Anda di halaman 1dari 4

PENANGANAN GASTROENTERITIS

No. Dokumen : / / /
No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : januari 2018
Halaman : 1/4

UPTD ARIS PRASETYO,SKM


PUSKESMAS NIP1970012219980310
SEPANJANG 04
1. Pengertian Gastroenteritis (GE) adalah peradangan mukosa lambung dan usus
halus yang ditandai dengan diare, yaitu buang air besar lembek atau
cair, dapat bercampur darah atau lendir dengan frekuensi 3 kali atau
lebih dalam waktu 24 jam, dan disertai dengan muntah, demam, rasa
tidak enak diperut dan menurunnya nafsu makan.
2. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan penanganan Gastroenteritis
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas No. / /429.114.38/2018
tentang jenis-jenis pelayanan di Puskesmas Sepanjang.
4. Referensi Buku Pedoman Tatalaksana Diare tahun 2016
5. 1616Alat Termometer, tensimeter, stetoskop
dan Bahan
6. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesa keluhan . Gambaran klinik
biasanya ditandai dengan:
a. BAB lembek atau cair dapat bercampur darah atau lendir,
dengan frekuensi lebih dari 3 kali atau lebih dalam 24 jam
b. Tidak nyaman diperut (kembung atau nyeri)
c. Demam diduga erat terjadi infeksi :
 Sumber makanan yang kurang higiene, riwayat bepergian
ke daerah dengan wabah diare, riwayat intoleransi laktosa
(bayi), minum jamu
 Kondisi imunokompromais (HIV/ AIDS) dan demam tifoid
perlu di identifikasi
d. Mual dan muntah
e. Tenesmus
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik :
a. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (tensi, suhu tubuh,
nadi)
b. Menentukan tingkat/ derajat dehidrasi ; turgor kulit menurun,
akral dingin, penurunan tekanan darah, peningkatan denyut
nadi, tangan keriput, mata cekung, penurunan kesadaran
(syok hipovolemik), nyeri tekan abdomen, kualitas bising usus
hiperperistaltik usus, nadi dan pernafasan cepat.
Tabel pemeriksaan derajat dehidrasi
Gejala Derajat Dehidrasi

Minimal Ringan – Berat (>9%


(3% dari Sedang (3-9 dari BB)
BB) % dari BB)
Status mental Baik, sadar Normal, Apatis,
penuh lemes atau letargi, tidak
gelisah, sadar
iritabel

Rasa haus Minum Sangat haus Tidak dapat


normal minum

Denyut Normal Normal - Takikardi,


jantung meningkat pada kasus
berat
bradikardi

Kualitas Normal Normal- Lemah atau


denyut nadi menurun tidak teraba

Pernafasan Normal Normal Dalam


cepat
Mata Normal Sedikit Sangat
cekung cekung

Air mata Ada Menurun Tidak ada

Mulut dan Basah Kering Pecah-


lidah
SOP PENANGANAN GASTROENTERITIS/ 2
pecah

Turgor kulit Baik 2 detik > 2 detik

Isian kapiler Normal Memanjang Memenjang,


minimal

Ekstremitas Hangat Dingin Dingin

Output urine Normal – Menurun Minimal


menurun
3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang yaitu:
a. Darah rutin (lekosit) untuk memastikan adanya infeksi
b. Feses lengkap (termasuk analisa mikrobiologi) untuk
menentukan penyebab
4. Petugas menegakkan diagnosa klinis berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik.
5. Petugas menegakkan diagnosa banding berdasarkan demam
tifoid, kolitis pseudomembran, kristosporidia (pada penderita HIV)
6. Petugas melakukan terapi :
a. Memberikan cairan dan diet adekuat/ rehidrasi (pemberian
oralit, hindari susu sapi, hindari minum alkohol atau kafein,
menghindari makanan yang mengandung gas
b. Pasien diare yang belum dehidrasi dapat diberikan obat anti
diare (loperamide/ atapulgit)
c. Pemberian antimikroba empirik diindikasikan pada pasien
yang diduga mengalami infeksi bakteri invasif. Antimikroba
yang diberikan antibiotik atau anti parasit atau anti jamur
tergantung penyebabnya ; Ciprofloxacin, Trimetropin/
Sulfamethoxazole, Metronidazol
7. Petugas melakukan konseling dan edukasi untuk membantu
asupan cairan dan mencegah penularan
8. Petugas melakukan rujukan apabila:
a. Ada tanda dehidrasi berat
b. Terjadi penurunan kesadaran

SOP PENANGANAN GASTROENTERITIS / 3


c. Nyeri perut yang signifikan
d. Pasien tidak dapat minum oralit
e. Tidak ada fasilitas rawat inap

7. Bagan Alir
Melakukan Melakukanpeme
Anamnesa Pemeriksaan Fisik riksaan
penunjang

Menegakkan diagnosa
klinis

Menegakkan
diagnosa banding

Menegakkan
komplikasi

Melakukan Melakukan terapi dan


konselling dan tindakan
edukasi

8. Unit terkait 1. Pelayanan Gawat Darurat


2. Pemeriksaan Umum
3. Kia
4. Pustu/polindes

9. Dokumen Rekam medis


terkait
10. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
historis
perubahan

SOP PENANGANAN GASTROENTERITIS/ 4