Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH STRUKTUR DERMAGA

“PERENCANAAN DERMAGA : DATA –DATA PERENCANAAN, PEMILIHAN TIPE


DERMAGA DAN FASILITAS DERMAGA BERDASAR JENIS KAPAL YANG DILAYANI”

DISUSUN OLEH :

Yunita Nur Cahyati 3113041003

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK SIPIL

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Surabaya
ABSTRAK
Pelabuhan (port) adalah kawasan perairan yang terlindung terhadap gelombang, yang dilengkapi
dengan fasilitas terminal yang meliputi dermaga. Dermaga merupakan suatu bangunan yang digunakan
sebagai tempat untuk merapat, menambat kapal serta melakukan aktivitas bongkar muat (menaikan dan
menurunkan muatan). Tipe-tipe dermaga dapat dipengaruhi oleh topografi, daya dukung tanah bahkan
berdasarkan jenis kapal yang dilayani baik kapal tanker, kapal penumpang maupun kapal untuk muatan
curah. Kapal-kapal yang dilayani pada sebuah dermaga, selaian mempengaruhi tipe dermaga juga
mempengaruhi fasilitas pendukung dermaga meliputi, crane-crane untuk bongkar muat, gudang laut,
tempat-tempat dimana barang-barang dapat disimpan dalam waktu yang lebih panjang selama menunggu
pengiriman. Pelabuhan/dermaga juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas lain seperti kereta api, jalan
raya, fasilitas darat dan lainnya. Dikarenakan dalam sebuah perencanaan dermaga diperlukan data-data
yang meliputi peruntukan dermaga, fasilitas-fasilitas pendukung serta beban-beban yang ditimbulkan baik
dari lingkungan maupun dari fasilitas-fasilitas yang ada, maka makalah ini dibuat untuk mempermudah
pemahaman perencaan dermaga yang ditinjau dari peruntukan dermaga serta fasilitas yang mendukung
serta data-data apa saja yang diperlukan dalam sebuah perencanaan dermaga.

ii
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, berkat rahmat-
Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam makalah ini saya membahas
“Perencanaan Dermaga : Pemilihan Tipe dan Fasilitas Dermaga Berdasarkan Jenis Kapal yang
Dilayani”, yang merupakan prinsip dasar sebelum merencanakan dermaga secara struktural.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai Perencanaan Struktur
Dermaga dan untuk menyelesaikan tugas dalam mata kuliah “Struktur Dermaga” . Melalui makalah ini
diharapkan mahasiswa mampu memahami peruntukan dermaga, tipe-tipe dermaga, fasilitas yang
dibutukan sebelum merencanakan struktur dermaga itu sendiri. Dalam proses pendalaman materi
perencanaan dermaga ini, tentunya saya mendapatkan bimbingandan arahan, koreksi dan saran. Untuk itu
rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada :

 Bapak Comaedy, selaku dosen mata kuliah “Struktur Dermaga”


 Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberi masukan untuk makalah ini.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Surabaya, 26 September 2016

Penyusun,

Yunita Nur Cahyati

3113 041 003

iii
Daftar Isi
Cover ................................................................................................................................................................... i

ABSTRAK ........................................................................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR ......................................................................................................................................... iii

BAB I .................................................................................................................................................................. 1

PENDAHULUAN ............................................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .......................................................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................................................... 2

1.3 Tujuan ....................................................................................................................................................... 2

1.4 Manfaat ..................................................................................................................................................... 2

BAB II................................................................................................................................................................. 3

STUDI PUSTAKA .............................................................................................................................................. 3

2.1 Pelabuhan .................................................................................................................................................. 3

2.1.1 Pengertian pelabuhan ............................................................................................................................. 3

2.1.2 Macam-macam pelabuhan ...................................................................................................................... 3

2.2 Dermaga. ................................................................................................................................................... 4

2.2.1 Pengertian dermaga ............................................................................................................................... 4

2.2.2 Tipe dermaga ........................................................................................................................................ 4

2.2.3 Dermaga tipe Wharf / Quay.................................................................................................................... 5

2.2.4 Dermaga tipe Jetty / Pier ........................................................................................................................ 8

2.3.5 Dermaga tipe Dolphin .......................................................................................................................... 10

BAB III PEMBAHASAN .................................................................................................................................. 11

3.1 Data- Data dalam Perencanaan Dermaga ................................................................................................ 11

3.1.1 Data Topografi dan Bathymetri ............................................................................................................ 11

3.1.2 Data Hydro-Oceanography ................................................................................................................... 13

3.1.3 Data Penyelidikan Tanah ..................................................................................................................... 14

3.1.4 Data Kapal .......................................................................................................................................... 16

3.2 Tipe Tipe Dermaga .................................................................................................................................. 17

3.3 Fasilitas Dermaga berdasarkan Jenis Kapal yang Dilayani ...................................................................... 21

iv
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Laut atau perairan merupakan lingkungan yang mendominasi muka bumi ini yaitu sebnyak 71%.
Keadaan ini mendorong para pendahulu untuk menciptakan sebuah moda tranportasi yang mampu
mengapung di atas luas dan dalamnya lautan. Kapal adalah satu-satunya moda tranportasi yang mampu
menyeberangi luasnya lautan. Keberadaan sebuah moda tranportasi, mendorong juga terbentuknya sebuah
terminal alur laut tersebut yaitu Pelabuhan. Pelabuhan (port) adalah kawasan perairan yang terlindung
terhadap gelombang, yang dilengkapi dengan fasilitas terminal.
Fasilitas terminal pada pelabuhan salah satunya adalah dermaga. Dermaga merupakan suatu bangunan
yang digunakan sebagai tempat untuk merapat, menambat kapal serta melakukan aktivitas bongkar muat
(menaikan dan menurunkan muatan). Dermaga berdasarkan pemilihan lokasi dibedakan menjadi 3 (tiga)
antara lain Wharf / Quay, Jetty / Pier dan Dholpin. Selain itu dermaga juga mempunyai beberapa tipe
yang dapat ditinjau berdasar topografi di daerah pantai, daya dukung tanah dan berdasrkan jenis kapal
yang dilayani.
Jenis kapal yang dilayani juga merupakan data awal yang harus diketahui sebelum perencanaan
struktur dermaga atau pelabuhan. Oleh karenanya tipe dari dermaga itu pun sagat dipengaruhi oleh kapal
yang akan di layani karena akan mengarah pada peruntukan dermaga/pelabuahan. Hal lain yang
dipengaruhi oleh jenis kapal yang memberi dampak pada perencanaan struktur dermaga adalah fasilitas
pendukung.
Fasilitas pendukung adalah kebutuhan baik bangunan, sarana, prasarana yang harus ada guna melayani
proses bongkar muat kapal. Macam-macam fasilitas yang digunakan pun bervasiasi sesuai jenis kapal
yang dilayani/peruntukan dermaga itu sendiri. Sekadangkan fasilitas itu sendiri juga sangat mempengaruhi
terhadap perencanaan struktur dermaga karena fasilitas dermaga juga mampu mempengaruhi beban-beban
yang terjadi.
Karena 3 (tiga) hal tersebut yaitu tipe dermaga, kapal yang dilayani dan fasilitas sngat saling berkaitan,
maka pada makalah ini penulis bermaksud untuk mebahas perencanaan dermaga : pemilihan tipe dan
fasilitas dermaga yang dipengaruhi oleh kapal yang akan dilayani.
1.2 Rumusan Masalah
a. Data-data apa saja yang dibutuhkan dalam perencanaan dermaga ?
b. Bagaimana tipe dermaga berdasarkan jenis kapal yang dilayani ?
c. Bagaimana fasilitas dermaga berdasarkan jenis kapal yang dilayani ?

1.3 Tujuan
a. Mengertahui data-data yang dibutuhkan dalam perencanaan dermaga
b. Mengrtahui tipe dermaga berdasarkan jenis kapal yang dilayani.
c. Mengetahui fasilitas dermaga berdasarkan jenis kapal yang dilayani.

1.4 Manfaat
a. Makalah ini dapat digunanakan sebagai bahan belajar dan memenuhi tugas dalam perkuliahan
struktur dermaga.
b. Makalah ini dapat mempermudah pemahaman mengenai perencanaan struktur dermaga.

2
BAB II

STUDI PUSTAKA
2.1 Pelabuhan
2.1.1 Pengertian pelabuhan
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri astas daratan dan/atau perairan dengen batas-batas tertentu
sebgai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tmpat kapal
bersandar, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh
kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayanan dan kegiatan penunjang
pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi (Kep. Dirjen PL: 2011)

Pelabuhan merupakam suatu peintu gerbang untuk masuk ke suatu wilayah atau negara dan
sebagai prasarana penghubung anatar daerah , antar pulau bahkan antar negara, benua dan bangsa. Dengan
fungsinya tersebu, maka pembangunan pelabuhan harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara sosial
ekonomis maupun teknis. (Triatmojo, Bambang : 2009)

2.1.2 Macam-macam pelabuhan


Pelabuhan dapat dibedakan menjadi beberapa amacam yang tergantung pada sudut tinjauan, yaitu
dari segi penyelenggaraannya, pengusahaannya, fungsinya dalam perdagangan nasional dan internasional,
segi kegunaan dan letak geografis.

a. Ditinjau dari segi penyelenggaraannya


1. Pelabuhan umum
2. Pelabuhan khusus
b. Ditinjau dari segi pengusahaannya
1. Pelabuhan yang diusahakan
2. Pelabuhan yang tidak diusahakan
c. Ditinjau dari fungsi perdangangan nasional dan internasional.
1. Pelabuhan laut
2. Pelabuhan pantai
d. Ditinjau dari segi penggunaannya
1. Pelabuhan ikan
2. Pelabuhan minyak
3. Pelabuhan barang
4. Pelabuhan penumpang
5. Pelabuhan campuran.
3
2.2 Dermaga.
2.2.1 Pengertian dermaga
Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan merambat kapal
yang melakukan bongkar muatan barang dan menaik turunkan penumpang (Triatmojo, Bambang : 2002).
Dermaga harus direncanakan sedemikian rupa agar kapal dapat merapat dan bertambat serta melakukan
kegiatan bongkar buat dengan aman, cepat dan lancar serta memiliki design yang effektif sehingga
dermaga yang diracang bernilai ekonomis. Dibelakang dermaga terdapat apron dan fasilitas jalan. Apron
adalah daerah yang terletak antara sisi dermaga dan sisi depan gudang (pada terminal barang umum) atau
container yard (pada terminal peti kemas), dimana terdapat pengalihan kegiatan angkutan laut (kapal) ke
kegiatan darat (kereta api, truk, dsb). Gudang trasit atau container yard digunakan untuk meyimpan barang
atau peti kemas sebalum bisa diangkut oleh kapal atau setelah di bongkar dari kapal dan menunggu
pengangkutan barang kedaerah yang dituju. Berikut adalah contoh tampang dermaga dan halaman
dermaga beserta fasilitas yang ada dipelabuhan barang umum (general cargo).

Gambar 2.1 Tampang Dermaga general Cargo

2.2.2 Tipe dermaga


Dermaga dapat dibedakan menurut lokasi dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a. Wharf / Quay : Dermaga yang paralel dengan garis pantai dan biasanya berhimpit dengan garis
pantai.
b. Jetty / Pier : Dermaga yang menjorok ke Laut
c. Dolphin : Struktur yang digunakan untuk bersandar di laut lepas.

Sedangkan menurut strukturnya dermaga dibedakan meenjadi 2 (dua) yaitu


a. Dermaga kontruksi terbuka : dimana lantai dermaga didukung oleh tiang-tiang pancang.

4
b. Dermaga kontruksi tertutup atau solid : dimana batas antara darat dan perairan dipisahkan oleh
suatu dinding yang berfungsi menahan tanah dibelakangnya, yang dpat berupa dinding massa,
kaison, turap, dan dinding penahan tanah.

Berikut adalah tipe dermaga yang disajikan dalam bentuk diagram (Triatmojo, Bambang : 2002).

Gambar 2.2 Diagram tipe Dermaga

2.2.3 Dermaga tipe Wharf / Quay


Dermaga yang paralel dengan garis pantai dan biasanya berhimpit dengan garis pantai. Wharf
biasanya digunakan untuk pelabuhan barang potongan atau peti kemas dimana dibutuhkan suatu alaman
terbuka yang cukup luas untuk menjamin kelancaran angkutan barang. Seperti yang dapat dilihat pada
diagram tipe dermaga, Wharf dapat berupa dermaga kontruksi/struktur terbuka maupun struktur tertutup.
Contoh Wharf kontruksi terbuka adalah pelabuhan Tokyo yang digunakan untuk melayani kapal barang
umum dan peti kemas dengan bobot 30.000 dwt (PCI, 1990). Pada gambar 2.3 dapat dilihat kedalaman
pelbuhan adalah 10m terhadap LWL (+0,00 m), lebar dermaga 20 m, pondasinya menggunakan tiang
pancang baja dengan kedalaman 31 mdari muka air laut. Dermaga tersebut juga menggunakan turap
sebagai dinding penahan tanah dibelakangnya.

5
Gambar 2.3 Wharf pelabuhan Tokyo (PCI, 1980)

Sedangkan tipe Wharf tertutup dapat dilihat pada Pelabuhan Voisey’s bay, Labrador Kanada yang
terbuat dari sel turap baja.

Gambar 2.4 Wharf tipe tertutup dari sel turap baja (Arcelor Mittal, 2007)

6
Selain Wharf terbuka dan tertutup, berikut contoh Wharf dari turap dan kaison.

Gambar 2.5 Wharf dari turap

Gambar 2.6 Wharf turap baja di Pelabuhan Kuba (Arcelor Mittal, 2007)

7
Gambar 2.7 Wharf kaison dan metode pemasangan kaison

2.2.4 Dermaga tipe Jetty / Pier


Pier adalah dermaga serupa wharf (berda di garis pantai) yang berbentuk seperti jari dan dapat
untuk merapat kapal pada ledua sisinya, sehingga bisa digunakan bersandar kapal dalam jumlah lebih
banyak untuk stu satuan pajang pantai. Perairan diantara dua pier yang berdampingan disebut slip.
Seperti halnya wharf , pier juga dapat berupa struktur terbuka dan tertutup.

Gambar 2.8 Pier tipe terbuka

Gambar 2.9 Pier tipe tertutup

Gambar 2.10 Pier dengan lebar besar


8
Jetty adalah dermaga yang menjorok cukup jauh ke arah laut, dengan maksud agar unjug dermaga berada
pada kedalaman yang cukup untuk merapat kapal. Pada umumnya jetty digunakan untuk merapat kapal
tanker, kapal LNG, tongkang pengangkut batu bara. Berikut adalah ilustrasi dermaga tipe Jetty.

Gambar 2.11 Jetty untuk kapal tanker atau LNG

Gambar 2.12 Jetty untuk menambat 3 (tiga) kapal

9
Gambar 2.13 Jetty dan melabuhnya kapal

2.3.5 Dermaga tipe Dolphin


Struktur yang digunakan untuk bersandar di laut lepas. Dolphin ada dua jenis yaitu untuk menahan
benturan (bresting dolphin) di depan jetty dan untuk mengikat kapal di gunakan dolphi penambat
(mooring dolphin). Pada gambar berikut adalah ilustrasi Pelabuhan Niigata- Jepang, yang digunakan
untuk merapat kapal pada kedua sisinya. Kapal merapat pada bresting dolphin dan pengikat dilakukakn
dengan mooring dolphin (dolphin penambat)

Gambar 2.14 Bresting dolphin dan mooring dolphin

10
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Data- Data dalam Perencanaan Dermaga


Dalam perencanaan dermaga tentunya diperlukan pengumpulan data dan analisa. Data yang
digunakan pun harus sesuai dengan kenyataan dan dapat diterima kebenarannya artinya data –data tersebut
dikeluarkan dari pihak-pihak yang mampu bertanggung jawab. Contohnya data tersebut resmi dikeluarkan
/ diperoleh dari PT. Pelabuhan Indonesia atau berasal dari lembaga pengabdian masyarakat suatu institusi.
Adapun data-data yang harus dimiliki untuk merencanakan dermaga antara lain :
a. Data Topografi dan Bathymetri
b. Data Hyro-oceanography
c. Data penyelidikan tanah
d. Data kapal
e. Data struktur eksisting

3.1.1 Data Topografi dan Bathymetri


Data topografi digunakan untuk mendapatkan gambaran situasi dan ketinggian daerah studi yang
menyangkut sarana dan fasilitas dermaga. Sedangkan, data bathymetri digunakan untuk mengetahui
variasi kedalaman dan adanya benda penghalang/rintangan alur pelayaran di sekitar dermaga yang akan
direncanakan. Data data ini awalnya didapatkan melalui survey. Berikut adalah contoh penyajian data
topografi dan bathymetri.

11
12
3.1.2 Data Hydro-Oceanography
3.1.2.1 Data Pasang Surut
Data pasang surut digunakan untuk mengetahui batas muka air laut pada saat surut terendah / Low
Water Surface (LWS) dan batas muka air laut saat pasang / High Water Surface (HWS). LWS digunakan
untuk menentukan alur pelayaran kapal diperairan pelabuhan agar kapal yanng masuk mupun yang keluar
dan sebagaimana acuan untuk penetapan elevasi kontur tanah dan elevsi bangunan. Sedangkan HWS
diperlukan untuk menentukan elevasi muka dermaga dan penempatan fender.

Gambar 3.2 Kurva pasang surut


Pada gambar 3.2 merupakan contoh hasil pencatatan muka air laut sebagai fungsi waktu (kurva
pasang surut). Tinggi pasng surut adalah jarak vertikal antara air tertinggi (puncak air pasang) dengan air
terendah (lembah air surut) yang berurutan. Periode pasng surut adalah waktu yang diperlukan dari posisi
muka air pada muka air rerata ke posisi yang sama berikutnya. Periode pasang surut bisa 12 jam 25 menit
atau 24 jam 50 menit yang tergantung pada tipr pasng surut.

3.1.2.2 Data Arus


Data arus digunakan untuk merencanakan gaya horizontal yang mempengaruhi stabilitas truktur
dermaga. Data arus ini juga dapat mepengaruhi terhadap pemilihan lokasi benrdirinya dermaga. Data arus
diambil berdasarkan hasil pengukuran pada saat spring tide (bulan purnama) dan pada ssst bulan mati.
Dalam kasus ini data arus yang digunkan biasnya diambil yang maksimal.

13
3.1.2.3 Data Angin
Data angin biasanya digunakan dalam perhitungan beban lingkungan dimana besarnya beban
dihitung dengan mengalikan kecepatan angin yang menabrak sisi kapal. Berikut adalah contoh Persentase
Angin Tahunan yang terjadi di Tnjung Perak Tahun 1994 – 2003.

Gambar 3.3 Persentase Angin Tahunan dan wind Rose yang


terjadi di Tanjung Perak Tahun 1994 – 2003
Berdasarkan gamber tersebut dapat kita baca bahwasannya kecepatan angin maksimum dilokasi rencana
adalah arah tenggara dengan kecepatan maksimum 15 knot.

3.1.3 Data Penyelidikan Tanah


Data tanah biasanya digunakan sebagai perencanaan pondasi dalam sebuah dermaga. Untuk
mendapat paremeter-parameter tanah yang dibutuhkan dalam perhitungan, harga SPT (N) yang diperoleh
dari hasil pengetesan di lapangan harus dikoreksi terlebih dahulu terhadap kondisi muka air. Menurut
Terzaghi dan Peck bila tanah berada di bawah muka air laut maka perumusan harga N terkoreksi adalah

Berikut adalah data tanah yang diguankan dalam perencanaan dermaga :

14
15
3.1.4 Data Kapal
Data kapal digunakan dalam perencanaan Berthing Force dan penentuan dimensi vender. Berikut
adalah ukuran kapal yang umumnya diguankan sebagai acuan dalam desain dermaga.

Tabel 3.1 Ukuran kapal dan berbagai jenis (sumber OCDI)

3.1.4 Data Struktur Eksisting


Data stuktur eksisting di fungsikan untuk meliahat kondisi yang pada waktu terjadi.

Gambar 3.4 Kondisi eksistin Dermaga Banjarmasin

16
Gambar 3.5 Kondisi eksistin Dermaga Banjarmasin tampak depan dan samping

3.2 Tipe Tipe Dermaga


Berdasarkan pada bab sebelumya telah dijelaskan bahwa tipe dermaga dapat dibedakan menurut lokasi
dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
a. Wharf / Quay : Dermaga yang paralel dengan garis pantai dan biasanya berhimpit dengan garis
pantai.
b. Jetty / Pier : Dermaga yang menjorok ke Laut
c. Dolphin : Struktur yang digunakan untuk bersandar di laut lepas.
Sedengkan untuk menantukan tipe dermaga berdasarkan tipe kapal yang dilayani, terlebih dahulu
harus memahai tipe-tipe dari kapal yang ada.

Menurur Rubber Fender Design ada 8 jenis kapal antara lain :

a. General cargo
b. Oil Tanker
c. Container Ship
d. Ore Carrier
e. Gas Carrier

17
f. Car Carrier
g. Passenger Ship
h. Car Ferry

Dermaga yang melayani kapal minyak (tanker) dan kapal barang curah mempunyai kontuksi yang lebih
ringan dibandingkan dengan dermaga potongan (general cargo), karena dermaga tersebut tidak
memerlukan peralatan bongkar muat barang besar (kran), jalan kereta api, gudang-gudang dan sebagainya.
Untuk melayani kapal tersebut, penggunaan pier akan lebih ekonomis. Dermaga yang melayani barang
potongan dan peti kemas menemrima beban yang besar di atasnya, seperti kran barang yang dibongkar
muat peralatan transportasi (kereta api dan truk). Untuk keperluan tersebut dermaga tipe wharf akan lebih
cocok.

Gambar 3.6 Layout Dermaga Kapal Tanker

18
Gambar 3.7 Kozminio Port di Rusia

Pada gambar 3.6 dan gambar 3.7 terlihat bahwa tipe dermaga untuk kapal tanker lebih sederhana karena
poses pemindahan muatan menggunakan pipa-pipa, sehingga Platform dermaga tidak perlu tertalu lebar
karena crane serta truk tidak di perlukan.

Gambar 3.8 Jetty untuk kapal tanker atau LNG

19
Gambar 3.9 Layout dermaga untuk kapal General cargo

20
3.3 Fasilitas Dermaga berdasarkan Jenis Kapal yang Dilayani
Menurur Rubber Fender Design ada 8 jenis kapal antara lain :

a. General cargo
b. Oil Tanker
c. Container Ship
d. Ore Carrier
e. Gas Carrier
f. Car Carrier
g. Passenger Ship
h. Car Ferry
Namun pada makalah ini, penulis memberi batasan masalah yaitu fasilitas yang dibahas meliputi
fasilitas untuk dermaga general cargo dan dermaga bulk/ore carrier.

3.3.1 Fasilitas pada dermaga general cargo.

Gambar 3.10 Layout dermaga untuk kapal General cargo

Gambaran umum dari fasilitas dermaga untuk general cargo dapat dilihat pada gambar 3.10. Adapun
penjelasan dari masing-masing fasiltas yaitu :

21
1. Apron
Apron adalah halaman di atas dermaga yang membentang dari sisi muka dermaga sampai gudng
laut atau lapangan penumpukan terbuka. Apron digunakan untuk menempatkan barang yang akan
dinaikan ke kapal atau barang yang baru saja diturunkan dari kapal. Lebar apron tergantung pada jenis
muatan.

Gambar 3.11 Apron dermaga


2. Gudang Laut dan Lapangan PenumpukanTerbuka

Gudang laut adalah gudang yang berada di tepi perairan pelabuhan dan hanya dipisahkan dari air
laut oleh dermaga pelabuhan. Gudang ini difungsikan untuk menyimpan barang-barang yang baru saja
diturunkan dari kapal yang akan dimuat ke kapal, sehingga barang terlindungi dari hujan dan terik
matahari.

22
Gambar 3.12 Lapangan penumpukan terbuka untuk peti kemas

3. Gudang
Gudang (warehouse) digunakan untuk meyimpan barang dalam waktu lama. Gudang ini dibuat
agak jauh dari dermaga.
4. Bangunan Pendingin
Apabila barang yang memerlukan pendingin dikapalkan oleh kapal dengan pendingin dan
didistribuksikan ke daerah tujuan dengan kereta api truk, maka diperlukan bangunan pendingin di dermaga
sedemikian sehingga barang-barang beku tersebut tidak rusak.
5. Bangunan Penanganan barang umum
a. Derek kapal
b. Crane darat

Gambar 3.13 Derek kapal dan Crane darat


c. Crane terapung
d. Alat pengangkat muatan diatas dermaga

23
Gambar 3.14 Crane terapung

Gambar 3.14 forklift

24