Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 HAKIKAT NEGARA
Keberadaan suatu negara menjadi penting manakala rakyat membutuhkan
wadah yang dapat menjamin kelangsungan hidup mereka. Berikut ini adalah
pendapat beberapa tokohtentang hakikat negara. .
1. Plato
Menurut plato Hakikat negara adalah suatu tubuh yang senantiasa maju,
berevolusi, dan terdiri dari orang-orang (individu-individu)
2. Hugo de Groot (Grotius)
Menurut Hugo de Groot (Grotius) Hakikat negara adalah ibarat suatu
perkakas yang dibuat manusia untuk melahirkan keberuntungan dan kesejahteraan
umum.
3. Thomas Hobbes
Menurut Thomas Hobbes Hakikat negara adalah suatu tubuh yang dibuat oleh
orang banyak, yang masing-masing berjanji akan memakainya menjadi alat untuk
keamanan dan perlindungan mereka
4. J.J. Rousseau
Menurut J.J. Rousseau Hakikat negara adalah perserikatan rakyat dalam
melindungi dan mempertahankan hak masing-masing diri dan harta benda
anggota-anggota yang tetap hidup dengan bebas merdeka.
5. Karl Marx
Menurut Karl Marx Hakikat negara adalah suatu alat kekuasaan bagi manusia
(penguasa) untuk menindas kelas manusia yang lain.
6. J.H.A. Logemann
Menurut J.H.A. Logemann, Hakikat negara adalah suatu organisasi
kemasyarakatan yang mempunyai tujuan melalui kekuasaannya dalam mengatur
serta menyelenggarakan sesuatu yang berkaitan dengan jabatan, fungsi lembaga
kenegaraan, atau lapanga kerja yang terdapat dalam masyarakat.
7. Roger F. Soltau
Menurut Roger F. Soltau, Hakikat negara adalah suatu alat (agency) atau
kewenangan (authority) yang mengatur atau mengendalikan dalam berbagai
persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat
8. Hans Kelsen
Menurut Hans Kelsen, Hakikat negara adalah suatu pergaulan hidup bersama
dengan tata paksa
9. R. Kranenburg
Menurut R.Kranenburg, Hakikat negara adalah suatu organisasi yang kekuasaan
diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut dengan bangsa
10. Ibnu Khaldun
Menurut Ibnu Khaldun, Hakikat negara adalah suatu tubuh yang persis sama
seperti tubuh manusia. Tubuh manusia mengalami masa lahir dan tumbuh (groei).
Ada masa muda dan dewasa (bloei). Ada masa tua dan mati (vergaan).
Dapat ditarik pengertian secara umum tentang negara sebagai berikut :
1. Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di
mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial,
budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya
2. Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk
mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi
oleh warga negara tersebut.

2.2 SYARAT SYARAT BERDIRINYA SUATU NEGARA


Syarat berdirinya suatu negera adalah dengan adanya rakyat, wilayah, dan
pemerintah yang berdaulat, sesuai dengan Konvensi Montevideo tahun 1933 oleh
Mahfud MD disebut unsur konstitutif, sementara tambahan lainnya adalah unsur
deklaratif (Pengakuan dari negara lainnya).
Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak dimiliki, maka tidak bisa disebut
negara

1. Rakyat (unsur konstitutif)

Rakyatlah yang memiliki kepentingan mewujudkan cita-cita dan harapan negara.


Tidak mungkin negara tanpa rakyat, yang dimaksud adalah sekumpulan manusia
yang disatukan oleh suatu wilayah tertentu serta tunduk pada kekuasaan negara
Rakyat dibedakan menjadi 2, penduduk dan bukan penduduk. Penduduk adalah
sekumpulan orang yang telah memenuhi syarat administratif dari peraturan
negara. Bukan penduduk adalah orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.
Penduduk juga dibedakan menjadi 2, warga negara dan bukan warga negara.
Warga negara adalah orang yang memenuhi syarat negara, sementara bukan
warga negara adalah orang yang tidak memenuhi syarat tersebut seperti turis dan
lain2

2. Wilayah (unsur konstitutif)

Dibagi menjadi tiga bagian, yaitu darat, laut dan udara. Darat memiliki garis
batas/perbatasan dengan wilayah negara lain yang dijaga dengan ketat Laut
termasuk danau, sungai, selat dan teluk juga memiliki teritorial dan di luar itu
disebut laut bebas Udara berada di atas laut dan darat dan perbatasan udara juga
memilii daerah teritorial yang diawasi dengan ketat.

3. Pemerintah yang Berdaulat (unsur konstitutif)

Pengertian pemerintah ada dua, arti luas dan arti sempit.


Arti luas, adalah keseluruhan badan pengurus negara dan segala organisasi negara.
Arti sempit, adalah suatu badan pimpinan yang terdiri atas seseorang atau
beberapa orang

4. Pengakuan dari Negara Lain (unsur deklaratif)

Bersifat De Jure karena melibatkan hak dan kewajiban anggota masyarakat


internasional. Indonesia lahir secara de facto tanggal 17 Agustus saat proklamasi
dan mendapat pengakuan de jure tanggal 18 Agustus saat disahkannya UUD
1945.

2.3 TEORI TEORI TERBENTUKNYA NEGARA

Pendekatan teoritis (sekunder), yaitu dengan menyoal tentang bagaimana asal


mulaterbentuknya negara melalui metode filosofis tanpa mencari bukti-bukti
sejarah tentanghal tersebut (karena sulit dan bahkan tak mungkin), melainkan dengan dugaan-
dugaanberdasarkan pemikiran logis.

1. Teori Kenyataan
Timbulnya suatu negara merupakan soal kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-unsur
negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saatitu
pula negara itu menjadi suatu kenyataan.

2. Teori Ketuhanan
Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan
terjaditanpa kehendak-Nya. Friederich Julius Stahl(1802-1861) menyatakan bahwanegara
tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses evolusi, mulai dari
keluarga,menjadi bangsa dan kemudian menjadi negara. ³Negara bukan tumbuh
disebabkanberkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan
dari dalam. Iatidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak
Tuhan,´ katanya.
Demikian pada umumnya negara mengakui bahwa selain merupakan hasil
perjuanganatau revolusi, terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak
Tuhan. Ciri negarayang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada UUD
berbagai negara yang antaralain mencantumkan frasa: ³Berkat rahmat Tuhan «´
atau³By the grace of God´.
Doktrin tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (divine right of king )
bertahan hingga abad XVII.

3. Teori Perjanjian Masyarakat


Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia
hidupsendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat
danperaturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun
dankapan pun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara
hidupbinatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas Hobbes: Homo homini
lupus dan Bellum omnium contra omnes. Teori Perjanjian Masyarakat
diungkapkannyadalam buku Leviathan . Ketakutan akan kehidupan berciri survival
of the fittest itulahyang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang
diperintah oleh seorangraja yang dapat menghapus rasa takut.
Demikianlah akal sehat manusia telah membimbing dambaan suatu kehidupan
yangtertib dan tenteram. Maka, dibuatlah perjanjian masyarakat (contract
social ).Perjanjian antarkelompok manusia yang melahirkan negara dan perjanjian
itu sendiridisebutpactum unionis. Bersamaan dengan itu terjadi pula perjanjian yang
disebut pactum subiectionis, yaitu perjanjian antarkelompok manusia dengan
penguasa yangdiangkat dalam pactum unionis . Isi
pactum subiectionisadalah pernyataan penyerahanhak-hak alami kepada penguasa
dan berjanji akan taat kepadanya.
Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius (1583-1645), John
Locke(1632-1704), Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes (1588-1679), J.J.Rousseau
(1712-1778).
Ketika menyusun teorinya itu, Thomas Hobbes berpihak kepada Raja Charles I
yangsedang berseteru dengan Parlemen. Teorinya itu kemudian digunakan
untuk memperkuat kedudukan raja. Maka ia hanya mengakui pactum subiectionis,
yaitu pactum yang menyatakan penyerahan seluruh haknya kepada penguasa dan
hak yangsudah diserahkan itu tak dapat diminta kembali. Sehubungan dengan
itulah Thomas Hobbes menegaskan idealnya bahwa negara seharusnya berbentuk
kerajaan mutlak/absolut.

John Locke menyusun teori Perjanjian Masyarakat dalam bukunya TwoTreaties


onCivil Government bersamaan dengan tumbuh kembangnya kaum borjuis
(golonganmenengah) yang menghendaki perlindungan penguasa atas diri dan
kepentingannya.Maka John Locke mendalilkan bahwa dalam pactum subiectionis
tidak semua hak manusia diserahkan kepada raja. Seharusnya ada beberapa hak
tertentu (yangdiberikan alam) tetap melekat padanya. Hak yang tidak diserahkan
itu adalah hak azasi manusia yang terdiri: hak hidup, hak kebebasan dan hak milik. Hak-hak
ituharus dijamin raja dalam UUD negara. Menurut John Locke, negara
sebaiknyaberbentuk kerajaan yang berundang-undang dasar atau monarki
konstitusional.

J.J. Rousseau dalam bukunya Du Contract Social berpendapat bahwa


setelahmenerima mandat dari rakyat, penguasa mengembalikan hak-hak rakyat
dalam bentuk hak warga negara (
civil rights). Ia juga menyatakan bahwa negara yang terbentuk olehPerjanjian
Masyarakat harus menjamin kebebasan dan persamaan. Penguasa sekadar wakil
rakyat, dibentuk berdasarkan kehendak rakyat (volonte general ). Maka,
apabilatidak mampu menjamin kebebasan dan persamaan, penguasa itu dapat
diganti.Mengenai kebenaran tentang terbentuknya negara oleh Perjanjian
Masyarakat itu,para penyusun teorinya sendiri berbeda
pendapat.Grotiusmenganggap bahwaPerjanjian Masyarakat adalah kenyataan
sejarah, sedangkan Hobbes, Locke, Kant,dan Rousseau menganggapnya sekadar
khayalan logis.

4. Teori Kekuasaan
Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan.
Orangkuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya
itu iaberkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain sebagaimana
disindir oleh Kallikles danVoltaire: “Raja yang pertama adalah prajurit yang
berhasil”.
Karl Marx berpandangan bahwa negara timbul karena kekuasaan.
Menurutnya,sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat komunis
purba. Buktinyapada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi
milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi
duakelas yang bertentangan, yaitu kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi dan
yangbukan pemilik. Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan kelebihan
yangdimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan organisasi paksa
yangdisebut negara, untuk mempertahankan pola produksi yang telah memberikan
posisiistimewa kepada mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat
produksi tersebut.

H.J. Laski
berpendapat bahwa negara berkewenangan mengatur tingkah lakumanusia.
Negara menyusun sejumlah peraturan untuk memaksakan ketaatan kepadanegara.

Leon Duguit
menyatakan bahwa seseorang dapat memaksakan kehendaknya terhadaporang lain
karena ia memiliki kelebihan atau keistimewaan dalam bentuk lahiriah(fisik),
kecerdasan, ekonomi dan agama.

Teori Hukum Alam


Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi
danuniversal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam
bukanbuatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak
alam.Penganut Teori Hukum Alam antara lain:

o Masa Purba: Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM)


o Masa Abad Pertengahan: Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino (1226-1234)
o Masa Renaissance: para penganut teori Perjanjian Masyarakat

Menurut Plato, asal mula terjadinya negara adalah karena:


1. Adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang beraneka ragam
sehinggamenyebabkan mereka harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup;
2. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa
berhubungandengan manusia lain dan harus menghasilkan segala sesuatu yang
bisamelebihi kebutuhannya sendiri untuk dipertukarkan;
3. Mereka saling menukarkan hasil karya satu sama lain dan kemudianbergabung dengan
sesamanya membentuk desa;

4. Hubungan kerja sama antardesa lambat laun menimbulkan masyarakat


(negarakota).

Aristoteles meneruskan pandangan Plato tentang asal mula terjadinya


negara.Menurutnya, berdasarkan kodratnya manusia harus berhubungan dengan
manusia laindalam mempertahankan keberadaannya dan memenuhi kebutuhan
hidupnya.Hubungan itu pada awalnya terjadi di dalam keluarga, kemudian
berkembang menjadisuatu kelompok yang agak besar. Kelompok-kelompok yang
terbentuk dari keluarga-keluarga itu kemudian bergabung dan membentuk desa.
Dan kerja sama antardesamelahirkan negara kecil (negara kota).

Augustinus dan Thomas Aquino mendasarkan teori mereka pada ajaran


agama.Augustinus menganggap bahwa negara (kerajaan) yang ada di dunia ini
adalahciptaan iblis (Civitate
Diaboli), sedangkan Kerajaan Tuhan (Civitate Dei) berada dialam akhirat. Gereja
dianggap sebagai bayangan Civitate Dei yang akan mengarahkanhukum buatan
manusia kepada azas-azas Kristen yang abadi. Sedangkan ThomasAquino
berpendapat bahwa negara merupakan lembaga alamiah yang lahir
karenakebutuhan sosial manusia. Negara adalah lembaga yang bertujuan
menjaminketertiban dalam kehidupan masyarakat, penyelenggara kepentingan
umum, danpenjelmaan yang tidak sempurna dari kehendak masyarakatnya.

5. Teori Hukum Murni


Menurut Hans Kelsen, negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang
bersifatmemaksa. Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah
kehendak hukum. Negara identik dengan hukum.
Paul Laband (1838-1918) dari Jerman memelopori aliran yang meneliti
negarasemata-mata dari segi hukum. Pemikirannya diteruskan oleh Hans Kelsen
(Austria)yang mendirikan Mazhab Wina. Hans Kelsen mengemukakan pandangan
yuridis yangsangat ekstrim: menyamakan negara dengan tata hukum nasional
(national legal order ) dan berpendapat bahwa problema negara harus diselesaikan
dengan caranormatif. Ia mengabaikan faktor sosiologis karena hal itu hanya akan
mengaburkananalisis yuridis. Hans Kelsen dikenal sebagai pejuang teori hukum
murni (reinerechtslehre), yaitu teori mengenai mengenai pembentukan dan
perkembangan hukumsecara formal, terlepas dari isi material dan ideal norma-norma hukum
yangbersangkutan. Menurut dia, negara adalah suatu badan hukum (rechtspersoon,
juristicperson), seperti halnya NV, CV, PT. Dalam definisi Hans Kelsen, badan
hukum adalah ‘sekelompok orang yang oleh hukum diperlakukan sebagai suatu
kesatuan,yaitu sebagai suatu person yang memiliki hak dan kewajiban.’
(General T heory of Law and State, 1961). Perbedaan antara negara sebagai badan
hukum dengan badan-badan hukum lain adalah bahwa negara merupakan badan
badan hukum tertinggiyang bersifat mengatur dan menertibkan.
6. Teori Modern
Teori modern menitikberatkan fakta dan sudut pandangan tertentu untuk
memerolehkesimpulan tentang asal mula, hakikat dan bentuk negara. Para tokoh
Teori Modernadalah Prof.Mr. R. Kranenburg dan Prof.Dr. J.H.A. Logemann.

Kranenburg mengatakan bahwa pada hakikatnya negara adalah suatu organisasi


kekuasaan yang diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa. Sebaliknya,
Logemann
mengatakan bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan yangmenyatukan
kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. Perbedaan pandanganmereka
sesungguhnya terletak pada pengertian istilah bangsa. Kranenburgmenitikberatkan
pengertian bangsa secara etnologis, sedangkan Logemann lebihmenekankan
pengertian rakyat suatu negara dan memperhatikan hubunganantarorganisasi
kekuasaan dengan kelompok manusia di dalamnya.

7. TEORI LENYAPNYA NEGARA


1) Teori Organis
Tokoh: Herbert Spencer, F.J. Schmittenner, Constantin Frantz, dan Bluntschi.
Para penganut teori ini berpendapat bahwa negara adalah suatu
organisme,selayaknya makhluk hidup. Individu yang menjadi komponen negara
diibaratkansebagai sel-sel makhluk hidup itu. Fisiologi negara sama dengan makhluk
hidupyang mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan kematian.

2) Teori Anarkhis
Anarkisme atau dieja anarkhisme yaitu suatu paham yang mempercayai
bahwasegala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-
lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karenaitu
negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan.

3) Teori Marxisme
Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari
KarlMarx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem
ekonomi, sistem sosialdan sistem politik. Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis
.Teori ini merupakan dasar teorikomunisme modern. Teori ini tertuang dalambuku
Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan sahabatnya, Friedrich Engels.
Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia
menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan
kaum proletar . Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa
bekerjaberjam-jam dengan upah minimum sementara hasil keringat mereka
dinikmatioleh kaum kapitalis. Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran
dan kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena
adanya"kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-
orang kaya. Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa
pahamkapitalisme diganti dengan pahamkomunisme. Bila kondisi ini terus
dibiarkan,menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan.
Itulahdasar dari marxisme.
4) Teori Mati Tuanya Negara

Faktor Alam: suatu negara dapat lenyap secara alamiah, misalnya karenagunung
meletus, tenggelamnya pulau atau bencana alam lain. Lenyapnyasuatu wilayah
berarti lenyapnya negara dari percaturan dunia.

Faktor Sosial: suatu negara yang sudah diakui negara-negara lain suatu
ketikadapat lenyap antara lain karena: terjadinya revolusi (kudeta yang
berhasil),penaklukan, persetujuan, penggabungan