sungai, rawa, danau, waduk, dan muara. Berikut ini adalah
sumber-sumber air :

1. Air Laut
Air laut adalah air dari laut atau samudera. Air laut mempunyai
sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam
air laut 3%, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-
partikel tak terlarut. Dengan keadaan ini, maka air laut tidak
memenuhi sarat untuk air minum.

2. Air Permukaan

Air permukaan adalah air hujan yang mengalir di permukaan


bumi. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat
pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-
batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan sebagainya.
Beberapa pengotoran untuk masing-masing air permukaan akan
berbeda-beda, tergantung pada daerah pengaliran air
permukaan ini. Jenis pengotorannya adalah merupakan kotoran
fisik, kimia dan bakteri.

Setelah mengalami suatu pengotoran, pada suatu saat air


permukaan itu akan mengalami suatu proses pembersihan
sendiri. Udara yang mengandung oksigen atau gas O2 akan
membantu mengalami proses pembusukan yang terjadi pada air
permukaan yang telah mengalami pengotoran, karena selama dalam
perjalanan O2 akan meresap ke dalam air permukaan

Air permukaan ada dua macam yaitu :

1. Air sungai

HIDROLOGI TAMBANG Page 13


Dalam penggunaannya sebagai air minum, haruslah mengalami
suatu pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada
umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi sekali. Debit
yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan air minum pada
umumnya dapat mencukupi.

2. Air rawa/danau

Kebanyakan air rawa ini berwarna hitam atau kuning kecoklat, hal
ini disebabkan oleh adanya zat-zat organis yang telah membusuk,
misalnya asam humus yang terlarut dalam air yang menyebabkan
warna kuning coklat.

Dengan adanya pembusukan kadar zat organis t inggi, maka


umumnya kadar Fe dan Mn akan tinggi pula dan dalam keadaan
kelarutan O2 kurang sekali (anaerob), maka unsur-unsur Fe dan Mn
ini terlarut. Pada permukaan air akan tumbuh algae (lumut) karena
adanya sinar matahari dan O2.

3 Air tanah

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau
bebatuan di bawah permukaan tanah pada lajur/zona jenuh air. Air
tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya
terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta
pemulihannya sulit dilakukan. Air tanah berasal dari air hujan dan
air permukaan, yang meresap mula-mula ke zona tak jenuh dan
kemudian meresap makin dalam hingga mencapai zona jenuh air
dan menjadi air tanah. Air tanah berinteraksi dangan air permukaan
serta komponen-komponen lain seperti jenis batuan penutup,
penggunaan lahan, serta manusia yang di permukaan.

4. Air tanah dangkal

HIDROLOGI TAMBANG Page 14


Terjadi karena adanya proses peresapan air dari
permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, sedemikian pula dengan
sebagian bakteri, sehingga air akan jernih tetapi lebih banyak
mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena
melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia
tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah
ini berfungsi sebagai saringan. Di samping penyaringan,
pengotoran masih terus berlangsung, terutama pada muka air
yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air,
air akan terkumpul menjadi air tanah dangkal dimana air tanah ini
dimanfaatkan untuk sumber air minum melalui sumur-su mur dangkal.

5. Air tanah dalam

Terdapat sebuah lapisan rapat air yang pertama. Pengambilan


air tanah dalam tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini
harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamannya sehingga
dalam suatu kedalaman akan didapat satu lapis air. Jika tekanan air
tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan
ini, sumur ini disebut dengan sumur art etis atau sumur bor. Jika air
tidak dapat keluar dengan sendirinya, maka digunakan pompa
untuk membantu pengeluaran air.

6. Mata air

Adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan


tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak
terpengaruh o leh musim dan kualitasnya sama dengan keadaan air
tanah.

2.4 Siklus hidrologi

HIDROLOGI TAMBANG Page 15


Siklus hidrologi ini adalah salah satu dari 6 siklus biogeokimia yang
berlangsung di Bumi. Siklus hidrologi merupakan siklus atau sirkulasi air
yang berasal dari Bumi kemudian menuju ke atmosfer dan kembali lagi ke
Bumi yang berlangsung secara terus menerus. Karena bentuknya memutar dan

berlangsung secara terus- menerus inilah yang menyebabkan air seperti tidak
pernah habis. Siklus ini mempunyai peranan sangat penting bagi kelangsungan
hidup makhluk di Bumi. Karena adanya siklus inilah ketersediaan air di Bumi
bisa selalu terjaga. Dan karena siklus hidrologi inilah keseimbangan ekosistem
di Bumi bisa selalu terjaga.

Gambar 3 siklus hidrologi

Sebuah siklus pastilah mempunyai beberapa tahapan yang berangkai. Tahapan


-tahapan tersebut apabila tergabung antara satu dengan yang lainnya maka
akan terciptalah sebuah siklus. Dengan kata lain, siklus ini terjadi karena
adanya tahapan- tahapan yang saling berkaitan satu sama lain dan bentuknya
memutar. Siklus hidrologi ini setidaknya mencakup 9 tahap, yakni evaporasi,
transpirasi, evapotranspirasi, sublimasi, kondensasi, adveksi, presipitasi, run
off, dan infiltrasi. Siklus air secara umum dapat digambarkan dalam gambar
disamping. Gambar disamping menunjukkan langkah- langkah atau tahapan
siklus hidrologi yang membentuk gerakan memutar. Adra lebih jelas, masing-
masing tahapan tersebut akan kita bahas sebagai berikut.

1. Evaporasi

HIDROLOGI TAMBANG Page 16


Tahapan pertama dalam siklus hidrologi ini adalah evaporasi. Evaporasi
merupakan istilah lain dari penguapan. Siklus hidrologi akan dimulai dari
adanya penguapan. Penguapan yang mengawali terjadinya siklus hidrologi
adalah penguapan dari air yang ada di Bumi, seperti samudera, laut, danau,
rawa, sungai , bendungan, bahkan di areal persawahan. Semua air tersebut
akan berubah menjadi uap air karena adanya pemanasan dari sinar
matahari. Hal inilah yang disebut dengan evaporasi atau penguapan.

Evaporasi ini akan mengubah bentuk air yang semula cair menjadi uap
air yang berwujud gas. Karena menjadi wujud gas, hal ini memungkinkan
bahwa gas tersebut dapat naik ke atas (ke atmosfer) karena terbawa oleh
angin. Semakin panas sinar matahari yang diterima, maka akan semakin
banyak air yang berubah menjadi uap air, dan semakin banyak pula yang
terbawa ke lapisan atmosfer Bumi.

2. Transpirasi

Selain evaporasi, ada bentuk penguapan lainnya yakni penguapan yang


berasal dari jaringan makhluk hidup. Penguapan yang terjadi di jaringan
makhluk hidup ini disebut sebagai transpirasi. Transpirasi ini terjadi di
jaringan hewan maupun tumbuhan.

Sama halnya dengan evaporasi, transpirasi ini juga mengubah air yang
berwujud cair dari jaringan makhluk hidup tersebut menjadi uap air. Uap
air ini juga akan terbawa ke atas, yakni ke atmosfer. Namun, biasanya
penguapan yang terjadi karena transpirasi ini jumlahnya lebih sedikit atau
lebih kecil daripada penguapan yang terjadi karena evaporasi.

3. Evapotranspirasi

Evapotranspirasi ini merupakan gabungan dari evapotasi dan juga


transpirasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa evapotranspirasi ini
merupakan total penguapan air atau penguapan air secara keseluruhan,

HIDROLOGI TAMBANG Page 17


baik yang ada di permukaan Bumi atau tanah maupun di jaringan makhluk
hidup. Dalam siklus hidrologi, evapotranspirasi ini sangatlah
mempengaruhi jumlah uap air yang ternagkut ke atas atau ke atmosfer
Bumi.

4. Sublimasi

Tahapan yang lainya adalah sublimasi. Jadi selain melalui proses


penguapan, naiknya uap air ke atmosfer ini juga terjadi melalui proses
sublimasi. Apa sebenarnya sublimasi itu? Sumblimasi merupakan proses
perubahan es di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air, tanpa harus
melalui proses cair terlebih dahulu.

Sublimasi ini juga tidak sebanyak penguapan (evaporasi maupun


transpirasi), namun meski sedikit tetap saja sublimasi ini berkontribusi erat
terhadap jumlah uap air yang terangkat ke atmosfer. Dibandingkan dengan
evaporasi maupun transpirasi, proses sublimasi ini berjalan lebih lambat
dari pada keduanya. Sublimasi ini terjadi pada tahap sikulus hidrologi
panjang.

5. Kondensasi

Kondensasi merupakan proses berubahnya uap air menjadi partikel-


partikel es (baca: hujan es). Ketika uap air dari proses evaporasi,
transpirasi, evapotranspirasi, dan sublimasi sudah mencapai ketinggian
tertentu, uap air tersebut akan berubah menjadi partikel-partikel es yang
berukuran sangat kecil melalui proses konsendasi. Perubahan wujud ini
terjadi karena pengaruh suhu udara yang sangat rendah saat berada di
ketinggian tersebut. Partikel- partikel es yang terbentuk tersebut akan
saling mendekati satu sama lain dan bersatu hingga membentuk sebuah
awan. Semakin banyak partikel es yang bersatu, maka akan semakin tebal
dan juga hitam awan yang terbentuk. Inilah hasil dari proses kondensasi.

HIDROLOGI TAMBANG Page 18


6. Adveksi

Adveksi ini terjadi setelah partikel- partikel es membentuk sebuah awan.


Adveksi merupakan perpidahan awan dari satu titik ke titik lainnya namun
masih dalam satu horisontal. Jadi setelah partikel- partikel es membentuk
sebuah awan yang hitam dan gelap, awan tersebut dapt berpindah dari satu
titik ke titik yang lain dalam satu horizontal.

Proses adveksi ini terjadi karena adanya angin maupun perbedaan


tekanan udara sehingga mengakibatkan awan tersebut berpindah. Proses
adveksi ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari
atmosfer yang berada di lautan menuju atmosfer yang ada di daratan.
Namun perlu diketahui bahwa tahapan adveksi ini tidak selalu terjadi
dalam proses hidrologi, tahapan ini tidak terjadi dalam siklus hidrologi
pendek.

7. Presipitasi

Awan yang telah mengalami proses adveksi tersebut selanjutnya akan


mengalami presipitasi. Presipitasi merupakan proses mencairnya awan
hitam akibat adanya pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada tahapan inilah
terjadinya hujan. Sehingga awan hitam yang tebentuk dari partikel es
tersebut mencair dan air tersebut jatuh ke Bumi manjadi sebuah hujan.
Namun, tidak semua presipitasi menghasilkan air.

Apabila presipitasi terjadi di daerah yang mempunyai suhu terlalu


rendah, yakni sekitar kurang dari 0ᵒ Celcius, maka prepitisasi akan
menghasilkan hujan salju. Awan yang banyak mengandung air tersebut
akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran- butiran salju tipis. Hal ini
dapat kita temui di daerah yang mempunyai iklim sub tropis, dimana suhu
yang dimiliki tidak terlalu panas seperti di daerah yang mempunyai iklim
tropis.

HIDROLOGI TAMBANG Page 19


8. Run Off

Tahapan run off ini terjadi ketika sudah di permukaan Bumi. Ketika
awan sudah mengalami proses presipitasi dan menjadi air yang jatuh ke
Bumi, maka air tersebut akan mengalami proses run off. Run off atau
limpasan ini merupakan proses pergerakan air dari tempat yang tinggi
menjuju ke tempat yang lebih rendah yang terjadi di permukaan Bumi.
Pergerakan air tersebut dapat terjadi melalui saluran- saluran, seperti
saluran got, sungai, danau, muara sungai, hingga samudera. Proses ini
menyebabkan air yang telah melalui siklus hidrologi akan kembali menuju
ke lapisan hidrosfer Bumi.

9. Infiltrasi

Proses selanjutnya adalah proses infiltrasi. Air yang sudah berada di


Bumi akibat proses presipitasi, tidak semuanya mengalir di permukaan
Bumi dan mengalami run off. Sebagian dari air tersebut akan bergerak
menuju ke pori- pori tanah, merembes, dan terakumulasi menjadi air
tanah. Sebagian air yang merembes ini hanyalah sebagian kecil saja.
Proses pergerakan air ke dalam pori- pori tanah ini disebut sebagai proses
infiltrasi. Proses infiltrasi akan secara lambat membawa air tanah untuk
menuju kembali ke laut.

Setalah melalui proses run off dan infiltrasi, kemudian air yang telah
mengalami siklus hidrologi akan kembali berkumpul ke lautan. Dalam
waktu yang berangsunr- angsur, air tersebut akan kembali mengalami
siklus hidrologi yang baru, dimana diawali dengan evaporasi. Dan itulah
kesembilan dari tahapan siklus hidrologi.

HIDROLOGI TAMBANG Page 20


BAB 3

PENYALIRAN TAMBANG

3.1 Sistem penyaliran tambang

Sistem penyaliran tambang adalah suatu usaha yang diterapkan pada


daerah penambangan untuk mencegah, mengeringkan, atau mengeluarkan air
yang masuk ke daerah penambangan. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah
terganggunya aktivitas penambangan akibat adanya air dalam jumlah yang
berlebihan, terutama pada musim hujan. Selain itu, sistem penyaliran tambang
ini juga dimaksudkan untuk memperlambat kerusakan alat serta
mempertahankan kondisi kerja yang aman, sehingga alat-alat mekanis yang
digunakan pada daerah tersebut mempunyai umur yang lama.

Metode Penyaliran Tambang

Penanganan mengenai masalah air tambang dalam jumlah besar pada


tambang terbuka dapat dibedakan menjadi beberapa metode, yaitu:
Mengeluarkan Air Tambang (Mine Dewatering)
Merupakan upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke lokasi
penambangan. Beberapa metode penyaliran tambang (mine dewatering)
adalah sebagai berikut :

1. Membuat sump di dalam front tambang (Pit)


Sistem ini diterapkan untuk membuang air tambang dari lokasi
kerja. Air tambang dikumpulkan pada sumuran (sump), kemudian

HIDROLOGI TAMBANG Page 21


dipompa keluar. Pemasangan jumlah pompa tergantung pada kedalaman
penggalian, dengan kapasitas pompa menyesuaikan debit air yang masuk
ke dalam lokasi penambangan.
2. Membuat paritan
Pembuatan parit sangat ideal diterapkan pada tambang terbuka
open cast atau kuari. Parit dibuat berawal dari sumber mata air atau air
limpasan menuju kolam penampungan, langsung ke sungai atau
diarahkan ke selokan (riool). Jumlah parit ini disesuaikan dengan
kebutuhan, sehingga bisa lebih dari satu. Apabila parit harus dibuat
melalui lalulintas tambang maka dapat dipasang gorong-gorong yang
terbuat dari beton atau galvanis. Dimensi parit diukur berdasarkan
volume maksimum pada saat musim penghujan deras dengan
memperhitungkan kemiringan lereng. Bentuk standar melintang dari parit
umumnya trapesium.

A. Penyaliran Pada Tambang Terbuka


Penanganan masalah air dalam suatu tambang terbuka dapat dibedakan
menjadi dua yaitu :

1. Mine Drainage
Merupakan upaya untuk mencegah masuknya air ke daerah penambangan.
Hal ini umumnya dilakukan untuk penanganan air tanah dan air yang berasal
dari sumber air permukaan. Beberapa metode penyaliran Mine drainage :
 Metode Siemens : Pada tiap jenjang dari kegiatan penambangan dibuat
lubang bor kemudian ke dalam lubang bor dimaksukkan pipa dan disetiap
bawah pipa tersebut diberi lubang-lubang. Bagian ujung ini masuk ke
dalam lapisan akuifer, sehingga air tanah terkumpul pada bagian ini dan
selanjutnya dipompa ke atas dan dibuang ke luar daerah penambangan.

 Metode Pemompaan Dalam (Deep Well Pump). Metode ini digunakan


untuk material yang mempunyai permeabilitas rendah dan jenjang tinggi.

HIDROLOGI TAMBANG Page 22


Dalam metode ini dibuat lubang bor kemudian dimasukkan pompa ke
dalam lubang bor dan pompa akan bekerja secara otomatis jika tercelup
air. Kedalaman lubang bor 50 meter sampai 60 meter.

 Metode Elektro Osmosis. Pada metode ini digunakan batang anoda serta
katoda. Bilamana elemen-elemen dialiri arus listrik maka air akan
terurai, H+ pada katoda (disumur besar) dinetralisir menjadi air dan
terkumpul pada sumur lalu dihisap dengan pompa.

 Small Pipe With Vacuum Pump. Cara ini diterapkan pada lapisan batuan
yang inpermiabel (jumlah air sedikit) dengan membuat lubang bor.
Kemudian dimasukkan pipa yang ujung bawahnya diberi lubang-lubang.
Antara pipa isap dengan dinding lubang bor diberi kerikil-kerikil kasar
(berfungsi sebagai penyaring kotoran) dengan diameter kerikil lebih besar
dari diameter lubang. Di bagian atas antara pipa dan lubang bor di sumbat
supaya saat ada isapan pompa, rongga antara pipa lubang bor kedap
udara sehingga air akan terserap ke dalam lubang bor.

x
d
d A d d
a
a α
α
b
Bentuk Segitiga Bentuk Segiempat
B
Bentuk Trapesium

a d

HIDROLOGI TAMBANG Page 23


Gambar 4 mine dewatering
2. Mine Dewatering

Merupakan upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke


daerah penambangan. Upaya ini terutama untuk menangani air yang
berasal dari air hujan. Beberapa metode penyaliran mine dewatering
adalah sebagai berikut :
 Sistem Kolam Terbuka. Sistem ini diterapkan untuk membuang air
yang telah masuk ke daerah penambangan. Air dikumpulkan pada
sumur (sump), kemudian dipompa keluar dan pemasangan jumlah
pompa tergantung kedalaman penggalian.

 Cara Paritan. Penyaliran dengan cara paritan ini merupakan cara


yang paling mudah, yaitu dengan pembuatan paritan (saluran)
pada lokasi penambangan. Pembuatan parit ini bertujuan untuk
menampung air limpasan yang menuju lokasi penambangan. Air
limpasan akan masuk ke saluran-saluran yang kemudian di alirkan
ke suatu kolam penampung atau dibuang langsung ke tempat
pembuangan dengan memanfaatkan gaya gravitasi.

 Sistem Adit. Cara ini biasanya digunakan untuk pembuangan air


pada tambang terbuka yang mempunyai banyak jenjang. Saluran
horisontal yang dibuat dari tempat kerja menembus ke shaft yang
dibuat di sisi bukit untuk pembuangan air yang masuk ke dalam
tempat kerja. Pembuangan dengan sistem ini biasanya mahal,
disebabkan oleh biaya pembuatan saluran horisontal tersebut dan
shaft.

B. Penyaliran Pada Tambang Bawah Tanah

HIDROLOGI TAMBANG Page 24


Penanganan masalah air pada tambang bawah tanah umumnya dilakukan
dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Dengan “Tunnel” (Terowongan). Penyaliran dengan cara ini adalah
dengan membuat “tunnel” atau “adit” bila topografi daerahnya
memungkinkan, dimana terowongan atau “adit” ini dibuat sebagai level
pengeringan tersendiri untuk mengeluarkan air tambang bawah tanah. Cara
ini relatif murah dan ekonomis bila dibandingkan dengan sistem
penyaliran menggunakan cara pemompaan air ke luar tambang.

3. Dengan Pemompaan. Penyaliran tambang bawah tanah dengan sistem


pemompaan adalah untuk mengeluarkan air yang terkumpul pada dasar
“shaf” atau sumuran bawah tanah yang sengaja dibuat untuk menampung
air dari permukaan maupun air rembesan air bawah tanah.

C. Hal Yang Mempengaruhi Sistem Penyaliran Tambang


1. Permeabilitas
Disamping parameter-parameter lain, permeabilitas merupakan salah satu
yang perlu diperhitungkan. Secara umum permeabilitas dapat diartikan
sebagai kemapuan suatu fluida bergerak melalui rongga pori massa batuan.
2. Rencana Kemajuan Tambang
Rencana kemajuan tambang nantinya akan mempengaruhi pola alir saluran
yang akan dibuat, sehingga saluran tersebut menjadi efektif dan tidak
menghambat sistem kerja yang ada.
3. Curah Hujan
Sumber utama air yang masuk ke lokasi penambangan adalah air hujan,
sehingga besar kecilnya curah hujan yang terjadi di sekitar lokasi
penambangan akan mempengaruhi banyak sedikitnya air tambang yang
harus dikendalikan. Data curah hujan biasanya disajikan dalam data curah
hujan harian, bulanan, dan tahunan yang dapat berupa grafik atau tabel.
Analisa curah hujan dilakukan dengan menggunakan Metode Gumbel
yang dilakukan dengan mengambil data curah hujan bulanan yang ada,

HIDROLOGI TAMBANG Page 25


kemudian ambil curah hujan maksimum setiap bulannya dari data tersebut,
untuk sampel dapat dibatasi jumlahnya sebanyak data

3.2 Kolam pengendapan

adalah suatu daerah yang dibuat khusus untuk menampung air


limpasan sebelum dibuang langsung menuju daerah pengaliran umum.

Kolam pengendapan berfungsi

• untuk mengendapkan lumpur-lumpur, atau material padatan yang


bercampur dengan air limpasan yang disebabkan adanya aktivitas
penambangan maupun karena erosi.

• tempat pengontrol kualitas dari air yang akan dialirkan keluar kolam
pengendapan, baik itu kandungan materialnya, tingkat keasaman ataupun
kandungan material lain yang dapat membahayakan lingkungan.

Bentuk kolam pengendapan

Walaupun bentuknya dapat bermacam-macam, namun pada setiap kolam


pengendap akan selalu ada 4 zona penting yang terbentuk karena proses
pengendapan material padatan.

Keempat zona yang ditunjukkan pada gambar adalah :

• Zona masukan

Adalah tempat masuknya aliran air berlumpur kedalam kolam pengendapan


dengan anggapan campuran antara padatan dan cairan terdistribusi secara merata.

HIDROLOGI TAMBANG Page 26


• Zona Pengendapan

Tempat dimana partikel akan mengendap, material padatan disini akan mengalami
proses pengendapan disepanjang saluran masing-masing ceck dam.

• Zona Endapan Lumpur

Tempat dimana partikel padatan dalam cairan (elati) mengalami sedimentasi dan
terkumpul pada bagian bawah saluran pengendap.

• Zona Keluaran

Tempat keluarnya buangan cairan yangt elative bersih, zone ini terletak pada akhir
saluran.

3.3 POMPA

Pompa berfungsi untuk mengeluarkan air dari tambang. Sesuai dengan


prinsip kerjanya, pompa dibedakan atas:

• Reciprocating Pump : Bekerja berdasarkan torak maju mundur secara


horizontal di dalam silinder.

Gambar 5 Reciprocating Pump

• Centrifugal Pump : Pompa ini bekerja berdasarkan putaran impeller di


dalam pompa. Air yang masuk akan diputar oleh impeller, akibat gaya

HIDROLOGI TAMBANG Page 27


sentrifugal yang terjadi air akan dilemparkan dengan kuat ke arah lubang
pengeluaran pompa.

• Axial Pump : Pada pompa aksial, zat cair mengalir pada arah aksial
(sejajar poros) melalui kipas. Umumnya bentuk kipas menyerupai baling-
baling kapal.

• Julang (Head) : Dalam pemompaan dikenal istilah julang (head), yaitu


energi yang diperlukan untuk mengalirkan sejumlah air pada kondisi
tertentu. Semakin besar debit air yang dipompa, maka head juga akan
semakin besar.

BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Air menrupakan sumber kehidupan yang sangat di butuhkan oleh mahluk


hidup pengambilan air secara berlebihan dapat menyebabkan banyak masalah dan
pentingnya air dalam dunia pertambangan, sehingga pengembalian air setelah
diguniakan dalam pertambangan sangat penting saat di kembalikan disungai atau
laut agar tidak mencemari atau merusak ekosistem bahkan sampai mempengaruhi
masyarakat yang berada di sekitar pertambanagan

4.2 Saran

HIDROLOGI TAMBANG Page 28


Manfaatkanair dengan seefektif mungkin sehingga tidak ada air yan
terbuang percuma dan dalam dunia pertambanagan ada nya good mining praktis.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. Hidrogeologi-Dan-Hubungannya-Dengan-Tambang Di akses


tanggal 18 april 2018 :22.14 WIB)

http://tambangunhas.wordpress.com/tag/sistem-penyaliran-tambang/ (Di
akses tanggal 20 april 2018 :19.43 WIB)

http://www.scribd.com/doc/45561436/18/Sistem-Penyaliran-Tambang-
Bawah-Tanah (Di akses tanggal 20 april 2018 :20.03 WIB)

HIDROLOGI TAMBANG Page 29


http://findpdf.net/documents/journal-sistem-penyaliran-tambang
terbuka.html (Di akses pada tanggal 17 desember 2012 : 21.10
WIB)

HIDROLOGI TAMBANG Page 30