Anda di halaman 1dari 18

Pertemuan Ke : -9,10-

Judul Praktikum : Layout Peta


Hari / Tanggal : Senin / 16 Maret 2018
Tempat : Lab. Survey Pertanian
Nama / NIM : Rikaldo Pratama / F1D316028
Kelas : Teknik Geofisika
Asisten Praktikum : 1. Aulia Andriani
2. Rizky Mahardhika
3. Ramadhan Susan Prayogo
Prinsip Teori
Analisis data vector merupakan analisis yang dilakukan pada data spasial yang
berjenis vector. Data vector ada yang berbentuk titik, garis dan polygon. Pada data vector
memiliki nilai koordinat. Koordinat merupakan pernyataan yang menyatakan besaran
geometric yang menentukan posisi peta pada suatu titik. Transformasi koordinat adalah
pemindahan koordinat dari satu jenis koordinat ke jenis koordinat lainnya. Menentukan
jarak dan luas berfungsi untuk menghitung berapa jauh masing masing gambar dari objek.
Fungsi extract dibagi menjadi dua yaitu clip dan select. Clip merupakan tool yang
digunakan untuk memilih data atau memotong peta tetapi tidak mengubah data atribut
sebelumnya. select merupakan analisis tool yang berfungsi untuk memilih data.
Overlay merupakan analisis yang menggabungkan dua data. Overlay dibagi atas
intersect dan union. Proximity merupakan analisis yang berbasis jarak, terdiri dari buffer,
multiple ring buffer dan thiessen. Dissolve digunakan untuk menggabungkan objek dalam
sebuah layer yang mempunyai atribut yang sama.
Tujuan Praktikum
Mengetahui dan memahami bagaimana melakukan analisis data vektor
Alat dan Bahan :
 Alat
Personal Computer, GPS
 Bahan
1. Shapefile Desa Mendalo (titik, garis dan poligon),
2. Shapefile titik koordinat gedung UNJA,
3. Shapefile Jaringan Jalan UNJA,
4. Shapefile Gedung UNJA,
5. Shapefile Administrasi Kabupaten Merangin,
6. Shapefile Penggunaan Lahan Kabupaten Merangin,
7. Shapefile Peta Geologi Kabupaten Merangin.
Pelaksanaan Praktikum
1. Geoprocessing

MULAI
Diadd data peta
Disiapkan alat dan mendalo
bahan

Diaktifkan
Diinput koordinat Diaktifkan Geographic
Georeferencing
yang wqqqqqqqq
terdapat pada Coordinate Systems
setiap sudut peta menjadi World, WGS
1984

Save As dalam bentuk tif.


SELESAI

2. Transformasi Koordinat

MULAI Disiapkan alat dan data yang Diadd data peta Desa
telah di georeferencing Mendalo

Diklik Management Tools,


Diubah koordinat menjadi Projections and
UTM sesuai modul Transformations, Feature,
SELESAI Project.
3. Menenentukan Jarak Dan Luas
Diklik kanan pada
Diinput data hasil
MULAI Open Attribut
digitasi peta unja
Table.

Diklik Add
Pada kolom Name isi Field
dengan “luas” dan pada
Dicari jarak yg diinginkan
kolom Type pilih “Float”.
menggunakan tool
Isi kolom Precision 20
“Measure”
dan Scale 3
Dicalculate pada
table luas
Pada kolom Property isi “Area”,
sistem koordinat (UTM), pilih
satuan Hectare Klik OK
SELESAI

4. Extract
a. Clip
Dilakukan
MULAI Disiapkan data analisis SELESAI
Merangin dan laptop dengan tools
extract->clip

b. Select
Dilakukan
MULAI Disiapkan data analisis select
Merangin dan laptop

Pada kolom Input Features


Klik icon SQL, Double klik pada field isi shapefile “Administrasi
kecamatan, klik pada tanda “ = ” , klik Kabupaten Merangin”. Beri
“Get Unique Value”, double klik pada nama shapefile baru untuk
SELESAI
masing-masing kecamatan secara setiap kecamatan
berurutan. Klik Ok
5. Overlay
a. Intersect

Disiapkan data administrasi dan penggunaan


MULAI
lahan Merangin dan laptop

Pada ArcToolbox, klik


Analysis Tools,
SELESAI
Overlay, Intersect.

b. Union
Disiapkan data administrasi dan penggunaan
MULAI lahan Merangin dan laptop

Pada ArcToolbox, klik


SELESAI Analysis Tools, Overlay,
Intersect.

6. Proximity
a. Buffer Dan Multiple Ring Buffer

Disiapkan data titik rektorat dan data


MULAI
Jalan Desa Medalo serta laptop

Pada ArcToolbox, klik


SELESAI Analysis Tools, Proximity,
Buffer/Multiple Ring Buffer.
b. Create Thiessen Polygons

Disiapkan Data GPS hasil


MULAI
pengukuran di lapangan

Pada ArcToolbox, klik


SELESAI Analysis Tools, Proximity,
Create Tiessen Polygons.

7. Generalisasi (Dissolve)

Disiapkan data Penggunaan


MULAI Lahan Di Merangin

Diklik pada
Disi kolom Input ArcToolbox,
Diisi nama shapefile Management Tools,
Features, dengan
baru pada output Generalization,
Penggunaan Lahan
Merangin Dissolve.

Pada kolom
Dissolve_Field(s)
(optional), pilih dengan SELESAI
centang field “Land_Use”
atau “Pengelola”. Klik ok
Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan membahas tentang analisis data vector yang
terdiri dari geoprocessing, transformasi koordinat, menentukan jarak dan luas, clip, select,
intersect dan union, buffer dan multiple ring buffer, thiessen dan dissolve. Semua analisis
data vector ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS dan menggunakan data
peta digitasi mendalo dan digitasi unja.
Geoprocessing merupakan tools yang berhubungan dengan analisis data vector.
Berguna untuk melakukan editing data. Transformasi koordinat merupakan langkah
mengubah koordinat dari sistem decimal degrees menjadi UTM atau dalam satuan meter.
Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan jarak ataupun luas
dari polygon-poligon yang terbentuk.

Gambar 1 : Transformasi kordinat


Setelah diubah menjadi UTM, praktikan menghitung jarak. Perhitungan jarak
dilakukan dengan dua cara yaitu secara garis lurus dan mengikuti track perjalanan. Data
yang digunaan adalah data spasial berupa titik. Didapatkan hasil jarak lurus lebih dekat
dibandingkan jarak yang mengikuti track. Penentuan jarak ini menggunakan tool measure.
Gambar 2 : Penentuan jarak lurus Angso-Rektorat

Gambar 3 : Menentukan jarak lurus Angso – Dekanat FKIP


Gambar 4 : menentukan jarak mengikuti track Angsa-rektorat

Gambar 5 : Menentukan jarak mengikuti track Angsa – dekanat Fkip


Penentuan luas dilakukan dengan menggunakan menu yang ada di atribut peta yaitu
add file, buat luas, klik kanan lalu calculate dan buat sesuai yang diperintahkan yaitu m2 ,
km2 dan hectare. Analisis ini berguna untuk menentukan luas polygon. Pada analisis ini
digunakan data hasil digitasi unja dan desa mendalo darat.

Gambar 6 : Menentukan luas penggunaan lahan di desa mendalo darat (m2)

Gambar 7 : Menentukan luas penggunaan lahan di desa mendalo darat (hektare)


Gambar 8 : Menentukan luas penggunaan lahan di desa mendalo darat (km2)

Clip merupakan langkah untuk memotong peta atau shapefile 1 dengan shapefile
lainnya. Featurs yang digunakan adalah polygon peta unja dan peta mendalo.

Gambar 9 : Clip (Kecamatan yang menjadi bagian dari penggunaan hutan)


Select berfungsi untuk memilih objek – objek dari suatu shapefile dengan
menggunakan perintah query atau pemanggilan data.

Gambar 10 : Hasil Select

Overlay merupakan analisis data spasial yang mengkombinasikan 2 atau lebih layer
yang menjadi input dan menghasilkan 1 layer output yang baru. Pada overlay dilakukan dua
analisis yaitu intersect dan union. Analisis ini menggunakan peta mendalo dan peta unja
yang telah didigitasi. Pada intersect menghasilkan polygon yang berhimpit antara peta
mendalo dan peta unja. Sedangkan analisis union menghasilkan semua poligon hasil
overlay baik itu berhimpit ataupun tidak berhimpit.
Gambar 11 : Intersect (Luas setiap poligon yang dihasilkan)

Gambar 12 : Intersect (luas masing masing penggunaan lahan per kecamatan)


Gambar 13 : Union (luas masing-masing penggunaan lahan 1-22)

Gambar 14 : Union (luas masing-masing penggunaan lahan 23- 45)


Gambar 15 : Union (Luas keseluruhan)
Proximity atau analisis kedekatan unsur merupakan analisis yang berbasis pada
jarak. Analisis ini terdiri dari 3 , yaitu buffer, multiring buffer dan thiessen. Buffer
digunakan untuk membuat polygon dari sebuah fitur pada jarak tertentu. Pada praktikum
kali ini digunakan jarak sejauh 20 m dan didapatkan luas dari poligonnya. Multiple ring
buffer digunakan untuk multiple ring buffer pada sebuah fitur dengan jarak tertentu.
Analisis ini menggunakan data spasial titik dan garis. Pada praktikum kali ini dilakukan
dengan jarak 25, 50 dan 70.

Gambar 16 : Buffer titik Rektorat


Gambar 17 : Multiring buffer titik rektorat

Gambar 18 : Buffer jalan negara


Gambar 19 : Multiring buffer jalan Negara

Thiessen merupakan tool yang digunakan untuk membuat polygon yang


proporsional dari fitur tersebar. Pada analisis ini digunakan data persebaran titik pada peta
unja. Dari analisis ini didapatkan jarak yang sama antar dua titik yang berdekatan.

Gambar 20 : Thiessen (luas polygon 0-22)


Gambar 21 : Thiessen ( Luas polygon 17-39 )

Dissolve berfungsi untuk meleburkan atau menggabungkan objek –objek yang


mempunyai atribut yang sama.

Gambar 22 : Dissolve
Kesimpulan dan Saran
 Kesimpulan
Analisis data vector dapat dilakukan dengan geoprocessing, transformasi
koordinat, menentukan jarak dan luas, clip, select, intersect dan union, buffer dan
multiple ring buffer, thiessen dan dissolve.
 Saran
Diharapkan praktikan lebih memperhatikan penjelasan asisten agar tidak
terjadi kesalahan dalam praktikum.

Daftar Pustaka
Budayanto, E. 2002. Sistem informasi geografis menggunakan ArcVIEW GIS. Jakarta :
Andi.