Anda di halaman 1dari 6

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN

PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN


LINGKUNGAN HIDUP
(SPPL)

PEMRAKARSA :
BASKORO WIDIANTO

WIDATI TOUR AND TRAVEL


PRINGSEWU BARAT KECAMATAN PRINGSEWU
KABUPATEN PRINGSEWU
2018

0
SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP (SPPL)

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:


 Nama : BASKORO WIDIANTO
 Jabatan : Direktur Utama
 Alamat : Jl. Rukun No. 572 RT.03 RW.01 Kel.
Pringsewu Barat Kec. Pringsewu

Selaku penanggung jawab atas pengelolaan lingkungan dari:



Nama perusahaan/Usaha : P.T. Widati Putrama Mandiri
o Widati Tour and Travel
 Alamat perusahaan/usaha : Jl. Satria No. 531 KelurahanPringsewu
Barat Kec. Pringsewu

Jenis Usaha/sifat usaha : Jasa Perjalanan Wisata

Luas lahan : 427 m2 / 225 m2

Perizinan yang dimiliki : a. Izin Tetangga
b. Sertifikat Tanah
c. Rekomendasi Lurah
d. Rekomendasi Camat

Dengan ini menyatakan bahwa kami sanggup untuk:


1. Melaksanakan ketertiban umum dan senantiasa membina hubungan
baik dengan tetangga sekitar.
2. Menjaga kesehatan, kebersihan dan keindahan di lingkungan usaha.
3. Bertanggung jawab terhadap kerusakan dan/atau pencemaran
lingkungan yang diakibatkan oleh usaha dan/atau kegiatan tersebut.
4. Bersedia melaksanakan isi dokumen ini dan dipantau dampak
lingkungan dari usaha dan/atau kegiatannya oleh pejabat yang berwenang.
5. Bersedia mencatat dan mendokumentasikan semua kegiatan yang
dilaksanakan diantaranya pencatatan volume timbulan limbah dan
sebagainya.
6. Menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup di lokasi
dan disekitar tempat usaha dan/atau kegiatan.
7. Membantu dan mendukung kemitraan terhadap program-program
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Kabupaten Pringsewu seperti Dana Mitra Lingkungan, Adipura,

1
Adiwiyata, Bank Pohon, Warga Madani, Peringatan Hari-Hari Lingkungan
Hidup Indonesia, Kalpataru dan kegiatan lingkungan hidup sejenis lainnya.
8. Apabila kami lalai untuk melaksanakan pernyataan pada angka 1 sampai
angka 6 di atas, Kami bersedia bertanggung jawab sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keterangan:
A. Rencana Usaha/Kegiatan
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh P.T. Widati Putrama Mandiri adalah
jasa transportasi wisata dengan merek dagang Widati Tour dan Travel
dengan karyawan sebanyak 3 orang. Usaha travel. Usaha yang dilakukan
melakukan perjalanan umroh dan wisata rohani, dengan paket tour yang
bervariasi. Kebutuhan kendaraan dilakukan secara sewa sehingga tidak
menanggung biaya perawatan kendaraan dan tidak membutuhkan tempat
parkir kendaraan.

B. Dampak lingkungan yang terjadi:


Setiap usaha/kegiatan pasti menimbulkan dampak baik positif maupun
negatif. Dampak yang diperkirakan akan terjadi dari kegiatan perjalanan
wisata antara lain:

1. Kebisingan
Kebisingan dapat terjadi dengan adanya aktifitas kendaraan milik usaha
yang datang dan pergi untuk menjemput dan mengantar penumpang.
Selain itu akibat kendaraan pribadi yang mengantar calon penumpang
ke lokasi usaha.

2. Penurunan kualitas dan kuantiats air tanah.


Limbah cair bersumber dari aktifitas domestik karyawan dan
pengunjung lainnya. Limbah cair ini jika dibuang sembarangan akan
berpengaruh pada menurunnya kualitas air tanah.

3. Limbah Padat
Limbah padat yang ditimbulkan termasuk dalam limbah padat domestik
baik karyawan maupun pengunjung.

2
4. Terbukanya lapangan pekerjaan
Kegiatan perjalanan wisata memerlukan karyawan untuk administrasi
kantor, sopir dan kondektur, guide perjalanan, hingga marketing
sehingga membuka lapangan pekerjaan terutama bagi penduduk sekitar
sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

5. Penurunan kualitas udara


Penurunan kualitas udara dapat terjadi dengan adanya aktifitas
kendaraan milik usaha ataupun milik penumpang perjalanan wisata.

C. Pengelolaan dampak lingkungan yang dilakukan :


Untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang terjadi sehubungan dengan
pengelolaan kantor perjalanan wisata, Kami merencanaan pengelolaan dan
pemantauan dampak lingkungan sebagai berikut:.

1. Kebisingan
Pengelolaan dampak kebisingan tidak dilakukan secara khusus karena
tidak semua konsemen menggunakan kendaraan dan juga konsumen
datang bergantian sesuai dengan jadwalnya masing-masing. Untuk
kendaraan milik perusahaan hanya akan datang jika jadwalnya telah
ada. Selain itu dengan melakukan perawatan kendaraan secara berkala
akan meminimalisir suara yang keluar dari mesin kendaraan.

2. Penurunan kualitas dan kuantiats air tanah.


a. Limbah cair akan diolah terlebih dahulu dengan membuat IPAL
sederhana berupa bak filtrasi sederhana yang terdiri dari 3 bak. Bak
pertama berfungsi untuk pengendapan padatan atau pemisah air
dari partikel padat seperti pasir atau partikel padat organik melalui
proses fisika yakni sedimentasi. Bak kedua berfungsi sebagai
penyaringan dengan dilengkapi ijuk, pasir, koral dan batu kali. Pada
keluaran bak kedua ini diharapkan mendapat cairan bebas kotoran,
bau dan kuman. Bak ketiga merupakan bak indikator sebagai tolak
ukur hasil buangan air limbah layak atau tidak dibuang ke perairan.
Indikator yang digunakan adalah menggunakan ikan mas.

3
b. Untuk meningkatkan kuantitas air akan dibuat sumur resapan dan
lubang biopori sehingga air hujan tidak langsung terbuang secara
percuma ke selokan. Selain itu akan ditanam pohon di sekitar lokasi
usaha sehingga penyerapan air akan semakin maksimal.

3. Limbah Padat
Limbah padat domestik akan dikelola dengan konsep 3R, yaitu Reuse,
Reduce dan Recycle. Limbah padat domestik dikelola dengan
menyiapkan bak sampah dua warna yang berbeda yaitu kuning dan
hijau. Kuning untuk sampah anorganik dan hijau untuk organik. Untuk
sampah organik akan dibuat pupuk kompos sedangkan sampah
anorganik akan dipilah dan dijual kembali kepada pengepul. Sedangkan
untuk sampah yang tidak diambil oleh pengepul akan dibuang dengan
bekerjasama dengan perangkat desa setempat serta Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten Pringsewu untuk dibawa ke TPA.

4. Terbukanya lapangan pekerjaan


Dengan adanya kegiatan perjalanan wisata memberikan kesempatan
kerja kepada penduduk sekitar sehingga mengurangi pengangguran
yang merupakan salah satu dampak positif.

5. Penurunan kualitas udara


Pengelolaan dampak penurunan kualitas udara tidak dilakukan secara
khusus karena tidak semua konsemen menggunakan kendaraan dan
juga konsumen datang bergantian sesuai dengan jadwalnya masing-
masing. Untuk kendaraan milik perusahaan hanya akan datang jika
jadwalnya telah ada. Selain itu dengan melakukan perawatan
kendaraan secara berkala akan meminimalisir suara yang keluar dari
mesin kendaraan.

4
SPPL ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan berakhirnya usaha
dan/atau kegiatan atau mengalami perubahan lokasi, desain, proses, bahan
baku dan/atau bahan penolong sehingga perlu di susun dokumen yang lebih
lengkap.

Demikian Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan


Lingkungan Hidup (SPPL) ini disusun. Terimakasih atas perhatiannya.

Pringsewu, Januari 2018

Menyetujui, Yang menyatakan,


KEPALA DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN PRINGSEWU

EMIL RIADY, S.Sos. BASKORO WIDIANTO


NIP. 19600805 198101 1 003 Pemrakarsa

PENGESAHAN DOKUMEN OLEH


DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN PRINGSEWU
NOMOR : TANGGAL :