Anda di halaman 1dari 3

Perusahaan bekerja keras untuk menciptakan sebuah brand image.

Adapun brand
image yang sudah terbentuk akan menjadi aset yang paling berharga. Ketika brand
sudah terbentuk dan berjalan secara efektif, perusahaan dapat menggunakan nama
tersebut untuk meluncurkan bermacam produk lainnya. Ada banyak nama besar yang
dikenal diseluruh dunia seperti Coca Cola, Pepsi dan McDonald’s.

McDOnald’s merupakan rantai makanan cepat saji terbesar di dunia saat ini.,
menghasilkan revenue lebih dari $20 billion pertahun yang beroperasi di lebih 120
negara. Kesuksesan tersebut tidak datang dengan mudah, perusahaan ini memulai
usahanya pada tahun 1937 di Pasadena, California hanya dengan satu lokasi. Pada
saat itu belum memiliki konsep dari brand image maupun cara pemasaran khusus.
Pendiri tidak memiliki konsep terhadap Big Mac maupun nama-nama lain yang saat
ini dikaitkan dengan merk McDonald’d seperti McNuggets dan Happy Meal.

Saat ini perusahaan sendiri merupakan merk yang paling terkenal di seluruh dunia.
Walapun beberapa produk yang ditawarkan oleh perusahaan mengalami kegagalan
seperti Fajitas, pizzas, dan pasta. Selain itu, permasalahan dalam hal pengontrolan
kualitas juga dialami sebagai salah satu perusahaan yang berkembang besar dan juga
banyaknya gerai yang dibuka di bawah embel-embel franchise. Ketidakmampuan
perusahaan dalam melacak kualitas di semua gerai menjadi permasalahan yang
menjadikan mereka memiliki peringkat 87 dari 91 restoran berdasarkan rasa

Untuk meningkatkan evektifitas, perusahaan dapat menggunakan nama besar yang


sudah dibangun. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu melakukan
pemeriksaan ulang pada sistem franchise. Perusahaan harus mengembangkan sistem
pendukung untuk menjaga dan membatasi bagaimana makanan disajikan dan
bahan-bahan yang datang langsung dari perusahaan induk. Mcdonald’s harus mampu
bekerja secara dekat dengan para frachiser agar mampu mengontrol kualitas nya.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah memikirkan para
franchisees sebagai bagian dari team dan mempekerjakan seorang tenaga pengontrol
di setiap gerai franchise yang akan bertugas untuk mengontrol kualitas. Karena
Mcdonald sudah bekerja sangat keras untuk membangun nama merk, sudah
merupakan hak mereka untuk melakukan pembatasan terhadap waralaba guna
menjaga konsitensi. Mcdonald’s dapat melatih setiap waralaba agar mampu
melakukan manajemen dalam kelompok kerja. Self managing dalam tim kerja
adalah sekelompok kecil karyawan yang bertanggung jawab mengelola dan
melakukan tugas perihal pemberian produk kepada pelanggan. Sebelum para
pewaralaba menjadi sebuah tim kerja yang dapat berdiri sendir, perusahaan induk
harus mengikutsertakan mereka dalam pelatihan guna menegakkan citra merk
perusahaan.

Cara lain untuk mencpai efektivitas organisasi yaitu dengan memenuhi kepuasan
pelanggan. Prinsip paling dasar dari penjualan adalah mengidentifikasi kebutuhan dan
bagaimana memuaskan pelanggan. Bisa jadi, permasalahan pada aspek ini yang
menjadikan penyebab kegagalan dari beberapa produk pada masa lalu. Perusahaan
hanya meluncurkan fajitas, pizza, pasta dan sandwich rendah lemak tanpa benar-benar
mendengarkan kebutuhan pelanggan. Dengan melibatkan, memperhatikan dan
mempedulikan kebutuhan pelanggan akan mendorong keinginan mereka untuk dapat
berkomunikasi dengan perusahaan. Berdasarkan kebutuhan konsumen akan
komunikasi, maka perusahaan dapat meningkatkan mutu dari produk yang telah ada
ataupun memperkenalkan produk baru.

Salah satu cara terakhir untuk meningkatkan efektivitas organisasi adalah dengan
mengembangkan sistem dukungan internal dalam kegiatan operasional. Adapun
harapan yang datang dari sebuah nama merk adalah kualitas dan konsistensi. Dengan
menciptakan masyarakat umum dan kebijakan produk yang diterapkan untuk semua
gerai dan waralaba, perusahaan akan mampu menciptakan semacam kode etik. Kode
etik adalah seperangkat aturan yang menguraikan tanggung jawab dan praktek yang
tepat bagi seorang individu atau organisasi. Hal ini harus diajarkan kepada semua
franciser potensial, stakeholder dan semua karyawan di McDonald’s. Faktor ini yang
akan menciptakan konsitensi yang dicari McDonald’s dan akan berhasil dilaksanakan
dengan mneggunakan nama merk dari McDonald’s sendiri.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, McDonald’s menduduki peringkat ke 87 dari 91


restoran dari segi rasa. Ini adalah peringkat yang mengkhawatirkan. Bagi kami pribadi,
rasa adalah faktor penentu apakah kami akan menjadi pelanggan tetap atau tidak pada
sebuah restoran. Karena sangat tidak mungkin pula seseorang memilih makanan yang
sangat tidak cocok dengan selera mereka. Kualitas juga merupakan faktor penting.
Adanya kekhawatiran pada kualitas makanan tertentu serta bahaya yang timbul dan
berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Sebuah makanan harus disiapkan
dengan baik dan juga bersih mengingat ini merupakan sebuah bayaran dari rasa,
kualitas dan harga

Seringkali makanan yang lezat dan memiliki kualitas tinggi dibanderol dengan harga
mahal. Sebaliknya, makanan dengan harga yang tidak begitu mahal mungkin tidak
begitu lezat dan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, ketika memilih makanan di luar
rumah, seseorang akan menyeimbangkan semua faktor. Ketika kami ke xmart
mungkin kami akan memilih makanan cepat saji dengan kualitas yang kurang, namun
lebih murah. Sebaliknya ketika memikirkan tentang kenyamanan, kualitas makanan
yang baik serta memiliki cukup uang, kami tentu akan memilih makanan dengan
kualitas terbaik sekalipun dibanderol dengan harga yang mahal. Namun dari kedua
contoh tersebut tetap saja rasa merupakan faktor terpenting. Kami akan lebih memilih
makanan atau restoran dengan penyajian dan rasa yang cocok dengan kami.

Rasa, kualitas, dan kenyamanan bisa diidentifikasi sebagai faktor kesuksesan bagi
sebuah perusahaan. Perusahaan snediri dapat memiliki keunggulan kompetitif dari
faktor ini. Perusahaan yang dapat menyajikan rasa serta kenyamanan akan memiliki
konsumen yang mencari makanan cepat untuk melanjutkan hari mereka. Restoran
juga dapat memanfaatkan faktor konsumen dalam memilih untuk mengembangkan
keunggulan kompetitif mereka guna menarik pelanggan.

Penting juga bagi perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan eksternal
agar dapat unggul dalam bersaing. Hal ini sudah dilakukan oleh McDonald’s di tahun
1960an ketika mereka memperkenalkan BigMac dalam menanggapi kebosanan
masyarakat terhadap menu mereka. Dan sekali lagi, di tahun 1980an perusahaan
melakukan adaptasi terhadap lingkungan eksternal ketika memperkenalkan nugget
yang pada saat itu orang-orang mulai bosan dengan menu daging sapi. Tidak hanya
itu saja di tahun 2000, perusahaan juga menerima pembayaran menggunakan kartu
kredit dan debit menanggapi kebiasaan masyarakat yang tidak mau membawa uang
tunai.

Saat ini McDonald’s kembali harus beradaptasi karena adanya tekanan dari
lingkungan eksternl dimana menuntut penyajian makanan dengan nutrisi lebih.
Dengan semakin banyaknya penyakit dan isu-isu kesehatan yang dilayangkan oleh
beberapa pengalaman, telah terjadi pergeseran keprihatinan terhadap gizi. Keinginan
untuk tetap sehat menjadi salah satu faktor penentu perilaku konsumen. Orang - orang
khawatir terhadap makanan organik dibanding makanan yg dbuat melalui proses serta
jenis dan jumlah lemak yang telah mereka konsumsi. Inilah salah satu perbedaan
utama antara kekuatan lingkungan yang berpengaruh antara tahun 50an 60an dengan
saat sekarang, pelanggan cenderung mencari sesuatu yang baru, ketertarikan mereka
terhadap pengalaman tidak memasak makanan sendiri dan kenyamanan ketika
menyantap makanan yang tidak mahal. Saat sekarang tekanan itupun sedikit berubah.
Restoran menemukan kesulitan dalam menarik perhatian konsumen karena mereka
menginginkan makanan yang cepat, murah dan juga sehat.

Di saat sekarang lingkungan bisnis sangat berbeda dikarenakan masyarakat dapat


memilih dari sekian banyak pilihan. Kecendrungan dalam memilih makanan yang
berbeda dari makanan rumah dan permintaan konsumen yang meningkat terhadap
variasi makanan, kenyamanan, dan hiburan. Faktanya pada saat ini restoran lebih sulit
bersaing dibanding pada tahun 1950an dan 1960an. Namun kembali ke titik semula,
McDonald’s sendiri sudah membangun sebuah brand image yang kuat, dan memiliki
kemampuan bersaing dengan restoran lainnya.

Dengan menambahkan elemen nutrisi ke dalam produk mereka yang sudah terkenal,
menciptakan kualitas yang konsisten, melakukan sistem dukungan serta pelatihan,
juga mendengarkan keinginan konsumen, McDonald’s akan terus mampu mencapai
kesuksesan.