Anda di halaman 1dari 6

Superheater

Figure 1 Bagian Boiler


Figure 2 Diagram Superheater

Figure 3 Siklus Rankine pada PLTU


Figure 4 Diagram T-S Superheater dan reheater

Figure 5 Siklus Rankine dengan superheater

Siklus Rankine adalah siklus daya uap yang


digunakan untuk menghitung atau memodelkan

proses kerja mesin uap / turbin uap. Siklus ini

bekerja dengan fluida kerja air. Semua PLTU

(pembangkit listrik tenaga uap) bekerja berdasarkan

prinsip kerja siklus rankine. Siklus Rankine

pertama kali dimodelkan oleh: William John

Macquorn Rankine, seorang ilmuan Scotlandia dari

Universitas Glasglow.

Pengertian Superheater

Pada sistem pembangkit tenaga uap

dibutuhkan superheater. Uap berasal dari ketel uap,

fungsi superheater pada pemanasan ini yaitu

meningkatkan kualitas uap yang dihasilkan ketel

uap. Uap yang dihasilkan ketel uap masih berupa

uap basah. Jika uap basah ini digunakan langsung

untuk menggerakkan turbin, maka kurang

mnguntungkan. Selain sudut turbin uap akan cepat

rusak, kerja yang dihasilkan juga tidak optimum.

Dengan pemakaian superheater, uap basah ketel

uap turbin akan dikeringkan. Sehingga

meningkatkan kuliatas dan memberikan kerja pada

turbin uap yang lebih baik .


Referensi : SIMULASI THERMAL STRESS PADA TUBE SUPERHEATER YANG

DIGUNAKAN PADA PEMBANGKIT UAP MINI ( MINI STEAM

GENERATOR ) MENGGUNAKAN ANSYS 14,5

Fungsi dan Cara Kerja Superheater

BOILER SUPERHEATER

Fungsi

Untuk memanaskan uap dari Boiler Drum agar temperatur uap susuai dengan keperluan.

Superheater Primer (Utama):

Untuk memanaskan kembali uap dari Superheater sekunder agar temperatur (suhu) uap meningkat (naik)
sesuai dengan desain yang telah direncanakan sesuai kebutuhan.
Pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), uap hasil produksi Superheater digunakan untuk memutar
Turbin Uap. Namun temperatur uap harus kering sesuai dengan desain Turbin Uap.

Superheater Sekkunder:

Berfungsi untuk memanaskan uap basah yang datang dari Steam Drum (Boiler Drum) dan diteruskan ke
Superheater Primer.

Cara Kerja

Uap dari Boiler Drum belum sepenuhnya kering (masing mengandung titik-titik air) dan tidak boleh
digunakan untuk memutar sudu-sudu Turbin Uap karena akan merusak sudu Turbin Uap.

Maka dari itu, uapa dari Steam Drum harus dipanaskan agar uap basah tersebut harus dipanaskan kembali
oleh Superheater agar menjadi uap kering (tidak mengandung titik-titik air).

Referensi : https://powerlistrik.com/fungsi-dan-cara-kerja-superheater-pada-boiler-5/