Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KIMIA ANORGANIK FISIK

MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI (REDOKS)

Disusun Oleh

Tutik Kharismayanti (06101381520027)

Dosen Pembimbing : Drs. M. Hadeli L., M. Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi
atau reaksi yang di dalamnya terdapan serah terima elektron antar zat. Reaksi redoks terdiri
atas dua reaksi yang berbeda, yaitu reaksi oksidasi (pelepasan elektron) dan reaksi reduksi
(penerimaan elektron). Reaksi ini merupakan pasangan, sebab elektron yang hilang pada reaksi
oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi. Masing-masing reaksi
(oksidasi dan reduksi) disebut reaksi paruh (setengah reaksi), sebab diperlukan dua setengah
reaksi ini untuk membentuk sebuah reaksi dan reaksi keseluruhannya disebut reaksi redoks.
Peristiwa reduksi selalu disertai dengan peristiwa oksidasi. Bagian reduksi dan oksidasi
masing-masing disebut setengah reaksi. Pada reaksi redoks, atom atau ion ada yang mengalami
reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Atom atau ion yang mengalami reaksi reduksi disebut
oksidator (pengoksidasi) dan atom atau ion yang mengalami reaksi oksidasi disebut reduktor
(pereduksi). Reaksi redoks penting untuk dipelajari, karena reaksi redoks sering ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari seperti perkaratan logam, pembakaran, pembusukan, pengawetan makanan,
penyepuhan logam, reaksi fotosintesis, mercon meledak, kembang api dibakar dan lain-lain. Dengan
mempelajari reaksi redoks, kita dapat mencegah reaksi redoks yang merugikan dan memanfaatkan
reaksi redoks yang menguntungkan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apakah pengertian reaksi redoks ?
2. Bagaimana aturan bilangan oksidasi ?
3. Bagaimana penyetaraan reaksi redoks ?
4. Apa saja aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


1. Agar mahasiswa dapat memahami pengertian reaksi redoks.
2. Agar mahasiswa dapat mennyetarakan reaksi redoks.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui aturan bilangan oksidasi.
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui aplikasi reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN REAKSI REDOKS

Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi
atau reaksi yang di dalamnya terdapan serah terima elektron antar zat. Reaksi oksidasi-reduksi
biasa disingkat dengan reaksi redoks. Reaksi redoks merupakan reaksi yang didalamnya terjadi proses
oksidasi dan reduksi yang disertai dengan adanya perubahan bilangan oksidasi.

Contoh :
0 0 +1 -1
H2 + Cl2 → 2HCl

oksidasi 0→+1 reduksi +1→0

Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron atau reaksi kenaikan bilangan oksidasi.
Contoh :

 Reaksi pengikatan oksigen


H2 + ½ O2 ——> H2O

 Reaksi pelepasan elektron


HNO3 + 3H+ + 3e ——> NO + H2O

 Mengalami pertambahan BILOKS


H2S ——> S
-2 0

Reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan elektron atau reaksi penurunan bilangan oksidasi.
Contoh :
 Reaksi pelepasan oksigen
H2O ——> H2 + O2
 Reaksi penangkapan elektron
H2S ——> S + 2H+ + 2e

 Mengalami pengurangan BILOKS


HNO3 ——> NO
+5 +2

Reaksi oksidasi sendiri dapat diartikan dalam beberapa pengertian diantaranya:

1. Peristiwa pengikatan oksigen oleh unsur maupun senyawa, misalnya: 2Zn(s)+O2(g) ZnO(s)
2. Peristiwa pelepasan elektron oleh suatu zat, misalnya:
Na(s) Na+(aq) + e-

3. Peristiwa yang menunjukkan terjadinya kenaikan bilangan oksidasi suatu unsur,misalnya: Zn(s)
Zn2+(aq) + 2e-
4. proses yang terjadi pada anoda dalam sel sebagai sumber arus ataupun dalam sel elektrolisis
Sedangkan reduksi adalah:

1. Peristiwa pelepasan oksigen dari senyawa yang mengandung oksigen, misalnya: CuO(s)H2(g)
Cu(s) +H2O(l)
2. Peristiwa penerimaan elektron oleh suatu zat, misalnya:
Cl2(g) +2e- 2Cl-(aq)

3. Peristiwa yang menunjukkan terjadinya penurunan bilangan oksidasi suatu unsur, misalnya :
Cu2+(aq) + 2e  Cu(s)
Biloks +2 biloks nol

4. Proses yang terjadi pada katoda dalam sel sebagai sumber arus ataupun dalam sel elektrolisis
Kedua proses oksidasi dan reduksi tidak bisa berjalan secara terpisah, namun harus berjalan
secara bersamaan. Suatu zat yang mampu menoksidasi zat lain dan ia sendiri mengalami reduksi disebut
oksidator. Zat yang mampu mereduksi zat lain sedangkan ia mengalami proses oksidasi disebut
reduktor.
2.2 ATURAN BILANGAN OKSIDASI
1. Unsur bebas (misalnya H2, O2, N2, Fe, dan Cu) mempunyai bilangan oksidasi = 0
2. Umumnya unsur H mempunyai bilangan oksidasi = +1, kecuali dalamsenyawa
hidrida, bilangan oksidasi H = –1.
Contoh:
 Bilangan oksidasi H dalam H2O, HCl, dan NH3 adalah +1

 Bilangan oksidasi H dalam LiH, NaH, dan CaH2 adalah –1

3. Umumnya unsur O mempunyai bilangan oksidasi = –2, kecuali dalamsenyawa


peroksida, bilangan oksidasi O = –1.
Contoh:

 Bilangan oksidasi O dalam H2O, CaO, dan Na2O adalah –2


 Bilangan oksidasi O dalam H2O2, Na2O2 adalah –1
4. Unsur F selalu mempunyai bilangan oksidasi = –1.
5. Unsur logam mempunyai bilangan oksidasi selalu bertanda positif.
Contoh:
 Golongan IA (logam alkali: Li, Na, K, Rb, dan Cs) bilangan oksidasinya = +1
 Golongan IIA (alkali tanah: Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba) bilangan oksidasinya = +2
6. Bilangan oksidasi ion tunggal = muatannya.
Contoh: Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe2+ adalah +2.
7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa = 0.
Contoh :
Dalam senyawa H2CO3 berlaku: 2 biloks H + 1 biloks C + 3 biloks O = 0.
8. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom = muatan ion. Dalam ion
NH4+ berlaku 1 biloks N + 4 biloks H = + 1
2.3 PENYETARAAN REAKSI REDOKS
Reaksi redoks dapat disetarakan dengan cara langsung (cara bilangan oksidasi) dan
dengan cara setengah reaksi.
a) Cara langsung
 Tentukan reaksi reduksi dan oksidasi.
 Tulis perubahan biloks yang terjadi.
 Samakan jumlah elektron yang dilepas dan diterima dengan menambahkan
koefisien.
 Hitung jumlah muatan kiri dan kanan.
Jika muatan kiri > kanan à tambahkan OH- pada ruas kiri.
Jika muatan kiri < kanan à tambahkan H+ pada ruas kiri.
 Samakan jumlah H dengan menambahkan H2O pada ruas kanan.

Contoh :
HNO3 + H2S ——> NO + S + H2O
Penyelesaian :
Langkah I
Menentukan unsur yang mengalami perubahan biloks , yaitu N dan S.

Langkah II
Harga biloks yang mengalami perubahan.

HNO3+ H2S ——>O + S + H2O


+5 -2 +2 0

Langkah III
Unsur yang mengalami peristiwa reduksi dan oksidasi.

HNO3+ H2S ——> NO + S + H2O


+5 -2 +2 0
oksidasi(2) reduksi (3)
Langkah IV
HNO3 dan NO dikalikan 2 sedangkan H2S dan S dikalikan 3 sehingga reaksinya
menjadi:
2 HNO3+ 3H2S——>2NO + 3S + H2O

Langkah V
Penyetaraan jumlah atom yaitu penambahan koefisien pada H2O agar jumlah atom H
dan O sama di ruas kiri dan kanan , maka jadi :
2 HNO3+ 3H2S——>2NO + 3S + 4H2O
b) Cara setengah reaksi
 Pecahlah reaksi menjadi dua persamaan (reaksi reduksi dan reaksi oksidasi ).
 Penyetaraan setiap persamaan ½ reaksi.
 Menyetarakan atom O dan H dengan menambah koefisien.
 Menyetarakan jumlah atom O dengan menambah H2O diruas yang kekurangan O.
 Menyetarakan jumlah atom H dengan menambah H+ diruas yang kekurangan H.
 Menyetarakan jumlah muatan dengan menambahkan elektron seruas dengan H+.
 Menyetarakan jumlah elektron pada kedua persamaan ½ reaksi.
 Menjumlahkan kedua persamaan setengah reaksi.

Contoh :
HNO3+ H2S——>NO + S + H2O
Penyelesaian :

Langkah I
Buat reaksi oksidasi dan reduksi:
Reduksi : HNO3 ——> NO
Oksidasi : H2S ——> S

Langkah II
Penyetaraan jumlah atom dan jumlah muatan.
HNO3+ 3H+ +3e ——> NO + 2H2O (x2)
H2S ——> S + 2H+ + 2e (x3)
Langkah III
Jumlahkan kedua setengah reaksi.
2HNO3 + 6H+ + 6e ——> 2NO + 4H2O
3H2S——>3S + 6H+ + 6e
Menjadi: 2HNO3+3 H2S ——> 2NO +3 S + 4H2O

2. 4 BEBERAPA APLIKASI REAKSI REDOKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-


HARI

1. Perkaratan Pada Logam Besi

Pengertian Korosi atau Perkarataan

Korosi atau perkaratan logam merupakan proses oksidasi sebuah logam dengan udara atau elektrolit
lainnya, dimana udara atau elektrolit akan mengami reduksi, sehingga proses korosi merupakan
proses elektrokimia, lihat Gambar 7.11.

Gambar 7.11. Korosi logam Fe dan berubah menjadi oksidanya

Proses terjadinya karat

Korosi terjadi melalui reaksi redoks, di mana logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
mengalami reduksi. Karat logam umumnya berupa oksida atau karbonat. Karat pada besi berupa zat
yang berwarna cokelat-merah dengan rumus kimia Fe2O3·xH2O. Oksida besi (karat) dapat
mengelupas, sehingga secara bertahap permukaan yang baru terbuka itu mengalami korosi. Berbeda
dengan aluminium, hasil korosi berupa Al2O3 membentuk lapisan yang melindungi lapisan logam
dari korosi selanjutnya. Hal ini dapat menerangkan mengapa panic dari besi lebih cepat rusak jika
dibiarkan, sedangkan panci dari aluminium lebih awet.

Korosi secara keseluruhan merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi
sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s) à Fe2+(aq) + 2e–

Elektron yang dibebaskan dalam oksidasi akan mengalir ke bagian lain untuk mereduksi oksigen.

O2(g) + 2 H2O(l) + 4e–à 4 OH–(l)

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode akan teroksidasi membentuk besi(III) yang kemudian
membentuk senyawa oksida terhidrasi Fe2O3·xH2O yang disebut karat.

2. Pengolahan air limbah pada reaksi redoks

Konsep reaksi redoks sering dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah. Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering menemukan beberapa sumber limbah. Diantaranya adalah air
pembuanagan cucian, toilet dan proses-proses industri. Limbah ini dapat menimbulkan masalah serius
pada lingkungan dan kesehatan kita. Oleh karena itu, pengolahan limbah diperlukan sebelum limbah
tersebut dapat dengan aman dikuburkan, digunakan atau dibuang kembali ke sistem perairan lokal.

Didalam suatu tempat pengolahan, limbah dilewatkan pada serangkaian sekat dan ruangan
yang di dalamnya dilakukan beberapa proses, termasuk proses kimia untuk mengurangi kotoran dan
zat racun. Pada umumnya proses pengolahan utama, yaitu primer, sekunder dan tersier.

 Pada pengolahan primer, sebagaian besar zat padat dan zat-zat anorganik dihilangkan dari
limbah.
 Pada pengolahan skunder. Zat-zat organic dikurangi dengan mempercepat proses-proses
biologi secara alamiah. Untuk mengurangi zat-zat organic dalam air limbah dilakukan reaksi
oksidasi menggunakan lumpur aktif yang mengandung banyak bakteri aerob.

Pada proses tertier, sisa-sisa zat padat, zat-zat beracun, logam berat, dan bakteri dihilangkan dari
air, sehingga air tersebut bebas dari kotoran yang mungkin terdapat di dalamnya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi
atau reaksi yang di dalamnya terdapan serah terima elektron antar zat. Reaksi redoks terdiri
atas dua reaksi, yaitu reaksi oksidasi dan reduksi. Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan
elektron atau reaksi kenaikan bilangan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan
elektron atau reaksi penurunan bilangan oksidasi. Penyetaraan reaksi redoks dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu dengan cara langsung dan cara setengah reaksi.
Reaksi redoks penting untuk dipelajari, karena reaksi redoks sering ditemukan dalam kehidupan sehari-
hari seperti perkaratan logam, pembakaran, pembusukan, pengawetan makanan, penyepuhan logam,
reaksi fotosintesis, mercon meledak, kembang api dibakar dan lain-lain. Dengan mempelajari reaksi
redoks, kita dapat mencegah reaksi redoks yang merugikan dan memanfaatkan reaksi redoks yang
menguntungkan
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/246461138/MAKALAH-REAKSI-REDOKS

https://www.scribd.com/doc/30462450/Makalah-Kimia-Reaksi-Redoks

http://www.chayoy.com/2012/04/makalah-redoks-reduksi-oksidasi.html
Sofyatiningrum, Etty. 2001. Sains Kimia SMA/MA KELAS XII. Jakarta: Bumi Aksara.