Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR GAMBAR

No. Hal.

1. Grafik perbandingan rataan tinggi tanaman 2 MST pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik .................................................. 19

2. Grafik rataan perbandingan tinggi tanaman 3 MST pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 21

3. Grafik rataan perbandingan tinggi tanaman 4 MST pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 23

4. Grafik rataan perbandingan tinggi tanaman 5 MST pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 25

5. Grafik rataan perbandingan umur berbunga pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 27

6. Grafik rataan perbandingan jumlah cabang pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 29

7. Grafik rataan perbandingan umur panen pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 31

8. Grafik rataan perbandingan produksi per tanaman pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 32

9. Grafik rataan perbandingan panjang buah pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 34

10.Grafik rataan perbandingan diameter buah pada masing-masing

varietas dengan perlakuan pupuk organik ................................................... 36

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR LAMPIRAN

No. Hal.

1. Bagan Lahan Penelitian ............................................................................. 42

2. Bagan Plot Penelitian ................................................................................. 43

3. Deskripsi Mentimun Varietas Hercules ..................................................... 44

4. Deskripsi Mentimun Varietas Mercy ......................................................... 45

5. Deskripsi Mentimun Varietas Harmony .................................................... 46

6. Jadwal Kegiatan Penelitian ........................................................................ 47

7. Kandungan Unsur Hara Makro & Mikro Pupuk Organik Kascing ........... 48

8. Uji Heritabilitas .......................................................................................... 49

9. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 2 MST dan Sidik Ragam ................... 50

10. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 3 MST dan Sidik Ragam ................... 51

11. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST dan Sidik Ragam ................... 52

12. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 5 MST dan Sidik Ragam ................... 53

13. Data Pengamatan Parameter Umur Berbunga dan Sidik Ragam ............... 54

14. Data Pengamatan Parameter Jumlah Cabang............................................. 55

15. Data Pengamatan Parameter Umur Panen ................................................. 56

16. Data Pengamatan Parameter Produksi Per Sampel .................................... 57

17. Data Pengamatan Parameter Panjang Buah ............................................... 58

18. Data Pengamatan Parameter Diameter Buah ............................................. 59

19. Dokumentasi Penelitian ............................................................................. 60

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Vernando Simanullang : Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa


Varietas Timun (Cucumis sativus L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik,
dibimbing oleh Ir. M. K. Bangun, MS dan Ir. Hot Setiado, MS.
Penelitian dilakukan di lahan terbuka dengan ketinggian ± 25 m diatas
permukaan laut dari bulan September hingga Desember 2012 menggunakan
Rancangan Acak Kelompok faktor ganda yaitu varietas (Hercules, Mercy dan
Harmony) dan pupuk organik (0, 100, 200, 300 g/tanaman). Parameter yang
diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, umur panen,
produksi buah per tanaman, panjang buah, dan diameter buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berbeda nyata pada tinggi
tanaman (2, 3, dan 4 MST), umur berbunga, umur panen, panjang buah, dan
diameter buah. Perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata hampir pada semua
pengamatan kecuali pada pengamatan parameter tinggi tanaman 2 MST.
Sedangkan interaksi antara varietas dengan perlakuan pupuk organik berpengaruh
nyata hanya pada parameter diameter buah.

Kata kunci : mentimun, varietas, pupuk organik

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

Vernando Simanullang: Respons of growth and production of the


cucumber hybrid’s (Cucumis sativus L.) on the application of organic fertilizers,
under supervision by Ir. Mbue Kata Bangun, MS and Ir. Hot Setiado, MS.
The research was conducted on the farm field with ± 25 meters above sea
level from September to December 2012. Randomized Block Design was used
with 2 factors, ie: varieties (Hercules, Mercy and Harmony) and organic fertilizers
(0, 100, 200, 300 g/plant). The parameters observed were plant height, the time of
flowering, the number of branches, the time of harvest, the fruit production per
plant, the fruit length, and the fruit diameter.
The results showed that the varieties significantly affected: the plant height
2,3, and 4 week planted, the time of flowering, the number of branches, the time
of harvest, the number of production per plant, the fruit length and the fruit
diameter. Fertilizer significantly affected to almost all of the observation
parameters except the the plant heigh 2 week planted. The interaction between
variety and organic fertilizer affected only to the fruit diameter.

Key words: cucumber, variety, organic fertilizer

Universitas Sumatera Utara


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Mentimun atau ketimun atau timun (Cucumis sativus L.) merupakan salah

satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) yang sudah populer

di seluruh dunia. Menurut sejarahnya, tanaman mentimun berasal dari benua Asia.

Beberapa sumber literatur menyebutkan daerah asal tanaman mentimun adalah

Asia Utara, tetapi sebagian lagi menduga berasal dari Asia Selatan

(Rukmana, 1994).

Buah mentimun banyak dikonsumsi baik dalam bentuk segar maupun

dalam bentuk olahan, seperti misalnya acar, asinan, sebagai pelengkap gado-gado

dan sebagainya. Di samping itu, mentimun juga banyak digunakan dalam

kosmetik. Ditinjau dari komposisi kimianya, buah mentimun cukup banyak

mengandung gizi, yaitu tiap 100 gram bahhan mentah (segar) buah mentimun

mengandung: kalori 12 kal, protein 0,7 g, lemak 0,1 g, hidrat arang 2,7 g, kalsium

10 mg, fosfor 21 mg, zat besi 0,3 mg, vitamin A 0 SI, vitamin B1 0,03 mg,

vitamin C 8 mg, air 96,1 g (Depkes, 1981) (Samadi, 2002).

Penyebaran dan produksi mentimun di Indonesia dari tahun ke tahun terus

meningkat. Peningkatan luas areal panen tersebut disebabkan oleh pertambahan

luas areal pada lokasi-lokasi lama dan lokasi-lokasi baru (Sumpena, 2001). Akan

tetapi, peningkatan luas areal dan produksi ini belum memenuhi kebutuhan dan

permintaan pasar dalam dan luar negeri. Maka salah satu usaha yang dapat

dilakukan ialah peningkatan produktivitas lahan dan penggunaan varietas

mentimun hibrida yang memiliki sifat genjah (cepat panen) (Samadi, 2002).

Universitas Sumatera Utara


Usaha budidaya mentimun diawali dengan menentukan varietas mentimun yang

akan dibudidayakan. Dua jenis mentimun yang banyak ditanam oleh petani adalah

mentimun hibrida dan OP (Open Pollinated). Beberapa contoh varietas mentimun

hibrida antara lain yaitu: Asian Star 22, Farmer 368, Hercules 56, Spring

Swallow, Pretty Swallow, Susu S251, Merry Swallow, dan Shout Swallow.

Sedangkan untuk contoh varietas mentimun OP yaitu: Saturnus, Mars, Pluto, dan

Venus. Selain jenis diatas ada juga mentimun dari varietas lokal (Sumpena, 2001).

Peningkatan produktivitas lahan juga merupakan salah satu cara untuk

mendongkrak laju produksi komoditi ini. Hal ini dapat dilakukan dengan

perbaikan kultur teknis tanaman yang satu diantaranya yaitu dengan pemupukan

yang memadai. Tanaman mentimun terutama jenis hibrida sangat respon terhadap

pemupukan (Rukmana, 1994). Aplikasi pupuk organik sangat penting sebagai

penyokong pupuk anorganik karena selain sebagai sumber zat makanan bagi

tanaman juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap tanah

terhadap air, meningkatkan kondisi kehidupan di dalam tanah (Lingga dan

Marsono, 2005).

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa-sisa pelapukan makhluk

hidup, seperti tanaman, hewan, manusia, serta kotoran hewan. Pupuk organik

umumnya merupakan pupuk lengkap karena mengandung unsur hara makro

maupun mikro meskipun hanya dalam jumlah sedikit (Prihmantoro, 2003).

Salah satu pupuk organik yang sangat baik digunakan untuk budidaya tanaman

hortikultura yang dalam hal ini tanaman mentimun adalah pupuk kascing.

Kascing adalah pupuk yang bahan asalnya berupa kotoran

cacing (Lumbricus rubellus). Kandungan unsur hara kascing terdiri dari 20,2% C,

Universitas Sumatera Utara


1,58% N, C/N ratio 13%, 703 mg/kg P, 218 mg/kg K, 350 mg/kg Ca, 214,3 mg/kg

Mg, 153,7 mg/kg S, 13,5 mg/kg Fe, 861,5 mg/kg Mn, 5 mg/kg Al, 154 mg/kg Na,

1,7 mg/kg Cu, 33,55 mg/kg Zn, dan 34,37 B (Marsono dan Paulus, 2001).

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk menguji respon pertumbuhan

beberapa varietas timun (Cucumis sativus L.) terhadap pemberian pupuk organik.

Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan beberapa

varietas timun (Cucumis sativus L.) melalui pemberian pupuk organik kascing.

Hipotesis Penelitian

- Ada respon varietas terhadap pertumbuhan dan produksi timun (Cucumis

sativus L.).

- Ada respon pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi

timun (Cucumis sativus L.).

- Ada interaksi antara varietas dan pupuk organik terhadap pertumbuhan

dan produksi tanaman timun (Cucumis sativus L.).

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna sebagai informasi bagi pihak - pihak yang berkepentingan

dalam budidaya timun (Cucumis sativus L.) serta untuk memperoleh data sebagai

bahan penyusunan skripsi untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara, Medan.

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Universitas Sumatera Utara


Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas

Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 meter diatas permukaan

laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2011 hingga Desember 2011.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas benih timun

varietas Hercules 56, Mercy, dan Green Bowl; pupuk organik kascing; pupuk

anorganik NPK majemuk; pacak sampel dan perlakuan; dan sebagainya.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, cangkul, timbangan, kamera,

alat tulis, dan alat lainnya yang mendukung penelitian ini.

Metode penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial

dengan dua faktor perlakuan:

Faktor I: Varietas

V1 = Hercules 56

V2 = Mercy

V3 = Harmony

Faktor II: Pupuk Organik

P1 = 0 g/tanaman

P2 = 100 g/tanaman

P3 = 200 g/tanaman

P4 = 300 g/tanaman

Sehingga didapat 12 kombinasi:

Universitas Sumatera Utara


V1P1 V2P1 V3P1

V1P2 V2P2 V3P2

V1P3 V2P3 V3P3

V1P4 V2P4 V3P4

Jumlah ulangan : 3 ulangan

Jumlah plot seluruhnya : 36 plot

Jumlah tanaman per plot : 4 tanaman

Jumlah sampel per plot : 2 tanaman

Jumlah sampel seluruhnya : 72 tanaman

Jumlah seluruh tanaman : 144 tanaman

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam

berdasarkan model linear berikut:

Yijk = µ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + εijk

i = 1,2,3 j = 1,2,3 k = 1,2,3,4

Yijk : Hasil pengamatan dari blok ke – i dengan varietas ke – j dan

pupuk

organik ke – k

µ : Nilai tengah

ρi : Pengaruh blok pada taraf ke – i

αj : Pengaruh varietas pada taraf ke - j

βk : Pengaruh perlakuan pupuk organik pada taraf ke – k

(αβ) jk : Interaksi varietas pada taraf ke-j dan pupuk oganik pada taraf ke-k

εijk : Galat perlakuan pada blok ke – i pada varietas ke – j dan perlakuan

pupuk organik pada taraf ke – k.

Universitas Sumatera Utara


Data hasil penelitian pada perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan

uji beda rataan terkecil (DMRT) dan kurva respons Duncan taraf 5%

(Bangun, 1991).

Untuk menganalisis apakah hasil peubah amatan merupakan keragaman fenotip

disebabkan lingkungan atau genotip, maka digunakan heritabilitas. Nilai

heritabilitas dalam arti luas dihitung berdasarkan rumus:


σ2g σ2g
H =
σ2p σ2g + e
Dengan kriteria:

H > 0,5 : tinggi

H 0,2 - 0,5 : sedang

H < 0,2 : rendah

(Stansfield, 1991).

Tabel 1. Model Sidik Ragam dan Estimasi Kuadrat Tengah


Model Sidik Ragam
Estimasi Kuadrat
Sumber Keragaman db JK KT
Tengah
Blok 2 JKBlok KTBlok σ2 + 3 σ2 b
Perlakuan 11 JKPerlakuan .
Efek P 3 JKP KTP σ2 + 12pv + 3 σ2p
Efek Varietas (V) 2 JKV KTV σ2 + 12pv + 4 σ2v
Interaksi P x V 6 JKPXV KTPXV σ2 + 12pv
Error 22 JKError KTError σ2 .
Total 35 JKTotal . .

Universitas Sumatera Utara