Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka mewujudkan program Pemerintah untuk pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh
wilayah Indonesia, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka menerima penempatan dokter umum
sebagai peserta Program Pegawai Tidak Tetap (PTT) Daerah Kabupaten Sikka.
Adapun lokasi penempatan dokter PTT Daerah Kabupaten Sikka dapat dilakukan di RSUD Dr.T.C
Hillers Maumere yang berlokasi di Jalan Wairklau, Maumere maupun di salah satu dari 23 puskesmas
yang berada di wilayah Kabupaten Sikka.
Lama penugasan dokter umum sebagai dokter PTT adalah selama satu tahun. Meskipun masa tugas
dokter PTT daerah ini boleh dibilang cukup singkat, namun pelayanan kesehatan pada masyarakat
diharapkan dapat meningkat sehingga tercapai program Pemerintah Menuju Indonesia Sehat.

B. TUJUAN
Penyusunan makalah ini bertujuan:
i. Sebagai laporan kegiatan pelayanan kesehatan dokter PTT Daerah di Puskesmas
Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka selama 1 tahun periode masa kerja.
ii. Mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan di masyarakat dan di puskesmas.

1
BAB II
ISI LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
A. GAMBARAN UMUM KABUPATEN SIKKA

1. Letak Geografis
Kabupaten Sikka terletak diantara 80o22 sampai dengan 80o50 derajat Lintang Selatan dan
121º55'40" sampai 122º41'30" Bujur Timur. Kabupaten Sikka merupakan bagian dari wilayah
Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di Daratan Flores. Sebelum tahun 2007 Sikka terdiri
dari 12 Kecamatan, seiring dengan diberlakukan UU Otonomi Daerah terjadi pemekaran wilayah
kecamatan menjadi 21 Kecamatan. Total luas daratan Kabupaten Sikka mencapai 1.731,91 km2 . Di
Kabupaten Sikka terdapat 9 pulau yang dihuni dan 9 pulau yang tidak di huni. Pulau terkecil adalah
Pulau kambing (Pulau Pemana Kecil) yang luasnya tidak sampai 1 km2

Kecamatan Waigete merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Sikka,
Kecamatan Waigete berjarak ± 22 km dari Kabupaten Sikka dan dapat ditempuh dengan
menggunakan transportasi darat. Wilayah Kecamatan Waigete memiliki luas 217,65 km2, dengan
Desa Runut merupakan daerah yang terluas yaitu 48,57 Km2 atau 22,31% dari total luas Kecamatan
Waigete. Sedangkan Desa Pogon merupakan daerah terkecil yaitu 6,45 Km2 atau 2,96% dari total
luas Kecamatan Waigete.
Secara astronomis Kecamatan Waigete berada pada posisi 08022' Lintang Utara hingga
08043' Lintang Selatan serta antara 122018' hingga 122041' Bujur Timur. Wilayah Kecama- tan
Waigete sebelah utara berbatasan dengan Laut Flores; Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut
Sawu, Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Talibura, Sedangkan sebelah Timur berbatasan
dengan Kecamatan Kewapante.

Pada umumnya masyarakat Kecamatan Waigete bertempat tinggal di daerah pesisir. Dengan
77,78% letak Desa atau kelurahan berada di pesisir pantai sedangkan 22,22% berada di lereng atau
punggung bukit dan sisanya dan dataran.
Sumber air minum di waigete adalah mata air dan sungai seperti sungai Waigete, Na- pung
Biri, Patiahu, Wairboto, Koja Wulu, Kilawair, dan Kohat. Sungai dan mata air juga digunakan

2
sebagai sarana irigasi bagi petani untu mengairi sawah. Adapun desa - desa yang ada mata airnya
digunakan untuk irigasi adalah desa Egon dan Wairterang. Perlu dicatat sebagai perhatian khusus
bahwa Puskesmas Waigete yang terletak di kilometer 22 dari kota Maumere ke arah Larantuka
memperoleh sumber airnya dari bendungan buatan yang ada di wilayah desa Egon, akses air
diperoleh melalui pipa yang dihubungkan ke penampungan air di puskesmas. Hal ini menimbulkan
masalah karena pipa – pipa tersebut banyak dilepas dan dicabangkan oleh warga guna mengairi
sawah mereka, belum bila ada sambungan pipa yang rusak. Akibatnya pada periode musim panas
(Juli – November) puskesmas sangat rentan kekurangan air sehingga harus membeli suplai air dari
perusahaan swasta.

2. Demografi
Data hasil proyeksi penduduk menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di
Waigete masing-masing sebanyak 12.708 orang dan 13.250 orang, dengan sex-ratio sebesar 95,91.
Sex-ratio kurang dari 100 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada
penduduk laki-laki. Kepadatan penduduk terbesar terdapat di Desa Aibura yaitu sebesar 550 orang
per km2 yaitu sebanyak 2035 jiwa penduduk dengan luas daerah sebesar 3,70 km2. Sedangkan
kepadatan penduduk terkecil berada di Desa Runut yaitu 51 penduduk per km2. (2477 jiwa pada
48,57 km2).

Gambar 1. Jumlah Penduduk Menurut Desa di Kecamatan Waigete Tahun 2014

Dengan demikian, kepadatan penduduk Kabupaten Waigete pada tahun 2015 adalah 119 jiwa/km2
dengan rincian kepadatan penduduk masing-masing desa sebagai berikut.

Gambar 2 – Diagram Kepadatan Penduduk di Kecamatan Waigete di Tahun 2015

3
3. Pemerintahan
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dipimpin oleh Drs. Yoseph Ansar Rera (Bupati) dan
Drs. Paulus Nong Susar yang bertempat di Kantor Bupati Sikka, Jalan Eltari Maumere.
Kabupaten Sikka terdiri atas 21 kecamatan, yaitu:

 Kecamatan Paga  Kecamatan Hewokloang


 Kecamatan Tanawawo  Kecamatan Kangae
 Kecamatan Mego  Kecamatan Nelle
 Kecamatan Lela  Kecamatan Koting
 Kecamatan Bola  Kecamatan Palue
 Kecamatan Doreng  Kecamatan Nita
 Kecamatan Mapitara  Kecamatan Magepanda
 Kecamatan Talibura  Kecamatan Alok
 Kecamatan Waiblama  Kecamatan Alok Barat
 Kecamatan Waigete  Kecamatan Alok Timur
 Kecamatan Kewapante

Pemerintahan daerah di Kecamatan Waigete memiliki wilayah kerja administrasi pemerintah


terus mengalami perkembangan. Sampai tahun 2015, struktur hierarki dalam pembagian wilayah
administrasi pemerintahan Kecamatan Waigete terdiri dari 9 Desa 27 Dusun, 69 RW dan 200
SLS/Rukun Tetangga(RT). Jumlah RW per desa sebanyak 6 RW sampai 11 RW di Desa
Nangatobong. Jumlah RT per desa sekitar 12 RT di Desa Aibura sampai 42 RT di Desa Egon.
Ibukota Pogon di Kloangrotat. Ibukota Aibura di Desa Kubit. Ibukota Wairblerer di Desa Nangahale
Doi. Ibukota Hoder di Wairbleler. Ibukota Egon di Waigete. Ibukota Nangatobong di AhuWair.
Ibukota Wairterang di Wodong. Ibukota Runut di Ewa. dan ibukota Watudiran di Kilawair.
Semua desa di Kecamatan Waigete dipimpin oleh Kepala Desa dibantu oleh sekretaris desa,
kepala urusan dan kepala seksi. Keseluruhan desa mempunyai Badan Perwakilan Desa (BPD) yang
aktif dan selalu berperan dalam fungsi pengawasan terhadap pmerintahan desa. Jumlah aparat BPD
sebanyak 71 orang yang berpen- didikan SLTA sampai sarjana.

B. GAMBARAN UMUM PUSKESMAS WAIGETE


Pada tahun 2015 jumlah puskesmas yang tersedia di Kecamatan Waigete hanya ada satu unit yang
terletak di Desa Egon. Di sisi lain Puskesmas Pembantu (PUSTU) sebagai ujung tombak penyediaan
fasilitas kesehatan terdepan dalam melayani masyarakat beroperasi pada tingkat Desa dan untuk

4
Kecamatan Waigete, tersedia 5 unit PUSTU yang terdapat pada 5 Desa yaitu Pogon, Aibura, Wairbleler,
Runut dan Watudiran.
Jumlah polindes di Kecamatan Waigete ada sebanyak 6 unit yang terdapat di Desa Pogon, Aibura,
Hoder, Egon, Nangatobong dan Wairterang. Sedangkan untuk Posyandu ada sebanyak 43 unit di
kecamatan Waigete.

Gambar 1. Distribusi Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Waigete

Puskesmas Waigete terdata sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai dengan
kebijakan yang dikeluarkan terkait kerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jasa Kesehatan (BPJS).
Puskesmas Waigete menerima pasien yang menggunakan jasa BPJS dengan membawa Kartu Indonesia
Sehat, pasien dengan Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan oleh kecamatan, dan pasien
umum.

5
Struktur Organisasi Puskesmas Waigete
Gambar 2. Struktur Organisasi Puskesmas Waigete

KepalaPuskesmas

Kepala Tata Usaha

Sekretaris

Bendahara
Bendahara
SP2TP
SP2TP Loket Rujukan
Rujukan

Pelayanan
Pelayanan Kesehatan
Kesehatan Dasar
Dasar Pelayanan
Pelayanan Kes.
Kes. Masyarakat
Masyarakat
ORA

Apotik
LAB
GIG

Pro
ORA

Apotik
LAB

mk
NA
GIG

KIA

ata

ng

Ke
RA

uu
ng
sli
Ke

P2
sli

uni
ob

es

sas
KB

Gi

Pro
ng
Pe

M
mk

Im
NA

zizi
TT

KIA

ata

ng

Ke
II

RA

ng
sli
Ke

P2
PP

sli

uni
ob

es

sas
KB

nn

Gi
ng
Pe

Im
ii
PUSTU
PUSTU POLINDES PUSTU POLINDES
POLINDES PUSTU
PUSTU POLINDES
POLINDES
POLINDES PUSTU

Bides
Bides & Bides Bides
Bides & Bides
Bides &
& Bides
Bides & Bides
Bides &
Bides
Bides &
& & Bides &
& Bides
Bides &
& Bides
Bides &
& & Bides
Bides &
& & &
Perawat Perawat
Perawat Perawat Perawat Perawat Perawat
Perawat Perawat Perawat
Perawat Perawat
Perawat Perawat
Perawat
Perawat Perawat Perawat Perawat Perawat
C. PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS WAIGETE

I. Poli Umum
1. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Poliklinik Puskesmas Waigete Bulan Januari
2017 - Desember 2017 (Termasuk UGD dan Rawat Jalan di UGD)
Tabel 2. Jumlah Kunjungan Pasien Harian Puskesmas Waigete

BULAN BPJS SKTM UMUM TOTAL

Januari 1672 301 35 2008

Februari 1234 855 87 2176

Maret 1685 457 97 2239

April 1229 344 73 1646

Mei 1334 512 89 1935

Juni 1487 224 43 1754

Juli 1432 395 69 1896

Agustus 1598 389 52 2039

September 1579 613 87 2279

Oktober 1654 472 71 2197

November 1653 461 97 2211

Desember 1512 175 49 1736

2. Jumlah sepuluh penyakit terbanyak tiap bulan berdasarkan data Laporan Bulanan-1
(LB-1) Bulan Januari 2017 - Desember 2017

Tabel 3. Jumlah 10 Penyakit Terbanyak Tiap Bulan

No JANUARI FEBRUARI MARET APRIL

1 ISPA (773) ISPA (643) ISPA (889) ISPA (521)

2 Influenza (359) Influenza (607) Influenza (257) Gastritis (205)

3 Gastritis (188) Gastritis (223) Gastritis (215) Hipertensi (154)

4 Hipertensi (114) Hipertensi (111) Hipertensi (191) Influenza (141)

5 Vulnus Apertum (81) Vulnus Apertum (75) LBP / OA (95) Myalgia (112)

6 Obs. Febris (75) Myalgia (101) Vulnus Apertum (68) Dermatitis (94)

7 Myalgia (50) Dermatitis (59) Obs. Febris (61) Vulnus Apertum (76)

8 Dermatitis Alergi (44) LBP (51) Dermatitis Alergi (46) Obs. Febris (59)

9 Abses Dermal (43) Cephalgia (44) Cephalgia (41) Abses (51)


10 LBP (38) Dermatitis Alergi (40) Myalgia (38) Anemia (30)

Tabel 4. Jumlah 10 Penyakit Terbanyak Tiap Bulan

No MEI JUNI JULI AGUSTUS

1 ISPA (723) ISPA (633) ISPA (350) ISPA (915)

2 Influenza (250) Gastritis (202) Gastritis (131) Gastritis (224)

3 Gastritis (236) Influenza (171) Influenza (111) Hipertensi (175)

4 Hipertensi (168) Hipertensi (157) Hipertensi (106) Influenza (134)

5 Myalgia (90) Myalgia (103) Myalgia (59) Myalgia (79)

6 Obs. Febris (72) Vulnus Apertum (61) Vulnus Apertum (49) GEA (76)

7 Vulnus Apertum (53) Gout Arthritis (61) Obs. Febris (43) VUlnus Apertum (73)

8 Penyakit Otot & Penyakit Otot dan Penyakit Otot & Jaringan Penyakit Otot dan
Jaringan Ikat (51) Jaringan Ikat (58) Ikat (42) Jaringan Ikat (69)

9 Abses (49) Abses (44) Tonsillitis (37) Obs. Febris (59)

10 Dermatitis Alergi (37) Obs. Febris (43) Gout Arthritis (35) Abses (52)

Tabel 5. Jumlah 10 Penyakit Terbanyak Tiap Bulan

No SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

1 ISPA (779) ISPA (890) ISPA (767) ISPA (620)

2 Gastritis (252) Gastritis (261) Influenza (315) Influenza (357)

3 Influenza (238) Influenza (241) Gastritis (256) Gastritis (279)

4 Hipertensi (159) Hipertensi (162) Obs. Febris (133) Hipertensi (138)

5 GEA (109) GEA (100) Hipertensi (124) Myalgia (106)

6 Penyakit Otot & Jaringan


Myalgia (97) Myalgia (90) Myalgia (113)
Ikat (98)

7 Penyakit Otot & Jaringan


Vulnus Apertum (81) Abses (94) Abses (87)
Ikat (59)

8 Penyakit Otot &


Abses (52) GEA (49) Dermatitis Alergi (79)
Jaringan Ikat (61)

9 Dermatitis Infeksi (57) Obs. Febris (49) Dermatitis Infeksi (45) Obs. Febris (77)

10 Obs. Febris (48) Anemia (40) Vulnus Apertum (41) Faringitis Akut (67)

3. Tindakan
Jumlah dan Jenis Tindakan yang dilakukan dari bulan Januari 2017 - Desember 2017
di Puskesmas Waigete

Tabel 6. 10 Tindakan Tersering di Puskesmas Waigete

NO. TINDAKAN

1. Rawat Luka: post hecting vulnus appertum, post op appendiktomi, post op


laparotomi, post SC, luka infeksi

2. Hecting vulnus appertum

3. Insisi dan drainase abses

4. Nebulisasi pasien Asma Bronchial dan PPOK

5. Debridemen (dasar) luka terinfeksi

6. Ekstraksi korpus alienum

7. Ekstraksi Kuku

8. Resusitasi pada kasus gawat darurat

9. Reposisi dislokasi (Elbow dan Shoulder terutama)

10. Melakukan Visum et Repertum korban hidup

II. Loket
Setiap pasien yang datang berobat jalan di puskesmas harus mendaftarkan diri di loket
terlebih dahulu. Pasien dikategorikan menjadi tiga golongan pasien : BPJS, SKTM, dan
Umum atau Tunai.

III. Gudang Obat


Di puskesmas Waigete terdapat gudang obat yang digunakan untuk menyimpan stok obat
bulanan. Obat diambil tiap awal bulan untuk kemudian disimpan dalam lemari penyimpanan
obat. Persediaan obat yang akan dibagikan pada pasien tiap hari, tersedia dalam rak obat
harian.

IV. KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)


Penanggung jawab KIA dipegang oleh seorang bidan koordinator, yang bertugas
mengkoordinir pelayanan di puskesmas dan semua bidan di masing-masing desa.

Pelayanan yang diberikan di KIA adalah:


1. Ante Natal Care untuk ibu hamil
2. Pelayanan imunisasi Tetanus Toxoid bagi Wanita Usia Subur
3. Pelayanan kontrasepsi suntik, implant, dan Intra Uterine Device
4. Penimbangan berat badan balita

 Data Sasaran KIA bulan Januari 2017 - Desember 2017


Tabel 7. Data KIA Puskesmas Waigete
Lahir Lahir Persalinan KB KB
BULAN Persalinan Gemelly Rujukan
Hidup Mati Non-Nakes Baru Aktif

JANUARI 34 34 0 0 0 29 2280 6

FEBRUARI 25 26 0 1 1 20 2293 4

MARET 36 36 0 0 2 33 2318 8

APRIL 40 41 1 2 1 23 2330 12

MEI 41 40 1 0 1 35 2345 9

JUNI 35 35 0 0 0 26 2262 8

JULI 48 48 0 0 3 59 2309 8

AGUSTUS 34 34 1 1 1 27 2328 4

SEPTEMBER 43 42 1 0 0 30 2356 14

OKTOBER 31 30 1 0 1 22 2373 3

NOVEMBER 45 45 0 0 0 28 2400 17

DESEMBER 33 32 1 0 0 26 2425 5

Keterangan:
Bumil : Ibu hamil
Risti : Ibu hamil resiko tinggi
Bulin : Ibu bersalin
K1 M : K1 Murni, kunjungan ibu hamil 0-12 Minggu
K4 : Kunjungan inu hamil yang ke 4 setelah melalui K1-K3
KN : Kunjungan Neonatus

 Pelayanan KB di puskesmas Waigete bulan Januari 2017 - Desember 2017


Tabel 8. Data Pelayanan KB Puskesmas Waigete

SASARAN
BULAN
PIL IUD KONDOM SUNTIK IMPLANT MOW MOP

JANUARI 0

FEBRUARI 0

MARET 0

APRIL 0

MEI 0

JUNI 0

JULI 0

AGUSTUS 0

SEPTEMBER 0
OKTOBER 280 63 79 1685 57 209 0

NOVEMBER 272 64 89 1706 57 212 0

DESEMBER 276 62 89 1723 59 212 0

V. Ruang Rawat Inap (RRI) Umum dan RRI & VK Bersalin


Ruang Rawat Inap Umum berkapasitas 8 tempat tidur, 3 tempat tidur untuk ruangan laki –
laki, dan 3 tempat tidur untuk ruangan wanita, dan 2 tempat tidur untuk ruangan anak.
RRI Umum juga satu bangunan dengan ruang tindakan atau ruang Gawat Darurat (UGD)
yang memiliki 2 tempat tidur untuk menangani pasien.

RRI dan VK bersalin memiliki 6 tempat tidur, dengan 4 tempat tidur untuk ruangan menginap
dan 2 tempat tidur bagi VK bersalin. Selain itu juga terdapat Rumah Tunggu dengan kapasitas
4 tempat tidur di gedung samping gedung RRI bersalin. Selain itu juga terdapat 1 tempat tidur
ginekologi untuk tindakan ginekologi.

Pelayanan di Ruang Rawat Inap Umum :


I. pasien rawat jalan di luar jam dinas dan hari libur
II. rawat inap & observasi pasien
III. pasien gawat darurat

 Laporan Jumlah Pasien Rawat Inap Umum Bulan Januari 2017 - Desember 2017 :
Tabel 9 Jumlah Pasien Rawat Inap di Puskesmas Waigete

No. Bulan (2017) Jumlah Pasien Rawat Inap KIA Jumlah Rujukan

1 Januari 36 8

2 Februari 29 5

3 Maret 38 10

4 April 32 6

5 Mei 45 11

6 Juni 41 7

7 Juli 43 8

8 Agustus 41 5

9 September 46 8

10 Oktober 49 7

11 November 50 15

12 Desember 39 8

 Laporan data penyakit RRI umum Puskesmas Waigete bulan Januari 2017 - Desember 2017.
VI. Laboratorium
Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dilakukan di puskesmas Waigete adalah:

 Hapusan Darah Tebal Malaria


 Darah Rutin (Hemoglobin, Leukosit, Trombosit)
 Urine Rutin
 SGOT & SGPT (Sedang tidak ada reagen)
 HBsAg untuk Hepatitis B
 HIV kit (Bila positif dirujuk ke unit VCT di RSUD T.C Hillers atau Puskesmas
Waipare untuk konfirmasi dengan Western Blot)
 Tes Kehamilan (hCG urine test-pack)
 Kolesterol Total
 Kadar Asam Urat
 Glukosa Darah (Sewaktu / Puasa / 2 jam Post Prandial)
 Faeces Lengkap
 Sputum BTA untuk pemeriksaan TBC

VII. POSYANDU
Posyandu dilakukan setiap bulan. Puskesmas Waigete memiliki 45 Posyandu yang tersebar di
9 desa. Pada posyandu dilakukan:
 Penimbangan balita.
 Pemantauan tumbuh kembang anak melalui KMS.
 Pelayanan imunisasi pada balita: Hb, DPT-Hb, Campak, Polio, BCG.
 Pelayanan pemeriksaan dan pendataan ibu hamil.
 Pelayanan TT Ibu hamil.
 Pembagian tablet besi untuk ibu hamil.
 Penyuluhan kesehatan (Kesehatan Ibu dan Anak, kesehatan reproduksi).

VIII. PELAYANAN PASIEN TUBERKULOSIS


Pelayanan pada bidang ini, meliputi:
 Pendataan penderita suspek tuberculosis
 Pembagian pot dahak
 Pemeriksaan BTA-SPS
 Pemberian OAT pada penderita BTA (+) dan penderita BTA (-) Ro (+)
 Pelaporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten per tiga bulanan (triwulan).
Sebagai catatan, poliklinik TBC puskesmas Waigete memiliki 3 pasien TB – MDR yang
telah ditegakkan diagnosanya oleh tim TBC Dinas Kesehatan. Adapun dari ke-3 penderita
tersebut, 1 pasien telah menyelesaikan masa pengobatan dengan 2 pasien lainnya masih putus
berobat, 1 karena tidak tahan dengan efek samping obat sehingga menolak pengobatan, dan
yang 1 lagi karena ingin menggunakan terapi alternatif. Pendekatan melalui tenaga medis,
keluarga, struktural desa dan tokoh masyarakat masih terus dilakukan guna mengajak kembali
kedua pasien yang putus berobat ini kembali melanjutkan pengobatan.

IX. SISTEM RUJUKAN


Rujukan dilakukan pada pasien gawat darurat, pasien yang kondisinya tidak
memungkinkan untuk dilakukan perawatan di Ruang Rawat Inap Puskesmas Waigete. dan
pasien yang memerlukan pemeriksaan (contoh: darah lengkap, fungsi ginjal, fungsi hati,
hormon tiroid, elektrolit serum) dan penatalaksanaan (contoh: pemberian oksigen, nebulisasi,
operasi) lebih lanjut. Pasien dikirim ke RSUD T.C. Hillers, Maumere menggunakan
Ambulans Puskesmas dengan didampingi oleh 2 perawat.
Rujukan juga berlaku pada pasien kebidanan, di mana sesuai kebijakan Dinas
Kesehatan, setiap ibu hamil harus pernah setidaknya 1 kali dirujuk elektif ke RSUD untuk
dilakukan USG, khususnya pada Trimester III. Rujukan elektif ibu hamil dilakukan secara
kolektif pada umumnya sesuai dengan hari yang telah ditentukan oleh pihak RSUD. Rujukan
emergensi kasus kebidanan dilakukan untuk seluruh kasus kebidanan yang tidak
memungkinkan terjadinya partus fisiologis (ex. Persalinan prematur, Perdarahan antepartum,
Perpanjangan kala I atau kala II, dsb.).

D. RAPAT RUTIN BULANAN / MINI LOKAKARYA


Rapat Rutin Bulanan Puskesmas Waigete dilaksanakan setiap tanggal 25 setiap bulannya.
Rapat Rutin Bulanan dihadiri oleh Kepala Puskesmas, Staf Puskesmas, Kepala Pustu, dan
Bidan Desa. Agenda Rapat Rutin Bulanan meliputi:
 Pengumpulan laporan untuk selanjutnya disetorkan ke Dinas Kesehatan.
 Evaluasi masalah yang dihadapi di lapangan.
 Koordinasi antara Puskesmas dengan Pustu/Polindes.
 Menyelesaikan masalah internal yang terjadi di Puskesmas/Pustu/Polindes.
 Silahturahmi keluarga besar Puskesmas Waigete

E. PELAYANAN KESEHATAN & KEGIATAN SOSIAL LUAR PUSKESMAS WAIGETE


1. Hari Malaria Sedunia 2017
 Deskripsi kegiatan : Peringatan hari Malaria sedunia tahun 2017 di Sikka
dilakukan di Dusun Klahit, Desa Watudiran dikarenakan wilayah ini adalah
wilayah dengan angka malaria tertinggi di Sikka. Acara berlangsung dari pukul
10.00 WITA hingga 15.00 WITA, dihadiri oleh struktural desa, bapak camat
Waigete dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sikka. Acara terdiri dari bakti sosial,
penyuluhan, dan sosialisasi program dan simbolis komitmen berantas malaria.
Dilakukan juga pelepasan bibit ikan kepala timah di danau Koliheret untuk
membantu memberantas jentik – jentik nyamuk.
 Waktu & Tempat : Dusun Klahit, Desa Watudiran, 27 April 2017
 Pelaksana : Tim Medis dan Petugas Program Malaria Puskesmas
Waigete bekerja sama dengan tim dari Dinas Kesehatan

2. Tim Medis Perayaan Ulang Tahun Paroki Kristus – Watubala


 Deskripsi kegiatan : Perayaan 25 tahun usia Paroki Kristus – Watubala yang
diisi dengan acara dan kegiatan olahraga. Acara juga disertai bakti sosial dan
penyuluhan bagi warga setempat. Acara dihadiri oleh struktural kecamatan dan
pastor – pastor dari beberapa paroki di kabupaten Sikka.
 Waktu & Tempat : Gereja Katolik Paroki Watubala, 9 – 12 Oktober 2017
 Pelaksana : Tim Medis dari Puskesmas Waigete
3. Tim Medis Maumere Jazz Festival 2017
 Deskripsi kegiatan : Maumere Jazz Festival adalah acara konser Jazz yang sudah
diadakan kedua kalinya di Maumere. Dihadiri oleh artis – artis ibukota dan
dilakukan di Gestrack Wairita. Tim medis gabungan diminta menghadiri untuk
menjaga bila ada pengunjung atau staff yang sakit. Tim medis gabungan diketuai
oleh tim dari RSUD T.C. Hillers.
 Waktu & Tempat : Gestrack Wairita, 27 – 28 Oktober 2017
 Pelaksana : Tim Medis gabungan dari Puskesmas Waigete, Puskesmas
Kewapante, RSUD T.C Hillers, Puskesmas Beru, dan RSU St. Gabriel,
Kewapante.

4. Tim Medis Upacara Peringatan HUT RI 2017


 Deskripsi kegiatan : Upacara peringatan HUT RI 2017 yang dihadiri seluruh
anggota dinas kesehatan dan PNS yang terlibat untuk tahun 2017 dilakukan di
kecamatan Waigete. Dihadiri oleh bapak Bupati dan Wakil Bupati. Acara dimulai
jam 08.00 WITA hingga jam 12.00 WITA dikarenakan setelah upacara ada ramah
tamah dan pertunjukan drum band.
 Waktu & Tempat : Lapangan Utama Kecamatan Waigete, 17 Agustus 2017
 Pelaksana : Tim Medis beranggotakan minimal 6 orang dari setiap
puskesmas yang menghadiri upacara di lapangan utama kecamatan Waigete
(dihadiri 19 Puskesmas dan 19 Tim Medis)

5. BAKSOS Hari Kesehatan Nasional 2017


 Deskripsi kegiatan : Pelaksanaan bakti sosial dalam memperingati hari
kesehatan nasional dilakukan di posyandu Wairbleler, yang dimulai pukul 09.00
WITA dan dihadiri oleh 38 pasien yang adalah warga sekitar.
 Waktu & Tempat : Posyandu Wairbleler, 16 November 2017
 Pelaksana : Dibantu oleh 8 orang, yaitu 1 orang dokter umum, 2 orang
farmasi, 4 orang perawat dan 1 bidan.

F. DAFTAR MASALAH KESEHATAN DI KECAMATAN WAIGETE


1. Spektrum 10 penyakit terbanyak tiap bulannya masih didominasi oleh penyakit
infeksi. ISPA dan malaria (terutama malaria klinis), selalu berada pada urutan 3 teratas.
Hal ini berkaitan dengan kondisi sosio-ekonomi masyarakat dan kebiasaan dari
masyarakat. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akibat obat antibiotik sering dijual
bebas di pasaran dan banyaknya praktek gelap oleh tenaga non-medis meningkatkan
angka kesakitan akibat penyakit infeksi.
2. Penyakit non-infeksi lain seperti gastritis dan penyakit muskuloskeletal juga tinggi.
Hal tersebut juga sangat berkaitan dengan adat dan kebiasaan penduduk, kebiasaan
merokok, minum kopi, mengunyah sirih pinang, minum minuman keras, dan makan tidak
teratur dapat mengakibatkan timbulnya gastritis. Kebiasaan kerja dengan menggunakan
otot seperti bertani, berdagang, dan menenun dapat menyebabkan penyakit yang
berhubungan dengan muskuloskeletal.
3. Walaupun isu revolusi KIA sudah berjalan sejak lama, kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan kehamilan dan inisiatif untuk melahirkan di fasilitas kesehatan dibantu
oleh tenaga kesehatan masih sangat rendah.
4. Walau sebagian penduduk masih mempercayakan persalinan kepada dukun, ibu
bersalin yang memeriksakan kesehatan pasca melahirkan masih tinggi. Hal tersebut
ditunjukan dengan tingginya kunjungan neonatus dan kunjungan nifas.
5. Gangguan fasilitas penerangan/ listrik merupakan isu yang sering dikeluhkan oleh
masyarakat setempat serta staf Puskesmas, di mana listrik sering sekali padam atau
padam karena belum bisa dibayarnya pulsa listrik akibat kurang sigapnya orang yang
bertanggung jawab dalam masalah listrik puskesmas. Sebagai puskesmas yang sudah
menjalankan fasilitas rawat inap, tentu hal tersebut merupakan masalah yang krusial.
6. Puskesmas beberapa kali mengalami masalah mengenai ketersediaan obat yang
terbatas. Beberapa obat yang dibutuhkan untuk pelayanan penyakit terbanyak justru
seringkali tidak tersedia.
7. Skill dan insting tenaga medis yang tumpul. Masih banyak skill dan insting tenaga
medis yang tidak terlatih, menyebabkan kesulitan dalam menangani kasus gawat darurat
secara tepat dan cepat, banyak yang masih bingung mengenai apa yang harus dilakukan
dan cenderung diam saja atau pasif. Hal ini dinalar karena kebiasaan buruk yang sudah
lama dan kurangnya update pelatihan.
8. Manajemen puskesmas yang cenderung pasif dan tidak proaktif berusaha untuk
menegur dan mendorong staffnya untuk maju. Dari aspek sarana pra sarana memang
puskesmas Waigete sudah cukup baik, namun pasifnya manajemen ini menurut saya
membuat tenaga medis menjadi tidak terurus, tidak disiplin, dan tidak berkembang karena
penjadwalan untuk pelatihan dan update ilmu yang kemudian dapat dilanjutan dengan in-
house training jd tidak bisa dilakukan.
9. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berobat rutin masih sulit dilakukan.
Banyak yang begitu merasa lebih enak langsung berhenti minum obat. Hal ini menjadi
masalah besar pada kasus – kasus dengan penyakit degeneratif seperti DM tipe II,
Hipertensi, dan PJK yang membutuhkan minum obat rutin dan kontrol rutin. Banyak yang
hanya sekedar berobat tanpa mau rutin kontrol. Upaya penjangkauan dan konseling serta
penyuluhan masih terus diupayakan untuk mengubah pola pikir masyarakat.
10. Puskesmas Waigete yang terletak di kilometer 22 dari kota Maumere ke arah
Larantuka memperoleh sumber airnya dari bendungan buatan yang ada di wilayah desa
Egon, akses air diperoleh melalui pipa yang dihubungkan ke penampungan air di
puskesmas. Hal ini menimbulkan masalah karena pipa – pipa tersebut banyak dilepas dan
dicabangkan oleh warga guna mengairi sawah mereka, belum bila ada sambungan pipa
yang rusak. Akibatnya pada periode musim panas (Juli – November) puskesmas sangat
rentan kekurangan air sehingga harus membeli suplai air dari perusahaan swasta
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
1. Masih rendahnya taraf pendidikan dan taraf ekonomi menyebabkan rendahnya
pemahaman masyarakat setempat terhadap isu- isu kesehatan.
2. Sulitnya mendapat akses air dan kurangnya kesadaran untuk membersihkan diri menjadi
penyebab tingginya angka penyakit infeksi.
3. Beberapa adat dan kebiasaan penduduk menyebabkan tingginya angka penyakit non-
infeksi (contoh: gastritis).
4. Walaupun isu revolusi KIA sudah berjalan sejak lama, kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan kehamilan dan inisiatif untuk melahirkan di fasilitas kesehatan dibantu
oleh tenaga kesehatan masih sangat rendah. Hal ini akan semakin diperburuk bila ternyata
bidan desa yang seharusnya mendorong masyarakat juga cenderung pasif (contoh : Bidan
desa Runut  Desa Runut merupakan penyumbang terbesar kelahiran di rumah tanpa
dibantu tenaga medis terlatih)
5. Kurangnya obat yang distok setiap bulan
6. Kurangnya kedisiplinan tenaga medis dan staff puskesmas dalam banyak aspek masih
banyak menghalangi kemajuan dari berbagai program di puskesmas.

SARAN
1. Giatkan kegiatan promotif dan preventif seperti penyuluhan memberikan pemahaman
tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, kebiasaan makan yang teratur, pemeriksaan
kehamilan, pertolongan persalinan di tempat pelayanan kesehatan, pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan.
2. Tingkatkan sarana kesehatan (seperti alat dan bahan laboratorium) serta tenaga kesehatan
(petugas laboratorium dan perawat), agar pelayanan kepada masyarakat lebih prima.
Petugas kesehatan sebaiknya yang berasal dari daerah tersebut sehingga mampu
menjembatani masalah komunikasi pada kegiatan promotif dan preventif.
3. Jumlah obat dan reagen laboratorium yang diberikan tiap bulan agar ditingkatkan, dan
jenis obat yang diberikan agar disesuaikan dengan jumlah penyakit terbanyak.
4. Penyediaan akses air yang baik melalui kerjasama lintas sektoral.

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah laporan yang merupakan pengalaman yang saya dapatkan selama 1 tahun
mengabdi di Puskesmas Waigete, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Kiranya laporan ini dapat
menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan di bidang kesehatan. Akhir kata, saya
ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.