Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH INSTRUMENTASI DAN PEMELIHARAAN

MEMBAHAS TENTANG RELAY

DISUSUN OLEH

MURID STIKOM PELITA INDONESIA PEKANBARU

M–SI

KELOMPOK 4

ETHUR

FERRY

MIKA

SETIA DHARMAWIRA WIJAYA

THOMAS
SEJARAH RELAY
Penemu Relay Pertama Kali Adalah Joseph Henry Pada Tahun 1835.
Dalam Pemakaiannya Biasanya Relay Yang Digerakkan Dengan Arus Dc
Dilengkapi Dengan Sebuah Dioda Yang Diparalel Dengan Lilitannya Dan
Dipasang Terbalik Yaitu Anoda Pada Tegangan () Dan Katoda Pada Tegangan
(+). Ini Bertujuan Untuk Mengantisipasi Sentakan Listrik Yang Terjadi Pada Saat
Relay Berganti Posisi Dari On Ke Off Agar Tidak Merusak Komponen Di
Sekitarnya.

PENGERTIAN RELAY
Relay Adalah Suatu Peranti Yang Bekerja Berdasarkan Elektromagnetik
Untuk Menggerakan Sejumlah Kontaktor Yang Tersusun / Sebuah Saklar
Elektronis Yang Dapat Dikendalikan Dari Rangkaian Elektronik Lainnya Dengan
Memanfaatkan Tenaga Listrik Sebagai Sumber Energinya. Kontaktor Akan
Tertutup (Menyala) / Terbuka (Mati) Karena Efek Induksi Magnet Yang
Dihasilkan Kumparan (Induktor) Ketika Dialiri Arus Listrik. Berbeda Dengan
Saklar, Pergerakan Kontaktor (On / Off) Dilakukan Manual Tanpa Perlu Arus
Listrik.
Relay Yang Paling Sederhana Ialah Relay Elektromekanis Yang
Memberikan Pergerakan Mekanis Saat Mendapatkan Energi Listrik. Secara
Sederhana Relay Elektromekanis Ini Didefinisikan Sebagai Berikut.
Alat Yang Menggunakan Gaya Elektromagnetik Untuk Menutup Atau Membuka
Kontak Saklar. Saklar Yang Digerakkan Secara Mekanis Oleh Daya / Energi
Listrik.
Sebagai Komponen Elektronika, Relay Mempunyai Peran Penting Dalam
Sebuah Sistem Rangkaian Elektronika Dan Rangkaian Listrik Untuk
Menggerakan Sebuah Perangkat Yang Memerlukan Arus Besar Tanpa
Terhubung Langsung Dengan Perangakat Pengendali Yang Mempunyai Arus
Kecil. Dengan Demikian Relay Dapat Berfungsi Sebagai Pengaman.
Relay Terdiri Dari 3 Bagian Utama, Yaitu:
1. Common, =Bagian Tersambung Dengan Normally Close (Dalam
Keadaan Normal).
2. Koil (Kumparan), =Komponen Utama Relay Digunakan Menciptakan
Medan Magnet.
3. Kontak, Yang Terdiri Dari Normally Close Dan Normally Open.
JENIS-JENIS DAN SIMBOL RELAY
Ada Beberapa Jenis Relay Berdasarkan Cara Kerjanya Yaitu:
1. Normaly On =Kondisi Awal Kontaktor Tertutup (On) Dan Akan Terbuka
(Off) Jika Relay Diaktifkan Dengan Cara Memberi Arus Yang Sesuai
Pada Kumparan / Koil Relay. Istilah Lain Kondisi Ini Adalah Normaly
Close (Nc).
2. Normaly Off =Kondisi Awal Kontaktor Terbuka (Off) Dan Akan Tertutup
Jika Relay Diaktifkan Dengan Cara Memberi Arus Yang Sesuai Pada
Kumparan Atau Koil Relay. Istilah Lain Kondisi Ini Adalah Normaly Open
(No).
3. Change-Over (Co) Atau Double-Throw (Dt) =Relay Jenis Ini Memiliki Dua
Pasang Terminal Dengan Dua Kondisi Yaitu Normaly Open (No) Dan
Normaly Close (Nc).

Selain Itu, Seperti Saklar, Relay Juga Dibedakan


Berdasar Pole Dan Throw Yang Dimilikinya. Pole Adalah Banyaknya Kontak
Yang Dimiliki Oleh Relay. Sedangkan Throw Adalah Banyaknya Kondisi (State)
Yang Mungkin Dimiliki Kontak. Berikut Ini Penggolongan Relay Berdasar
Jumlah Pole Dan Throw / Disebut Juga Sebagai Simbol Relay.

SPST (Single Pole Single Throw)


Relay Ini Memiliki Empat Terminal Yaitu, Dua Terminal
Kumparan Atau Koil Dan Dua Terminal Saklar (A Dan B) Yang
Dapat Terhubung Dan Terputus.

SPDT (Single Pole Double Pole)


Relay Ini Memiliki Lima Terminal, Yaitu Dua Terminal
Kumparan Atau Koil Dan Tiga Terminal Saklar (A,B, Dan C)
Yang Dapat Terhubung Dan Terputus Dengan Satu Terminal
Pusat. Jika Suatu Saat Terminal (Misal A) Terputus Dengan
Terminal Pusat (C) Maka Terminal Lain (B) Terhubung Dengan Terminal Pusat
Tersebut (C), Demikian Juga Sebaliknya.
DPST (Double Pole Single Throw)
Relay Ini Mempunyai Enam Terminal, Yaitu Dua
Terminal Kumparan Atau Koil Dan Empat Terminal,
Merupakan Dua Pasang Saklar Yang Dapat Terhubung Dan
Terputus (A1 Dan B1 Serta A2 Dan B2).

DPDT (Double Pole Double Throw)


Relay Ini Mempunyai Delapan Terminal, Yaitu
Dua Terminal Kumparan Atau Koil, Enam Terminal
Merupakan Dua Set Saklar Yang Dapat Terputus Dan
Terhubung (A1,B1,C1 Dan A2, B2, C2).

QPDT (Quadruple Pole Double Throw)


Qpdt Sering Disebut Sebagai Quad
Pole Double Throw Atau 4pdt (Four Pole
Double Throw). Relay Ini Setara Dengan 4
Buah Saklar Atau Relay Spdt Atau Dua Buah
Relay Dpdt Dan Terdiri Dari 14 Pin
(Termasuk 2 Buah Untuk Koil). 6.3pdt (Three
Pole Double Throw)

Selain Itu Terdapat Jenis-Jenis Relay Lainnya. Relay Juga Diaplikasi


Untuk Berbagai Keperluan, Sehingga Dianggap Relay Tersebut Memiliki Fungsi
Khusus, Seperti Contoh Berikut.

Timming Relay
Relay Yang Bekerja Untuk Sebuah
Pewaktuan. Di Mana Koil Relay Akan
Dianggap On, Jika Memenuhi
Beberapa Waktu Tertentu (Misal 5
Detik). Timing Relay Adalah
Jenis Relay Yang Khusus. Cara
Kerjanya Ialah, Jika Koildari Timing Relayon, Maka Beberapa Detik Kemudian,
Baru Kontak Relayakan On / Off (Sesuai Jenis No/Nc Contact).
Latching Relay
Relay Ini Dipergunakan Untuk Menahan /
Latch / Jenis Relay Yang Digunakan Untuk
Latching Atau Mempertahankan Kondisi Aktif
Input Sekalipun Input Sebenarnya Sudah
Mati. Cara Kerjanya Ialah, Jika Latch
Coil Diaktifkan, Ia Tidak Akan Bisa Dimatikan Kecuali Unlatch Coil Diaktifkan.

Reed Relay
Relay Ini Memiliki Seperangkat Kontak Di Dalam Vakum / Gas Inert Untuk
Mengisi Tabung Gelas, Yang Melindungi Kontak Terhadap Korosi Atmosfer.
Kontak Tertutup Oleh Medan Magnet Yang Dihasilkan Ketika Arus Mengalir
Melalui Kumparan Di Sekeliling Tabung Gelas. Reed Relay Mampu Switching
Kecepatan Lebih Cepat Daripada Jenis Relay Yang Lebih Besar, Tetapi Beralih
Rendah Arus Dan Tegangan Peringkat.

CARA KERJA RELAY


Cara Kerja Relay Sangat Sederhana. Di Sini Kita Akan Membahas Relay
Pada Umumnya. Relay Segi (Contoh : Hella, Bosch Dll). Relay Terdiri Dari 2
Terminal Trigger, Input Dan Output.

Terminal Trigger : Yaitu Terminal Yang


Akan Mengaktifkan Relay. Seperti Alat
Electronic Lainya Relay Akan Aktif
Apabila Di Aliri Arus + Dan Arus -. Pada
Contoh Relay Yang Kita Gunakan
Terminal Trigger Ini Adalah 85 & 86.
Terminal Input : Yaitu Terminal Tempat
Kita Memberikan Masukan. Pada
Contoh Adalah Terminal 30
Terminal Output : Yaitu Tempat
Keluarnya Output Pada Contoh Adalah Terminal 87
Cara Kerja Relay
Adalah Sebagai Berikut :
Saat Coil Mendapatkan
Energi Listrik Akan
Menimbulkan Gaya
Elektromanetik. Gaya Magnet
Yang Ditimbulkan Akan
Menarik Plat/Lengan Kontak
(Armature) Berpegas (Bersifat Berlawanan), Sehingga Menghubungkan 2 Titik
Contact.

IMPLEMENTASI DALAM RANGKAIAN ELEKTRONIK-ELEKTRONIK


Relay Merupakan Komponen Listrik Yang Memiliki Prinsip Kerja Magnet
Dengan Induksi Listrik. Relay Terdiri Atas Bagian-Bagian Utama Sebagai Berikut.
 Coil / Kumparan, =Gulungan Kawat Yang Mendapat Arus Listrik. Adalah
Sejenis Saklar Yang Pergerakannya Tergantung Dari Ada Tidaknya Arus
Listrik Di Coil.
 Contact / Penghubung, =Sejenis Saklar Yang Pergerakannya Tergantung
Dari Ada Tidaknya Arus Listrik Di Coil. Contact Ada 2 Jenis
: Normally Open (Kondisi Awal Sebelum Diaktifkan Open),
Dan Normally Closed (Kondisi Awal Sebelum Diaktifkan Close).

GAMBAR-GAMBAR OBJEK