Anda di halaman 1dari 2

Satuan Ajaran Penyuluhan (SAP)

1. Topik : Manajemen Nyeri


2. Sub Topik : a. Macam-macam cara mengatasi nyeri
b. Hal-hal yang diperlukan dalam relaksasi
c. Langkah-langkah latihan relaksasi
3. Waktu : 20 menit
Hari/Tanggal :
Tempat : Ruang Mahoni
4. Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
5. Penyuluh : Florensia Vanda
6. Tujuan
Umum : Setelah dilakukan penyuluhan ± 20 menit, klien dapat memahami
cara mengatasi nyeri.
Khusus : Setelah dilakukan penyuluhan, klien dapat :
a. Menyebutkan macam-macam cara mengatasi nyeri
b. Menyebutkan hal-hal yang diperlukan dalam relaksasi
c. Mendemonstrasikan latihan relaksasi
7. Isi Materi : Terlampir
8. Metode : Ceramah, diskusi dan demonstrasi
9. Media : Leaflet
10. Referensi :-
11. Kegiatan Penyuluhan:
No Waktu Tahapan Kegiatan Kegiatan
Penyuluh Sasaran
1. 5 menit Pembukaan 1.Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan
3. Menyampaikan
tujuan dan manfaat
penyuluhan
2. 10 menit Penyajian 1.Menjelaskan materi 1. Memperhatikan
2. Mendemonstrasikan 2. Melakukan latihan
latihan relaksasi
3.Tanya jawab
3. 5 menit Penutup 1.Meminta pendengar 1. Mengulangi materi yang
mengulangi materi yang telah disampaikan
telah disampaikan 2. Menjawab salam
2.Membuat kesimpulan
3.Menutup acara
penyuluhan dan
memberikan salam

Evaluasi:
1. Sebutkan macam-macam cara mengatasi nyeri !
2. Sebutkan hal-hal yang diperlukan dalam relaksasi !
3. Demonstrasikan latihan relaksasi !
MATERI PENYULUHAN

1. Macam-macam cara mengatasi nyeri


a. Distraksi atau mengalihkan perhatian dengan cara :
- Masage sambil bernafas palan-pelan
- Mendengarkan lagu
- Membaca Koran
- Membayangkan hal-hal yang indah sambil menutup mata
b. Relaksasi atau latihan nafas dalam
Stimulasi kulit, dilakukan dengan cara pemberian kompres dingin, balsem analgetik
dan stimulasi kontroletal

2. Hal-hal yang diperlukan dalam relaksasi :


· Posisi yang tepat
· Pikiran beristirahat
· Lingkungan yang tenang

3. Langkah-langkah teknik relaksasi :


a. Anjurkan pasien memejamkan mata, pasien menarik nafas dalam dan mengisi paru-
paru dengan udara.
b. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil membiarkan tubuh
menjadi kendor dan merasakan betapa nyaman hal tersebut.
c. Pasien bernafas beberapa kali dengan irama normal.
d. Pasien bernafas dalam lagi dan menghembuskan pelan-pelan melalui mulut dan
membiarkan hanya kaki dan telapak tangan yang kendor. Konsentrasi pikiran pasien
pada bagian tubuh yang nyeri.
e. Anjurkan pasien mengulang prosedur sampai nyeri terasa berkurang
f. Setelah pasien merasa rileks, pasien dianjurjkan bernafas pelan-pelan, bila nyeri
menjadi hebat, pasien dapat bernafas secara dangkal dan cepat.