Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS (PROFITABILITY) DAN

TINGKAT PERTUMBUHAN (GROWTH) TERHADAP STRUKTUR MODAL


DAN NILAI PERUSAHAAN
(Studi pada Perusahaan Real Estate and Property yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Periode 2007-2011)

Ginanjar Indra Kusuma1), Suhadak2), Zainul Arifin3)


1,2,3)
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya malang

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan: (1) pengaruh
profitabilitas (profitability) terhadap struktur modal perusahaan, (2) pengaruh tingkat
pertumbuhan (growth) terhadap struktur modal perusahaan, (3) pengaruh profitabilitas
(profitability) terhadap nilai perusahaan, (4) pengaruh tingkat pertumbuhan (growth)
terhadap nilai perusahaan, (5) pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.
Populasi penelitian ini adalah perusahaan real estate and property yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dengan
total sampel sebanyak 25 perusahaan. Teknis analisis data dalam penelitian ini
menggunakan analisis PLS (Partial Least Square). Hasil analisis data membuktikan
bahwa: (1) variabel profitabilitas (profitability) berpengaruh tidak signifikan terhadap
variabel struktur modal, (2) variabel tingkat pertumbuhan (growth) berpengaruh tidak
signifikan terhadap variabel struktur modal, (3) variabel profitabilitas (profitability)
berpengaruh signifikan terhadap variabel nilai perusahaan, (4) variabel tingkat
pertumbuhan (growth) berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel nilai perusahaan,
(5) variabel struktur modal berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel nilai
perusahaan.

Kata kunci: profitabilitas (profitability), tingkat pertumbuhan (growth), struktur


modal, dan nilai perusahaan.

ABSTRACT

The objectives of this research are to analyze and explain: (1) the effect of
profitability on company’s capital structure, (2) the effect of growth on company’s
capital structure, (3) the effect of profitability on company’s value, (4) the effect of
growth on company’s value, (5) the effect of capital structure on company’s value. The
population of this research are real estate and property companies listed on Indonesia
Stock Exchange in period 2007-20011 with total sample of 25 companies. The data are
analyzed by using PLS (Partial Least Square) method. Analysis result explain that: (1)
profitability has no significant affect on capital structure, (2) growth has no significant
affect on capital structure, (3) profitability has significant affect on company’s value,
(4) growth has no significant affect on company’s value, (5) capital structure has no
significant affect on company’s value.

Keywords: profitability, growth, capital structure, and company’s value.

1
PENDAHULUAN menggunakan hutang, sehingga beban
tetap yang harus ditanggung
Perusahaan sebagai suatu entitas perusahaan semakin besar pula. Hal ini
yang beroperasi dengan menerapkan juga berarti akan meningkatkan risiko
prinsip-prinsip ekonomi, umumnya finansial, yaitu risiko saat perusahaan
tidak hanya berorientasi pada tidak dapat membayar beban bunga
pencapaian laba maksimal, tetapi juga atau angsuran-angsuran hutangnya.
berusaha meningkatkan nilai Struktur modal yang optimal dapat
perusahaan dan kemakmuran meminimumkan biaya modal rata-rata
pemiliknya. Oleh karena itu, (average cost of capital) dan
perusahaan memiliki rencana strategis memaksimumkan nilai perusahaan.
dalam rangka pencapaian tujuan yang Oleh karena itu, agar kondisi tersebut
telah ditetapkan. dapat tercapai, maka perlu
Manajer harus mampu dipertimbangkan variabel-variabel
menghimpun dana yang bersumber dari yang mempengaruhi struktur modal.
internal maupun eksternal perusahaan Penelitian empiris yang dilakukan oleh
secara efisien, dalam arti keputusan Elim dan Yusfarita (2010), Kesuma
pendanaan tersebut merupakan (2009), Mas’ud (2008) menyatakan
keputusan pendanaan yang mampu bahwa variabel-variabel yang
meminimalisasikan biaya modal (cost mempengaruhi struktur modal adalah:
of capital) yang ditanggung (1) tingkat pertumbuhan penjualan
perusahaan. Ketika manajer (sales growth); (2) debt ratio; (3)
menggunakan hutang, jelas biaya profitability; (4) besarnya suatu
modal yang timbul sebesar bunga yang perusahaan (firm size); (5) struktur
dibebankan oleh kreditor, sedangkan aktiva (asset structure); (6) cost of
apabila manajer menggunakan dana financial distress.
internal akan timbul opportunity cost Investor dalam melakukan
dari dana atau modal sendiri yang investasi juga akan melihat
digunakan. Pada saat itu perusahaan kemungkinan munculnya risiko dalam
akan membuat pertimbangan mengenai suatu perusahaan. Kemampuan
komposisi modal yang optimal, dan perusahaan dalam mengelola hutang
pertimbangan tersebut akan merupakan salah satu penarik minat
menghasilkan sebuah keputusan investor, sehingga dapat meningkatkan
struktur modal atau keputusan harga saham perusahaan. Investor yang
pendanaan. Keputusan struktur modal tertarik dan berminat akan melakukan
merupakan keputusan keuangan yang investasi pada perusahaan tersebut
berkaitan dengan kombinasi hutang dan dengan membeli sahamnya di pasar
ekuitas dalam struktur keuangan jangka modal. Dengan demikian, harga saham
panjang perusahaan. merupakan ukuran prestasi perusahaan,
Struktur modal merupakan masalah yaitu ukuran keberhasilan manajemen
yang penting bagi perusahaan karena dalam mengelola perusahaan dengan
baik buruknya struktur modal akan atas nama pemegang saham.
mempunyai efek langsung terhadap Penelitian mengenai struktur modal
posisi finansial perusahaan, yang pada bertujuan untuk menentukan model
akhirnya akan mempengaruhi nilai atau teori struktur modal yang dapat
perusahaan. Kesalahan dalam menjelaskan perilaku keputusan
menentukan struktur modal akan pendanaan perusahaan. Meskipun
berdampak luas terutama apabila secara teori, faktor-faktor yang
perusahaan terlalu besar dalam mempengaruhi keputusan struktur

2
modal sulit diukur, namun berbagai menunjukkan kemampuan perusahaan
penelitian empiris yang bertujuan untuk untuk menghasilkan keuntungan dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mengukur tingkat efisiensi operasional
mempengaruhi keputusan pendanaan dan efisiensi dalam menggunakan harta
perusahaan telah banyak dilakukan. yang dimilikinya (Mas’ud, 2008).
Tujuan penelitian ini adalah Perusahaan yang memiliki tingkat
sebagai berikut: profitabilitas yang tinggi setiap
1. Menganalisis dan menjelaskan tahunnya, memiliki kecenderungan
pengaruh profitabilitas untuk menggunakan modal sendiri
(profitability) terhadap struktur dibandingkan dengan menggunakan
modal pada perusahaan real estate hutang (Kesuma, 2009). Asumsi lain
and property. juga menyebutkan dengan return on
2. Menganalisis dan menjelaskan assets yang tinggi, yang berarti bahwa
pengaruh tingkat pertumbuhan laba bersih yang dimiliki perusahaan
(growth) terhadap struktur modal tinggi. Oleh karena itu, apabila
pada perusahaan real estate and perusahaan menggunakan hutang yang
property. besar, tidak akan berpengaruh terhadap
3. Menganalisis dan menjelaskan struktur modal, karena kemampuan
pengaruh profitabilitas perusahaan dalam membayar bunga
(profitability) terhadap nilai juga tetap tinggi. Profitabilitas dalam
perusahaan pada perusahaan real penelitian ini diukur dengan
estate and property. menggunakan rasio-rasio profitabilitas,
4. Menganalisis dan menjelaskan yaitu return on assets (ROA), return on
pengaruh tingkat pertumbuhan equity (ROE), dan operating profit
(growth) terhadap nilai margin (OPM).
perusahaan pada perusahaan real
estate and property. Tingkat Pertumbuhan (Growth)
5. Menganalisis dan menjelaskan
pengaruh struktur modal terhadap Tingkat pertumbuhan (growth)
nilai perusahaan pada perusahaan pada dasarnya mencerminkan
real estate and property. produktivitas perusahaan dan
merupakan suatu harapan yang
TINJAUAN PUSTAKA diinginkan oleh pihak internal
(manajemen) maupun pihak eksternal
Faktor Mikro Perusahaan (investor dan kreditor) perusahaan.
Analisis perusahaan dilakukan Beberapa peneliti seperti Elim dan
untuk menilai perkembangan kondisi Yusfarita (2010), Mas’ud (2008)
baik buruknya suatu perusahaan, yang mengemukakan bahwa pertumbuhan
mana kondisi tersebut dapat penjualan (sales growth) suatu
digambarkan pada beberapa faktor perusahaan memiliki pengaruh
mikro perusahaan, diantaranya: terhadap struktur modal. Penelitian
yang dilakukan oleh Cheng et al.
Profitabilitas (Profitability) (2010) juga menunjukkan bahwa
Profitabilitas (profitability) adalah pertumbuhan penjualan (sales growth)
kemampuan perusahaan memperoleh berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
laba melalui operasional usahanya Growth dalam penelitian ini diukur
dengan menggunakan dana aset yang dengan menggunakan indikator
dimiliki oleh perusahaan. Pengertian pertumbuhan aktiva (assets growth)
lain juga menyebutkan bahwa dan pertumbuhan penjualan (sales
profitabilitas (profitability) growth). Pertumbuhan aktiva (assets

3
growth) menggambarkan kenaikan atau manajer keuangan adalah berkaitan
penurunan aktiva setiap tahun, dengan komposisi struktur modal yang
sedangkan pertumbuhan penjualan dapat meningkatkan nilai perusahaan.
(sales growth) menggambarkan Perusahaan akan berusaha mencapai
kenaikan atau penurunan penjualan suatu tingkat struktur modal yang
setiap tahun. optimal dengan risiko yang paling kecil
dengan memaksimalkan nilai
Struktur Modal perusahaan. Nilai perusahaan sendiri
Struktur modal adalah pencerminan dapat diartikan sebagai harga yang
dari perimbangan antara hutang jangka bersedia dibayar oleh calon pembeli
panjang dan modal sendiri dari suatu apabila perusahaan tersebut dijual.
perusahaan. Perbaikan struktur Nilai perusahaan merupakan ukuran
permodalan dunia usaha merupakan keberhasilan manajemen perusahaan
keharusan untuk meningkatkan dalam operasi masa lalu dan prospek
efisiensi dan memperkokoh daya saing dimasa yang akan datang untuk
perusahaan dalam menghadapi meyakinkan pemegang saham yang
persaingan yang semakin tajam diindikatori oleh rasio-rasio seperti
terutama dalam era globalisasi. Oleh market book value dan price earning
karena itu, sumber pembiayaan jangka ratio (PER) (Mas’ud, 2008).
panjang seperti yang disediakan oleh
pasar modal merupakan suatu KERANGKA KONSEPTUAL DAN
keharusan bagi pembangunan nasional HIPOTESIS
(Anwar, 2008:3).
Struktur modal yang optimal Berdasarkan landasan teori serta
adalah struktur modal yang dapat kajian terhadap penelitian sebelumnya,
meminimumkan biaya dan maka kerangka konseptual dan model
mengoptimalkan keseimbangan antara hipotesis dapat digambarkan sebagai
risiko dan pengembalian, sehingga berikut:
memaksimumkan harga saham.
Struktur modal erat kaitannya dengan Struktur Modal
harga saham, hal ini dikarenakan salah
satu unsur yang membentuk harga
saham adalah persepsi investor atas Faktor Mikro Nilai Perusahaan
kinerja perusahaan, dan struktur modal
adalah salah satu unsur yang Gambar 1 Kerangka Konseptual
Sumber: Penulis, 2013
menentukan baik buruknya kinerja
perusahaan, karena struktur modal akan
LDTE (Y1.1) LDTA (Y1.2)
menentukan sumber pembiayaan dan
pembelanjaan yang dilakukan oleh
perusahaan atas kegiatan Struktur
operasionalnya. Modal
(Y1)

Nilai Perusahaan ROA (X1.1)


Berdasarkan teori struktur modal Profitabilitas
ROE (X1.2) (X1)
yang menyatakan bahwa nilai suatu
perusahaan tidak terlepas dari OPM (X1.3)
kebijakan hutang, yang mana diketahui
bahwa kebijakan hutang berkaitan erat Asset Growth
dengan struktur modal, maka tugas (X2.1)
Growth
penting yang dihadapi oleh para (X2)
Sales Growth
(X2.2)

4Gambar 2 Model Hipotesis


Sumber: Penulis, 2013
adalah penelitian penjelasan
(explanatory research).
Nilai Perusahaan
Hipotesis (Y2)
Berdasarkan model hipotesis Populasi dan Sampel
diatas, maka hipotesis yang diajukan Populasi dalam penelitian ini
dalam penelitian ini adalah:PER (Y2.1) adalah perusahaan real estate and
Stock Price
(Y2.2) property yang terdaftar di Bursa Efek
H1 : Profitabilitas (profitability) Indonesia (BEI) periode tahun 2007
mempunyai pengaruh signifikan sampai dengan tahun 2011. Teknik
terhadap struktur modal pada pengambilan sampel dalam penelitian
perusahaan real estate and ini dilakukan secara sampling
property. purposive, dengan tujuan untuk
mendapatkan sampel yang representatif
H2 : Tingkat pertumbuhan (growth) sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
mempunyai pengaruh signifikan Sampel diperoleh sebanyak 25
terhadap struktur modal pada perusahaan, sehingga didapatkan
perusahaan real estate and jumlah sampel (n) selama periode
property. tahun 2007 hingga tahun 2011 yaitu
H3 : Profitabilitas (profitability) sebanyak 125 sampel (25 perusahaan x
mempunyai pengaruh signifikan 5 tahun).
terhadap nilai perusahaan pada
perusahaan real estate and Definisi Operasional Variabel
property. Variabel dalam penelitian ini
terbagi menjadi variabel eksogen atau
H4 : Tingkat pertumbuhan (growth) variabel bebas (independent variable)
mempunyai pengaruh signifikan yaitu profitabilitas (profitability) dan
terhadap nilai perusahaan pada tingkat pertumbuhan (growth), serta
perusahaan real estate and variabel endogen atau variabel terikat
property. (dependent variable) yaitu struktur
modal dan nilai perusahaan. Variabel
H5 : Struktur modal mempunyai eksogen atau variabel bebas
pengaruh signifikan terhadap (independent variable) merupakan
nilai perusahaan pada variabel yang mempengaruhi dan
perusahaan real estate and menjadi sebab perubahannya variabel
property. endogen atau variabel terikat,
sedangkan variabel endogen atau
METODE PENELITIAN variabel terikat (dependent variable)
merupakan variabel yang dipengaruhi
Penelitian ini dilakukan untuk atau menjadi akibat karena adanya
menganalisis hubungan dan pengaruh variabel eksogen atau variabel bebas
antara variabel profitabilitas (Sugiyono, 2008:39).
(profitability) dan tingkat pertumbuhan
(growth) terhadap struktur modal dan Variabel Eksogen atau Variabel
nilai perusahaan, serta pengaruh Bebas (Independent Variable)
variabel struktur modal itu sendiri 1) Profitabilitas (X1)
terhadap nilai perusahaan pada Profitabilitas (profitability) dalam
perusahaan real estate and property penelitian ini diukur dengan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menggunakan rasio-rasio profitabilitas,
(BEI). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu:

5
a) Return on Assets (X1.1) adalah penurunan penjualan setiap tahun.
pengukuran kemampuan Semakin tinggi tingkat
perusahaan secara keseluruhan pertumbuhan penjualan suatu
didalam menghasilkan keuntungan perusahaan akan lebih banyak
dengan jumlah keseluruhan aktiva mengandalkan pada modal
yang tersedia didalam perusahaan. eksternal. Perusahaan dengan
Semakin tinggi rasio ini, semakin tingkat pertumbuhan penjualan
baik keadaan suatu perusahaan yang tinggi cenderung akan lebih
(Syamsuddin, 2007:63). banyak menggunakan hutang
b) Return on Equity (X1.2) merupakan (obligasi) dibandingkan dengan
suatu pengukuran dari penghasilan perusahaan yang mempunyai
(income) yang tersedia bagi para tingkat pertumbuhan yang lambat.
pemilik perusahaan (baik
pemegang saham biasa maupun Variabel Endogen atau Variabel
pemegang saham preferen) atas Terikat (Dependent Variable)
modal yang mereka investasikan 1) Struktur Modal (Y1)
didalam perusahaan. Secara umum, Struktur modal dalam penelitian ini
tentu saja semakin tinggi return diukur dengan menggunakan indikator
atau penghasilan yang diperoleh, sebagai berikut:
semakin baik kedudukan pemilik a) Long Term Debt to Equity Ratio
perusahaan (Syamsuddin, (Y1.1). Rasio hutang jangka panjang
2007:64). terhadap modal sendiri (long term
c) Operating Profit margin (X1.3). debt to equity ratio)
Rasio ini menggambarkan apa menggambarkan struktur modal
yang biasanya disebut “pure perusahaan. Rasio ini menunjukkan
profit” yang diterima atas setiap hubungan antara pinjaman jangka
rupiah dari penjualan yang panjang yang diberikan oleh para
dilakukan. Operating profit disebut kreditor dengan jumlah modal
murni (pure) dalam pengertian sendiri yang diberikan oleh pemilik
bahwa jumlah tersebutlah yang perusahaan. Hal ini biasanya
benar-benar diperoleh dari hasil digunakan untuk mengukur
operasi perusahaan dengan financial leverage dari suatu
mengabaikan kewajiban-kewajiban perusahaan (Syamsuddin,
finansial berupa bunga serta 2007:54).
kewajiban terhadap pemerintah b) Long Term Debt to Total Assets
berupa pembayaran pajak. Semakin (Y1.2). Rasio ini menunjukkan
tinggi rasio operating profit hubungan antara hutang jangka
margin, akan semakin baik pula panjang dengan total aktiva. Rasio
operasi suatu perusahaan ini mengukur berapa besar aktiva
(Syamsuddin, 2007:61). perusahaan yang dibiayai oleh
2) Growth (X2) kreditor jangka panjang.
Tingkat pertumbuhan (growth) 2) Nilai perusahaan (Y2)
dalam penelitian ini diukur dengan Nilai perusahaan merupakan
menggunakan indikator sebagai ukuran keberhasilan manajemen
berikut: perusahaan dalam operasi masa lalu
a) Assets growth (X2.1), dan prospek dimasa yang akan datang
menggambarkan kenaikan atau untuk meyakinkan pemegang saham
penurunan aktiva setiap tahun. (Mas’ud, 2008). Dalam mencari nilai
b) Sales growth (X2.2), perusahaan pada alternatif struktur
menggambarkan kenaikan atau modal tertentu, perusahaan mencari

6
tingkat pengembalian yang harus
diperoleh sebagai kompensasi bagi
investor dan para pemilik atas risiko
yang akan ditanggungnya. HASIL DAN PEMBAHASAN
Nilai perusahaan diukur dengan
menggunakan indikator-indikator 1) Evaluasi Convergent Validity
sebagai berikut: Evaluasi ini dilakukan dengan
a) Price Earning Ratio (Y2.1), melihat nilai faktor loading (outer
merupakan rasio yang loading) pada masing-masing
menunjukkan perbandingan antara indikator. Apabila nilai tersebut lebih
harga per lembar saham (price per besar dari 0,550 maka dapat dikatakan
share) dengan laba per lembar bahwa indikator tersebut adalah valid.
saham (earning per share). Rasio 2) Evaluasi Discriminant Validity
ini menunjukkan seberapa banyak Evaluasi ini dilakukan dengan
investor bersedia membayar per menggunakan nilai cross loading, nilai
rupiah laba yang dilaporkan square root of average variance
(Moeljadi, 2006:75). extracted (AVE), dan nilai composite
b) Stock Price (Y2.2). Harga saham reliability. Discriminant validity dari
(stock price) adalah nilai nominal model pengukuran dinilai berdasarkan
penutupan (closing price) dari pengukuran cross loading dengan
penyertaan atau pemilikan konstruk. Jika korelasi konstruk dengan
seseorang atau badan dalam suatu pokok pengukuran setiap indikator
perusahaan atau perseroan terbatas lebih besar daripada konstruk lainnya,
yang berlaku secara regular di maka konstruk laten mampu
pasar modal Indonesia (Kesuma, memprediksi indikator lebih baik
2009). Harga saham (stock price) daripada konstruk lainnya.
dihitung dengan menggunakan
logaritma natural harga saham Tabel 1
akhir tahun. Hasil Average Variance Extracted
(AVE)
Root Square
Teknik Analisis Data Variabel
AVE
AVE
Teknis analisis data dalam
penelitian ini menggunakan analisis X1 0.802 0.896
PLS (Partial Least Square). Pengujian
X2 0.992 0.996
linear model atau model struktural
dilakukan untuk melihat hubungan Y1 0.926 0.962
antara konstruk, nilai signifikansi dan
Y2 0.992 0.996
R-square dari model penelitian. Model
struktural dievaluasi dengan
mengunakan R-square untuk konstruk Evaluasi model pengukuran dengan
dependen uji t serta signifikansi dari root square AVE adalah dengan
koefisien parameter jalur struktural. membandingkan nilai akar AVE
Data yang digunakan adalah data nilai dengan korelasi antar konstruk. Jika
baku (standardized value) karena untuk nilai akar AVE lebih besar dari 0,500,
menyamakan satuan dari berbagai maka discriminant validity yang baik
indikator yang digunakan. Nilai baku tercapai. Berdasarkan tabel 8, tampak
tiap pengamatan didapatkan dengan bahwa nilai root square AVE pada
cara mengurangi nilai pengamatan variabel laten Profitabilitas (0,896),
tersebut dengan rata-rata dan dibagi Growth (0,996), Struktur Modal
dengan standar deviasi. (0,962), dan Nilai Perusahaan (0,996)

7
bernilai lebih besar dari 0,500; dan Koefisien determinasi (R-square)
dapat dikatakan bahwa secara yang didapatkan dari model variabel
discriminant validity, model Profitabilitas (X1) dan Growth (X2)
pengukuran tersebut adalah baik. terhadap variabel Struktur Modal (Y1)
sebesar 0,046 menyatakan bahwa
Tabel 2 Struktur Modal (Y1) mampu dijelaskan
Hasil Composite Reliability oleh variabel Profitabilitas (X1) dan
Variabel Composite Reliability Growth (X2) sebesar 4,6% dan sisanya
X1 0.924
sebesar 95,4% dijelaskan oleh variabel
lain diluar penelitian.
X2 0.992 Koefisien determinasi (R-square)
yang didapatkan dari model variabel
Y1 0.961
Profitabilitas (X1), Growth (X2), dan
Y2 0.992 Struktur Modal (Y1) terhadap variabel
Nilai Perusahaan (Y2) sebesar 0,199
menyatakan bahwa Nilai Perusahaan
Evaluasi model pengukuran dengan (Y2) mampu dijelaskan oleh variabel
menggunakan composite reliability Profitabilitas (X1), Growth (X2), dan
adalah untuk menentukan apakah Struktur Modal (Y1) sebesar 19,9% dan
konstruk memiliki reliabilitas yang sisanya sebesar 80,1% dijelaskan oleh
tinggi atau tidak. Nilai composite variabel lain diluar penelitian.
reliability yang lebih besar dari 0,600
menyatakan bahwa kontruk tersebut Pembahasan
adalah reliable. Berdasarkan tabel 9, 1) Pengaruh Profitabilitas
dapat diketahui bahwa nilai composite (Profitability) terhadap Struktur
reliability pada variabel laten Modal
Profitabilitas (0,924), Growth (0,992), Hasil pengujian hipotesis pertama
Struktur Modal (0,961), dan Nilai diperoleh bahwa profitabilitas
Perusahaan (0,992) bernilai lebih besar (profitability) berpengaruh positif
dari 0,600; dan dapat dikatakan bahwa namun tidak signifikan terhadap
variabel laten tersebut memiliki struktur modal pada perusahaan real
reliabilitas yang tinggi. estate and property. Hal ini
3) Pengukuran Model Struktural menunjukkan bahwa semakin tinggi
Model yang diestimasi telah nilai profitabilitas (profitability) suatu
memenuhi kriteria convergent validity perusahaan maka akan meningkatkan
dan discriminant validity, berikutnya nilai struktur modal perusahaan
dilakukan pengujian model struktural tersebut. Temuan penelitian ini
(inner model). Menilai inner model mendukung model Signaling Theory.
adalah melihat hubungan antara Model signaling memprediksi bahwa
konstruk laten dengan melihat hasil perusahaan yang profitabilitasnya
estimasi koefisien parameter path dan tinggi akan memberi sinyal dengan
tingkat signifikansinya. memakai porsi hutang yang besar, yang
berarti korelasi antara debt ratio dan
Tabel 3 profitabilitas adalah positif.
Hasil R-square Hasil ini tidak mendukung
R-
Variabel penelitian yang dilakukan oleh Kesuma
square
Profitabilitas dan Growth ->
0.046 (2009) yang menyatakan tingkat
Struktur Modal
Struktur Modal -> Nilai
profitabilitas (ROA) yang tinggi
0.199 memiliki struktur modal yang rendah.
Perusahaan
Ini berarti bahwa perusahaan tersebut

8
memiliki modal sendiri yang lebih untuk operasional perusahaan dan
besar dibanding hutang jangka memperbaiki struktur modal
panjangnya. Hal ini disebabkan perusahaan, karena dapat membayar
perusahaan dengan tingkat hutang perusahaan dan meningkatkan
profitabilitas (profitability) yang tinggi modal sendiri.
mampu membiayai kegiatan usahanya Temuan ini tidak mendukung hasil
dengan laba ditahan yang dimilikinya, penelitian dari Mas’ud (2008) yang
sehingga perusahaan tersebut akan menyatakan bahwa variabel growth
menggunakan hutang dalam jumlah berpengaruh positif signifikan terhadap
yang relatif sedikit. Hasil ini didukung penentuan hutang dalam struktur modal
oleh Elim dan Yusfarita (2010) yang perusahaan manufaktur yang terdaftar
menyatakan profitabilitas (ROA) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
mempunyai pengaruh negatif namun Perusahaan yang tumbuh dengan pesat
signifikan terhadap struktur modal, akan lebih banyak mengandalkan
begitu pula dengan Kazemi dan Ansari modal eksternal, karena biaya
(2012) didalam penelitiannya penerbitan saham biasa lebih mahal
menyatakan bahwa profitabilitas dibandingkan dengan penerbitan surat
(profitability) negatif signifikan hutang. Maka, perusahaan dalam
terhadap semua rasio hutang. menggunakan modal eksternalnya lebih
Temuan penelitian ini mendukung banyak mengandalkan hutang daripada
hasil penelitian Mas’ud (2008) yang equity dan hal ini sesuai dengan
menyatakan bahwa terdapat hubungan pecking order theory. Hasil ini juga
positif antara profitabilitas didukung oleh penelitian Kazemi dan
(profitability) dengan struktur modal Ansari (2012) yang menyatakan bahwa
perusahaan. Kesimpulan penelitiannya tingkat pertumbuhan (growth) positif
menunjukkan bahwa perusahaan signifikan terhadap rasio hutang.
manufaktur yang terdaftar di Bursa Begitu pula dengan hasil penelitian dari
Efek Indonesia (BEI) dalam Elim dan Yusfarita (2010) menyatakan
menjalankan aktivitasnya belum bahwa tingkat pertumbuhan penjualan
efisien, terlihat dari masih relatif (sales growth) terbukti positif
kecilnya keuntungan yang diperoleh signifikan terhadap struktur modal.
terhadap investasi aktiva. Hasil ini mendukung penelitian
2) Pengaruh Growth terhadap yang dilakukan oleh Kesuma (2009)
Struktur Modal yang menyatakan bahwa arah
Hasil pengujian hipotesis kedua hubungan negatif antara tingkat
diperoleh bahwa tingkat pertumbuhan pertumbuhan (growth) dengan struktur
(growth) berpengaruh negatif namun modal, dimana dengan meningkatnya
tidak signifikan terhadap struktur pertumbuhan penjualan (sales growth)
modal pada perusahaan real estate and akan mengurangi jumlah kewajiban
property. Hal ini menunjukkan bahwa dari perusahaan yang pada akhirnya
dengan kenaikan tingkat pertumbuhan struktur modal dari perusahaan juga
(growth) akan mengurangi jumlah akan berkurang. Hasil ini didukung
kewajiban dari perusahaan yang pada oleh Eriotis et al. (2007) yang
akhirnya struktur modal dari menyatakan tingkat pertumbuhan
perusahaan akan berkurang. Adanya (growth) berhubungan negatif dengan
peningkatan penjualan (sales growth), financial leverage.
perusahaan dapat meningkatkan 3) Pengaruh Profitabilitas
kemampuannya untuk memperoleh (Profitability) terhadap Nilai
pendapatan dan laba. Perusahaan dapat Perusahaan
menutup biaya-biaya yang dikeluarkan

9
Hasil pengujian hipotesis ketiga and property. Meskipun demikian,
diperoleh bahwa profitabilitas penurunan tingkat pertumbuhan
(profitability) berpengaruh positif dan (growth) tidak mempengaruhi
signifikan terhadap nilai perusahaan pergerakan nilai perusahaan dikalangan
pada perusahaan real estate and investor. Hal ini menunjukkan bahwa
property. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penurunan perubahan total aktiva
semakin tinggi profitabilitas periode penelitian tidak mempengaruhi
(profitability), semakin tinggi pula nilai harga per lembar saham terhadap
perusahaan. Semakin tinggi ekuitas per lembar saham dikalangan
kemampuan perusahaan menghasilkan investor.
laba, akan menaikkan nilai perusahaan Penurunan perubahan total aktiva
yang ditunjukkan dengan kenaikan perusahaan akan meningkatkan harga
harga saham perusahaan. Perusahaan per lembar saham terhadap ekuitas per
yang memiliki profitabilitas lembar saham ketika perusahaan
(profitability) besar setiap tahunnya, mengurangi penggunaan hutang, dan
cenderung diminati oleh banyak meskipun penurunan perubahan total
investor. Para investor beranggapan aktiva perusahaan, perusahaan masih
bahwa perusahaan yang mempunyai mampu untuk memperoleh dana di
profit besar akan menghasilkan return pasar modal untuk melakukan investasi
yang besar pula. Hal ini ditangkap oleh sehingga nilai pasar per lembar saham
investor sebagai sinyal positif dari terhadap ekuitas per lembar saham
perusahaan, sehingga akan akan meningkat.
meningkatkan kepercayaan investor Penelitian ini konsisten dengan
serta akan mempermudah manajemen temuan Safrida (2008) yang
perusahaan untuk menarik modal menyatakan bahwa pertumbuhan
dalam bentuk saham. Apabila terdapat perusahaan (growth) berpengaruh
kenaikkan permintaan saham suatu negatif namun tidak signifikan terhadap
perusahaan, maka secara tidak nilai perusahaan. Hal ini juga
langsung akan menaikkan harga saham mendukung penelitian yang dilakukan
perusahaan tersebut di pasar modal. oleh Chowdhury dan Chowdhury
Hasil temuan penelitian ini (2010) yang menyatakan bahwa tingkat
mendukung hasil temuan dari pertumbuhan (growth rate) memiliki
penelitian sebelumnya yang dilakukan hubungan yang negatif terhadap nilai
oleh Chowdhury dan Chowdhury perusahaan (firm value). Hasil yang
(2010) yang menyatakan bahwa berbeda ditunjukkan oleh penelitian
terdapat hubungan positif antara Cheng et al. yang menemukan bahwa
profitabilitas (profitability) dengan terdapat hubungan yang positif antara
nilai perusahaan. Hasil ini didukung tingkat pertumbuhan penjualan (growth
oleh penelitian yang dilakukan oleh of sales) dengan nilai perusahaan (firm
Kesuma (2009) yang juga menyatakan value).
profitabilitas (profitability) 5) Pengaruh Struktur Modal
berpengaruh positif signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan
harga saham perusahaan. Hasil pengujian hipotesis kelima
4) Pengaruh Growth terhadap Nilai diperoleh bahwa struktur modal
Perusahaan berpengaruh negatif namun tidak
Hasil pengujian hipotesis keempat signifikan terhadap nilai perusahaan
diperoleh bahwa tingkat pertumbuhan pada perusahaan real estate and
(growth) berpengaruh negatif namun property. Hal ini menunjukkan bahwa
tidak signifikan terhadap nilai kebijakan struktur modal perusahaan
perusahaan pada perusahaan real estate yang lebih banyak menggunakan

10
hutang, berakibat pada penurunan yang berisiko rendah. Hasil ini juga
harga saham perusahaan. Semakin mendukung penelitian yang dilakukan
besar proporsi hutang perusahaan oleh Safrida (2008) yang menyatakan
dalam struktur modal, semakin besar bahwa terdapat arah hubungan negatif
pula beban tetap pembayaran bunga antara struktur modal dengan nilai
hutang dan angsuran perusahaan, perusahaan. Hal ini menunjukkan
sehingga membawa kepada kesulitan bahwa perusahaan lebih banyak
keuangan (financial distress) dan menggunakan hutang sebagai sumber
berakibat kebangkrutan, yang pada pendanaan perusahaan dibandingkan
akhirnya dapat menurunkan nilai ekuitas, sehingga berpengaruh pada
perusahaan tersebut. menurunnya nilai perusahaan.
Penggunaan hutang akan Hasil temuan ini berbeda dengan
meningkatkan nilai perusahaan, tetapi penelitian Chowdhury dan Chowdhury
hanya sampai titik tertentu, setelah titik (2010) yang menyatakan bahwa
tersebut penggunaan hutang justru akan struktur modal mempunyai pengaruh
menurunkan nilai perusahaan karena positif terhadap nilai perusahaan, serta
kenaikan keuntungan dari penggunaan Mas’ud (2008) yang juga menyatakan
hutang tidak sebanding dengan struktur modal berpengaruh positif
kenaikan biaya financial distress dan signifikan terhadap nilai perusahaan
agency problem. yang tercermin dalam market to book
Temuan ini didukung oleh hasil value asset ratio, price earning ratio
penelitian Kesuma (2009) yang dan pertumbuhan harga saham.
menyatakan bahwa struktur modal
tidak signifikan terhadap harga saham, Keterbatasan Penelitian
dan struktur modal mempunyai 1) Penelitian ini bukan merupakan
pengaruh langsung terhadap harga penelitian eksperimen atau bersifat
saham sebesar 13,3%. Secara umum, longitudinal akan tetapi penelitian
yang mempengaruhi keputusan eksplanatori dan dalam jangka
investor untuk membeli saham adalah waktu yang singkat, sehingga
rasional yang umumnya berkaitan penelitian ini tidak mampu
dengan aspek fundamental dari menggambarkan dinamika obyek
perusahaan yang memasuki pasar yang diteliti.
modal seperti laba/profitabilitas yang 2) Penelitian ini hanya menggunakan
diperoleh perusahaan. Rasio hutang data sekunder berupa laporan
tidak signifikan berpengaruh terhadap keuangan tahunan (annual report)
harga saham dan mempunyai pengaruh masing-masing perusahaan real
langsung sebesar 18,2% dan pengaruh estate and property yang diperoleh
tidak langsung rasio hutang terhadap dari Bursa Efek Indonesia (BEI)
harga saham sebesar 7,8%. Hal ini periode 2007-2011 dan Indonesia
menunjukkan bahwa investor dalam Capital Market Directory (ICMD)
melakukan investasi tidak terlalu periode tahun 2008-2011.
mempertimbangkan rasio hutang, akan 3) Pengukuran variabel profitabilitas
tetapi terdapat beberapa faktor yang (profitability) dan nilai perusahaan
mendasari perubahan harga saham. pada dasarnya dapat dilakukan
Faktor-faktor tersebut adalah tingkat dengan menggunakan beberapa
kegiatan industry, tingkat inflasi, rasio keuangan. Penelitian ini
perbedaan antara tingkat bunga jangka hanya menggunakan tiga indikator
pendek dengan jangka panjang, untuk mengukur variabel
perbedaan antara tingkat keuntungan profitabilitas (profitability), yaitu
obligasi yang berisiko tinggi dengan return on assets (ROA), return on

11
equity (ROE), dan operating profit satunya mengurangi modal dari
margin (OPM), serta hanya dua hutang.
indikator dalam mengukur nilai 3) Variabel profitabilitas
perusahaan, yaitu price earning (profitability) mempunyai
ratio (PER) dan closing price. pengaruh signifikan positif
terhadap variabel nilai perusahaan
KESIMPULAN DAN SARAN pada perusahaan real estate and
property. Semakin besar nilai dari
Kesimpulan rasio-rasio profitabilitas, maka
Berdasarkan hasil analisis dan kinerja perusahaan semakin baik.
pembahasan yang telah diuraikan, Rasio yang meningkat
maka dapat diambil beberapa menunjukkan bahwa kinerja
kesimpulan, sebagai berikut: manajemen meningkat dalam
1) Variabel profitabilitas mengelola sumber dana
(profitability) mempunyai pembiayaan operasional secara
pengaruh tidak signifikan positif efektif untuk menghasilkan laba
terhadap variabel struktur modal bersih (profitabilitas meningkat).
pada perusahaan real estate and Perusahaan yang memiliki
property. Perusahaan yang profitabilitas (profitability) besar
profitabilitasnya tinggi akan setiap tahunnya, cenderung
memberi sinyal dengan memakai diminati oleh banyak investor. Para
porsi hutang yang besar (model investor beranggapan bahwa
Signaling Theory). Penerbitan perusahaan yang mempunyai profit
hutang merupakan sinyal adanya besar akan menghasilkan return
“good news”, yaitu berupa manajer yang besar pula.
yang lebih yakin atas kinerja 4) Variabel tingkat pertumbuhan
perusahaan dimasa yang akan (growth) mempunyai pengaruh
datang, sehingga harga saham tidak signifikan negatif terhadap
meningkat dengan adanya variabel nilai perusahaan pada
pengumuman kenaikan hutang. perusahaan real estate and
2) Variabel tingkat pertumbuhan property. Penurunan tingkat
(growth) mempunyai pengaruh pertumbuhan (growth) tidak
tidak signifikan negatif terhadap mempengaruhi pergerakan nilai
variabel struktur modal pada perusahaan dikalangan investor.
perusahaan real estate and Hal ini menunjukkan bahwa setiap
property. Ketika penjualan penurunan perubahan total aktiva
semakin meningkat, struktur modal periode penelitian tidak
akan mengalami penurunan. mempengaruhi harga per lembar
Penurunan struktur modal ini saham terhadap ekuitas per lembar
dikarenakan penurunan hutang saham dikalangan investor.
perusahaan dari tahun ke tahun. 5) Variabel struktur modal
Semakin baik dan stabilnya mempunyai pengaruh tidak
pertumbuhan penjualan (sales signifikan negatif terhadap variabel
growth), maka biaya-biaya seperti nilai perusahaan pada perusahaan
produksi, penambahan aktiva tetap, real estate and property.
maupun peningkatan biaya Penggunaan hutang akan
penjualan (seperti promosi, saluran meningkatkan nilai perusahaan,
distribusi, dan lainnya) dapat tetapi hanya sampai titik tertentu,
diminimalkan termasuk salah setelah titik tersebut penggunaan
hutang justru akan menurunkan

12
nilai perusahaan karena kenaikan sektor ini akan mengalami
keuntungan dari penggunaan penurunan yang cukup drastis pula.
hutang tidak sebanding dengan 4) Perusahaan sebaiknya lebih
kenaikan biaya financial distress memfokuskan diri pada suatu
dan agency problem. Keputusan tingkat hutang yang hati-hati
tentang struktur modal melibatkan (prudent) daripada berusaha
analisis trade-off antara risiko dan mencari tingkat hutang yang
keuntungan. Penggunaan hutang optimal. Tingkat hutang yang
meningkatkan risiko perusahaan, prudent harus dapat memanfaatkan
tetapi juga meningkatkan keuntungan dari penggunaan
keuntungan perusahaan. Oleh hutang dan tetap (a)
karena itu, struktur modal yang mempertahankan risiko finansial
optimal akan menyeimbangkan pada tingkat yang masih terkendali,
risiko dan keuntungan perusahaan. (b) menjamin fleksibilitas
pembelanjaan perusahaan, dan (c)
Saran mempertahankan credit rating
Saran yang dapat diberikan dari perusahaan.
penelitian ini adalah sebagai berikut: 5) Pihak eksternal perusahaan
1) Penelitian lanjutan dapat (kreditor maupun calon investor)
menambahkan variabel lain seperti hendaknya lebih jeli dan berhati-
kepemilikan manajerial, ukuran hati dalam mempelajari struktur
perusahaan, pajak, perubahan nilai modal suatu perusahaan,
valuta asing, serta variabel lain mengingat struktur modal optimal
yang diprediksi dapat pada model trade-off dapat
mempengaruhi struktur modal dan ditemukan dengan
nilai perusahaan. menyeimbangkan keuntungan
2) Perusahaan real estate and penggunaan hutang dengan biaya
property yang terdaftar di Bursa financial distress dan agency
Efek Indonesia (BEI) periode tahun problem.
2007 sampai dengan tahun 2011
sebaiknya meningkatkan DAFTAR PUSTAKA
kemampuannya dalam memperoleh
laba, dikarenakan semakin tinggi Ali Kesuma. 2009. “Analisis Faktor
profitabilitas perusahaan, maka yang Mempengaruhi Struktur
nilai perusahaan juga akan semakin Modal serta Pengaruhnya terhadap
tinggi. Harga Saham Perusahaan Real
3) Industri sektor real estate and Estate yang Go Public di Bursa
property merupakan sektor dengan Efek Indonesia,: Jurnal
karakteristik yang sulit untuk Manajemen dan Kewirausahaan 11
diprediksi dan berisiko tinggi. Sulit (1): 38-45
diprediksi mengingat pasang surut Anup Chowdhury and Suman Paul
sektor ini memiliki amplitude yang Chowdhury. 2010. “Impact of
besar, yaitu pada saat terjadi Capital Structure on Firm’s Value:
pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Evidence from Bangladesh,:
industri real estate and property Business and Economic Horizons 3
mengalami booming dan cenderung (13): 111-122
over supplied, namun sebaliknya Anwar, Jusuf. 2008. Pasar Modal
pada saat pertumbuhan ekonomi sebagai Sarana Pembiayaan dan
mengalami penurunan, secara cepat Investasi. Edisi Pertama. Bandung.
ALUMNI Bandung.

13
Atmaja, Lukas Setia. 2008. Manajemen Journal of Scientific Research 42
Keuangan. Yogyakarta. Andi. (1450-223X): 12-23.
Basir, Saleh dan Fakhrudin. 2003. Aksi Masdar Mas’ud. 2008. “Analisis
Korporasi (Strategi untuk Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Meningkatkan Nilai Saham Melalui Struktur Modal dan Hubungannya
Aksi Korporasi). Edisi Pertama. terhadap Nilai Perusahaan,:
Jakarta. Salemba Empat. Manajemen dan Bisnis 7 (1)
Brigham, Eugene F., dan Houston, Menike, L.M.C.S. 2006. The Effect of
Fred J. 2004. Dasar-dasar Macroeconomic Variables on
Manajemen Keuangan. Terjemah Stock Prices in Emerging Sri
oleh Alfonsus Sirait. Edisi Lankan Stock Market,:
Kesembilan. Jakarta. Erlangga. Sabaragamuwa University Journal
Cheng, Y., Liu, Y., and Chien, C. 2010. 6 (1): 50-67
“Capital Structure and Firm Value Meyulinda Aviana Elim dan Yusfarita.
in China: a Panel Threshold 2010. “Pengaruh Struktur Aktiva,
Regression Analysis,: African Tingkat Pertumbuhan Penjualan,
Journal of Business Management 4 dan Return on Assets terhadap
(12): 2500-2507 Struktur Modal pada Perusahaan
Cristiawan, Yulius Jogi dan Tarigan, Manufaktur di Bursa Efek Jakarta,:
Josua. 2007. “Kepemilikan Jurnal Bisnis dan Ekonomi 1 (1):
Manajerial: Kebijakan Hutang, 88-103
Kinerja dan Nilai Perusahaan,: Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan.
Jurnal Akuntansi dan Keuangan 9 Jilid 1. Malang. Banyumedia
(1): 1-8 Publishing.
Eriotis, et al. 2007. “How Firm Myers, Stewart C. dan Majluf,
Characteristics Affect Capital Nicholas S. 1984. “Corporate
Structure,: Managerial Finance 33 Financing and Investment
(5): 321-331 Decisions When Firms Have
Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Information That Investors Do Not
Analisis Investasi. Edisi Ketiga. Have,: Journal of Financial
Yogyakarta. BPFE. Economics 13: 187-221
________. 2011. Konsep dan Aplikasi Nguyen, T. Cuong and Nguyen, T.
Structural Equation Modeling Canh. 2012. “The Effect of Capital
(SEM) Berbasis Varian dalam Structure on Firm Value for
Penelitian Bisnis. Edisi Pertama. Vietnam’s Seafood Processing
Yogyakarta. STIM AMP YKPN. Enterprises,: International
Karadeniz, et al., 2009. “Determinants Research Journal of Finance and
of Capital Structure: Evidence Economics 89 (1450-2887)
from Turkish Lodging Companies,: Nugroho, Asih Suko. 2006. Analisis
International Journal of Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Contemporary Hospitality Struktur Modal Perusahaan
Management 21 (5): 594-609 Properti yang Go Public di Bursa
Kuncoro, Mudrajat. 2009. Metode Riset Efek Jakarta untuk Periode Tahun
untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi 1994-2004. Tesis. Universitas
Ketiga. Jakarta. Erlangga. Diponegoro. Semarang.
Mahdi Kazemi and Zinat Ansari. 2012. Poedjiwahjono, Poerwitono. 2005.
“The Impact of Firm Analisis Faktor-faktor yang
Characteristics on Capital Structure Mempengaruhi Struktur Modal
of Listed Companies in Tehran Perusahaan Perbankan di Bursa
Stock Exchange,: American

14
Efek Jakarta. Tesis. Universitas Zelia M.S. Serrasqueiro and Marcia
Diponegoro. Semarang. C.R. Rogao. 2009. “Capital
Riyanto, Bambang. 2010. Dasar-dasar Structure of Listed Portuguese
Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Companies: Determinants of Debt
Keempat. Yogyakarta. BPFE. Adjustment,: Review of Accounting
Safrida, Eli. 2008. Pengaruh Struktur and Finance 8 (1): 54-75
Modal dan Pertumbuhan
Perusahaan terhadap Nilai
Perusahaan pada Perusahaan
Manufaktur di Bursa Efek Jakarta.
Tesis. Universitas Sumatera Utara.
Medan.
Sekaran, Uma. 2009. Metode
Penelitian untuk Bisnis. Terjemah
oleh Kwan Men Yon. Buku 1.
Edisi Keempat. Jakarta. Salemba
Empat.
Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi.
2008. Metode Penelitian Survei.
Jakarta. LP3ES.
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung. Alfabeta.
Sundjaja, Ridwan dan Barlian, Inge.
2003. Manajemen Keuangan. Edisi
Pertama. Klaten. PT Intan Sejati.
Syamsuddin, Lukman. 2007.
Manajemen Keuangan
Perusahaan. Jakarta. PT Raja
Grafindo Persada.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio
dan Investasi. Yogyakarta.
Kanisius.
Warsono. 2003. Manajemen Keuangan
Perusahaan. Malang. Bayumedia
Publishing.
Weston, Fred J., and Copeland,
Thomas. 2010. Manajemen
Keuangan. Edisi Kesepuluh.
Jakarta. Binarupa Aksara.
Wikipedia. “Bursa Efek Indonesia”,
diakses pada tanggal 29 Januari
2013 dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_
Efek_Indonesia
________. Cross-sectional Data”,
diakses pada tanggal 29 Januari
2013 dari
http://en.wikipedia.org/wiki/Cross-
sectional_data

15