Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

JARINGAN TELEKOMUNIKASI I
PENGAJAR :
IR. MARTONO DWI ATMADJA. MMT

Disusun oleh:
ANDROMEDA FORY N. 1541160016
EL WILDATUL ULA 1541160122
HANINA REGITHA A. 1541160107

Kelompok 3 - JTD 3A

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2018
PEMASANGAN DAN PENGUKURAN KABEL TELEPON

1. 1 Tujuan
1. Mampu mengupas, mengcrimping, dan membuat kabel telepon sesuai standar SNI
tahun 2004
2. Mampu menghubungkan kabel telepon dengan konektor RJ-11
3. Mampu menguji konektivitas kabel telepon

1. 2 Alat dan Bahan


1. Kabel Telepon pipih dengan panjang 1,5 meter
2. Konektor RJ-11 2 buah
3. Crimping Tool
4. Tang potong
5. Multimeter Analog
6. Kabel Taster
7. Roset RJ-11
8. Multimeter
9. Penggaris, Alat tulis

1. 3 Teori Dasar
Dalam jaringan telepon, kabel digunakan sebagai media perantara untuk
menghubungkan telepon dengan perangkat lain seperti PABX dan Roset. Dalam hal ini
jaringan telepon tersebut menggunakan kabel sejajar dan konektor RJ-11.
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. Konektor ini
biasanya disandingkan dengan kabel STP.Konektor RJ-11 adalah standar konektor
dimanfaatkan pada pasangan 2-4 (kawat) kabel telepon.
Meskipun konektor RJ-11 memiliki total 6 posisi konektor, biasanya baik hanya
2 atau 4 benar-benar dimanfaatkan. RJ-11 konektor kabel datang dalam dua kabel
standar varietas-dipilin (flat-satin) dan unshielded Twisted Pair (UTP).
RJ11 adalah yang paling familiar dari jack terdaftar, karena fakta bahwa hampir
semua garis tunggal (POTS) jack telepon di kebanyakan rumah dan kantor di Amerika
Utara menggunakan jenis konektor, serta sejumlah negara lainnya.
Konektor telepon standar yang dipasang ke jack yang biasanya dipasang di
dinding untuk mendapatkan sambungan telepon. Konektor ini bisa digunakan untuk
menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan PCnet-Home.
RJ11 diperlukan untuk menghindarkan dan melindungi PABX, Telepon dan Fax
dari kerusakan permanen yang diakibatkan oleh " over voltage" induktif dan " over
current" induktif, akibat sambarang petir tidak langsung atau akibat " industrial noise"
yang muncul secara tiba-tiba.
Macam-macam kabel UTP:
Saat ini UTP biasa digunakan pada LAN (local area network kecepatan 10 dan
100 Mbps. Adapun kategori UTP menurut E Electronics industries Association) sendiri
ada 5 macam:
Kategori Keterangan
 Kategori 1 Kabel pasangan terpilin yang awalnya digunakan pada system telepon.
Hanya cocok untuk untuk suara.
 Kategori 2 Kabel pasangan terpilin dengan kualitas yang lebih baik. Dapat dipakai
untuk suara maupun komunikasi data berkecepatan rendah.
 Kategori 3 Mensyaratkan jumlah minimal puntiran adalah 3 per satu kaki. Dapat
dipakai untuk komunikasi data sampai 10 Mbps. Saat ini menjadi standar untuk
sistem telepon.
 Kategori 4 Dapat digunakan untuk pengiriman data sampai 16 Mbps.
 Kategori 5 Digunakan untuk pengiriman data sampai 100 Mbps.
Beberapa spesifikasi UTP yang lain:
 100BaseT
Merupakan spesifikasi yang dihaslkan oleh Fast Ethernet Alliance kepada IEEE.
Spesifikasi ini mendefinisikan implementasi Ethernet berkecepatan 100 Mbps
dengan menggunakan kabel pasangan terpilin Kategori 5 sebanyak dua pasang pads
jarak 100 m.
 100BaseVG
Merupakan usulan yang diajukan oleh Hewlett Packard dan AT&T yang diterapkan
pada jaringan berkecepatan 100 Mbps, dengan konfigurasi bintang (star),
menggunakan 4 pasang kabel UTP. VG berasal dari “Voice Grade”. 70Kabel
Koaksial Kabel koaksial mengandung penghantar yang terbuat dari tembaga pada
bagian inti. Penghantar ini diselubungi dengan penyekat (insulator). Penyekat ini
diselubungi dengan anyaman kawat. Selanjutnya, anyaman kawat ini dibungkus
dengan penyekat.
Konektor RJ
RJ singkatan dari Register Jack adalah standar peralatan pada jaringan yang
mengatur tentang pemasangan kepala konektor dan urutan kabel, yang digunakan untuk
menghubungkan 2 atau lebih peralatan telekomunikasi (Telephone Jack).
RJ pertama kali diperkenalkan oleh Bell Sistem pada 1970-an. Adapun standar
yang ada diantaranya RJ11, RJ14, RJ21, RJ25, RJ45, RJ48 dll. RJ memiliki banyak
type, tetapi yang sering digunakan adalah RJ11 dan RJ45.
Meskipun konektor RJ-11 memiliki total 6 posisi konektor, biasanya hanya 2
atau 4 yang sering dimanfaatkan. RJ-11 konektor kabel dengan dua kabel standar
sejajar datar (flat-satin) dan unshielded Twisted Pair (UTP).
RJ11 adalah yang paling familiar dari jack terdaftar, karena fakta bahwa hampir
semua saluran (Plain Old Telephone Service) jack telepon di kebanyakan rumah dan
kantor menggunakan jenis konektor ini.
Gambar yang ditunjukkan di bawah dengan "kail pengunci" kecil ditekan untuk
mendapatkan mengeluarkan plug dari konektor RJ 11 (female).
Perhatikan bahwa pada ujung konektor RJ-11 terdapat 4 kabel dalam dalam
urutan warna hitam, merah, hijau dan kuning. Bahwa konektor RJ-11 memiliki enam
terminal dan hanya 4 tengah yang biasanya digunakan.

Gambar 1. Konektor RJ11 (Male Type)

Gambar 2. Konektor RJ11 (Male & Female Type)


Di dalam RJ11 terdapat empat pelat tembaga yang akan dihubungkan dengan empat
kawat pada kabel.

Gambar 3. Susunan kabel pada konektor RJ11


Kabel Telepon

Gambar 4. Warna dari kabel telepon datar empat kawat

Kabel ini merupakan kabel yang digunakan salah satunya adalah untuk
menghubungkan pesawat telepon satu dengan lainnya namun perlu menggunakan
konektor. Jenis sambungan dalam kabel telepon datar umumnya ada dua macam yaitu
lurus (straight) dan terbalik (cross over), sebagaimana terlihat pada gambar berikut:

STRAIGHT CROSSOVER
Gambar 5. Sambungan konektor RJ11 dalam Straight dan Crossover
Gambar 6. Kabel telepon terpasang pada konektor RJ11 (Male)
Tang crimping

Gambar 7. Tang penjepit (Crimping Tool)


Kegunaan tang crimping dalam pembuatan kabel saluran salah satu yang paling utama
adalah untuk menjepit RJ11 pada kabel. Namun masih banyak fungsi lainnya.

1. 4 Langkah Percobaan
a. Menyiapkan peralatan yang diperlukan.
b. Mengupas jaket bagian luar kabel kira-kira sepanjang 5 mm dengan menggunakan
crimping tool.

Gambar 8. Kabel telepon setelah dikupas


c. Memotong ujung kabel dengan crimping tool atau tang potong untuk meratakan.
d. Menyusun kabel dan masukkan kedalam konektor RJ11 seperti dibawah ini
Gambar 9. Kabel telepon dan konektor RJ-11
e. Memasukan kabel ke dalam konektor RJ-11 dengan posisi hook atau pengait ada
dibawah.

Gambar 10. Kabel telepon dan konektor sebelum di crimping


f. Mengunci konektor RJ-11 dengan crimping tool.

Gambar 11. Kabel telepon dan konektor di crimping


g. Mengoneksikan tiap ujung yang telah di”crimping” ke konektor RJ 11 (female)
pada cable tester dan roset double connector sebagaimana terlihat pada gambar
dibawah ini.

Indikator straight
Gambar 12. Cable Tester

Gambar 13. Rangkaian roset / uji kabel telepon RJ-11.


Gambar 13. Menghubungkan kabel ke roset

h. Menguji konektivitas dengan menggunakan cable tester, pertama memasukkan


ujung kabel RJ11 pada plug RJ11 cable taster bagian master SY-468 dan ujung
lainnya pada plug RJ11 cable taster bagian remote SY-468.

Gambar 14. Memasukkan RJ11 di bagian remote SY-468 cable tester


Gambar 15. Memasukkan RJ11 di bagian master SY-468
Setelah memasukkan ujung kabel RJ11 pada plug cable tester, maka menyalakan
(ON) di bagian kiri cable tester. Ketika menyalakan ON cable tester, maka lampu
indikator pada cable tester akan menyala. Setelah itu mengamati mode nyala dari
cable tester bagian master-remote. Jika lampu indikator menyala 2-2, 3-3, 4-4, 5-5
maka dalam kabel RJ11 nya sudah dapat bekerja dengan tepat. Berikut merupakan
gambar serta tabel hasil percobaan nya
Tabel 1. Dengan Kabel Tester
Urutan Nyala Lampu
Pada Cable Tester
Master Remote Indikator Lampu
2 2

3 3

4 4
5 5

i. Menguji konektivitas dengan menggunakan multimeter. Pertama mengalibrasi


multimeter dengan ohm skala 1x.

Gambar 16. Mengalibrasi multimeter sebelum pengukuran


Setelah mengalibrasi multimeter, maka mengecek satu persatu koneksi kabel
pada roset. Berikut hasil dari nilai koneksi kabel serta gambarnya
Tabel 2. Dengan Multimeter
Koneksi kabel di nomor 2 terhadap semua kabel yaitu 2,3,4,5
Koneksi Kabel Hasil Koneksi Keterangan Gambar
2 2 Terhubung 6Ω

2 3 Tidak terhubung ∞
2 4 Tidak terhubung ∞

2 5 Tidak terhubung ∞

Koneksi kabel nomor 3 terhadap nomor 2,3,4,5


Koneksi Kabel Hasil Koneksi Keterangan Gambar
3 2 Tidak terhubung ∞

3 3 Terhubung 8Ω

3 4 Tidak terhubung ∞

3 5 Tidak terhubung ∞

Koneksi kabel nomor 4 terhadap nomor 2,3,4,5


Koneksi Kabel Hasil Koneksi Keterangan Gambar
4 2 Tidak terhubung ∞

4 3 Tidak terhubung ∞

4 4 Terhubung 12Ω

4 5 Tidak terhubung ∞

Koneksi Kabel Hasil Koneksi Keterangan Gambar


5 2 Tidak terhubung ∞

5 3 Tidak terhubung ∞

5 4 Tidak terhubung ∞
5 5 Terhubung 8Ω

Hasil Pengukuran
Tegangan (volt) Gambar
T

R 24

D1

-
D2
1. 5 Analisis
Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan diatas, maka diperoleh hasil
berikut:
 Proses menguliti kulit kabel haruslah dengan hati hati menggunakan cutter atau
cutter crimping, karena apabila tidak hati hati akan berpengaruh saat proses
mengkrimping yaitu dapat mengakibatkan kegagalan saat mengkrimping.
 Apabila terjadi kesalahan pada saat proses crimping maka salah satu ujung
kabel telepon tidak bisa terhubung kedalam konektornya, karena disebabkan
kurang kuat dalam menekan, ujung ujung kabel telepon datar empat kawatnya
tidak rata memotongnya, atau kondisi tang crimping yang sudah tidak
berfungsi secara maksimal. Pengecekannya menggunakan kabel taster, apabila
lampu indikator pada bagian remote dan taster nomor 2-2, 3-3, 4-4, 5-5
menyala bersamaan, maka hasil crimping tersebut berhasil, jika tidak demikian
maka terjadi kesalahan (salah satu kemungkinan diatas). Dan juga pengecekan
dapat dilakukan menggunakan multimeter, yaitu dengan dua ujung RJ11 di
plug in ke rosetnya dan pengecekan setiap nomor kabel, maka setiap
pengecekan pada 2-2, 3-3, 4-4, 5-5 maka keluar tegangan pada multimeter yang
berarti terkoneksi antar ujung kabel RJ11. Sedangkan di nomor lain, jarum
multimeter akan menunjukkan pada tidak terhingga atau tidak ada koneksi.
 Pada saat kabel telepon dihubungkan ke telepon, jika ingin menampilkan
tampilan yang berupa tanggal, maka kabel yang digunakan (baik sambungan
cross maupun straight) harus tersambung semua. Jadi hati-hati dalam
memotong ujung kabel, usahakan ujung kabel dalam kondisi rata. Apabila tidak
tersambung salah satu, maka tampilan tanggal dalam telepon tidak akan
muncul. Kita hanya bisa menggunakan telepon untuk mengirim suara saja
(kabel yang digunakan untuk menstransmisikan suara masih terhubung).
 Pengujian tegangan pada roset dengan multimeter mendapat tegangan yang
berbeda, kabel cross D1-D2 memiliki tegangan lebih kecil dibandingkan kabel
straight T-R, yaitu pada hasil pengukuran yang diperoleh pada T-R sebesar
24V sedangkan pada D1-D2 tidak diperoleh hasil .
 Berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh, dapat diketahui bahwa pada saat
mengoneksikan kabel yang telah di crimping melalui konektor RJ 11 (female)
pada cable tester mengalami indikator straight.
1. 6 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, di dapat kesimpulan bahwa:
1. RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon dan standar
konektor
2. Jika mengoneksikan kabel ke cable tester, lampu menyala secara berurutan dan
sama maka dinamakan indikator straight.
3. Semakin tinggi angka koneksi kabel, maka semakin tinggi pula angka nilainya.