Anda di halaman 1dari 19

CLASSIS REPILIA

MEMAHAMAI STRUKTUR DASAR TUBUH KADAL (Mabouya multifasciata)

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas

Mata Praktikum Zoologi Vertebrata

Yang Di Ampu Oleh :

Dr. Hening Widowati, M.Si

Suharno Zen, M.Sc

Oleh :

Kelompok 1B

1. Danny Azhari 16320031


2. Eka Zulfitri 16320041
3. Mariana Sari 16320034
4. Putri Agustina 16320036

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
MEI 2018
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah tentang ”
classis repiliamemahamai struktur dasar tubuh kadal (Mabouya multifasciata)” ini
dengan tepat waktu. Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu kami
banyak menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu,kami menyadari sepenuhnya bahwa dari segi susunan
kalimat maupun bahasa masih terdapat banyak kesalahan. untuk itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Wassalamualaikum wr.wb.

Metro,Mei 2018

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Kajian Al-Qur’an
B. Latar Belakang
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan

BAB II TINJAUAN PUASTAKA

A. Kajian Pustaka
B. Klasifikasi dan Alasan

BAB III PEMBAHASAN

A. Sistem Inspectio pada kadal (Mabouya multifasciata)


B. Sistem Integumen pada kadal (Mabouya multifasciata)
C. Sistem Respiratoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
D. Sistem Circulatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
E. Sistem Skleton pada kadal (Mabouya multifasciata)
F. Sistem Digestoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
G. Sistem Urogenetalia pada kadal (Mabouya multifasciata)
H. Sistem Musculatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan 19
B. Saran 19

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Kajian Al-Qur’an

‫يُوقِنُونَ ِلقَ ْوم آيَات َدابَّة ِم ْن يَبُث َو َما خ َْل ِق ُك ْم َوفِي‬


Artinya :

“Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di
muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini” (Quran
Surat Al : Jasiyah :4)

B. Latar Belakang
Kadal merupakan organisme reptil yang berjalan dengan melata, memiliki
dua pasang kaki dan biasanya dapat kita temui di persawahan ataupun di area
perkebunan. Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat
tanduk dipermukaannya tanpa danya kelenjar-kelenjar lendir. Warna pada kadal
dapat berbeda-beda berdasarkan lingkungan atau umur kadal itu sendiri.
Kadal (Mabouya multifasciata) hidup di daerah tanah basah atau lembab.
Tubuh kadal terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput) yang terdiri dari mata,
lubang hidung dan telingga. Badan (truncus) yang terdiri dari telingga hingga kloaka
dan yang terakhir yaitu bagian ekor (cauda) yang
memiliki bentuk bulat meruncing ke ujung. Kadal mempunyai sepasang anggota
depan (extrimitas anterior) dan sepasang anggota belakang (extrimitas posterior).
Masing-masing terdiri atas lima jari dan kuku-kuku yang cocok untuk berlari,
mencengkeram, dan naik ke pohon.
Kadal dipilih sebagai preparat praktikum karena ukuran kadal yang relatif sedang.
Struktur anatominya mudah diamati dan dipelajari bagian-bagiannya. Selain itu kadal
juga mudah didapat dan harganya relatif terjangkau.

C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem Inspectio pada kadal (Mabouya multifasciata)?
2. Bagaimana sistem Integumen pada kadal (Mabouya multifasciata) ?
3. Bagaimana sistem Respiratoria pada kadal (Mabouya multifasciata)?
4. Bagaimana sistem Circulatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)?
5. Bagaimana sistem Skleton pada kadal (Mabouya multifasciata)?
6. Bagaimana sistem Digestoria pada kadal (Mabouya multifasciata)?
7. Bagaimana sistem Urogenetalia pada kadal (Mabouya multifasciata)?
8. Bagaimana sistem Musculatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)?

D. Tujuan
1. Untuk mengetahui sistem Inspectio pada kadal (Mabouya multifasciata)
2. Untuk mengetahui sistem Integumen pada kadal (Mabouya multifasciata)
3. Untuk mengetahui sistem Respiratoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
4. Untuk mengetahui sistem Circulatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
5. Untuk mengetahui sistem Skleton pada kadal (Mabouya multifasciata)
6. Untuk mengetahui sistem Digestoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
7. Untuk mengetahui sistem Urogenetalia pada kadal (Mabouya multifasciata)
8. Untuk mengetahui sistem Musculatoria pada kadal (Mabouya multifasciata)
BAB II
A. Kajian Pustaka
Sukiya (2001: 49) menyatakan bahwa reptil yang masih hidup dispesieskan
6000 spesies. Reptil adalah keturunan vertebrata yang mendomnasi era mozoid.
Keberhasilan reptil ini didukung oleh cara melindungi embrionya. Habitat reptil ini
biasanya tergantung pada air paling tidak berupa lingkungan yang basah.
Origa (2012: 46) menyatakan bahwa indonesia memiliki 6000 spesies reptil
tersebar luas di asia tenggara. Reotil hidupnya ada yang bersifat fosorial,
arboreal, terestria, dan aquatik. Umumnya reptil aktif pada malam hari namun
ada juga yang aktih pada siang hari.
Wijayanti (2014: 204) menyatakan bahwa kelas reptilia memiliki perbedaan
dengan mamalia karena reptilia bersifat ekstoterm (suhu tubuh tergantung
lingkungan) metabolisme kreatif cenderung lambat. Cara hidup yang unik dan
habitatnya yang spesifik.
Yudha (2016: 31) menyarakan bahwa kadal dan ular merupakan dua
kelompok hewan anggota ordo squamata, kelas reptil. Edua kelompok hewan
reptil ini secara umum hidup diair. Beberapa jenis-jenis ular dan kadal
mempunyai manfaat atau dimanfaatkan untuk dijadikan hewan peliharaan dan
kadang dapat dikonsumsi.
Zuqistya (2015: 32) menyatakan bahwa reptil (binatang melata) adalah
sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik
yang menutupi tubuhnya. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat
tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran
amniotik.
Firdaus (2016: 41) menyatakan bahwa Mayoritas reptil adalah ovipar
(bertelur) meski beberapa spesies Squamata bersifat vivipar (melahirkan). Reptil
vivipar memberi makan janin mereka menggunakan sejenis plasenta yang mirip
dengan mamalia. Ukuran reptil bervariasi, dari yang berukuran hingga 1,6 cm
hingga berukuran 6 m dan mencapai berat 1ton.Cabang ilmu pengetahuan alam
yang mempelajari reptil adalah herpetologi.
B. Klasifikasi dan Alasan
Kingdom : Animalia : Karna kadal merupakan
organisme hidup yang dapat
bergerak bebas
Phylum : Chordata : Karna kadal memiliki
chordodorsalis atau kerangka
sumber primer tali panjang
pada punggung sampai ekor
Subphylum : Vertebrata : Karna kadal merupakah
hewan yang memilikki tulang
belakang
Classis : Reptilia : Karena kadal bergerak
dengan cara melata
Ordo : Squamata : Karna kadal memiliki tubuh
yang dilindungi oleh sisik
Subordo : Lacertilia : Karna kadal mempunyai
pertulangan lengan atas dan
belakang dengan baik.
Familia : Scinidae : Karna kadal memiliki tubuh
ramping
Genus : Mabouya : Karna merupakan tergolong
jenis kadal
Species : Mabouya : Karna kadal banyak
multifasciata ditemukan di muka bumi.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Sistem Inspectio kadal (Mabouya multifasciata)


Gambar Internet Gambar Pengamatan

Spesies Mabouya multifasciatamerupakan hewan yang masuk dalam kelas reptilia dan
ordo squamata. Kami mengamatan morfologi kadal adalah bagian-bagian kadal dibagi
menjadi empat yaitu kepala, leher, badan dan ekor. Bagian kepala terdapat hidung, mata,
mulut, pada mulut terdapat choana priver, dentes, palatum, choana sekunder, ostium tubuli
auditif, faring rima glatis dan lingua titida pada kadal alat pendengaranya berupa membran
timfani. Bentuk kepala kadal pipih dan meruncing ke bagian ujungnya, di bagian kepala
terdapat organ-organ seperti sepasang mata, sepasang lubang hidung di ujung
moncongnya, dan telinga yang kecil. kadal biasanya mempunyai dua pasang anggota
badan yang bersifat pentadaktil yaitu anggota depan dan anggota belakang. Membrana
tymphani tidak cembung dan celah auris externa jelas dapat dilihat. Palpebra superior dan
inferior dapat digerakkan, juga membrana niktitans.

Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering tanpa lendir dengan sisik-sisik zat tanduk
dipermukaannya. Pada alat geraknya kadal mempunyai kaki empat dimana pada bagian
depan terdiri dari branchium di bagian paling atas, ante branchium dibawah branchium,
manus adalah telapak tangan dan digiti (jari-jari) terdapat 5 pasang. Pada tiap digiti terdapat
cakar-cakar yang berfungsi untuk membunuh mangsa. Pada kaki bagian belakang terdiri
dari femur, crus, pes dan digiti. Digiti pada bagian kaki depan dan belakang berbeda dimana
perbedaanya terdapat pada ibu jarinya. Ekor pada kadal mempunyai panjang dua kali
panjang tubuhnya. Sisik pada kadal bersifat halus dan mengkilat pada bagian belakng
terdapat sisik sosmoid. warna ini sesuai denganumur dan juga pengaruh lingkungan
hidupnya. berkulit mengkilap dan mempunyai warna kehijauan sampai coklat.

Spesies Mabouya multifasciatamerupakan hewan yang masuk dalam kelas reptilia dan
ordo squamata. Kami mengamatan morfologi kadal adalah bagian-bagian kadal dibagi
menjadi empat yaitu kepala, leher, badan dan ekor. Bagian kepala terdapat hidung, mata,
mulut, pada mulut terdapat choana priver, dentes, palatum, choana sekunder, ostium tubuli
auditif, faring rima glatis dan lingua titida pada kadal alat pendengaranya berupa membran
timfani. Bentuk kepala kadal pipih dan meruncing ke bagian ujungnya, di bagian kepala
terdapat organ-organ seperti sepasang mata, sepasang lubang hidung di ujung
moncongnya, dan telinga yang kecil. kadal biasanya mempunyai dua pasang anggota
badan yang bersifat pentadaktil yaitu anggota depan dan anggota belakang. Membrana
tymphani tidak cembung dan celah auris externa jelas dapat dilihat. Palpebra superior dan
inferior dapat digerakkan, juga membrana niktitans.Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang
kering tanpa lendir dengan sisik-sisik zat tanduk dipermukaannya.

Pada alat geraknya kadal mempunyai kaki empat dimana pada bagian depan terdiri dari
branchium di bagian paling atas, ante branchium dibawah branchium, manus adalah telapak
tangan dan digiti (jari-jari) terdapat 5 pasang. Pada tiap digiti terdapat cakar-cakar yang
berfungsi untuk membunuh mangsa. Pada kaki bagian belakang terdiri dari femur, crus, pes
dan digiti. Digiti pada bagian kaki depan dan belakang berbeda dimana perbedaanya
terdapat pada ibu jarinya. Ekor pada kadal mempunyai panjang dua kali panjang tubuhnya.
Sisik pada kadal bersifat halus dan mengkilat pada bagian belakng terdapat sisik
sosmoid. warna ini sesuai denganumur dan juga pengaruh lingkungan hidupnya. berkulit
mengkilap dan mempunyai warna kehijauan sampai coklat.
B. Sistem Integumen kadal (Mabouya multifasciata)
Gambar Internet Gambar Pengamatan

Sistem integument adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan,


melindungi, dan menginformasikan Hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini
seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu,
sisik, kuku, kelenjar keringatdan produknya (keringatataulendir).

Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan yang terdapat
pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, kuli tmerupakan organ
yang paling luas permukaan yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit
sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia.Cahaya matahari mengandung sinar
ultra violet dan melindungi terhadap mikroorganisme serta menjaga keseimbangan
tubuh.misalnya menjadi pucat kekuning-kunigan, kemerah-merahan atau suhu kuli
tmeningkat.Gangguan psikis juga dapat mengakibatkan kelainan atau perubahan pada kulit
misalnya karena stres, ketakutan, dan keadaan marah akan mengakibatkan perubahan
pada kulit wajah.

Sisik-sisik pada tubuh bagian atas atau punggung dikenal sebagai sisik dorsal atau
kostal (costal). Sisik-sisik ini tersusun sebagai genting, yang disebut susunan imbrikata
(imbricate), serupa dengan susunan sisik pada tubuh kadal dan bunglon. Sisik-sisik dorsal
tersusun berderet-deret di sepanjang tubuhnya, deretan berikutnya terletak sedikit bergeser,
sehingga sisik-sisik ini –dari satu deret ke deret sebelahnya- nampak lurus pada garis
diagonal. Kebanyakan jenis ular memiliki deretan sisik yang ganjil jumlahnya, kecuali pada
beberapa spesies semisal ular sapi (Zaocys). Sementara, pada beberapa spesies ular laut
dan ular-ular akuatik lainnya, sisik-sisik ini berbutir-butir (granular) dan deretannya tak bisa
dihitung.

C. Sistem Respiratoria kadal (Mabouyamultifasciata)


Gambar Internet Gambar Pengamatan

Sistem pernapasan pada hewan reptil dibantu oleh gerakan rongga dada. Tidak seperti
sistem pernapasan pada manusia, reptil tidal meiliki sekat diafragma dan pernapasan diatur
oleh otot intercostae. Ketika otot intercostae berkontraksi rongga dada membesar dan
volume udara mengecil dan udara masuk melalui lubang hidung dan selanjutnya diteruskan
ke laring, trakea dan paru-paru. Ketika otok intercostae berelaksasi rongga dada mengecil
dan udara yang mengandung karbon dioksida akan keluar melalui lubang hidung.

Sama seperti paru-paru hewan mamalia, dinding alveoli reptil dikelilingi pembuluh kapiler
yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara. Pertukaran udara terjadi di alveoli
kemudian oksigen akan diikat oleh hemoglobin dalam sel darah merah. Pada beberapa
spesies ordo Crocodilia reptil termasuk buaya, pernapasan juga dibantu oleh otot-otot hati
atau visera. Pada buaya, otot visera berhubungan langsung dengan tulang rusuk. Pada saat
otot visera berkontraksi rusuk akan bergerak ke depan dan menghisap udara masuk ke
dalam rongga dada. Gerakan pada otot visera ini sama seperti gerakan saat menarik piston.

Sebagian besar reptil tidak memiliki palatum (atap rongga mulut) sekunder. Hal ini
mengakibatkan reptil harus menahan napas ketika menelan makanan. Spesies lain seperti
buaya telah berevolusi dan memiliki rongga mulut sekunder yang memungkinkan mereka
untuk tetap bernapas saat menyelam. Sementara itu, ular dapat mengembangkan trakeanya
menjadi lebih luas, dan memungkinkan ular dapat menelan mangsanya tanpa merasakan
sesak napas.

D. Sistem Cirkulatoriakadal (Mabouya multifasciata)

Gambar Internet Gambar Pegamatan

Sistem Peredaran Darah pada Kadal (Reptil) - Alat pemompa darah atau jantung
reptilia memiliki struktur yang berbeda dibandingkan ikan dan katak. Ini ditunjukkan dari
ventrikelnya yang memiliki sekat (septum) tak sempurna. Apabila ventrikel berkontraksi,
lubang sekat ini akan menutup, sehingga sesaat ventrikel terbagi menjadi dua bagian yang
terpisah, yakni ventrikel kanan dan kiri. Meskipun demikian, jantung reptilia dianggap
memiliki tiga bagian, meliputi atrium kanan, atrium kiri, dan ventrikel yang bisa memodifikasi
diri.

Adapun pada atrium reptilia, terdapat sekat (septum) sempurna, yang menjadikan
darah dari kedua atrium tidak bercampur. Ada juga sekat ventrikel reptilia yang hampir
sempurna, contohnya buaya. Sekat di antara ventrikel buaya ini disebut foramen panizzae,
yang berfungsi mengedarkan oksigen (O2) ke seluruh jaringan tubuh dan juga menjaga
keseimbangan tekanan cairan pada jantung saat buaya menyelam dalam air.

Saat darah reptilia beredar, darah yang mengandung karbondioksida (CO2) dari
seluruh jaringan tubuh dialirkan menuju sinus venosus. Setelah itu, darah menuju atrium
kanan, dan dilanjutkan ke ventrikel. Berikutnya, darah mengalir menuju arteri pulmonalis dan
akhirnya masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, kandungan gas karbondioksida (CO2)
dalam darah dilepaskan, sementara gas oksigen (O2) diikat.

Darah yang berasal dari paru-paru akan menuju atrium kiri melalui vena pulmonalis.
Selanjutnya, darah mengalir menuju ventrikel yang diteruskan menuju aorta. Aorta terbagi
atas dua lung aorta, yang arahnya ke kanan dan ke kiri. Lung aorta kanan membawa darah
yang berasal dari ventrikel kiri untuk diedarkan ke kepala dan anggota tubuh (organ) bagian
depan. Sementara lung aorta kiri membawa darah yang berasal dari ventrikel kiri untuk
dialirkan ke seluruh anggota tubuh (organ) bagian belakang.

E. Sistem Skleton kadal (Mabouyamultifasciata)


Gambar Internet Gambar Pengamatan

Sistem rangka pada kadal (mabauya multifasciata) dapat di bedakan menjadi dua bagian
yaitu endoskeleton dan ensoskeleton.

a. Eksoskeleton, berasal dari epidermis, berupa sisik menanduk yang menyelubungi


permukaan tubuhnya, posisi seperti sususnan genting, bentuk sisik berbeda antara bagian
kepala,badan, ekor.

b. Endoskeleton , terdiri dari sekeleton aksial dan apendikular. Sekeleton aksial terdiri
tengkorak, kolumna, perebralis, sternum dan rusuk.

Vertebrae ekor tidak menulang secara sempurna, ekor mudah putus, tetapi cacat
mengalami regenerasi. Columna vertebrae terbagi menjadi servikal, torax, lumbar, sakral,
dan kaudal. Ada tulang rusuk yang bebas. Tulang-tulang sebagian terdiri atas kartilago.
Kolumna vertebralis dengan otot-otot segmental yang nampak jelas.

F. Sistem Digestoria kadal (Mabouyamultifasciata)


Gambar Internet Gambar Pengamatan

1.Mulut
Makanan akan diingesti ke dalam rongga mulut reptil yang akan mengalami pencernaan
secara mekanik maupun kimiawi. Mulut disusun oleh sel-sel bersilia yang mengsekresikan
mukus/lendir untuk membantu melumasi makanan agar mudah ditelan. Pada reptil
pemakan daging (karnivora), mulut dilengkapi dengan gigi-gigi yang tajam yang membantu
menangkap objek makanannya. Sedangkan pada reptil herbivora, terdapat gigi yang
sederhana dalam rongga mulutnya. Keberadaan kerikil-kerikil kecil dalam lambung yang
dikenal dengan “gastrolit” juga membantu kerja gigi dalam mencerna makanan di dalam
mulut. Beberapa reptil bahkan memiliki lidah panjang yang dapat dijulurkan ke luar guna
mendeteksi panas yang dipantulkan dari tubuh mangsanya, juga dapat digunakan untuk
menagkap mangsanya dan digunakan untuk minum. Rahang atas dan rahang bawah reptil
tidak menyatu, hal ini memungkinkan reptil untuk memangsa hewan yang berukuran lebih
besar dari dirinya. Kelenjar ludah mebnghasilkan saliva yang mengandung enzim
pencernaan. Beberapa reptil, memiliki kelenjar racun di dalam rongga mulut yang berfungsi
untuk melumpuhkan mangsanya.
2.Esofagus
Esofagus pada reptil memiliki panjang yang bervarian tergantung spesiesnya. Esofagus
disusun atas sel-sel bersilia dan sel goblet yang menghasilkan lendir/mukus. Saluran
esofagus akan menghantarkan makanan dari mulut menuju lambung melalui gerakan
peristaltik yang dibantu oleh otot-otot penyusun dinding esofagus. Di dalam esofagus tidak
terjadi proses pencernaan.

3.Lambung
Lambung akan meneruskan pencernaan dari mulut. Dinding-dinding lambung melepaskan
enzim-enzim pencernaan dan getah lambung (HCL) kemudian membantu memecah
senyawa protein. Setelah itu, makanan akan dialirkan menuju usus halus melalui sfingter
piloris.

4.Intestinum(UsusHalus)
Usus halus merupakan organ terpanjang pada sistem pencernaan. Duodenum merupakan
bagian usus halus yang pertama kali menerima kim dari lambung. Kelenjar-kelenjar
pencernaan, hati, dan pankreas membantu mencerna makanan secara kimiawi dengan
mengeluarkan sekretnya (tidak terjadi pencernaan mekanik di usus halus). Pankreas
mengeluarkan enzim-enzim ke dalam lumen duodenum yang akan membantu
menghidrolisis makanan yang mengandung karbohidrat oleh karbohidrase, lemak oleh
lipase, dan protein oleh proteinase. Garam empedu yang disimpan di dalam kantung
empedu merupakan hasil perombakan sel darah merah yang telah usang. Garam empedu
disekresikan ke lumen duodenum untuk membantu dalam pencernaan lemak dan
penyerapan vitamin yang terlarut dalam lemak. Selain itu, di dalam garam empedu terdapat
zat warna “urobilin” yang akan mewarnai feses.

Lebih jauh lagi, dinding duodenum juga menghasilkan enzim pencernaan yang
membantu melumatkan lebih dalam kim yang berasal dari lambung. Pencernaan terus
berjalan seiring dengan didorongnya partikel-partikel makanan menyusuri jejenum melalui
gerakan peristaltik otot-otot usus. Penyerapan sari-sari makanan berlangsung di usus ileum
yang memilki pembuluh darah dan limfe disepanjang dinding ileum. Adanya pelipatan sel
epitelium dinding ileum yang disebut dengan “jonjot vili” membuat luas permukaan
penyerpan usus semakin luas.

5.UsusBesar
Makanan yang tidak dicerna didorong menuju usus besar. Terdapat sekum yang pendek
yang membatasi antara usus halus dengan usus besar. Sekum berkembang baik pada reptil
pemakan tumbuhan (herbivora). Di dalam usus besar, reptil akan mengalami pembususkan
dan pengurangan kadar air. Dinding-dinding sel usus besar menyerap kelebihan air dan
nutrisi penting yang belum diserap saat di bagian ileum.

6.Kloaka
Merupakan muara tiga saluran, urin, reproduksi dan pencernaan. Kloaka merupakan muara
menjadi tiga bagian:
1. Korprodaeum : tempat keluar dari sistem pencernaan
2. Uradaeum : menerima dari saluran urin dan sel kelamin
3. Proctodaeum : daerah pengumpul.

G. Sistem Urogenital kadal (Mabouyamultifasciata)


Gambar Internet Gambar Pengamatan

Sistem urogenitalia merupakan gabungan dari sistem urinari atau ekskresi dan
sistem genitalis merupakan Sistem yang berbeda dalam fungsinya. Namun secara
anatomi kedua sistem tersebut memiliki hubungan yang erat karena ada lubang
pembuluh dan lubang pelepasan yang digunakan secara bersama-sama.

1. Sistem Genitalia Jantan

a. Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan
terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke
depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.

b. Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran
ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis.
Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus
testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada
kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu
lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.

2. Sistem Genitalia Betina

a. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-


benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.

b. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga
selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat
glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel
telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan
cangkang kapur.

3. Sistem Ekskresi Reptilia.

Tipe ginjal pada Reptilia adalah metanefros. Pada saat embrio,Reptilia memiliki ginjal tipe
pronefros, kemudian pada saat dewasa berubahmenjadi mesonefros hingga
metanefros.Sistem ekskresi pada Reptilia, menggunakan tipe ginjal metanefros. Hasil
ekskresi pada Reptilia adalah asam urat. Asam urat ini tidak terlalu toksik jika dibandingkan
dengan amonia yang dihasilkan oleh Mammalia. Asam urat dapat juga diekskresikan tanpa
disertai air dalam volume yang besar. Asam urat tersebut dapat diekskresikan dalam bentuk
pasta berwarna putih. Beberapa jenis Reptilia juga menghasilkan amonia. Misalnya, pada
buaya dan kura-kura. Penyu yang hidup di lautan memiliki kelenjar ekskresi untuk
mengeluarkan garam yang dikandung dalam tubuhnya. Muara kelenjar ini adalah di dekat
mata. Hasil ekskresi yang dihasilkan berupa air yang mengandung garam. Ketika penyu
sedang bertelur, kita seringkali melihatnya mengeluarkan semacam air mata. Namun, yang
kita lihat sebenarnya adalah hasil ekskresi garam. Ular, buaya, dan aligator tidak memiliki
kandung kemih sehingga asam urat yang dihasilkan ginjalnya keluar bersama feses melalui
kloaka
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan tehadap kadal dapat disimpulkan
bahwa sistem inspectio pada kadal dapat dibedakan antara caput (kepala),truncus (
badan),dan cauda ( ekor). Sistem integumen pada kadal berupa sisik berbentuk segi enam,
sisik itu merupakan modifikasi dari lapisan kulit luar yang mengeras oelh zat tanduk.Sistem
skeleton pada kadal dapat dibedakan menjadi dua yauitu endoskeleton dan eksoskeleton.
Sistem sirkulasi pada kadal berupa jantung yang memiliki empat ruang yaitu antrium kanan,
antrium kiri, vetrikel kanan dan ventrikel kiri. Sistem respirasi kadal berupa paru-paru, yaitu
mulai dari rongga hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Sistem urogenital kadal jantan
berupa testis yang berbentuk oval berjumlah sepasang dan yang betina beruapa ovarium
yang berjumlah sepasang. Sistem digestoria pada kadal di mulai dari mulut, esofagus,
lambung, usus dan kloaka.

B. SARAN

`Pembahasan untuk materi ini di perlukan pemahaman yang dalam dan di perlukan
banyak referensi, karena masih banyak berbagai informasi yang harus di ketahui.
DAFTAR PUSTAKA

Firdaus. 2016. ZOOLOGI VERTEBRATA Dasar-dasar Taksonomi dan Keanekaragaman

Vertebrata.jakarta : untirta press

Origa, wilson.2012. Jenis-Jenis Kadal Di Hutan Harapan Jambi. Jurnal Biologi. Vol (1).

Hal. 82-86. Universitas Andalas.

Sukiya.2010.Biologi Vertebrata. Yogyakarta: JICA.

Wijayanti. 2014. Profil Farmakokinetik Amikasin Pemberian Intravena Melalui Vena Pada
Ular Sanca Batik. Jurnal Veteriner. Vol 15. N0 1. Hal 123-129. Universitas Gajah Mada.

Yudha, satria. 2016. Keanekaragaman jenis kadal ordo squamata disepanjang sungai code
daerah istimewa yogyakarta. ISSN 2527-3233.

Zuqiatya, Nilla. 2015. Vertebrata. Jakarata: UIN Hidayatullah.