Anda di halaman 1dari 14

Management Proyek Perangkat Lunak

TUGAS KE – 4

*000004*

*1518008* *1518020*
Bian Okta Arvian Andy Kristanto
*1518028* *1518030*
Wilda Ariffatul F. Alfan Ahmad A.

1. Monitoring dan Controling projek : merupakan suatu kegiatan untuk melakukan


pengawasan / memonitor karena proses control / pengendalian tidak bisa lepas dengan
proses pengawasan. Suatu projek saat mulai pengerjaan sampai selesai suatu projek harus
di awasi dan di control agar sesuai dengan rencana awal projek, dan akan mengurangi
beberapa resiko-resiko seperti projek mangkrak dan tidak selesai pada waktunya dsb.
Control / Pengendalian secara umum di bagi menjadi 3 :
1. Pengendalian Mutu
2. Pengendalian Waktu
3. Pengendalian Biaya

A. Pengendalian Mutu
mengendalikan jalannya pelaksanaan proyek agar suatu software/sistem memiliki
mutu yang baik dan sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam kontrak awal projek.Alat
Pengendali Mutu Proyek yang harus dikuasai oleh Pengawas para Developer Software
adalah sebagai berikut:
1) Spesifikasi teknissuatu software.
2) Metode Pelaksanaan membuat software.
3) Flowchart program/software, DFD (data flow diagram),ERD (relasi database).
4) Hasil Pengujian Software.
5) Peraturan-peraturan pemerintah.
6) Peraturan-peraturan khusus yang harus dikuti yang tercantum dalam kontrak awal
pembuatan software / projek.
B. Pengendalian Waktu
Suatu rencana pengawasan harus mencakup beberapa aspek yang harus
selalu diamati, dicatat dan dilaporkan selama berlangsungnya pelaksanaan suatu
projek. Pada umumnya ada dua alat monitoring yang biasa digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan yaitu: Jaringan Kerja atau network planning : CPM dan
PERT.
Pengendalian Waktu dengan Jaringan Kerja (Network Planning) Proyek yaitu
suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan yang bertujuan mendapatkan
suatu sasaran tertentu, membutuhkan sarana dan waktu yang terbatas karena projek
harus memiliki batasan waktu. Bagi pengawas suatu developer pekerjaan awalnya
harus bisa memahami rencana urutan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembuatan
software yang sudah dibuat oleh developer, sehingga proyek bisa terlaksana sesuai
dengan rancangannya (desain atau kontrak awal), dalam waktu yang telah ditetapkan,
mutu berdasar spesifikasi software yg sudah disepakati dan sesuai standar dan biaya
yang sudah direncanakan. Pada saat pelaksanaan perlu dilakukan pengendalian
atau pengawasan terhadap pelaksanaan pembuatan software tersebut, salah satu
alat pengendali tersebut adalah jaringan kerja (network planning).

C. Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya dalam suatu kontrakatau surat perjanjian bertujuan agar
agar pengawas mengetahui dan dapat mengendalikan biaya proyek tidak melebihi
anggaran yang sudah direncanakan di awal.
Hal-hal yang harus diketehui oleh Pengawas Developer adalah sebagai berikut :
1. Sumber Dana Proyek.
2. Progres pembayaran yang telah dilakukan dalam suatu pekerjaan (kontrak)
sesuai dengan yang direncanakan.
3. Tahapan-tahapan/angsuran pembayaran.
4. Pengendalian biaya atas setiap item pekerjaan yang dilakukan developer.
Penjelasan tentang poin di yg harus di ketahui para pengawas developer :
1. Pengawas Developer harus mengetahui pembobotan masing-masing item
pekerjaan yang dilakukan para developer.
2. Dengan pembobotan pekerjaan tersebut diharapkan pengawas developer
dapat mengetahui persentase dari masing-masing item pekerjaan yang
telah diselesaikan oleh para developer.
3. Dengan mengetahui persentase item pekerjaan yang telah diselesaikan, maka
diharapkan pengawas dapat mengetahui jumlah biaya yang harus dibayarkan
dalam setiap progres pekerjaanyang dikerjakan oleh para developer.
Pengawas harus mengetahui tahapan-tahapan/angsuran pembayaran yang
harus dilakukan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dikerjakan para developer
maka dari itu pengawas harusnya dia dahulu juga adalah developer yang sudah
memiliki jam terbang/pengalaman yang mumpuni, pengawas developer jadi juga
harus menguasai seluk beluk semua projek/ software yang akan dibuat.pengawas
developer harus seorang ahli dalam hal pemrograman atau di perusahaan tersebut
dia menjabat tim ahli / senior developer.
Penutupan Poyek (Closing)
Project closing adalah merupakan suatu bentuk pelaporan penyelesaian pelaksanaan proyek yang
berjalan. Pada project closing bentuk dokumen atau laporan yang harus dipersiapkan diantaranya
adalah laporan pelaksanaan proyek, laporan penyelesaian proyek, berita acara laporan
penyelesaian proyek, berita acara serah terima proyek. Di dalam sebuah project closing sendiri
mempunyai batasan-batasan tertentu diantaranya yaitu :
1. Project management plant update yang telah dilakukan dalam fase eksekusi dan kontrol.
2. Tidak ada pekerjaan yang belum terselesaikan (outstanding task). Bila terjadi hal
demikian maka selesaikan terlebih dahulu. Bila waktu penyelesaian outstanding task
tidak selesai tepat waktu maka bisa meminta perpanjangan waktu penyelesaian, akan
tetapi hal ini dapat berpengaruh pada pembiayaan proyek.
3. Fokus dari project closing adalah syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi dalam
penutupan sebuah proyek, diantaranya adalah
• Membuat Laporan Pelaksanaan Proyek.
• Membuat Laporan Penyelesaian Proyek.
• Membuat Berita Acara Laporan Penyelesaian Proyek.
• Membuat Berita Acara serah terima Proyek.
4. Kemudian yang terakhir adalah pembubaran proyek.

Dokumen yang Harus Disiapkan


Output utama dari proses closing adalah arsip proyek dan pelajaran yang diperoleh ( kebanyakan
output mencakup Laporan dan Presentasi Akhir). Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan
dalam tahap project closing yaitu :
1. Laporan Pelaksanaan Proyek.
2. Laporan Penyelesaian Proyek.
3. Berita Acara Laporan Penyelesaian Proyek.
4. Berita Acara serah terima Proyek.

Mengakhiri/Menghentikan Proyek
Hasil dari sebuah proyek dapat berupa sebuah keputusan yang telah despakati oleh semua pihak
yang berkaitan yaitu :
1. Dengan Extinction (Selesai atau Gagal)
2. Dengan Penambahan (Penambahan Bagian dari suatu Organisasi)
3. Dengan Integrasi (Digabungkan dengan proyek yang lebih besar)
4. Dengan Starvation (Pemotongan pendanaan, alasan politik)

Evaluasi Proyek
Banyak organisasi telah menyadari pentingnya melakukan review terhadap hasil proyek setahun
atau dua tahun setelah proyek tersebut selesai. Banyak proyek memberikan gambaran adanya
penghematan yang potensial, oleh karena itu sangat penting untuk me-review perkiraan/estimasi
finansial dan belajar dari masa lalu dalam menyiapkan estimasi finansial baru untuk proyek –
proyek selanjutnya.

Contoh Kasus :
Dokumen – dokumen yang harus disiapkan dalam tahap closing pada proyek pembuatan website
company profile Biru Media yaitu :
1. Laporan Pelaksanaan Proyek.
2. Laporan Penyelesaian Proyek.
3. Berita Acara Laporan Penyelesaian Proyek.
4. Berita Acara serah terima Proyek.
1. Laporan Pelaksanaan Proyek

LAPORAN PELAKSANAAN PROYEK


NO. PlP/01/02/2018
Yang bertanda tangan di bawah ini ;

Nama : Wilda Ariffatul Faisal Nur


Jabatan : Manajer Proyek (Project Manager)
Alamat :

Selaku Pelaksana proyek Company Profile birumedia.net dengan spesifikasi yang tercantum
dalam “Dokumen Definisi Proyek” dan “Dokumen Perencanaan Manajemen Proyek”
(terlampir).

Dengan ini kami melaporkan bahwa pelaksanaan proyek Company Profile birumedia.net
berdasarkan Surat Penugasan Nomor : SK/31/01/2018 tanggal 31 bulan Januari tahun 2018 telah
dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan berlaku.

Demikian Laporan Pelaksanaan Proyek ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 1 Mei 2018

Pelaksana Proyek,

Wilda Ariffatul Faisal Nur

Manajer Proyek
2. Laporan Penyelesaian Proyek

LAPORAN PENYELESAIAN PROYEK


No. PP/28/02/2018

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Muhamad Rizky


Jabatan : Pemilik Proyek (Project Owner)
Alamat :

Selaku Pengawas Pelaksana proyek Company Profile birumedia.net dengan spesifikasi yang
tercantum dalam “Dokumen Definisi Proyek” dan “Dokumen Perencanaan Manajemen Proyek”
(terlampir).

Berdasarkan Laporan Pelaksanaan Proyek nomor PlP/28/02/2018 tanggal 01 bulan Februari


tahun 2018 dari manager proyek, bersama ini kami melaporkan bahwa penyelesaian proyek
Company Profile birumedia.net berdasarkan surat penugasan Nomor : SK/31/01/2018 tanggal
31 bulan Januari tahun 2018 telah diselesaikan dengan baik.
Demikian Laporan Penyelesaian Proyek ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Malang, 1 Mei 2018

Pengawas pelaksaanaan Proyek,

Muhamad Rizky

Pemilik Proyek
3. Berita Acara Laporan Penyelesaian Proyek

BERITA ACARA PENYELESAIAN PROYEK


No. BA/28/02/2018

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama : Muhamad Rizky
Jabatan : Pemilik Proyek (project owner)
Alamat :
Selanjutnya disebut : Pengawas Proyek

2. Nama : Wilda Ariffatul Faisal Nur


Jabatan : Manajer Proyek (Project Manager)
Alamat :
Selanjutnya disebut : Pelaksana Proyek
Menerangkan sebagai berikut:
1. Proyek : Company Profile birumedia.net
2. Nomor Surat Tugas / Tanggal : SK/31/01/2018 tanggal 31 bulan Januari tahun 2018
Telah selesai dikerjakan.
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 1 Mei 2018

Pelaksana Proyek, Pengawas Proyek,

Wilda Ariffatul Faisal Nur Muhamad Rizky

Manajer Proyek Pemilik Proyek


4. Berita acara serah terima proyek

BERITA ACARA SERAH TERIMA PROYEK


No. STP/28/02/2018
Pada hari ini Rabu tanggal 28 bulan Februari tahun 2018, kami yang bertanda tangan dibawah
ini :
1. Nama : Muhamad Rizky
Jabatan : Pemilik Proyek (Project Owner)
Alamat :

2. Nama : Wilda Ariffatul Faisal Nur


Jabatan : Manager Proyek (Project Manager)
Alamat :
Menerangkan sebagai berikut :
5. Proyek : Company Profile birumedia.net
6. No. Surat Penugasan / tanggal : SK/31/01/2018 tanggal 31 bulan Januari tahun 2018
7. Pelaksanaan Proyek telah selesai berdasarkan Berita Acara Penyelesaian Proyek Nomor:
BA/28/02/2018 tanggal 28 bulan Februari tahun 2018 dan Laporan Penyelesaian Proyek nomor:
PP/28/02/2018 tanggal 28 bulan Februari tahun 2018
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 1 Mei 2018

Pelaksana Proyek, Pengawas Proyek,

Wilda Ariffatul Faisal Nur Muhamad Rizky


Manajer Proyek Pemilik Proyek
Estimasi Biaya

Biaya adalah sumber daya yang dikorbankan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. .
Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb. Jadi Estimasi
biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu
kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan atau kontrak.

Estimasi bisa dilakukan pada tahapan yang berbeda dalam proyek perangkat lunak. Namun
setiap tahap memiliki alasan dan metode estimasi yang berbeda-beda. Adapun tahapan
dimana estimasi bisa dilakukan, antara lain :

1. Perencanaan Strategis (strategic planning)


2. Studi kelayakan (feasibility study)
3. Spesifikasi Sistem (system specification)
4. Evaluasi proposal supplier (evaluation of supplier’ proposals)
5. Perencanaan Poyek (project planning)

Dalam melakukan estimasi ada dua hal yang harus diperhatikan :

1. Karena proyek sedang berjalan, akurasi estimasi harus bisa memperbaiki pengetahuan tentang
peningkatan proyek aslinya.
2. Pada awal proyek, kebutuhan user merupakan hal yang sangat penting, sehingga
pertimbangan yang tergesa-gesa pada implementasi fisik harus dihindari.

Estimasi dibedakan menjadi:

1. Estimasi biaya konseptual


2. Estimasi biaya detail

Estimasi biaya konseptual adalah estimasi biaya berdasarkan konsep bangunan yang akan
dibangun.

Contoh:

Untuk rumah SEDERHANA seluas 70m2 (belum ada gambar rencana dan spesifikasi).

Biaya satuan rumah sederhana adalah Rp. 750.000 per meter persegi.

Maka biaya total (biaya konseptual) adalah 70m2 x Rp. 750.000/m2 = Rp. 52.500.000,-
(akurasinya -30% hingga +50%)

Untuk rumah MEWAH seluas 500m2 (belum ada gambar rencana dan spesifikasi).

Biaya satuan rumah mewah adalah Rp. 3.750.000 per meter persegi.

Maka biaya total (biaya konseptual) adalah 500m2 x Rp. 3.750.000/m2 = Rp. 1.875.000.000,-
(akurasinya -30% hingga +50%)
Bila rencana rumah di atas telah memiliki dokumen rencana yang lengkap (rumah sederhana
dengan luas 68 m2, rumah mewah menjadi 479 m2), maka estimasi biayanya dapat dilakukan
secara detail dengan menghitung volume dan biaya satuan tiap komponen bangunan sehingga
diperoleh biaya total yang lebih akurat (-5% hingga +15%).

Untuk memperoleh estimasi pada proyeknya, sebuah Software House


memperkirakan jumlah Function Point (FP) untuk setiap Nilai Domain Informasi adalah
sebagai berikut :

Nilai Domain Informasi Sederhana Menengah Kompleks


Jumlah Input 25 110 190
Jumlah Output 24 120 430
Jumlah Inquiry 85 110 240
Jumlah File 77 110 250
Jumlah Interface Eksternal 38 60 70

Dari data diatas :


1). Hitung jumlah nilai CFP nya (Crude Function Point)!
2). Hitung besarnya RCAF (Relative Complexity Adjustment Factory), jika estimasi nilai
kompleksitas yang didapati adalah sebagai berikut :

No. Kompleksitas Subyek Nilai


1. Kehandalan backup/recovery 4
2. Komunikasi data 5
3. Pemrosesan terdistribusi 5
4. Kebutuhan akan kinerja 5
5. Kebutuhan lingkungan operasional 4
6. Kebutuhan knowledge pengembang 2
7. Updating file master 1
8. Instalasi 0
9. Aplikasi input, output, inguiry dan file 4
10. Pemrosesan data 2
11. Kemungkinan penggunaan kembali dari kode (reuse) 1
12. Variasi organisasi pelanggan 2
13. Kemungkinan perubahan fleksibilitas 2
14. Kebutuhan kemudahan penggunaan 2
3). Hitung nilai FP (Function Point) nya!
4). Jika proyek ini memakai bahasa pemrograman Visual Basic, hitunglah estimasi LOC
(Line of Code) yang didapat!
5). Jika seorang programmer dapat menyelesaikan 25 LOC dalam 1 jam, maka hitunglah
usaha yang dilakukan untuk proyek tersebut!
6). Jika rata-rata upah kerja perjam Rp.20.000,- maka hitunglah estimasi biaya total
proyek!

Penyelesaian
1).
Komponen Level Kompleksitas Total
No. Sistem Sederhana Menengah Kompleks CFP
Software A B C D E F G H I J
1. Macam
25 3 75 110 4 440 190 6 1140 1655
aplikasi input
2. Macam
24 4 96 120 5 600 430 7 3010 3706
aplikasi output
3. Macam
aplikasi query, 85 3 255 110 4 440 240 6 1440 = 2135
online query
4. Jumlah file 77 7 539 110 10 1100 250 15 3750 5389
5. Macam
interface 38 5 190 60 7 420 70 10 700 1310
eksternal
TOTAL 14195
2).
CFP = 14195
3).
RCAF = 39
4).
FP = CFP x (0,65 + 0,01 x RCAF)
FP = 14195 x (0,65 + 0,01 x 39)
FP = 14195 x 1,04
FP = 14762,8
5).
Jumlah LOC = FP x LOC
Jumlah LOC = 14762,8 x 30
Jumlah LOC = 442884
6).
Jumlah jam = 442884/25
Jumlah jam = 17715,36 jam
7).
Total biaya = jumlah jam x upah per-jam
Total biaya = 17715,36 x 20.000,-
Total biaya = Rp.354.307.200,-