Anda di halaman 1dari 2

SOP ASJUR DAN NO AJENG

 ASJUR

 Satu asisten juri mengikuti 1 orang juri

 Setiap asisten juri mengikuti dan mendengarkan instruksi juri

 Setiap asisten juri membawa satu warna bendera

 Bendera yang di pegang oleh asisten juri di letakan di tempat yang sudah di sediakan

sesuai dengan instruksi juri

 JURI

 Dalam satu kontes ada 6 orang juri yang bertugas, dengan tugas : 1 orang sebagai

Dewan Hakim, 1 orang sebagai Koordinator Juri, 1 orang sebagai Juri Penampilan, 3

orang sebagai Juri Suara.

 Pada saat sebelum memulai pertandingan juri tidak di perkenankan memasuki wilayah

kontes sampai ada aba-aba memulai dari MC

 Setiap juri suara menilai semua ayam yang bersuara dengan tekhnis : 10 menit pertama

1 orang juri menilai satu baris, pada 10 menit ke 2 juri berganti baris ke sebelahnya

dan begitupun seterusnya sampai semua juri menilai semua ayam yang bersuara.

 Setelah sesi penilaian berakhir juri langsung meninggalkan tempat kontes.

 Setelah sesi selesai kertas penilaian kontes di serahkan ke asisten juri yang bertugas

untuk mengantarkan hasil penilaian ke ruang kesekretariatan untuk di lakukan

perekapan nilai.

 PEMANCING (NGELEPEK)

Pemancing yang dimaksud adalah menjadi orang yang memancing ayam pelung agar

mau bersuara, cara memancingnya dapat menggunakan ayam jantan ataupun betina

dengan cara menyodorkan ayam pancingan hingga terlihat oleh ayam pelung.

Dibutuhkan kemampuan untuk memegang ayam pancingan dalam hal ngelepek.

Pemancing biasanya masuk dalam arena kontes 15 menit sebelum waktu penilaian

berakhir dan cenderung memancing ayam yang belum bersuara ( indikasinya dapat

dilihat dari jumlah bendera ).


 PENGGANTI NOMOR AJENG

Pengganti nomor ajeng yang dimaksud adalah menjadi orang yang mengganti nomor

ajeng setelah 1 babak penilaian berakhir. Pola penomoran dibuat spiral seperti

penomoran ular tangga, pola pergantian nomor adalah dengan mengambil nomor

(penomoran dalam satu ajeng disusun bertumpuk sesuai urutan nomor tiap babak

penilaian, missal untuk 1 babak yang menggunakan 50 ajeng penomoran dalam 1 ajeng

bertumpuk nomor dari yang terkecil hingga terbesar : 1, 51, 101, 151, 201 dst) yang

sudah terpakai lalu menyusunnya dari urutan terkecil hingga besar untuk dilakukan

perekapan nomor ajeng.