Anda di halaman 1dari 5

SOAL KASUS 1

Bayi C , 1 hari yang lalu lahir dari ibu uisa 25 tahun dirumah ditolong oleh
dukun. Bayi tersebut dibawa ke pukesmas karena kecil, malas minum, dan
tubuh teraba dingin

SOAL

Penilaian (Anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan labolatorium)

1. Sebutkan langkah-langkah tindakan yang harus diambil


Jawaban :
Pertama – tama bidan melakukan anamnesa
a. Keluhan Utama/alasan datang : Ibu mengatakan ingin me-
meriksakan bayinya yang berumur 1 hari dengan keluhan malas
minum dan badannya tersasa dingin
b. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran :
1) Riwayat Kehamilan
 HPHT : 08-08-2015
 HTP : 17-05-2016
 Usia kehamilan : 35 minggu
 Penyakit/masalah yang diderita selama hamil : Tidak ada
 Riwayat ANC dan imunisasi TT yang diperoleh : Ibu
mengatakan pernah memeriksakan kehamilannya 1 kali di
puskesmas Cakra
2) Riwayat Persalinan
 Ibu mengatakana melahirkan secara normal dirumah dan
ditolong oleh dukun.
 Apakah bayinya langsung menangis setelah lahir : Ibu
mengatakan bayinya langsung menangis.
 Apakah bayi langsung dikeringkan setelah lahir : Ibu
mengatakan bayinya langsung dimandikan dan langsung
dikeringkan.
 Jenis kelamin : Perempuan
 Masalah : Tidak ada
3) Riwayat Postnatal
 Pemberian ASI segera setelah lahir : Ibu mengatakan
memberikan asi setelah bayi dibersihkan.
 Tanda-tanda bahaya/masalah yang dialami bayi pasca
persalinan : Ibu mengatakan bayinya malas menyusu
dan badan bayinya teraba dingin.
 Suhu ruangan saat bersalin : Saat persalinan cuaca
sedang hujan dan suhu ruangan terasa cukup dingin.
4). Riwayat pemberian ASI

 Apakah bayi menyusu setelah lahir : ibu mengatakan


menyusui bayinya setelah dimandikan oleh dukun

2. Sebutkan pemeriksaan fisik khusus yang harus dilakukan untuk


mendiagnosis
Jawaban :
a. Keadaan umum bayi : Lemes (gerakan/tonus otot, tangis bayi,
warna kulit)
b. BB : 2200 gram
c. PB : 44 cm
d. LIKA : 30 cm
e. LIDA : 33 cm
f. LILA : 9 cm
g. Tanda Vital
 Suhu : 36,0 oC
 Nadi : 125x/menit
 Laju napas : 44x/menit
h. Pemeriksaan fisik
1) Telinga : Tulang rawan belum terbentuk
2) Mata : sklera tidak ikterus
3) Hidung dan mulut
 Reflek hisap : lemah
4) Dada : Puting susu belum terbentuk dengan baik
5) Genitalia : Labia mayora belum menutupi labia minora
6) Ekstremitas dan bahu : Gerakan kurang aktif
7) Kondisi Kulit : Masih terdapat lanugo
8) Sistem Syaraf :
 Reflek Moro : Lemah
 Reflek Sucking : Lemah
 Reflek Rooting : Lemah
 Reflek Tonick neck : Lemah
Saudara telah menyelesaikan penilaian bayi C dengan hasil sebagai berikut
berat 2200 gram, nadi 125x/menit, pernafasan 44x/menit dan suhu 36 derajat
celcius. Bayi teraba dingin, tangis lemah, tampak tanda prematuritas.

3. Berdasarkan temuan diatas apa diagnosis (Masalah ) bayi C , apa


alasannya ?
Jawaban :

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan fisik bayi “C” di


diagnosa

“Neonatus Kurang Bulan Sesuai Masa Kehamilan Usia 1 Hari dengan


BBLR dan Hipotermia”

Alasannya :

Bayi pematur adalah bayi lahir dengan umur kehamilan kurang dari
37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan berat
badan untuk masa kehamilan atau disebut Neonatus Kurang Bulan.
Sedagkan bayi berat badan lahir rendah adalah bayi dengan berat badan
lahir kurang dari 2500 gram (Arief, 2009).

Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran premature.


Faktor ibu yang lain adalah umur, parietas, dan lain-lain. Faktor plasenta
seperti penyakit vaskuler, kehamilan kembar/ganda, serta factor janin
juga merupakan penyebab terjadinya BBLR.

Tanda – tanda klinis


Gambaran klinis BBLR secara umum adalah :
 Berat kurang dari 2500 gram
 Panjang kurang dari 45 cm
 Lingkar dada kurang dari 30 cm
 Lingkar kepala kurang dari 33 cm
 Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
 Kepala lebih besar
 Kulit tipis, transparan, rambut lanugo banyak, lemak kurang
 Otot hipotonik lemah
 Pernapasan tak teratur dapat terjadi apnea
 Eksremitas : paha abduksi, sendi lutut / kaki fleksi-lurus
 Kepala tidak mampu tegak
 Pernapasan 40 – 50 kali / menit
 Nadi 100 – 140 kali / menit

Gambaran klinis BBLR secara khusus :


a. Tanda-tanda Bayi Prematur
 BB kurang dari 2500 gr, PB kurang dari 45 cm, lingkar kepala
kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang 30 cm.
 Umur kehamilan kurang dari 37 mg.
 Kepala relatif lebih besar dari pada badannya.
 Rambut tipis dan halus, ubun-ubun dan sutura lebar.
 Kepala mengarah ke satu sisi.
 Tulang rawan dan daun telinga imatur.
 Puting susu belum terbentuk dengan baik.
 Pergerakan kurang dan lemah.
 Reflek menghisap dan menelan belum sempurna.
 Tangisnya lemah dan jarang, pernafasan masih belum teratur.
 Otot-otot masih hipotonis sehingga sikap selalu dalam keadaan
kedua paha abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki fleksi atau
lurus.
 Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh
labia mayora (pada wanita), dan testis belum turun (pada laki
laki).

4. Berdasarkan diagnosa tersebut, upaya pertolongan pertama


manakah yang paling sesuai untuk kondisi tersebut dan jelaskan
alasannya
Jawaban :

a. Menjaga bayi supaya tetap hangat dengan mengunakan selimut


dan memakaikan baju yang tebal atau bisa juga dengan metode
kanguru
b. Menjaga potensi jalan nafas bayi dengan memperhatikan cara
meletakkan kepala bayi
c. Mengajarkan ibu cara menyusui yang benar
d. Mengajurkan ibu tetap memberikan asi pada bayinya, karena
bayinya malas
e. Menyusui bisa dengan cara memeras susu ibu dan memberikan
pada bayi lewat sendok atau pipet.
Alasan :
- Karena bayi BBLR cenderung malas menyusu dan refleks
menghisap kurang sehingga dapat digunakan salah satu
alternatif cara pemberian Asi dengan memeras ASI dan
diberikan mengunakan sendok atau bisa juga dengan pipet.
- Pada bayi prematur cnderung BBLR dan Hipotermi sehingga
tetap menjaga kehangatan bayi supaya tetap hangat
- Lebih sering memeberikan asi pada bayinya agar berat badan
bayinya bertambah dan daya tahan tubuhnya kuat.

5. Apa yang perlu dipersapkan untuk asuhan selama perjalanan dan


antisipasi penyulit diperjalanan
Jawaban :

a. Dalam perjalanan ketempat rujukan tetap menjaga kehangatan


bayi agar bayi tetap hangat dengan cara memakaikan baju, sarung
tangan, dan selimut serta memakaikan topi pada bayi.
b. Tetap memantau suhu tubuh bayi.
c. Tidak meletakkan bayi dekat jendela maupun pintu kendaraan.
d. Tetap memberikan bayi Asi
e. Membawa alat resusitasi dan oksigen
f. Jika bayinya sianosis berikan oksigen lewat kateter hidung