Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan

Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilakukan pada PT Indonesia Power UP


Saguling Sub-Unit PLTA Kracak bidang pemeliharaan mekanik pada
pelumasan Jacking Oil. Kegiatan yang dilakukan selama PKL berlangsung
ialah melakukan pengamatan, praktik kerja dan pencarian referensi tentang
masalah yang terjadi pada manual book di perpustakaan sesuai dengan
kemampuan dan izin yang diberikan pembimbing.
Selama pelaksanaan Kerja Praktik, terdapat aturan-aturan diantaranya :

a. Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang terdiri dari wearpack,


safety shoes dan helmet
b. Tidak diperkenankan melakukan suatu pekerjaan tanpa seizin dari
pembimbing.
c. Melakukan semua pekerjaan sesuai dengan IK (Instruksi Kerja).

d. Mengikuti semua kegiatan yang diadakan perusahaan.

Bentuk kegiatan berupa operasi dan pemeliharaan pada berbagai


komponen mekanik baik pada sistem PLTA, Transmisi, Proteksi, Kontrol,
dan sistem pendukung yang lain.

Gambar 4.1 Alat Pelindung Diri

36
4.2 Komponen pada Jacking Oil
No. Nama Gambar Fungsi
Berfungsi untuk
mengukur besar kapasitas
Alat debit dari oil yang melaju
1. pengukur per menit dalam pipa
debit aliran guna memastikan pipa
layak operasi (tidak
terjadi kebocoran).
Memompa Jacking Oil
menuju Thrust Base
untuk mengangkat shaft
rotor dengan membuat
lapisan thick oil film guna
Motor
menjaga putaran rotor
AC/DC
2. agar tidak terjadi vibrasi
(Jacking
yang bisa merusak Thrust
Oil Pump)
Bearing. (AC motor
untuk pompa utama dan
DC motor untuk pompa
cadangan bila terjadi
Blackout).
Untuk mengukur tekanan
pada saluran jacking Oil
sebagai indikator
kenaikan tekanan dari 1.5
Pressure Bar menuju 145 Bar
3. Gauge pada supaya mampu membuat
Jacking Oil lapisan thick oil film yang
kuat mengangkat shaft
rotor agar tidak terjadi
vibrasi yang bisa merusak
thrust bearing.

37
Untuk menyaring oil
bekas pakai dari Thrust
Base maupun Thrust
Bearing supaya terbebas
dari kontaminan guna
merawat komponen
Thrust Base dan Thrust
4. Filter
Bearing supaya tidak
mudah rusak dan supaya
kontaminan tidak
menghambat aliran oil
pada pipa aliran di sistem
Jacking Oil.

Sebagai alat pengukur


temperatur output oil dari
dalam Thrust Base dan
Termometer Thrust Bearing guna
5. Saluran mendeteksi overheat pada
Output Oil alat yang disebabkan oleh
rusaknya heat exchanger
(Temperatur normal 40o
C).
Sebagai alat pengukur
temperatur input oil yang
menuju ke Thrust Base
6. Termometer dan Thrust Bearing guna
Saluran mendeteksi overheat pada
Input Oil alat yang disebabkan oleh
rusaknya heat exchanger.
(Temperatur normal 32o
C)

38
Untuk mengukur tekanan
pada oil yang mengalir
setelah melewati filter
sebagai indikator
Pressure kebersihan filter, apabila
7. Gauge pada nilai tekanan di bawah
Filter 1.3 bar maka filter kotor
dan perlu dilakukan
maintenance supaya oil
yang disaring tetap
bersih.
Untuk menyaring ulang
oil dari Motor AC/DC
(Jacking Oil Pump) guna
terbebas dari kontaminan
Secondary
berupa partikel kecil dari
8. Filter untuk
korosi pada mesin motor
Jacking Oil
untuk menghindari
vibrasi pada rotor
sehingga tidak merusak
Thrust Bearing.
Berfungsi untuk membagi
aliran menjadi 2 jalur
pada sistem perpipaan
Klep Jacking Oil, dimana yang
pembagi satunya mengarah
9.
aliran pada langsung ke filter tanpa
Jacking Oil pendinginan dari Heat
Exchanger sedangkan
yang lain mengarah ke
Heat Exchanger.

39
Berfungsi untuk
menyaring air dari
High penstock dengan tekanan
10. Pressure tinggi berupa 10.5 Bar
Filter yang akan disalurkan ke
filter 60 mesh menuju
Heat Exchanger.
Berfungsi untuk
menyaring air dari High
Filter Pressure Filter dengan
ukuran 60 besar saringan 60 Mesh
11. Mesh pada yang akan disalurkan
Heat menuju Heat Exchanger
Exchanger sebagai media pendingin
oil.

Berfungsi untuk media


Pipa penyalur air menuju Heat
transmisi Exchanger sekaligus
12. air pada media pembuangan air
Heat yang telah menyerap
Exchanger panas dari oil menuju
tailrace.
Berfungsi sebagai media
penukar panas dengan
bentuk U-tube dan aliran
Heat counter flow dari oil
13.
Exchanger dengan perantara air
dingin, sehingga
temperatur oil bisa
diturunkan.

40
4.3 Sistem Kerja Operasi Jacking Oil
Jacking Oil pada PLTA Kracak berfungsi untuk mengalirkan oil menuju
Thrust
Base untuk mengangkat rotor dengan lapisan thick oil film supaya rotor yang
dikopling pada Thrust Base dapat terangkat saat putaran rendah (starting / stoping)
sehingga tidak mengalami vibrasi yang dapat merusak Thrust Bearing dan
posisinya tetap tegak lurus saat rotor berputar dengan rpm rendah. Jika putaran
rotor sudah tinggi mendekati 75% dan stabil maka Jacking Oil pump dapat
dimatikan. Adapun cara kerjanya adalah :
1. Oil bekas pakai dari pengangkatan rotor keluar dengan temperatur
40o C melalui pipa output menuju 2 jalur pipa yakni Heat
Exchanger dan Filter.
2. Oil yang melalui pipa yang terhubung dengan Heat Exchanger
bercampur dengan oil dari sistem saluran Main Lube Oil dan Heat
Exchanger menukar panas dari oil dengan media air pendingin yang
dialirkan dari High Pressure Filter yang berada di lantai bawah
dekat turbin menuju Filter yang berukuran 60 Mesh untuk
pemurnian air.
3. Air yang mengalir dalam Tube Heat Exchanger menyerap panas
dari oil dengan prinsip aliran Counter Flow pada Tube berbentuk U
adapun temperatur oil turun menjadi 32o C. Sedangkan untuk oil
yang langsung menuju Filter disaring tanpa pendinginan.
4. Oil yang sudah didinginkan dari Heat Exchanger melaju menuju
Filter untuk dilakukan penyaringan supaya oil terpisah dari
kontaminan, dan bercampur dengan oil yang langsung menuju filter
tanpa pendinginan. Kemudian keduanya bercampur dan temperatur
oil yang langsung menuju filter tanpa pendinginan pun juga ikut
turun.
5. Lalu oil yang sudah disaring kemudian dipompa oleh AC motor
(jacking oil pump) yang terkopel dengan motor DC sebagai back-
up jika terjadi blackout, menuju ke secondary filter.
6. Secondary Filter menyaring oil kembali untuk memastikan bahwa
oil benar-benar terbebas dari kontaminan yang kemungkinan
dibawa oil setelah melewati AC/DC motor (Jacking oil pump) yang
41
bisa berupa karat, debu maupun korosi dari mesin. Supaya tidak
merusak pergerakan rotasi dari rotor yang tersambung dengan
Thrust Base yang dapat menyebabkan vibrasi akibat hambatan
partikel kontaminan.

4.4 Inspeksi dan Pemeliharaan pada Sistem Jacking Oil


No. Jenis Komponen Inspeksi Keterangan
pemeliharaan
Pastikan debit aliran
yang terbaca pada alat
Sensor adalah
aliran dan 2.5 L/menit jika dibawah
1. kelayakan itu cek apakah ada
Operasi pada kebocoran pada pipa
pipa atau ada endapan / scale
yang menghalangi debit
aliran oil.
Lakukan pengecekan
pada item no. 1 dan 2,
bila kabel AC/DC Motor
rusak atau putus segera
diganti (biasanya karena

2 digigit tikus) dan bila


Inspeksi 1
sekat penyelaras putaran
kelayakan
AC motor dan DC Motor
2. operasi
sudah hampir patah
Jacking Oil
segera ganti dengan
Pump
yang baru supaya saat
terjadi Blackout putaran
yang dihasilkan DC
motor dapat
tersinkronisasi dengan
putaran AC motor.

42
Cek apakah tekanan
Sensor pada jacking oil berada
kelayakan posisi 145 Bar jika tidak
operasi maka ada kemungkinan
3.
Pressure ada kerusakan pada filter
Gauge pada atau secondary filter
Jacking Oil maupun pada pipa
jacking oil itu sendiri.
Cek batas waktu
pemakaian pada filter
apakah sudah mencapai
±3 bulan atau belum.
Jika iya maka alihkan
menuju fiter back-up
Inspeksi
jika beroperasi namun
kelayakan
4. jika unit tidak beroperasi
operasi pada
maka sebaiknya
Filter
dibersihkan dengan cara
membongkar casing
filter dan bersihkan
kawat-kawat penyaring
kontaminan dengan
kompressor.
Pastikan temperatur
aliran oil yang keluar
Sensor terbaca sebesar 40o C
kelayakan pada termometer output
5. operasi pada jika lebih daripada itu
Heat silahkan cek aliran pada
Exchanger tube Heat Exchanger
apakah terhalangi
sampah atau tidak.

43
Pastikan temperatur
aliran oil yang masuk
Sensor terbaca sebesar 32o C
6. kelayakan pada termometer input
operasi pada jika lebih daripada itu
Heat silahkan cek aliran pada
Exchanger tube Heat Exchanger
apakah terhalangi
sampah atau tidak.
Pastikan tekanan aliran
oil sebesar 1.3 bar pada
Sensor Pressure Gauge jika
kelayakan kurang daripada itu
7.
operasi pada kemungkinan kawat
Filter penyaring kontaminan
pada filter, sudah kotor
dan harus dibersihkan.
Cek batas waktu
pemakaian pada filter
apakah sudah mencapai
±3 bulan atau belum.
Jika iya maka bongkar
Secondary casing filter dan
8. Filter pada bersihkan kawat-kawat
Jacking Oil penyaring kontaminan
dengan kompressor

44
Pastikan temperatur
yang terbaca pada
termometer aliran output
dan input sesuai dengan
temperatur yang
diizinkan jika melebihi
Inspeksi maka besar
13. pada Heat kemungkinan aliran air
Exchanger pendingin dalam Heat
Exchanger tersumbat
oleh sampah plastik
sehingga oil tidak bisa
didinginkan secara
sempurna dan
dibutuhkan pembersihan.

45
4.5 Troubleshooting Anomali Durasi Pengoperasian Sistem Jacking Oil

Selama masa PKL yaitu pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2017 terjadi
permasalahan waktu operasi pada Jacking Oil unit 3 dimana Jacking Oil Pump yang
seharusnya bekerja saat unit start dan stop saja menjadi bekerja di setiap waktu.
Adapun penyebab dari kendala ini bisa dikategorikan menjadi 2 hal yaitu :
a. Bentuk Shaft pada rotor sudah tidak simetris (asimetris).
b. Rusaknya kontaktor pada Control Panel untuk Jacking Oil Pump.

Solusi dari permasalahan diatas adalah dilakukan maintenance berupa


pengecekan kelayakan operasi pada kontaktor dan membongkar shaft rotor untuk
dikompres dahulu bagian yang asimetris, jika tidak bisa diatasi dengan cara itu maka
perlu dilakukan pengelasan pada bagian shaft rotor yang agak bengkok kemudian
dibubut untuk membuatnya simetris kembali atau jika tidak ingin hal yang
merepotkan bisa ditempuh dengan cara mengganti shaft rotor lama dengan shaft rotor
yang baru namun biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal, bila kontaktor mengalami
kerusakan berupa tidak bisa switching maka layak untuk diganti. Namun bila
kontaktor tidak rusak maka dapat dipastikan bahwa anomali durasi pengoperasian
pada sistem Jacking Oil hanya disebabkan karena shaft rotor tidak simetris.
Alasan mengapa Jacking Oil Pump terus beroperasi karena bila shaft rotor
tidak simetris maka akan menyebabkan putaran yang unbalance disebabkan torsi
momen pada shaft rotor yang tidak seimbang. Sehingga berdampak terjadinya vibrasi
dimana putaran rotor agak oleng dan tidak stabil. Oleh sebab itu Jacking Oil Pump
beroperasi setiap waktu guna mengalirkan Jacking Oil yang menjadi pembatas berupa
thick oil film antara shaft rotor dan thrust bearing supaya gesekan antara shaft rotor
dengan Thrust Bearing dapat dihindari karena adanya pembatas berupa pelumas
berupa Jacking Oil. Hasilnya unit dapat beroperasi tanpa khawatir akan terjadi
kerusakan pada Thrust Bearing.
Jika keadaan normal Jacking Oil Pump hanya beroperasi saat unit start dan
stop saja dan berhenti apabila putaran rotor telah mencapai 75% dari putaran 750
rpm, dikarenakan jika putaran awal dan akhir, putaran rpm dari rotor masih pelan dan
cenderung unbalance, dan jika putaran rpm sudah tinggi saat rotor yang normal

46
cenderung akan terangkat dan putarannya menjadi stabil tanpa khawatir akan terjadi
gesekan dengan thrust bearing.
Adapun alasan mengapa hingga saat ini belum dilakukan maintenance
disebabkan karena menunggu jadwal maintenance dari Tender perusahaan asal
Jepang yang disewa jasanya oleh PT. Indonesia Power selain itu unit 3 PLTA Kracak
juga masih mampu beroperasi walaupun ada kerusakan pada shaft rotor hanya saja
perlu ditunjang dengan kerja dari Jacking Oil Pump di setiap waktu selama unit
beroperasi.

47