Anda di halaman 1dari 5

INDIVIDU

BLOK PROGRAM PROMOSI


KESEHATAN:PERENCANAAN
DAN EVALUASI PROGRAM I

Tugas Perencanaan Evaluasi Learning Objective III


Pemilihan Alternatif dan Prioritas Intervensi Program Promosi Kesehatan yang sesuai
dengan Analisis Kebutuhan, Komunitas dan Penilaian Sasaran berdasarkan Matrices
Of Change

Koordinator :
Tutor :
Fahmi Baiquni, S.Psi, MPH

Disusun Oleh:

Nama : Ida Susanti


NIM : 16/403265/pku/16083

Fakultas Kedokteran
Peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan
Program Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Gadjah Mada
2016
Learning objective III
1. Bagaimana cara pemilihan alternative program kesehatan berdasarkan basis bukti dan
teori?
Answer : cara pemilihan alternative program kesehatan berdasarkan basis bukti dan
teori adalah dengan cara melakukan perencanaan program yang baik yang sudah
berdasarkan evidence based atau basis bukti/data. Pada suatu perencanaan akan
menjadi efektif apabila rumusan masalah tersebut telah dilakukan, sesuai dengan
dasar-dasar fakta dan bukan berdasarkan angan-angan saja atau pun emosi. Fakta-
fakta tersebut diungkap dengan menggunakan data yang digunakan untuk menunjang
dalam hal perumusan masalah (Amirudin 2007). Selain itu juga, pada saat melakukan
penetapan metode yang berbasis teori dan rumusan strategi yang praktis dapat
dirumuskan dari literatur, yang tentunya harus bersifat mengarah kepada perubahan
yang ingin dicapai. Sehingga, pada metode berbasis teori harus mampu ataupun
diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pada masyarakatnya serta kondisi
lingkungan yang dapat memberikan sebuah peluang pada suatu komunitas atau
masayarakat tersebut untuk secara efektif berperilaku dan peningkatan dukungan
berupa motivasi untuk masyarakat. Metode yang bisa digunakan sebagai literatur
diantaranya adalah personalized risk, tailored feedback, self-monitoring, decisional
balance, re-evaluation of beliefs, reinforcement, goal setting, active learning, rewarding,
mobilizing social support, skills training, dan evironmental changes (Bartholomew et al.
2006).
2. Bagaimana cara penentuan prioritas program intervensi kesehatan ?
Answer :
Adapun cara-cara dalam menentukan program intervensi kesehatan yang dilakukan
dengan intervention mapping, diantaranya sebagai berikut :
a. Melakukan Analisis kebutuhan. Pada saat sebelum membuat intervention mapping
dalam perencanan program promosi kesehatan ada beberapa hal yang perlu
dilakukan yaitu melakukan penilaian terhadap kapasitas dan kebutuhan dari suatu
komunitas yang mana sebagai sasaran dari program kesehatan. Analisis kebutuhan
adalah sebagai proses langkah untuk membuat suatu kelompok perencanaan yang
di dalamnya terdapat potensi partisipasi program dan suatu dari perencenaan
analisis kebutuhan itu sendiri (Bartholomew et al. 2006)
b. Membuat Matrices Of Change. Pada tahap selanjutnya tujuan dan determinan dari
perilakunya penting untuk di jabarkan dan untuk penjelasan dari perubahan perilaku
yang di inginkan (Wolfers et al. 2011)

Perencanaan dan Evaluasi Program Promosi Kesehatan | Learning Objective III 1


c. Memilih teori untuk metode intervensi dan strateginya. Pada tahap selanjutnya yaitu
memilih metode dari intervensi dan strategi berdasarkan dari bukti-bukti yang ada
sebagai tujuan dalam perubahannya (Wolfers et al. 2011)
d. Membuat komponen dan material untuk programnya. Pada langkah ini metode dan
strategi yang sebelumnya sudah di jelaskan yang kemudian perlu di jabarkan
kembali ke dalam material untuk intervensinya (Wolfers et al. 2011)
e. Mengadopsi, lakukan implementasi dan kberlanjutan dari perencanaan programnya
f. Melakukan perencanan untuk evaluasi (Bartholomew et al., 2006)

3. Bagaimana cara melakukan identifikasi sumber dan hambatan ?


Answer :
cara melakukan identifikasi sumber dan hambatan adalah di tinjau dari identifikasi
sumber dengan cara Sumberdaya dalam penentuan alternative program yaitu
sumberdaya yang diperoleh secara baik, baik dari segi internal mapun dari external atau
dari luar sumber daya, dan sumberdaya tersebut kemudian dapat di jadikan untuk
mengimplementasikan program. Program-program yang dapat di impelmentasikan
diantaranya yaitu program edukasi atau pendidikan kesehatan. Adapun macam
beberapa sumberdaya yang yang digunakan dalam penentuan alternative program
diantaranya: a) material atau financial b) fasilitas atau sarana prasarana, c) kader atau
tenaga kesehatan atau sukarelawan d) pelayanan kesehatan, e) media eletronik seperti
radio dan stasiun televisi, f) dan politik responsive ( Dignan & Carr, 1992). Sedangkan
hambatannya adalah bisa berupa keterbatasan biaya, keterbatasan pengalaman dari
sumber daya manusianya, serta media lokal yang tidak dapat digunakan untuk
menjangkau semua masyarakat (Dignan & Carr, 1992 ; Public Health Ontario, 2015).
4. Bagaimana cara menentukan prioritas program kesehatan berdasarkan metode
Matrices of Change ?
Answer :
cara menentukan prioritas dalam program kesehatan dapat dilakukan dengan cara
berdasarkan pertimbangan dari pengalaman progamer, adanya ketersedian dari
sumberdaya dan sumber dana yang ada serta seringkali untuk menentukan prioritas
program kesehatan tidak dapat berfikir secara rasional (Makkasau 2012). Pada
perencanaan program promosi kesehatan melalui pendektan yang dapat digunakan
yaitu dengan salah satu meteode pendekatan ekologi yang berarti adanya hal-hal yang
dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan diantaranya dari berbagai level atau
tingkatan mulai dari tingkatan intrapersonal, interpersonal, organisasi, masyarakat serta
kebijakan. Dalam perencanan program promosi kesehatan juga perlunya melihat dari
segi perspektif partisipan untuk mengidentifikasi metode dan strategi yang akan
Perencanaan dan Evaluasi Program Promosi Kesehatan | Learning Objective III 2
dijadikan dalam suatu program (Bartholomew et al. 2006). Adapun langkah-langkah
dalam pemilihan program promosi kesehatan antara lain:
a. melakukan analisis kebutuhan
b. membuat matrices of change objective berdasarkan beberapa hal determinan
perilaku yang dan lingkungan di inginkan, menetukan perfomance objective,
menentukan faktor-faktor determinan perilaku target yang beresiko kelompok
c. membuat program intervensi berdasarkan teori dan strategi praktis, adapun
tahapannya sebagai berikut : memperoleh ide dari kelompok perencanaan,
mengidentifikasi metode secara teoritis, memilih metode program, mendesign
strategi, memastikan strategi sesuai dengan tujuan perubahan.
d. membuat program intervensi
e. perencanaan adopsi dan implementasi
f. perencanaan dalam melakukan evaluasi (Bartholomew, L Kay, Parcel, GS, Kok,
Gerjo,Gottlieb, 2006).
5. Apa definisi IDM ?
Answer :
Interactive Domain Model (IDM) adalah sebuah metode pendekatan praktek
yang baik dan komprehensif untuk promosi kesehatan, yang kemudian akan digunakan
sesuai dengan konteks lokal. individu dan organisasi telah menggunakan IDM sebagai
sejumlah pengaturan, untuk keperluan berbagai hal dan dengan hasil yang positif.
Secara rasional perkembangan dari teori Interactive Domain Model (IDM) dijadikan
sebagai praktisi dalam bidang promosi kesehatan, implementer, program manajer,
penelitian dan pembuat kebijakan (orang-orang yang menentukan kebiajakan), yang
mempunyai asumsi untuk melakukan yang terbaik yang diinginkan untuk bisa
meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat, (Diclemente et al. 2009.,Emerging
Theories in Health Promotion Practice and Research). Sedangkan menurut (Kahan and
Goodstadt.,2001), ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi praktisi
yang baik dalam bidang primosi kesehatan yaitu diantaranya sebagai berikut: a) dasar
sebagai dari promosi kesehatan merupakan sebagai nilai-nilaidari promosi kesehatan
dan sebagai tujuannya, teori dan keyakinnanya, dan sebagai bukti. b) di lihat dari faktor
pemahaman dalam hal promosi kesehatan baik dari lingkungan internal dan eksternal.
c) dari faktor proses dan tindakan merupakan sebagai proses langkah praktek dalam
promosi kesehatan.

Perencanaan dan Evaluasi Program Promosi Kesehatan | Learning Objective III 3


Refrensi :

Amirudin, R., 2007. Siklus Perencanaan Kesehatan. www. New Paradigma Public Health.

Bartholomew, L.K. et al., 2006. Planning Health Promotion Program Second Edi., San
Farnsisco, USA: Jossey-Bass.

Dignan, M.B. & Carr, P.A., 1992. Program Planning for Health Education and Promotion
second edi., USA: Lea & Febinger.
Diclemente et al,,2009.,Emerging Theories in Health Promotion Practice and Research.,San
Farnsisco, USA: Jossey-Bass.

Kahan, B., & Goodstadt, M. (2001). The Interactive Domain Model of Best Practices in
Health Promotion:Developing and Implementing a Best Practices Approach to Health
Promtion. Health Promotion Practice, 2(1), 43-67

Makkasau, K., 2012. penggunaan metode analytic hierarchy process ( AHP ) dalam
penentuan prioritas program kesehatan ( studi kasus program promosi kesehatan ). ,
VII(2), pp.105–112.
Public Health Ontario, 2015. Planning health promotion programs: introductory workbook 4th
Editio., Ontario: Queens Printer for Ontario.
Wolfers, M., Zwart, O. De & Kok, G., 2011. Health Promotion Practice.

Perencanaan dan Evaluasi Program Promosi Kesehatan | Learning Objective III 4