Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Resume Jurnal
2.1.1 Identitas Jurnal
Judul : Landslide Hazard Map: Tool for Optimization of Low-cost Mitigation
Nama Jurnal : Dahal and Dahal Geoenvironmental Disasters (?)
DOI : 10.1186/s40677-017-0071-3
Volume : Vol. 6 No. 3
Penulis : Bhim Kumar Dahal & Ranjan Kumar Dahal
Diterbitkan : 2017 (Bulan)
2.1.2 Resume
Jurnal yang berjudul “Landslide Hazard Map: Tool for Optimization of Low-cost Mitigation",
berfokus pada mitigasi bencana tanah longsor. Alat yang digunakan untuk mitigasi tanah longsor
pada jurnal ini adalah hazard map atau peta bencana. Penelitian ini dilakukan di daerah yang terletak
pada perbukitan utara Achham, Nepal. Model hazard map yang digunakan pada penelitian ini
adalah model weight of evidence yang memang pada dasarnya model ini sangat cocok untuk
membuat hazard map bencana longsor. Model ini dapat menghitung bobot untuk setiap faktor
penyebab longsor berdasarkan ada atau tidaknya bahaya tanah longsor di kawasan tersebut.
Dalam proses pembuatan hazard map dengan teknik ini, terdapat persiapan-persiapan untuk
pemetaan bahaya longsor, banyak faktor penyebab yang diidentifikasi yaitu kemiringan, aspek
lereng, geologi, penggunaan lahan, jenis tanah, jarak ke jalan, kelengkungan, indeks kelembaban
sedimen dan curah hujan tahunan, seperti pada gambar dibawah ini:

Dalam pembuatan peta hazard pun diperhatikan pula indeks pada peta tersebut, dalam
penelitian ini pembuatan indeks peta spesifik pada Landslide Hazard Index (LHI) untuk
memprediksi kejadian tanah longsor, tingkat presiksi dan analisis efek yang akan ditimbulkan. Pada
penelitian ini, peneliti menemukan 13 faktor pada pembuatan peta dan peneliti melihat faktor yang
memiliki kontribusi terbesar ter=hadap nilai skala LHI adalah penggunaan lahan dan penguraan
lahan seperti pada tabel berikut ini:

Peneliti menyimpulkan bahwa pada dasarnya hazard map ini baik untuk perencanaan dan
pemeliharaan ulang (rekonstruksi). Pembuatan pemetaan hazard map ini penting dalam
menggambarkan daerah rawan longsor dan mengoptimalkan biaya rendah terhadap tindakan
mitigasi di daerah pegunungan. Dari sekian banyak teknik atau model dalam hazard map, peneliti
memilih model weights of evidence untuk analisis bencana tanah longsor di Achham, Nepal. Peneliti
menemukan keuntungan pembuatan hazard map model ini dengan model zonasi untuk pemetaan
mitigasi yaitu dapat melihat struktur penahan jalan dan stabilitas tanah. Oleh karena itu dengan
model hazard map seperti ini dapat meminimalkan biaya mitigasi. Contohnya dalam struktur
penahan jalan, jalan dapat di rekonsntruksi atau pengoprasian jalan dapat dihentikan selama jalan
diperbaiki. Lalu pada stabilitas tanah dapat distabilkan dengan teknik bioteknologi sederhana seperti
perkebunan, rumput ataupun semak-semak. Selain mencegah tejadinya longsor hal tersebutpun
dapat menguntungkan masyarakat sekitar daerah Himalaya atau Nepal.