Anda di halaman 1dari 29

Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

Diagnosis Kedokteran Keluarga


HIPERTENSI STAGE II

Disusun Oleh:
Helsa Eldatarina
(0808015049)

PEMBIMBING:
dr. Wawan Aprian Noor
dr. Ronny Isnuwardhana, MIH
Veronika Hinum, S. KM, MM

LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN
PUSKESMAS PALARAN
SAMARINDA
2013

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................... 1
DAFTAR ISI ........................................................................................... 2

1. PENDAHULUAN.............................................................................. 3
2. LAPORAN KASUS .......................................................................... 6
3. ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA .................................... 9
Kunjungan Rumah .................................................................................. 9
Identitas Keluarga ................................................................................... 9
Anggota Keluarga ................................................................................... 9
Genogram ................................................................................................ 10
Status Fisik, Sosial, Ekonomi Keluarga dan Lingkungan ....................... 10
Pola Hidup Bersih dan Sehat Keluarga .................................................. 13
Diagnosis Keluarga ................................................................................. 16
Rencana Penatalaksanaan Masalah Keluarga ......................................... 17
Mandala of Health ................................................................................... 18
4. PEMBAHASAN ................................................................................ 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 23


BAB I
PENDAHULUAN

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah


sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Peningkatan tekanan darah ini berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten)
dan dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal, jantung dan otak. Sampai saat ini
hipertensi tetap menjadi masalah karena beberapa alasan, antara lain yaitu
meningkatnya prevalensi hipertensi. Masih banyaknya pasien hipertensi yang
belum mendapat pengobatanmaupun yang telah diobati namun tekanan darahnya
belum mencapai target, serta adanya penyakit penyerta dan komplikasi yang dapat
meningkatkan morbiditas maupun mortalitas. (Center, 2013)
Data epidemiologis menunjukkan bahwa dengan makin meningkatnya
populasi usia lanjut, maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar
juga akan bertambah, dimana hipertensi sering timbul pada lebih dari separuh
orang yang berusia > 65 tahun. Selain itu, laju pengendalian tekanan darah yang
dahulu terus meningkat, dalam dekade terakhir tidak menunjukan kemajuan lagi
(pola kurva mendatar) dan pengendalian tekanan darah ini hanya mencapai 34%
dari seluruh pasien hipertensi. (Yogiantoro,2006)
Menurut American Heart Association (AHA), penduduk Amerika yang
berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi telah mencapai angka hingga 74,5
juta jiwa, namun hampir sekitar 90-95% kasus tidak diketahui penyebabnya.
Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-
masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-
gejalanya itu adalah sakit kepala/rasa berat di tengkuk, mumet (vertigo), jantung
berdebar-debar, mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging (tinnitus), dan
mimisan. (Center, 2013)
Sampai saat ini, data hipertensi yang lengkap sebagian berasal dari
negara-negara yang sudah maju. Data dari The National Health and Nutrition
Examination Survey (NHNES) menunjukan bahwa dari tahun 1999-2000, insiden
hipertensi pada orang dewasa adalah sekitar 29-31%, yang berarti terdapat 58-65

3
juta orang hipertensi di Amerika. Hipertensi essensial sendiri merupakan 95% dari
seluruh kasus hipertensi. (Yogiantoro,2006)
BAB II
LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
Nama : Ny. U
Umur : 44 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status dalam keluarga : Anggota Keluarga (istri)

Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada Rabu, 11 September 2013
pukul 17.00 Wita

Keluhan utama :
Sakit kepala

Riwayat penyakit sekarang :


Sakit kepala dirasakan sejak 2 hari terakhir ini dan bertambah berat sejak 1
hari terakhir, sakit kepala dirasakan bersamaan dengan tegang pada kepala dan
leher bagian belakang. Sakit kepala dirasakan hilang timbul, tidak ada pusing
berputar dan tidak ada mata berkunang-kunang. Pasien tidak pernah merasakan
mual maupun muntah. Buang air besar dan buang air kecil dirasakan normal.
Pasien mengakui saat datang ke puskesmas palaran untuk memeriksakan
diri, didapatkan tekanan darah yang meningkat, dan diberikan obat penurun
tekanan darah oleh dokter yang bertugas dan keluhan tersebut berkurang. Namun
setelah keluhan berkurang, pasien jarang melanjutkan pengobatan dan hanya
minum obat ketika sakit kepala kembali muncul. Tidak teratur juga dalam
memeriksakan diri ke puskesmas sehingga tekanan darahnya pun tidak terkontrol.

5
Riwayat penyakit dahulu:
1. Riwayat tekanan darah tinggi disangkal
2. Riwayat kencing manis disangkal
3. Riwayat asma disangkal
4. Riwayat penyakit jantung disangkal

Riwayat penyakit keluarga :


1. Tidak ada keluarga yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi
2. Bapak kandung pasien memiliki riwayat asma
3. Riwayat kencing manis disangkal
4. Riwayat penyakit jantung disangkal

PemeriksaanFisik
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Tinggi badan : 162 cm
Berat badan : 65 kg
BMI : 23,6 kg/m2
Status gizi : normal

Tanda vital
Tekanan darah : 160/100 mmHg
Frekuensi nadi : 88 kali/menit, regular, kuat angkat
Frekuensi nafas : 20 kali/menit
Suhu : 36,4°C per aksila

Status generalisata
Kepala : Mata : anemis (-), ikterik (-), cekung (-)
Hidung : dalam batas normal
Mulut : faring hiperemi (-), pembesaran tonsil (-)
Leher : pembesaran KGB (+)
Dada : Inspeksi : pergerakan simetris
Palpasi : dalam batas normal
Perkusi :
 Paru : sonor
 Jantung : redup
Auskultasi :
 Paru : vesikuler, Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)
 Jantung : S1S2 tunggal, reguler, murmur (-)
Abdomen : Inspeksi : flat
Palpasi : soefl, nyeri tekan (-)
Perkusi : timpani, turgor baik
Auskultasi : bising usus normal
Genitalia : Dalam batas normal
Ekstremitas :
 Atas : oedem (-/-), akral hangat
 Bawah : oedem (-/-), akral hangat

Diagnosis
Hipertensi grade II

Penatalaksanaan
Non farmakologi
 Edukasi mengenai penyakit
 Edukasi untuk mengkonsumsi obat dengan teratur dan kontrol ke Puskesmas
 Menjaga pola makan yang sesuai dengan penderita hipertensi
 Olahraga secara teratur
Farmakologi
 Captopril tab 3 x 12,5 mg

Prognosis: Bonam

7
ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA
Nama : Ny. U
Umur : 44 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status dalam keluarga : Anggota keluarga

IDENTITAS KELUARGA
No I. KEPALA KELUARGA II. PASANGAN
1 Nama Tn. S Ny. U
2. Umur 46 tahun 44 tahun
3. Jenis kelamin Laki-laki Perempuan
4. Status perkawinan Kawin Kawin
5. Agama Islam Islam
6. Suku bangsa Jawa Toraja
7. Pendidikan SMK SLTA
8. Pekerjaan Swasta Ibu Rumah Tangga
Jl. Palaran Indah RT. 10 Kelurahan Rawa Makmur
9. Alamat lengkap
Kecamatan Palaran Samarinda
ANGGOTA KELUARGA
Anggota Hub. Status Serumah
No. Usia Pekerjaan
Keluarga Klrg Nikah Ya Tdk Kdg

1 An. N 21 thn Swasta Anak Menikah √


Kandung
2 Tn. F 28 thn Swasta Menantu Menikah √
3 An. M 9 thn Pelajar Anak Belum √
Kandung Menikah
4 An. M 9 thn Pelajar Anak Belum √
Kandung Menikah
5 An. J 5 bulan - Cucu Belum √
Menikah

GENOGRAM

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Sudah Meninggal

: Penderita

9
STATUS FISIK, SOSIAL, EKONOMI KELUARGA DAN LINGKUNGAN
No EKONOMI KELUARGA Keterangan
1 Luas tanah 12,5 m x 16 m
2 Luas bangunan 10 m x 12 m
3 Pembagian ruangan Rumah pasien terdiri dari : ruang
tamu dan ruang keluarga, 3
kamar tidur, 1 dapur, dan 1 WC
4 Besarnya daya listrik 450 watt
5 Tingkat Pendapatan Keluarga :
a. Pengeluaran rata-rata/bulan Rp.2.500.000,00
Bahan makanan :
Beras, lauk pauk,dan sayur mayur Rp. 900.000,00
Diluar bahan makanan :
 Kesehatan Rp. 150.000,00
 Listrik Rp. 125.000,00
 Air bersih Rp. 75.000,00

 Lain-lain Rp. 250.000,00

b. Penghasilan keluarga/bulan Rp. 3.000.000,00

No PERILAKU KESEHATAN
1 Pelayanan promotif/preventif -
2 Pemeliharaan kesehatan anggota keluarga Puskesmas
lain
3 Pelayanan pengobatan Puskesmas
4 Jaminan pemeliharaan kesehatan Jamkesda
No POLA MAKAN KELUARGA
1 Kepala keluarga dan ibu Makan 2 kali sehari (siang dan malam). Nasi, tahu,
tempe, telur, ikan (termasuk ikan asin), dan sayur
(bayam, kangkung, daun singkong). Buah pisang atau
semangka. Makanan ringan yang asin seperti kripik
dan gorengan.
2 Anak, orang tua dan adik Makan 2 kali sehari. Menu makanan sama dengan
anggota keluarga yang lain.
No AKTIFITAS KELUARGA
1 Aktivitas fisik
a. Suami Bekerja di pabrik, setiap hari dari jam 7 pagi
sampai dengan jam 7 malam (shift pagi), jam 7
malam sampai dengan jam 7 pagi (shift malam)
Istirahat setiap sehabis pulang bekerja
Jarang berolahraga.

b. Pasien Bekerja di rumah, setiap hari dari jam 7 pagi


sampai dengan jam 12 malam.
Istirahat satu jam siang hari dan istirahat malam
paling cepat jam 12 malam sampai jam 6 pagi.
Berkebun setiap sore hari, mulai jam 4 sore sampai
jam 5 sore.

c. Anak pertama Bekerja di pabrik mulai jam 8 pagi sampai jam 4


sore.
Istirahat sehabis pulang kerja dan mengurus
anaknya.
Jarang berolahraga.

d. Menantu Bekerja sebagai penjual kaset setiap malam hari


dari jam 7 malam sampai jam 12 malam.
Istirahat cukup, jarang berolahraga.
Pada pagi hari, hanya beristirahat dan melakukan
pekerjaan rumah.

e. Adik kedua Belajar di sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1


siang. Bermain di luar rumah sepulang sekolah.
Belajar di rumah saat malam hari. Istirahat malam
cukup.

11
f. Adik kedua Belajar di sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1
siang. Bermain di luar rumah sepulang sekolah.
Belajar di rumah saat malam hari. Istirahat malam
cukup.

g. Cucu Bermain seharian di rumah bersama pasien.

2 Aktivitas mental Seluruh anggota keluarga rutin melaksanakan shalat


5 waktu.
No LINGKUNGAN
1 Sosial Hubungan dengan lingkungan
sekitar rumah baik.
2 Fisik/biologic
Perumahan dan fasilitas Sederhana
Luas tanah 12,5 x 16 m2
Luas bangunan 10x12 m2
Jenis dinding terbanyak Beton
Jenis lantai terluas Semen
Sumber penerangan utama Lampu listrik
Sarana MCK Kamar mandi dan WC di dalam
rumah.
Sarana pembuangan air limbah (SPAL) Disamping rumah, mengalir ke
parit besar
Sumber air sehari-hari Air Ledeng
Sumber air minum Air Ledeng
Pembuangan sampah Ditumpuk dan dibakar di depan
rumah
3 Lingkungan kerja
a. Suami Di pabrik
b. Istri (pasien) Di rumah
c. Anak pertama Di pabrik
d. Menantu Di toko
e. Anak kedua Di sekolah
f. Anak kedua Di sekolah
g. Cucu Di rumah

POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA

Jawaban
No. Indikator Pertanyaan Keterangan
Ya Tidak
A. PerilakuSehat
1 Tidak merokok
Ada yang memiliki kebiasaan Tidak ada yang memiliki kebiasaan ✓
merokok? merokok
2 Persalinan
Dimana ibu melakukan Ditolong di RS oleh bidan. ✓
persalinan?
3 Imunisasi
Apakah bayi ibu sudah di Imunisasi lengkap (BCG, DPT 1, 2,

imunisasi lengkap? 3, Polio, Hepatitis, Campak)
dilakukan semua
4 Balita di timbang
Apakah balita ibu sering Penimbangan di posyandu ✓
ditimbang? Dimana?
5 Sarapan pagi
Apakah seluruh anggota keluarga Keluarga pasien tidak memiliki

mempunyai kebiasaan sarapan kebiasaan sarapan pagi
pagi?
6 Dana sehat / ASKES
Apakah anda ikut menjadi peserta Jamkesda ✓
ASKES?
7 Cuci tangan
Apakah anggota keluarga Seluruh anggota keluarga

mempunyai kebiasaan mencuci mempunyai kebiasaan mencuci
tangan menggunakan sabun tangan dengan air bersih dan sabun

13
sebelum dan sesudah buang air
besar?
8 Sikat gigi
Apakah anggota keluarga Seluruh anggota keluarga melakukan

memiliki kebiasaan gosok gigi kebiasaan menggosok gigi
menggunakan odol?
9 Aktifitas fisik / Olah raga
Apakah anggota keluarga Seluruh anggota keluarga melakukan

melakukan aktifitas fisik atau aktifitas fisik setiap hari minimal 30
olah raga teratur? menit? Atau minimal 3x seminggu
B. LingkunganSehat
1 Jamban
Apakah dirumah tersedia jamban Bila di rumah tidak ada tapi

dan seluruh keluarga menggunakan MCK untuk BAB
menggunakannya? maka jawabannya “Ya”
2 Air bersih dan bebas jentik
Apakah dirumah tersedia air Bila rumah tidak memiliki sumber air
besih dengan tempat/tendon air tetapi menggunakan MCK/kran ✓
tidak ada jentik? umum untuk mendapatkan air bersih
maka jawabannya “Ya”
3 Bebas sampah
Apakah dirumah tersedia tempat Rumah terlihat bersih/bebas sampah
sampah? Dan dilingkungan dan tersedia tempat sampah didalam / ✓
disekitar rumah tidak ada sampah diluar rumah
berserakan?
4 SPAL
Apakah ada/tersedia SPAL Lingkungan yang bersih tidak ada air ✓
disekitar rumah? limbah yang menggenang
5 Ventilasi
Apakah ada pertukaran udara Tidak memilki ventilasi di dalam ✓
didalam rumah? rumah
6 Kepadatan
Apakah ada kesesuaian luas Pengukuran kepadatan dimana 1 ✓
rumah dengan jumlah anggota orang penghuni membutuhkan
keluarga? 2mx2mx2m
7 Lantai

Apakah lantai bukan dari tanah? Seluruh lantai rumah
A. Indikator tambahan
1 ASI Eksklusif
Apakah ada bayi usia 0-6 bulan Hanya untuk bayi keluarga yang
hanya mendapatkan ASI saja mempunyai bayi usia 0-6 bulan, bila

sejak lahir sampai 6 bulan? rumah tangga tidak ada bayinya
jawaban tetap “ya” tetapi dicatat
dalam lembar catatan
2 Konsumsi buah & sayur
Apakah dalam 1 minggu terakhir Semua anggota keluarga

anggota keluarga mengkonsumsi mengkonsumsi buah dan sayur
buah dan sayur?
Jumlah 15 3

Klasifikasi
SEHAT I : Dari 18 pertanyaan jawaban “Ya” antara 1-5 pertanyaan (merah)
SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban “Ya” antara 6-10 pertanyaan (kuning)
SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban “Ya” antara 11-15 pertanyaan (hijau)
SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban “Ya” antara 16-18 pertanyaan (biru)

Kesimpulan:
Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab “Ya” ada 15 pertanyaan yang berarti
identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya masuk dalam
klasifikasi SEHAT III.

15
RESUME FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN KELUARGA
Faktor Resiko

Fisik  Ventilasi kurang dan pencahayaan matahari kurang,


sanitasi kurang, MCK kurang bersih dan kurang terang ,
irigasi (parit) yang lancar
Biologi  Pasien tidak beresiko untuk menularkan penyakitnya
kepada anggota keluarga di rumah dan tetangganya
karena hipertensi bukan penyakit menular, namun
merupakan penyakit turunan.
Psiko-sosio-  Memiliki kartu jaminan kesehatan (Jamkesda)
ekonomi  Pengetahuan tentang hipertensi kurang
 Alokasi khusus dana kesehatan cukup.
Perilaku Kesehatan  Higiene pribadi cukup
 Berobat langsung di sarana pengobatan
 Berobat hanya jika ada keluhan
 Minum obat tidak disiplin
Gaya hidup  Prioritas untuk kebutuhan sandang, pangan dan papan
 Kebiasaan makan makanan asin dan gorengan
Lingkungan Kerja  Kurang istirahat ketika bekerja

DIAGNOSIS KELUARGA (RESUME MASALAH KESEHATAN)


 STATUS KESEHATAN DAN FAKTOR RISIKO (individu, keluarga, dan
komunitas)
Pasien tinggal dalam sebuah rumah yang kesadaran terhadap pencegahan
penyakit kurang baik. Suami pasien selalu mengingatkan pentingnya minum
obat anti hipertensi ketika muncul keluhan namun jarang mengingatkan untuk
selalu control dan meminum obat secara berkesinambungan. Pasien gemar
rmakan makanan asin dan gorengan serta kurang istirahat, karena pasien
selalu mengurus cucu pagi dan malam hari.
 STATUS UPAYA KESEHATAN (individu, keluarga, dan komunitas)
1. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas.
2. Keluarga pasien kurang mengerti mengenai bagaimana menjaga
kesehatan, namun jika ada yang sakit segera mencari pengobatan.
 STATUS LINGKUNGAN :
1. Kondisi rumah tempat tinggal pasien kurang baik, ventilasi dan
penerangan masih kurang, tidak terdapat di seluruh ruangan. WC dan
tempat untuk mandi menjadi satu. Saluran pembuangan WC langsung ke
dalam septic tank.
2. Di samping rumah pasien terdapat kandang hewan yang kurang bersih,
sehingga berpotensi untuk dapat menimbulkan penyakit yang bersumber
dari lingkungan.

Diagnosis Keluarga :
Sebuah keluarga Ny. U terdiri dari 7 orang anggota keluarga inti, merupakan
pasien rawat jalan Puskesmas Palaran yang didiagnosis hipertensi grade II,
yaitu ny. U. Keluarga ini menempati rumah yang kurang sehat, masih perlu
perbaikan di bidang sanitasi. Keluarga ini juga memiliki kebiasaan hidup yang
kurang sehat sehingga memerlukan edukasi kesehatan.

RENCANA PENATALAKSANAAN MASALAH KESEHATAN


Terhadap status kesehatan indivdu dan keluarga

No Masalah Pengobatan
kesehatan

1. Hipertensi  Pengobatan hipertensi ditangani melalui


pendekatan farmakologis maupun non-
farmakologis, yakni dengan pemberian
captopril dan dengan edukasi mengenai
penyakit yang diderita, mengkonsumsi obat dan
kontrol secara teratur ke Puskesmas, menjaga

17
pola makan dan berolahraga secara teratur.

 Edukasi kepada anggota keluarga untuk saling


2 Dukungan keluarga mengingatkan dan memotivasi untuk menjaga
gaya hidup dan meminum obat secara teratur.

3 Kondisi rumah  Memperbaiki kondisi rumah yang sudah ada


kurang memadai dengan menambahkan jendela di ruang tamu,
dimana kurangnya setiap kamar dan dapur. Menutup langit-langit
ventilasi dan rumah. Memberikan penerangan yang cukup
sumber di dapur dan WC
penerangan.
Mandala of Healt
GAYA HIDUP
- Pemenuhan kebutuhan primer
 prioritas utama
- Alokasi khusus dana kesehatan
PERILAKU KESEHATAN  ada
- Pengetahuan tentang kesehatan kurang - Rajin berolahraga (-)
- Istirahat yang kurang LINGK. PSIKO-SOSIO-
- Tidak teratur minum obat
EKONOMI
- Gemar makan asin
- Tidak rutin olahraga - Pendapatan keluarga cukup
FAMILY - Kehidupan sosial cukup baik
- Tidak rutin kontrol kesehatan

PASIEN
HIPERTENSI GRADE II
PELAYANAN KES. LINGK. KERJA
- Sakit kepala bertambah berat
Jarak rumah-pusat pelayanan Sering lupa waktu
sejak 1 hari terakhir
kesehatan dapat ditempuh untuk beristirahat
- Tekanan darah 160/100 mmHg
dengan kendaraan bermotor ketika bekerja
atau berjalan kaki.
Menggunakan Jamkesda

LINGK. FISIK
- Ventilasi & penerangan di
dalam rumah kurang
FAKTOR BIOLOGI - Rumah pasien kurang bersih
Pasien menyangkal adanya Komunitas: dan tidak rapi dengan
keluarga yang memiiliki - Pemukiman cukup layak namun sanitasi kurang fasilitas seadanya
riwayat hipertensi
Tabel Skoring Kemampuan Penyelesaian Masalah dalam Keluarga
Skor Upaya Resume Hasil Akhir
Masalah
Awal Penyelesaian Perbaikan
Fungsi Biologis Edukasi tentang penyakit ini Pasien minum obat dan
pasien menyangkal 2 yang merupakan penyakit memeriksakan diri ke
adanya riwayat tekanan turunan sehingga perlu kontrol puskesmas secara
darah tinggi pada secara teratur agar tidak terjadi teratur.
keluarga komplikasi

Fungsi ekonomi dan


pemenuhan Edukasi mengenai pola makan Pasien memakan
kebutuhan yang sesuai untuk penderita makanan yang sesuai
Pola makan sehari-hari 3 hipertensi dan konsul gizi untuk penderita
yang kurang sesuai. hipertensi.

Faktor perilaku
kesehatan keluarga
- Pengetahuan Pasien dan keluarga
tentang risiko dan Edukasi tentang penyakit mengerti tentang
komplikasi 3 yang sedang diderita serta penyakit dan
penyakit yang risiko yang dapat timbul. komplikasi yang
kurang. mungkin timbul..

- Tidak rajin 3 Motivasi untuk kontrol Pasien kontrol teratur


kontrol. teratur. walaupun tidak ada
keluhan.

- Tidak disiplin 3 Motivasi untuk minum obat Pasien berobat secara


minum obat. secara teratur. teratur.
Lingkungan rumah Memperbaiki ventilasi dan Pintu rumah dibuka dan
- Ventilasi dan 3 penerangan dengan membuka kipas angin
penerangan di pintu rumah pada siang hari dibersihkan, ventilasi

dalam rumah dan menggunakan kipas angin dan penerangan mulai


yang selalu dibersihkan. diberikan.
kurang
- Kebersihan dan
3 Edukasi untuk menjaga Keluarga mulai teratur
kerapian di dalam
kebersihan dan kerapian di membersihkan dan
rumah kurang.
dalam rumah merapikan rumah.

17
PEMBAHASAN

Studi kasus dilakukan pada pasien Ny. U usia 44 tahun dengan keluhan
sakit kepala terasa berat menjalar hingga ke leher belakang yang dirasakan sejak
dua hari terakhir dan semakin berat sejak 1 hari terakhir. Pasien tidak memiliki
riwayat hipertensi sebelumnya. Pasien merupakan anggota keluarga yang tinggal
serumah dengan suami, anak, dan menantunya. Tidak ada anggota keluarga lain
yang mengeluhkan keluhan yang sama. Dari literatur yang ada, faktor risiko
terjadi pada hipertensi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu faktor yang
tidak dapat dikendalikan dan faktor yang dapat dikendalikan. Faktor yang tidak
dapat dikendalikan meliputi keturunan (herediter/genetik), usia dan ras.
Sedangkan faktor yang dapat dikendalikan adalah asupan garam, obesitas,
inaktivitas/jarang olah raga, merokok, stress, minuman beralkohol dan obat-
obatan (Center, 2013). Secara keseluruhan, faktor risiko yang didapat pada pasien
adalah diet dan asupan garam serta inaktivitas/ jarang berolahraga.
Diagnosis hipertensi pada pasien ini ditegakkan melalui anamnesis dan
pemeriksaan fisik, dengan keluhan utama yang cukup khas yaitu sakit kepala
terasa berat hingga ke belakang dengan tekanan darah pada pemeriksaan sebesar
160/100 mmHg. Berdasarkan JNC VII kondisi ini sudah memenuhi kriteria
hipertensi grade II. Pada beberapa kunjungan, tekanan darah pasien tidak pernah
dalam batas normal dan rata-rata di atas normal. Jarak puskesmas dengan rumah
pasien tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 4 km dan bisa ditempuh dengan
mengendarai motor sendiri.
Dilaporkan bahwa jenis hipertensi terbanyak ialah jenis hipertensi essensial,
walaupun penyebabnya belum diketahui dengan jelas namun terdapat berbagai
macam faktor yang mempengaruhi, antara lain faktor genetik (kepekaan tubuh
terhadap natrium, kepekaan terhadap stress reaktivitas pembuluh darah dan lain-
lain) serta adanya faktor lingkungan antara lain diet tinggi garam, kebiasaan
merokok, stres emosi, obesitas, jarang berolahraga dan lain-lain. Bila ditelaah
lebih lanjut banyak faktor resiko yang dimiliki pasien untuk menderita hipertensi
antara lain faktor diet dan asupan garam dimana pasien gemar mengkonsumsi
ikan asin dan makanan asin lainnya, dan tidak adanya waktu untuk berolahraga
dengan alasan waktu.
Strategi terapi hipertensi dibagi menjadi 2 cara yaitu terapi farmakologis dan
terapi non farmakologis, dimana terapi hipertensi tidak hanya bisa dengan
pemberian obat anti hipertensi, namun hal yang tidak kalah penting untuk diubah
adalah pola hidup yang akan memperbaiki kondisi pasien. Gaya hidup yang
disarankan adalah mengurangi konsumsi ikan asin dan kebiasaan mengkonsumsi
makanan asin lainnya sebelum timbul penyakit penyerta lainnya, olahraga
minimal 30 menit berupa jalan santai setiap minggunya saat hari libur, hindari
aktivitas fisik berlebihan dan istirahat yang cukup. Kedisplinan serta kesadaran
pasien dan keluarga diperlukan untuk menjamin terapi farmakologis yang
diberikan pada pasien tetap berlangsung dengan kontrol yang teratur pula
Pada penatalaksanaan hipertensi stage II dapat diberikan obat diuretik jenis
thiazide, ACE Inhibitor, ARB, BB, CCB (Ismail,2006);(Masjoer,2000). Sebagai
terapi dalam kasus ini diberikan captopril 3 x 12,5 mg, dalam hal ini sudah sesuai
dengan teori yang ada.
Strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien pada pengobatan antara lain
adalah dengan empati dokter yang akan meningkatkan kepercayaan, motivasi dan
kepatuhan pasien pada pasien dan keluarga setiap kali kontrol serta pentingnya
untuk memodifikasi gaya hidup yang sesuai dengan penderita hipertensi.

19
DAFTAR PUSTAKA

1. Yogiantoro M. 2006. Hipertensi Essensial. Buku ajar Penyakit Dalam.


Jilid I Edisi 4. Balai penerbit FKUI : Jakarta
2. Nafraldi. 2007. Antihipertensi. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Penerbit
FKUI : Jakarta
3. Ismail D. 2006. Hipetensi : panduan pelayanan medik.edisi kedua. Balai
penerbit FKUI : Jakarta
4. Mansjoer A. 2000. Kapita SelektaKedokteran Jilid 2. Edisi Ketiga. Jakarta
: Media Aesculapius.
5. Center, Medical. 2013.Hipertensi.Jember : Medical Center Universitas
Jember.
DOKUMENTASI

Halaman depan

21
Ruang keluarga
Ruang tengah

Dapur

23
WC

25