Anda di halaman 1dari 15

Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas

Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan


System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

INFOMATEK
Volume 6 Nomor 1 Maret 2004

ANALISIS PENGARUH PERILAKU PENGGUNA BUSWAY TERHADAP KEMACETAN LALU


LINTAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP MODA TRANSPORTASI LAINNYA DENGAN
MENGGUNAKAN SYSTEM DYNAMICS
(Studi Kasus Pada Busway Transjakarta- Jakarta)

H.M. Yani Syafe’i

Jurusan Teknik Industri


Fakultas Teknik - Universitas Pasundan Bandung

Abstrak : Permasalahan kemacetan yang sering terjadi di kota besar biasanya timbul karena kebutuhan akan
transportasi lebih besar daripada prasaranan transportasi yang tersedia, atau prasarana tersebut tidak dapat
berfungsi sebagai mana mestinya. Kemacetan timbul bukan hanya karena banyaknya kendaraan tetapi juga
dipengaruhi oleh orang (penumpang) yang berada di jalanan. Pemecahan masalah dilakukan dengan
pendekatan model System Dynamics dengan tujuan untuk membentuk hubungan kausalitas antar variabel-
variabel. Pembentuk hubungan kausalitas tersebut akan menggambarkan keterkaitan antara pengguna busway
dan kemacetan lalu lintas. Skenario yang dilakukan berdasarkan tiga kriteria, yaitu:berdasarkan waktu
kedatangan penumpang ramai,waktu kedatangan sedang, dan waktu kedatangan penumpang sepi.
Berdasarkan hasil simulasi, ternyata memberikan kemungkinan yang lebih baik, dimana pengaruh dari adanya
Busway Transjakarta menurunkan kemacetan lalu lintas yang terjadi saat ini. Sehingga untuk peningkatan
pelayanan Transjakarta, maka dilakukan penambahan koridor dari berbagai arah sehingga masyarakat yang
berada di manapun dapat dengan mudah dan dapat menikmati busway.

Kata kunci : system dynamics, busway, transportasi

I. PENDAHULUAN mengenai elektronika dan peralatan komputer


yang memungkinkan berkembangnya beberapa
Salah satu produk yang bersifat jasa ialah
konsep baru mengenai sistem prasarana
penyelengaraan pelayanan di bidang
transportasi, sistem pergerakan, dan peramalan
transportasi dan angkutan. Permasalahan
kebutuhan akan transportasi.
transportasi dan teknik perencanaannya
mengalami revolusi yang pesat sejak tahun
Ruang lingkup permasalahan transportasi telah
1980-an. Pesatnya perkembangan pengetahuan
bertambah luas dan permasalahannya
Staf Pengajar Jurusan TMI FT-Unpas Bdg

13
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

bertambah parah, baik di negara maju (industri) meningkat, maka permintaan akan jasa
maupun di negara sedang berkembang. angkutan Bus juga terus meningkat. Jakarta
Peningkatan arus lalu lintas serta kebutuhan adalah salah satu kota metropolitan dengan
akan transportasi telah menghasilkan penduduk yang banyak sehingga memiliki
kemacetan, tundaan, kecelakaan, dan karakteristik yang beragam. Keberagaman ini
permasalahan lingkungan yang sudah berada di telah menyebabkan adanya mobilitas yang
atas ambang batas. Transportasi merupakan cukup tinggi mengingat penyebaran penduduk
suatu proses pergerakan pemindahan manusia yang tidak hanya di dalam kota tetapi juga ke
atau barang dari suatu tempat ke tempat lain. daerah-daerah pinggirannya, tentunya dengan
Pergerakan pemindahan manusia, dilakukan keadaan tersebut kebutuhan akan sarana
akibat aktivitas pada lokasi yang berbeda transportasi menjadi tinggi dan kemungkinan
dengan asal keberadaanya. Hal ini berkaiatan pengembangannya menjadi semakin terbuka.
dengan keinginan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari, Morlok [1].
Bus kota Transjakarta merupakan salah satu
alternatif kendaraan umum yang menawarkan
Dengan bertambahnya waktu dan jaman,
pelayanan kepada customer untuk melakukan
transportasi mengalami berbagai
traveling dari satu tempat ke tempat lain.
perkembangan. Perkembangan tersebut
Dengan adanya Busway-Transjakarta
diantaranya adalah :
memungkinkan para pengemudi kendaraan
1. Diciptakannya moda transportasi yang
pribadi akan menggunakan fasilitas tersebut
modern seperti : mobil, motor, pesawat,
sehingga mengurangi kemacetan jalan raya
kapal laut, kereta api dan lain-lainnya.
yang dapat menyebabkan antrian yang begitu
2. Disediakannya sarana dan prasarana
panjang dan menyita waktu. Maka perlu
transportasi yang memadai, seperti : jalan
dilakukan studi dan analisa terhadap permintaan
tol, jalan raya, rel kereta api, dan lain-
jasa angkutan Transjakarta ini. Analisa ini dapat
lainnya.
berupa dugaan atau perkiraan atas pola
Sejalan dengan perkembangan tingkat permintaan di masa yang akan datang.
peradabannya, maka tingkat mobilitas manusia
juga semakin meningkat pula. Salah satu
II. TUJUAN PENELITIAN
sarana untuk menunjang mobilitas manusia
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
dalam kegiatan hidupnya adalah sarana
a. Mengetahui pengaruh penumpang bus
angkutan darat yaitu Bus. Oleh karena kegiatan
TransJakarta terhadap kemacetan lalu lintas
manusia dari waktu ke waktu cenderung

14
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

b. Mengetahui pengaruh dari penumpang bus Metodologi dinamika sistem dibangun atas
Transjakarta terhadap moda transport dasar tiga latar belakang disiplin, yaitu
lainnya. manajerial tradisional, cybernetics dan simulasi
c. Meningkatkan pelayanan jasa transportasi computer, Sushil [3]. Prinsip dan konsep dari
Transjakarta. ketiga disiplin ini dipadukan untuk membangun
sebuah metodologi untuk memecahkan
III. MODEL PEMECAHAN MASALAH permasalahan manajerial secara holistic,
menghilangkan kelemahan dari masing-masing
System dynamics merupakan metode untuk
disiplin untuk membentuk suatu sinergi. Dasar
meningkatkan pemahaman dalam sistem yang
metodologi dinamika sistem dan input yang
komplek. Seperti suatu perusahaan
diberikan terhadap model sistem dinamis dapat
penerbangan menggunakan simulasi terbang
dilihat pada gambar berikut ini :
untuk membantu pilotnya dalam belajar terbang.
Sistem dinamis adalah sebuah model yang
membantu kita dalam mempelajari kompleksitas
yang berubah terhadap waktu. Memahami
sumber pembuatan kebijakan, dan merancang
kebijakan yang lebih efektif.

System dynamics didasarkan pada teori tak


linier dinamis, dan kendali umpan balik yang
dikembangkan dalam matematis, fisik, dan
rancang bangun. Karena kita menerapkan alat
tersebut terhadap perilaku manusia seperti Gambar 1

sistem teknis dan fisik. System dynamics Dasar metodologi dinamika sistem
Sumber :Sushil,System Dynamics:A Practical Approach for
menggambarkan teori dan psikologi sosial, Managerial Problem
ekonomi, dan ilmu sosial lainnya. Karena kita
membuat model sistem dinamis untuk Prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam
menyelesaikan masalah dunia nyata, kita harus penerapan metoda System dynamics bahwa
mempelajari bagaimana bekerja secara efektif sistem yang dianalisa harus merupakan sistem
dengan kelompok dari pembuat kebijakan dan yang mempunyai sifat dinamis dan mempunyai
bagaimana mengkatalisasi yang didukung struktur yang bisa dinyatakan dalam suatu
perubahan dalam perusahaan, Sterman [2]. lingkaran umpan balik (feed back loop).

15
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

Pemecahan masalahnya terdiri dari 2 dalam bentuk sub sistem yang terlibat dan
subsistem, yaitu subsistem pengguna busway hubungan di dalam sistem berupa aliran sumber
dan subsistem kemacetan lalu lintas. Yang seperti material, tenaga kerja, order, uang,
kemudian subsistem-subsistem tersebut informasi dan sebagainya. Diagram sub sistem
dibentuk dalam causal loop diagram . memberikan gambaran luas atas struktur aliran
yang terjadi dalam suatu sistem dan usaha yang
dikeluarkan untuk membangunnya relatif
IV. PENGOLAHAN DATA
mudah.

Data-data yang diperlukan dalam menunjang


penelitian yang dihadapi mengenai perilaku
konsumen busway terhadap kemacetan lalu
lintas dan dampaknya terhadap moda
transportasi lainnya, dikumpulkan meliputi :
a. Data aktivitas : data aktivitas
wisata, data aktivitas pemerintahan, data
Gambar 2
aktivitas ekonomi, data aktivitas pendidikan.
Diagram Subsistem Transjakarta Busway
b. Data kedatangan penumpang
waktu sepi
Pada sub sistem ini terdapat dua subsistem
c. Data kedatangan penumpang
diantaranya, subsistem pengguna busway dan
waktu sedang
sub sistem kemacetan lalu lintas. Hubungan
d. Data kedatangan penumpang
kedua subsistem ini dari sub sistem pengguna
waktu ramai. busway terhadap sub sistem kemacetan lalu
lintas berupa sumber daya manusia atau berupa
Data tersebut diolah dan dimodelkan melalui
orang.
System dynamics, yang meliputi tahapan
sebagai berikut : b. Causal Loop Diagram

a. Diagram Sub Sistem Diagram hubungan sebab akibat sangat


membantu untuk memperoleh dan menangkap
Diagram subsistem ini memiliki tujuan yaitu
model dari pengambil keputusan secara
menyajikan hubungan aliran antara sub sistem
kualitatif. Wawancara dan diskusi dengan orang-
yang saling berinteraksi dalam situasi masalah
orang yang menjadi bagian dari sistem
pada suatu tingkatan aggregate. Representasi
merupakan sumber yang penting dalam
yang dilakukan meliputi struktur suatu sistem

16
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

memodelkan struktur kausal sistem atau pengembangan model dimana struktur sistem
permasalahan. direpresentasikan ke dalam bentuk agregat.
Diagram ini digunakan untuk membantu
pembuat model dalam mengkomunikasikan
Tujuan utama diagram hubungan kausal ialah
struktur umpan balik serta asumsi-asumsi yang
untuk menggambarkan hipotesis kausal dalam
mendasari pengembangan model.

Sub sistem pengguna busway

akt wis +
+
+ ramai
+ + PB penggunaan bus
akt eko + R
+ +
+
+ + +
mobilitas sedang kdt penum penum -
+
kemacetan LL
akt pend + +
+ -
- -
sepi
akt pemer Pmp
- penggunaan mp +
+ -
kmsk
- -
-
P_aul penggunaan aul
+ -

Gambar 3
Diagram sebab akibat subsistem Pengguna Busway

Keterangan :
akt eko : aktivitas ekonomi
akt pemer : aktivitas pemerintahan
akt pend : aktivitas pendidikan
akt wis : aktivitas wisata
kdt penum : kedatangan penumpang
kemacetan LL : kemacetan lalu lintas
kmsk : kendaraan masuk
PB : pengguna busway
P_ aul : pengguna angkutan umum lain
Pmp : pengguna mobil pribadi
penggunaan aul : penggunaan angkutan umum lain
penggunaan bus : penggunaan busway
penggunaan mp : penggunaan mobil pribadi
penum : penumpang

17
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

Diagram sebab akibat ini dibagi dua pribadi dan pengguna angkutan umum lain
berdasarkan subsistem, yang pertama menurun karena sebagian penumpang beralih
subsistem pengguna busway. Pada diagram menjadi pengguna busway.
sebab akibat yang pertama ini, mobilitas
dibangun dan dipengaruhi oleh empat aktivitas,
diantaranya: aktivitas wisata, aktivitas ekonomi, Pengguna angkutan umum lain mempengaruhi
aktivitas pendidikan dan aktivitas pemerintahan, penggunaan angkutan umum lain, dimana
yang termasuk dalam aktivitas wisata seperti pengguna angkutan umum lain berupa orang
halnya melakukan jalan-jalan ke pusat sedangkan penggunaan angkutan umum lain
perbelanjaan, olah raga, beribadah dan lain berupa sarana (kendaraan). Begitu juga
sebagainya, yang termasuk dalam aktivitas pengguna mobil pribadi mempengaruhi
ekonomi seperti halnya perdagangan, yang penggunaan mobil pribadi menjadi turun. Yang
termasuk aktivitas pendidikan seperti halnya membentuk causal loop pada penumpang
melakukan aktivitas belajar di sekolah dan yang dengan pengguna busway dengan membentuk
termasuk aktivitas pemerintahaan seperti halnya loop positif dengan tanda R (reinforcing).
akivitas perkantoran yang bergerak diberbagai Penggunaan bus, penggunaan mobil pribadi
departemen pemerintahan. Mobilitas dan penggunaan mobil angkutan umum lain
mempengaruhi pengguna mobil pribadi, mempengaruhi kendaraaan yang masuk
pengguna angkutan umum lain dan kedatangan sepanjang jalur busway dimana kendaraan
penumpang yang dibagi berdasarkan waktu masuk mengalami peningkatan seiring
ramai, waktu sedang dan waktu sepi, dimana meningkatnya jumlah kendaraan. Kemacetan
mobilitas meningkat maka pengguna mobil lalu lintas dipengaruhi oleh banyaknya
pribadi, pengguna angkutan umum lain dan kendaraan yang berhenti baik itu secara
kedatangan penumpang meningkat juga. mendadak maupun perlahan-lahan hal ini dapat
Penumpang dipengaruhi oleh kedatangan disebabkan oleh kendaraannya sendiri maupun
penumpang, dimana jika kedatangan pengguna kendaraan (orang). Dalam hal ini
penumpang mengalami peningkatan maka kemacetan lalu lintas pada subsistem pengguna
penumpang pun meningkat. Penumpang ini busway dipengaruhi oleh kedatangan
mempengaruhi pengguna busway, pengguna penumpang, baik itu penguna busway,
mobil pribadi dan pengguna angkutan umum pengguna mobil pribadi maupun pengguna
lain, penumpang meningkat maka pengguna angkutan umum lain. Pengguna busway dan
busway meningkat sedangkan penguna mobil kedatangan penumpang meningkatkan

18
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

kemacetan lalu lintas, sedangkan pengguna


mobil pribadi dan pengguna angkutan umum
lain menurunkan kemacetan lalu lintas.

Sub sistem kemacetan lalu lintas


kdt penum
PB
Kcpt kend
penggunaan bus
+
+ -
+ + R
- +
kemacetan LL Arus LL
+ + +
- +
R akselerasi
Pmp -
penggunaan mp B
+
- -
P_aul kmsk
penggunaan aul KSJB kklr
-
- -
+ -
+
TQ
+ +
+ +
vll C

+
To
+ Kec arus bbs

Gambar 4
Diagram sebab akibat subsistem Kemacetan Lalu lintas

Keterangan :
Arus LL : arus lalu lintas
C : kapasitas ruas jalan
Kcpt kend : kecepatan kendaraan
kdt penum : kedatangan penumpang
kec arus bbs : kecepatan arus bebas
kemacetan LL : kemacetan lalu lintas
kklr : kendaraan keluar
kmsk : kendaraan masuk
KSJB : kendaraan sepanjang jalur busway
PB : pengguna busway
penggunaan aul : penggunaan angkutan umum lain
penggunaan bus : penggunaan busway
penggunaan mp : penggunaan mobil pribadi
To : waktu tempuh pada saat arus = 0
TQ : waktu tempuh
vll : volume lalu lintas

Diagram sebab akibat pada subsistem yang angkutan umum lain, dimana kendaraan masuk
kedua, yaitu subsistem kemacetan lalu lintas, mengalami peningkatan pengaruh dari
kendaraan masuk dipengaruhi oleh penggunaan penggunaan kendaraan. Kendaraan masuk
bus (busway), penggunaan mobil pribadi dan mempengaruhi kendaraan sepanjang jalur

19
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

busway yang mengalami peningkatan dan kapasitas ruas jalan tersebut. Sedangkan
kendaraan. Kemacetan lalu lintas dibentuk dan kecepatan arus bebas mempengaruhi terhadap
dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang waktu tempuh pada saat arus = 0. Nilai To
berhenti baik itu secara mendadak maupun (waktu tempuh pada kondisi arus = 0) untuk
perlahan-lahan yang disebabkan oleh suatu ruas jalan dapat dihitung dengan
kendaraannya sendiri maupun dipengaruhi oleh membagi panjang ruas jalan dengan kecepatan
pengguna kendaraan (orang). Dalam hal ini arus bebas. Volume lalu lintas di[engaruhi oleh
kemacetan lalu lintas pada subsistem pengguna To (waktu tempuh pada kondisi arus = 0) dan
busway dipengaruhi oleh kedatangan kendaraan sepanjang jalur busway. Kecepatan
penumpang, baik itu penguna busway, kendaraan mengalami peningkatan yang
pengguna mobil pribadi maupun pengguna dipengaruhi oleh akselerasi (meninggikan
angkutan umum lain, kendaraan sepanjang jalur kecepatan). Sehingga pada diagram sebab
busway dan kendaraan keluar. Kedatangan akibat pada sub sistem kemacetan lalu lintas ini
penumpang, kendaraan sepanjang jalur busway membentuk tiga causal loop . yaitu:
dan kendaraan keluar meningkatkan kemacetan a. Causal loop pertama
lalu lintas, sedangkan pengguna mobil pribadi Causal loop positif dengan tanda R
dan pengguna angkutan umum lain menurunkan (reinforcing) yang membentuknya adalah
kemacetan lalu lintas. Kemudian arus lalu lintas kendaraan keluar, kemacetan lalu lintas,
dipengaruhi oleh kemacetan lalu lintas, volume arus lalu lintas masuk lagi ke kendaraan
lalu lintas dan kecepatan kendaraan. Arus lalu keluar.
lintas mengalami penurunan karena terjadinya b. Causal loop kedua
peningkatan kemacetan lalu lintas. Kendaraan Causal loop negatif dengan tanda B
keluar dipengaruhi oleh kendaraan sepanjang (balancing) yang membentuknya adalah
jalur busway, arus lalu lintas, dan waktu tempuh, kendaraan keluar, kemacetan lalu lintas,
karena arus lalu lintas mengalami penurunan arus lalu lintas, waktu tempuh masuk lagi ke
sehingga kendaraan keluar dari sepanjang jalur kendaraan keluar.
busway mengalami penurunan juga disebabkan c. Causal loop ketiga
adanya hambatan kemacetan lalu lintas. Waktu Causal loop positif dengan tanda R
tempuh dipengaruhi oleh arus lalu lintas, (reinforcing) yang membentuknya adalah
kapasitas ruas jalan, kecepatan arus bebas kecepatan kendaraan dengan akselerasi
(tanpa hambatan) dan oleh waktu tempuh pada yang saling membangun diri sendiri.
saat arus = 0. Besarnya waktu tempuh pada
ruas jalan sangat tergantung dari besarnya arus

20
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

+ +
akt wis PB Kcpt kend
+ ramai penggunaan PB +
+ + R
akt eko + + + - R
+ +
+
+ + - +
mobilitas sedang penum kemacetan LL Arus LL
+ kdt penum
+ +
- + +
akt pend + + akselerasi
+ - R
- -
sepi
akt pemer penguna mp penggunaan mp B
+
+ -
-
kmsk
- KSJB kklr
- - -
- +
pengguna aul penggunaan aul + TQ
+ - + +

+ + C
vll
+
To
+ Kec arus bbs

Gambar 5
Diagram sebab akibat subsistem Pengguna Busway & Kemacetan Lalu lintas

c. Stock and Flow Diagram menyusun model matematis. Diagram ini


Tujuan utama diagram alir adalah untuk memiliki tingkat ketelitian yang paling tinggi
merepresentasikan struktur aliran secara rinci dibandingkan dengan jenis diagram-diagram
dari sistem dalam bentuk struktur kebijakan yang lain.
yang baik sehingga dapat digunakaan untuk

Sub sistem pengguna busway

kdt_penum Rata2_org_PB Pmp P_aul


kdt_penum
PB

PB
penum penggunaan_bus

Rata2_org_mp Kemacetan_LL

Persen_Pmp Pmp
Penggunaan_mp

R
Rata2_org_aul kmsk
Mobilitas
PB

Penggunaan_aul
jrk
P_aul

Persen_P_aul penum

Pergantian_Kondisi
Mobilitas kdt_penum
akt_wis akt_pemer

Ramai
akt_eko akt_pend Sepi Sedang

Mobilitas

21
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

Gambar 6
Stock and Flow Diagram subsistem pengguna busway

Subsistem Kemacetan Lalu Lintas

P_aul KSJB
Pmp
kdt_penum
PB To
vll

Kcpt_kend
Arus_LL
Kemacetan_LL R R
penggunaan_bus
B Akselerasi

Penggunaan_mp

wpk tk
KSJB
kmsk kklr

Penggunaan_aul
TQ
jrk

Co FCsp FCcs

Arus_LL

TQ FCsf
a C

FCw
To
kec_arus_bbs
jrk

FVw FFVcs

FVo FFVsf

Gambar 7
Stock and Flow Diagram subsistem kemacetan lalu lintas

Keterangan : kemacetan LL : kemacetan lalu lintas


a : ITP ( indeks tingkat pelayanan) kklr : kendaraan keluar
akt eko : aktivitas ekonomi kmsk : kendaraan masuk
akt pemer : aktivitas pemerintahan KSJB : kendaraan sepanjang jalur busway
akt pend : aktivitas pendidikan PB : pengguna busway
akt wis : aktivitas wisata pengguna aul : pengguna angkutan umum lain
Arus LL : arus lalu lintas pengguna mp : pengguna mobil pribadi
C : kapasitas ruas jalan penggunaan aul : penggunaan angkutan umum lain
Co : kapasitas dasar penggunaan bus : penggunaan busway
FCcs : faktor koreksi kapasitas akibat ukuran kota penggunaan mp : penggunaan mobil pribadi
FCsf : faktor koreksi kapasitas akibat gangguan penum : penumpang
samping Rata2 org aul : rata-rata orang dalam angkutan umum lain
FCsp : faktor koreksi kapasitas akibat pembagian arah Rata2 org mp : rata-rata orang dalam mobil pribadi
FCw : faktor koreksi kapasitas untuk lebar jalan Rata2 org PB : rata-rata orang dalam penggunaan bus
FFVcs : faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat tk : target kecepatan
ukuran kota To : waktu tempuh pada saat arus = 0
FFVsf : faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat TQ : waktu tempuh
gangguan samping wpk : waktu penyesuaian kecepatan
FVo : faktor koreksi kecepatan arus bebas dasar vll : volume lalu lintas
FVw : faktor koreksi kecepatan arus bebas akibat lebar
jalan
jrk : jarak
Kcpt kend : kecepatan kendaraan
kdt penum : kedatangan penumpang
kec arus bbs : kecepatan arus bebas

22
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

Seperti halnya diagram sebab akibat pada Proses validasi yang akan dilakukan pada
diagram stock and flow juga dibagi dalam dua model yang dibangun akan dibagi menjadi dua
subsistem. Pada model yang telah dibuat bagian, yaitu validasi struktur model dan validasi
kedatangan penumpang dipengaruhi oleh tiga perilaku model. Validasi struktur merupakan
skenario yaitu waktu ramai, sedang dan sepi, penilaian terhadap keserupaan struktur model
selain itu dipengaruhi oleh mobilitas yang dengan sistem nyata, validasi perilaku model
merupakan variabel dari empat aktivitas merupakan penilaian terhadap hasil output
(aktivitas wisata, aktivitas ekonomi, aktivitas perilaku dari suatu model.
pemerintahan dan aktivitas pendidikan). Di Validasi struktur model berkaitan dengan
dalam stock and flow diagram ini kita sudah bisa batasan sistem, variabel-variabel pembentuk
menjalankan model yang telah dibuat dengan sistem dan asumsi mengenai interaksi yang
menggunakan persamaan matematis. Model terjadi dalam sistem. Dalam melakukan
yang dibuat dimasukan dalam variabel, seperti perancangan, seseorang pembuat model
level, rate, auxiliary maupun sebagai konstanta. dituntut untuk mengumpulkan informasi
sebanyak mungkin mengenai sistem yang
menjadi objek penelitian.

1. Uji kesesuaian struktur


Uji kesesuaian struktur dilakukan untuk
menjawab pertanyaan berikut: “Apakah struktur
model yang dibangun tidak berlawanan dengan
pengetahuan yang ada tentang struktur dari
sistem nyata dan apakah struktur-struktur utama
dari sistem nyata telah dimodelkan?”
Jawaban positif atas pertanyaan di atas akan
meningkatkan tingkat kepercayaan atas model.
Gambar 8 2. Uji konsistensi dimensi
Diagram System dynamics terhadap Busway
Transjakarta Uji ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan”
apakah dimensi satuan-satuan dalam setiap
V. Validasi Model

23
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

persamaan menunjukkan keseimbangan pada Syarat kecukupan struktur dari suatu model
kedua sisi persamaan?” dapat diperoleh dengan melakukan validasi atas
perilaku yang dihasilkan oleh struktur model.
Uji konsistensi ini dilakukan dengan melakukan
Pada validasi perilaku model ini dilakukan
pemeriksaan atas dimensi seluruh persamaan di
dengan melakukan uji reproduksi perilaku.
dalam model untuk memastikan terjadinya
konsistensi dimensi yang digunakan. Seluruh a. Uji reproduksi perilaku.
dimensi yang dilibatkan dalam persamaan Uji reproduksi model dilakukan dengan cara
mengacu pada sistem nyata, telah sesuai dan membandingkan output model terhadap nilai
tidak bertentangan dengan konsep yang ada nyata dari variabel yang penting dalam model
pada sistem nyata. Dimensi variabel model yang (reference model). Alat statistik yang dipakai
dibangun pada penelitian ini telah diperiksa dalam menguji validasi perilaku model pada
konsistensinya bahwa dimensi seluruh variabel penelitian ini adalah Theil Inequality (U-Theil).
pada kedua sisi persamaan telah seimbang. Statistik Theil Inequality ini digunakan untuk
Oleh karena itu, model dikatakan memenuhi mengetahui apakah perbedaan output yang
syarat validitas konsistensi dimensi. dihasilkan oleh model terhadap data aktual
disebabkan oleh kesalahan sistematis atau
Validasi perilaku model ini dilakukan dengan
karena efek random.
mengamati apakah perilaku model menyerupai
perilaku sistem nyata secara statistik?

Formulasi statistik Theil Inequality adalah sebagai berikut:

(X m  X d )2
UM  U M : Bias
MSE
 s  sd  2
US  m US : Unequal Variation
MSE
21  r  s m s d
Uc  Uc : Unequal Co var iation
MSE
U U U C  1
M S

1 
Xd  Xd Xm  Xm 
r
n
 sd sm
r : Correlatio n coefficien t

1
X 
n
X X : Mean

s
1
n
 X X 2
 s : s tan dard deviation

1
MSE    X m  X d 
2
MSE : Mean Square Error
n
24
n : data size
m : index for Model Output
d : index for Data Series
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

b. Uji Kesalahan Pemilihan Metode Integrasi a. Waktu kedatangan penumpang


ramai
Metode integrasi yang akan dibandingkan dalam
Kedatangan penumpang disebut ramai
uji ini ialah metode Euler dan Runge-Kutta
dilihat dari waktu mereka melakukan
dengan Fixed step. Metode integrasi Euler
aktivitas, jam 06.00 – 09.00 dan jam 15.00 –
merupakan metode integrasi yang sederhana
18.00.
dan cukup memadai untuk diterapkan pada
b. Waktu kedatangan penumpang
berbagai model. Metode Euler mengasumsikan
sedang
bahwa rate selama t hingga t + dt konstan,
Kedatangan penumpang sedang yaitu dari
yang berarti bahwa rata-rata rate selama selang
jam 12.00 – 15.00, dimana pada saat
waktu tersebut sama dengan rate pada saat t.
tersebut dalam waktu istirahat.
Sedangkan metode Runge-Kutta memberikan
c. Waktu kedatangan penumpang
taksiran yang lebih baik terhadap rate selama
sepi
selang waktu t hingga t + dt. Akan tetapi
Kedatangan penumpang sepi pada jam
metode Runge-Kutta memerlukan waktu
09.00 – 12.00.
komputasi yang lebih lama daripada metode
Euler pada time step yang sama.
VII. KESIMPULAN
VI. SKENARIO SIMULASI
Berdasarkan permasalahan penelitian yang
Untuk melihat perilaku model sistem dinamis, telah dijelaskan sebelumnya serta sesuai
maka dibuatlah suatu scenario, dimana skenario dengan tujuan penelitian yang dicapai, maka
lebih merupakan pemetaan masa depan yang dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai
lebih heuristic, bukan merupakan suatu berikut :
peramalan. Dengan demikian System dynamics 1. Permasalahan kemacetan yang sering
lebih menjawab pertanyaan, “Apa yang akan terjadi di kota besar biasanya timbul karena
terjadi jika…..?” kebutuhan akan transportasi lebih besar
daripada prasaranan transportasi yang
Waktu pergerakan sangat tergantung pada
tersedia, atau prasarana tersebut tidak
kapan seseorang melakukan aktivitasnya
dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
sehari-hari. Berdasarkan model yang telah
a. Waktu kedatangan penumpang
dibuat, maka dibuat 3 skenario, yaitu:
ramai

25
Infomatek Volume 6 Nomor 1 Maret 2004 : 13-26

Bila dilihat hubungan kemacetan lalu lintas dengan menggunakan mobil pribadi, karena
dengan pengguna busway, adanya busway orang mempertimbangkan berbagai faktor,
ternyata mengurangi kemacetan lalu lintas yaitu perjalanan, jarak tempuh, biaya dan
yang terjadi di sepanjang jalur busway, tingkat keamanan, maka busway
dimana pengguna busway meningkat yang Transjakarta telah menjembatani faktor
menyebabkan pengguna kendaraan lain yang dianggap sangat dominant oleh
menurun. Sehingga perjalanan yang masyarakat sehingga orang beralih
ditempuh dapat direncanakan. menggunakan busway.
b. Waktu kedatangan penumpang 3. Dalam peningkatan pelayanan Transjakarta,
sedang maka dilakukan penambahan koridor dari
Begitu juga pada saat waktu kedatangan
penumpang sedang. Kendaraan sepanjang
jalur busway mengalami penurunan
sehingga arus lalu lintas bergerak dengan berbagai arah sehingga masyarakat yang
cepat. Hal ini memperlihatkan bahwa berada di manapun dapat dengan mudah
berkurangnya kendaraan lain dan beralih ke dan dapat menikmati busway. Rencana
busway sehingga kemacetan dapat pembuatan koridor yaitu: 2004 (Blok M-
dihindari. Kota), 2005 (Pulogadung-Harmoni,
c. Waktu kedatangan penumpang Kalideres-Harmoni), 2007 (Pasar Baru-
sepi Kebon Jeruk, Kampung Rambutan-Tanjung
Walaupun pada waktu kedatangan Priok, Pulogebang-Bundaran HI, Cililitan-
penumpang sepi, kendaraan mobil pribadi Grogol), 2010 (Cililitan-Tanjung Priok, Pasar
meningkat sehingga mengakibatkan arus Minggu-Manggarai, Pulogebang-Kampung
lalu lintas sedikitnya terhambat, tetapi tidak Melayu, Ciledug-Blok M, Warung Jati-Imam
menyebabkan kemacetan yang parah. Bonjol, Kalimalang-Blok M, Lebak Bulus-
Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan Kebayoran Lama, Senayan-Tanah Abang).
yang rendah dibandingkan dengan keadaan Dengan penambahan prasarana tersebut
waktu ramai dan waktu sepi. dapat meningkatkan kinerja Transjakarta.
2. Pengaruh pengguna busway
Transjakarta terhadap moda transportasi
VIII. DAFTAR RUJUKAN
lainnya dapat mengurangi penggunaan
kendaraan pribadi. Kemacetan lalu lintas
disebabkan orang melakukan perjalanan

26
Analisis Pengaruh Perilaku Pengguna Busway Terhadap Kemacetan Lalu Lintas
Dan Dampaknya Terhadap Moda Transportasi Lainnya dengan Menggunakan
System Dynamics (Studi Kasus Pada Busway Transjakarta-Jakarta)

[1] Morlok, E.K., (1978), Pengantar Teknik


dan Perencanaan Transportasi, Jakarta,
Penerbit Erlangga
[2] Sterman, D., (2000), Business Dynamics :
Systems Thinking and Modeling for a
Complex World, United States of America,
McGraw-Hill Higher Education.
[3] Sushil, (1993), System Dynamics:A
Practical Approach for Managerial
Problem, New Delhi India, Wiley Estern
Limited.

27