Anda di halaman 1dari 14

MANUAL GMP

PT. ABADIKURNIA CITRARASA


PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.01
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
PENDAHULUAN Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 1 dari 2

I PENDAHULUAN

Sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI No. 23/Menkes/SK/I/1978 tentang Pedoman Cara Berproduksi
Yang Baik untuk produsen makanan, SK Menteri Kesehatan RI No. 715/Menkes/SK/V/2003 mengenai
persyaratan hygiene sanitasi jasa boga dan merujuk kepada Recommended International Code of Practice
General Principles of Food Hygiene CAC/RCP 1-1969,Rev.3-1997,Amd. (1999) maka PT Abadikurnia
Citrarasa (Holland Bakery) selaku produsen Bakery, Pastry, Donuts, Cake, Taart, Kue Kecil, Kue Basah,
Kue Kering, Kue Lapis menyusun dan melaksanakan “Good Manufacturing Practices” atau yang
selanjutnya disebut GMP ini memberikan penjelasan mengenai cara produksi makanan yang baik pada
seluruh kegiatan/area, sarana dan prasarana yang berkaitan dengan proses produksi yang menekankan
pengawasan terhadap hygiene pada setiap tahap dan pendekatan untuk meningkatkan keamanan pangan.

Dalam pedoman proses produksi dan pengawasn mutu yang tercantum dalam GMP terdapat dua masalah
utama, yaitu :

1. GMP Personil
2. GMP Sarana, Prosedur, Metode Produksi, dan Pengawasan Mutu

Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan adanya penerapan GMP adalah :

1. Menghasilkan produk makanan yang bermutu dan higienis serta bebas dari kontaminan
2. Melindungi konsumen dalam hal keamanan pangan terhadap produk yang dihasilkan oleh PT.
Abadikurnia Citrarasa

Ruang Lingkup

GMP ini berlaku untuk seluruh karyawan yang bekerja pada PT. Abadikurnia Citrarasa tanpa terkecuali

Tanggung Jawab

1. General Manager
1.1. Menciptakan dan menjaga budaya ditempat kerja yang berfokus pada Good Manufacturing
Practices
1.2. Menyediakan dan menjaga sumber daya dan fasilitas yang cukup untuk penerapan Good
Manufacturing Practices
2. Manager dan Supervisor
2.1. Mengadakan pelatihan kepada karyawan baru dan penyegaran secara berkala kepada karyawan
lama tentang Good Manufacturing Practices
2.2. Menjaga agar persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam Good Manufacturing Practices
dipenuhi oleh seluruh karyawan
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.01
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
PENDAHULUAN Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 2 dari 2

2.3. Memonitor sumber daya dan fasilitas Good Manufacturing Practices di tempat kerja serta
melakukan kontrol dan pembinaan agar karyawan dapat memenuhi prosedur yang telah
ditetapkan
2.4. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan apabila ditemukan adanya penyimpangan

3. Karyawan
3.1. Mematuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam Good Manufacturing Practices
3.2. Menjaga semua fasilitas-fasilitas Good Manufacturing Practices yang telah disediakan
3.3. Memberikan informasi kepada atasan apabila terjadi penyimpangan atau ditemukan fasilitas-
fasilitas yang tidak berfungsi dengan baik
3.4. Memberikan saran kepada atasan untuk perbaikan pelaksanaan GMP

Dengan telah disusun dan dilaksanakannya Good Manufacturing Practices ini, maka proses produksi dan
pengawasan mutu harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam panduan Good Manufacturing
Practices ini.

PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.02


Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
Tanggal Efektif : 1 April 2010
PERSONIL Halaman : 1 dari 2

II. PERSONIL

1. Prinsip
1.1. Karyawan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang
diberikan
1.2. Karyawan mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi peraturan dan ketentuan-ketentuan
tentang GMP

2. Tanggung Jawab Karyawan dalam Menjaga Kebersihan dan Keamanan Produk


2.1. Karyawan dalam keadaan sehat, bebas luka dan penyakit kulit serta penyakit menular lainnya.
Karyawan yang sakit tidak diperkenankan bekerja pada bagian yang kontak langsung dengan
produk dan harus melapor ke atasannya untuk sementara ditempatkan pada bagian yang tidak
berhubungan langsung dengan produk. Karyawan yang berpenyakit menular diliburkan dengan
rekomendasi dokter. Jika karyawan terdapat luka dan dapat untuk bekerja maka karyawan harus
menggunakan plester tertutup yang dapat dideteksi secara visual
2.2. Karyawan menggunakan seragam kerja lengkap, seperti hairnet, pakaian seragam yang sesuai,
sepatu kerja, masker dan sarung tangan (untuk karyawan yang kontak langsung dengan produk
jadi). Pakaian kerja harus dalam keadaan bersih, rapi, tepat dan sesuai dengan fungsinya dan
dipakai di lokasi proses produksi
2.3. Pakaian kerja dicuci di rumah setiap hari. Sepatu kerja harus selalu dalam keadaan bersih, dicuci
secara rutin minimal seminggu sekali
2.4. Pakaian kerja tidak berkantong (atau menggunakan kantung bagian dalam), tidak berkancing
(menggunakan resleting). Hal itu untuk menghindari barang bawaan atau kancing yang lepas
masuk ke dalam produk
2.5. Seragam kerja digunakan dalam ruangan ganti/toilet yang telah disediakan. Seragam kerja tidak
boleh dikenakan dari rumah dan harus dalam kondisi bersih dan rapi
2.6. Sepatu yang dikenakan dari rumah disimpan di tempat yang telah disediakan
2.7. Karyawan tidak diperkenankan memakai perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, arloji dan
barang-barang lain yang tidak ada hubungannya dengan proses produksi
2.8. Karyawan tidak boleh berkuku panjang dan tidak diperkenankan menggunakan cat kuku
2.9. Karyawan tidak boleh berambut gondrong dan berjenggot serta berkumis
2.10. Karyawan harus mencuci tangan dengan sabun dan atau hand sanitizer sebelum masuk area
proses produksi, setiap akan melakukan pekerjaan dan setiap keluar dari toilet, atau setiap
tangan menjadi kotor dan terkontaminasi
2.11. Tidak diperkenankan meludah, makan dan minum, merokok, mengunyah permen di area
produksi. Tidak diperkenankan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, seperti
menggaruk-garuk kepala, mengupil, dan sebagainya pada saat melakukan proses produksi
2.12. Karyawan tidak diperkenankan membawa dan menyimpan barang-barang bawaan seperti tas,
rokok, peralatan makan, minum dan lain-lain ke dalam area proses produksi. Barang-barang
bawaan harus disimpan dalam loker
2.13. Karyawan harus selalu menjaga ketertiban dalam area kerjanya, berbicara seperlunya dan tidak
diperkenankan ribut atau membuat suara gaduh
2.14. Karyawan yang menggunakan sarung tangan sebagai salah satu alat kerja agar mengganti
sarung tangannya jika robek atau kotor
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.02
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
PERSONIL Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 2 dari 2

3. Pelatihan (Training)
3.1. Karyawan baru sebelum mulai bekerja harus mendapatkan pengarahan, pelatihan, dan
bimbingan tentang higienitas personil dan proses, serta prosedur sesuai bidang tugasnya.
Selama masa adaptasi, bimbingan dilakukan oleh atasannya sampai karyawan baru tersebut
dapat menjalankan tugasnya dengan baik
3.2. Program Pelatihan mencakup : Orientasi umum, latian kerja di tempat (on the job training),
pendidikan di kelas
3.3. Dalam periode waktu tertentu, sedikitnya sekali dalam setahun semua karyawan semua
karyawan harus memperoleh pelatihan-pelatihan baik teknis maupun teoristis yang diperlukan
dalam bidangnya untuk penyegaran, peningkatan kemampuan, dan ketermapilan karyawan
3.4. Semua karyawan sebaiknya diberikan latihan/training tentang penanggulangan bahaya
kebakaran, bahaya kebakaran, sabotase dan terorisme dari pihak eksternal terkait

4. GMP untuk visitor/pengunjung


4.1. Setiap pengunjung (termasuk karyawan dari bagian office) yang masuk ke dalam area proses
produksi harus menggunakan jas lap/apron, hairnet, sepatu khusus/cover untuk sepatu, dan
tanda pengenal yang telah disediakan
4.2. Jumlah pengunjung yang masuk ke dalam area proses produksi adalah maksimum 5 orang
dalam setiap rombongan. Apabila rombongan lebih dari 5 orang, maka kunjungan ke dalam area
proses produksi harus dilakukan secara bergiliran dalam beberapa kelompok
4.3. Pengunjung dipandu oleh pemandu yang ditunjuk oleh perusahaan
4.4. Pengunjung tidak diperkenankan bertanya kepada karyawan produksi, dan tidak boleh
membawa kamera serta mengambil gambar di area proses
4.5. Pengunjung tidak diperkenankan memegang produk yang sedang dalam proses produksi dan
dilarang memasuki area tanpa sepengetahuan pemandu

5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


5.1. Setiap shift harus disiapkan karyawan yang terlatih dalam menanggulangi bahaya kebakaran,
bahaya banjir, bahaya sabotase dan terorisme
5.2. Perusahaan harus menyediakan obat-obatan untuk P3K, dan diletakkan di tempat yang mudah
diakses setiap saat oleh karyawan

PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.03


GOOD MANUFACTURING PRACTICES Level Dokumen : II
Status Revisi : 00
GEDUNG, BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 1 dari 4

III. GEDUNG, BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

1. Prinsip
Gedung, bangunan dan lingkungan sekitarnya harus memenuhi persyaratan dari segi teknis dan segi
higienis. Design area proses produksi, area pabrik secara keseluruhan dan tata letak ruangan diatur
sedemikian rupa agar tahan lama, mudah dibersihkan dan disanitasi, serta melindungi makanan dari
kontaminasi silang selama dan diantara proses.

2. Persyaratan Umum
2.1. Lingkungan di Sekitar
2.1.1. Lingkungan disekitar diusahakan bersih dari polusi seperti debu, asap kendaraan
bermotor, dan lain-lain yang dapat mengkontaminasi produk
2.1.2. Lingkungan sekitar harus bersih dan disediakan tempat sampah yang tertutup dan
tempat barang-barang bekas, terdapat peringatan-peringatan tentang kebersihan
disekitar area proses produksi. Program kebersihan area proses produksi senantiasa
dilaksanakan
2.1.3. Sarana jalan disekitar diaspal serta cocok untuk kendaraan bermotor dan mempunyai
saluran pembungan yang cukup dan mudah dibersihkan
2.1.4. Lokasi parkir tidak berdekatan dengan ruang proses produksi
2.1.5. Saluran pembuangan air dalam keadaan tertutup, tidak berbau dan air dapat mengalir
dengan lancar. Air limbah yang keluar dari area proses produksi harus sesuai dengan
standar air limbah buangan industri yang ditetapkan oleh pemerintah
2.1.6. Semua saluran air untuk sistem produksi tidak kontak dengan tanah, benda-benda
asing lainnya yang dapat mempengaruhi pipa
2.1.7. Kabel-kabel listrik terkontrol dan terawat dengan baik

2.2. Gedung dan Bangunan


2.2.1. Desain, konstruksi dan layout bangunan disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan
yang terdiri dari bangunan untuk proses produksi, bangunan untuk penyimpanan finish
product, gudang bahan baku, loker, toilet dan kantor
2.2.2. Urutan bagian-bagian bagunan disesuaikan dengan desain sanitasi, misalnya alur
pergerakan proses produksi harus linier, dari daerah kotor ke daerah yang bersih
sehingga tidak terjadi kontaminasi silang dari produk akhir

3. Kondisi Gedung dan Bangunan


3.1. Lantai Ruangan Pokok/Pengolahan
3.1.1. Lantai dibuat dari bahan yang tahan lama, kedap air, tahan terhadap tumpahan larutan
bahan kimia, permukaan rata halus, tidak licin dan mudah dibersihkan/disanitasi
3.1.2. Untuk ruangan pengolahan yang juga digunakan untuk pencucian dan pembilasan,
permukaan lantai harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah pembuangan air
dan mempunyai saluran air atau lubang pembuangan. Saluran pembuangan harus
tertutup, mengalir lancar dan tidak berbau
3.1.3. Penggunaan bahan-bahan kimia untuk cleaning/sanitasi harus disesuaikan dengan standar
industri pangan
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.03
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
GEDUNG, BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 2 dari 4

3.1.4. Pertemuan antara lantai dengan dinding disarankan tidak membentuk sudut mati atau
sudut siku-siku yang dapat menahan air atau kotoran, tetapi membentuk sudut yang
melengkung atau menyambung dan tidak menyerap air sehingga mudah dibersihkan

3.2. Lantai Ruang Pelengkap


3.2.1. Tidak menyerap air, tahan terhadap air yaitu tidak larut jika terkena air
3.2.2. Permukaan datar, rata serta halus, tetapi tidak licin dan mudah dibersihkan
3.2.3. Ruangan untuk mandi, mencuci dan sarana toilet harus mempunyai kemiringan yang
cukup ke arah saluran pembuangan sehingga tidak menimbulkan genangan air

3.3. Konstruksi Dinding dan Pemisah Ruangan


3.3.1. Konstruksi dinding bangunan dan pemisah ruangan harus mempunyai permukaan
halus, rata, tahan air dan bahan kimia, tidak mudah mengelupas, berwarna terang dan
mudah dibersihkan serta melindungi makanan dari kontaminasi selama proses
3.3.2. Dinding atau pemisah ruangan untuk ruangan pokok/pengolahan dan ruangan
pelengkap disarankan terbuat dari porselen atau keramik berwarna putih atau warna
muda lainnya

3.4. Konstruksi Atap dan Langit-langit


3.4.1. Atap ruang pokok/pengolahan harus terbuat dari bahan yang tahan lama, tahan
terhadap air, tidak bocor, bahan yang digunakan tidak larut air dan tidak mudah pecah
3.4.2. Langit-langit ruang pokok dan pengolahan terbuat dari bahan yang tidak mudah
terkelupas atau terkikis sehingga tidak menimbulkan debu dan partikel-partikel yang
dapat mencemari makanan, tahan lama, tahan air dan tidak mudah retak, permukaan
rata, berwarna terang, tidak mudah mengelupas
3.4.3. Tinggi langit-langit dari lantai minimal 3 meter disesuaikan dengan konstruksi
bangunan

3.5. Pintu
3.5.1. Dalam ruang pokok atau pengolahan hanya ada satu pintu keluar masuknya karyawan
dan selalu dalam keadaan tertutup, sedangkan pintu-pintu yang lain dalam keadaan
tertutup tetapi dapat dibuka dalam keadaan darurat
3.5.2. Pintu harus terbuat dari bahan yang tahan lama, permukaan rata, halus, berwarna
terang dan mudah dibersihkan, serta dapat ditutup dengan baik
3.5.3. Pintu darurat membuka ke arah luar dan diberi petunjuk dengan jelas sehingga mudah
terlihat walaupun dalam keadaan gelap
3.5.4. Di dekat pintu utama ruang proses produksi dipasang cermin besar/sign (tanda)
kelengkapan menggunakan seragam kerja untuk peringatan akan kelengkapan dan
kerapian pakaian kerja karyawan
3.5.5. Pintu ruang pokok/pengolahan membuka keluar sehingga debu atau kotoran dari luar
tidak terbawa masuk melalui udaha ke dalam ruang pengolahan

3.6. Ventilasi
3.6.1. Lubang ventilasi dapat menjamin peredaran udara dengan baik, mencegah pencemaran dan
dapat menghilangkan gas/asap, debu dan panas yang timbul selama pengolahan
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.03
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
Tanggal Efektif : 1 April 2010
GEDUNG, BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Halaman : 3 dari 4

3.6.2. Lubang ventilasi dilengkapi dengan kasa untuk mencegah masuknya serangga atau
binatang lain serta kotoran dari luar. Kasa sebaiknya yang mudah lepas sehingga
mudah dibersihkan

3.7. Penerangan
3.7.1. Penerangan harus disesuaikan dengan keperluan
3.7.2. Pada ruang produksi, lampu-lampu dipasang penutup/kap untuk mencegah terjadinya
kontaminasi kaca pada produk

3.8. Pipa-pipa dan Kabel


Penempatan pipa-pipa dan kabel-kabel diatur sedemikian rupa dan dalam keadaan baik, tidak
terkena air, serta mudah dikontrol

3.9. Tata Letak Mesin


Terdapat jarak antara mesin dengan dinding yang ditentukan sesuai kebutuhan, untuk ruang
gerak karyawan ketika melakukan kegiatan cleaning mesin dan area sekitar

3.10. Tempat Ganti Pakaian dan Toilet


3.10.1. Tempat ganti pakaian, toilet dan kamar mandi terpisah dari ruang proses produksi, dan
selalu dijaga kebersihannya
3.10.2. Tempat ganti pakaian terpisah untuk karyawan dan karyawati
3.10.3. Tempat ganti pakaian cukup terang
3.10.4. Tersedia loker yang dapat menjamin keamanan barang karyawan, serta mudah
dikontrol
3.10.5. Toilet tidak menghadap langsung ke ruang produksi
3.10.6. Sarana toilet dilengkapi dengan bak/ember gayung dan sabun
3.10.7. Tersedia saran untuk mencuci tangan (wastafel), sabun, dan hand drier/pengering
3.10.8. Dilengkapi dengan tempat sampah yang tertutup
3.10.9. Pada dinding diberi petunjuk keharusan mencuci tangan setelah keluar dari toilet, dan
petunjuk cara mencuci tangan yang benar
3.10.10. Jumlah toilet:
Jumlah karyawan 1 – 10 orang : 1 buah
11 – 25 orang : 2 buah
26 – 50 orang : 3 buah
Dengan penambahan 1 (satu) buah untuk setiap penambahan 25 orang

3.11. Sarana-Sarana Lain


3.11.1. Sarana pencuci tangan disediakan di depan pintu masuk ruang produksi yang
dilengkapi dengan gel sanitizer, hand drier atau pengering, sabun desinfektan atau
antiseptik, serta air yang dapat mengalir dnegan baik
3.11.2. Tersedia lampu penarik serangga (fly catcher) pada gudang bahan baku dan ruang
produksi
3.11.3. Tersedia tray/box untuk penyimpanan produk yang jatuh ke lantai disediakan di dekat
area proses produksi yang banyak menghasilkan ceceran produk
3.11.4. Setiap ruangan disediakan alat pemadam kebakaran yang selalu dikontrol dan diletakkan pada
tempat yang mudah dilihat dan mudah dijangkau
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.03
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Level Dokumen : II
Status Revisi : 00
GEDUNG, BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 4 dari 4

3.12. Glass Policy


3.12.1. Tidak diperkenankan meletakkan/menggunakan botol, wadah, atau barang-barang
yang terbuat dari kaca, di dalam area proses produksi
3.12.2. Seluruh lampu yang digunakan di area gudang bahan baku, proses produksi sampai
finish product, dan distribusi harus dilindungi/ditutup dengan kap plastik
3.12.3. Penutup lampu tersebut dibersihkan pada saat tidak ada kegiatan produksi atau
selesai produksi. Hal ini untuk menghindari adanya kemungkinan benda asing jatuh ke
dalam produk
3.12.4. Lampu-lampu hanya boleh dibersihkan dan atau diganti pada saat tidak ada kegiatan
produksi atau selesai produksi untuk menghindari adanya kemungkinan kontaminasi
3.12.5. Jendela/pintu yang menggunakan kaca harus diperiksa secara berkala untuk
memastikan bahwa kaca tersebut tidak retak atau pecah
3.12.6. Jika ada jendela/pintu yang pecah atau retak harus segera diperbaiki dan harus
dipastikan bahwa perbaikan tersebut aman
3.12.7. Tidak diperbolehkan menggunakan termometer kaca di seluruh area produksi
3.12.8. Kontraktor atau pekerja bangunan harus diberikan pengarahan untuk menjaga seluruh
alat-alat maupun material yang terbuat dari kaca dan mengeluarkan peralatan/material
tersebut sesegera mungkin dari area produksi
3.12.9. Jika ada kaca yang pecah harus dijelaskan dan di dokumentasikan
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.04
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
PROSES PRODUKSI Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 1 dari 2

IV. PROSES PRODUKSI

1. Prinsip
1.1. Pada proses produksi mengikuti prosedur yang telah ditentukan pada instruksi kerja/SOP terkait
sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan standar mutu
1.2. Seluruh bagian produksi mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya masing-masing dengan mengutamakan kualitas
1.3. Data-data yang berkaitan dengan proses produksi maupun pengawasan mutu dicatat pada
formulir yang telah disediakan. Pencatatan dilakukan pada saat pengecekan dengan
menggunakan pena/bolpoin. Lembaran data tersebut dikumpulkan dan diarsipkan dengan baik
1.4. Pencatatan data setiap line proses produksi serta setiap shift dibuat terpisah sehingga
memudahkan untuk evaluasi dan tindakan perbaikan
1.5. Apabila terjadi penyimpangan pada proses produksi, maka penanggung jawab produksi dan
penanggung jawab pengawasan mutu melakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan
1.6. Barang-barang yang berbahaya seperti sanitizer, insektisida, dan bahan kimia lainnya tidak
diletakkan di dalam ruang produksi/gudang bahan baku. Bahan-bahan kimia diletakkan pada
gudang terpisah dan penggunaannya hanya dilakukan di bawah pengawasan operator yang
ditunjuk
1.7. Kebersihan seluruh proses produksi, peralatan, personil dan lingkungan selalu dijaga dan
menjadi prioritas utama untuk mencegah kontaminasi

2. Pelaksanaan
2.1. Bahan Baku
2.1.1. Bahan baku diorder sesuai dengan kebutuhan dan minimum stock yang harus tersedia
2.1.2. Bahan baku ditempatkan pada tempat (Rak/pallet) yang telah disediakan dan
dikelompokkan sesuai dengan jenisnya
2.1.3. Bahan baku disusun dengan jarak antara rak, palet dan rak/pallet dengan dinding ± 30
cm. Jika ruangan yang ada tidak memungkinkan untuk penyusunan tersebut, maka
diperbolehkan untuk menyusun dengan jarak < 30 cm dari dinding dengan syarat
proses pembersihan atau treatment pest control dilakukan pada saat dilakukan
penggeseran pallet/pengeluaran bahan baku

2.2. Pengawasan Mutu Bahan Baku


2.2.1. Pengawasan mutu bahan baku dilakukan pada saat bahan baku datang, selama
penyimpanan, dan selama proses produksi
2.2.2. Untuk bahan baku yang sudah mengalami penyimpangan mutu (tidak memenuhi
standar) dilakukan perlakuan khusus atau “direject”

2.3. Proses Produski


2.3.1. Kualitas produk dalam proses harus sesuai dengan syarat mutu yang telah ditetapkan
2.3.2. Selama proses produksi berlangsung dilakukan pencatatan data dan pengontrolan
proses sesuai dengan instruksi kerja/SOP masing-masing proses

2.4. Pengemasan
2.4.1. Pengemasan hanya dilakukan untuk produk yang memenuhi standar mutu yang telah
ditentukan
2.4.2. Plastik pengemas/packaging box yang akan digunakan tidak diletakkan di atas
lantai
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.04
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
PROSES PRODUKSI Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 2 dari 2

2.4.3. Pastikan jumlah produk sesuai dengan standar untuk masing-masing pelanggan.
Kemasan ditutup dengan rapi dan baik
2.4.4. Kemasan produk diberi kode produksi yang rapi dan jelas
2.4.5. Ceceran produk di lantai setiap saat dibersihkan, kemudian dibuang pada tempat
sampah tertutup yang telah ditentukan
2.4.6. Tray/box yang digunakan untuk produk jadi dipisahkan (diberi tanda) dengan tray/box
yang digunakan untuk menampung produk rusak/BS untuk menghindari kontaminasi
silang

2.5. Penyimpanan
2.5.1. Penyimpanan Sementara Produk
2.5.1.1. Produk disimpan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung dan
sumber panas lainnya
2.5.1.2. Penyimpanan sementara dilakukan di tempat yang memiliki sirkulasi udara
yang baik (tidak panas atau lembab)
2.5.1.3. Setelah produk dipindahkan ke dalam tray/box pastikan di bagian bawah
tumpukan tray/box ditempatkan tray/box kosong dengan warna berbeda
untuk menghindari tikus/serangga dan kontak langsung dengan lantai
2.5.1.4. Produk yang keluar dari produksi harus sesuai dengan dengan aturan FIFO
2.5.1.5. Produk tidak sesuai/produk BS yang ada dipisahkan dari produk yang baik
dan diberi tanda dengan jelas
2.5.1.6. Produk tidak sesuai/produk BS yang dapat mengkontaminasi produk lain
harus segera dimusnahkan
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.05
Level Dokumen : II
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Status Revisi : 00
DOKUMENTASI Tanggal Efektif : 1 April 2010
Halaman : 1 dari 1

V. DOKUMENTASI

1. Prinsip
1.1. Dokumentasi adalah suatu hal penting yang dapat dipergunakan sebagai bukti-bukti nyata yang
dapat dipertanggung jawabkan
1.2. Dokumentasi dapat dipergunakan untuk penulusuran masalah dengan cepat bila terjadi
penyimpangan
1.3. Dokumentasi merupakan petunjuk bahwa semua langkah/tahapan proses diinstruksikan dengan
jelas oleh yang berwenang dan diimplementasikan dengan baik
1.4. Ruang lingkup dokumentasi harus mencakup mulai dari penerimaan raw material hingga finish
product
1.5. Dokumen-dokumen yang bersifat rahasia disimpan dengan baik untuk menjamin kerahasiaannya

2. Persyaratan dan Dokumentasi


2.1. Dokumen dapat berupa dokumen kertas, file komputer dan dokumen berupa produk (retain
sampel)
2.2. Dokumen mempunyai judul, sub judul, tujuan dan instruksi yang jelas
2.3. Ukuran dan bentuk dokumen disesuaikan dengan kebutuhan
2.4. Instruksi ditulis dengan kalimat perintah yang jelas, tidak menimbulkan salah pengertian dan
dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh karyawan secara keseluruan
2.5. Formulir dibuat oleh masing-masing bagian yang berkepentingan sesuai dengan tujuannya dan
harus tersedia setiap saat
2.6. Formulir pengisian disiapkan oleh masing-masing supervisor untuk dibagikan kepada operator
yang bersangkutan untuk diisi
2.7. Tulisan karyawan yang mengisi formulir/checklist harus jelas dan dapat dibaca, serta harus
membubuhkan nama/initial/tanda tangan
2.8. Pengisian formulir menggunakan tinta yang tidak mudah dihapus. Apabila terjadi kesalahan pada
waktu penulisan data, data yang baru ditulis disebelah data yang lama dengan mencoret data
yang lama dan diparaf
2.9. Pengisian formulir dilakukan pada saat pengukuran/perhitungan/pengecekan secara tepat dan
akurat
2.10. Dokumentasi berupa kertas disimpan dengan baik dalam file box dan terpisah-pisah, sehingga
memudahkan untuk pencarian
2.11. Pemusnahan dokumen berupa kertas dilakukan setiap berdasarkan DID dari tanggal pembuatan
2.12. Dokumen berupa produk di simpan di tempat/ruang shelf-life untuk dipantau setiap periode
waktu yang telah ditentukan
2.13. Pemusnahan dokumen berupa produk dilakukan setelah masa kadarluarsa
PT. ABADIKURNIA CITRARASA Kode Dokumen : GMP/MAN/QA.06
GOOD MANUFACTURING PRACTICES Level Dokumen : II
Status Revisi : 00
SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG Tanggal Efektif : 1 April 2010
PELAKSANAAN GMP Halaman : 1 dari 1

VI. SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG PELAKSANAAN GMP

1. Seragam Kerja
1.1. Pakaian kerja yang terdiri dari 3 stel pakaian yang dibedakan satu dengan yang lainnya
(misalnya : warna yang berbeda pada bagian lengan/kerah baju), dan tidak berkantong
1.2. Hairnet yang dapat menutupi seluruh rambut
1.3. Masker
1.4. Sarung tangan
1.5. Sepatu safety/sepatu yang tertutup

2. Perlengkapan Sanitasi
Peralatan sanitasi, alkohol 70%, hand sanitizer, hand drier/pengering tangan, dan botol spray

3. Toilet
3.1. Toilet terpisah dan tidak mengarah ke ruang produksi
3.2. Lantai dan dinding terbuat dari bahan keramik dengan kualitas yang baik
3.3. Tersedia ember, gayung, tissue (sesuai keperluan), dan sabun cuci tangan
3.4. Tersedia air yang cukup dan buangan air mengalir lancar

4. Wastafel
4.1. Wastafel terbuat dari bahan yang kedap air dan tahan bahan kimia
4.2. Air buangan mengalir dengan lancar
4.3. Tersedia sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan hand drier/pengering tangan

5. Tersedia cermin besar dekat pintu masuk produksi/tanda (sign) pakaian kerja lengkap yang
harus digunakan oleh karyawan produksi

6. Peringatan/himbauan tentang GMP dan Hygiene


6.1. Terdapat tulisan/himbauan/poster di area-area penting bagian produksi untuk instruksi
pelaksanaan GMP dan Hygiene

Anda mungkin juga menyukai