Anda di halaman 1dari 7

NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.

159-165)

APLIKASI MODERN WOUND CARE PADA PERAWATAN LUKA


INFEKSI DI RS PEMERINTAH KOTA PADANG

Rika Fatmadonaa, Elvi Oktarinaa


a
Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas
e-mail: rikafatmadona3@gmail.com

Abstract

Using modern wound care dressings began to flourish in Indonesia. The change can be seen from
the previous majority of caregivers believe the best make up wound healing environment remains
dry wound began to turn into wound care with moisture balance method. This activity aims to
share knowledge with the nurses in Surgical department Dr. M. Djamil Hospital Padang on the
basis of modern wound care and everyday applications. This activity lasted for one day in the form
of seminars and workshops attended by 60 people a surgical nurse. Materials provided not only on
the basis of modern wound care, but also about the hospital regulation and health insurance
(BPJS) regulations governing the use of the dressing method. Discussion and demontsrasi method
used, so that nurses can better understand about modern wound care applications. In the future,
need to be arranged procedural clear and an agreement from the medical and hospital pharmacy
to use this method in treating injured patients, so the quality of service can be better.

Keywords : Wound care, Modern, Nursing

Abstrak

Perawatan luka dengan menggunakan modern dressing mulai berkembang di Indonesia. Perubahan
tersebut dapat dilihat dari sebelumnya sebagian besar perawat percaya penyembuhan luka yang
terbaik membuat lingkungan luka tetap kering mulai berubah menjadi perawatan luka dengan
metode moisture balance. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dengan peawat bedah RSUP
Dr. M. Djamil Padang tentang dasar perawatan luka modern dan aplikasinya sehari-hari. Kegiatan
ini berlangsung selama 1 hari berupa seminar dan workshop yang dihadiri oleh 60 orang perawat
bedah. Materi yang diberikan tidak hanya tentang dasar perawatan luka modern, namun juga
tentang regulasi RS dan BPJS yang mengatur penggunaan dressing metode tersebut. Metode
diskusi dan demontsrasi dipergunakan, agar perawat bisa lebih memahami aplikasi perawatan luka
modern. Kedepannya, perlu disusun procedural yang jelas dan kesepakatan dari pihak medis dan
farmasi RS untuk penggunaan metode ini dalam merawat luka pasien, sehingga kualitas layanan
dapat lebih baik.

Kata kunci : Luka, Modern, Perawatan

PENDAHULUAN dengan tidak terakomodirnya jenis


Istilah Modern Wound Care modern dressing ini dari segi materil
bagi keperawatan di Sumbar, benar- maupun kompensasi yang diberikan
benar sesuatu hal yang ‘modern’ atau oleh BPJS serta masih minimnya
baru. Hal ini karena, walaupun di RS support dari pimpinan RS untuk
besar di pulau jawa dan diluar negeri menggunakan modern dressing pada
hal ini sudah tidak asing lagi penanganan luka. Asia Pacific
diterapkan pada pasiennya dan Wound Care Congress (APWCC)
bukanlah hal yang baru lagi. Namun mencatat bahwa hingga tahun 2012,
berbeda di kota Padang, khususnya, di Indonesia setidaknya baru 25 dari
modern dressing masih sangat jarang 1000 lebih rumah sakit, khususnya di
sekali diketahui oleh perawat, Pulau Jawa yang telah menerapkan
apalagi diterapkan dalam perawatan manajemen perawatan luka
luka dikota Padang. Hal ini terkait modern.(Sutriyanto, 2015).

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 159


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

RSUP Dr. M. Djamil, dengan cost effectiveness.


merupakan RS besar dan pusat Manajemen perawatan luka modern
rujukan di sumatera bagian tengah. sangat mengedepankan isu tersebut.
Pasien dengan kondisi luka yang Hal ini ditunjang dengan semakin
tidak bias diatasi di RS tersier, banyaknya inovasi terbaru dalam
tentulah diharapkan mendapatkan perkembangan produk-produk yang
perawatan yang optimal di RS ini. bisa dipakai dalam merawat luka.
Namun, metode konvensional Dalam hal ini, perawat dituntut untuk
dengan prinsip dry healing, masih memahami produk-produk tersebut
digunakan di RS tersebut. Untuk itu dengan baik sebagai bagian dari
diperkenalkanlah dasar perawatan proses pengambilan keputusan yang
luka modern bagi perawat bedah sesuai dengan kebutuhan pasien.
RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pada dasarnya, pemilihan produk
Modern Wound dressing yang tepat harus berdasarkan
merupakan teknik perawatan luka pertimbangan biaya (cost),
yang mulai banyak dipakai diabad kenyamanan (comfort), keamanan
21, dengan menitik beratkan pada (safety). Secara umum, perawatan
prinsip ‘moist’ sehingga jaringan luka yang berkembang pada saat ini
luka mengalami kesempatan untuk lebih ditekankan pada intervensi
berproliferasi melakukan siklus yang melihat sisi klien dari berbagai
perbaikan sel dengan baik. Shah, dimensi, yaitu dimensi fisik, psikis,
(2012), menyimpulkan dari ekonomi, dan social.
sejarahnya, bermula dari penelitian
yang telah dilakukan oleh 3 orang METODE
peneliti dunia sejak tahun 1940 – Kegiatan berbagi ilmu bagi
1970 dan didapatkan kesimpulan kalangan perawat bedah diRSUP Dr.
bahwa tehnik perawatan luka dengan M. Djamil Padang ini terlaksana
tehnik lembab mempunyai banyak dalam 1 hari kegiatan yang
kelebihan diantaranya adalah: 1) berlangsung dalam sesi seminar dan
Laju epitelisasi pada luka yg ditutup diakhiri dengan workshop. Adapun
oleh poly-etylen 2 kali lebih cepat pelaksanaannya pada tanggal 26
sembuh disbanding dengan luka yg Oktober 2016 di aula pertemuan
dibiarkan kering, 2) Perawatan luka bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang.
lembab tidak meningkatkan infeksi Kegiatan ini melibatkan narasumber
(hanya 2,5%) dibandung dengan perawat yang memiliki sertifikasi
meteode perawatan kering (9%). perawatan luka modern, sehingga
Perawat dituntut untuk dapat memandu peserta secara
mempunyai pengetahuan dan langsung dalam merawat luka pada
keterampilan yang adekuat terkait pasien yang dirawat di unit bedah
dengan proses perawatan luka yang RSUP Dr. M. Djamil Padang.
dimulai dari pengkajian yang
komprehensif, perencanaan PEMBAHASAN
intervensi yang tepat, implementasi Pada tahun 1979 Tumer
tindakan, evaluasi hasil yang (Lawrence, 1994) menggambarkan
ditemukan selama perawatan serta balutan yang ideal dengan
dokumentasi hasil yang sistematis. karakteristik sebagai berikut: dapat
Isu yang lain yang harus dipahami mengangkat eksudat yang berlebihan
oleh perawat adalah berkaitan dan toksin, kelembaban tinggi pada

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 160


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

permukaan luka, memungkinkan yang lambat. Barier bakteri dan


pertukaran gas, memberikan insulasi mengurangi kejadian infeksi. Balutan
termal, melindungi terhadap infeksi oklusif membalut dengan baik dapat
sekunder, bebas dari partikel-partikel memberikan barier terhadap migrasi
dan komponen toksik, tidak mikroorganisme ke dalam luka.
menimbulkan trauma saat Bakteri dapat menembus kasa setebal
mengangkat/mengganti balutan. 64 lapisan pada penggunaan kasa
Beberapa prinsip kegunaan lembab. Luka yang dibalut dengan
metode modern wound care, menurut pembalut oklusif menunjukkan
Dealey (1999), diantaranya adalah kejadian infeksi lebih jarang
mengurangi dehidrasi dan kematian daripada kasa pembalut konvensional
sel. Pada fase penyembuhan luka tersebut.
bahwa sel-sel seperti neutropil dan Prinsip terakhir dan tak kalah
magrofag membentuk fibroblast dan pentingnya adalah mengurangi nyeri.
perisit. Dan sel-sel ini tidak dapat Diyakini luka yang lembab
berfungsi pada lingkungan yang melindungi ujung saraf sehingga
kering. Meningkatkan angiogenesis. mengurangi nyeri.
Tidak hanya sel-sel yang dibutuhkan
untuk angiogenesis juga dibutuhkan Pemilihan Balutan Luka
lingkungan yang lembab tetapi juga Balutan luka yang moist seperti
angiogenesis terjadi pada tekanan ”foam/busa, alginate, hydrocolloid,
oksigen rendah, balutan ”occlusive” hydrogel, dan film transparant.”
dapat merangsang proses hydrocolloid merupakan balutan
angiogenesis ini. yang tahan terhadap air yang
Prinsip Modern Wound care membantu pencegah kontaminasi
berikutnya adalah berperan dalam bakteri. Hydroclloid menyerap
meningkatkan debridement autolisis. eksudat dan melindungi lingkungan
Dengan mempertahankan lingkungan dasar luka secara alami.
lembab sel neutropil dapat hidup dan Hydrogel merupakan gel
enzim proteolitik dibawa ke dasar hydropilik yang meningkatkan
luka yang memungkinkan kelembaban pada area luka.
mengurangi/menghilangkan rasa Hydrogel rehidrasi dasar luka dan
nyeri saat debridemen. Proses ini melunakkan jaringan nekrotik.
dilanjutkan dengan degradasi fibrin Film transparan merupakan
yang memproduksi faktor yang balutan yang tahan terhadap air yang
merangsang makrofag untuk semi oklusive, berarti air dan gas
mengeluarkan faktor pertumbuhan ke dapat melalui permukaan balutan
dasar luka. film transparan ini dan termasuk juga
Prinsip ketiga, antara lain dapat mempertahankan lingkungan
meningkatkan re-epitelisasi. Pada luka yang tetap lembab.
luka yang lebih besar, lebih dalam Pada luka tekan balutan luka
sel epidermal harus menyebar diatas sangat berperan penting dengan
permukaan luka dari pinggir luka fungsi sebagai berikut:
serta harus mendapatkan suplai darah • Membantu melindungi luka
dan nutrisi. Krusta yang kering pada dari injuri yang berulang
luka menekan/menghalangi suplai • Membantu melindungi luka
tersebut dan memberikan barier dari kuman penyakit dan
untuk migrasi dengan epitelisasi mencegah luka terinfeksi

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 161


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

• Membantu menciptakan hal ini, kita perlu memahami tentang


kondisi lingkungan yang tipe balutan luka yang dapat kita
mendukung penyembuhan luka pilih dan gunakan, yang akan
• Menambal bagian luka dijelaskan berikut ini.’
terutama bagian yang mati 1. Foam/Busa
Balutan luka yang tersedia Balutan foam/busa dapat
sangat bervariasi. Tidak seperti menyerap banyak cairan, sehingga
balutan atau pembalut kasa yang digunakan pada tahap awal masa
biasa, balutan luka khusus karena pertumbuhan luka, bila luka
mereka membantu menciptakan tersebut banyak mengeluarkan
tingkat kelembaban pada luka. Pada drainase.
masa kini hasil-hasil dari penelitian
menyatakan bahwa tingkat
kelembaban mendukung kesehatan
kulit, kelembaban memberi
kesempatan yang lebih baik untuk
proses penyembuhan. Konsep inilah
yang disebut dengan ”moist wound
Gbr.1. Foam
healing.”
Balutan busa nyaman dan
Perlindungan untuk Luka
lembut bagi kulit dan dapat
Meskipun kita berfikir
digunakan untuk pemakaian
sebaliknya, membiarkan balutan
beberapa hari. Bentuk, ukuran,
tidak dibuka/diganti dalam beberapa
dan ketebalan dari busa tersebut
hari sangat membantu dalam proses
sangat bervariassi, dengan atau
penyembuhan awal karena luka tidak
tanpa perekat pada
terganggu. Hal ini sangat penting
permukaannya.
karena situasi kelembaban
lingkungan luka dapat dipertahankan
2. Balutan wafer berperekat/ balutan
dengan baik sesuai dengan suhu
hydrocolloid
tubuh, kondisi ini akan mendukung
penyembuhan luka. Untuk
penjelasan lebih lanjut, penggantian
balutan yang lebih sering
mengakibatkan suhu luka
menurun/dingin akibat terpapar
dengan udara. Hal ini akan
mengakibatkan perlambatan proses
penyembuhan hingga suhu luka
menjadi hangat kembali. Jadi, Gbr. 2. Hidrokoloid
penggantian balutan duka yang tidak
terlalu sering sudah sangat jelas Balutan hidrokoloid ”water-
dapat membantu proses loving” dirancang elastis,
penyembuhan. merekat, dan dari agen-agen gell
Ada beberapa tipe balutan luka (seperti pectin atau gelatin) dan
dan lebih dari satu dapat bahan-bahan absorben/penyerap
direkomendasikan untuk dipakai lainnya. Bila dikenakan pada luka,
merawat luka hingga sembuh. Untuk drainase dari luka berinteraksi

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 162


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

dengan komponen-komponen dari 4. Hydrofibers


balutan untuk membentuk seperti Hidrofiber merupakan
gel yang menciptakan lingkungan balutan yang sangat lunak dan
yang lembab untuk penyembuhan bukan tenunan atau balutan pita
luka. Balutan hidrokoloid ada yang terbuat dari serat sodium
dalam bermacam bentuk, ukuran, carboxymethylcellusole, beberapa
dan ketebalan, dan digunakan bahan penyerap sama dengan
pada luka dengan jumlah drainase yang digunakan pada balutan
sedikit atau sedang. Balutan jenis hidrokoloid. Komponen-
ini biasanya diganti satu kali komponen balutan akan
selama 5-7 hari, tergantung pada berinteraksi dengan drainase dari
metode aplikasinya, lokasi luka, luka untuk membentuk gel yang
derajad paparan kerutan-kerutan lunak yang sangat mudah
dan potongan-potongan, dan dieliminir dari permukaan luka.
inkontinensia. Balutan Hidrofiber digunakan pada
hidrokoloid tidak biasa digunakan luka dengan drainase yang sedang
pada luka yang terinfeksi. atau banyak, dan luka yang dalam
dan membutuhkan balutan
3. Hydrogels sekunder. Hidrofiber dapat juga
Hidrogel tersedia dalam digunakan pada luka yang kering
bentuk lembaran, seperti serat sepanjang kelembaban balutan
kasa, atau gel. Gel akan memberi tetap dipertahankan (dengan
rasa sejuk dan dingin pada luka, menambahkan larutan normal
yang akan meningkatkan rasa salin). Balutan hidrofiber dapat
nyaman pasien. dipakai selama 7 hari, tergantung
pada jumlah drainase pada luka.

5. Alginates
Alginat lunak dan bukan
tenunan yang dibentuk dari bahan
dasar ganggang laut. Alginate
Gbr.3. Hidrogel tersedai dalam bentuk ”pad” atau
sumbu.
Gel sangat baik
menciptakan dan
mempertahankan lingkungan
penyembuhan luka yang
moist/lembab dan digunakan pada
jenis luka dengan drainase yang
sedikit. Gel diletakkan langsung Gbr. Alginate
diatas permukaan luka, dan
biasanya dibalut dengan balutan Alginate dan hidrofiber
sekunder (foam atau kasa) untuk merupakan tipe produk yang
mempertahankan kelembaban sama. Pada kasus ini, alginate
sesuai level yang dibutuhkan akan menjadi lunak, tidak lengket
untuk mendukung penyembuhan dengan luka. Alginate juga
luka. digunakan pada luka dengan
drainase sedang hingga berat dan
tidak dapat digunakan pada luka

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 163


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

yang kering. Balutan dapat diantaranya dapat dipakai untuk


dipotong sesuai kebutuhan, membersihkan luka tanpa
bentuk luka yang akan dibalut, membahayakan jaringan yang baru
atau dapat dilapisi untuk tumbuh.
menambah penyerapan.
KESIMPULAN
6. Gauze Penyembuhan luka membutuhkan
Balutan kasa terbuat dari pendekatan :
tenunan dan serat non tenunan, 1. Patient centered: ingat selalu
rayon, poliester, atau kombinasi bahwa apa yang menyebabkan
dari serat lainnya. Berbagai sesorang menderita luka dan atau
produk tenunan ada yang kasar luka kronik. Kita dapat
dan berlubang, tergantung pada mengembangkan rencana
benangnya. Kasa berlubang yang penanganan yang baik tetapi bila
baik sering digunakan untuk pasien tidak melibatkan pasien
membungkus, seperti balutan akan berhasil.
basah lembab normal saline. Kasa 2. Holistic: praktek yang baik
katun kasar, seperti balutan basah membutuhkan pengkajian pasien
lembab normal saline, digunakan ”whole”/secara menyeluruh,
untuk debridement non selektif bukan ”lubang pada pasien”/”hole
(mengangkat debris dan atau in the patient”. Semua
jaringan yang mati). Banyak kasa kemungkinan faktor-faktor yang
yang bukan tenunan dibuat dari berkontribusi harus dieksplorasi.
poliester, rayon, atau campuran 3. Interdisciplinary: perawatan luka
bermacam serat yang ditenun adalah bisnis yang komplek
seperti kasa katun tetapi lebih membutuhkan ketrampilan dari
kuat, besar, lunak, dan lebih berbagai disiplin, ketrampilan
menyerap. Beberapa balutan, perawatan, fisioterapis, terapi
seperti kasa saline hipertonik okupasi, dietisian, dan dokter
kering digunakan untuk umum dan spesialis
debridemen, berisi bahan-bahan (dermatologis, bedah plastik, dan
yang mendukung penyembuhan. bedah vaskular sesuai dengan
Produk lainnya berisi petrolatum yang dibutuhkan). Kadang-
atau elemen penyembuh luka kadang memerlukan/melibatkan
lainnya dengan indikasi yang pekerja sosial.
sesuai dengan tipe lukanya. 4. Evidence based: pada saat ini
Dengan memahami hal lingkungan penanganan harus
tersebut diatas maka perawat berdasarkan pada kebaikan dan
dapat memilih balutan yang tepat ”cost efekctive”.
untuk digunakan saat merawat
luka. DAFTAR PUSTAKA
Baranoski, S. & Ayello, E.A. (2008).
Pembersih Luka Wound care essentials :
Membersihkan permukaan luka Practice principles. 3rd ed.
pada prinsipnya agar dapat ISBN 978-1-4511-1304-4.
mengangkat bakteri dan drainase. China: Lippincott Williams &
Cairan pencuci luka, Normal saline Wilkins.
sebagai cairan steril fisiologis

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 164


NERS JURNAL KEPERAWATAN,Volume 12, No.2, Oktober 2016, (Hal.159-165)

Bryant,R(2000). Acute and Chronic 3601883Freely accessible.


wounds. (2nded) ST. Louis: PMID 24525756
Mosby Year Books Sutriyanto, (2015). Baru 25 dari
Burch, J. (2008). Stoma care. 1st 1.000 Rumah Sakit Terapkan
ed.UK: John Wiley & Sons Manajemen Perawatan Luka
Ltd. ISBN 978-0-470-03177-3 Modern. Tribun Kesehatan.
Chadwick, et.al. (2013). Senin, 21 November 2016.
International Best Practice Weller, C., & Sussman, G. (2006).
Guidelines: Wound Wound Dressings Update.
Management in Diabetic Foot Journal of Pharmacy Practice
Ulcers. Wounds International. and Research 318 Vol 36, No.
Diakses dari : 4.
www.woundsinternational.com World Union of Wound Healing
Dealey , C. (2005). The care of Societies/WUWHS.
wounds: A guide for nurses. 3rd (2008).Principles of best
Ed. UK: Blackwell Publishing practice: Wound infection in
Ltd clinical practice. An
Dealey C. (1999). The care of international consensus.
wounds: A guide for nurses. London: MEP Ltd,. Available
Oxford ; Malden, Mass. from www.mepltd.co.uk
Blackwell Science. Electronic
book.
Kelly, E. et.al. (2009). National best
practice and evidence based
guidelines for wound
management. Ireland: Health
Service Executive,Dr.
Steevens’ Hospital.
Lawrence (1995). Dressings and
wound infection. The
American Journal of Surgery
Volume 167, Issue 1,
Supplement, January 1994,
Pages S21-S24.
Maryunani, A. (2015). Perawatan
luka (Modern woundcare)
terkini dan terlengkap. Jakarta:
In Media
Porrett, T., & McGrath, A. (2005 ).
Stoma Care. UK: Blackwell
Publishing Ltd.
Shah, J B. (2012). "The History of
Wound Care". The Journal of
the American College of
Certified Wound Specialists. 3
(3): 65–66.
doi:10.1016/j.jcws.2012.04.00
2. ISSN 1876-4983. PMC

Rika Fatmadona & Elvi O., Aplikasi Modern ... 165