Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN AKHIR

MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 97


TAHUN 2018

DESA BONTOALA
KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA

HASTUTI
D32114002

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN
UNIT PELAYANAN TEKNIS (UPT)
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
2018

i
LAPORAN AKHIR
MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 97
TAHUN 2018

DESA BONTOALA
KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA

Gowa, 12 Februari 2018

Mengetahui,
Kepala Desa Mahasiswa

Yusuf Muin Dg Sila Hastuti


D32114002

Supervisor,

A Lukman Irwan, S.IP.,M.SI.


NIP. 19790106200501

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah- Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan akhir kegiatan

KKN Reguler Unhas Gelombang 97 tahun 2017 di Desa Bontoala, Kecamatan

Pallangga, Kabupaten Gowa.

Laporan akhir kegiatan KKN ini merupakan salah satu syarat yang harus

dipenuhi oleh setiap peserta KKN. Adapun maksud penyusunan laporan ini adalah

untuk memberikan gambaran informasi mengenai hasil dari kegiatan KKN yang telah

dilaksanakan selama kurang lebih 60 hari yaitu mulai tanggal 30 November sampai

dengan tanggal 28 Januari di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten

Gowa.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, baik dari segi

penulisannya maupun dari segi pembahasannya. Oleh karena itu penulis sangat

menerima kritik yang sifatnya membangun dan mengarahkan kepada penyempurnaan

laporan ini.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis haturkan atas kerja sama

dan bantuan baik berupa materil maupun moril yang telah diberikan, kepada:

a. Bapak Pimpinan UPT-KKN

b. Bapak Supervisor KKN Reguler Unhas

c. Bapak Bupati Kabupaten Bantaeng

d. Bapak Camat Pallangga

iii
e. Keluarga Besar Bapak Desa Bontoala atas kesediaan dan keikhlasannya dalam

menampung dan melayani kami di posko selama hampir 60 hari.

f. Teman-teman Peserta KKN Reguler Gelombang 97 Tahun 2017 se-

Kecamatan Palangga.

g. Semua pihak yang telah membantu kelancaran proses kami ber-KKN selama

kurang lebih 40 hari, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Kami sadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dan kerjasama yang telah

diberikan, kegiatan kami tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu kami

mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya semoga Allah SWT membalas kebaikan

kita semua. Amin.

Gowa, 11 Februari 2018

KKN GEL. 97

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................... ii

KATA PENGANTAR .............................................................................................. iii

DAFTAR ISI ............................................................................................................. v

I. PENDAHULUAN .............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1

1.2 Tujuan KKN ................................................................................................. 2

1.3 Sasaran KKN ................................................................................................ 4

1.4 Manfaat KKN ............................................................................................... 7

1.5 Lokasi dan Waktu KKN ............................................................................... 7

II. GAMBARAN UMUM POTENSI LOKASI ...................................................... 9

2.1 Kondisi Geografis ....................................................................................... 9

2.2 Kondisi Fisik Wilayah ................................................................................ 11

2.3 Keadaan Demografi .................................................................................... 12

2.4 Keadaan Sosial Ekonomi/Budaya ................................................................ 13

III. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH ........ 18

3.1 Identifikasi Permasalahan ............................................................................. 18

3.2 Pemecahan Masalah ...................................................................................... 19

IV. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN ......................................................... 20

v
V. PENUTUP........................................................................................................... 22

5.1 Kesimpulan .................................................................................................... 22

5.2 Saran .............................................................................................................. 22

VI. Lampiran ............................................................................................................ 24

vi
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kuliah Kerja Nyata merupakan konsep atas kesadaran mahasiswa sebagai

calon sarjana untuk terjun kemasyarakat menerapkan disiplin ilmu masing-masing.

Kegiatan KKN terpatri pada tridarma perguruan tinggi yaitu ; pendidikan, penelitian

dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai mahasiswa bukan hanya mengeluarkan

pendapat dan pandai berdiskusi tapi mahasiswa juga diharapkan memiliki kompetensi

dalam bidang ilmunya salah satunya dengan mengaplikasikannya langsung

kelapangan dengan melibatkan warga. Keterlibatan mahasiswa yang terjun langsung

didalam KKN tidak hanya bersifat fisik namun juga bersifat non fisik yang

merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu yang dimiliki,

mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan

yang dihadapi. Dengan metode yang lebih baru diharapkan pemberdayaan potensi

dapat memunculkan kemandirian lokal untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan mahasiswa mampu menjadi motivator

di tengah masyarakat dalam membangun daerahnya.

KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama untuk memberikan

pendidikan kepada mahasiswa. Namun demikian, karena mahasiswa hidup secara

langsung dengan masyarakat maka realisasinya harus sekaligus dapat memberikan

manfaat bagi masyarakat. Karenanya KKN memiliki arah yang ganda, yaitu: pertama

1
memberikan pendidikan tidak hanya dalam kelas tetapi juga pendidikan pelengkap

kepada mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan interaksi sosial

kemasyarakatan di luar kelas. Kedua membantu masyarakat serta pemerintah

melancarkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan termasuk

pemberdayaan di lokasi masing-masing.

KKN haruslah dirasakan sebagai pengalaman belajar baru, yang tidak akan

pernah diperoleh di dalam kampus. Dengan selesainya ber-KKN, mahasiswa harus

merasakan memiliki pengetahuan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru yaitu

tentang masyarakat, bangsa, dan tanah airnya, serta tentang dirinya sendiri yang akan

sangat berguna sebagai bekal sebelum menjadi sarjana.

Universitas Hasanuddin sebagai institusi keilmuan telah menetapkan

mahasiswa untuk melaksanakan kuliah kerja nyata di tengah-tengah masyarakat,

dengan harapan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah

sebagai wujud kepedulian dan partisipasi Universitas Hasanuddin dalam peningkatan

pembangunan masyarakat. Dan untuk saat ini, KKN Gelombang 97 Periode

September-Januari Tahun 2018 yang bekerja sama dengan KODAM VII

WIRABUANA salah satunya berlokasi di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga,

Kabupaten Gowa. Propinsi Sulawesi Selatan.

1.2 Tujuan KKN

KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama untuk memberikan

pendidikan kepada mahasiswa. Namun demikian, karena pelaksanaannya mengambil

2
lokasi di masyarakat dan memerlukan keterlibatan masyarakat, maka realisasinya

harus sekaligus bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Karenanya KKN

memiliki arah yang ganda, yaitu : memberikan pendidikan tidak hanya dalam kelas

tetapi juga pendidikan pelengkap kepada mahasiswa untuk pengembangan diri

dengan melakukan interaksi sosial kemasyarakatan di luar kelas, dan membantu

masyarakat serta pemerintah melancarkan kegiatan sosial kemasyarakatan dan

kegiatan pembangunan di lokasinya masing-masing.

Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan

merupakan suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat. Akan tetapi terjadi

keterikatan dan saling ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara

perguruan tinggi dan masyarakat, sehingga pada gilirannya akan terasa bahwa

peranan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,

dan seni menjadi lebih nyata.

Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini

adalah sebagai berikut :

1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di

Perguruan Tinggi Negeri Universitas Hasanudin.

2. Sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

yaitu pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat.

3. Memberi pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat dan

pengalaman kerja nyata pembangunan.

3
4. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah

luasnya wawasan mahasiswa.

5. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi

kekuatan sendiri.

6. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat, menjalin relevansi

Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

1.3 Sasaran KKN

Pada dasarnya mempunyai tiga kelompok sasaran, yaitu mahasiswa,

masyarakat bersama pemerintah kelurahan dan perguruan tinggi, masing-masing

akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan KKN sebagai berikut :

a. Mahasiswa

1. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja

secara interdisipliner, sehingga dapat mengahayati adanya ketergantungan

kaitan dan kerjasama antar sektor.

2. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang

pemanfaatan ilmu, teknologi, dan seni yang dipelajarinya bagi

pelaksanaan pembangunan.

3. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan

yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

4
4. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk-

beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan

masyarakat.

5. Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya penalaran

mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan

masalah secara pragmatis ilmiah.

6. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan

pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan IPTEKS secara

interdisipliner atau antar sektor.

7. Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problem solver.

8. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja sebagai kader pembangunan

sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan

masyarakatnya.

9. Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan

dan memecahkan masalah secara langsung, akan menumbuhkan sifat

profesionalisme dan kepeduliaan sosial dalam diri mahasiswa dalam arti

peningkatan keahlian, tanggung jawab, maupun rasa kesejawatan.

b. Masyarakat dan Pemerintah Daerah/Institusi

1. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, serta IPTEKS dalam

merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

2. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,

merumuskan, dan melaksanakan pembangunan.

5
3. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi

swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam

pembangunan.

4. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan didalam masyarakat

sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.

5. Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan

program dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung

jawabnya.

6. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pembangunan

kelurahan .

c. Perguruan Tinggi

1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa

dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat, sehingga

kurikulum, materi perkuliahan, dan pengembangan ilmu yang ada di

perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nayata

pembangunan.

2. Memperoleh berbagai kasus yang berharga, yang dapat digunakan sebagai

contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai

masalah untuk pengembangan penelitian.

3. Melalui kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan

keadaan/kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pengembangan

6
IPTEKS, serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat,

sehingga IPTEKS yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.

4. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi

serta departemen lain melalui rintisan kerjasama dari mahasiswa yang

melaksanakan KKN.

1.4 Manfaat KKN

Adapun manfaat dari pelaksanaan KKN Reguler ini mahasiswa mampu

menerapkan ilmunya sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Mahasiswa juga

belajar untuk berbaur dengan masyarakat di lokasi mereka melaksanakan KKN

Reguler. Pola pikir mahasiswa yang melaksanakan KKN dapat meningkat dan

memperluas cakrawala berpikirnya dengan menghadapi masyarakat yang begitu

homogen. Masyarakat mendapat motivasi dari mahasiswa sebagai motifator untuk

lebih peduli dan mau membangun desanya lebih baik.

1.5 Lokasi dan Waktu KKN

a) Lokasi

Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang 97

Universitas Hasanuddin berlokasi di Desa Bontoala, Kecamatan

Pallangga, Kabupaten Gowa. dengan beranggotakan 12 orang dari ilmu

jurusan yang berbeda-beda di Universitas Hasanuddin.

b) Waktu

7
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin

dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu :

- Pembekalan KKN dilaksanakan pada 21 Oktober – 24 September 2017

- Penerimaan oleh Bupati Gow pada 28 November 2017

- Kegiatan KKN dimulai pada tanggal 30 November 2017 sampai dengan

28 Januari 2018.

Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa perguruan tinggi bukan

institusi yang terpisah dari masyarakat. Terjadi keterikatan dan saling

ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara perguruan tinggi dan

masyarakat. Pada gilirannya akan terasa bahwa peranan perguruan tinggi

sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menjadi

lebih nyata.

8
BAB II

GAMBARAN UMUM POTENSI LOKASI

Gambar 2. 1 Peta Bontoala

2.1 Kondisi Geografis

Desa Bontoala merupakan bagian dari Kecamatan Pallangga Kabupaten

Gowa.Desa Bontoala sendiri memiliki luas keseluruhan wilayah ±1,25 Km² (Sumber

data : Kantor Desa Bontoala Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Tahun 2017).

Desa Bontoala sebagian besar merupakan daratan. Desa Bontoala juga memiliki

sungai dengan panjang 1 km dengan luas aliran sungai 0,25 km.

9
Sedangkan batas-batas wilayah di Desa Bontoala adalah sebagai berikut:

Batas Utara : Kecamatan SombaOpu

Batas Barat : Desa Taeng

Batas Timur : Kelurahan Pangka Binanga

Batas Selatan : Desa Je'ne Tallasa

2.2 Kondisi Fisik Wilayah

a. Iklim dan Curah Hujan

Desa Bontoala memiliki iklim tropis. Terdapat curah hujan yang

signifikan di sebagian besar bulan dalam setahun. Musim kemarau memiliki

sedikit pengaruh pada iklim secara menyeluruh. Iklim Desa Bontoala pada

umumnya memiliki suhu rata-rata berkisar antara 26.3ºC dengan tingkat curah

hujan 2686 mm/tahun. Curah hujan terbilang sedang dan terdapat 2 musim yaitu

musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan dimulai pada bulan Desember

sampai February.

Berikut grafik iklim Desa Bontoala.

IKLIM
350
300
250
200
150
100 Suhu
50
0
10
Maret

Juli
Mei

Agustus

Desember
November
Januari

April

Juni

September
Februari

Oktober
Tabel Iklim Desa Bontoala

Bulan Temperatur Rainfall (mm)


(ºC)

Januari 26 600

Februari 26.3 532

Maret 26.4 368

April 26.7 169

Mei 26.8 101

Juni 26.1 66

Juli 25.7 41

Agustus 25.8 21

September 26.2 33
Oktober 26.6 62
November 26.7 211

Desember 26.2 482

Bulan terkering adalah Agustus, dengan 21 mm curah hujan.Dengan rata-

rata 600 mm, hampir semua presipitasi jatuh pada Januari.

11
Adapun perbedaan dalam presipitasi antara bulan terkering dan bulan

terbasah adalah 579 mm. Selama tahun tersebut, suhu rata-rata bervariasi.

b. Hidrologi dan Tata Air

Untuk memenuhi kebutuhan akan air, warga Desa Bontoala

menggunakan3 sumber air yaitu dari PDAM, sumur bor, dan pompa air.

Pemenuhan air untuk lahan pertanian bersumber dari air hujan.Sedangkan untuk

pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari menggunakan PDAM.Air PDAM

paling banyak dimanfaatkan oleh perumahan seperti Perumahan Pallangga Mas,

BTN Nusa Indah, BTN Taman Asri, Bumi Cahaya Reski, BTN Aura Permai

dan BTN Ana'gowa.

2.3 Keadaan Demografi

a. Jumlah penduduk

Menurut data sekunder yang diperoleh dari kantor Desa Bontoala, pada

tahun 2017 tercatat sebanyak 21.982 jiwa penduduk di Desa Bontoala yang

terdistribusi kedalam 5.803 Kepala Keluarga. Dibandingkan dengan tahun 2016,

penduduk Desa Bontoala mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang sebesar

21.533 jiwa.Menurut data tertulis yang didapat, jumlah penduduk yang

mengalami fluktulasi dari bulan ke bulan disebabkan karena beberapa penduduk

desa meninggalkan desa ini dalam bulan atau waktu-waktu tertentu seperti

pekerja diluar kota, bahkan menjadi TKI diluar negeri.Jumlah penduduk

12
pendatang pada tahun 2017 sebanyak 131 orang dan yang pergi sebanyak 218

orang.Adapun Desa Bontoala memiliki 15 RW dan 80 RT.

b. Jenis Kelamin

Dari hasil data penduduk tahun 2017 yang diperoleh bahwa jumlah

penduduk Desa Bontoala yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 10.081,

sedangkan penduduk yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 9701. Adapun

kategori anak-anak berjumlah 2.200.

2.4 Keadaan Sosial Ekonomi/Budaya

Keadaan sosial ekonomi dan budaya sangat berpengaruh terhadap kehidupan

dan kesehatan suatu kelompok masyarakat oleh karena itu faktor sosial ekonomi sagat

penting diperhatikan demi meningkatkan status derajat kesehatan.Keadaan sosial

ekonomi dan budaya Desa Bontoala cukup beragam mulai dari agama, tingkat

pendidikan, dan mata pencaharian.

a. Agama

Penduduk Desa Bontoala98% yang memeluk agama islam dan

berdasarkan hasil peninjauan lokasi terdapat sebanyak23Masjid di Desa

Bontoala sebagai sarana peribadahan untuk masyarakat setempat yang

seluruhnya muslim sehingga dapat disimpulkan kehidupan kerohanian di

DesaBontoala cukup baik.

b. Pendidikan

13
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat mewujudkan

terciptanya sumberdaya manusia (human resources) yang berkualitas. Mencapai

tujuan tersebut maka diperlukan dan dibutuhkan sarana dan prasarana

pendidikan berupa sekolah dengan berbagai tingkatan. Pendidikan juga

berpengaruh terhadap perilaku keseharian di dalam kehidupan masyarakat pada

umumnya, pola-pola hidup bersih dan sehat, menciptakan penghidupan yang

layak. Tingkat pendidikan di Desa Bontoala kurang terpenuhi dan juga

ketersediaan prasarana dan sarana pendidikan dapat dikatakan kurang tercukupi,

karena tidak ditemukannya Sekolah Menengah Atas (SMA) disana dan juga

(Sekolah Menengah Pertama) SMP yang kurang, padahal jumlah penduduknya

tergolong banyak.Apalagi anak-anak di Desa Bontoala banyak yang putus

sekolah, menjadi pengangguran dikarenakan banyak faktor.Sehingga memang

perlu dicukupi dengan pendidikan yang baik, baik pendidikan sekolah, mengaji,

maupun seni.Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan

masyarakat dan remaja desa Bontoalajuga disebabkan oleh kurangnya

pengetahuan, informasi dan kesadaran masyarakat dan remaja

terhadapnarkotika.

c. Tingkat Ekonomi

Berdasarkan data tahun 2017 yang di dapat bahwa mata pencaharian

penduduk Desa Bontoala sangat beragam.Adapun rinciannya dapat dilihat pada

tabel berikut.

14
PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN TOTAL

Buruh harian 2710 112 2822

Petani 85 - 85

Pengangguran 251 272 523

Peternak 42

Pedagang Kecil 700

Pegawai 765 556 1321

Karyawan 625 310 935


Swasta
Tukang Ojek 71 - 71

Tukang Bentor 35 - 35

Nelayan 5 - 5

Wiraswasta 185

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mata pencaharian terbanyak

penduduk Desa Bontoala yaitu buruh harian dengan total 2822 orang sedangkan

mata pencaharian paling sedikit yaitu nelayan sebanyak 5 orang.Tercatat jumlah

Raskin (Masyarakat Miskin) di Desa Bontoala pada tahun 2017 yakni sebanyak

355 KK.

d. Tingkat Kesehatan

15
Ketersediaan pelayanan kesehatan di wilayah desa saat ini tercukupi

dengan keberadaan 1 unit Puskesdes yang letaknya bersebelahan dengan kantor

desa, posyandu 7 unit, apotek 2 unit yang hanya terletak pada jalan besar poros,

bidan 3 unit dan dokter praktek 1 unit. Jenis sarana kesehatan yang ada dapat

dilihat pada tabel berikut:

Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kesehatan di

Desa Bontoala

No Jenis Sarana Pendidikan Jumlah

1 Puskesdes 1

2 Posyandu 7

3 Apotek 2

4 Dokter Praktek 1

5 Pengobatan Alternatif 3

Adapun jenis penyakit yang sering menyerang penduduk desa Bontoala

yaitu penyakit Demam Berdarah, Typus, Muntaber/Diare, Hepatitis dan TB.

e. Kondisi Sosial

Kondisi pola pengelompokan sosial pada permukiman masyarakat terdiri

atas kelompok rumah yang letaknya berdekatan satu sama lainnya. Adanya

kawasan permukiman pertokoan yang bersanding dengan permukiman kurang

16
layak menjadikan sangat kentalnya kesenjangan sosial, perbedaan taraf

perekonomian, budaya bersosialisasi dengan sesamanya dan kegotong royongan

mulai punah di wilayah permukiman pertokoan. Mereka juga cenderung

memiliki contoh nilai sosial yaitu berupa ikatan yang kuat antar sesama

sehingga ketika yang satu sedang tertimpa musibah, mereka juga akan larut

dalam kesedihan.

PKK yang ada di Desa Bontoala berjumlah 42 orang, mereka sangat aktif

dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Desa baik perlombaan, arisan dll.Mereka

menjalin silaturahmi dengan baik.

f. Adat Istiadat

Penduduk Desa Bontoala sebagian besar merupakan penduduk asli Gowa

bersuku Makassar yang sudah turun temurun mendiami wilayah tersebut.Hanya

sebagian kecil yang merupakan kelompok pendatang di daerahtersebut.

Masih terdapat upacara adat dan ritual keagamaan di Desa Bontoala

seperti acara pindah rumah, pernikahan, akikah anak dan khitanan yang masih

dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong.

g. Perilaku masyarakat

Masyarakat desa Bontoala masih memiliki kebiasaan berperilaku hidup

kurang sehat seeperti masih membuang sampah disembarang tempat, tidak

melakukan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana yang telah ada,

membiarkan rumah dengan kondisi kurang layak tanpa memperbaikinya, tidak

17
menata pekarangan bahkan mengotori dan bersikap acuh terhadap

permukimannya.

Pola membangun bangunannya tidak menghadap jalan, tidak sesuai UU

dan membangun bangunan permanen yang menyalahi aturan IMB juga masih

terdapat di beberapa dusun sehingga kondisi inilah yang lama kelamaan akan

menyebabkan munculnya kekumuhan baru.

18
BAB III

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah

Program kerja tingkat Desa dilaksankan berdasarkan hasil observasi yang

dilakukan pada minggu pertama saat tiba di lokasi. Inti observasi yang kami lakukan

adalah mengenai kondisi geografis dan demografis, kondisi sosial ekonomi dan

budaya masyarakat, serta berbagai permasalahan lainnya yang banyak terjadi dalam

masyarakat. Hasil observasi tersebut kemudian kami rumuskan dalam bentuk

program kerja, sebagai suatu solusi dari mahasiswa KKN UNHAS GEL.97, yang

akan ditetapkan dalam Seminar Program Kerja.

Hasil observasi yang dilakukan masing-masing anggota, kemudian

didiskusikan dan selanjutnya diusulkan dalam seminar Program Kerja Desa. Seminar

ini terlaksana pada hari Senin, 11 Desember 2017 yang bertempat di Kantor desa

Bontoala, Dalam seminar ini kami menerima beberapa saran dan usulan dari

masyarakat yang hadir dan kemudian dimasukkan untuk menjadi Program Kerja

Desa.

Dengan melihat beragamnya permasalahan yang ditemui maka diadakan

penyeleksian untuk menyaring masalah-masalah apa saja yang patut dan sesuai

dengan kemampuan serta sesuai dengan kondisi obyektif yang ada. Sehingga

akhirnya ditemukan hasil akhir identifikasi masalah. Namun, hanya sebagian yang

masuk dalam program kerja individu yaitu:

19
Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Bontoala.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi keasyarakatan yang

memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Dalam memantapkan gerakan PKK ini maka dipandang perlunya membentuk

pengurus PKK di Desa Bontoala TAHUN 2017. Berkaitan dengan pembagian

tanggung jawab setiap badan pengurus dan anggota didalam melaksanakan tugas dan

kegiatannya.

1.2 Pemecahan Masalah

Malalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang

dihadapi di Desa Bunga. Beberapa ide yang kami angkat selaku Mahasiswa KKN

untuk menjadi alternatif pemecahan masalah tersebut kemudian kami tuangkan dalam

bentuk program kerja. Program-program inilah yang kami laksanakan selama

mengikuti KKN sebagai wujud pengabdian pada masyarakat. Adapun pemecahan

masalah yaitu Membantu para pengurus, anggota, dan masyarakat lain didalam

mencari informasi mengenai struktur kepengurusan dari PKK dengan cara membuat

papan struktur Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Desa Bontoala untuk

memudahkan didalam melihat dan mengetahui tingkatan tanggung jawab setiap

penggerak dari PKK ini.

20
BAB IV

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

Bahwa dalam penyusunan program kerja disesuaikan dengan potensi daerah,

dalam hal ini Sumber Daya Alam (SDA) kemudian disesuaikan dengan potensi

Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata

(KKN) yang bersangkutan pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN)

yang berlokasi di Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga. Semuanya terlaksana dengan

baik karena berkat adanya kerjasama dan motivasi yang cukup besar dari beberapa

kalangan dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu sendiri. Setelah melalui

observasi lapangan dan perbincangan dengan masyarakat serta berbagai kalangan

yang ada di Desa Bontoala maka ada beberapa program kerja yang telah berhasil saya

laksanakan.

Pada pelaksanaan program kerja khususnya pada program kerja individu di

Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga dapat dilihat dari hasil yang diperoleh sebagai

realisasi terhadap program kerja yang telah direncanakan. Adapun rincian

pelaksanaan program kerja sebagai berikut :

a. Papan Struktur Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (PKK):

- Tujuan : Untuk memudahkan dalam mengetahui susunan badan

kepengurusan penggerak PKK Desa Bontoala

21
- Sasaran : Pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa

Bontoala

- Waktu Pelaksanaan : 17-26 Januari 218

- Hambatan : Pada saat proses desain apabila ada desain yang tidak teliti

dan prose pencetakan telah dilakukan maka dilakukan proses desain ulang

dan pencetakan kembali (peerbaikan desain).

- Realisasi : Pembuatan struktur PKK dalam wujud papan struktur yang

didesain, dicetak dan dipasang pada frame 135 x 105 cm.

22
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pelaksanaan program kerja yang telah

dilaksanakan selama kurang dari dua bulan di Desa Bontoala, Kecamatan Mattiro

Pallangga, kabupaten Gowa, antara lain:

 Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk pendidikan yang memberikan

pengalaman kerja bagi mahasiswa untuk berada ditengah-tengah kehidupan

masyarakat, dan memberikan kemampuan untuk selalu mampu

mengidentifikasi masalah dan pemecahannya.

 KKN memberikan pelajaran kepada mahasiswa untuk mematangkan

kepribadian dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam kehidupan sosial

kemasyarakatan

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat kami berikan demi perkembangan dan kemajuan

pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat guna peningkatan

produktifitas kegiatan program kerja di lapangan, antara lain:

1. Kepada pihak pemerintah dan masyarakat setempat, diharapkan agar

senantiasa dapat memberikan dukungan dan kerjasama dalam melaksanakan

segala bentuk kegiatan sehingga hasil dari realisasi program kerja lebih baik.

2. Kepada pihak universitas sebagai penanggungjawab pelaksana agar dapat

menerapkan sistem pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang benar-benar

23
mengenai sasaran dan lebih meningkatkan pengawasan selama pelaksanaan

Kuliah Kerja Nyata (KKN).

3. Setelah peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) meninggalkan lokasi Kuliah Kerja

Nyata (KKN), diharapkan kepada masyarakat setempat agar kiranya dapat

bekerjasama khususnya dalam menindak lanjuti bentuk kegiatan yang bersifat

continue dan pada akhirnya hasil kerja mahasiswa baik berbentuk fisik

maupun non-fisik dapat bermanfaat serta meninggalkan kesan yang baik.

24
LAMPIRAN

3.1 Rencana Kerja Mahasiswa KKN Unhas

3.2 Hasil Pelaksanaan Kegiatan Mahasiswa KKN Unhas

3.3 Dokumentasi Kegiatan Mahasiswa KKN Unhas

25
LAMPIRAN FOTO KEGIATAN

 Proses Pembuatan Desain

 Proses Pemasangan bagan struktur pada frame

26
 Penyerahan bagan struktur PKK kepada ketua PKK

27
28
29