Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN SATUAN ACARA PENYULUHAN

TENTANG
POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA

OLEH:
DEGINA RAHMADHANTI
DELVIA SISKA IKHWAN
ERLIA SEPTI KARLIANTI SANENEK
GITA PERMATASARI
LINCE ESTIMAR S.
NOVIA UCI WAHYUNI
PUTRI AYU GUSNISAL
REZA FITRI AYU

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG


PRODI D III KEBIDANAN
2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan Satuan Acara (SAP) Penyuluhan Tentang ” POLA HIDUP SEHAT
PADA LANSIA “
Dalam penulisan Satuan Acara Penyuluhan ini penulis banyak mendapat
kesulitan karena terbatasnya pengalaman dan wawasan penulis. Namun dengan
bantuan dari berbagai pihak, akhirnya dapat terselesaikan, untuk itu penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing .
Untuk itu penulis menyadari SAP ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang membangun demi
kesempurnaan SAP ini.
Akhir kata penulis mengharapkan agar SAP ini bermanfaat dan berguna
bagi pembaca dan bagi penyuluhan ini. Atas perhatianya penulis ucapkan terima
kasih.

Padang , 20 april 2018

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menua merupakan masa perubahan yang dialami individu baik fisik
maupun psikologi akibat penurunan fungsi tubuh. Hal ini akan mempengaruhi
berbagai aspek kehidupan di usia lanjut. Sehingga memerlukan pemeliharaan
yang berbeda dengan usia anak-anak, remaja, maupun dewasa yang
membutuhkan dukungan dari orang di sekitarnya. Psikologis penuaan yang
berhasil, dicerminkan pada kemampuan individu lansia beradaptasi terhadap
kehidupan fisik, sosial dan emosional serta mencapai kebahagiaan, kedamaian
dan kepuasan hidup. Karena perubahan dalam pola hidup tidak dapat
dihindari. Individu harus memperlihatkan kemampuan untuk kembali
bersemangat. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mempertahankan derajat
kesehatan para lansia pada taraf setinggi-tingginya agar terhindar dari penyakit
atau gangguan.
Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkann
kualitas pelayanan lansia serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari
para petugas kesehatan sehingga dapat menuju lansia sehat dan sejahtera

B. TUJUAN
Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan lansia dapat
meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami
tentang pola hidup sehat lansia
Tujuan Khusus
1. Defenisi lansia
2. Cara pola hidup sehat lansia
3. Ciri –ciri lansia sehat
4. Manfaat menerapkan pola hidup sehat bagi lansia
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Pola Hidup Sehat Pada Lansia


Sub Pokok Bahasan : Defenisi lansia ,Cara pola hidup sehat lansia
Ciri –ciri lansia sehat ,Manfaat menerapkan pola
hidup sehat bagi lansia

Sasaran : Lansia Kurao Pagang


Hari / tanggal :
Waktu :
Tempat : di kurao pagang
Penyuluh : Mahasiswa Tingkat IIIB D-III Kebidanan
STIKes Mercubaktijaya Padang

I. Tujuan Intruksional umum


Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan ibu-ibu hamil
mengetahui dan memahami fisiolofis kehamilan yang sedang mereka jalani,
sehingga ibu-ibu hamil dapat menjalani masa-masa kehamilan dengan baik
tanpa mengalami masalah.serta dapat mengetahui secara dini komplikasi yang
akan mungkin terjadi.
II. Tujuan intruksional khusus
1. Defenisi lansia
2. Cara pola hidup sehat lansia
3. Ciri –ciri lansia sehat
4. Manfaat menerapkan pola hidup sehat bagi lansia
III. Materi ( terlampir)
1. Defenisi lansia
2. Cara pola hidup sehat lansia
3. Ciri –ciri lansia sehat
4. Manfaat menerapkan pola hidup sehat bagi lansia
IV. Media penyuluhan
1. LCD
2. Leafleat
3. Power point

V. Metode penyuluhan
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
VI. Setting tempat

Ketreranagan :

: media

: Penyaji
: Observer

: Moderator
: Audiens

: Fasilitator

VII. Pengorganisasian
- Moderator :
- Penyaji :
- Observer :
- Fasilitator :
Pembagian tugas :
1. Peran moderator
 memulai dan menutup acara
 Memperkenalkan diri
 Menetapkan tata tertib acara penyuluhan
 Menjaga kelancaran acara
 Memimpin diskusi
2. Peran Penyaji
 Menyajikan materi penyuluhan
 Bersama fasilitator menjalin kerjasama dalam acara penyuluhan
 Menjawab pertanyaan audiens
3. Peran observer
 Mengamati jalannya kegiatan
 Mengevaluasi kegiatan
 Mencatat prilaku verbal dan non verbal serta kegiatan
4. Peran fasilitator
 Memotivasi peserta kegiatan dalam bertanya
 Bekerjasama dengan penyaji dalam menampilkan flipchart
 Membagikan brosur
 Memperagakan senam ibu hamil
VIII. Kegiatan penyuluhan
Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens Waktu
1. Pendahuluan
a. Mengucapkan salam a.Menjawab salam 5
b. Memperkenlakan diri b. Mendengar menit
c. Apresiasi c.Mengemukakan
d. Menjelaskan tujuan pendapat
intruksional umum d.Mendengar dan
memperhatikan

2. Kegiatan inti
a. Menjelaskan pengertian a. memperhatikan,
lansia mendengar dan 30
b. Menjelaskan Cara pola memahami menit
hidup sehat lansia b. mendengarkan dan
c. Menjelaskan Ciri –ciri memperhatikan
lansia sehat c. mendengarkan dan
d. Menjelaskan Manfaat memperhatikan
menerapkan pola hidup d. mendengarkan dan
sehat bagi lansia memperhatikan
e. Menjawab pertanyaan dan e. bertanya
menjelaskan jawaban untuk f. mendengarkan
audiens dengan penuh
f. Menguatkan pendapat perhatian
audiens g. mendengarkan

4. Penutup
a. Bersama audiens
menyimpulkan materi
b. Mengevaluasi materi
yang telah diberikan a. ikut menyimpulkan
c. Menutup dan memberi materi bersama
saran b. Mejawab pertanyaan 5
c. Menjawab salam menit

X. Evaluasi secara lisan


1. Apakah Lansia mampu menyebutkan Defenisi lansia
2. Apakah Lansia mampu menyebutkan Cara pola hidup sehat lansia
3. Apakah Lansia mampu menyebutkan Ciri –ciri lansia sehat
4. Apakah Lansia mampu menyebutkan Manfaat menerapkan pola hidup
sehat bagi lansia

IX. Daftar Pustaka


X.Materi

Pola Hidup Sehat Pada Lansia

1.Defenisi

Lansia sehat adalah lansia yang mampu menyesuaikan diri


terhadap perubahan fisik mereka dan lingkungan sosialnya.

Pola hidup sehat adalah upaya untuk memberdayakan anggota


rumah tangga agar sadar, mau serta mampu melakukan perilaku hidup
sehat. Gaya hidup sangat mempengaruhi penampilan untuk menjadi awet
muda dan panjang umur atau sebaliknya.

Masa tua bagi sebagian masyarakat adalah masa-masa yang


menakutkan oleh karena itu berbagai upaya dilakukan untuk menyiapkan
investasi kesehatan diusia tua. Penuaan adalah sebuah proses alami. Setiap
orang akan mengalami fase yang mengarah kepada penuaan. Seseorang
dianggap berhasil menjalani proses penuaan jika dapat terhindar dari
berbagai penyakit, organ tubuhnya dapat berfungsi dengan baik, serta
kemampuan berfikirnya atau kognitif masih tajam. Para lansia yang
berhasil mempertahankan fungsi gerak dan berfikirnya dianggap berhasil
menghadapi penuaan sehingga dapat bekerja aktif terutama disektor
informal. Mereka biasanya dapat berbagi pengalaman dan telah mencapai
tahap perkembangan psikologis dimana mereka dianggap bijaksana
menyikapi kehidupan dan mendalami kehidupan spiritual. Terpenting
adalah selalu menerapakan pola hidup maupun pola makan yang sehat.
2. Ciri-ciri lansia sehat
a. Secara fungsional masih tidak tergantung pada orang lain.
b. Aktivitas hidup sehari-hari masih penuh walaupun mungkin ada
keterbatasan dari segi sosial ekonomi yang memerlukan pelayanan.
3. Cara Pola hidup yang sehat pada lansia
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi pola hidup sehat pada Lansia:

1. Faktor makanan dan gizi


1. Mengurangi konsumsi gula : konsumsi gula yang berlebihan akan dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit seperti DM, atau obesitas.
2. Membatasi mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan asam urat.
Peningkatan asam urat dapat memberikan nyeri pada persendian. Makanan
yang tinggi kandungan asam uratnya atau zaat purin adalah emping (
melinjo), kacang-kacangan, Jeroan (Organ hewan/Isi perut), alkohol,
sardencis, daging merah, dll.
3. Membatasi makanan yang mengandung lemak dan banyak makan sayur-
sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin. Lemak dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan berakibat penyempitan
pada pembuluh sehingga menimbulkan penyakit hipertensi stroke,
penyakit jantung koroner. Makanan yang mengandung lipid atau lemak
yaitu telur puyuh, keju, kepiting-udang, cumi, susu, sarden.
4. Mencegah kegemukan. Kegemukan dapat diobati dengan diit dan berolah
raga untuk menurunkan berat badan pakailah diit separuh artinya waktu
makan tetap tapi porsinya separuh atau porsinya dikurangi.
5. Mengontrol tekanan darah : Dapat mencegah terjadinya peningkatan
tekanan darah atau Normalnya tekanan darah adalah 160/90 mmHg.
Hipertensi bisa dihindari antara lain dengan tidak berlebihan makan
makanan asin. Bagi yang tidak hipertensi batasi makanan garam.
6. Menghentikan merokok dan tidak minum alkohol : Rokok dapat
menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sehingga dapat
menimbulkan penyakit jantung koroner, Ca paru dan hipertensi. Alkohol
dapat berefek seperti peningkatan kadar lipid dan juga dapat merusak hati.
7. Perbanyak minum air putih sebanyak 2-8 gelas sehari.
4. Beraktifitas atau berolah raga
Lansia harus terus aktif ( organisasi, social, berkarya, hobi, olah raga ) jalan-jalan
minimal 1-2 kali dalam minggu, selama ½ – 1 jam atau sesuai dengan
kemampuan tetapi harus dilakukan secara teratur dan terus menerus. Olah raga
lain juga bisa dilakukan seperti senam atau lari ditempat, berenang, bersepeda atau
sesuai hobi dari lansia itu sendiri tetapi harus sesuai dengana kemampuan lansia.

Berolahraga bersama orang lain lebih menguntungkan, karena dapat


bersosialisasi, berjumpa dengan teman-teman, dan mendapat kenalan baru,
mengadakan kegiatan lainnya, seperti bisa berwisata dan makan bersama.
Kebanyakan olahraga dilakukan pada pagi hari setelah subuh. Dimana udara
masih bersih. Berolahraga dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi
perasaan depresi dan lowself esteem. Selain fisik sehat jiwa juga terisi, membuat
kita merasa muda dan sehat di usia tua. Olah raga yang teratur sangat dianjurkan
agar hidup tetap sehat terutama lansia.

5. Mengatasi stress
Stress adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan ketegangan mental dan
emosional. Stress dapat menyebabkan penyakit pada jantung dan pembuluh darah.
Untuk meredam stress bisa rekreasi dengan keluarga atau teman sesama lansia,
juga bias dilakukan tidur sehari minimal 6 (enam) jam, kalau tidak bisa tidur bisa
dilakukan tidur semu artinya memejamkan mata sambil berbaring, tidak bergerak,
tidak menerima telpon, tidak berbicara dengan siapa saja.

6. Istirahat
Istirahat yang cukup sangat di butuhkan dalam tubuh kita. Orang lansia harus
tidur lima sampai enam jam sehari. Banyak orang kurang tidur jadi lemas, tidak
ada semangat, lekas marah, dan stress. Bila kita kurang tidur hendaknya di isi
dengan ekstra makan. Dan bila tidur terganggu perlu konsultasi ke dokter. Hobi
untuk menonton televisi boleh saja, tapi jangan sampai larut malam.

7. Periksa kesehatan
Memeriksakan kesehatan secara teratur yaitu minimal 6 bulan sekali bagi mereka
yang berusia di atas 40 tahun jangan menunggu adanya gejala.

8 Spiritual
Beribadah sesuai dengan keyakinan : dapat meningkatkan kesehatan normal,
kesehatan hidup teratur dan dapat memberikan ketenangan hidup.

Manfaat bagi lansia menerapkan pola hidup sehat


Diantara manfaat yang bisa didapat dengan menerapkan pola hidup sehat pada
lansia adalah :

1. Hidup akan menjadi lebih taqwa dan tenang


2. Tetap ceria dan mengisi waktu luang
3. Keberadaannya tetap diakui keluarga dan masyarakat
4. Kesegaran dan kebugaran tubuh tetap terpelihara
5. Terhindar dari penyakit yang berbahaya di masa tua
6. Penyakit jantung, paru-paru, dan kanker dapat dicegah
7. Mencegah keracunan obat dan efek ssamping lainnya
8. Mengurang stress dan kecemasan
9. Membuat merasa awet muda
10. Hubungan harmonis tetap terpelihara
11. Gangguan kesehatan dapat diketahui dan diatasi sesegera mungkin.