Anda di halaman 1dari 15

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Dian Puspa | 248405 views

PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dikenakan dan disetorkan oleh pengusaha atau perusahaan yang
telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Namun beban PPN tersebut ditanggung
oleh konsumen akhir. Sejak 1 Juli 2016, PKP se-Indonesia wajib membuat e-faktur atau faktur
pajak elektronik untuk menghindari penerbitan faktur pajak fiktif untuk pengenaan PPN kepada
lawan transaksinya.

PENGERTIAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI


(PPN)
PPN atau Pajak Pertambahan Nilai merupakan jenis pajak tidak langsung untuk disetor oleh pihak
lain (pedagang) yang bukan merupakan penanggung pajak (konsumen akhir). Prinsip dasarnya
adalah suatu pajak yang harus dikenakan pada setiap proses produksi dan distribusi, tetapi jumlah
pajak yang terutang dibebankan kepada konsumen akhir yang memakai produk tersebut.

Perhitungan PPN & Cara buat e-Faktur PPN pada OnlinePajak

OBJEK PPN (PAJAK PERTAMBAHAN NILAI)


Objek PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dikenakan pada :

o Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam Daerah Pabean
yang dilakukan oleh pengusaha
o Impor Barang Kena Pajak

o Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean

o Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean

o Ekspor Barang Kena Pajak berwujud atau tidak berwujud dan Ekspor Jasa Kena Pajak oleh
Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Kini Anda dapat menuntaskan pelaporan PPN Anda mulai dari buat e-Faktur sampai e-Filing PPN
gratis melalui OnlinePajak, aplikasi pajak online yang mempermudah dan menghemat waktu Anda
secara signifikan.

Buat e-faktur & spt masa ppn hanya 1 klik saja!

TARIF PPN (PAJAK PERTAMBAHAN NILAI)


Tarif PPN menurut ketentuan Undang-Undang Dasar No.42 tahun 2009 pasal 7 :

1. Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah 10% (sepuluh persen).


2. Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 0% (nol persen) diterapkan atas:

1. Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud

2. Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud

3. Ekspor Jasa Kena Pajak

3. Tarif pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berubah menjadi paling rendah 5%
(lima persen) dan paling tinggi sebesar 15% (lima belas persen) sebagaimana diatur oleh
Peraturan Pemerintah.

PENGUSAHA KENA PAJAK SEBAGAI PIHAK


YANG MENYETOR DAN MELAPORKAN PPN
Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah pihak yang wajib menyetor dan melaporkan PPN. Setiap
tanggal di akhir bulan adalah batas akhir waktu penyetoran dan pelaporan PPN oleh PKP.

Sesuai dengan ketentuan PMK No.197/PMK.03/2013, suatu perusahaan atau seorang pengusaha
ditetapkan sebagai PKP bila transaksi penjualannya melampaui jumlah Rp 4,8 miliar dalam setahun.
Jika pengusaha tidak dapat mencapai transaksi dengan jumlah Rp 4,8 miliar tersebut, maka
pengusaha dapat langsung mencabut permohonan pengukuhan sebagai PKP.

Dengan menjadi PKP, pengusaha wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPN yang terutang.
Dalam perhitungan PPN yang wajib disetor oleh PKP, ada yang disebut dengan pajak keluaran dan
pajak masukan. Pajak keluaran ialah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya.
Sedangkan, pajak masukan ialah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh maupun
membuat produknya.

Di OnlinePajak, Anda dapat membuat e-faktur, ID billing, setor pajak online dan e-Filing SPT Masa
PPN secara mudah, hanya dalam 1 klik dan gratis! OnlinePajak juga terjamin keamanannya karena
sudah mendapatkan ISO 27001.

K e s i mp u l a n

o PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah jenis pajak yang disetor dan dilaporkan pihak
penjual yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).
o Batas waktu penyetoran dan pelaporan PPN adalah setiap akhir bulan.
o Sejak tanggal 1 Juli 2016, PKP se-Indonesia wajib membuat e-Faktur atau faktur pajak
elektronik sebagai prasyarat pelaporan SPT Masa PPN.
o Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya.
o Pajak masukan ialah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh maupun membuat
produknya.
o Di OnlinePajak, PKP dapat membuat e-faktur pajak, SPT Masa PPN, buat ID billing, setor
online dan efiling PPN dalam satu aplikasi terpadu dan hanya membutuhkan 1 klik saja!
Tutorial Cara Membuat e-Faktur Pajak
Anda secara Online
Dian Puspa | 112651 views

Di OnlinePajak, pembuatan “faktur pajak normal” merupakan hal penting terkait cara yang lebih baik
untuk merekam pengumpulan PPN pada penjualan, dan akhirnya mempersiapkan SPT Masa
PPN Anda.

Untuk melayani Pengusaha Kena Pajak dengan cara yang lebih baik, kami mengembangkan
aplikasi online modern dengan memanfaatkan sistem e-Faktur secara efektif, sekaligus meningkatkan
pengalaman pengguna (user experience) dengan antarmuka yang sederhana.

Yuk, ikuti langkah mudah membuat e-Faktur pertama Anda bersama OnlinePajak:

1. REGISTRASI/LOGIN KE ONLINEPAJAK
Klik halaman e-Faktur Pajak di sini untuk registrasi

2. BUKA MENU PENJUALAN DARI APLIKASI "E-


FAKTUR & PPN" DI ONLINEPAJAK
Seperti diketahui, daftar penjualan adalah tempat untuk melihat semua data penjualan Anda. Di
bagian ini, Anda dapat mencari atau menambahkan faktur pajak baru. Data faktur Anda diatur
berdasarkan status: draf, sedang diproses, atau disetujui.
3. MEMBUAT DRAF BARU
Anda dapat membuat faktur pajak secara manual melalui editor kami, atau mengimpor semua faktur
pajak Anda dari perangkat lunak lainnya ke OnlinePajak.

A. Editor
Editor adalah solusi sempurna untuk kegiatan operasional sehari-hari dan umumnya bagi perusahaan
dengan beberapa faktur per hari. Beberapa kelebihan Editor OnlinePajak dibandingkan dengan
aplikasi e-Faktur DJP:

o Mengganti faktur pajak akan membuat waktu Anda. Untuk meminimalisir kesalahan, Anda
dapat mengecek atau meninjau faktur pajak Anda hanya dengan sekali klik sebelum data
tersimpan, atau sebelum e-Faktur dibuat;
o Mencari pelanggan Anda berdasarkan nama atau NPWP yang terdapat di basis data kami di
saat Anda membutuhkan informasi (alamat, NPWP, dll) tersebut.
B. Fitur Impor

Kami merekomendasikan fitur impor data untuk:

o Perusahaan dengan jumlah transaksi yang besar. Impor data digunakan dalam rangka untuk
menghasilkan sebagian besar draf;
o Perusahaan yang sudah menggunakan perangkat lunak pihak ketiga untuk mempersiapkan
faktur, seperti Xero dan software akuntansi lainnya;
o Setiap perusahaan yang ingin melakukan migrasi riwayat e-Faktur dari aplikasi DJP ke
OnlinePajak;
o Merekam riwayat transaksi yang telah dibuat sebelumnya di aplikasi e-Faktur.

4. APPROVE DRAF ANDA MELALUI E-FAKTUR


Setelah satu atau lebih draf faktur pajak telah dibuat (atau terimpor), langkah selanjutnya adalah
membuat PDF e-Faktur dari tiap transaksi. Caranya, Anda hanya perlu melakukan approve pada draf
tersebut.

Saat kali pertama draf diajukan untuk disetujui, sistem akan meminta informasi akun e-Nofa
Anda untuk mengatur profil perusahaan Anda dan memudahkan proses e-Faktur di OnlinePajak.

5. DOWNLOAD PDF E-FAKTUR ANDA


Demi kenyamanan Anda, e-Faktur dengan format PDF dari setiap faktur pajak yang telah disetujui
akan selalui dikirimkan ke email Anda.

Selain itu, Anda juga dapat mengunggahnya melalui halaman Sale View. Anda juga dapat dengan
mudah mengganti, membatalkan, dan membuat nota retur melalui sistem e-Faktur OnlinePajak.

Mulai beralih ke OnlinePajak, eFaktur di OnlinePajak lebih mudah hanya dengan sekali klik. Jangan
buang waktu Anda, nikmati kelebihan aplikasi e-Faktur kami hanya di OnlinePajak.

5 Langkah Awal Sebelum Memulai Faktur


Pajak Pertama Anda

https://www.online-pajak.com/id/langkah-
awal-sebelum-memulai-faktur-pajak-
pertama-anda

Alban Leandri | 24792 views

DJP memberlakukan wajib e-Faktur bagi seluruh PKP di Indonesia per 1 Juli 2016.
Buat e-Faktur melalui OnlinePajak lebih hemat waktu dan mudah! Cukup 1 klik, e-Faktur akan
dikirimkan ke email Anda. Berikut ini adalah persiapan yang harus dilakukan sebelum membuat e-
faktur dan cara mudah membuat e-faktur melalui OnlinePajak.
LANGKAH AWAL SEBELUM MEMULAI FAKTUR
PAJAK ELEKTRONIK
Untuk membuat e-Faktur pajak online, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus memiliki kode
aktivasi, password dan passphrase untuk mendapatkan sertifikat elektronik dan mengajukan
permintaan nomor seri faktur pajak elektronik (e-Nofa).

Berikut ini proses yang harus dilakukan.

L a n g k a h 1 : L e n g k a p i F o r mu l i r d a n D o k u m e n y a n g D i s y a r a t k a n

A. Menyiapkan Surat Permintaan Sertifikat Elektronik

Surat Permintaan Sertifikat Elektronik dan Surat Pernyataan Persetujuan Penggunaan Sertifikat
Elektronik harus diisi lengkap dan ditandatangani oleh pengurus PKP yang nama tercantum
pada SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak Terakhir.

Selain itu, Pengurus PKP juga perlu menyiapkan:


o WNI: KTP Elektronik asli, Kartu Keluarga (KK) asli, beserta fotokopi kedua dokumen tersebut.
o WNA: Paspor asli, KITAS/KITAP asli, beserta fotokopi kedua dokumen tersebut.
o Softcopy pas foto WNI/WNA terbaru yang disimpan ke dalam CD (compact disc) atau media
lain. File foto diberi nama: NPWP-nama pengurus-nomor KTP.
o Asli SPT Tahunan Badan & Bukti Penerimaan Surat atau Tanda Terima Pelaporan SPT.
B. Menyiapkan Surat Permohonan Kode Aktivasi dan Password

o Surat Permohonan Kode Aktivasi dan Password harus diisi dengan lengkap dan
ditandatangani oleh pengurus PKP.
o PKP dengan pendapatan kurang dari Rp 4,8 miliar setahun jika ingin tetap menjadi PKP
harus melakukan Registrasi Ulang Pengusaha Kena Pajak oleh KPP tempat PKP terdaftar
(berdasarkan Peraturan DJP 120 PER-05/PJ/2012 beserta perubahannya) dan laporan hasil
registrasi ulang tersebut menyatakan bahwa PKP tetap dikukuhkan atau telah diverifikasi
berdasarkan peraturan Menteri Keuangan No. PMK-73/PMK.03/2012.
C. Menyiapkan Surat Permohonan Aktivasi Akun PKP

Isi dan tanda tangani Surat Permohonan Aktivasi Akun PKP dengan mengunduhnya di sini.

L a n g k a h 2 : D a t a n g k e K P P S e s u a i T e mp a t P K P T e r d a f t a r

o Pengurus PKP harus secara langsung menyampaikan Surat Permintaan Sertifikat Elektronik
ke Kantor Pelayanan Pajak tempat PKP dikukuhkan.
o Petugas KPP menerima perwakilan untuk pengajuan surat Permohonan Kode Aktivasi
dan Password jika ditandatangani oleh selain pengurus PKP dengan melampirkan surat
kuasa.
o Penerbitan surat penyetujuan atau penolakan Kode Aktivasi dan Password paling lama 3
(tiga) hari kerja. Kode Aktivasi dikirim melalui pos ke alamat PKP,
sedangkan password dikirim melalui email ke alamat email PKP yang dicantumkan dalam
surat permohonan Kode Aktivasi dan Password.

Langkah 3: Aktivasi Akun PKP

Untuk mengaktivasi akun PKP, pengurus PKP wajib datang ke KPP dengan membawa:

o Surat Penyetujuan Aktivasi dan Password yang dikirim oleh DJP


o Surat Permintaan Aktivasi Akun PKP yang sudah dilengkapi.
Aktivasi akun akan selesai pada hari itu juga.

L a n g k a h 4 : M e l a k u k a n P e r mi n t a a n N o mo r S e r i F a k t u r P a j a k
p a d a We b s i t e e - No fa P a j a k

o PKP dapat mengakses website e-Nofa pajak dengan memasukkan username dan password
yang sudah diberikan oleh DJP.
o e-Nofa pajak adalah sebuah aplikasi untuk mendapatkan elektronik nomor seri faktur
pajak yang akan digunakan pada e-Faktur.
o Jumlah permintaan nomor seri faktur pajak elektronik yang dapat diajukan berdasarkan
jumlah invoice atau faktur komersial yang diterbitkan dalam tiga bulan terakhir
o Bila nomor seri faktur pajak elektronik sudah habis, PKP dapat mengajukan permintaan
kembali melalui e-Nofa pajak.

Langkah 5: Buat e-Faktur Melalui OnlinePajak

o Daftarkan akun perusahaan di OnlinePajak dan isi profil perusahaan.


o Masukkan data e-faktur yaitu password, passphrase dan kode aktivasi di halaman
pengaturan OnlinePajak.
o Buat faktur penjualan di OnlinePajak atau impor data faktur dari software yang Anda gunakan
ke OnlinePajak.
o Pilih sejumlah invoice penjualan yang ingin Anda buat e-faktur-nya, lalu buat e-Faktur hanya
dengan satu klik icon "e-Faktur".
o e-Faktur akan dikirimkan ke alamat email yang didaftarkan di OnlinePajak.

Cara membuat e-faktur melalui onlinepajak.


Kesimpulan

Tutorial e-Faktur: Cara Membuat Faktur Pajak Online

1. Lengkapi formulir dan persyaratan:


o Surat Permintaan Sertifikat Elektronik
o Surat Permohonan Kode Aktivasi dan Password
o Surat Permohonan Aktivasi Akun PKP
2. Datang ke KPP sesuai tempat PKP terdaftar
3. Aktivasi akun PKP di KPP sesuai tempat PKP terdaftar dengan membawa:
o Surat Penyetujuan Kode Aktivasi dan Password dari DJP
o Surat Permohonan Aktivasi Akun PKP
4. Lakukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak pada website e-Nofa Pajak
5. Buat e-Faktur melalui OnlinePajak cukup dengan 1 klik!