Anda di halaman 1dari 1

Pada zaman dahulu ada cerita rakyat terjadi di lingkungan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan

Kecamatan Magersari Kota Mojokerto . Ternyata Ditempat itu ada beberapa makam yang dikeramatkan
. Yang dianggap sebagai pepunden. Diantaranya makam mbah Derpo, makam mbah Suto, Dan makam
Mbah Putri Pandan Sari.

Yang saya ceritakan disini adalah Mbah Putri Pandan Sari yang letaknya urutan ke 3 dari pintu
masuk makam . Yang dilambangkan dengan bentuk LUMPANG BATU diatasnya.

Zaman dahulu ada dua sosok mayat yang hanyut disungai. Yang menurut ceritanya berasal dari
daerah yang sangat jauh ……….sekali Kira – kira dari Jawa Tengah . Kala itu kedua mayat menepi
ditempat yang berbeda . Satu menepi didaerah Balongsari yang berjenis laki-laki dan konon katanya
bernama Mbah Sumo. Dan akhirnya tempat itu diberi nama Sumolepen . “Lepen “ artinya sungai dan
Sumo nama orang yang ditemukan hanyut disungai itu.

Sedangkan yang satu lagi yang berjenis perempuan tersangkut dan menepi didaerah Kedungsari
yang banyak ditumbuhi tanaman pandan yang sangat lebat , Sehingga orang memberi nama Putri
Pandan Sari, yang dimakamkan didaerah Kedungsari dan ditandai dengan Lumpang Batu . Menurut
masyarakat di Kedungsari Lumpang Batu itu sudah ada sejak nenek moyongnya dulu.

Menurut cerita turun - temurun . Pada zaman Belanda …..Lumpang Batu itu pernah di bawah ke
musium di Kabupaten Mojokerto . Akan tetapi pada pagi harinya Lumpang Batu itu kembali ketempat
semula yaitu didalam makam lingkungan Kedungsari. Dan tidak ada yang tahu bagaimana kembalinya.
Karena waktu membawanya saja harus menggunakan kendaraan dan sangat berat sekali.

Dan hingga sampai sekarang makam tersebut dikeramatkan oleh Masyarakat Kedungsari. Setiap ada
orang yang mempunyai Hajat , selalu mengirim doa dimakam Mbah Putri Pandan Sari .Itulah sekelumit
cerita rakyat dari lingkungan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari Kota
Mojokerto.