Anda di halaman 1dari 11

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)

Pokok Bahasan/Topik : Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sub Pokok Bahasan : Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sasaran : Keluarga Tn. D. Simamora

Hari /Tanggal : Senin, 23 Nopember 2015

Waktu /Tempat : 10.00 s/d selesai di Kediaman Tn.D.Simamora

Penyuluh/penyaji : Fidelia Simamora

A. Tujuan

1) Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mencegah dan


menangani demam berdarah dengue secara mandiri

2) Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan masyarakat mampu:

a. Mengetahui apa demam berdarah dengue

b. Mengetahui penyebab demam berdarah dengue

c. Mengetahui tanda dan gejala demam berdarah dengue

d. Melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue


B. Materi Penyuluhan

Terlampir

C. Strategi Pelaksana Penyuluhan Kesehatan :

No Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu

1 Pembukaan Salam dan Klien dan 5 menit


penjelasan tujuan keluarga
penyuluhan

2 Penyampaian materi DBD dan Klien dan 15 menit


pencegahannya keluarga

3 Tanya jawab Klien bertanya Klien dan 10 menit


dan petugas keluarga
menjawab
pertanyaan

4 Penutup Salam dan Klien dan 5 menit


memberikan keluarga
kesimpulan

D. Metode :

-Ceramah

-Diskusi dan Tanya Jawab

E. Media dan Alat :

-LCD, -Video

- leaflet -Loudspeaker
F) Evaluasi

1. Apa yang dimaksud dengan demam berdarah dengue (DBD) dan apa penyebabnya?

Jawaban : Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue
yang dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot
dan sendi yang biasanya memburuk setelah dua hari pertama ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegypti.

2. Sebutkan Cara pencegahan demam berdarah dengue (DBD)?

Jawaban : 1) Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.

2) Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat
yang cukup;

3) Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate
akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai
perkembangbiakan nyamuk;

4) Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam
atau panas tinggi.

5) Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara : 4 M PLUS (menguras,


mengubur, menutup dan memantau.

6) Menyemprot nyamuk dengan zat kimia

7) Lakukan pengasapan

8) Menaburkan serbuk ABATE

9 )Memberikan ikan capung pada tempat penampungan air.


G) Daftar Pustaka

World Health Organization (2009) "Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever".

http://www.bratachem.com/abate/siklus.htm. 2004. Membasmi Jentik Nyamuk, Mencegah


Demam Berdarah.

http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_308/materi2.html. 2008. Demam Berdarah


Dengue.

http://118.98.213.22/aridata_web/e-dukasi/pp_full.php ppid=245&fname=hal3a.htm. 2008.


Demam Berdarah Dengue.
LAMPIRAN MATERI

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

A. Pengertian DBD

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang
dapat menyerang pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi yang
biasanya memburuk setelah dua hari pertama.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti.

B. Penyebab DBD

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes
Aegypti pada pembuluh darah. Penularan DBD umumya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Meskipun dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun.

Ciri-ciri nyamuk tersebut adalah :

1. Penularan DBD umumya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meskipun dapat juga
ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun. Tubuhnya belang
hitam putih.

2. Menggigit pada siang hari

3. Berkembang biak pada air bersih dan jernih yang tidak mengalir
C. Tanda dan Gejala

 Gejala DBD

1) Demam tinggi 2 – 7 hari disertai menggigil. kurang nafsu makan, nyeri pada persendiaan,
serta sakit kepala.

2) Pendarahan dibawah kulit berupa : Bintik-bintik merah pada kulit , mimisan, gusi berdarah
, muntah darah dan BAB berdarah.

3) Nyeri perut ( ulu hati ) tapi tidak ada gejala kuning.

4) Mual dan muntah.

5) Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3 — 7 secara berulang—ulang. Dengan tanda syok
yaitu lemah, kulit dingin , basah dan tidak sadar.

 TANDA BAHAYA DBD :

a. Perdarahan gusi

b. Muntah darah

c. Penderita tidak sadar

d. Denyut nadi tidak teraba

Segara periksakan diri ke RS atau sarana pelayanan kesehatan terdekat.

D. Perawatan dan Pengobatan

Di Rumah :

1) Beri penderita minum air yang banyak (air masak, teh, susu atau minuman lainnya)

2) Cepat bawa kedokter, puskesmas atau langsung ke rumah sakit apabila penderita tampak
gelisah, lemah, kaki dan tangan dingin, bibir pucat dan denyut nadi lemah.
E. Cara Pencegahan

1) Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.

2) Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat
yang cukup;

3) Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate
akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai
perkembangbiakan nyamuk;

4) Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam
atau panas tinggi.

5) Melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara : 4 M PLUS

1. MENGURAS

Wadah air yang terdapat di dalam bangunan seperti bakmandi, ember vas bunga,
tempat penampung air kulkas agar telur dan jentik aedes mati.

2. MENUTUP

Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk aedes tidak dapat masuk dan bertelur.

3. MENGUBUR

Semua barang bekas yang ada disekitar rumah yang dapat menampung air hujan
seperti ban bekas, kaleng bekas dll, agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

4. MEMANTAU

Semua wadah air yang berpotensi sebagai tempat pembiakan nyamuk aedes.
Dengan jangan menggantung baju, membubuhkan larvasida, dan tidur menggunakan
kelambu.

LAKUKAN 4 M PLUS SECARA RUTIN SEMINGGU SEKALI


BERANTAS NYAMUK AEDES AEGYPTI dengan cara :

a. Menyemprot nyamuk dengan zat kimia

b. Lakukan pengasapan

c. Menaburkan serbuk ABATE

d. Memberikan ikan capung pada tempat penampungan air.


F. PENGOBATAN

Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan
untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat
dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi
dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun
drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu
biji.. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping.

Masyarakat mesti memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama
dalam uji pre klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang,
ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab
demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga
100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat
tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.

DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat
untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan
flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat
aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.