Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Sementum merupakan jaringan kalsifikasi yang tipis yang menutupi dentin pada akar.Fungsi

utamanya yaitu untuk memberikan attachment/perlekatan dengan fibrin kolagen dari ligament

periodontal. Selain itu sementum berperan dalam memelihara integritas akar, serta menolong

untuk memelihara gigi agar dapat berfungsi dengan baik di dalam mulut, dan terlibat juga

dalam perbaikan gigi dan regenerasi.

2. Tujuan

 Memenuhi tugas kelompok mata kuliah “Periodonsia 1”

 Menjelaskan tentang gambaran klinis sementum sebagai bagian jaringan

periodonsium.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi

Sementum adalah jaringan


kalsifikasi yang tipis yang menutupi
dentin pada akar.

Fungsi utamanya yaitu untuk


memberikan attachment/perlekatan
dengan fibrin kolagen dari ligament
periodontal.

Sementum pada permukaan


luarnya bersebelahan dengan ligament
periodontal, sedangkan pada permukaan
dalamnya mengikat kuat dengan dentin,
sehingga sementum merupakan jaringan
mineralisasi responsif tinggi. Sementum ini berperan dalam memelihara integritas akar, serta
menolong untuk memelihara gigi agar dapat berfungsi dengan baik di dalam mulut, dan terlibat
juga dalam perbaikan gigi dan regenerasi.

Ketebalan sementum bervariasi :

□ Paling tebal pada root apex dan daerah interadicular pada multirooted teeth pada
apical adalah 50-200 µm.

□ Paling tipis pada daerah servikal pada servikal adalah 10-15 µm

Sementum secara perlahan dibentuk sepanjang kehidupan. Selama perkembangannya,


sementum berasal dari dentin folikel. Sama seperti dentin, selalu ada lapisan tipis (3-5 µm)
matriks unkalsifikasi pada permukaan sel sementum. Lapisan matriks unkalsifikasi ini disebut
presementum

2
Resorbsi Dan Perbaikan Sementum

o Walaupun sementum kurang rentan terhadap resorbsi dibanding tulang dibawah


tekanan yg sama (contoh: orthodontic) tapi sebagian besar akar gigi permanen masih
memperlihatkan daerah resorbsi yang kecil dan terlokalisasi. Penyebab dari hal ini tidak
diketahui, tetapi mungkin dihubungkan dengan mikrotrauma.

o Resorbsi dibawa oleh multinucleated odontoclast dan mungkin berlanjut kedalam akar
dentin.

o Defisiensi resorbsi diisi oleh deposisi jaringan mineralisasi → Karena itu, sebuah garis yg
dikenal sebagai “reversal line” memisahkan jaringan perbaikan dari jaringan normal.

o Pada potongan ini, odontoclast diresorbsi melalui lapisan tipis sementum aselular dan
berpenetrasi kedalam akar dentin.

o Selanjutnya, perbaikan muncul dan sebuah lapisan pembentukan sel-sel (sementoblast)


mendeposisikan lapisan tipis matriks (presementum) didalam defisiensi.

o Tidak beraturan, dan staining hitam, reversal line memisahkan jaringan repair dari
lapisan dasar jaringan gigi sehingga memperlihatkan daerah antara dentin yang telah
diresobsi.

o Jaringan perbaikan mirip dengan sementum selular.

o Pembentukan sel-sel mempunyai kesamaan ultrastruktur dengan sementoblast.

o Garis-garis mirip dengan garis incremental mungkin terlihat dan ada zona jaringan
perbaikan belum terkalsifikasi homologous ke presementum.

Perbedaan antara jaringan perbaikan dan sementum :

1. lebar daerah perbaikan lebih lebar dari presementum

2. tingkat mineralisasi kurang

3. kristal-kristalnya lebih kecil

4. globules calicific ada

5. proses mineralisasi tidak sama rata

o Perbedaan ini tergantung dari cepat/lambatnya pembentukan jaringan perbaikan

3
B. Gambaran Klinis

Sama seperti kandungan kimia dan fisika tulang, sementum merupakan jaringan
avaskular dan tidak memiliki sistem persarafan.

Susunan jaringan pada semento-enamel junction, terlihat 3 pola :

1. Pola 1, dimana sementum tumpang tindih dengan email untuk jarak yang dekat, ini
merupakan susunan predominan dalam 60% section.

2. Pola 2, dimana sementum dan email bertemu pada butt joint, muncul dalam 30 %
section.

3. Pola 3, dimana sementum dan email gagal bertemu dan dentin diantara mereka
terekspos, muncul dalam 10% section

Walaupun salah satu dari 3 pola ini mendominasi pada beberapa individual gigi, semua 3 pola
ini dapat hadir.

Kandungan Fisika Sementum

 Sementum berwarna kuning pucat dengan permukaan tumpul

 Sementum lebih halus dibanding dentin

 Permeabilitasnya bervariasi sesuai umur dan tipe sementum

 Secara umum, sementum lebih permeable dibanding dgn dentin. Sama seperti jaringan
gigi yang lain, permeabilitasnya menurun sesuai umur.

 Kehalusan sementum relatif, berkombinasi dgn ketipisannya di servikal → dpt hilang krn
abrasi ketika terjadinya resesi gingiva pada permukaan akar

 Kehilangan sementum pd beberapa kasus menyebabkan tereksposnya dentin

Kandungan Kimia Sementum

4
 Sementum mengandung berat basah dasar 65% bahan anorganik, 23% bahan organic
dan 12% air.

 By volume, material anorganik 45%, organic 33%, dan air 22%

 Komponen anorganik utama adalah hidroksiapatit

 Kristal hidroksiapatit tipis dan plate (berlapis) dan sama seperti pada tulang. Ukurannya
± lebar 55nm dan tebal 8nm. Panjangnya bervariasi

 Matriks organic terutama adalah kolagen

Resorbsi Dan Perbaikan Sementum

o Walaupun sementum kurang rentan terhadap resorbsi dibanding tulang dibawah


tekanan yg sama (contoh: orthodontic) tapi sebagian besar akar gigi permanen masih
memperlihatkan daerah resorbsi yang kecil dan terlokalisasi. Penyebab dari hal ini tidak
diketahui, tetapi mungkin dihubungkan dengan mikrotrauma.

o Resorbsi dibawa oleh multinucleated odontoclast dan mungkin berlanjut kedalam akar
dentin.

o Defisiensi resorbsi diisi oleh deposisi jaringan mineralisasi → Karena itu, sebuah garis yg
dikenal sebagai “reversal line” memisahkan jaringan perbaikan dari jaringan normal.

o Pada potongan ini, odontoclast diresorbsi melalui lapisan tipis sementum aselular dan
berpenetrasi kedalam akar dentin.

o Selanjutnya, perbaikan muncul dan sebuah lapisan pembentukan sel-sel (sementoblast)


mendeposisikan lapisan tipis matriks (presementum) didalam defisiensi.

o Tidak beraturan, dan staining hitam, reversal line memisahkan jaringan repair dari
lapisan dasar jaringan gigi sehingga memperlihatkan daerah antara dentin yang telah
diresobsi.

o Jaringan perbaikan mirip dengan sementum selular.

o Pembentukan sel-sel mempunyai kesamaan ultrastruktur dengan sementoblast.

o Garis-garis mirip dengan garis incremental mungkin terlihat dan ada zona jaringan
perbaikan belum terkalsifikasi homologous ke presementum.

Perbedaan antara jaringan perbaikan dan sementum :

5
1. lebar daerah perbaikan lebih lebar dari presementum

2. tingkat mineralisasi kurang

3. kristal-kristalnya lebih kecil

4. globules calicific ada

5. proses mineralisasi tidak sama rata

o Perbedaan ini tergantung dari cepat/lambatnya pembentukan jaringan perbaikan

C. Klasifikasi tipe Sementum

Variasi tipe sementum diklasifikasikan menjadi 3 jalur yg berbeda :

1. Kehadiran atau ketidakhadiran sel-sel

2. Sifat alami dan asal dari matriks organic

3. Kombinasi keduanya

1. Kehadiran atau ketidakhadiran sel- selular dan aselular sementum

o Selular sementum, sesuai namanya mengindikasikan, mengandung sel-sel


(cementocytes); aselular sementum tidak.

o Pada susunan yang paling umum :

aselular sementum menutupi akar yang berdekatan dengan dentin

selular sementum ditemukan utama pada daerah apical dan overlying aselular
sementum.

o Pada pembentukan awal → aselular sementum disebut sebagai primary sementum dan
sesudah itu terbentuk variety selular secondary sementum.

o Umumnya Selular sementum terutama pada daerah interradikular.

o Aselular sementum relative muncul kurang berstruktur

o Pada region lebih luar radikular dentin, lapisan granular (tomes) dapat dilihat dan dan
diluar lapisan granular terlihat lapisan hyaline ( Hopewell-smith)

6
o Perbedaan utama → ketika sementum selular berkembang, sel pembentuk
(cementoblast) menempel pada jaringan → cementocytes.

o Perbedaan mendasar pada pembentukan sementum juga direfleksikan dengan


kehadiran lapisan presementum dan pada daerah yang lebih luas terlihat incremental
lines pada sementum selular.

o Ruangan dimana cementocytes mengisi didalam selular sementum disebut lacunae

o Dan saluran yg meluas sepanjangnya disebut kanalikuli.

Rangkuman perbedaan antara aselular dan selular sementum

Aselular Sementum Selular Sementum

Tidak ada sel lacuna dan canaliculi mengandung


Cementocytes dan prosesnya

Berbatasan dgn dentin dan garis demarkasi Berbatasan dgn dentin dan garis demarkasi
tidak jelas jelas
Perkembangannya relative lambat relative cepat
Garis incremental relative dekat satu sama lain relative terpisah luas
Lapisan presementum hampir absent presementum hadir

2. Sifat alami dan asal dari matriks organik

• Sementum berasal dari matriks organic dari 2 sumber:

1. sharpey fiber pada ligament periodontal → ekstrinsik fiber

2. sementoblast → intrinsic fiber

• Ekstrinsik + intrinsik → mixed fiber

3. Kombinasi Keduanya

Pada gigi manusia, 2 varian sementum ditemukan :

7
- sementum aselular fiber ekstrinsik (AEFC)

- sementum selular fiber intrinsic (CIFC)

Sementum Aselular Fiber Ekstrinsik (AEFC)

 AEFC berlokasi terutama diatas setengah servikal akar dan mendasari bagian terbesar
pada beberapa gigi (contohnya pada gigi premolar).
 AEFC adalah sementum yg terbentuk pertama kali dan lapisan mencapai ketebalan kira-
kira 15 µm.

 Semua kolagen berasal dari fiber sharpey dari ligament periodontal.

 Tipe sementum ini sama seperti sementum aselular primer/utama dan menutupi 2/3
servikal akar.

 Oleh karena itu sementum tipe ini terbentuk perlahan dan permukan akar halus. Semua
fibernya termineralisasi dengan baik.

Sementum Selular Fiber Intrinsik (CIFC)

 Tipe sementum ini disusun hanya oleh fiber intrinsic yang berjalan pararel menuju
permukaan akar.

 Ketidakhadiran fiber sharpey berarti sementum fiber intrinsic tidak mempunyai peran
dalam attachment gigi.

Sementum Mixed Fiber

 Untuk variety sementum ini → fiber kolagen dari matriks organic berasal dari kedua
ekstrinsik fiber (dari ligament periodontal) dan fiber intrinsic (dari sementoblast).

Fiber ekstrinsik dan intrinsic dapat dibedakan :

1. fiber intrinsik berjalan diantara fiber ekstrinsik dengan orientasi berbeda → bila jumlah
fiber intrinsic > sedikit didalam sementum mixed fiber, maka semakin dekat bundle fiber
ekstrinsik.

2. Bundle fiber ukurannya berbeda-beda

fiber ekstrinsik: bundle bentuk ovoid atau bulat dgn diameter sekitar 5-7 µm

fiber intrinsic diameter 1-2 µm.

8
 Jika pembentukan lambat → disebut sementum aselular mixed-fiber dan umumnya
termineralisasi dgn baik.

 JIka pembentukan cepat → disebut sebagai sementum selular mixed-fiber dan fiber-
fibernya kurang termineralisasi dgn baik (terutama di bagian intinya).

Sementum Afibrillar

Secara umum, semua tipe sementum fiber ekstrinsik, intrinsic & mixed mengandung
fiber kolagen. Tetapi, ada juga tipe sementum yg lain yang tidak mengandung fiber kolagen
yang dinamakan Sementum Afibrillar.

 Afibrillar sementum diperkirakan dibentuk pada tempat ini dengan mengikuti hilangnya
penurunan epitel email.

 Sementum afibrillar jarang didistribusikan dan terdiri dari substansi yg termineralisasi


dgn baik yang mungkin merupakan epithelial asal.

 Sementum afibrilar tipis, lapisan aselular (sulit untuk mengidentifikasikan pada


mikroskop) → menutupi servikal email atau intervensi diantara sementum fibrilar dan
dentin.

D. Kelainan – Kelainan Sementum

1. Hipersementosis
Suatu penebalan sementum secara menyolok. Biasanya terjadi pada satu gigi atau dapat
juga melibatkan seluruh gigi – geligi. Kadang – kadang sulit dibedakan atara
hipersementosis dengan penebalan sementum yang fisiologis pada individu tertentu
Etiologi :
Biasanya juga berhubungan dengan tekanan oklusal atau tekanan yang berlebihan pada
pemakain alat orto. Pada hipersementosis yang menyeluruh kemungkinan bersifat
herediter.

2. Fraktur Sementum
Biasanya terjadi adanya benturan atau pukulan benda keras. Pada fraktur obliquo dapat
disertai dengan perbaikan.

3. Semental Tear

9
Yaitu lepasnya fragmen sementum dari permukaan akar dan masuk ke dalam
ligamentum periodontal. Serat fragmen tersebut dapat dideposisikan pada tepi akar gigi
dan serat – serat ligamentum periodontal tertanam di dalam sementum baru tersebut
sehingga diciptakan hubungan yang fungsional. Kemungkinan lain segmental tear
tersebut diresorbsi dengan sempurna.

BAB III

10
PENUTUP

Kesimpulan

Sementum merupakan salah satu jaringan pendukung gigi yang berupa jaringan
kalsifikasi yang tipis yang menutupi dentin pada akar. Fungsinya yaitu sebagai
perlekatan (attachment) dengan fibrin kolagen dan ligamen periodontal.

Sementum diklasifikasikan berdasarkan 3 yaitu : berdasarkan sel selular dan


aselular, sifat alami dari matriks organic, serta kombinasi sel selular dan aselular dan
sifat matriks organic. Sedangkan sementum abrifillar merupakan tipe sementum yang
tidak mengandung fiber kolagen yang dinamakan Sementum Afibrillar.

Berdasarkan sifat fisiknya sementum berwarna kuning pucat dengan permukaan


tumpul. Secara umum lebih permeable dan lebih halus dibandingkan dentin. Sifat kimia
Sementum yaitu mengandung berat basah dasar 65% bahan anorganik, 23% bahan
organic dan 12% air. Berdasarkan volume, material anorganik 45%, organic 33%, dan air
22%. Komponen anorganik utama adalah hidroksiapatit.

DAFTAR PUSTAKA

11
Catatan Kuliah Oral Biologi I Sementum .PSKG UNSRAT.
drg. Diana Puspa Indah

Diktat Ilmu Konservasi Gigi I. Operative Dentistry. Tim Ajar Konservasi Gigi. Manado. PSKG
UNSRAT.

_________, 2010, Cementum [online]

http://www.dentalfind.com/info/cementum , diakses tanggal 14 September 2010)

_________, 2010, Cementum [online]

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/101860/cementum diakses tanggal 14 September


2010)

12

Anda mungkin juga menyukai