Anda di halaman 1dari 9

Penuntun Observasi Lapangan 2017

Fakultas Kedokteran
Universitas Muslim Indonesia
[Company Name]
Blok Bioetik, Humaniora
Penuntun Observasi dan Profesionalisme
Kedokteran
Lapangan 2017 Semester I
Oktober 2017

Persiapan
Pendahuluan Sebelum melakukan observasi
lapangan, ada beberapa hal yang
Observasi lapangan merupakan salah satu kegiatan harus dipersiapkan oleh
pembelajaran pada Blok Bioetik, Humaniora dan mahasiswa, yaitu:
Profesionalisme Kedokteran, dengan titik berat pada
Humaniora. Observasi merupakan suatu tindakan atau proses  Menentukan siapa yang
pengamatan terhadap sesuatu atau seseorang dengan seksama akan menjadi ketua
untuk mendapatkan informasi. Dalam blok ini, mahasiswa akan kelompok.
melakukan pengamatan langsung pada tempat layanan
kesehatan yang mahasiswa tersebut ditugaskan.  Membawa buku panduan.

 Membawa buku catatan


untuk menuliskan hal-hal
Sasaran Pembelajaran yang diamati.
Setelah mengikuti kegiatan observasi lapangan, mahasiswa
diharapkan mampu:  Membawa kamera untuk
 Menjelaskan tentang komunikasi yang efektif. dokumentasi tempat
 Mengenali perilaku profesional yang harus dimiliki seorang layanan kesehatan.
dokter.
 Membawa alat perekam
 Menjelaskan tentang hubungan dokter-pasien, dokter- audio untuk wawancara
dokter, dokter-petugas layanan kesehatan lain dan dokter- (jika diperlukan).
masyarakat dari sudut pandang humaniora.
 Menjelaskan tentang peran hubungan interpersonal dalam Ketua kelompok bertanggung-
lingkungan profesi dan pribadi. jawab terhadap urusan
 Memberi informasi/laporan yang tepat saat presentasi hasil administrasi kelompoknya,
observasi. seperti membawa surat
pengantar dari fakultas dan
daftar hadir kelompok serta
Manfaat pembelajaran observasi memastikan dokter
pendamping bersedia
Aktivitas yang dilakukan mahasiswa diharapkan akan mendampingi kegiatan
bermanfaat bagi mahasiswa dalam: observasi kelompoknya.
1. Mengenal lebih dini lingkungan layanan kesehatan dengan
segala kompleksitasnya.
2. Memahami pola interaksi yang terjadi pada hubungan
interpersonal di lingkungan profesi kesehatan, terutama
komunikasi yang terjadi.
3. Memahami nilai-nilai yang mendukung perilaku profesional
yang harus dimiliki seorang dokter.

Penuntun Observasi Lapangan 2017 2


PEDOMAN PELAKSANAAN OBSERVASI LAPANGAN

1. Mahasiswa secara berkelompok mendatangi satu tempat layanan kesehatan pada waktu
yang telah ditentukan.
2. Melapor kepada direktur rumah sakit/klinik atau kepala puskesmas tempat kegiatan
observasi.
3. Menyerahkan daftar hadir untuk ditanda-tangani oleh dokter pendamping sebelum kegiatan
observasi.
4. Melakukan pengamatan pada tempat yang disiapkan oleh dokter pendamping (nama dokter
tertera dalam daftar hadir) selama kurang lebih 2 (dua) jam.
5. Dalam hal dokter pendamping tidak berada di tempat, maka kelompok yang bersangkutan
harus menghubungi dokter pendamping dan membuat perjanjian untuk pelaksanaan
observasi susulan.
6. Meminta kembali daftar hadir yang sudah ditanda-tangani dokter pendamping untuk
diserahkan kepada koordinator blok.

PEDOMAN TUGAS MANDIRI


- Lakukanlah pengamatan terhadap realita/kegiatan-kegiatan yang ada dalam setting
layanan kesehatan tersebut
- Jika diperlukan, dapat melakukan wawancara terhadap beberapa pihak terkait (dokter,
perawat, pasien dan pegawai di tempat tersebut)
- Informasi yang diperoleh dihimpun dalam catatan lapangan. Catatlah sebanyak mungkin
informasi yang dapat diamati selama observasi.
- Fokus pengamatan berkisar terhadap situasi tempat layanan kesehatan, sarana
prasarana yang tersedia, proses pelayanan kesehatan sejak pasien datang hingga pasien
pulang, interaksi yang terjadi di antara dokter, dokter-perawat, dokter-pasien, dokter-
masyarakat. Lihatlah juga interaksi yang terjadi antara petugas layanan kesehatan yang
lain dengan pasien dan masyarakat.

Penuntun Observasi Lapangan 2017 3


Format Laporan Individu
- Sebagai laporan individu, buatlah tulisan dalam bentuk narasi dari sudut pandang Anda
sendiri berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan.
- Isi narasi menggambarkan apa yang Anda alami dan apa yang Anda rasakan tentang
pengalaman dari observasi tersebut.
- Fokus narasi dapat berupa (pilih salah satunya) uraian tentang komunikasi yang terjadi
antara pihak-pihak yang terlibat di dalam proses layanan kesehatan, dilema etik yang
mengemuka (dapat dilihat pada kriteria-kriteria KDB, baik itu beneficence, non
malaficence, justice atau autonomy), isu-isu profesionalisme dan aspek-aspek
humanisme, seperti komunikasi dokter-pasien, dokter-sejawat, human rights, dll.
- Narasi disusun dengan memuat hal-hal sebagai berikut:
o Judul yang sesuai dengan isi narasi
o Sususan plot: pendahuluan, isu utama yang berkembang dan ingin diamati,
klimaks dari isu yang diamati, anti klimaks, resolusi
o Konflik yang mungkin terjadi
o Karakterisasi dari orang-orang yang terlibat di dalamnya
o Setting tempat isu tersebut muncul (apakah di ruang praktik, ruang tunggu, apotik,
laboratorium, ruang perawatan dan lain-lain)
o Tema yang terus-menerus berulang terjadi
o Sudut pandang mahasiswa sebagai pengamat
o Kejadian-kejadian yang dialami disusun secara berurutan dengan menilai apakah
masing-masing kejadian tersebut saling berhubungan atau saling mempengaruhi
o Transisi atau perubahan yang mungkin terjadi selama observasi
o Pandangan mahasiswa terhadap fokus isu yang diamati
- Panjang tulisan minimal 5 halaman, diketik rapi di atas kertas ukuran A4 atau folio

Format Tugas Kelompok


- Untuk tugas kelompok, dibuat dalam bentuk power point presentation, disertai
gambar/foto pada setting layanan kesehatan tersebut.
- Isi dari presentasi adalah penjelasan tentang setting layanan kesehatan, sarana
prasarana yang tersedia, serta kesimpulan dari seluruh hasil pengamatan pada kelompok
tersebut

Penuntun Observasi Lapangan 2017 4


Fokus Penilaian Narasi

No. Point yang dinilai Nilai


1 Keterkaitan judul dengan isi/tema narasi 10
2 Tata bahasa/tanda baca yang digunakan sesuai dengan EYD 10
3 Narasi disusun secara kronologis (dari awal sampai akhir) 10
4 Isi narasi menggambarkan hasil pengamatan yang mendalam 70
Total nilai 100

PENJELASAN OBSERVASI LAPANGAN

Observasi lapangan merupakan salah satu kegiatan pembelajaran pada blok Bioetik,
Humaniora dan Profesionalisme Kedokteran. Dalam kegiatan ini, mahasiswa secara berkelompok
melakukan observasi di suatu tempat layanan kesehatan dan didampingi oleh seorang dokter
yang bertanggung-jawab selama mahasiswa melakukan observasi. Kegiatan observasi kali ini
menitik-beratkan pada sudut pandang Humaniora, namun mahasiswa tetap diharapkan mampu
mengenali apakah ada dilema etik yang muncul selama pengamatan berlangsung atau apakah
ada isu-isu profesionalisme yang menonjol.
Observasi sendiri merupakan suatu tindakan atau proses pengamatan terhadap sesuatu
atau seseorang yang dilakukan dengan seksama/teliti untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan. Jadi dalam observasi, ada suatu proses pengamatan, yaitu melihat secara lebih teliti
dan mendalam terhadap sesuatu atau seseorang. Artinya dalam observasi, harus ada sesuatu
yang diamati (objek) baik berupa hal yang abstrak maupun yang nyata. Hal yang menjadi objek
pengamatan pada observasi kali ini bisa difokuskan baik itu pada proses pelayanan kesehatan,
petugas layanan kesehatan (dokter, perawat, laboran dan lain-lain), pasien, masyarakat, atau
interaksi dokter-pasien, dokter-perawat atau dokter-masyarakat dari berbagai aspek.
Observasi dapat dilakukan dengan tujuan yang berbeda-beda. Dalam blok Bioetik,
Humaniora dan Profesionalisme Kedokteran ini, tujuan observasi adalah untuk mengamati proses
pelayanan kesehatan yang terjadi pada setting layanan kesehatan, orang-orang yang terlibat di
dalamnya, interaksi yang terjadi pada orang-orang tersebut, kemudian menganalisa apa yang
ditemukan di tempat layanan kesehatan tersebut untuk selanjutnya merefleksikan apa yang
mahasiswa amati dari sudut pandang humaniora. Refleksi juga dapat dibuat berdasarkan apa

Penuntun Observasi Lapangan 2017 5


yang mereka dapatkan dalam pembelajaran tentang materi lain yaitu tentang bioetik dan
profesionalisme.
Refleksi yang dimaksud merupakan sebuah pertimbangan yang dalam terhadap kejadian-
kejadian, atau situasi-situasi yang ada; orang-orang yang terlibat, apa yang mereka alami, dan
bagaimana mereka merasakan pengalaman tersebut. Jika dibawa ke dalam diri, maka refleksi
adalah suatu proses metakognitif yang menciptakan pengertian yang lebih besar terhadap diri dan
situasi di sekitarnya untuk memberitahukan tindakan yang selanjutnya. Refleksi dikembangkan
sebagai salah satu cara untuk memperoleh persepsi dan penilaian yang biasanya luput dari
pandangan kita, yang kemudian menempatkan kita pada posisi yang lebih baik saat kita
menemukan situasi yang sama, sehingga kita mampu mengubah suatu keadaan.
Manfaat yang diharapkan setelah mahasiswa melakukan refleksi dari hasil observasi
yaitu mahasiswa mengerti akan diri dan situasi sekitar, sehingga berdampak lebih luas pada
pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dari pada hanya sekedar mengenal pengetahuan
atau keterampilan baru, misalnya mengamati bagaimana komunikasi antara pasien dengan dokter
saat melihat langsung di tempat praktik dokter, lalu melakukan refleksi bagaimana seharusnya
komunikasi yang baik tersebut.
Beberapa materi yang disajikan pada blok ini yang berkaitan dengan aspek humaniora
adalah komunikasi efektif antara sesama dokter, dokter-pasien, dokter-petugas layanan
kesehatan yang lain, dokter-masyarakat, hubungan yang terjadi dalam proses komunikasi
tersebut, serta nilai-nilai humanis dan profesionalisme yang harus dimiliki oleh seorang dokter.

KOMUNIKASI EFEKTIF
Berdasarkan Buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang dikeluarkan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia (2006), kompetensi pertama yang harus dimiliki oleh seorang dokter adalah
kemampuan berkomunikasi secara efektif, yaitu mampu menggali dan bertukar informasi secara
verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega
dan profesi lain.
Sikap profesional seorang dokter ditunjukkan ketika dokter berhadapan dengan tugasnya
yang berarti mampu menyelesaikan tugasnya sesuai peran dan fungsinya (dealing with task);
mampu mengatur diri sendiri seperti ketepatan waktu, pembagian tugas profesi dengan tugas-
tugas pribadi yang lain (dealing with one-self), dan mampu menghadapi berbagai macam tipe
pasien serta mampu berkerja-sama dengan profesi kesehatan yang lain (dealing with others). Di
dalam proses komunikasi dokter-pasien, sikap profesional ini penting untuk membangun rasa
nyaman, aman, dan percaya pada dokter, yang merupakan landasan bagi berlangsungnya

Penuntun Observasi Lapangan 2017 6


komunikasi secara efektif. Sikap profesional ini hendaknya dijalin terus-menerus sejak awal
konsultasi, selama proses konsultasi berlangsung, dan di akhir konsultasi.
Contoh sikap dokter ketika menerima pasien:
 Menyilakan masuk dan mengucapkan salam
 Memanggil/menyapa pasien dengan namanya
 Menciptakan suasana yang nyaman (isyarat bahwa punya cukup waktu, menganggap penting
informasi yang akan diberikan, menghindari tampak lelah).
 Memperkenalkan diri, menjelaskan tugas/perannya (apakah dokter umum, spesialis, dokter
keluarga, dokter paliatif, konsultan gizi, konsultan tumbuh kembang, dan lain-lain).
 Menilai suasana hati lawan bicara
 Memperhatikan sikap non-verbal (raut wajah/mimik, gerak/bahasa tubuh) pasien
 Menatap mata pasien secara profesional yang lebih terkait dengan makna menunjukkan
perhatian dan kesungguhan mendengarkan.
 Memperhatikan keluhan yang disampaikan tanpa melakukan interupsi yang tidak perlu.
 Apabila pasien marah, menangis, takut, dan sebagainya maka dokter tetap menunjukkan raut
wajah dan sikap yang tenang.
 Melibatkan pasien dalam rencana tindakan medis selanjutnya atau pengambilan keputusan.
 Memeriksa ulang segala sesuatu yang belum jelas bagi kedua belah pihak.
 Melakukan negosiasi atas segala sesuatu berdasarkan kepentingan kedua belah pihak.
 Membukakan pintu, atau berdiri ketika pasien hendak pulang.
Saat mengamati proses komunikasi antara dokter dengan pasien, mahasiswa dapat melihat
apakah contoh-contoh di atas muncul pada interaksi yang diamatinya.

Penuntun Observasi Lapangan 2017 7


PESAN UNTUK MAHASISWA KEDOKTERAN YANG PEDULI
(by Patch Adams, MD)

Pendidikan kedokteran dapat menjadi pengalaman yang penuh ketegangan.


Sebahagian mahasiswa menganggap kedokteran hebat sekali; yang lain menganggap biayanya
terlalu besar. Tapi tanggapan paling memalukan yang pernah saya dengar adalah bahwa
mahasiswa mengalami depresi dan gelisah dengan praktik perawatan kesehatan dalam
masyarakat saat ini. Mereka menganggap praktik berorietasi pelayanan yang menggembirakan
di rumah sakit sudah langka. Ekonomi dan manajemen sering lebih penting dari perawatan
pasien, dan persaingan tampaknya telah menggantikan kerja sama di antara banyak tenaga
profesional di bidang kesehatan.
Saran-saran ini ditujukan untuk mahasiswa kedokteran yang merindukan pendidikan
kedokteran yang sepenuh hati dan menggairahkan, mereka yang mengikuti pendidikan mereka
dengan senang hati dan mengharapkan sepanjang hidup melayani umat manusia. Ingatlah
untuk selalu menegaskan motivasi Anda sendiri, hormati kearifan Anda, dan yakinlah bahwa
Anda dapat menjadikan kehidupan Anda sebagai petualangan yang sangat menyenangkan.
Jangan pernah puas dengan keajaiban hidup. Saat Anda membedah mekanisme tubuh
yang menakjubkan, biarkan pemahaman Anda pada proses-proses mekanisme tersebut
menggempur Anda dengan rasa penasaran dan ingin tahu. Hiduplah dengan perasaan kagum
dan biarkan itu menjadi fokus pendidikan Anda, bukan nilai Anda, yang sama sekali tak
mampu memberi tahu Anda akan jadi dokter macam apa Anda nantinya. Saat saya masih di
sekolah kedokteran, saya katakan kepada profesor saya agar tidak pernah memberitahukan
nilai saya kecuali saya tidak lulus. Rasanya begitu membebaskan.
Jangan tunggu sampai Anda menjadi dokter rumah sakit untuk mengembangkan dan
mempraktikkan keahlian Anda mewawancarai orang. Mulailah dari sekarang! Wawancarailah
semua orang sedalam yang Anda bisa. Kegembiraan dasar ilmu kedokteran adalah keakraban.
Untuk mencapainya, Anda harus berlatih mewawancarai berbagai macam orang. Cobalah
menelpon nomor-nomor salah sambung, bicaralah pada teman, bicaralah pada semua orang.
Carilah sikap yang sangat menggembirakan orang lain sehingga mereka akan menceritakan
kisah mereka pada Anda. Bergembiralah saat orang-orang memberi Anda kepercayaan, cinta
dan keakraban mereka. Biarkan perjalanan dengan orang ini memenuhi Anda dengan
kegembiraan menemukan teman-teman baru.
Terlibatlah dalam politik kedokteran dari awal. Bergabunglah dengan organisasi-
organisasi kemahasiswaan kedokteran (di Amerika: AMSA (American Medical Student
Association), AAFP (American Academy of Family Physician)-red), dan organisasi-organisasi
serupa. Hadirilah pertemuan-pertemuan, khususnya yang besar, dan mengobrollah dengan
semua orang. Banyak rekan Anda yang memikirkan masalah yang seperti yang Anda pikirkan.
Anda bisa mencari dukungan yang akan membantu praktik medis ideal Anda tumbuh dan
berkembang.
Bangunlah hubungan dengan tenaga professional di bidang perawatan kesehatan dan
profesor yang Anda hormati. Ciptakan dialog yang bersemangat. Undanglah diri Anda ke
rumah mereka. Mintalah untuk datang ke praktik mereka. Bangunlah keakraban yang sama

Penuntun Observasi Lapangan 2017 8


dengan penolong, jururawat dan perawat seperti halnya dengan dokter dan pasien. Ke mana
pun Anda pergi dalam hidup, keramahan akan membuat hari-hari Anda menyenangkan.
Dirikanlah kelompok pendukung untuk belajar dan bermain. Carilah jiwa yang sama
dan menghayallah tentang minat dan masa depan kedokteran Anda. Berlatihlah mencurahkan
isi hati secara mendalam dan akrab satu sama lain (bagi kita, kaum Muslim, berteman sedekat
itu tentu yang sesama jenis, untuk menghindari fitnah-red); jangan menyembunyikan sesuatu.
Jika Anda bisa, berbagilah ide dengan kelompok lain. Dari kenalan-kenalan ini dapat muncul
rekan kedokteran seumur hidup, di mana pun Anda berada.
Fokuslah pada kedokteran sebagai pelayanan. Kedokteran yang dijalankan sebagai
sebuah bisnis sama artinya dengan menyakiti semua orang. Penghargaan sejati untuk ilmu
kedokteran berasal dari menolong orang lain dan dari penemuan diri sendiri. Memberi itu
menyembuhkan; memberi menghasilkan keakraban sebagai produk sampingnya. Persiapkan
diri Anda menghadapi hujan cinta.
Jangan biarkan biaya pendidikan menghentikan Anda. Nikmatilah hak istimewa
karena bisa sekolah; saat Anda lulus, Anda akan membayar pinjaman Anda secepat Anda
bisa. Jika Anda memilih kedokteran berorientasi pelayanan, kesenangan yang Anda dapatkan
darinya sudah cukup besar sampai dana masuk. Jangan biarkan utang menjebak Anda dalam
utang yang menjijikkan; tidak ada lagi penjara untuk orang yang berutang. Biarkan kreativitas
dan eksplorasi membantu Anda. Dukungan komunitas bisa menjadi unsur yang penting.
Galilah minat-minat di luar bidang kedokteran. Anda bukan hanya seorang dokter –
Anda adalah orang yang telah belajar ilmu kedokteran! Peliharalah semua cinta dan
pengalaman Anda dengan cara menggabungkannya dalam ilmu kedokteran Anda. Rangkailah
minat-minat ini dalam hubungan yang Anda miliki dengan pasien dan terbukalah untuk
belajar dari mereka. Anda akan berkembang pesat dalam ikatan yang Anda bentuk.
Jangan korbankan keluarga Anda demi karir kedokteran Anda. Apa yang Anda pelajari
saat menjaga agar kehidupan keluarga Anda tetap bersemangat akan membantu Anda
melayani pasien Anda. Rancanakan libur dari pekerjaan dan sekolah, lalu habiskan waktu
bersama dengan keluarga Anda. Hargailah teman, kekasih, anak-anak, dan orang tua Anda,
dan rasakan sehatnya cinta yang mereka berikan pada Anda. Jadikan teman-teman Anda
bagian dari keluarga Anda juga.
Yang paling penting, khayalkan impian kedokteran Anda yang paling aneh. Gelar
dokter Anda adalah surat ijin untuk memilih bagaimana tepatnya Anda ingin menjalankan
praktik. Satu-satunya faktor yang membatasi adalah rasa takut dan kurangnya imajinasi Anda.
Bersatulah dan membumbunglah yang tinggi! Dan saat Anda tumbuh dan belajar, tolong
bagilah tanggapan, saran dan dialog Anda dengan kami dan dengan teman Anda sehingga
bersama-sama kita bisa menciptakan perayaan kedokteran.

Penuntun Observasi Lapangan 2017 9