Anda di halaman 1dari 1

SOP PEMBERIAN

KONTRASEPSI
No. Dokumen :
No. Revisi :00
SOP
TanggalTerbit :2-01-2017
Halaman :1
Kepala Puskesmas Labibia
Kota Kendari
Puskesmas
Labibia
Ida Miswati, SKM, M.Kes
Nip.19690609 198903 2 010

1. Pengertian Kontrasepsi adalah suatu teknik pencegahan kehamilan. Pencegahan


kehamilan dilakukan untuk menanggulangi masalah sosial sesuai
peraturan pemerintah.
2. Tujuan 1. Pengenalan alat kontrasepsi pada pasien
2. Standarisasi pemberian kontrasepsi.
3. Kebijakan 1) UU Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 Pasal 5, tentang pelayanan,
monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas.
2) Permenkes 75 Tahun 2014, Tentang puskesmas.

4. Referensi 1) UU Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 Pasal 5, tentang pelayanan,


monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas.
2) Permenkes 75 Tahun 2014, Tentang puskesmas

5. Prosedur 1. Petugas memulai pembicaraan dengan suasana senyaman dan


serileks mungkin.
2. Cocokan identitas pasien dengan status atau kartu periksa.
3. Periksalah tanda vital, serta keadaan umum pasien.
4. Petugas menayakan apakah pasien pernah ber-KB atau belum.
5. Bila pasien sudah pernah ber-KB, maka periksalah kartu periksa, untuk
kontrasepsi berkala, apabila akan diberikan, pastikan tidak melewati
waktu kontrol ulang, atau bila melewati waktu kontrol ulang maka
pasien wajib dipastikan tidak hamil.
6. Bila pasien belum pernah ber KB, lakukan konseling KB dengan
bantuan kalender pengambil keputusan ber-KB. Jelaskan secara
lengkap dan gamblang mengenai berbagai pilhan KB serta pilihan
kontrasepsi yang sesuai untuk pasien. Biarkan pasien yang menetukan
pilihan KB, sepanjang tidak ada kontra indikasi.
7. Senantiasa menggunakan pertanyaan terbuka sehingga pasien dapat
mengajukan pertanyaan bila tidak jelas.
8. Untuk pasien yang pertama kali menggunakan KB atau pasien lama
yang terlambat kontrol untuk ber KB, lakukan pemeriksaan PP Test
untuk mengetahui status kehamilan.
9. Bila PP tes postifif, maka merupakan kontra indikasi dari pemasangan
semua jenis KB, bila PP test negatif, maka penggunaan kontrasepsi
dapat dilakukan sepanjang tidak ada
6. Hal-hal yang perlu di 1. Pasien yang pertama kali ber-KB Pastikan ibu tidak hamil atau pasien
perhatikan lama yang terlambat control untuk ber-KB, wajib dipastikan bahwa ibu
tidak hamil.
2. Pasien hamil merupakan kontra indikasi pemasangan dari semua jenis
KB.
7. Unit Terkait Poli KIA/KB
8. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan
9. Rekaman historis No. Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan

Disusun oleh:

(Wa Ode Fifi Sosanti,A.Md.Keb)