Anda di halaman 1dari 29

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL

TRIMESTER II
DOSEN PEMBIMBING:
MAYA FEBRIYANTI,SST,M.Kes

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 2


SILATURAHMI
SITI AISYAH
INTAN FEBRIYANTI
TRISKA
UMRAH

AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN BUNDA


BIMA
TAHUN AKADEMIK 2017-2018

1
1. OKSIGEN

Seorang ibu hamil sering mengeluh tentang rasa sesak


dan pendek nafas.Hal ini disebabkan karena diafragma
tertekan .Kebutuhan oksigen meningkat 20 %.Ibu hamil
sebaiknya tidak berada di tempat- tempat yang terlalu ramai
dan penuh sesak, karena akan mengurangi masukan oksigen.

2
2. NUTRISI / GIZI

Ener Protei Vit Vit Tiami Riboflav Sen Asa Kalsiu


gi n A C n in g m m
(Kkal (g) (RE (mg (mg) (mg) (mg Fola (mg)
) ) ) ) t
(mg)

Trimest
er +300 +17 +30 +10 +0.3 +0.3 +1. +200 +150
II 0 7

Kebutuhan gizi ibu hamil secara umum pada TM II

3
3. PERSONAL HYGENE

Kebersihan diri selama kehamilan penting untuk


dijaga oleh seorang ibu hamil. Personal hygene yang buruk
dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin.

1. Sebaiknya ibu hami lmandi, gosok gigi dan


ganti pakaian minimal 2 kali sehari
2. Menjaga kebersihan alat genital dan pakaian
dalam
3. Menjaga kebersihan payudara

4
4. PAKAIAN

Pakaian yang baik bagi wanita hamil adalah :

1. Longgar, nyaman, dan mudah dikenakan


2. Gunakan BH dengan ukuran sesuai ukuran payudara
dan mampu menyangga seluruh payudara
3. Untuk kasus kehamilan menggantung, perlu disangga
dengan stagen atau kain bebat di bawah perut.
4. Tidak memakai sepatu tumit tinggi. Sepatu berhak
rendah baik untuk punggung dan postur tubuh
dandapatmengurangitekananpada kaki.

5. ELIMINASI
5
Sementara frekuensi buang air besar menurun akibat
adanya konstipasi. Kebutuhan ibu hamil akan rasa nyaman
terhadap masalah eliminasi juga perlu mendapat perhatian.

 BAK:
a. Ibu hamil akan sering kekamar mandi
terutama saat malam sehingga mengganggu tidur,
sebaiknya intake cairan sebelum tidur dikurangi
b. Gunakan pembalut untuk mencegah pakaian
dalam yang basah dan lembab sehingga
memudahka nmasuk kuman
c. Setiap habis bab dan bak, bilas dengan bersih
 BAB: perubahan hormonal mempengaruhi
aktivitas usus halus dan usus besar sehingga pada ibu
hamil sering mengalami obstipasi , untuk mengatassi
di anjurkan untuk meningkatkan aktivitas jasmani dan
makan berserat.

6. SEKSUAL

6
Wanita hamil dapat tetap melakukan hubungan
seksual dengan suaminya sepanjang hubungan seksual
tersebut tidak menganggu kehamilan. Ada beberapa tips untuk
wanita hamil yang ingin berhubungan seksual dengan
suaminya :

1. Pilih posisi yang nyaman dan tidak menyebabkan


nyeri bagi wanita hamil

2. Sebaiknya gunakan kondom, karena prostaglandin


yang terdapat dalam semen bias menyebabkan kontraksi

3. Lakukanlah dalam frekuensi yang wajar, ±2-3 kali


seminggu.

7. MOBILISASI / BODI MEKANIK


7
Pertumbuhan rahim yang membesar akan
menyebabkan peregangan ligamen-ligamen atau otot-otot
sehingga pergerakan ibu hamil menjadi terbatas dan kadang
kala menimbulkan rasa nyeri. Mobilisasi dan bodimekanik
untuk ibu hamil harus memperhatikan cara- cara yang benar
antara lain :

1. Melakukan latihan/ senam hamil agar otot-otot tidak


kaku

2. Jangan melakukan gerakan tiba-tiba/ spontan

3. Jangan mengangkat secara langsung benda-benda


yang cukup berat, jongkoklah terlebih dahulu baru
kemudian mengangkat benda

4. Apabila bangun tidur, miring dulu baru kemudian


bangkit dari tempat tidur

8. SENAM HAMIL

8
Senam hamil merupakan suatu program latihan fisik
yang sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan saat
persalinan.Senam hamil adalah adalah terapi latihan gerak
untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental,
pada persalinan cepat, aman dan spontan.

Keuntungan:

a. Melenturkan otot

b. Memberikan kesegaran

c. Meningkatkan self exteem dan self image

d. Sarana berbagi informasi

Waktu yang tepat melakukan senam hamil

Senam hamil akanlebih optimal bila dilakukan saat


kandungan mencapai 6 bulan keatas.

9. OLAH RAGA

9
a. Jalan kaki
b. Renang
c. Sepeda statis

10. IMUNISASI

10
Imunisasi TT / Tetanus Toxoid adalah pemberian kekebalan
tubuh pada ibu hamil agar janin terhindar dari Tetanus.

Imunisasi TT di berikan pada :

a. Bisa diberikan pada seorang calon pengantin.


Sebelum hamil dan pada saat hamil.
b. Ibu hamil harus sudah diimunisasi lengkap pada umur
kehamilan 8 bulan

c. Tentang jadwal Imunisasi TT anda bias tambahan TT


5 diberikan 1 th setelah TT 4, lama perlindungan 25 th,
kekebalan 99%.

Imunisasi TT dapat di peroleh :

a. Posyandu d. Puskesmas
Pembantu
b. Bidan /
Polindes / PKD e. Rumah
Bersalin
c. Puskesmas
f. Rumah
sakit

11
11. RELAKSASI/ISTIRAHAT

 Meditasi dan berdoa

 Pijat

 Mendengarkan musik

 Tidur

 Yoga

12
12. TRAVELING

1. Umumnya perjalanan jauh pada 6 bulan pertama


kehamilan dianggap cukup aman. Bila anda ingin
melakukan perjalanan jauh pada 3 bulan terakhir
kehamilan, sebaiknya dirundingkan dengan dokter.

2. Wanita hamil cenderung mengalami pembekuan


darah di kedua kaki karena lama tidak aktif bergerak.
Kalau ingin bepergian dengan mobil pribadi, buatlah
rencana berhenti tiap jam untuk meregangkan badan dan
berjalan-jalan agar sirkulasi darah lancar

3. Gunakan sabuk pengaman

4. Apabila bepergian dengan pesawat udara, ada resiko


terhadap janin antara lain :

a. Bising dan getaran

b. Dehidrasi, karena kelembaban udara yang


rendah

c. Turunnya oksigen karena perubahan tekanan


udara

d. Radiasi kosmik pada ketinggian 30.000 kaki.

13
13. PERSIAPAN LAKTASI

Dukungan bidan dalam pemberian ASI

 Biarkan bayi bersama ibunya segera sesudah


dilahirkan selama beberapa jam pertama

 Ajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu


untuk mencegah masalah umum yang timbul

 Bantulah ibu pada waktu pertama kali memberi ASI

 Bayi harus ditempatkan dekat ibunya pada kamar


yang sama (roming-in)

 Memberi ASI pada bayi sesering mungkin, BBL


minum ASI setiap 2-3 jam atau 10-12 x/24 jam

 Hanya berikan kolostrum dan ASI saja

 Hindari susu botol dan kempengan/dot

14
14. PERSIAPAN PERSALINAN DAN PERLENGKAPAN
BAYI

Langkah I :Membuat rencana persalinan

a. Tempat persalinan

b. Memilih tenaga kesehatan terlatih

c. Bagaimana menghubungi tenaga


kesehatan tersebut

d. Bagaimana transportasi ke tempat


persalinan

e. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan


bagaimana cara

f.mengumpulkan biaya tersebut

15
g. Siapa yang akan menjaga keluarganya jika
ibu tidak ada

Langkah II : Membuat rencana untuk pengambilan


keputusan jika terjadi kegawatdaruratan pada saat
pengambil keputusan tidak ada

a. Siapa pembuat keputusan utama dalam


keluarga ?

b. Siapa yang akan membuat keputusan jika


pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi
kegawatdaruratan ?

Langkah III : Mempersiapkan sistem transportasi jika


terjadi kegawatdaruratan

a. Dimana ibu akan bersalin (Desa, fasilitas


kesehatan, rumah sakit)

b. Bagaimana cara menjangkau tingkat


asuhan yang lebih lanjut jika terjadi
kegawatdaruratan

c. Bagaimana cara mencari donor darah


yang potensial?

Langkah IV : Membuat rencana/pola menabung

16
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung
sejumlah uangsehingga dana akan tersedia untuk
asuhan selama kehamilan dan jikaterjadi
kegawatdaruratan

Langkah V : Mempersiapkan langkah yang diperlukan


untuk persalinan

Seorang ibu dapat mempersiapkan segala


sesuatunya untuk persalinan.Ia dan keluarganya dapat
mengumpulkan barang-barang sepertipembalut
wanita atau kain, sabun, seprai dan menyimpannya
untukpersiapan persalinan.

15. MEMANTAU KESEJAHTERAAN JANIN

17
Penilaian keadaan janin dalam uterus untuk
mendeteksi masalah yang selalu timbul. Misalnya pada
kehamilan dengan kelainan yang membahayakan janin perlu
dipertimbangkan tindakan induksi persalinan atau tidak,
dalam hal ini penting mengetahui apakah janin matur atau
tidak.

Untuk mengetahui apakah janin cukup matur atau


tidak :

1. Pembuatan foto 5. Ultrasonografi


rontgen janin 6. Perbandingan
2. Ultrasonografi lesitin-stingomielin
3. Amnioskopi 7. Nst ( non stress
4. Dengan test )
menganalisa air 8. Oxytocin
ketuban yang challenge test ( o.c.t )
didapatkan melalui 9. Gerakan janin
amnio sentesis

18
16. KETIDAKNYAMANAN DAN CARA
MENGATASINYA

a. Sering buang air kecil atau nocturia

Cara Mengatasi:

a. kosongkan saat terasa dorongan untuk


BAK Perbanyak minum pada siang hari

b. Jangan kurangi minum pada malam hari


batasi minum bahan diuretik seperti kopi, teh,
cola dengan kafein

c. Tidur dalam posisi miring, kaki


ditinggikan untuk meningkatkan deuresis

b. Garis-garis di perut

Cara mengatasi:

a. Gunakan anti pruritic jika ada indikasinya

b. Gunakan pakaian yang menopang


payudara dan abdomen

c. Chloasma/perubahan warna areola

Cara mengatasi:

19
a. Hindari sinar matahari berlebihan selama
kehamilan

b. Gunakan bahan pelindung non alergi

d. Diare

Cara mengatasi:

a. Cairan pengganti – rehidrasi oral

b. Hindari makanan berserat

c. Makan sedikit tapi sering

e. Edema

Cara mengatasi:

a. Hindari posisi berbaring terlentang

b. Hindari posisi berdiri dalam waktu yang


lama

c. Tinggikan kaki, miring kekiri

d. Hindari kaos kaki yang ketat

20
e. Lakukan senam secara teratur

f. Gatal-gatal

Cara mengatasi:

Gunakan kompres, dingin mandi


berendam/shower

g. Gusi berdarah

Cara mengatasi:

a. Berkumur dengan air hangat

b. Memeriksakan gigi secara teratur

c. Jaga kebersihan gigi, mengosok gigi dan


flossing

h. Hemoroid (wasir)

Cara mengatasi:

a. Hindari konstipasi

b. Makan makanan yang berserat tinggi

c. Gunakan kompres hangat

21
d. Dengan perlahan masukkan kembali ke
dalam rektum

i. Insomnia

Cara mengatasi:

a. Gunakan teknik relaksasi

b. Mandi air hangat, minum minuman


hangat (susu)

j. Kelelahan/fatigue

Cara mengatasi:

a. Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi


dalam kehamilan

b. Dorong ibu untuk sering beristirahat

c. Hindari istirahat yang berlebihan

k. Keputihan

Cara mengatasi:

a. Tingkatkan kebersihan dengan mandi


setiap hari

22
b. Memakai pakaian dalam yang terbuat dari
katun lebih kuat daya serapnya

c. Hindari pakaian dalam dan pantyhose


yang terbuat dari bahan nilon

l. Keringat bertambah

Cara mengatasi:

a. Pilihlah pakaian yang longgar dan tipis

b. Tingkatkan intake cairan

m. Konstipasi

Cara mengatasi:

a. Tingkatkan intake cairan, serat di dalam


diet

b. Istirahat cukup

c. Senam

d. Membiasakan BAB teratur

e. BAB setelah ada dorongan

23
n. Kram pada kaki

Cara mengatasi:

a. Kurangi komsumsi susu (kandungan


fosfor tinggi)

b. Berlatih dorsofleksi pada kaki

c. Gunakan penghangat

o. Mengidam

Cara mengatasi:

a. Jelaskan tentang bahaya makan yang tidak


benar

b. Makan makanan yang bergizi

p. Perut kembung

Cara mengatasi:

a. Hindari makanan yang mengandung gas

b. Mengunyah makanan secara sempurna

24
c. Lakukan senam secara teratur

q. Pusing

Cara mengatasi:

a. Bangun secara perlahan dari posisi


istirahat

b. Hindari berdiri terlalu lama

c. Hindari berbaring dalam posisi terlentang

r. Rasa mual/muntah-muntah

Cara mengatasi:

a. Hindari bau atau faktor-faktor penyebab

b. Makan biskuit kering atau roti bakar

c. Makan sedikit-sedikit tapi sering

d. Duduk tegak setiap kali selesai makan

e. Hindari makanan yang berminyak dan


bumbu merangsang

25
f.Bangun tidur secara perlahan-lahan, hindari
gerakan secara tibatiba

17. KUNJUNGAN ULANG


26
Jadwal kunjungan ulang sebaiknya :

 Sampai dengan 28 mgg usia kehamilan,


setiap 4 mgg
 Antara 28-36 mgg usia kehamilan, setiap
2 mgg
 Antara 36 mgg sampai kelahiran, setiap
mgg

27
18. PEKERJAAN

1. Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan

Bekerjalah sesuai kemampuan

Makin dikurangi dengan semakin tua


kehamilan

2. Wanita pekerja di luar rumah

 Wanita hamil boleh bekerja, tapi jangan


terlalu berat

 Istirahatlah sebanyak mungkin

 Menurut UU perburuhan, wanita hamil berhak


mendapat cuti hamil selama 3 bulan, yaitu 1,5 bulan
sebelum bersalin dan 1, 5 bulan sesudah bersalin.

 Selama hamil perhatikan hal-hal yang dapat


membehayakan kandungan dan segera
memeriksakan diri

 Pada minggu-minggu terkahir kehamilan,


beritahukan tanda-tanda permulaan persalinan

28
29