Anda di halaman 1dari 3

Critical Appraisal Worksheet: Therapy Study (Randomized Controlled Trial)

Patient/Problem : Pilihan terapi pada pasien otomikosis


Intervention : Clotrimazole dan Miconazole
Comparison : Ketoconazole
Outcome : Terapi yang cocok untuk otomikosis

SCREENING
 Does the study question match your question?
 Was the study design appropriate?

VALIDITY
F: Patient Follow-Up
Dari 156 pasien yang didiagnosis otomikosis hanya
 Were all patients who entered the trial properly 135 kasus yang pemeriksaan nya positif dan
accounted for at its conclusion? Losses to follow-up
digunakan sebagai sampel. 21 pasien pasien lainnya
should be less than 20% and reasons for drop-out given.
termasuk kedalam kriteria eksklusi. Pasien yang
(apakah semua pasien masuk dalam kategori dalam
hilang dari follow up tidak dijumpai pada jurnal ini.
kesimpulan ? apakah lose to follow up kurang dari 20%
dan alasannya diberitahukan?
Pasien difollow up sampai sembuh ( pembersihan
 Was follow-up long enough? mycological lengkap) setiap minggu sampai 2 bulan
(apakah cukup waktu yang diperlukan?) kemudian

R: Randomization Ya, karena dari 156 pasien yang diduga otomikosis


 Were the recruited patients representative of the target tedapat 135 pasien yang benar-benar menderita
population? otomikosis baik secara klinis maupun secara kultur.
(apakah pasien ini representativ: mewakili populasi)

 Was the allocation (assignment) of patients to treatment Ya pengobatan dilakukan secara random.
randomized and concealed?
(apakah alokasi pengobatan secara random atau tidak)
I: Intention to Treat Analysis
 Were patients analyzed in the groups to which Tidak, jurnal tersebut tidak menggunakan subjek yang
they were randomized? random karena memiliki kriteria inklusi dan eksklusi
(apakah subjek yang digunakan random ?) yang harus dipenuhi untuk menjadi sampel.

 Were all randomized patient data analyzed? If Tidak ada informasi mengenai analisis data.
not, was a sensitivity or “worst case scenario” analysis
done?
(apakah semua data pasien dianalisis secara acak?)

S: Similar Baseline Characteristics of Patients Kelompok yang diuji tetap sama sebelum
 Were groups similar at the start of the trial? penatalaksanaan dan sesudah penatalaksanaan yaitu
(apakah sama kelompok yang digunakan dari awal sampe 135 sampel dimana 70 sampel diterapi menggunakan
akhir?) clotrimazole dan 65 sampel menggunakan
miconazole.
B: Blinding
 Were patients, health workers, and study personnel Tidak karena pasien dan dokter sama-sama
“blind” to treatment? mengetahui pengobatan apa yang diberikan. Hal ini
( Apakah pasien, pekerja, dan peneliti melakukan dapat dilihat dari adanya informed consent peneliti
pengobatan penyamaran?) terhadap pasien dan penatalaksanaan yang berbeda
langsung diberikan pada dua kelompok.

Dartmouth Biomedical Libraries 5/7/2018


Didalam jurnal tidak dijelaskan terdapat metode lain.
 If blinding was impossible, were blinded raters and/or
objective outcome measures used?
(Jika penyamaran tdak mungkin, apakah ada penelitian
dengan metode lain yang bisa digunakan?)
E: Equal Treatment Ya sama, karena selama perawatan pasien disarankan
 Aside from the experimental intervention, were the untuk menghindari air masuk ke dalam telinga,
groups treated equally? menjaga telinga tetap kering, meneteskan antijamur
(Apakah perlakuan pada kelompok sama?) sebanyak 3 tetes tiga kali dalam sehari.

Conflict of Interest
Ya, karena ada jurnal yang mendukung bahwa obat
 Are the sources of support and other potential conflicts of yang diuji merupakan turunan sintesis dari kelompok
interest acknowledged and addressed?
imidazole dan memiliki efek menghambat sitokrom
(apakah penelitian yang dilakukan memiliki sumber yang
P450, enzim lanosterol 14 D-metilase yang berfungsi
mendukung)
merusak sintesis ergosterol pada membran jamur.

Summary of Article’s Validity


 Notable study strengths or weaknesses or concerns? Jurnal nya tidak menjelaskan analisis data yang
(kelebihan dan kelemahan dari jurnal) digunakan. Tidak terdapat kontrol yang merupakan
guideline keberhasilan terapi.

 How serious are the threats to validity and in what Dalam penelitian ini terdapat perbedaan antara
direction could they bias the study outcomes? pengobatan dengan clotrimazole dan miconazole. Dan
(Seberapa serius penanganan terhadap validitas? Dan clotrimazole lebih efektif daripada miconazole.
apa bias dari penelitian) Faktor-faktor bias dalam penelitian : riwayat penyakit
terdahulu, infeksi bakteri lokal.

CLINICAL IMPORTANCE

How large was the treatment effect? (see below) Efektifitas pengobatan dengan clotrimazole sebesar
Seberapa besar efek pengobatan? 94,28% (66 kasus) yang berhasil dengan terapi obat
tersebut.

Didalam jurnal tidak dijelaskan nilai p-value.


How precise was the treatment effect? (confidence
interval; in its absence p-value tells statistical
significance)

Outcome Present Outcome Absent


EER (Experimental Event Rate)
Clotrimazole 54 11 a
a+b
CER (Control Event Rate)
Miconazole 66 4 c
c+d

RRR [RRI] ARR [ARI] NNT [NNH]


Relative Risk Absolute Risk Numbers Needed to
Reduction/Increase Reduction/Increase Treat/Harm
(CER-EER) 1
CER EER CER-EER
CER ARR
0,94 0,83 0,13 0,11 9,09

Dartmouth Biomedical Libraries 5/7/2018


EER (experimental event rate). Proporsi kelompok clotrimazole mendapatkan hasil sebesar 0,94

CER (control event rate). Proporsi kelompok miconazole mendapatkan hasil sebesar 0,83.

ARR (absolute risk reduction). Selisih kegagalan pengobatan clotrimazole di bandingkan dengan
pengobatan miconazole pada penatalaksanaan otomikosis sebesar 11%.

RRR (relative risk reduction). Sebesar 0,11 pengobatan clotrimazole dapat menurunkan kegagalan
terapi. Artinya pengobatan dengan clotrimazole dapat menurunkan kegagalan sebanyak 11%
dibandingkan dengan pengobatan miconazole pada otomikosis. Jadi hasil RRR tidak bermakna
secara klinis, karena nilai RRR= 11 % <50%. Dikatakan nilai RRR bermakna, apabila RRR= >50%

NNT (number needed to treat). Diperlukan 9 orang yang diberi obat clotrimazole selama 1 bulan,
untuk mencegah satu hasil buruk (kegagalan dalam pengobatan).

APPICABILITY
Is our patient so different from those in the Pasien kita tidak begitu berbeda dengan sampel
study that its results cannot apply? penelitian ini.
(apakah pasien kita berbeda dengan yang ada di
penelitian sehingga hasilnya tidak dapat di
aplikasikan?)

Is the treatment feasible in our setting? Ya.


(Apakah terdapat sediaan nya?)

KESIMPULAN :
1. Jurnal dinyatakan valid karena dari 8 item pertanyaan terdapat 6 pertanyaan yang termasuk
kategori valid (>4 item).
2. Berdasarkan hasil NNT=9, terapi dengan clotrimazole dinyatakan efektif karena nilainya ≥4.
3. Hasil penelitian dapat diterapkan pada pasien otomikosis.

Adapted from “Expanded Critical Appraisal Worksheet with Key Learning Points” Duke Program on Teaching Evidence Based
Practice and Oxford Centre for Evidence-Based Medicine “Critical Appraisal Form for Single Therapy Studies”. Definitions
adapted from http://www.cebm.utoronto.ca/glossary/ (Centre for Evidence-based Medicine).

Dartmouth Biomedical Libraries 5/7/2018