Anda di halaman 1dari 13

ANALISIS KOMPETENSI GURU KIMIA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013


DI SMK SMAK MAKASSAR

Asniati, Mansyur*, Tabrani Gani*

Program Studi S2 Pendidikan Kimia Universitas Negeri Makassar


nhiasweet20@gmail.com

ABSTRAK

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (i) gambaran pelaksanaan standar kompetensi
guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis kurikulum 2013 di SMK-SMAK
Makassar; (ii) gambaran penerapan model pembelajaran kurikulum 2013 oleh guru pada
proses pembelajaran kimia di SMK-SMAK Makassar. Metode pengumpulan data melalui
observasi setiap pertemuan di kelas; wawancara dan dokumentasi berupa catatan kecil
dan rekaman video. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (i) gambaran penerapan
standar kompetensi guru dalam menerapkan model pembelajaran kurikulum 2013 di SMK-
SMAK Makassar menunjukan kriteria kompetensi sangat kompeten; pada kriteria
kompetensi sangat kompeten dengan mengedepankan aspek-aspek kompetensi guru
profesional, sedangkan (ii) gambaran pengamatan implementasi model pembelajaran
kurikulum 2013 pada saat proses pembelajaran kimia di SMK-SMAK Makassar
menunjukan kategori keterlaksanaan sangat baik.

Keywords : Implementasi, Standar kompetensi guru, Model Pembelajaran Kurikulum 2013.

ABSTRACT

The research is descriptive research with qualitative approach. The research aims to
discover : (i) the description of the implementation of teachers’ competence standards in
implementing learning model based on 2013 curriculum in SMK-SMAK Makassar; (ii) the
description of the implementation of learning model based on 2013 curriculum in chemistry
learning process in SMK-SMAK Makassar. The method of collected through observation in
each meeting in classroom, interview, and documentation in forms of small note and video
recording. The results of the research reveal that : (i) the description of the
implementation of teachers’s competence standards in implementing learning model based
on curriculum 2013 in SMK-SMAK Makassar shows is in very competent criteria by high
lighting professional teacher competence aspect, (ii) the description of the observation of
the implementation of learning model based on 2013 curriculum in chemistry learning
process in SMK-SMAK Makassar shows is in very good implementation category.

Keywords : Implementation, Teachers Competence Standards, Learning Model Based on


Curriculum 2013
*Dosen Kimia Universitas Negeri Makassar

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


PENDAHULUAN dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya oleh
Pendidikan merupakan unsur utama guru, sebagai bagian dari tanggung jawab.
dalam pengembangan manusia Indonesia Jika sebelumnya guru berfungsi sebagai
seutuhnya. Oleh karena itu pengelolaan sumber utama pengetahuan, mengendalikan,
pendidikan harus berorientasi kepada dan mengarahkan, serta perannya mengajar
perubahan yang lebih baik. Kurikulum dikelas maka dalam konteks Kurikulum 2013
merupakan perangkat pendidikan yang guru berperan sebagai fasilitator
diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah pembelajaran, pelatih, dan memberikan lebih
ditetapkan. Kurikulum disusun dengan banyak alternatif.
memperhatikan potensi, tingkat Kesiapan guru dalam proses
perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, implementasi Kurikulum 2013 memegang
emosional, sosial, spiritual dan kinestika peranan penting dimana guru memiliki peran
peserta didik (Mendikbud, 2013). dan fungsi dalam membentuk kepribadian
Berdasarkan perkembangannya, anak, guna menyiapkan dan mengembangkan
pemerintah indonesia dengan giat menyusun sumber daya manusia (SDM) untuk
dan mengembangkan program untuk mensejahterakan masyarakat, serta kemajuan
meningkatkan mutu pendidikan, salah satu bangsa dan negara. Keberhasilan tujuan
diantaranya dengan penyempurnaan pendidikan sangat bergantung pada
kurikulum. Perubahan kurikulum sangat erat kontribusi kinerja guru.
kaitannya dengan peranan kurikulum dalam Guru merupakan salah satu komponen
penyelenggaraan sistem pengajaran nasional. yang merupakan bagian yang tidak
Kurikulum 2013 yaitu kurikulum terpisahkan dari sistem pendidikan secara
berbasis kompetensi dan karakter secara keseluruhan yang terlibat langsung dalam
terpadu yang merupakan penyempurnaan dari proses belajar mengajar, berperan langsung
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam mengajar dan mendidik. Guru
(KTSP). Menurut Hidayat (2013), Kurikulum diharapkan melaksanakan pembelajaran
2013 merupakan program pendidikan yang dengan pendekatan scentific dalam
berbeda dengan kurikulum 2013, perbedaan pembelajaran yang diperkuat dengan
tersebut dapat dilihat dari segi karakteristik, menerapkan model pembelajaran kurikulum
pendekatan saintifik dan penilaian otentik 2013 diantaranya pembelajaran discovery,
dalam pembelajaran. Implementasi pembelajaran Inqury, pembelajaran berbasis
kurikulum 2013 mencakup tiga kegiatan pemecahan masalah (problem based
pokok yakni pengembangan program, learning) dan pembelajaran berbasis proyek
pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. (project based learning). Model-model
Penerapan Kurikulum 2013 pembelajaran kurikulum 2013 yang
berpengaruh terhadap orientasi sistem merupakan pembelajaran berbasis masalah
pembelajaran. Menurut Hosnan (2014), paling sesuai dilaksanakan dan sangat
Berdasarkan Kurikulum 2013 kompetensi direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu para guru pada proses pembelajaran
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2016).
(KD). Kompetensi Inti mencakup KI-1 (sikap Penguatan proses pembelajaran
spiritual), KI-2 (sikap sosial), KI-3 dilakukan melalui pendekatan saintifik, yaitu
(pengetahuan), dan KI-4 (keterampilan). pembelajaran yang mendorong siswa lebih
Implementasi Kurikulum 2013 juga mampu dalam mengamati, menanya,
dipastikan memiliki dampak terhadap sistem mencoba, mengumpulkan data, dan
penilaian, khususnya penilaian oleh pendidik mengomunikasikan. Sedangkan model
dan satuan pendidikan. Kurikulum 2013 pembelajaran diperlukan untuk
memiliki kebijakan yang harus dilaksanakan berkembangnya kemampuan berpikir ilmiah

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


dan kemampuan berfikir kreatif siswa, serta pembelajaran yang disusun oleh guru dan
menghasilkan kemampuan untuk belajar. sudah baik sesuai dengan pedoman
Pembelajaran saintifik tidak hanya Kurikulum 2013 terbukti dari hasil supervisi
memandang hasil belajar sebagai proses yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, RPP
akhir, namun proses pembelajaran dipandang yang disusun oleh guru telah diterapkan pada
lebih penting. Oleh karena itu pembelajaran proses pembelajaran walaupun ada sedikit
saintifik menekankan pada keterampilan penyimpangan atau pengembangan saat
proses (Kurinasih,2014) proses pembelajaran berlangsung, siswa
Guru merupakan tenaga profesional menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam
yang harus memiliki kompetensi yang belajar, hasil belajar siswa lebih baik dan
diperlukan sesuai dengan bidangnya siswa telah memperoleh nilai diatas Kriteria
khususnya guru Kimia. Kompetensi yang Ketuntasan Minimum (KKM) lebih banyak.
harus dimiliki oleh seorang guru meliputi Salah satu jenjang pendidikan yang
empat aspek yaitu kompetensi pedagogik, menerapkan kurikulum 2013 adalah Sekolah
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, Menengah Kejuruan (SMK), SMK memiliki
dan kompetensi Profesional (Susilo, 2014). peran penting dalam mengatasi masalah-
Kompetensi guru harus terus ditingkatkan masalah yang dihadapi oleh bangsa
untuk merespon kebutuhan peningkatan khususnya masalah terkait mutu sumber daya
kualitas pendidikan yang akan menentukan manusia. Pendidikan kejuruan yang
kualitas proses pembelajaran yang diterapkan di SMK dirancang untuk
selanjutnya akan berpengaruh pada kualitas memberikan penguatan pengetahuan peserta
hasil belajar yang menyangkut didik (ranah kognitif), mengembangkan
pengimplementasian guru dalam penerapan keterampilan dan kecakapan sesuai dengan
model pembelajaran kurikulum 2013. kompetensi keahlian masing-masing peserta
Permasalahan guru dalam penerapan didik (ranah psikomotorik), memberikan
implementasi kurikulum 2013 menurut pendidikan karakter (ranah afektif),
pemerhati pendidikan Universitas Negeri menumbuhkan kebiasan-kebiasan kerja
Surakarta Furqan Hidayatullah, berdasarkan kepada peserta didik, dan mempersiapkan
hasil survei menyatakan bahwa betapa peserta didik untuk siap memasuki lapangan
sulitnya mengubah mindset guru, dimana kerja. Menurut Hamalik (2011) tujuan
perubahan proses pembelajaran dari pendidikan kejuruan memiliki empat aspek
pembelajaran yang berpusat pada guru ke dalam mempersiapkan peserta didik atau
pembelajaran yang berpusat pada siswa tamatannya untuk memasuki lapangan kerja
(Ferdinandus dalam harian metrotvvews.com, serta dapat mengembangkan sikap
Rabu 19 Oktober 2014). Kurikulum 2013 profesional, mampu memilih karier,
menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif mempunyai kompetensi, mampu
dan inovatif yang artinya guru harus menjadi mengembangkan diri, menjadi tenaga kerja
manusia pembelajar, maka dari permasalahan tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan
tersebut dapat dikatakan pentingnya posisi usaha dan industri pada saat ini maupun di
guru dalam proses belajar mengajar sehingga masa yang akan datang serta menjadi warga
kita perlu melakukan penelitian lebih lanjut negara yang produktif, adaptif dan kreatif.
terkait penerapan kurikulum 2013 khususnya Penelitian dilaksanakan di SMK-
pada implementasi model pembelajaran yang SMAK Makassar karena SMK-SMAK
berbasis kurikulum 2013. merupakan satu-satu nya sekolah yang
Selain itu, Berdasarkan hasil mengajarakan kompetensi keahlian dalam
penelitian Riana dkk (2014), keberhasilan bidang analisis, dan termasuk sekolah yang
guru dalam mengimplementasikan dari awal telah menerapkan kurikulum 2013
Kurikulum 2013, yaitu 90 % perangkat yang merupakan rujukan langsung dari

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


kementrian pendidikan nasional dimana Untuk memperoleh informasi tentang
semua guru SMK-SMAK telah mendapatkan penerapan standar kompetensi dan
pelatihan implementasi kurikulum 2013; serta implementasi model pembelajaran kurikulum
melihat bagaimana cara penerapan kurikulum 2013, maka digunakan instrumen penelitian
2013 pada pembelajaran kimia khususnya berupa catatan seluruh kegiatan pembelajaran
pembelajaran teori. Selain itu, SMK-SMAK aktivitas guru dalam proses pembelajaran.
Makassar juga menjamin mutu kompetensi Dalam hal ini observer yang akan
lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia mengumpulkan data secara langsung melalui
industri dan usaha, sekaligus merupakan pengamatan, antara lain :
salah satu sasaran reposisi pendidikan di 1. Lembar Observasi
lingkungan Kementrian Perindustrian yang Lembar observasi disusun untuk memperoleh
telah berhasil meluluskan tenaga analisis data lapangan tentang gambaran pelaksanaan
kimia sebanyak 3.350 orang dan telah standar kompetensi guru dan penerapan
mengabdi diberbagai institusi baik di model pembelajaran kurikulum 2013 dengan
pemerintahan maupun diperusahaan swasta. melampirkan lembar rencana pelaksanaan
SMK-SMAK Makassar memiliki Sertifikat pembelajaran (RPP) oleh guru sebagai acuan
lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dalam pelaksanaan pembelajaran.
(BNSP) Nomor BNSP-LSP-127-ID tanggal 2. Wawancara
23 Juli 2014 maka SMK-SMAK Makassar Teknik wawancara yang digunakan dalam
melalui lembaga Sertifikasi Profesi pihak penelitian ini sifatnya terstruktur yang
Pertama (LSP-P1) Analisis Kimia dapat bertujuan untuk mengetahui hal-hal tentang
memberi sertifikat kompetensi kepada peserta model pembelajaran kurikulum 2013 yang
didik selain itu SMK-SMAK Makassar telah diketahui oleh subjek penelitian.
melakukan kerjasama industri/instansi baik Teknik pengumpulan data merupakan
didalam maupun diluar Negeri (sumber: suatu cara dalam pengambilan suatu
Bagian Kurikulum SMK-SMAK Makassar). kesimpulan yang diperlukan. Maka dari itu,
Oleh karena itu, peneliti melakukan teknik pengumpulan data yang digunakan
penelitian tentang evaluasi kemampuan guru berdasarkan instrument penelitian yaitu :
kimia dalam mengimplementasikan model 1. Observasi
pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Maka Teknik observasi dilakukan oleh
dari itu, akan dilakukan penelitian “Analisis peneliti untuk mengamati dan mencatat
Kompetensi Guru Kimia Dalam semua aktivitas pelaksanaan standar
Mengimplementasikan Model Pembelajaran kompetensi guru dan penerapan model
Berbasis Kurikulum 2013 Di SMK-SMAK pembelajaran kurikulum 2103 pada saat
Makassar”. kegiatan pembelajaran berlangsung. Setiap
aktivitas pelaksanaan standar kompetensi
METODE PENELITIAN guru dan penerapan model pembelajaran
Penelitian ini dilaksanakan di SMK- kurikulum 2103 diamati melalui format
SMAK Makassar yang telah observasi dengan mencentang atau memberi
mengimplementasikan kurikulum 2013. tanda (√).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif 2. Wawancara
dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan Teknik wawancara yang digunakan
untuk menganalisis kompetensi guru dalam dalam penelitian ini sifatnya terstruktur
mengimplementasikan model pembelajaran dengan menggunaka pedoman wawancara
kurikulum 2013. Pelaksanaan penelitian ini untuk mengumpulkan data penelitian yang
dilaksanakan pada tanggal 20 Januari hingga lebih mendalam tentang tujuan pertanyaan
tanggal 20 Maret 2017. yang ditanyakan, serta kemungkinan lain
yang muncul dari dampak pertanyaan yang

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


diajukan berdasarkan fakta yang terjadi. Kesimpulan awal yang dikemukakan
Wawancara dilakukan setelah guru masih bersifat sementara, dan akan
melaksanakan proses pembelajaran kimia. berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti
3. Dokumentasi yang kuat dan mendukung pada tahap
Untuk mendukung data penelitian pengumpulan data berikutnya. Apabila
observer juga melakukan dokumentasi berupa kesimpulan yang dikemukakan pada
rekaman video yang merekam seluruh tahap awal, didukung oleh bukti-bukti
aktivitas belajar mulai dari pembukaan yang valid dan konsisten, maka
sampai penutup pembelajaran. kesimpulan yang dikemukakan
Analisis data yang digunakan dalam merupakan kesimpulan yang kredibel.
penelitian ini yaitu aktivitas analisis data Kesimpulan dalam penelitian kualitatif
kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan yang diharapkan adalah merupakan
berlangsung secara terus menerus. Aktifitas temuan baru yang sebelumnya belum
dalam analisis kualitatif ada tiga yaitu tahap pernah ada. (Sugiyono, 2014)
reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan Selain itu, Data pelaksanaan standar
atau verifikasi. Adapun langkah-langkah kompetensi guru dan penerapan model
analisis kualitatif sebagai berikut: pembelajaran kurikulum 2013 dianalisis
1. Reduksi data (data reduction) dengan menggunakan rubrik penilaian pada
Data yang diperoleh dari lapangan Tabel 3.1:
jumlahnya cukup banyak berupa lembar Tabel 3.1. Rubrik penilaian
observasi pelaksananaan standar pelaksanaan standar kompetensi guru dan
kompetensi guru, penerapan model penerapan model pembelajaran kurikulum
pembelajaran discovery learning; data 2013
wawancara dan dokumentasi berupa Indikator Oprasional Skor
rekaman video pada saat proses Selalu, apabila selalu melakukan sesuai
4
pembelajaran berlangsung, untuk itu dengan pernyataan
maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Sering, apabila sering melakukan sesuai
pernyataan dan kadang-kadang tidak 3
Mereduksi data berarti merangkum,
melakukan
memilih hal-hal yang pokok, Kadang-kadang, apabila kadang-kadang
memfokuskan pada hal-hal yang penting, 2
melakukan dan sering tidak melakukan
dicari tema dan polanya dan membuang Tidak pernah, apabila tidak pernah
1
yang tidak perlu. Dengan demikian data melakukan
yang telah direduksi akan memberikan Keterangan:Data berdasarkan pedoman
gambaran yang lebih jelas, dan penilaian yang telah di buat.
mempermudah peneiliti untuk Setelah diperoleh hasil data
melakukan pengumpulan data pelaksanaan standar kompetensi guru dan
selanjutnya, dan mencarinya bila penerapan model pembelajaran kurikulum
diperlukan. 2013 selanjutnya dianalisis secara deskriptif
2. Penyajian data (display data) dengan kriteria sebagai berikut:
Setelah data direduksi, maka langkah 1. Standar Kompetensi Guru
selanjutnya adalah mendisplaykan data. Data yang diperoleh dari hasil
Dalam penelitian kualitatif, penyajian pengamatan pelaksanaan standar kompetensi
data bisa dilakukan dalam bentuk uraian guru dalam pelaksanaan pembelajaran maka
singkat, bagan, hubungan antar kategori yang dilakukan oleh seorang observer yaitu
dan sejenisnya. menganalisis dan mendeskripsikan dengan
3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi merujuk pada penentuan kriteria kompetensi
(conclusion drawing/verification) (dimodifikasi dari Nurdin, 2007).

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


Tabel 3.2 Pelaksanaan kriteria standar kurikulum 2013 yang dilakukan oleh
kompetensi guru: pengamat (observer), dianalisis dan
Rentang Skor Kriteria Kompetensi dideskripsikan dengan merujuk pada
3,5 ≤ M ≤ 4 Sangat Kompeten penentuan kategori keterlaksanaan model
2,5 ≤ M < 3,5 Kompeten pembelajaran kurikulum 2013 dimodifikasi
1,5 ≤ M < 2,5 Kurang Kompeten dari Nurdin (2007). Kategori tersebut dapat
M < 1,5 Tidak Kompeten dilihat pada Tabel berikut.
Keterangan : M=skor rata-rata keterlaksanaan Tabel. 3.3. Penerapan Model
standar kompetensi. Pembelajaran Kurikulum 2013
Berdasarkan kriteria diatas maka untuk Kategori
menyatakan penerapan standar kompetensi Rentang Skor Keterlaksanaan
yang memadai adalah nilai rata-rata kriteria
3,5 ≤ 𝑋̅ ≤ 4 Sangat Baik
kompeten untuk keseluruhan aspek minimal
berada pada kategori kompeten atau sangat 2,5 ≤ 𝑋̅ < 3,5 Baik
kompeten untuk setiap aspek. Jika tidak ̅
1,5 ≤ 𝑋 < 2,5 Cukup Baik
memenuhi kriteria tersebut, maka perlu ̅
0,5 ≤ 𝑋 < 1,5 Kurang Baik
dilakukan revisi berdasarkan saran dari para Keterangan : ̅
𝑋 = Nilai rata-rata penerapan
validator atau dengan melihat kembali aspek- model pembelajaran K13
aspek yang nilainya kurang.
Pelaksanaan penerapan model
2. Penerapan Model Pembelajaran
pembelajaran kurikulum 2103 dikatakan
Kurikulum 2013
efektif jika rata-rata skor dari semua aspek
Data yang diperoleh dari hasil
yang dinilai berada pada kategori baik atau
pengamatan penerapan model pembelajaran
sangat baik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Tabel 4.2 Hasil Observasi standar


1. Gambaran Pelaksanaan Standar kompetensi guru pada proses pembelajaran
Kompetensi Guru Rata-rata
Pelaksanaan standar kompetensi guru Total
Aspek Kriteria
Hasil
selama penelitian berlangsung pada proses Pengamatan
Pengamat
Kompetensi
pembelajaran memperlihatkan kemampuan an
seorang guru dalam menerapkan aspek Kompetensi
3,4 Sangat Kompeten
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang Pedagogik
dianut dalam pelaksanaan profesi sebagai Kompetensi
3,7 Sangat Kompeten
guru. Standar kompetensi guru merupakan Kepribadian
Kompetensi
suatu ukuran yang ditetapkan sebagai bentuk Sosial
3,7 Sangat Kompeten
kelayakan guru menjalankan tugasnya yang Kompetensi
3,6 Sangat Kompeten
disesuaikan dengan latar belakang pendidikan Profesional
sesuai bidang keahlian yang diampu. Total Rata-rata 3,6
Sangat
Berdasarkan hasil pengamatan selama Kompeten
penelitian, pelaksanaan standar kompetensi Sumber : Lampiran 5, Hasil Observasi
guru terlaksana sesuai dengan standar Standar Kompetensi Guru
kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Berdasarkan Tabel 4.2 pengamatan
Adapun rincian setiap aspek kompetensi pada pelaksanaan standar kompetensi guru dalam
saat pengamatan yang berlangsung dalam proses pembelajaran dikelas menunjukan
proses pembelajaran pada Tabel 4.2. total rata-rata pengamatan yaitu 3,6 diperoleh
dari skala 0-4 dan jika dipresentasekan maka

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


diperoleh 90% dan berada pada kriteria Berdasarkan hasil pengamatan
kompetensi sangat kompeten; sehingga dapatpelaksanaan model pembelajaran pada saat
disimpulkan bahwa masing-masing guru pembelajaran berlangsung pada Tabel 4.3
telah melaksanakan profesi-nya sebagai guru
menunjukan total rata-rata hasil pengamatan
yang sangat kompeten pada masing-masing penerapan model pembelajaran adalah 3,6
bidang yang diampu dengan menerapkan yang diperoleh dari skala 0-4 dan jika
penilaian kompetensi dalam proses
dipresentasekan maka diperoleh nilai 90%
pembelajaran sesuai Standar Kualifikasi dengan kategori keterlaksanaan sangat baik.
Akademik dan Kompetensi Guru. Data yang diperoleh menunjukan kegiatan
2. Gambaran Penerapan pelaksanaan model pembelajaran discovery
Model
Pembelajaran Kurikulum 2013 dimana peserta didik belajar secara aktif
Berdasarkan hasil pengamatan
dalam menemukan konsep, makna dari
langsung pada saat proses pembelajaran , penggabungan pengetahuan baru dan
model pembelajaran yang digunakan pada pengetahuan yang sudah ada.
penelitian ini yaitu model pembelajaran Pembahasan
discovery learning; sebelum memulai Perubahan kurikulum tingkat satuan
pembelejaran terlebih dahulu guru merancang
pendidikan menjadi kurikulum 2013
rancangan pembelajaran RPP sesuai dengan menyebabkan beberapa guru belum
tuntutan kurikulum 2013 yang
memahami maksud dari pada kurikulum 2013
mencantumkan langkah-langkah
dan cara mengimplementasikannya. Dimana
pembelajaran untuk diterapkan serta
diketahui bahwa guru memegang peranan
menentukan model yang akan digunakan penting dalam implementasi kurikulum 2013,
dalam pembelajaran yang disesuaikan denganguru diharapkan melaksanakan pembelajaran
materi. dengan pendekatan saintifik dengan
Penerapan model pembelajaran tidak menerapkan model pembelajaran yang telah
lepas dari tahapan sintaks model
direkomendasikan oleh pemerintah.
pembelajaran discovery dengan menerapkan Kompetensi guru merupakan faktor penting
tahapan-tahapan 5M yakni, mengamati, yang harus dimiliki seorang guru, diantaranya
menanya, mengumpulkan informasi,
aspek pengetahuan, keterampilan, proses
menganalisis informasi dan menarik
berfikir, penyesuaian diri, dan sikap. Standar
kesimpulan. Setelah melakukan pengamatan kompetensi guru merupakan suatu ukuran
selama 3 kali pertemuan oleh masing-masingyang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam
subjek maka diperoleh hasil pengamatan penerapan kurikulum 2013.
gambaran penerapan model pembelajaran 1. Gambaran Pelaksanaan Standar
discovery pada Tabel 4.3. Kompetensi Guru
Tabel 4.3 Hasil observasi penerapan Berdasarkan hasil pengamatan selama
model pembelajaran Discovery Learning beberapa pertemuan maka dapat disimpulkan
dalam proses pembelajaran bahwa standar kompetensi guru disekolah
Rata-rata
Kategori SMK-SMAK Makassar merupakan guru
Kegiatan Hasil yang sangat kompeten yang memiliki
Keterlaksanaa
Pengamatan Pengamat
an
n kualifikasi akademik dibidangnya karna
Subjek 1 3,5 Sangat Baik mengajar sesuai dengan latar belakang
Subjek 2 3,7 Sangat Baik pendidikan yang diampu.
Subjek 3 3,6 Sangat Baik Pada saat proses pembelajaran
Total Rata-rata 3,6 Sangat Baik berlangsung guru melaksanakan
Sumber : Lampiran 5, Hasil Observasi pembelajaran secara terstruktur dimana
Penerapan Model Discovery Learning penyampaian materi dijelaskan secara lugas
berdasarkan tahapan langkah-langkah

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


pembelajaran yang telah dibuat sebelum memberikan motivasi kepada peserta didik
memulai pembelajaran. Pengamatan yang dalam memulai proses belajar mengajar
telah dilakukan pada saat proses hingga pada kegiaatan inti yang menunjukan
pembelajaran berlangsung menunjukan adanya aktivitas yang di dominasi oleh
gambaran standar kompetensi guru peserta didik dalam sebuah diskusi kelompok
berdasarkan aspek pengetahuan, keterampilan sehingga sebagian besar peserta didik
dan prilaku yang dimiliki oleh guru yang menjadi aktif dalam memberikan respon
dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pertanyaan kepada peserta didik lainnya.
pembelajaran dan pendidikan disekolah. Pada akhir penutup pembelajaran guru
Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat mengarahkan peserta didik memberikan
dilihat pelaksanaan kompetensi guru kesimpulan untuk masing-masing setiap
berdasarkan lampiran lembar observasi kelompok serta memberikan tugas sesuai
pelaksanaan standar kompetensi guru. materi yang telah diajarkan dan tidak lupa
2. Gambaran Penerapan Model guru mengarahkan peserta didik untuk
Pembelajaran Kurikulum 2013 mempelajari materi yang akan diajarkan
Dalam penerapannya, ada empat pekan depan. Proses pembelajaran mendapat
model pembelajaran pada kurikulum 2013 respon yang baik karena disesuaikan dengan
yaitu pembelajaran discovery learning, kondisi dan karakteristik para peserta didik.
pembelajaran Inquiry, pembelajaran berbasis Aktivitas peserta didik berlangsung efektif
pemecahan masalah (problem based dimana peserta didik lebih aktif dalam
learning) dan pembelajaran berbasis proyek merespon pembelajaran sehingga waktu
(project based learning). Model dalam pelaksanaan pembelajaran untuk
pembelajaran sangat berpengaruh untuk diskusi khususnya membutuhkan waktu yang
menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih lama untuk menyelesaikannya sehingga
efektif, sehingga guru dituntut harus bijak dapat tercapai tujuan pembelajaran.
dalam menentukan model yang akan Setelah tahapan-tahapan pembelajaran
digunakan untuk suatu materi yang akan terlaksana dengan baik, peneliti melakukan
diajarkan. wawancara terhadap masing-masing subjek
Model pembelajaran discovery lebih dengan tujuan mencari informasi yang
sering diguanakan khusunya di SMK karena berhubungan dengan pelaksanaan model
mata pelajaran di sekolah kejuruan termasuk pembelajaran berbasis kurikulum 2013 yang
kelompok mata pelajaran bidang keahlian telah diterapkan dalam proses pembelajaran
yang cenderung pada penguasaan konsep atau di kelas yang bertujuan paling efektif agar
prinsip, maka dari itu penerapan model proses belajar mengajar berjalan dengan
discovery learning paling sering digunakan kondusif.
dalam kelas teori karna disesuaikan dengan Berdasarkan hasil wawancara yang
kondisi dan materi yang diajarkan, yang diperoleh dari guru SMK-SMAK Makassar
dimana pada sekolah SMK-SMAK Makassar setelah pengamatan standar kompetensi guru
merupakan sekolah kejuruan analisis kimia dengan melihat rancangan pelaksanaan
dimana kelas teori dan laboratorium pembelajaran serta penerapan model
dipisahkan dalam proses pembelajarannya. pembelajaran berbasis kurikulum 2013 maka
Berdasarkan hasil pengamatan, hampir dapat disimpulkan bahwa implementasi
semua komponen terpenuhi dalam khususnya model pembelajaran berbasis
pembelajaran berdasakan tahapan-tahapan kurikulum 2013 telah terlaksana dengan baik.
model pembelajaran discovery. Mulai dari
kegiatan pendahuluan dimana guru SIMPULAN DAN SARAN
memberikan gambaran melalui video, gambar Simpulan:
ataupun dalam lingkungan sehari-hari yang

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


1. Gambaran pelaksanaan standar praktikum tentang penerapan model
kompetensi guru dalam proses pembelajaran kurikulum 2013.
pembelajaran dikelas menunjukan total
DAFTAR RUJUKAN
rata-rata hasil pengamatan setiap subjek Amien, M. 1987. Mengajarkan Ilmu
penelitian yaitu 3,6 pada kriteria Pengetahuan Alam (IPA) dengan
kompetensi sangat kompeten, dimana Menggunakan Metode Discovery dan
masing-masing guru telah melaksanakan Inkuiry. Jakarta: Depdikbud.
profesi-nya sebagai guru yang sangat Arifin, Z. 2016. Evaluasi Pembelajaran.
kompeten pada bidang yang diampu Prinsip Teknik dan Prosedur.
dengan menerapkan penilaian Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
kompetensi dalam proses pembelajaran Azwar. S. 2015. Penyusunan Skala Psikologi.
sedangkan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
2. Gambaran pada tahap hasil pengamatan
Agi, Ginanjar. 2015. Pengaruh Metode
pelaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa
menunjukan total rata-rata hasil SMP STKIP NU Indramayu. Jurnal
pengamatan penerapan model Kependidikan, Volume 45, Nomor 2.
pembelajaran Discovery learning adalah Diakses 16 September 2016.
3,6 kategori keterlaksanaan sangat baik, Bogdan, R.C & Biklen, S.K. 1992.
dimana masing-masing guru Qualitative Research in Education:
melaksanakan sesuai dengan tahapan An introduction to theory and
langkah-langkah pembelajaran Discovery Methods. Second Edition. Allyn and
learning dimana pada kegiatan Bacon. Boston.
pembelajaran peserta didik belajar secara Buck, B.L., Bretz, S.L., dan Towns, M.H.
aktif dalam menemukan konsep, makna 2008. Characterizing the level of
dari pengetahuan sebelumnya kemudian inquiry in the undergraduate
menggabungkan pengetahuan baru dan laboratory. Journal of College Science
pengetahuan yang sudah ada dan Teaching. Diakses 19 Juli 2016
menerapkannya pada saat proses Chang, R. 2005. KIMIA DASAR. Konsep-
pembelajaran berlangsung. Konsep Inti.Edisi ketiga. Jilid2.
Jakarta : Erlangga
Depdikbud. 1993. Kurikulum Pendidikan
Saran:
Dasar GBPP Sekolah Lanjutan
1. Bapak dan Ibu guru yang ada di SMK-
Tingkat Pertama. Jakarta: Depdikbud.
SMAK Makasssar diharapkan dapat
Eggen, Paul D. & Kauchak, Donald P. 1996.
menerapkan implementasi kurikulum
Strategis forn Teachers Teaching
2103 yang telah didapatkan pada
Content and Thinking Skill. Boston:
pelatihan diklat yang telah diikuti;
Allyn and Bacon.
meningkatkan kualitas dalam
Evi, S. Bahriah, dan Sella, M, Abadi. 2016.
mengimplementasikan kurikulum 2013
Motivasi Belajar Siswa Pada Materi
yang terdiri dari perencanaan
Ikatan Kimia Melalui Metode
pembelajaran,pelaksanaan pembelajaran,
Praktikum. EduChemia Vol.1, No.1,
dan evaluasi pembelajaran; mampu
Januari 2016 (Jurnal Kimia dan
memanejemen waktu pembelajaran
Pendidikan). Diakses 19 Juli 2016.
dengan baik; dan lebih kreatif mengelola
Fitria Rizkiana, I Wayan Dasna dan Siti
pembelajaran agar peserta didik lebih
Marfu’ah. 2016. Pengaruh praktikum
antusias dalam mengikuti pembelajaran.
dan demonstrasi dalam pembelajaran
2. Diharapkan peneliti selanjutnya inkuiri terbimbing terhadap motivasi
melakukan penelitian terhadap guru belajar siswa Pada materi asam basa

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


ditinjau dari kemampuan awal. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2012.
Pendidikan Kimia Pascasarjana- Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Universitas Negeri Malang. Jurnal Utama.
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Khoirul Anam, M.A. 2015. Pembelajaran
Pengembangan Volume: 1 Nomor: 3. Berbasis Inkuiri Metode dan Aplikasi.
Diakses 19 Juli 2016 Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hermawati, N.W.M. 2012. Pengaruh Model Nasar, Adrianus. 2011. Pendekatan Inkuiri
Pembelajaran inkuiri Terhadap Dalam pembelajaran sains.
Penguasaan Konsep Biologi dan http://admin/jurnal /2011/02/ Diakses
Sikap Ilmiah Siswa SMA Ditinjau 4 September 2016
Dari Minat Belajar Siswa, dari http:// Nafisah, Hanim. Abdullah dan Khairil. 2015.
pasca.undiksha.ac.id/ejournal/index. Penerapan Model Pembelajaran
php/jurnal_ipa/. Diakses 19 juli 2016 Inkuiri Terbimbing Berbasis
Hussain, A., Azeem, M., dan Shakoor, A., Praktikum Pada Materi Sistem
2011, Physic Teaching Methods: Ekskresi Untuk Meningkatkan Hasil
Scientific Inquiry vs Traditional Belajar Kognitif Peserta Didik Sma.
Lecture, International Journal of Jurnal EduBio Tropika, Volume 3,
Humanisties and Social Science, Vol Nomor 1. Diakses 19 Juli 2016
1, No 19, Diakses 19 Juli 2016 Mertiana, M.I.K. 2012. Pengaruh
Hake, R. R. (2002c). Relationship of Implementasi Model Pembelajaran
individual student normalized Inkuiri Terbimbing terhadap
learning gains in mechanics with Peningkatan Motivasi Belajar dan
gender, high-school physics, and Hasil Belajar IPA Yoseph I Denpasar
pretest scores on mathematics and Tahun Pelajaran 2011-2012, dari
spatial visualization. Retrieved on 3 http://pasca.undiksha.ac.id/e-
March 2007 as reference 22 from journal/index.php/jurnal_pendas/.
<http://www.physics.indiana.edu/~ha Diakses 19 Juli 2016.
ke>. Diakses 17 September 2016. Oemar Hamalik. 2009. Proses Belajar
Iis Jahro Siti, 2010. “Analisis Penerapan Mengajar. Bumi aksara. Jakarta
Metode Praktikum Pada Pembelajaran Purba,M. 2007. Kimia 2 Untuk SMA Kelas
Ilmu Kimia disekolah Menengah XI. KTSP Standar isi 2006. Jakarta:
Atas” Erlangga
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/ Rustaman, 1996. Peranan Praktikum dalam
41092934.pdf diakses 19 Juli 2016 Pendidikan Biologi. Makalah untuk
Jensen, Eric. 2008. Pembelajaran Berbasis- penyuluhan pengelolaan praktikum
Otak. Indeks.Jakarta Biologi LPTK FPMIPA IKIP
Khan, M. dan Iqbal, M., 2010, Effect of Bandung.
Inquiry Lab Teaching Method on The Sardiman A.M., 2011. Interaksi dan Motivasi
Development of Scientific Skill Belajar Mengajar,Jakarta:
Through The Teaching of Biology in Rajagrafindo Persada.
Pakistan, Journal Strength for Today Sugiono, 2009. Metode Penelitian. Bandung:
and Bright Hope for Tomorrow, Vol Grapindo
11, No 1, Diakses 2 Oktober 2016 Sudarmi. 2009. Model Pembelajaran Inkuiri
Kurniawan, Deni. 2011. Pembelajaran Terbimbing Melalui Lab Riil Dan
Terpadu. Bandung: Pustaka Cendikia Virtuil Ditinjau Dari Gaya Belajar
Utama Dan Kemampuan Berpikir Abstrak.
Tesis. PPs Pendidikan Fisika.

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Diakses 19 Juli 2016 Ayu Nursholikhah. 2014. Analisis Kesiapan
Syaiful Bahri Djamarah. 2011. Strategi Guru Dalam Mengimplementasikan
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran
Cipta. Matematika (Online).
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan (http://eprints.ums.ac.id/28715/17/NA
Pembelajaran: Teori dan Praktik SKAH_PUBLIKASI, Diakses Pada
Pengembangan. Jakarta: Kencana tanggal 1 Desember 2016)
Prenada Media Group.
2012. Perencanaan dan Boteach. S. 2006. 10 Conversations You
Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta Need To Have With Your Children.
:Fajar Interpratama Offset. New York: Regan Books.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2001.
Media Pengajaran. Bandung: Sinar BSNP. 2006. Peraturan Pemerintah Nomor
Baru Algesindo. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Suparno, P. 2005. Miskonsepsi dan Nasional Pendidikan. Jakarta.
Perubahan Konsep dalam Pendidikan
Fisika. Jakarta: Grasindo. Ferdinandus. 2014. Delapan Masalah Dalam
Subana, 2000. Statistik Pendidikan, Penerbit Implementasi Kurikulum 2013
Pustaka Setia Bandung. (Online). Harian Metrotvnews.com,
Trianto. 2010. Model-Model Pembelajaran Rabu 19 Oktober 2014. Diakses
Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. tanggal 5 Mei 2017.
Jakarta : Prestasi Pustaka
UU Sisdiknas. 2003. Undang- Gardner . 2006. Teknik Mengembangkan
UndangRepublik Indonesia Nomor 20 Guru dan Siswa;Buku Panduan untuk
Tahu2003. http://www.unpad.ac.id/wp- Penilik Sekolah Dasar. Jakarta:
content/uploads/2012/10/UU20-2003 Grasindo. Penerjemah: Setyani D.
Sisdiknas.pdf. Diakses pada tanggal 17 Sjah.
September 2016. Ahmad. 1975. Menjadi
Pimpinan Efektif. Jakarta : PT. Gramedia. Hosnan. M. 2014. Pendekatan Saintifik dan
Konstektual dalam pembelajaran
Anonim. 2013. Pembelajaran Kompetensi abad 21. Bogor : Ghalia Indonesia
Smk Kurikulum 2013 Dengan
Pendekatan Saintifik Dan Penilaian Hidayat. S. 2013. Pengembangan Kurikulum
Autentik (Online). (http: //www.m- Baru. Bandung : PT. Remaja
edukasi.web.id Media Pendidikan Rosdakarya
Indonesia, Diakses 17 November
2016) I Gusti Ngurah P, Nyoman Dantes, I Made
Yudiana. 2013. Study Evaluatif
Arifatud, Venissa, dan Rohmat. 2015. Berbasis Model Centered, Input,
Implementasi Kurikulum 2013 pada Process, Productive Terhadap
perangkat Pembelajaran Model Pelaksanaan Pendidikan Sistem
Discovery Learning Pendekatan Ganda (PSG) Di SMK Mas Ubud
Scientific Terhadap Kemampuan Pada Jurusan Multimedia. E-journal
Komunikasi Matematis Materi Program Pascasarjana Universitas
Geometri SMK (Online). (http : Pendidikan Ganesha
//jurnal.unimus.ac.id JKPM, Volume
2 Nomor 1). Diakses Pada tanggal 3
Maret 2017

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


Jhon Helmi. 2014. Penilaian Autentik Dalam Suharno. 2014. Implementasi Pembelajaran
Kurikulum 2013 (Online). Berbasis Kurikulum 2013 Pada
(http://jurnalalishlah.word/2014, Mata Pelajaran Biologi Di SMA
Diakses pada tanggal 4 April 2017) Neg 1 Gondang Kabupaten
Tulunggangung (Online). (Jurnal
Kemendikbud. 2013. Pengembangan Humanity, ISSN 0216 – 8995.
Kurikulum 2013. Paparan Mendikbud Diakses pada tanggal 9 Desember
dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. 2016)
Jakarta :Kemdikbud
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian
Kemendikbud. 2016. Buku Panduan PLPG Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
2016 Materi Pedagogik. Paparan Bandung: Alfabeta.
Mendikbud dalam Sosialisasi
Kurikulum 2013. Jakarta Setianingsih, Nuning. 2015. Evaluasi
:Kemendikbud Kesiapan Guru Kimia Dalam
Implementasi Kurikulum 2013 Di
Kurinasih, I. Sani, B.2014. Sukses Madrasah Aliyah Negeri Pilot Project
Mengimplikasikan Kurikulum 2013. DIY. Tesis Program Studi Pendidikan
Jogjakarta : Kata Pena. Sains (Online).
(http://eprints.uny.ac.id/25981/1/tesis-
Kosasi.E .2014. Strategi Belajar dan nuning-setianingsih-
Pembelajaran (Implementasi 13708259010.swf, Diakses 15
Kurikulum 2013). Bandung : Oktober 2016)
Yrama Widya
Surachman, Yuni dan suhardi. 2014.
Kwartolo, Yuli. 2002. Catatan Kritis tentang
Implementasi Scientif Process Pada
Kurikulum Berbasis Kompetensi.
Mata Pelajaran Biologi Di MA
Jurnal Pendidikan Penabur.
Kotamadya Yogyakarta (Online).
Musfah, Jejen. 2011.Peningkatan Kompetensi Jurusan Biologi FMIPA UNIY (Jurnal
Guru. Jakarta : Kencana Pendidikan Matematika dan Sains
Tahun II, No 2. Di akses 25 April
Nurdin. 2007. Model Pembelajaran 2017)
Matematika yang Menumbuhkan
Kemampuan Metakognitif Untuk Susilo Nugroho. 2014. Kualifikasi Akademik
Menguasai Bahan Ajar. Disertasi. dan Kompetensi Guru (Online). (http :
Surabaya: PPS UNS. //indo-
dinamis.blogspot.co.id/2013/04/kualif
Pollard. 2005. Reflective Teaching. New ikasi-akademik-kompetensi-
York: Continuum. guru.html. Di akses tanggal 31 mei
2017)
Riana Nurmalasari, Reta Dian Purnama, dkk.
2014. Peran Guru Dalam Trianto. 2010b. Mendesain Model
Implementasi Kurikulum 2013 Pembelajaran Inovatif – Progresif.
(Online). (Jurnal Program Jakarta : PT Kencana Predana Media
PascaSarjana Universitas Negeri Grup
Malang. Dikases pada tanggal 10
Desember 2016) Vernianthy, Kanan Marinding. 2016. Profil
Ridwan, A. S. 2014. Inovasi Pembelajaran. Kemampuan Guru
Jakarta: Bumi Aksara Mengimplementasikan Pendekatan

Asniati, PPS UNM Kimia 2017


Saintifik Dalam Pembelajaran
Matematika. Tesis Program Studi
Pendidikan Matematika. Universitas
Negeri Makassar.

Yoko, Rimy. 2015. Implementasi Pendekatan


Saintifik Dalam Pembelajaran IPA.
Widyaiswara LPMP D.I Yogyakarta
(Online). (http://lpmpjogja.org/wp-
content/uploads/2015/08/Implementasi-
Pendekatan-Saintifik-Dalam-
Pembelajaran-IPA1.pdf, Diakses: 25
Desember 2016)

Asniati, PPS UNM Kimia 2017