Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN


SISTEM PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL)
DI DESA WIRAKANAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGHAUR

DisusunOleh :
dr. Yuke Putri

Pendamping:
dr.H. Rudi Nardoyo

PROGRAM DOKTER INTERNSHIP INDONESIA


PUSKESMAS KANDANGHAUR
INDRAMAYU
2017

A. LATAR BELAKANG

Indonesia pada saat ini memiliki masalah mengenai pencemaran


lingkungan terutama pencemaran lingkungan perairan antara lain oleh air
limbah, baik limbah industri, pertanian maupun limbah rumah tangga. Dari
semua sumber pencemar lingkungan, pencemaran yang diakibatkan oleh limbah
rumah tangga menempati urutan pertama (40%) diikuti kemudian oleh limbah
industri (30%) dan sisanya limbah rumah sakit, pertanian, peternakan, atau
limbah lainnya. 1

Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk
tinja manusia dari lingkungan permukiman.2

Limbah cair merupakan sisa buangan hasil suatu proses yang sudah tidak
dipergunakan lagi, baik berupa sisa industri, rumah tangga, peternakan,
pertanian, dan sebagainya. Komponen utama limbah cair adalah air (99%)
sedangkan komponen lainnya bahan padat yang bergantung asal buangan
tersebut. 3

Air limbah merupakan salah satu hasil dari aktifitas hidup manusia. Hal
tersebut keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial - ekonomi
masyarakat itu sendiri dan aktifitas manusia. Sumber air limbah dari aktifitas
manusia berkaitan dengan penggunaan air seperti mandi, mencuci, tempat
cuci,WC, industri dan lain-lain. Kualitas air limbah yang dihasilkan tersebut
sangat beragam, tergantung dari sumber dan sistem pengolahan yang digunakan.
Sehingga kualitas air limbah akan semakin baik jika di tangani atau diolah
dengan sistem pengolahan yang tepat.

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,


zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air
oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai
ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Dengan itu akan menyebabkan
terbentuknya air limbah.

.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana peran Puskesmas sebagai upaya kesahatan berbasis masyarakat
dalam membantu masyarakat memiliki sistem pembuangan air limbah
(SPAL) yang baik?
C. TINJAUAN TEORI

Sarana pembuangan air limbah yang sehat yaitu yang dapat mengalirkan air
limbah dari sumbernya (dapur, kamar mandi) ke tempat penampungan air limbah
dengan lancar tampa mencemari lingkungan dan tidak dapat dijangkau serangga dan
tikus. 4

Rumah yang membuang air limbahnya di atas tanah terbuka tanpa adanya
saluran pembuangan limbah akan membuat kondisi lingkungan sekitar rumah menjadi
tidak sehat. Akibatnya menjadi kotor, becek, menyebabkan bau tidak sedap da dapat
menjadi tempat berkembang biak serangga terutama nyamuk. 4

Air limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, industri atau
tempat-tempat umum lainya dan biasanya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang
dapat membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan
hidup. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri
maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai
jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus(black water), dan ada air
buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya Beberapa sumber air buangan :

a. Air buang rumah tangga (domesrik waste water)


Air buang dari pemukiman ini umumnya mempunyai komposisi yang terdiri
dari ekskreta ( tinja dan urin), air bekas cucian, dapur dan kamar mandi, dimana
sebagian merupakan bahan –bahan organik.

b. Air buangan kotapraja (municipal waste water)

Air buang ini umumnya berasal dari daera perkotaan, perdangangan, selokan,
tempat ibadah dan tempat umum lainya.

c. Air buang industri (industrial waste water)

Air buangan yang berasal dari macam industri. Pada umumnya lebih sulit
pengelolahannya serta mempunyai variasi yang luas. Zat-zat yang terkandung
didalamnya misalnya logam berat, zat pelarut, amoniak dan lain-lain.

Pengolahan Air Limbah dalam kehidupan sehari-hari pengolahan air limbah


dilakukan dengan dua cara yaitu :

a. Menyalurkan air limbah tersebut jauh dari tempat tinggal tanpa diolah tanpa
diolah sebelumnya
b. Menyalurkan air limbah setelah diolah sebelumnya dan kemudian dibuang ke
alam. Pengolahan air limbah ini dapat dilakukan secara pribadi ataupun terpusat.

Air buangan yang dibuang tidak saniter dapat menjadi media perkembangan
mikroorganisme patogen, larva nyamuk ataupun serangga yang dapat menjadi media
transmisi penyakit kolera, typus abdominalis, disentri baciler dan sebagainya. Bila air
limbah itu dibuang begitu saja tanpa diolah sebelumnya maka beberapa syarat yang
harus dipenuhi yaitu :
a. Tidak sampai mengotori sumber air minum

b. Tidak menjadi tempat berkembangbiaknya berbagai bibit penyakit dan vektor

c. Tidak mengganggu estetika, misalnya dari segi pemandangan dan menimbulkan


bau.

d. Tidak mencemarkan alam sekitarnya, misalnya merusak tempat untuk rekreasi


berenang dan sebagainya.5

Saluran limbah yang bocor atau pecah menyebabkan air keluar dan tergenang
serta meresap ke tanah. jika jarak terlalu dekat dengan sumber air dapat mencemari
sumber air tersebut. Tempat penampungan air yang terbuka dapat menyebabkan
nyamuk bertelur.4

D. METODE DAN PELAKSANAAN


Metode : Metode yang dilakukan adalah penilaian langsung terhadap
rumah warga yang dijadikan sampel
Tanggal : Selasa, 10 Juli 2017
Tempat: Desa Wirakanan Kecamatan Kandanghaur
Pelaksana : dr. Yuke Putri (Dokter Internsip)
dr. Desi Natalia (Dokter Internsip)
dr. Ignatia Karina Hallis (Dokter Internsip)
dr. Mayla Azkiya (Dokter Internship)
dr. Mia Laurentika MY (Dokter Internship)
Pak Ardiman, S.KM
Pak Suminto, S.KM
Hasil : (Terlampir)
Telah dilakukan inspeksi sistem pembuangan air limbah pada rumah tangga:
1. Nama : Tn. Dani
Jumlah Anggota Keluarga : 4 Orang
Alamat : Rt .01 Rw.05 Desa Wirakanan
Kecamatan Kandanghaur
2. Nama : Tn. Asep
Jumlah Anggota Keluarga : 7 Orang
Alamat : Rt .01 Rw.05 Desa Wirakanan
Kecamatan Kandanghaur
3. Nama : Tn. Yanto
Jumlah Anggota Keluarga : 5 Orang
Alamat : Rt .01 Rw.05 Desa Wirakanan
Kecamatan Kandanghaur
4. Nama : Tn. Warjim
Jumlah Anggota Keluarga : 5 Orang
Alamat : Rt .01 Rw.05 Desa Wirakanan
Kecamatan Kandanghaur
5. Nama : Tn. Soleh
Jumlah Anggota Keluarga : 5 Orang
Alamat : Rt .01 Rw.05 Desa Wirakanan
Kecamatan Kandanghaur

Hasil Penilaian :
Penilaian dilakukan berdasarkan indikator :

1. Fisik berupa :

a. Temperatur : dari kelima rumah yang diperiksa memiliki suhu 36-37C

b. Kekeruhan : dari kelima rumah yang diperiksa hanya satu rumah yang
memiliki kekeruhan SPAL yang tinggi berupa air limbah yang berwarna
hitam kecoklatan.

c. Bau : dari kelima rumah yang diperiksa hanya satu rumah yang memiliki
bau menyengat pada SPAL.
d. Warna : dari kelima rumah yang diperiksa hanya satu rumah yang
memiliki warna hitam kecoklatan pada SPAL.

2. Kimia : (tidak dilakukan)

3. Biologi : (tidak dilakukan)

Untuk mengukur sampai berapa jauh tingkat pengotor air, maka dapat
digunakan beberapa parameter antara lain :

BOD (Biochemical Oxigen Demand), COD (Chemical Oxigen Demand), SS


(Suspended Solid), bakteri koli, dan golongan amoniak.

Parameter-parameter ini dipakai pula untuk mengukur kemampuan pengolahan


air limbah. Berdasarkan kekuatannya, air limbah digolongkan dalam 3 jenis
yaitu : kuat, sedang dan lemah.

Jenis kekuatan tersebut biasanya dinyatakan dengan tingkat BOD yaitu: Kuat,
bila nilai BOD > 300 mg/L Sedang, bila nilai BOD 100 -300 mg/L lemah, bila
nilai BOD < 100 mg/L

Hampir kelima rumah yang dikunjungi memiliki saluran pembuangan


limbah yang bercampur dengan selang atau saluran air minum. Luas dari
selokan atau saluran pembuangan limbahpun tidak sesuai dengan kriteria SPAL
yang sehat. Oleh karen itu sering warga mengalami banjir jika musim hujan tiba
dan terserang penyakit diare.

E. MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring

1) Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan sangat kurang.


2) Perilaku dan kesadaran masyarakat tentang kebersihan seperti mengelola limbah
rumah tangga masih sangat kurang.
3) Kurangnya peran serta kader dalam upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk
program kesehatan lingkungan.

Evaluasi

1) Sebaiknya lebih sering dilakukan kegiatan penyuluhan tentang kesehatan


lingkungan ke masyarakat khususnya pada sistem pengolahan air limbah rumah
tangga.
2) Sebaiknya lebih sering dilakukan kegiatan penyuluhan tentang kebersihan
lingkungan ke masyarakat dan perlu digalakkan lagi kegiatan gotong royong
untuk membersihkan lingkungan masyarakat.
3) Peran para kader perlu ditingkatkan lagi dalam upaya mewujudkan lingkungan
dan masyarakat yang sehat.

Indramayu, Juli 2017

Peserta Pendamping

dr. Yuke Putri dr. H. Rudi Nardoyo

LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Pustaka

1. Dinas Kesehatan Riau. 2015. Pedoman Teknis Penilaian Rumah


Sehat.http://dinkesriau.net/berita-765-pedoman-teknis-penilaian-rumah-
sehat.html. Diakses pada 20 Juli 2017 pukul 19.00.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang


Pengelolaan Kualitas Air DAN Pengendalian Pencemaran Air.

4. SNI 19-6466-2000, Tata cara evaluasi lapangan untuk sistem peresapan pembuangan
air limbah rumah tangga.

5. Sugiharto, Dasar-Dasar Pengelolaan Air Limbah, UI-Press, 1987.

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan