Anda di halaman 1dari 2

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mendata setidaknya ada 3.

000
orang berstatus penyuka sesama jenis atau gaydi Kota Tasikmalaya. Dari data tahun 2016, 50 persen
penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome(AIDS)
merupakan kelompok gay.

Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Wawan Wardiana mengatakan jumlah total tiga
ribu gay itu berpotensi lebih banyak. Sebab, pendataan terhadap gay amat sulit karena menuntut
pengakuan mereka. Sehingga pihak KPA pun merangkul Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia
(PKBI) dalam proses pendataan tersebut.

"Angka tersebut sangatlah mengejutkan, namun perlu dicatat dari 3.000 orang itu 46 persen adalah orang
Kota Tasikmalaya, namun sebagian lagi orang luar yang kebetulan singgah disini. Jadi kadang sulit juga
mendata para gay ini, karena mobilitas mereka tinggi atau suka berpergian jauh,” katanya pada wartawan,
Ahad (4/12).

Sementara itu, ia menyebut angka penderita HIV/AIDS di Kota Tasik cenderung mengalami kenaikan.
Tercatat ada 60 kasus dari periode Januari-September 2016. Adapun jika ditotalkan sejak tahun 2004, maka
ada sebanyak 405 orang yang menderita HIV/AIDS.
"Jumlah 405 orang tersebut merupakan angka kumulatif penderita HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya sejak
tahun 2004. Kalau di tahun 2016 ini, sejak bulan Januari hingga bulan September ada tambahan sebanyak
60 kasus,” ujarnya.

Ia menyoroti dari 60 penderita pada tahun ini, 50 persen diantaranya ternyata kelompok homoseksual
alias gay. Adapun sisanya merupakan masyarakat umum. Alhasil KPA pun memilih memfokuskan
penanganan HIV/AIDS bagi kaum gay lewat sosialisasi.

“Ada pergeseran trend, jika tahun 2015 paling banyak menyerang kaum heterosekual, namun di tahun 2016
bergeser ke kaum homosekual. Karena kami menangani keseluruhan golongan, tapi tahun ini kami lebih
memperhatikan penanggulangan untuk kaum LGBT,” jelasnya

http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/12/05/oho4f6365-3000-gay-di-kota-tasik-terancam-hivaids

A. Analisis
Dari kasus tersebut diperoleh data bahwa sebagian besar penyebab terjadinya fenomena HIV/AIDS di Tasikmalaya sebagian besar
bersumber dari adanya prilaku LGBT. Perilaku LGBT adalah suatu kelainan sexual, yang tidak dapat dipungkiri lagi keberadaanya. Di
indonesia sendiri sudah banyak contoh kasus LGBT, dan saat ini sudah banyak terbongkar ke ranah publik.