Anda di halaman 1dari 65

LAPORAN PRAKTIKUM

DEWATERING

IBRAHIM MAPPA USMAN


0932015017
C3

LABORATORIUM PERENCANAAN TAMBANG


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR
2018
1.1. Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud

Mengedintifikasi mineral dari ciri-ciri khas yang dimiliki oleh suatu mineral baik
dilihat dari sifat fisiknya maupun sifat kimia yang dimiliki oleh mineral.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari kegiatan praktikum ini adalah:
a) Praktikan dapat menjelaskan definisi mineral
b) Praktikan dapat membedakan kelompok-kelompok mineral Native element,
Sulfida, oksida, dan Halida
c) Praktikan dapat mengidentifikasi sifat fisik mineral

1.2. Alat dan Bahan

1.3.1 Alat
Alat yang digunakan pada saat praktikum adalah:
a) Alat penguji kekerasan(Kikir baja,kawat tembaga, pisau baja/paku baja dan pecahan
kaca)
b) Lap kasar dan halus
c) Lup (pembesaran 10x)
d) Alat tulis menulis

1.3.2 Bahan
Bahan yang di gunakan saat praktikum adalah:
a) Problem set(minimal 10 lembar)
b) Pecahan Porselen

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Mineral
Mineral adalah suatu zat padat dari unsur kimia atau persenyawaan (kimia) yang
dibentuk oleh proses-proses anorganik. Dan mempunyai susunan kimiawi tertentu dan
suatu penempatan atom-atom secara beraturan didalamnya,atau dikenal sebagai struktur
Kristal.kulit bumi bagian terluar atau kerak bumi disusun oleh zat padat yang sehari-hari
kita sebut batuan. Sedangkan batuan meliputi segala macam materi yang menyusun
kerak bumi baik padat maupun lepas seperti pasir dan debu. Pada umumnya batuan
merupakan ramuan beberapa jenis mineral struktur dalam mineral menunjukkan bahwa
kedudukan dari atom-atom dalm mineral menurut aturan yang tertentu yang lazimnya
disebut kisi ruang(space lattice). Suatu contoh mineral halit(NaCl) tiap atom Na dan Cl
masing-masing dikerumuni bidang delapan oleh enam atom yang masing-masing
dikerumuni secara bidang atom Cl dan Na . Dalam zat yang takterhambur seperti kaca
alam,tak terdapat keteraturan seperti demikian dan bersamaan,tergolong dalam zat yang
amorf.
Setiap jenis mineral tidak saja terdiri dari unsur-unsur tertentu,tetapi juga
mempunyai bentuk tertentu yang disebut Kristal. Bentiuk Kristal beraneka corak tetapi
selalu bidang banyak(polyhedral) bentuk bentuk yang dimilki oleh hablur alam itu tidak
lain merupakan pencerminan struktur dalam Kristal. Pada jenis mineral alam yang
menyusun kerak bumi ini sudah sangat banyak sekali bahkan lebih dari 2000 jumlahnya
bila dilihat dari susunan kimianya dapat dibagi menjadi sebelas golongan,yaitu:
1. Elemen-elemen native
2. Sulfida
3. Halida
4. Oksida dan hidrosida
5. Karbonat
6. Nitrat
7. Tungsten dan molidan
8. Phospat,arsenat dan vanadan
9. Sulfat
10. Borak
11. Silikat
Golongan silikat merupakan goilongan yang penting.peranannya dalam kerak
bumi. Semua silikat setiap atom Si dikelilingi oleh empat atom O menurut pola tertentu
yaitu dalam tetrahedral(SiO4)4-( mempunyai empat sisi) , atom Si terletak ditengah
seangkan atom O selalu disudut-sudut. Dengan demikian atom maka kisi ion dari
golongan silikat terdiri dari anion yang merupakan komplek selisium-oksigen atau
silisium-aluminium-oksigen. Sebagai kationnya adalah setiap pada unsur yang
bermuatan positif.(Doddy Setia Graha.1987). Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu
geologi yang mempelajari tentang mineral, atau benda padat homogen, yang mempunyai
rumus kimia tertentu dan biasanya terbentuk oleh proses alam secara anorganik.
Definisi mineral menurut beberapa ahli :
1. L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara
anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-
atom yang tersusun secara teratur.
2. D.G.A. Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara structural homogen mempunayai
komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik.
3. A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu zat atau bahan yang homogen mempunyai komposisi kimia
tertentu atau dalam batas-batas tertentu atau dalam batas-batas tertentu dan mempunyai
sifat-sifat tetap, dibentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang memiliki dari sifat-sifat fisik dan
kimia yang terbentuk secara anorganik dan alamiah.
Batasan-batasan definisi mineral :
1.) Suatu bahan alam
Harus terjadi secara alamiah.Maka bahan atau zat yang dibuat oleh tenaga manusia atau
di laboratorium tidak dapat disebut sebagai mineral. Walaupun kadang-kadang
pembuatan suatu zat atau bahan di laboratorium akan mempunyai suatu bentuk kristal
yang sangat sesuai bahkan sangat sulit dibedakan dengan kristal di alam, tetapi
pembuatan zat tersebut tidak dapat disebut sebagai mineral.
Contoh : NaCl dibuat di alam disebut mineral Halit
NaCl di laboratorium disebut Natrium Chlorida
2.)Mempunyai sifat fisis dan kimia yang tetap
Mineral mempunyai sifat fisis yaitu warna, kekerasan, kilap, perawakan kristal,
gores, belahan dll Mineral mepunyai sifat kimiawi yang tetap diantaranya reaksi
terhadap api oksidasi, api reduksi, pelentingan, pengarangan, dll.
3).Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yang tetap
Mineral mempunyai unsur tunggal, misalnya intan (C), Grafit (C), perak (Ag), dll.
Mineral berupa senyawa kimia yang sederhana, misalnya Barit (BaSO4),Zirkon
(ZrSiO4),kasiterit(SnO2), Magnetit (Fe3O4).
Mineral dapat berupa senyawa kimia yang komplek, misalnya :
Epistolite (NaCa) (CbTiMgFeMn)SiO4(OH)
Polymignyte (CaFeYZrTh) (CbTiTa)O4
4. Pada umumnya anorganik : batasan ini mengandung pengertian arti mineral yang
lebih luas.
Mineral umum bukan sebagai hasil suatu kehidupan tetapi ada beberpa mineral
yang merupakan hasil kehidupan atau disebut juga mineral organik.
Contoh : Amber, Coal, Asphalt, Mallite.
5. Homogen : megandung batasan bahwa suatu mineral tidak dapat diuraiakan
menjadi senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses fisika.
6. Dapat berupa padat, cair dan gas
Berupa zat padat : Quarsa (SiO2), Barit (BaSO4)
Berupa zat cair : Air Raksa (HgS), Air (H20)
Dalam buku “Mineral and Mining in Indonesia“ compiled Soetarjo Sigit, M.M Purbo
Hadiwidjodjo, Bambang Sulasmoro, Suharsono Wirjosudjono, 1969, ditulis bahwa
Petrolium (minyak bumi) dikelompokkan dalam mineral Fuels bersama dengan Naturan
Gas, Coal, Natural Steam
2.2 Native Element
Native element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya
memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung
unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam (tenacity)
mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau
ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti
semula jika dilepaskan. Kelas mineral native element ini terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Metal dan elementintermetalic (logam). Contohnya: emas (Au), perak (Ag), Platina
(Pt) dan tembaga (Cu). sistem kristalnya adalah isometrik.
2. Semimetal (Semi logam). Contohnya: bismuth (Bi), arsenic (As), , yang keduanya
memiliki sistem kristalnya adalah hexagonal.
3. Non metal (bukan logam). Contohnya intan, graphite dan sulfur. sistem kristalnya
dapat berbeda-beda, seperti sulfur sistem kristalnya orthorhombic, intan sistem
kristalnya isometric, dan graphite sistem kristalnya adalahhexagonal. Pada umumnya,
berat jenis dari mineral-mineral ini tinggi, kisarannya sekitar 6.
2.3 Mineral Shulphides
Mineralsulfida juga dieja sulfida, setiap anggota dari kelompok senyawa
belerang dengan satu atau lebih logam. Sebagian besar sulfida sederhana struktural,
menunjukkan simetri tinggi dalam bentuk kristal mereka, dan memiliki banyak sifat-sifat
logam, termasuk logam mengkilap dan konduktivitas listrik. Mereka sering mencolok
berwarna dan memiliki kekerasan rendah dan gravitasi spesifik yang tinggi.
Komposisi mineral sulfida dapat dinyatakan dengan rumus kimia umum AMSN,
di mana A adalah logam, S adalah sulfur, dan m dan n adalah bilangan bulat,
memberikan A2S, stoichiometries AS, A3S4 dan AS2. Logam-logam yang terjadi paling
umum pada sulfida adalah besi, tembaga, nikel, timah, kobalt, perak, dan seng,
meskipun sekitar lima belas orang lain masuk ke struktur sulfida.
Hampir semua mineral sulfida memiliki pengaturan struktural yang milik enam
jenis dasar, empat di antaranya penting. Pengaturan ini dekat-kemasan kombinasi dari
logam dan belerang, diatur oleh ukuran dan muatan ionik.
Yang paling sederhana dan paling simetris dari empat jenis struktural penting
adalah natrium klorida struktur, di mana setiap ion menempati posisi dalam sebuah segi
delapan yang terdiri dari enam tetangga malah dibebankan. Sulfida yang paling umum
crystalling dengan cara ini galena (PbS), mineral bijih timbal.
Jenis kemasan yang melibatkan dua ion sulfida dalam setiap posisi dalam
struktur oktahedral natrium klorida adalah struktur pirit. Ini adalah simetri tinggi struktur
karakteristik dari besi sulfida, pirit (FeS2O). Jenis struktural kedua yang berbeda adalah
bahwa dari sfalerit (ZnS), di mana setiap ion logam dikelilingi oleh enam ion malah
dibebankan diatur tetrahedrally.
Jenis struktural ketiga yang signifikan adalah bahwa fluorit, di mana kation
logam dikelilingi oleh delapan anion, anion masing-masing, pada gilirannya, dikelilingi
oleh empat kation logam. Kebalikan dari struktur-kation ini logam dikelilingi oleh empat
anion dan masing-masing anion yang dikelilingi oleh delapan logam kation-disebut
struktur antifluorite. Ini adalah susunan dari beberapa tellurides lebih berharga logam
mulia dan selenides antaranya adalah hessite (Ag2Te), mineral bijih perak.
Dalam hampir semua sulfida, ikatan kovalen, namun beberapa memiliki sifat
logam. Properti kovalen sulfur belerang-belerang memungkinkan obligasi dan
penggabungan pasangan S2 di beberapa sulfida seperti pirit. Beberapa sulfida, termasuk
molibdenit (MoS2) dan covellite (CU), memiliki struktur lapisan. Beberapa varietas
sulfida jarang memiliki struktur spinel.
Fase hubungan sulfida yang sangat kompleks, dan banyak reaksi solid state
terjadi pada suhu relatif rendah (100-300 ° C [212-572 ° F]), menghasilkan intergrowths
kompleks. Penekanan khusus telah ditempatkan pada penyelidikan eksperimental dari
besi-nikel-tembaga sulfida karena mereka yang jauh yang paling umum. Mereka juga
merupakan indikator penting geologi untuk mencari bijih mungkin dan memberikan
reaksi suhu rendah untuk geothermometry.
Sulfida terjadi pada semua jenis batuan. Kecuali untuk penyebaran dalam batuan
sedimen tertentu, mineral ini cenderung terjadi dalam konsentrasi yang terisolasi yang
membentuk tubuh mineral seperti pembuluh darah dan tambalan fraktur atau yang terdiri
dari batuan yang sudah ada penggantian dalam bentuk selimut. Endapan mineral sulfida
berasal dari dua proses utama, yang keduanya telah mengurangi kondisi:
(1) pemisahan suatu sulfida bercampur mencair selama tahap awal kristalisasi magma
dasar; dan
(2) dari larutan air garam deposisi berair pada suhu di 300 - 600 ° C (572-1,112 ° F) dan
pada kisaran tekanan yang relatif tinggi, seperti di dasar laut atau beberapa kilometer di
bawah permukaan bumi. Deposito sulfida terbentuk sebagai hasil dari proses pertama
meliputi terutama pyrrhotites, pirit, pentlandites, dan chalcopyrites. Sebagian lain terjadi
karena proses yang terakhir. Pelapukan dapat bertindak untuk berkonsentrasi sulfida
tersebar.
Mineral sulfida adalah sumber dari berbagai logam mulia, terutama emas, perak,
dan platinum. Mereka juga adalah mineral bijih logam yang paling banyak digunakan
oleh industri, seperti untuk contoh antimon, bismut, tembaga, timah, nikel, dan seng.
Logam industri penting lainnya seperti kadmium dan selenium terjadi dalam jumlah
jejak di sulfida umum banyak dan pulih dalam proses pemurnian.
2.4 Mineral Oksida dan Hidroksida
Kelas Oksida mineral adalah kelas yang agak beragam.Hal ini termasuk mineral
yang cukup keras (korundum) dan beberapa yang cukup lembut seperti psilomelane.Ini
memiliki mineral logam seperti hematite dan batu permata seperti korundum,
chrysoberyl dan spinel.
Banyak oksida hitam tapi orang lain bisa sangat berwarna-warni. Keragaman
besar oksida sebagian dapat dikaitkan dengan kelimpahan ekstrim oksigen dalam kerak
bumi.Oksigen terdiri lebih dari 45% dari kerak bumi berat. Sebagian besar ini terkunci
dalam mineral yang lebih lengkap berdasarkan anion kompleks kimia seperti CO3,, BO3
SO4, NO3, SiO4, PO4 dan lain-lain. Tapi ada peluang besar untuk ion oksigen tunggal
untuk menggabungkan dengan berbagai elemen dalam berbagai cara.
Dalam pengertian yang ketat, mineral yang termasuk dalam kelas mineral yang
lebih kompleks seperti silikat benar-benar oksida. Tapi ini akan menjadi rumit bagi
mineralogists untuk dapat berurusan dengan hanya empat kelas yang berbeda dari kelas
elemen-elemen, halida kelas, kelas sulfida dan akhirnya kelas sangat besar oksida
dengan semua subclass banyak dan lebih dari 90% dari semua yang dikenal mineral.
Dengan konvensi karena itu, oksida dibatasi untuk mineral kompleks dan non
mengandung oksigen atau hidroksida.
Oksida juga mengandung ikatan ionik kebanyakan dan ini membantu
membedakan anggota dari kelas mineral kompleks yang obligasi biasanya lebih kovalen
di alam. Kuarsa, SiO2, akan dianggap oksida, dan masih ada di beberapa panduan
mineral dan teks, kecuali ikatan kovalen silikon dan oksigen yang kesamaan struktural
dengan Tectosilicates lainnya.
Hidrogen dalam satu positif (+1) negara benar-benar hanya sebuah proton
tunggal dan sangat kecil sehingga ketika menggabungkan dengan oksigen menghilang
menjadi oksigen dan gugus OH yang dihasilkan adalah ukuran hampir sama sebagai
sebuah ion oksigen tunggal dengan dua negatif (-2) biaya. Oleh karena itu gugus OH
dapat masuk ke dalam situs kristal banyak yang dinyatakan akan menduduki oksigen,
tetapi dengan biaya hanya satu yang negatif (-1). Kristal kemudian akan perlu seimbang
dengan muatan negatif tambahan atau muatan positif lebih sedikit.
2.5 Mineral Carbonat
Umumnyamineralkarbonatyang ditemukanpada ataudekat permukaan. Mereka
mewakiligudang bumikarbon terbesar. Mereka semuaberada disisi lembut, dari
kekerasan3 sampai 4pada skalaMohskekerasan.
Setiap rockhoundserius dan geologi mengambil botol kecil asam kloridake
lapangan, hanya untuk berurusan dengan karbonat.Mineral karbonat ditampilkan di sini
bereaksi secara berbeda terhadap asam klorida
2.6 Mineral Sulfat
Sulfat adalah garam mineral yang mengandung belerang.Garam sulfat adalah
ditemukan di beberapa tanah Wisconsin. Pembusukan tanaman, hewan, dan beberapa
proses industri memproduksi garam. Pertambangan, penyamakan kulit, pabrik baja,
pabrik pulp, dan tanaman tekstil juga melepaskan sulfat ke lingkungan.
Memahami perbedaan antara sulfat dan sulfit: Sulfit berbeda sulfur yang
mengandung bahan kimia digunakan sebagai pengawet makanan. Sulfit yang tidak sama
dengan sulfat. Beberapa orang, terutama penderita asma, peka terhadap sulfit dan dapat
mengalami reaksi alergi yang parah.Sejak 1987, makanan yang mengandung lebih dari
10 bagian per juta (ppm) sulfit dan obat yang mengandung sulfida harus diberi label.
Industri air limbah, air limbah rumah tangga, limpasan dari situs limbah
berbahaya atau bahan alami yang membusuk dapat menempatkan sulfat ke dalam air,
danau sungai dan sungai.Limbah yang mengandung sulfat merembes melalui tanah dan
mencemari air tanah.
Ion sulfat adalah anion poliatomik dengan rumus empiris SO2-
4 dan massa molekul 96.06 dalton (96.06 g / mol), itu terdiri dari atom belerang pusat
dikelilingi oleh empat atom oksigen setara dalam susunan tetrahedral. Simetri ini sangat
mirip dengan metana, CH4.Atom sulfur dalam keadaan oksidasi +6 sementara empat
atom oksigen masing-masing di negara -2.Ion sulfat membawa muatan dua negatif dan
merupakan basis konjugat dari bisulfat (atau sulfat hidrogen) ion, HSO-4, yang
merupakan basis konjugat dari H2SO4, asam sulfat.Sulfat organik, seperti dimetil sulfat,
adalah senyawa kovalen dan ester asam sulfat.
Panjang ikatan SO dari 149 pm yang lebih pendek dari yang diharapkan untuk
obligasi SO tunggal. Sebagai contoh, panjang ikatan dalam asam sulfat adalah 157 pm
untuk S-OH. Geometri tetrahedral ion sulfat adalah sebagai diprediksi oleh teori
VSEPR.
Dua model dari ion sulfat.
1 dengan ikatan kovalen polar saja.
2 dengan ikatan ion.
2.7 Mineral Silikat
Silikat yang terbesar, yang paling menarik, dan kelas paling rumit mineral
jauh.Sekitar 30% dari semua mineral silikat dan beberapa ahli geologi memperkirakan
bahwa 90% dari kerak bumi terdiri dari silikat.Dengan oksigen dan silikon dua elemen
yang paling melimpah di kerak bumi, kelimpahan silikat ada kejutan nyata.
Unit kimia dasar silikat adalah (SiO4) kelompok tetrahedron berbentuk anionik
dengan muatan empat negatif (-4). Silikon pusat ion memiliki muatan positif sementara
empat tiap oksigen memiliki muatan negatif dua (-2) dan dengan demikian masing-
masing ikatan silikon-oksigen adalah sama dengan satu setengah (1 / 2) energi total
ikatan oksigen. Kondisi ini meninggalkan oksigen dengan pilihan ikatan menjadi satu
ion silikon dan oleh karena menghubungkan satu (SiO4) tetrahedron yang lain dan yang
lain, dll.
Struktur yang rumit bahwa bentuk silikat tetrahedrons benar-benar
menakjubkan.Mereka dapat terbentuk sebagai unit tunggal, unit ganda, rantai, lembaran,
cincin dan struktur kerangka. Cara yang berbeda bahwa tetrahedrons silikat
menggabungkan adalah apa yang membuat Kelas silikat yang terbesar, yang paling
menarik dan paling rumit kelas mineral.
Tata cara pendeskripsian mineral yaitu :
1. Warna (Colour)
Warna adalah kesan mineral jika terkena cahaya.Merupakan warna yang terlihat
dipermukaan yang bersih dan sinar yang vukup.Warna mineral memang bukan penciri
utama untuk dapat membedakan antara mineral yang satu dengan lainnya, Namun paling
tidak ada warna-warna yang khas yang dapat digunakan untuk mengenali adanya unsur
tertentu didalamnya.Sebagai contoh warna gelap mengindikasikan terdapatnya
unsur besi dan warna terang diindikasikan banyak mengandung aluminium.
Bila suatu permukaan mineral dikenai suatu cahaya, maka cahaya yang mengenai
permukaan mineral tersebut sebagian akan diserap dan sebagian dipantulkan. Warna
mineral dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
•Idiokromatik; Yaitu warna mineral yang selalu tetap. Umumnya dijumpai pada
mineral-mineral yang tidak tembus cahaya (opak), seperti galena, magnetit,pirit,dan lain
sebagainya.
Alokromatik; Yaitu warna mineral yang tidak tetap, tergantung dari
material pengotornya. Umumnya terdapat pada mineral-mineral yang tembus cahaya,
seperti kuarsa, kalsit,dan lain sebagainya.Tapi ada pula warna yang ditentukan oleh
kehadiran sekelompok ion asing yangdapat memberikan warna tertantu pada mineral,
yang disebut dengan nama chomophores.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi warna antara lain:
a.Komposisi mineral
b.Struktur kristal dan ikatan ion
c.Pengotor dari mineral
2 Kilap (Luster)
Kilap adalah kesan mineral akibat pantulan cahaya yang dikenakan padanya.
Kilapdibedakan menjadi 2, yaitu kilap logam (metallic luster ) dan kilap bukan logam
(nonmetallic luster
Kilap logam memberikan kesan seperti logam bila terkena cahaya.Kilap ini
biasanya dijumpai pada mineral-mineral bijih, seperti emas, galena, pirit, dan kalkopirit.

Sedangkan kilap bukan logam tidak memberikan kesan logam jika terkena
cahaya. Selain itu, ada pula kilap sub-metalik ( sub-metallic luster ), yang terdapat pada
mineral-mineral yang mempunyai indeks bias antara 2,6-3.
Kilap bukan logam dapat dibedakan menjadi:
a.Kilap Kaca(Vitreous Luster); Memberikan kesan seperti kaca atau gelas bila terkena
cahaya. Contohnya: kalsit, kuarsa, dan halit.
b.Kilap Intan (Adamantine Luster); Memberikan kesan cemerlang seperti intan.
c.Kilap Sutera (Silky Luster); Memberikan kesan seperti sutera. Umumnya terdapat pada
mineral yang mempunyai struktur serat. Seperti asbes, aktinolit,dan gipsum.
d.Kilap Lilin (Waxy Luster); Merupakan kilap seperti lilin yang khas.
e.Kilap Mutiara (Pearly Luster); Memberikan kesan seperti mutiara atau seperti bagian
dalam dari kulit kerang. Kilap ini ditimbulkan oleh mineral transparan yang berbentuk
lembaran. Contohnya talk, dolomit, muskovit, dan tremolit.
f.Kilap Lemak (Greasy Luster); Menyerupai lemak atau sabun. Hal ini ditimbulkan oleh
pengaruh tekanan udara dan alterasi. Contohnya talk dan serpentin.
g.Kilap Tanah (Earthy Luster); Kenampakannya buram seperti tanah. Misalnya kaolin,
limonit,dan bentonit.
3 Cerat (Streak)
Gores atau cerat adalah warna mineral dalam bentuk bubuk. Cerat dapat sama
atau berbeda dengan warna mineral. Umumnya warna cerat tetap. Gores ini
di pertanggungjawabkan karena stabil dan penting untuk membedakan 2 mineral yang
warnanya sama tetapi goresnya berbeda. Gores ini di peroleh dengan cara menggoreskan
mineral pada permukaan keeping porselin, tetapi apabila mineral mempunyai kekerasan
lebih dari 6, maka dapat di cari mineral yang berwarna terang biasanya mempunyai
gores berwarna putih.
Mineral bukan logam dan berwarna gelap akan memberikan gores yang lebih
terang dari pada warna mineralnya sendiri. Mineral yang mempunyai kilap metallic
kadang-kadang mempunyai warna gores yang lebih gelap dari warna mineralnya
sendiri.Ada beberapa mineral warna dan gores sering menunjukan warna yang sama.
4 Kekerasan (hardness)
Kekerasan adalah ketahanan mineral terhadap suatu goresan. Penentuan
kekerasan relatif mineral ialah dengan jalan menggoreskan permukaan mineral yang rata
pada mineral standar dari skala Mohsyang sudah diketahui kekerasannya, yang dimulai
dari skala 1 yang paling lunak hingga skala 10 untuk mineral yang paling keras.

1.Talc Mg3Si4O10(OH)2

2.Gypsum CaSO4·2H2O

3.Calcite CaCO3

4.Fluorite CaF2

5.Apatite Ca5(PO4)3(OH,Cl,F)

6.Orthoclase KAlSi3O8

7.Quartz SiO2

8.Topaz Al2SiO4(OH,F)2

9.Corundum Al2O3

10.Diamond C (pure carbon)

Misalnya suatu mineral di gores dengan kalsite (H=3) ternyata mineral itu
tidak tergores, tetapi dapat tergores oleh fluorite (H=4), maka mineral tesebut
mempunyai kekerasan antara 3dan 4.
Dapat pula penentuan kekerasan mineral dengan memepergunakan alat-alat yang
sederhana misalnya:

1. Kuku jari manusia H = 2,5


2. Kawat tembaga H=3
3. Pecahan kaca H = 5,5
4. Pisau baja H = 5,5
5. Kikir baja H = 6,5
6. Lempeng baja H=7
Bila mana suatu mineral tidak tergores oleh kuku manusia tetapi oleh kawat
tembaga, maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 2,5 dan 3.
Merupakan sifat resistensi dari suatu mineral terhadap kemudahan mengalami
abrasi (pengikisan) atau mudah tergores (scratching).

Skala kekerasan mineral mulai dari yang terlunak (skala 1) hingga yang terkeras
(skala 10) diajukan oleh Mohs dan dikenal sebagai Skala Kekerasan Mohs
Tabel 4.4: Skala Kekerasan Relatif Mineral (Mohs)
Kekarasan Mineral Kekerasan Mineral

1 Talc 6 Orthoclase

2 Gypsum 7 Quartz

3 Calcite 8 Tupaz

4 Fluorite 9 Corundum

5 Apatite 10 Diamond

5 Belahan (Cleavage)
Belahan adalah kenampakan mineral berdasarkan kemampuannya membelah
melalui bidang-bidang belahan yang rata dan licin.Bidang belahan umumnya
sejajar dengan bidang tertentu dari mineral tersebut.
Belahan dapat di bedakan menjadi:
a.Sempurna ( perfect )Yaitu apabila mineral mudah terbelah melalui arah belahannya
yang merupakan bidang yang rata dan sukar pecah selain melalui bidang belahannya.
b.Baik (good )Yaitu apabila mineral muidah terbelah melalui bidang belahannya yang
rata,tetapi dapat juga terbelah tidak melalui bidang belahannya.
c.Jelas (distinct )Yaitu apabila bidang belahan mineral dapat terlihat jelas, tetapi mineral
tersebut sukar membelah melalui bidang belahannya dan tidak rata.
d.Tidak jelas (indistinct )Yaitu apabila arah belahannya masih terlihat, tetapi
kemungkinan untuk membentuk belahan dan pecahan sama besar.
e.Tidak sempurna (imperfect )Yaitu apabila mineral sudah tidak terlihat arah
belahannya, dan mineral akan pecah dengan permukaan yang tidak rata.
Mineral mempunyai kecenderungan untuk pecah melalui suatu bidang yang
mempunyai arah tertentu. Arah tersebut ditentukan oleh susunan dalam dari atom-
atomnya.Dapat dikatakan bahwa bidang tersebut merupakan bidang “lemah” yang
dimiliki oleh suatu mineral.
6 Pecahan (frukture)
Pecahan adalah kemampuan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata
dan tidak teratur. Pecahan dapat dibedakan menjadi:

a) Pecahan konkoidal (Choncoidal ): Pecahan yang memperlihatkan


gelombangyang melengkung di permukaan. Bentuknya menyerupai pecahan botol
atau kulit bawang.
b)Pecahan berserat/fibrus (Splintery): Pecahan mineral yang menunjukkankenampakan
seperti serat, contohnya asbes, augit;
c) Pecahan tidak rata (Uneven): Pecahan mineral yang memperlihatkan permukaan
bidang pecahnya tidak teratur dan kasar, misalnya pada garnet;
d) Pecahan rata ( Even): pecahan mineral yang permukaannya rata dan cukuphalus.
Contohnya mineral lempung.
e) Pecahan Runcing ( Hacly): Pecahan mineral yang permukaannya tidak teratur, kasar,
dan ujungnya runcing-runcing. Contohnya mineral kelompok logam murni.
f) Pecahan tanah ( Earthy), bila kenampakannya seperti tanah, contohnyamineral
lempung.
7 Perawakan (Habit)
Perawakan kristal adalah bentuk khas mineral di tentukan oleh bidang yang
membangunnya, termasuk bentuk dan ukuran relative bidang-bidang tersebut.
Perawakan kristal pada mineral juga diartikan sebagai kenampakkan sekelompok
mineral yang sama yang tumbuh secara tidak sempurna karena ada gangguan dari
sumber utama mineral maupun gangguan dari lingkungan tempat terjadinya mineral,
sehingga mineral tidak terbentuk dengan sempurna yang menyebabkan ada perbedaan
bentuk dan ukuran mineral. Kenampakkan tersebut sering disebut sebagai struktur
mineral.
Kita juga perlu mengenal perawakan-perawakan yang terdapat pada beberapa
jenis mineral, walaupun perawakan kristal bukan merupakan ciri tetap mineral. Contoh:
mika selalu menunjukan perawakan kristal yang mendaun, ( foliated )amphibol, selalu
menunjukan perawakan kristal meniang(columnar ) perawakan kristal di bedakan
menjadi 3 golongan (Richard peart, 1975)yaitu:
a.Elongated habits(meniang/berserabut)
b.Fattened habits(lembaran tipis)
c.Rounded habits(membutir)
8 Sifat Dalam (Tenacity)
Sifat dalam adalah suatu reksi atau daya tahan mineral terhadap gaya yang
mengenainya, seperti penekanan, pemecahan, pembengkokan, pematahan,
pemukulan, penghancuran, dan pemotongan.
Sifat dalam dapat dibagi menjadi:
a) Brittle (Rapuh); apabila mineral mudah hancur menjadi tepung halus.
b)Sectile(Dapat Diiris); apabila mineral mudah dipotong dengan pisau dengan tidak
berkurang menjadi tepung.
c)Ductile (Dapat Dipintal); dapat ditarik dan diulur seperti kawat. Bila ditarik akan
menjadi panjang, dan apabila dilepaskan akan kembali seperti semula.
d)Malleable (Dapat Ditempa); apabila mineral ditempa dengan palu akan menjadi pipih.
e)Elastis (Lentur); dapat merenggang bila ditarik, dan akan kembali seperti semula bila
dilepaskan.
f)Flexible apabila mineral dapat dilengkungkan kemana-mana dengan mudah.
9 Berat Jenis (Specific Gravity)
Berat jenis adalah angka perbandingan antara berat suatu mineral dibandingkan
dengan berat air pada volume yang sama. Dalam penentuan berat jenis dipergunakan
alat-alat seperti: piknometer, timbangan analitik, dan gelas ukur.Berat jenis dapat
dirumuskan sebagai berikut:

BJ=BERAT MINERALVOLUME MINERA

Besarnya ditentukan oleh unsur-unsur pembentuknya serta kepadatan dari


ikatan unsur-unsur tersebut dalamsusunan kristalnya.
10 Kemagnetan Kemagnetan
kristal adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet. Untuk mengetahui hal tersebut,
dapat dilakukan dengan cara mendekatkan mineral dengan magnet. Sifat yang terjadi
berupa mineral tertarik oleh magnet atau mineral tidak tertarik oleh magnet.
Kemagnetan terjadi ketika ada suatu ketidakseimbangan dalam struktur susunan
ion-ion besi.Besi ditemukan dalam dua prinsip ionik yang dinamakan ion besi belerang
(ferrous ions) dan ion asam besi (ferric ions). Ion besi belerang bermuatan +2 ;
sedangkan ion asam besi bermuatan +3. Kedua ion mempunyai perbedaan atomic radii
karena muatan yang lebih tinggi pada ion asam besi menarik elektron yang mengelilingi
ion secara kuat. Hal ini dapat mendorong kearah ion yang berbeda yang sedang
ditempatkan dalam posisi terpisah pada suatu struktur kristal. Elektron bergerak dari besi
belerang ke ion asam besi yang bermuatan lebih positif menciptakan suatu medan
magnet yang lemah.
11. Daya lebur mineral
Daya lebur mineral yaitu meleburnya mineral apabila dipanaskan,
penyelidikannya dilakukan dengan membakar bubuk mineral dalam api. Daya leburnya
dinyatakan dalam derajat keleburan.
BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum yaitu: menyiapkan terlebih dahulu
alat penguji kekerasaan seperti kikir baja, pisau baja/ paku baja, kawat tembaga, dan
pecahan kaca. Kemudian mengamati mineral dengan mengunakan loop agar dapat
melihat cirri fisik mineral. Kemudian mencatat hasil identifikasi mineral dalam problem
set yang berisi perihal tentang penelitian yaitu baik dari segi warna segar dan warna
lapuk, ceratnya ataupun warna serbuk, belahan serta pecahanya, tingkat kekerasan,
tingkat kekerasan mineral dan berat jenisnya,tenacity,hingga komposisi kimia apa saja
yang terkandung di dalam mineral tersebut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Percobaan


Setelah praktikan melakukan pengamatan, maka didapatkan hasil percobaan
yaitu :
4.1.1 Mineral Karbonat

Nama mineral : Dolomit

Warna Segar : Merah muda

Warna Lapuk : putih

Cerat : Emas

Kilap : Kaca

Belahan : Sempurna

Pecahan : sempurna

Kekerasan : 3,5-4

Sistem Kristal : Heksagonal

Komposisi Kimia : CaMg (CO3)2

Berat Jenis : 2,85

4.1.2 Mineral Karbonat


Nama mineral : Kalsit

Warna Segar : Bening atau putih

Warna Lapuk : coklat

Cerat : Putih

Kilap : non logam ( kaca)

Belahan : Sempurna

Pecahan : Rata

Kekerasan : 3

Sistem Kristal : hexagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : CaCO3

Berat Jenis : 2,65

4.1.3 Mineral Karbonat


Nama Mineral : Aragonit

Warna Segar : bening, putih

Warna Lapuk : -

Cerat : Putih

Kilap : Kaca

Belahan : Sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3,5- 4

Sistem Kristal : hexagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : CaCO3

Berat Jenis : 2,94

4.1.4Mineral Karbonat

Nama Mineral : Magnesite


Warna Segar : Putih, keabu- abuan

Warna Lapuk : abu- abu

Cerat : Putih

Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3,5 - 5

Sistem Kristal : hexagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : MgCO3

Berat Jenis : 3 - 3,2

4.1.5Mineral Karbonat

Nama Mineral : Azurit


Warna Segar : Biru

Warna Lapuk : tidak ada

Cerat : Biru

Kilap : kaca sampai intan

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3,5 - 4

Sistem Kristal : Monoklin

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : Cu3 (OH)2 (CO3)2

Berat Jenis : 3,77

4.1.6Mineral Sulfat

NAMA MINERAL : Barit

Warna Segar : putih atau bening


Warna Lapuk : abu-abu

Cerat : putih

Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3- 3,5

Sistem Kristal : orthorombik

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : BaSO4

Berat Jenis : 4,50

4.1.7Mineral sulfat

Nama Mineral : Anhidrit

Warna Segar : bening sampai kebiruan

Warna Lapuk : abu -abu


Cerat : putih

Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3- 3,5

Sistem Kristal : orthorombik

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : CaSO4

Berat Jenis : 2,89- 2,98

4.1.8 Mineral Sulfat

Nama Mineral : Alunit

Warna Segar : Putih, abu-abu atau kemerahan

Warna Lapuk : coklat

Cerat : putih
Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 4

Sistem Kristal : heksagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : KAl3(OH)6(SO4)2

Berat Jenis : 2,6-2,8

4.1.9Mineral Sulfat

Nama Mineral : Gypsum

Warna Segar : bening, putih, abu-abu

Warna Lapuk : abu-abu

Cerat : putih

Kilap : kaca
Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 2

Sistem Kristal : Monoklin

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : CaSO4.(2H2O)

Berat Jenis : 2,32

4.1.10 Mineral Sulfat

NAMA MINERAL : celestite

Warna Segar : merah

Warna Lapuk : abu-abu

Cerat : putih

Kilap : kaca

Belahan : sempurna
Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3- 3,5

Sistem Kristal : orthorombik

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : BaSO4

Berat Jenis : 4,50

4.1.11 Mineral Phosfat

Nama mineral : Monasit

Warna Segar : kekuningan sampai kecoklatan

Warna Lapuk : coklat

Cerat : putih

Kilap : damar

Belahan : tidak sempurna

Pecahan : tidak Rata


Kekerasan : 5-5,5

Sistem Kristal : Monoklin

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : ( Ce, La, Y, Th) PO4

Berat Jenis : 4,8- 5,4

4.1.12Mineral Phosfat

Nama Mineral : flourpatite

Warna Segar : Bening

Warna Lapuk : putih

Cerat : bening atau putih biru

Kilap : kaca

Belahan : tidak sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 5,8
Sistem Kristal : hexagonal

Tenacity : BrittleMudah Hancur)

Komposisi Kimia : Ca 5 (PO 4) 3 (F, Cl, OH)

Berat Jenis : 3,16-3,22

4.1.13Mineral Phosfat

Nama mineral : Ambligonit

Warna Segar : Putih sampai hijau mudaa atau biru

Warna Lapuk : putih

Cerat : tidak ada

Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 6

Sistem Kristal : triklin


Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : LiAlFPO4

Berat Jenis : 3 -3,1

4.1.14Mineral Phosfat

Nama Mineral : Apatit

Warna Segar : hijau sampai coklat, juga biru

Warna Lapuk : putih

Cerat : tidak ada

Kilap : kaca sampai sub damar

Belahan : tidak sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 3,15–3,20

Sistem Kristal : heksagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)


Komposisi Kimia : Ca5 (F,Cl,OH) (PO4)3

Berat Jenis : 3,15- 3,20

4.1.15 Mineral Phosfat

Nama Mineral : hydroxylapatite

Warna Segar : coklat, kuning atau hijau

Warna Lapuk : putih

Cerat : tidak ada

Kilap : kaca sampai sub damar

Belahan : tidak sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 5

Sistem Kristal : heksagonal

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : Ca5 (PO4) 3 (OH)


Berat Jenis : 3,08

4.1.16 MINERALOID

Nama mineraloid : opal

Warna Segar : bening, putih variasi warna merah muda

Warna Lapuk : putih

Kilap : kaca

Belahan : tidak ada

Pecahan : -

Kekerasan : 5-6

Sistem Kristal : amorf , massif

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : SiO2. nH2O

Berat Jenis : 2.0-2,25


4.1.17Mineraloid

Nama Mineraloid : Obsidian

Warna Segar : hitam

Warna Lapuk : hitam

Cerat : hitam

Struktur batuan : masif

Jenis batuan : batuan beku asam

Derajat kristalisasi : holohialin


4.1.18MIneraloid

Nama MIneraloid : Limonit

Warna Segar : Coklat dan kuning

Warna Lapuk : coklat

Cerat : putih

Kilap : warna tanah

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata

Kekerasan : 4 -5

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Komposisi Kimia : FeO (OH) nH2O

Berat Jenis : 2,9 -4,3


4.1.19MIneraloid

Nama MIneraloid : tektites

Warna Segar : hitam

Warna Lapuk : hitam

Cerat : hitam

Kilap : kaca

Belahan : sempurna

Pecahan : tidak Rata


4.1.20 MIneraloid

Nama MIneraloid : pumice

Warna Segar :abu-abu

Warna Lapuk :coklat

Cerat : putih

Kilap : kaca

Belahan :sempurna

Pecahan : tidak Rata

Tenacity : Brittle(Mudah Hancur)

Berat Jenis : 0,8


4.2 Pembahasan
4.2.1 Mineral Karbonat
( Dolomit )
Sama halnya dengan gipsum yang sering disebut sebagai batuan, dolomit pun di
masyarakat awam disebut dengan "batu dolomit" atau "batuan dolomit".Perlu
dipahami bahwa dolomit bukan batuan, tetapi merupakan mineral. Dolomit adalah
kelompok mineral yang sangat unik, dan bila dibandingkan dengan kalsit yang mudah
dikenal, baik cara terbentuknya, penamaan, maupun mineral penyusunnya. Untuk
membedakan antara keduanya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan
bantu seperti mikroskop elektron (scanning electron microscope-SEM), zat pewarna
(stainning) dan difraksi sinar-X.
Sebagai salah satu rumpun mineral karbonat, mineral dolomit murni secara
teoritis mengandung 45,6% MgCO3 atau 21,9% MgO dan 54,3% CaCO3 atau 30,4%
CaO. Rumus kimia mineral dolomit dapat ditulis sebagai CaCO3.MgCO3,
CaMg(CO3)2 atau CaxMg1-xCO3, dengan nilai x lebih kecil dari satu.
Dolomit yang ada di alam jarang yang murni, karena umumnya mineral ini selalu
terdapat bersama-sama dengan batugamping.Dalam batuan dolomit, mineral kalsit
adalah pengotor yang paling utama, disamping kwarsa, rijang, pirit dan mineral
lempung.Dalam mineral dolomit terdapat juga ion-ion pengotor, terutama ion besi (Fe).
Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih
lunak dari batugamping, yaitu berkisar antara 3,50 - 4,00, bersifat pejal, berat jenis
antara 2,80 - 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap
air serta mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam industri didasarkan atas
kandungan unsur magnesium. Kandungan unsur magnesium inilah yang menentukan
nama dolomit.

Gambar 4.2.1 dolomit


4.2.2Mineral Karbonat
(Kalsit )
Kalsit adalah mineral karbonat dan polimorf kalsium karbonat yang paling stabil.Kalsit
merupakan mineral penyusun berbagai jenis batuan dengan rumus kimia CaCO3.Kalsit
sangat umum ditemukan di seluruh dunia baik di dalam batuan sedimen, batuan
metamorf, maupun batuan beku.Beberapa ahli geologi menganggapnya sebagai
"ubiquitous mineral" atau mineral yang dapat hadir di hampir semua jenis batuan.
Mineral kalsit merupakan mineral utama pembentuk batu kapur (batugamping) ataupun
batu marmer.Kedua batuan tersebut sangat banyak ditemukan di permukaan bumi dan
sebagai salah satu repositori karbon terbesar di planet kita.Sifat fisik dan kimia dari
mineral kalsit menjadikannya sebagai salah satu mineral yang paling sering
muncul.Kalsit dapat digunakan sebagai bahan konstruksi, material abrasif, pupuk
pertanian, agregat untuk konstruksi bangunan, pigmen, farmasi, dan masih banyak lagi
kegunaan lainnya.kalsit memiliki lebih banyak kegunaan dibandingkan mineral-mineral
lainnya.
Secara umum, proses terbentuknya mineral kalsit(genesa) ataupun keterdapatankalsit
berkaitan erat dengan pembentukan batu kapur dan batu marmer.Mungkin itulah yang
membuat banyak orang awam menyebut mineral kalsit sebagai batu kalsit.Akan tetapi,
perlu dipahami bahwa kalsit bukan batuan, tetapi merupakan mineral utama penyusun
batu kapur.Batu kapur (batugamping) adalah batuan sedimen yang dominan tersusun
atas mineral kalsit.Batuan tersebut terbentuk baik dari presipitasi kimia kalsium karbonat
maupun transformasi dari serpih, koral, alga yang mengalami diagenesis. Batu kapur
juga dapat terbentuk sebagai deposit di gua-gua akibat pengendapan kalsium karbonat.
Gambar 4.2.2 Kalsit
4.2.3 Mineral Karbonat
(Aragonit)
Mineral ini terbentuk melalui proses kristalisasi magma, hal ini dapat dilihat dari ciri
fisik dari mineral berikut yaitu warna segar putih bening,warna lapuk putih, cerat putih,
kilap kaca yaitu suatu kenampkan cahaya yang dipantulkan dari suatu mineral berupa
kenampakan seperti pecahan kaca, belahan yaitu sifat mineral untuk pecah pada bagian
tertentu dalam bentuk bidang-bidang yang rata seperti mineral diatas mempunyai
belahan jelas dimana tidak begitu rata,dapat pecah pada arah lain dengan mudah,
pecahan even yaitu bidang pecahan halus agak kasar, mendekati bidang rata, kekersan
yaitu daya tahan mineral terhadap goresan atau tekanan dari luar yang dipengaruhi oleh
susunan atom dimana mineral ini mempunyai kekerasan 5.5-6, berat jenis 2.95 , tenacity
yaitu reaksi mineral terhadap pembengkokan, pematahan, pemukulan, atau
penghancuran, tenacity dari mineral ini adalah sectile dimana mineral ini dapat diiris
dengan pisau, bentuk kristal orthorombik komposisi kimia karbonat (CaCo3).
Mineral ini terdapat pada batuan dengan komposisi kimia yang sama yaitu kabonat
(CaCo3), namun mineral ini menyusun batuan yang koposisi mianera berbeda.
Mineral terbentuk pada saat terjadi pembekuan magma secara berlahan dimana dapat
diketahui pada Bowen Reaction Series, dimana mineral yang terbentuk pada fase
Discontinius yaitu olivin pada suhu pembentukan sekitar 1200 o – 900o C, kemudian
orthopiroksin dengan suhu sekitar 1000o – 900o C,selanjutnya klinopiroksin pada suhu
900o – 800o C, kemudian mineral yang terbentuk yaitu amphibol dengan suhu 800o –
700o C, selanjutnya mineral yang terbentuk adalah biotit denga suhu pembentukan
sekitar 700o – 600o C. Pada fase ini mineral dapat terbentuk walaupun tida berurutan
sedangkan pada fase continius mineral terbentuk secara berurutan yan dimualai dari
mineral anortit dengan suhu pembentukan 1200 – 1000 C, dengan dilanjutkan dengan
mineral bitounit dengan suhu pembentukan 1000 – 900 C, kemudian mineral yang
selanjutnya terbentuk adalah labradorit dengan suhu pembentukan sekitar 900 – 800 C,
sedikit mengalami pemanasan makan mineral selanjutnya yang terbetuk adalah andesin
dengan suhu pembentukan sekitar 800 – 700 C, kemudian mengalami pemanasan lagi
maka mineral yang terbentuk selanjutnya adalah mineral oligoklas engan suhu
pembentukannya sekitar 700 – 600 C dan dilanjutkan dengan mineral yang terbetuk
adalah albit dengan suhu pembentukan sekitar 600 – 500 C. Setelah mengalami
pendinginan suhu pada magma, maka fase discontinius dan continius bertemu dan
membentuk mineral k felspar dengan suhu pembentukannya sekitar 500 – 400
C,selanjutnya mineral yang terbentuk adalah muskovit dan kuarsa.
Mineral ini berasosiasi dengan minral yang komposisi kimia sama seperti nitrat dan
karbonat. Penentuan asosiasi dari mineral ini bukan hanya dibatasi pada mineral-
mineral dengan komposisi kimia yang sama, akan tetapi juga keteradapatan pada batuan
yang sama , proses yang sama pada saat terbentuk, dan juga berdasarkan lingkungan
pegendapan dari batuan yang disusun oleh mineral tersebut. Kegunaan dari mineral ini
yaitu sabagai bahan penelitian

Gambar 4.2.3 Aragonit

4.2.4 Mineral Karrbonat


( Magnesite )
Nama kimia dari magnesit yaitu MgCO3, Magnesium Karbonat, dijumpai dalam
bentuk kompak dan mikrokristalin, bentuk rhombohedral, jarang didapatkan, warna
putih, kuning, atau abu – abu, kadang – kadang memperlihatkan kenampakan seperti
porselin dengan fraktur konkoidal.
Kristal magnesit umumnya terbentuk oleh proses dolomitisasi hidrotermal batu
gamping ganggang atau penggantian dolomit amfibolit, piroksenit, diabas, peridotit,
riolit, basalt dan granit.
Mineral ini mempunyai tingkat kekerasan 3,5 – 4,5, berat jenis 3,0, tidak larut
dalam asam klorida tetapi berbuih bila dipanaskan, tidak terbakar. Apabila disinari
ultraviolet akan memancarkan warna biru atau hijau.
Magnesit kriptokristalin atau amorf terbentuk dari alterasi larutan serpentin atau
larutan ultrabasa lainnya. Magnesit jenis yang tersebut terakhir ini umumnya terdapat
dalam jumlah sedikit karena sebarannya terbatas hanya dipermukaan batuan induk.
Magnesit dapat ditemukan dalam mineral sekunder dan biasanya berasosiasi dengan
batuan sedimen atau batuan metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali brukit.
Magnesit ditemukan didalam batuan serpentin. Magnesit umumnya jarang ditemukan
dalam bentuk mineral, tetapi secara utuh terdapat pada larutan padat siderit (FeCO3)
bersama-sama Mn dan Ca yang dapat menggantikan unsur Mg. Mineral magnesit
keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit akan
mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang mengandung
magnesit adalah dolomit (CaMg(CO3)2, magnesit zedin (MgCO3), epsonil
(MgSO4)7H2O, dan brukit (Mg(OH)2.
Teknik Penambangan Magnesit
Teknik penambangan magnesit sama seperti penambangan kaolin yaitu
penambangannya dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. Tambang terbuka (open pit)
2. Tambang semprot (hydraulicking)
3. Tambang dalam (underground mining)
Dua cara yang pertama lebih banyak diterapkan dibanding cara yang ketiga. Pada
tambang terbuka, pengupasan tanah penutup dilakukan dengan alat sederhana atau
dengan alat mekanis (bulldoser, scrapper, dan lain – lain). Endapan magnesitnya dapat
digali dengan menggunakan excavator antara lain : backhoe ataupun shovel, kemudian
dimuat kedalam truck dan diangkut ke pabrik pengolahan. Pada cara tambang semprot
setelah pengupasan tanah penutup lalu disemprot dengan menggunakan pompa air
bertekanan tinggi. Hasil penyemprotan berbentuk lumpur yaitu campuran magnesit
dengan air. Kemudian lumpur tersebut dipompakan ke tempat pengolahan dengan pipa –
pipa.
Pengolahan Dan Pemanfaatan Magnesit
1. Pengolahan
Magnesit hasil dari penambangan dibersihkan dari pengotor/ kontaminan. Tahap
berikutnya disemprot dengan air untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel.
Proses lanjutan dapat diperlakukan seperti pada kaolin. Keterdapatan magnesit alam
sangat terbatas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan dibuat magnesit sintesis dari
dolomit atau gamping dolomitan (dikenal sebagai seawater magnesia).
2. Pemanfaatan
Magnesit digunakan untuk bahan tahan api dimana magnesityang telah dipanasi dan
mengandung kurang dari 1% CO2 banyak digunakan untuk pembuatan “batu bata” yang
tahan api.Magnesit adalah bahan utama refraktori yang digunakan dalam tungku-tungku
temperatur tinggi, dapat menahan karat pada pembuatan baja.Magnesit juga digunakan
untuk bahan industri semen, bahan isolasi, pertanian, peternakan, dan industri karet.
Tempat Magnesit Diketemukan
Di Indonesia mineral magnesit dijumpai antara lain :
a. Daerah Istimewa Aceh : Daerah Kr.Jreue Kab.Aceh Besar (cukup baik, berupa urat
– urat pada batuan ultrabasa berasosiasi dengan talk)
b. Nusa Tenggara Timur : P. Moa (berasosiasi dengan peridotit – serpentinit).
c. Timor Timur : Desa Vemasse dan Laleia antara Manatuto, Baucau (mengisi rekahan
pada batuan ultrabasa, kadar MgO = 6,75 – 9,24%).
d. Sulawesi Tenggara: P.Padamarang (berasosiasi dengan batuan ultrabasa, peridotit
serprntinit yang berumur Pra Tersier); P. Lambasina (berasosiasi dengan batuan
ultrabasa, peridotit serpentinit yang berumur Pra Tersier).

Gambar 4.2.4 Magnesit

4.2.5 Mineral Karbonat


(Azurit)
Azurit adalah mineral tembaga biru dihasilkan oleh pelapukan endapan tembaga.Ia juga
dikenal sebagai Chessylite setelah lokalitas jenis di Chessy-les-Minesdekat Lyon,
Prancis [2]. Mineral, karbonat, telah dikenal sejak zaman kuno, dan disebutkan dalam
Sejarah Elder Pliny Alam dengan nama Yunani kuanos (κυανός:"mendalam biru," akar
Inggris cyan) dan caeruleum nama latin [4] biru azurite ini sangatmendalam dan jelas,
dan untuk alasan bahwa mineral tersebut cenderung dikaitkansejak jaman dahulu dengan
biru tua. warna rendah kelembaban padang pasir dan langitmusim dingin. Nama bahasa
Inggris modern mineral mencerminkan asosiasi ini, karena kedua azurite dan biru
berasal dari bahasa Arab melalui lazhward Persia (‫)الژورد‬, sebuah daerah yang dikenal
untuk deposito batu biru
Azurite adalah salah satu dari dua dasar (II) tembaga mineral karbonat, yang
perungguyang lainnya hijau terang.Tembaga karbonat Sederhana (CuCO3) tidak
diketahui keberadaannya di alam.Azurite memiliki rumus Cu3 (CO3) 2 (OH) 2, dengan
kationtembaga (II) dikaitkan dengan dua anion yang berbeda, karbonat dan
hidroksida.Kristal kecil azurite dapat diproduksi dengan cepat diaduk beberapa tetes
larutantembaga sulfat ke dalam larutan jenuh natrium karbonat dan memungkinkan
solusi untuk berdiri semalam.
Azurite adalah kristal monoklinik, dan ketika cukup besar untuk dilihat mereka muncul
sebagai gelap kristal prismatik biru. [2] [3] [5] azurite spesimen biasanya besar-besaran
untuk nodular, dan sering stalactitic dalam bentuk. Spesimen cenderungmeringankan
dalam warna dari waktu ke waktu karena pelapukan permukaanspesimen ke perunggu.
Azurite lunak, dengan kekerasan Mohs hanya 3,5 sampai 4.Specific gravity azurite
adalah 3,77-3,89. Azurite hancur oleh panas, kehilangan karbon dioksida dan air untuk
membentuk hitam, tembaga tepung (II) oksida. Karakteristiksuatu karbonat, spesimen
berbuih pada pengobatan dengan asam klorida.
Sifat optik (warna, intensitas) mineral seperti azurite dan perunggu dijelaskan dalam
konteks spektroskopi elektronik konvensional kompleks koordinasi. Deskripsi yang
relatif rinci disediakan oleh teori ligan medan.
Azurite tidak stabil di udara terbuka sehubungan dengan perunggu, dan
seringpseudomorphically diganti dengan perunggu. Proses pelapukan
melibatkanpenggantian sebagian karbon dioksida (CO2) unit dengan air (H2O),
mengubahkarbonat: hidroksida rasio azurite dari 1:1 ke rasio 1:2 dari perunggu:
2 Cu3 (CO3) 2 (OH) 2 + H2O → 3 Cu2 (CO3) (OH) 2 + CO2
Dari persamaan di atas, konversi ke azurite perunggu disebabkan oleh tekanan
parsialrendah karbon dioksida di udara. Azurite juga tidak kompatibel dengan media air,
seperti akuarium air asin.
Azurite digunakan sebagai pigmen biru selama berabad-abad.Tergantung pada derajat
kehalusan yang itu tanah, dan konten dasar karbonat tembaga, itu memberiberbagai
blues.Telah dikenal sebagai batu gunung biru atau Armenia, di samping itusebelumnya
dikenal sebagai Azurro Della Magna (dari Italia).Ketika dicampur dengan minyak
ternyata sedikit hijau.Ketika dicampur dengan kuning telur ternyata hijau-abu-abu.Ia
juga dikenal dengan nama Biru dan Blue Verditer Bice, meskipun Verditerbiasanya
mengacu pada pigmen yang dibuat oleh proses kimia. Contoh Lama pigmenazurite
mungkin menunjukkan warna kehijauan lebih karena pelapukan menjadiperunggu.
Azurite banyak yang disalahartikan lapis lazuli, istilah yang digunakan untukpigmen
biru banyak. Sebagai analisis kimia lukisan dari Abad Pertengahan membaik,azurite
sedang diakui sebagai sumber utama dari blues digunakan oleh pelukis abad
pertengahan. Benar lapis lazuli yang terutama dipasok dari Afghanistan selama Abad
Pertengahan sementara azurite adalah mineral yang umum di Eropa pada saat
itu.Deposito yang cukup besar ditemukan di dekat Lyons, Perancis. Ini ditambang
sejakabad ke-12 di Saxony, di tambang perak berlokasi di sana. [6]
Pemanasan dapat digunakan untuk membedakan azurite dari alam dimurnikan biru
lautbiru, pigmen lebih mahal sama tetapi banyak, seperti yang dijelaskan oleh
CenninoD'Andrea Cennini. Ultramarine tahan panas, tetapi azurite berubah menjadi
oksidatembaga hitam.Namun, pemanasan lembut azurite menghasilkan pigmen biru
yang digunakan dalam teknik lukisan Jepang.
Azurite digunakan kadang-kadang sebagai manik-manik dan sebagai perhiasan, dan juga
sebagai batu hias.Namun, kelembutan dan kecenderungan untuk kehilanganwarna dalam
biru karena cuaca membatasi penggunaan tersebut.Pemanasanmenghancurkan azurite
mudah, sehingga semua pemasangan spesimen azurite harus dilakukan pada suhu kamar.
Warna intens azurite membuat batu kolektor populer. Namun, cahaya terang, panas,dan
udara terbuka semua cenderung mengurangi intensitas warna dari waktu ke waktu.Untuk
membantu menjaga warna biru dari spesimen azurite murni, kolektor harus
menggunakan yang sejuk dan gelap, lingkungan penyimpanan tertutup mirip
denganpengaturan asli alamnya.
Meskipun bukan bijih utama dari tembaga itu sendiri, kehadiran azurite adalah
indikatorpermukaan yang baik kehadiran bijih tembaga sulfida lapuk.Hal ini biasanya
ditemukan dalam hubungan dengan perunggu kimia sangat mirip, menghasilkan
kombinasi warna yang mencolok hijau biru dan cerah dalam yang sangat
mengindikasikan keberadaanbijih tembaga.
Penggunaan azurite dan perunggu sebagai indikator bijih tembaga memimpin secara
tidak langsung dengan nama nikel elemen dalam bahasa Inggris. Nickeline, bijih
nikelutama yang juga dikenal sebagai niccolite, Weathers di permukaan menjadi
mineralhijau (annabergite) yang menyerupai perunggu. Kemiripan ini mengakibatkan
upayauntuk sesekali nickeline berbau dengan keyakinan bahwa itu adalah bijih
tembaga,namun upaya tersebut selalu berakhir dengan kegagalan karena suhu peleburan
tinggi diperlukan untuk mengurangi nikel. Di Jerman mineral ini menipu kemudian
dikenalsebagai kupfernickel, secara harfiah "tembaga setan". Sang alkemis Swedia
BaronAxel Fredrik Cronstedt (yang telah dilatih oleh Georg Brandt, penemu logam
kobaltnikel-suka) menyadari bahwa ada mungkin logam baru bersembunyi di dalam
bijihkupfernickel, dan pada 1751 ia berhasil peleburan kupfernickel untuk
menghasilkan(kecuali di meteorit tertentu) yang tidak diketahui sebelumnya keperakan
putih, besiseperti logam. Logikanya, Cronstedt bernama logam barunya setelah bagian
nikel darikupfernickel. Konsekuensi yang tidak diinginkan kemudian pilihannya adalah
bahwakoin baik Kanada dan Amerika senilai satu-dua puluh satu dolar sekarang
dinamaiistilah Jerman untuk "kobolds"-yaitu, mereka disebut sen.

Gambar 4.2.5 Azurit

4.2.6Mineral Sulfat
(Barit)
Baryte, atau barit, (BaSO4) adalah mineral yang terdiri dari barium sulfat. [2]
Kelompokbaryte terdiri dari baryte, Celestine, anglesite dan anhidrit. Baryte sendiri
umumnya putih atau tak berwarna, dan merupakan sumber utama dari barium. Baryte
dan Celestinemembentuk larutan padat (Ba, Sr) SO4
Bentuk radiasi, kadang-kadang disebut sebagai Bologna Batu, mencapai
ketenaranbeberapa di antara alkemis untuk spesimen berpendar ditemukan di abad ke-17
di dekat Bologna oleh Vincenzo Casciarolo.Para baryte namanya berasal dari kata
Yunani βαρύς (berat). Para barit ejaan Amerika[2] digunakan oleh USGS [7] dan lebih
sering digunakan dalam jurnal ilmiah modern termasuk yang diterbitkan oleh Belanda
berbasis jurnal Elsevier. Asosiasi mineralInternasional mengadopsi "barit" sebagai ejaan
resmi ketika dibentuk pada tahun 1959[rujukan?], Tapi dianjurkan mengadopsi tua
"baryte" ejaan pada tahun 1978, [8] terutamadiabaikan oleh Masyarakat mineral
Amerika. American Petroleum Institute spesifikasiAPI 13/ISO 13500 yang mengatur
baryte untuk tujuan pengeboran tidak mengacu padamineral tertentu, melainkan bahan
yang memenuhi spesifikasi itu, dalam praktek inibiasanya baryte mineral.
The "baryte primer" merujuk pada produk berharga pertama, yang meliputi
barytementah (menjalankan tambang) dan produk metode benefisiasi sederhana, seperti
mencuci, pemisahan jigging, berat media, tabling, flotasi. Baryte paling mentah
membutuhkan upgrade untuk kemurnian minimum atau kepadatan. Baryte yang
digunakan sebagai agregat dalam semen "berat" dihancurkan dan disaring untuk ukuran
yang seragam.Baryte Kebanyakan adalah tanah untuk ukuran kecil seragam sebelum
digunakan sebagai filler atau extender, tambahan produk industri, atau agen bobotdalam
minyak bumi juga lumpur pengeboran.
Baryte terjadi pada sejumlah besar lingkungan pengendapan, dan diendapkan melalui
sejumlah besar proses biogenik termasuk penguapan, hidrotermal, dan, antara lain
[1].Baryte umum terjadi pada timbal-seng pembuluh darah di batugamping, deposito air
panas, dan dengan bijih hematit. Hal ini sering dikaitkan dengan anglesite mineral
danCelestine.Ini juga telah diidentifikasi dalam meteorit.
Beberapa di seluruh dunia 77% digunakan sebagai agen pembobotan untuk pengeboran
cairan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk menekan tekanan formasi yang tinggi dan
mencegah ledakan gas.Selain sebuah dibor, sedikit melewati berbagai formasi, masing-
masing dengan karakteristik yang berbeda.Semakin dalam lubang, barit lebih lanjut
diperlukan sebagai persentase dari campuran lumpur total.Sebuah keuntungan tambahan
dari barit adalah bahwa itu adalah non-magnetik dan dengan demikian tidak
mengganggu pengukuran magnetik diambil dalam lubang bor, baik selama penebangan
sementara pengeboran-atau dalam penebangan lubang bor terpisah.Barit digunakan
untuk pengeboran sumur minyak bumi bisa menjadi hitam, biru, coklat atau abu-abu
tergantung pada tubuh bijih. Barit ini ditumbuk halus sehingga setidaknya 97% dari
materi, berat, bisa lewat melalui 200-mesh (75-pM) layar, dan tidak lebih dari 30%
menurut beratnya, bisa kurang dari 6 m diameter. Para barit tanah juga harus cukup
padat sehingga berat jenis adalah 4,2 atau lebih besar, cukup lunak untuk tidak merusak
bantalan dari mata bor tricone, kimia lembam, dan mengandung tidak lebih dari 250
miligram per kilogram garam alkali larut. [7 ]
Kegunaan lain adalah pada nilai tambah aplikasi yang meliputi pengisi dalam cat dan
plastik, pengurangan suara di kompartemen mesin, lapisan selesai mobil untuk
kelancaran dan ketahanan korosi, gesekan produk untuk mobil dan truk, radiasi perisai
semen, keramik kaca dan aplikasi medis ( misalnya, makan barium sebelum CAT scan
kontras). Baryte diberikan dalam berbagai bentuk dan harga tergantung pada jumlah
pengolahan; aplikasi pengisi memerintahkan harga yang lebih tinggi setelah pengolahan
fisik intens oleh grinding dan micronising, dan ada premi lebih lanjut untuk keputihan
dan kecerahan dan warna [7].
Secara historis baryte digunakan untuk produksi barium hidroksida untuk pemurnian
gula, dan sebagai pigmen putih untuk tekstil, kertas, dan cat [2].
Meskipun baryte berisi "berat" logam (barium), tidak dianggap sebagai bahan kimia
beracun oleh sebagian besar pemerintah karena tdk dpt ekstrem.
Di laut dalam, jauh dari sumber benua sedimen, pelagis baryte mengkristal keluar dan
membentuk sejumlah besar sedimen.Sejak baryte memiliki oksigen, sistematika
dalam18O dari sedimen ini telah digunakan untuk membantu membatasi
paleotemperaturesuntuk kerak samudera. Demikian pula variasi isotop belerang juga
dieksploitasi

Gambar 4.2.6 Barit

4.2.7 Mineral Sulfat


(Anhidrit )
Anhidrit adalah suatu mineral sedimentary secara relatif umum bahwa membentuk
lapisan-lapisan batu karang raksasa. Anhidrit tidak membentuk secara langsung, tetapi
adalah hasil dari penguraian mineral pembentukan batu karang Gypsum (CaSO4-2H2O).
Hal ini hilangnya air menghasilkan suatu pengurangan di dalam volume dari lapisan
batu karang dan dapat menyebabkan pembentukan gua besar dalam tanah seperti(ketika
batu karang menyusutkan. Spesimen-spesimen mineral baik dari Anhydrite adalah
sangat jarang meskipun kejadian yang umum. Bagaimanapun, spesimen-spesimen bagus
dari Anhydrite telah ditemukan di Mexico dan negara Peru bahwa menunjukkan
kebiasaan kristal baik, suatu warna biru yang manis dan bahkan sangat menyenangkan
dan menarik dari cahaya secara internal di dalam kristal.Dalam tubuh stratigrafi batuan
padaa bagian terbawah dari urutan evaporit sebagai cirri hasil basal dolomite dan
menerus dalam lapisan garam . anhidrit banyak terjadi bersama gypsum dan sering
berasosiasi dengan mineral tetapi tidak muncul.
Anhidrit Biasanya banyak digunakan di dalam manufaktur dari beberapa
semen, suatu sumber dari sulfat untuk asam belerang

Gambar 4.2.7Anhidrit

4.2.8 Mineral Sulfat


(Alunit)
Alunit ternentuk pada pH yang sedikit lebih besar dari 2, terbentuk bersama
dengan group silika dalam rentang temperatur yang besar, berasosiasi dengan andalusit
pada temperatur yang tinggi (> 300-350C) dan korundum hadir pada suhu yang lebih
tinggi lagi. Ada 4 macam alunit, alunit steam-heated, alunit supergen, alunit magmatic,
dan alunit liquid.
Sifat Fisik : Warna putih, kekerasan 3,5 – 4 skala mohs, mudah hancur, pecahan
uneven/irrengular conchoidal, densitas 2.6 – 2.9 g/cm3 , dapat ditembus oleh cahaya,
kilap tanah, belahan 1 arah, bentuk tabular.
Sifat Kimia :Komposisi kimia yang penting Al, K, H, O, S; merupakan salah satu
mineral anggota grup Alunite, mengandung sulfat; rumus kimia KAl3[(OH)3[SO4]2.
Sifat Optik : Dilihat dari sifat optik pada mineral ini mineral ini mempunyai Sistem
kristal trigonal, termasuk dalam kelas diagonal pyramidal kilap kaca, kembaran parallel
seperti carlsbad, optik (α = 1.572, β= 1.592).
Lingkungan Pembentukan.
Mineral ini terbentuk atau terubah pada lingkungan vulkanik yaitu dibentuk oleh alterasi
hidorthermal dari batuan vulkanik asam dan menegah yang dikontrol oleh fluida
hidrothermal tersebut

Gambar 4.2.9 Alunit

4.2.9 Mineral Sulfat


(Gypsum)
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh untuk mineral yang memiliki
warna putih,dengan lapukan warna cokelat, seta memiliki cerat warna putih, kilap non-
logam (kaca), serta memiliki belahan yang sempurna dan pecahan yang rata,
juga kekerasan 2,5 (kuku manusia) dan 2 ( skala mosh) adalah cirri mineral
gypsum. Gypsum merupakan jenis Kristal yang mudah hancur bila ditempah (brittle)
dengan komposisi kimia CaSO42H2O, memiliki berat jenis2,31-2,33dan termasuk ke
dalam sistem kristal monoklinik.
Gypsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang
mendominasi pada mineralnya dan merupakan salah satu bahan galian industri.Gypsum
merupakan mineral sedimen kimiawi (evaporit) yg khas, terbentuk melalui pengendapan
langsung dr air garam/ merupakan hasil hidrasi/alterasi anhidrit selama proses diagenesa.
Gipsum dapat juga terbentuk oleh sublimasi langsung dar i fumarola/diendapkan mata
air panas.Juga diagenesa sebagai Galian block-block konkresi dlm lempung dan napal,
sedang anhidrit merupakan hasil dehidrasi gypsum.Gypsum memiliki banyak kegunaan
sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gypsum
yaituDrywall,Bahan perekat, Penyaring dan sebagai pupuk tanah.
Gypsum merupakan mineral sedimen kimiawi (evaporit) yg khas, terbentuk melalui
pengendapan langsung dr air garam/ merupakan hasil hidrasi/alterasi anhidrit selama
proses diagenesa. Gipsum dpt juga terbtk oleh sublimasi langsung dr
fumarola/diendapkan mata air panas. Juga diagenesa sebagai Galian block-block
konkresi dlm lempung dan napal, sedang anhidrit merupakan hasil dehidrasi
gypsum.Penggunaan gypsum dapat digolongkan menjadi dua macam seperti.Yang
belum mengalami kalsinasi Dipergunakan dalam pembuatan semen Portland dan sebagai
pupuk. Jenis ini meliputi 28% dari seluruh volume perdagangan.Yang mengalami proses
kalsinasi.Sebagian besar digunakan sebagai bahan bangunan, flester paris, bahan dasar
untuk pembuatan kapur, bedak, untuk cetakan alat keramik, tuangan logam, gigi dan
sebagainya. Jumlah tersebut meliputi 72% dari seluruh volume perdagangan. Gipsum
sebagai perekat mineral mempunyai sifat yang lebih baik dibandingkan dengan perekat
organic karena tidak menimbulkan pencemaran udara, murah, tahan api, tahan
deteriorasi oleh faktor biologis dan tahat terhadap zat kimia ( Purwadi, 1993). Gipsum
mempunyai sifat yang cepat mengeras yaitu sekitar 10 menit. Maka dalam pembuatan
papan gipsum harus digunakan bahan kimia untuk memperlambat proses pengerasan
tanpa mengubah sifat gipsum sebagai perekat (Simatupang, 1985). Perlambatan tersebut
dimaksudkan agar tesedia cukup waktu mulai dari tahap pencampuran bahan sampai
tahap pengempaan.Waktu pengerasan gipsum bervariasi tergantung pada kandungan
bahan dan airnya. Dalam proses pengerasan gipsum setelah dicampur dengan air maka
terjadi hidratasi yang menyebabkan kenaikan suhu. Kenaikan suhu tersebut tidak boleh
melebihi suhu 400 C ( Simatupang, 1985 ). Suhu yang lebih tinggi lagi akan
mengakibatkan pengeringan gipsum dalam bentuk CaSO4. 2H2O sehingga mengurangi
bobot air hidratasi. Pengurangan tersebut akan menyebabkan berkurangnya keteguhan
papan gipsum.
Gambar 4.2.9 Gypsum

4.2.10 Mineral Sulfat


( Celestite)
Lalu mineral Celestite adalah sumber utamauntuk mendapatkan logam Strontium dan
garamnya juga biasa digunakan sebagaibahan utama pembuatan kembang api karena
dapat menghasilkan api yangberwarna merah terang. Dalam industri,Celestite digunakan
sebagai bahancampuran karet, cat, serta elemen baterai.Pada varietas yang tidak
berwarna dantransparan, dapat menjadi bahan kaca serta keramik (varietas yang
berkilau).Danmineralcelistite yang biasanya digunakan sebagai perekat pada bangunan-
bangunan kuno serta bahan campuran dalam semen. Selain itu, juga dijadikanornamen,
baik untuk pahatan maupun dilebur lalu dicetak menjadi ornamen interior dalam
bangunan, termasuk eternit.
Gambar 4.2.10 Celistite

4.2.11 Mineral Phosfat


(Monasit)
Mineral monasit berwarna coklat kemerahan memiliki sistem kristal monoklin dengan
kekerasan 5-5,5 serta berat jenis 5-5,3.Monasit adalah mineral fosfat mengandung unsur
tanah jarang logam.Sebenarnya ada setidaknya empat berbagai jenis monasit, tergantung
pada komposisi unsur relatif dari mineral.
Monasit merupakanbijih penting untuk thorium, lantanum dan cerium.Hal ini
sering ditemukan dalam endapan letakan.Keberadaan thorium dalam monasit dapat
menghasilkan radioaktif.

Monasit, sebagaimana telah disebutkan, terbentuk di pegmatit fosfat tetapi


sebenarnya merupakan konstituen jejak standar di banyak batuan beku, metamorf dan
urat biasa mengisi.Mineral monasit dapat lapuk keluar dari batuan induk dan dibagian
hilir jarak yang besar dan mengumpulkan di deposit sungai dan bahkan di deposit laut
pantai.
Monasit sebagai sumber utama untuk menghasilkan thorium, cerium, dan elemen
langka lainnya.Sebagai bijih logam tanah jarang khususnya thorium, cerium dan
Lantanum.Unsur –unsur yang menghadilkan radioaktif.
Monasit berkonsentrasi di pasir aluvial ketika batuan pegmatit mengalami pelapukan. Ini
disebut deposit placer sering terdapat di atau fosil pasir pantai dan mengandung mineral
berat lainnya yang menarik komersial seperti zirkon dan ilmenit. Mineral asosiasi
berupaapatit, kolumbit, zirkon, xenotime, fergusonite fergusonite, samarskite,
feldspars, euxenite, samarskite, feldspars, kuarsa, euxenite, polycrase dan biotit .
Gambar 4.2.11

4.2.12 Mineral Phosfat


(flourpatite)
Fluorapatite, seringkali dengan ejaan alternatif fluoroapatite, adalah sebuah mineral
dengan rumus Ca5 (PO4) 3F (kalsium halophosphate). Fluorapatite adalah kristal keras
padat. Walaupun sampel dapat memiliki berbagai warna (hijau, cokelat, biru, ungu, atau
tak berwarna), mineral yang murni adalah tidak berwarna. Fluorapatite mengkristal
dalam sistem kristal heksagonal. Hal ini sering digabungkan sebagai larutan padat
dengan hydroxylapatite (Ca5 (PO4) 3OH) dalam matriks biologis.Chlorapatite (Ca5
(PO4) 3Cl) merupakan struktur terkait lainnya.Fluorapatite yang paling umum
merupakan mineral fosfat. Hal ini terjadi secara luas sebagai aksesori mineral dalam
batuan yang kaya akan kalsium dan batuan metamorf. Ini biasanya terjadi sebagai
detrital atau diagenic mineral dalam batuan sedimen dan merupakan komponen penting
dari bijih fosfotit deposito.Terjadi sebagai residu mineral dalam tanah lateritic.
Gamabar 4.2.12 flourpatite

4.2.13 Mineral Phosfat


(Ambligonit)
Ambligonit adalah sekolompok mineral fosfat yang memiliki sistem kristal
triklin, belahan yang sempurna dengann kekerasaan 6 skala mohs, berat jenis 3,0-
3,1,memiliki kilap seperti kaca, warna putih sampai hijau muda atau biru. Mineral ini
jarang ditemukan dalal granit pegmatite dengan spondumen,turmalin,lepidolit, dan
apatit. Dan memiliki rumus kimia LiAlFPO.Terbentuk sebagai butiran pada batuan beku
granitik, pegmatit, dapat dijumpai di brazil, prancis, german, swedia, burma,kanada.
Berasosiasi denganLepidolite, kuarsa, albit, topaz, apatite, cassiterite.
Sekitar 80-90% batuan fosfat yang ditambang berasal dari batuan sediment, 10-20%
berasal dari batuan beku (FAO, 2004), dan hanya 1-2% berasal dari guano terutama
akumulasi hasil ekskresi burung dan kelelawar (van Straaten, 2002). Hampir semua
deposit batuan sedimen berupa carbonate-flourapatite yang disebut francolite,
mengandung banyak karbonat untuk substitusi fosfat yang sangat reaktif dan cocok
digunakan langsung untuk pupuk atau amelioran.
Di Indonesia, deposit fosfat alam pada umumnya ditemukan di daerah pegunungan
karang, batu gamping atau dolomitik yang merupakan deposit gua. Tersebar di Aceh,
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa
Tenggara, dan Irian Jaya atau Papua. Menurut data yang dikumpulkan sampai tahun
1958 diperkirakan 663 ribu t, sekitar 76% terdapat di Pulau Jawa dan sekitar 23%
terdapat di Sumatera Barat )
Cara Penambangan batuan fosfat ambligonit alam telah berlangsung sejak tahun
1847,sistem penambangannya dari yang paling sederhana(tradisional) atau dengan cara
modern dengan menggunakan alat-alat mekanik.
Cara pengolahan Batu fosfat ambligonit ini biasanya digunakan sebagai pupuk fosfat,
dalam pengolahannya atau pembuatannya pupuk ini dibuat dari batuan beku yang
mengandung apatit ataupun batuan fosfat, kemudian diasamkan menggunakan asam
sulfat yang menghasilkan unsur P
Pemanfaatan dari batu fosfa ambligonit t ini yaitu sebagai penyedia fosfor yang
berfungsi untuk pembentukan protein, akar, mempercepat kematangan bijih,
menungkatkan produktivitas serta sebagai pembantu penyedia energy.

Gambar 4.2.13 Ambligonit

4.2.14 Mineral Phosfat


(apatit )
Apatite adalah sekelompok mineral fosfat yang terdiri dari hidroksiapatit, fluorapatite,
chlorapatite dan bromapatite, nama untuk konsentrasi tinggi OH -, F -, Cl - atau Br - ion,
masing-masing, dalam kristal. Rumus dari campuran dari empat paling umum ditulis
sebagai Ca10 (PO 4)6 (OH, F, Cl, Br) 2, dan rumus kristal sel unit individu mineral
ditulis sebagai 10 Ca (PO 4 ) 6 (OH) 2, Ca 10 (PO 4) 6 (F) 2, Ca 10
(PO4)Cl)2(6danCa10(PO4)6(Br)2.
Apatite adalah salah satu dari beberapa mineral yang diproduksi dan digunakan oleh
sistem mikro-lingkungan biologis. Apatite adalah mineral dengan kekerasan 5,0.
Hidroksiapatit, juga dikenal sebagai hydroxylapatite, merupakan komponen utama email
gigi dan mineral tulang Sebuah bentuk yang relatif langka dari apatit di mana sebagian
besar kelompok OH tidak hadir dan banyak mengandung karbonat dan fosfat substitusi
asama. apatit lebih tahan terhadap serangan asam daripada hidroksiapatit.
Kegunaan:Apatit banyak dipertambangkan untuk pembuatan pupuk yang mengandung
phospor.Genesa Mineral:Apatite terbentuk pada lingkungan batuan beku, batuan ini
terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat.Persebaran di
Indonesia:Apatit : Propinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan, dan Irian Jaya.

Gambar 4.2 .14 Apatit

4.2 15 Mineral Phosfat


(Hydroxylapatite)
Hydroxylapatite, juga disebut hidroksiapatit, adalah bentuk alami mineral kalsium apatit
dengan rumus kimia Ca5 (PO4) 3 (OH), tetapi biasanya ditulis Ca10 (PO4) 6 (OH) 2
untuk menunjukkan bahwa sel satuan kristal terdiri dari dua entitas .Hydroxylapatite
adalah bagian dari kelompok hidroksil apatit kompleks.OH-ion yang dapat digantikan
oleh fluorida, klorida atau karbonat, menghasilkan fluorapatite atau chlorapatite. Mineral
ini mengkristal dalam sistem kristal heksagonal. Memiliki bobot jenis 3,08 dan 5 pada
Skala Mohs. Hydroxylapatite murni bubuk putih.Apatites alami dapat berwarna cokelat,
kuning, atau hijau.Hydroxyapatite digunakan dalam rawatan, sebagai kawalan,
pencegahan, & penambahbaikan penyakit, keadaan dan gejala berikut:
Filler untuk menggantikan tulang dipotongdan Penyampaian ubat tempatan dalam tulang
Gambar 4.2 .15 Hydroxylapatite

4.2.16 Mineraloid
(Opal)
Di Indonesia disebut dengan KALIMAYA, penghasil opal terbesar adalah Australia,
Penghasil opal Indonesia adalah Provinsi Banten.Opal (SiO2H2O) adalah bentuk
amorphous dari silikat kwarsa dalam golongan mineraloid, dan bukan batu mineral. Dari
Berat totalnya, sebesar 3% hingga 21% adalah air, tetapi umumnya hanya antara 6%
hingga 10%. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada di retakan setiap jenis
batuan, secara umum ditemukan bersamaan dengan limonit, batu pasir, riolit, marl dan
basal. 97% pasokan opal dunia berasal dari Australia yang merupakan batu nasionalnya.
Struktur opal membuatnya mampu menyebarkan cahaya; tergantung kondisi tempat
terbentuknya yang membuatnya dapat memunculkan berbagai warna.Warna opal
bervariasi mulai dari jernih (bening) sampai putih, abu-abu, merah, jingga, kuning, hijau,
biru, magenta, mawar, slat, zaitun, cokelat, dan hitam.Dari warna-warna tersebut, merah
dan hitam adalah yang paling langka, sementara putih dan hijau sangat umum.Opal juga
bervariasi dalam kepadatan optiknya mulai dari opaque (tidak tembus cahaya) hingga
semi-transparan.
Bagaimana opal terbentuk, menurut geologi?Penjelasan sederhananya adalah opal
terbentuk dari larutan silikon-dioksida dan air. Saat air mengalir ke dalam bumi, air ini
membawa silika dari batu pasir, dan membawa larutan yang kaya akan silika ke dalam
retakan batuan dan terjebak di dalamnya akibat lipatan bumi atau pelapukan fosil. Pada
saat air yang membawa silika tersebut habis akan meninggalkan cadangan (deposit)
silika, hal ini terjadi berulang-ulang selama jutaan tahun hingga opal terbentuk.
Penjelasanlengkap:Kadangkala ketika kondisi ideal terbentuk, butiran silika, larutan
yang kaya mengandung silika dan terus mengalir ke dalam bumi akibat pengaruh
gravitasi bumi hingga membentuk lapisan demi lapisan silika. Larutan ini dipercayai
memiliki tingkat ketebalan 1 cm dalam jangka waktu 5 juta tahun di kedalaman 40 meter
di bawah tanah.Setiap ladang tambang opal atau tempat terjadinya opal harus
menyediakan tempat, ruang, atau pori-pori (jauh dalam tanah) untuk dapat membentuk
lapisan-lapisan silika yang selanjutnya membentuk opal. Pada batuan vulkanis (hasil
gunung api) silika ini mengisi rekahan atau lubang-lubang pada batuan endapan yang
diakibatkan oleh pelapukan batuan.Sebagian besar deposit (cadangan) opal tidaklah
begitu berharga, dalam dunia batu mulia (gemstone), opal ini disebut 'potch' oleh para
penambangnya, atau disebut 'common opal' oleh para gemologist. Silika opaline tidak
hanya mengisi ruang-ruang (pori-pori) dalam tanah tetapi juga mengisi ruang antara
batuan yang satu dengan yang lain sehingga membentuk matriks. Jadi, penamaan opal
ternyata berdasarkan proses terbentuknya opal itu sendiri jauh di dalam tanah.
Variasi terbentuknya opal inilah yang membuat berbagai varian opal dan akan
tergantung pada sejumlah faktor. Cuaca kering dan basah juga mempengaruhi
terbawanya larutan silika ke dalam tanah hingga membentuk opal dalam jangka waktu
yang sangat lama (jutaan tahun). Sedangkan silika itu sendiri dihasilkan baik dari
aktivitas vulkanis atau karena pelapukan sedimen jaman 'Cretaceous' dan kedua proses
alam ini dapat menghasilkan silika dan kaolin seperti yang terlihat di tambang-tambang
opal Australia. Kondisi tertentu yang dapat memperlambat aliran air yang mengandung
larutan silika sehingga menciptakan situasi tertentu dalam tanah dan membentuk varian
opal lainnya.
Kondisi yang berhubungan dengan proses kimia masih diselidiki apakah mempengaruhi
terbentuknya opal di dalam tanah, ada yang menduga butiran-butiran silika yang
terbentuk kemungkinan dihasilkan oleh aktivitas mikroba.Bagaimana opal terbentuk,
menurut geologi?Penjelasan sederhananya adalah opal terbentuk dari larutan silikon-
dioksida dan air. Saat air mengalir ke dalam bumi, air ini membawa silika dari batu
pasir, dan membawa larutan yang kaya akan silika ke dalam retakan batuan dan terjebak
di dalamnya akibat lipatan bumi atau pelapukan fosil. Pada saat air yang membawa
silika tersebut habis akan meninggalkan cadangan (deposit) silika, hal ini terjadi
berulang-ulang selama jutaan tahun hingga opal terbentuk.
Penjelasanlengkap:Kadangkala ketika kondisi ideal terbentuk, butiran silika, larutan
Gamba 4.2.16 Opal

4.2.17 Mineraloid
(Obsidian)

Obsidian dihasilkan ketikafelsiclavadikeluarkan darigunung berapidingin dengan


cepatdenganpertumbuhan kristalminimum. Obsidianumumnya ditemukandalam
marginlavamengalirrhyoliticdikenal sebagaiarusobsidian, di manakomposisi
kimia(kandungan silika tinggi) menginduksiviskositas tinggidanderajatpolimerisasilava.
Penghambatandifusiatommelaluilavasangat kentaldandipolimerisasiinimenjelaskan
kurangnyapertumbuhan kristal. Obsidiankeras dan rapuh, sehingga patah
tulangdengantepi yang sangattajam, yangtelah digunakandi masa lalu dalammemotong
danmenusukalat,dan telahdigunakan secara eksperimentalsebagaipisau beda-bedah.
Batu Obsidian, batu ini terbentuk dari magma vulkanik dari letusan gunung
merapi yang masuk ke dalam celah tanah dan mengeras. Ada juga yang menyebut Batu
ini dengan istilah Magma Glass, memang merujuk pada tingkat kekerasannya yang
hanya 5 s/d 5,5 pada skala Mohs, batu ini layak disebut sebagai kaca alami.
Batu Obsidian bukanlah mineral murni, tapi mirip mineral, karena sebagai mineral
gelasnya tidak kristal , di samping itu , komposisi terlalu rumit untuk terdiri dari mineral
tunggal . Hal ini kadang-kadang diklasifikasikan sebagai mineraloid a .Obsidian
sebagian besar terdiri dari SiO2 ( silikon dioksida ) , biasanya 70 % atau lebih .
Batu Obsidian,terdiri dari beberapa warna, diantaranya hitam, merah, biru,
hijau. Di indonesia sendiri batu Green Obsidian sering di sebut dengan Zamrud
Kalimantan dan Batu Blue Obsidian sering di sebut sebagai King Sapphire kalimantan.
Gambar 4.2.17 Obsidian

4.2.18 Mineraloid
(Limonit)

Limonit, kadang juga disebut bijih nikel berkadar rendah,[4] adalah bijih besi
yang terdiri dari campuran besi(III) oksida-hidroksida terhidrasi dalam berbagai
komposisi. Rumus kimianya umum ditulis sebagai FeO(OH)·nH2O, meskipun tidak
sepenuhnya akurat kareana rasio oksida terhadap hidroksidanya dapat bervariasi cukup
besar. Limonit adalah salah satu dari dua bijih besi utama (selainnya adalah hematit),
dan limonit telah ditambang untuk produksi besi setidaknya sejak 2500 SM

Limonit secara relatif cukup padat, dengan gravitasi spesifik yang antara 2,7-4,3.[7]
Variasi dalam warna berkisar dari kuning lemon cerah hingga cokelat buram keabu-
abuan. Jalur limonit pada piring porselen yang belum diglasir selalu berwarna
kecoklatan, suatu karakter yang membedakannya dengan hematit yang menimbulkan
jalur merah, atau dari magnetit yang menimbulkan jalur hitam. Tingkat kekerasannya
berbeda-beda, tetapi umumnya dalam kisaran 4-5,5.[7]
Meskipun awalnya digolongkan sebagai mineral tunggal, limonit sekarang digolongkan
sebagai campuran mineral besi oksidaterhidrasi yang terkait, antara lain goetit,
akaganeit, lepidokrosit, dan jarosit. Mineral-mineral tersebut dalam limonit dapat
membentuk kristal, namun limonitnya sendiri tidak, meskipun terdapat spesimen yang
menunjukkan suatu struktur berserat atau mikrokristalin,[8] dan limonit sering terjadi
dalam bentuk konkresi atau gumpalan padat dan bertanah; kadang-kadang bentuknya
mamilar, bergugus (bitrioidal), mengginjal (reniform), atau stalaktit.
Karena bersifat amorf serta terjadi di daerah yang terhidrasi, limonit sering muncul
sebagai tanah liat atau batu lempung.Meskipun demikian ada pula limonit bentuk semu
(pseudomorf) yang menyerupai mineral lainnya, misalnya pirit.[7] Ini berarti bahwa
pelapukan kimia mengubah kristal pirit menjadi limonit dengan cara menghidrasi
molekulnya, namun bentuk eksternal dari kristal pirit tidak berubah. Limonit
pseudomorf juga dapat terbentuk dari oksida besi lainnya yaitu hematit dan magnetit;
atau dari siderit karbonat dan dari besi yang kaya silikat seperti garnet almandin.
PembentukanLimonit biasanya terbentuk dari hidrasi hematit dan magnetit, dari oksidasi
dan hidrasi mineral sulfida yang kaya besi, dan dari pelapukan kimia mineral lainnya
yang kaya besi, seperti olivin, piroksen, amfibol, dan biotit. Limonit seringkali
merupakan komponen besi terbesar dalam tanah laterit.Ia juga sering terdeposit pada
jalur-jalur limpahan air dari operasi pertambangan.
Salah satu kegunaan awal limonit adalah sebagai pigmen. Limonit kuning menghasilkan
warna kuning oker yang terkenal dihasilkan di Siprus;[9] sedangkan limonit yang lebih
gelap menghasilkan warna-warna tanah. Pemanggangan mengubah limonit akan
mengubah sebagiannya menjadi hematit, yang menghasilkan warna-warna merah oker,
umber terbakar, dan siena.[10]
Bijih besi rawa dan batu lempung limonit dapat ditambang sebagai sumber besi,
meskipun pertambangan komersial untuk keduanya sudah tidak dilakukan lagi di
Amerika Serikat.Gosan dari besi oksida yang mengandung silika biasanya terbentuk
sebagai hasil dari oksidasi intensif pada deposit bijih sulfida.[11] Gosan ini digunakan
oleh prospektor tambang sebagai panduan mencari bijih. Selain itu, apabila oksidasi
deposit sulfida tersebut mengandung emas, biasanya menjadi petunjuk adanya
konsentrasi emas pada besi oksida dan kuarsa dari gosan.Gosan limonit yang
mengandung emas secara produktif ditambang di distrik Shasta County, Kalifornia.[11]
Deposit serupa juga ditambang dekat Rio Tinto di Spanyol dan Mount Morgan di
Australia. Di jalur emas Dahlonega di Lumpkin County, Georgia, emas ditambang dari
tanah laterit atau tanah saprolit yang kaya dengan limonit.Emas dari urat-urat utama
terkonsentrasi dalam limonit pada bebatuan yang sangat lapuk.Dalam contoh lainnya,
formasi besi yang sangat lapuk di Brasil menjadi petunjuk pada konsentrasi emas yang
mengandung limonit pada tanahnya.
Indonesia diperkirakan memiliki cadangan limonit sebesar 2 miliar ton.[4]LIPI telah
dapat mengembangkannya menjadi produk baja berkualitas unggul, untuk mengatasi
kekurangan saprolit (bijih nikel berkadar tinggi) yang selama ini diimpor dari luar negeri
Gambar 4.2.18

4.2.19 Mineraloid
(Tektite)
Tektite adalah istilah umum yg digunakan untuk merujuk kepada batu kaca alami yg
terdiri dari Silika di permukaan bumi yg terbentuk oleh dampak dari sebuah benturan
keras Meteorite. Silika yg meleleh dan terlempar karena benturan keras lalu mendingin
kembali mengkristal sehingga terbentuknya kristal kristal Tektite.
Nama Tektite berasal dari bahasa yunani yaitu “Tektos”yg berarti “meleleh”. Catatan
pertama akan tektite diketahui pada zaman dinasti Tang 900 SM. Pada tahun 1950an -
60an ilmuwan masih beranggapan bahwa Tektite adalah batuan yg berasal dari luar
bumi, banyak dari mereka beranggapan bahwa asal muasal Tektite adalah dari bulan,
namun teori ini telah digugurkan oleh para ilmuwan ilmuwan terbaru.

Gambar 4.2.19 Tektite


4.2.20 Mineraloid
(Pumice)
Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang
terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas
volkanik silikat.Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunungapi yang
mengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontal
dan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang
tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih
gas alam yang terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas
atau fragmen-fragmen dalam breksi gunungapi.Sedangkan mineral-mineral yang
terdapat dalam batu apung adalah feldspar, kuarsa, obsidian, kristobalit, dan tridimit.
Jenis batuan lainnya yang memiliki struktur fisika dan asal terbentuknya sama dengan
batu apung adalah pumicit, volkanik cinter, dan scoria.
Didasarkan pada cara pembentukan, distribusi ukuran partikel (fragmen), dan material
asalnya, batu apung diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu: sub-areal, sub-
aqueous, new ardante, dan hasil endapan ulang (redeposit) Sifat kimia dan fisika batu
apung antara lain, yaitu: mengandung oksida SiO2, Al2O3, Fe2O3, Na2O, K2O, MgO,
CaO, TiO2, SO3, dan Cl, hilang pijar (Loss of Ignition) 6%, pH 5, bobot isi ruah 480 –
960 kg/cm3, peresapan air (water absorption) 16,67%, berat jenis 0,8 gr/cm3, hantaran
suara (sound transmission) rendah, rasio kuat tekan terhadap beban tinggi, konduktifitas
panas (thermal conductivity) rendah, dan ketahanan terhadap api sampai dengan 6 jam.
Keterdapatan batu apung selalu berkaitan dengan rangkaian gunungapi berumur Kuarter
sampai Tersier.Penyebaran meliputi daerah Serang, Sukabumi, Pulau Lombok, dan
Pulau Ternate.

Gambar 4.2.20 Pumice


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Mineral adalah benda padat yang homogeny terbentuk dialam dan bersifat
anorganik,memiliki komposisi kimia dan memiliki sifat Kristal.
Mineral Carbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan bangkai plankton.
Carbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic dan pada daerah karst yang membentuk
gua (caves), stalaktit, dan stalagmite. Dalam kelas carbonat ini juga termasuk nitrat
(NO3) dan juga Borat (BO3).Merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2-, dan disebut
“karbonat”, umpamanya persenyawaan dengan Ca dinamakan “kalsium karbonat”,
CaCO3 dikenal sebagai mineral “kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang
membentuk batuan sedimen.
Mineral sulfat adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut dengan
persenyawaan (SO4). Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah
evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian perlahan-lahan menguap
sehingga formasi sulfat dan halida berinteraksi. Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-
mineral molibdat, kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral
tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-anionnya masing-masing.
Mineral Fosfat adalah sumber utama unsur kalium dan nitrogen yang tidak larut dalam
air, tetapi dapat diolah untuk memperoleh produk fosfat dengan menambahkan
asam.Fosfat dipasarkan dengan berbagai kandungan P2O5, antara 4-42 %.Sementara itu,
tingkat uji pupuk fosfat ditentukan oleh jumlah kandungan N (nitrogen), P (fosfat atau
P2O5), dan K (potas cair atau K2O).Fosfat sebagai pupuk alam tidak cocok untuk
tanaman pangan, karena tidak larut dalam air sehingga sulit diserap oleh akar tanaman
pangan.Fosfat untuk pupuk tanaman pangan perlu diolah menjadi pupuk buatan.
Mineraloid adalah bahan padat yang tidak mempunyai struktur dalam, atau amorf, tidak
dapat dikatakan sebagai mineral, meskipun beberapa criterianya terpenuhi.Material
padat alamiah yang tidak memenuhi sebagian atau seluruh criteria mineral
dikelompokkan dalam kelompok mineraloid. Misalnya gelas alamiah (natural glass) dan
resins, keduanya mempunyai komposisi yang bervariasi dan amorf. Opal, meskipun
mempunyai komposisi yang relative tetap
Sifat mineral meliputi bentuk Kristal yang memiliki warna, cerat, belahan, kilap,
kekerasan ,pecahan,tenacity,dan komposisi kimia.serta memiliki system
kristal,monoklin,trigonal,tetragonal,kubik,hexagonal,rombohedral.dan triklin Dan
mampu menjelaskan mineral-mineral yang telah diamati sebelumnya dan Dapat
membedakan kelompok mineral-mineral
5.2Saran

5.2.2 untuk laboratorium


Sebaiknya peralatan lab diperlengkap,dan saya juga menyarankan contoh-contoh
mineral diperbanyak dan diperhatikan lagi tempat penyimpanannya.
5.2.3 untuk asisten
Selain itu saya juga menyarankan kepada asisten untuk lebih menegaskan tata cara
dalam penulisan laporan sebelum praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Graha,D.S.,”Batuan dan Mneral”. Nova,Bandung.


Tim Dosen dan Tim Asisten, 2015.”Penuntun Praktikum Geologi Dasar”.Fakultas
Teknologi Industri.Universitas Muslim Indonesia.
www. Geologi dasar batuan dan mineral.com