Anda di halaman 1dari 14

A.

ANALISA DATA
1. Data Fokus
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF

1. Terdapat penduduk yang tidak bisa menerapkan cuci 1. Terdapat keluarga yang
tangan dengan benar sebanyak 32% (260 orang). memiliki kondisi SPAL tidak
2. Sebanyak 13% (106 orang) hanya menggunakan air lancar sebanyak 1% (2 KK)
mengalir sebagai sarana cuci tangan 2. Masih adanya keluarga yanng
3. Penduduk yang mencuci tangan tidak pada semua tidak memiliki tempat sampah
momen sebanyak 80% (652 orang) yang tertutup sebanyak 41%
4. Penduduk yang memiliki resapan septic tank < 10 (75 KK)
meter sebanyak 29% (53 KK) 3. Kondisi rumah secara umum
5. Penduduk di Banjar Jurang Asri, Desa Peguyangan kurang bersih sebanyak 11%
Kangin yang pengolahan limbah air dapurnya dengan (20 KK)
cara dibuang ke selokan dan ke halaman sebanyak 18% 4. Kondisi luar rumah yang
(33 KK). dimiliki kurang bersih
6. penduduk di Banjar Jurang Asri, Desa Peguyangan sebanyak 23% (42 KK)
Kangin yang cara mengolah limbah air kamar 5. Masih adanya lantai rumah
mandinya dengan cara dibuang ke halaman dan selokan yang tidak di ubin sebanyak
sebanyak 52% (97 KK). 4% (7 KK)
7. Terdapat penduduk yang mengolah sampah dengan 6. Adanya keluarga tidak
cara dibakar sebanyak 22% (40 KK), dibuang ke sungai memiliki tanaman obat
sebanyak 2% (4 KK) dan dikubur sebanyak 1% (2 KK). keluarga (TOGA) sebanyak
8. Adanya keluarga yang memiliki kebiasaan mandi < 2 92% (170KK)
kali sehari sebanyak 3% (5 KK). 7. Adanya keluarga yangtidak
9. Terdapat keluarga yang memiliki kebiasaan memiliki pekarangan rindang
menggunakan handuk dalam keluarga secara bersama- sebanyak 32% (59 KK)
sama sebanyak 6% (12 KK). 8. Masih ada yang belum
10. Adanya keluarga yang memiliki kebiasaan memiliki sarana P3K sebanyak
membersihkan bak mandi/penampungan air > 59% (110 KK)
seminggu sebanyak 34% (62 KK) 9. Adanya keluarga yang
11. Sebanyak 3% (5 KK) tidak pernah didatangi petugas memiliki jarak antar rumah < 5
pemeriksaan jentik nyamuk meter sebanyak 32% (59 KK)
12. Terdapat penduduk yang memiliki kebiasaan merokok 10. Ada keluarga yang memiliki
di luar ruangan sebanyak 51% (94 KK) dan di dalam kandang hewan sebanyak 63
ruangan sebanyak 5% (10 KK) KK,dengan kondisi kandang
13. Sebanyak 69% (127 KK) tidak pernah mendapatkan tidak bersih sebanyak 25% (16
penyuluhan kesehatan KK)
14. Adanya penduduk sebanyak 21% (38 KK) tidak 11. Jarak kandang < 10 meter dari
memiliki anggaran khusus untuk jaminan kesehatan tempat tidur sebanyak 25% (13
15. Penduduk mengatakan tidak ada penanganan polusi KK)
udara, air, tanah sebanyak 83% (170 KK). 12. Adanya keluarga yang
16. Seluruh penduduk mengatakan tidak terdapat memiliki barang bekas/tempat
spanduk/baliho sebanyak 100% (185 KK). penampungan air sebanyak
17. Penduduk mengatakan tidak tersedia media informasi 28% (52 KK)
kesehatan sebanyak 5% (40 KK).
18. Terdapat bayi/balita yang tidak mendapatkan ASI
eksklusif sampai usia 6 bulan sebanyak 16% (12
bayi/balita).
19. Terdapat penduduk di Banjar Jurang Asri Desa
Peguyangan Kangin yang memberikan makanan
tambahan selain ASI Ekslusif (khusus usia 0-6 bulan)
sebanyak 35% (12 bayi/balita).
20. Adanya bayi yang diberikan susu formula sejak lahir
yaitu yaitu 84% (63 bayi/balita), 2 bulan 3% (8
bayi/balita) dan 4 bulan 10% (8 bayi/balita)
21. penduduk di Banjar Jurang Asri Desa Peguyangan
Kangin yang memberikan makanan tambahan selain
ASI < 6 bulan sebanyak 16% (12 bayi/balita) dengan
makanan tambahan berupa bubur, nasi dan buah
22. Bayi/balita yang tidak pernah diajak ke pelayanan
kesehatan sebanyak 1% (1 bayi/balita) dan kadang-
kadang sebanyak 21% (30 bayi/balita).
23. Rata-rata penghasilan penduduk perbulan < 2.173.000
sebanyak 24% (45 KK)
24. Remaja yang tidak mendapatkan penyuluhan kesehatan
dari petugas kesehatan sebanyak 47% (92 orang).
25. Sebanyak 34% (68 orang) remaja memiliki keluhan
disminore/nyeri haid.
26. Dari 200 orang remaja, sebanyak 19% (38 orang)
mengkonsumsi alkohol saat acara-acara tertentu di
lingkungan setempat.
27. Remaja yang tidak memanfaatkan PKPR sebanyak
89% (178 orang).
28. Dari 101 remaja putri, sebanyak 67% (68 orang) remaja
putri memiliki keluhan pada saat menstruasi.
29. Terdapat 82% (83 orang) remaja putri yang tidak
melakukan pemeriksaan SADARI.
30. Mayoritas remaja putri sebanyak 91% (92 orang) tidak
melakukan vaksin kanker serviks.
31. Terdapat ibu hamil yang berada pada usia yang
beresiko sebanyak 40% (2 orang).
32. Masih terdapat ibu hamil yang tidak memiliki buku
KIA sebanyak 20% (1 orang).
33. Terdapat ibu hamil yang tidak membawa buku KIA
pada saat pemeriksaan kehamilan yaitu sebanyak 20%
(2 orang).
34. Mayoritas ibu hamil mengalami keluhan lemas
sebanyak 60% (3 orang).
35. Dari 5 orang ibu hamil, sebanyak 40% (2 orang) tidak
melakukan imunisasi Tetanus Toxoid.
36. Seluruh ibu hamil yaitu sebanyak 100% (5 orang) tidak
pernah melakukan senam hamil.
37. Dari 5 orang ibu hamil, mayoritas ibu hamil sebanyak
60% (3 orang) tidak mendapatkan pemeriksaan VCT.
38. Dari 129 pasangan yang merupakan pasangan usia
subur, jumlah usia subur yang dikaji mayoritas tidak
menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 65% (109
pasangan).
39. Dari 20 pasangan usia subur yang menggunakan alat
kontrasepsi yang dikaji di Banjar Jurang Asri,
mayoritas mengalami keluhan pada saat penggunaan
alat kontrasepsi seperti menstruasi tidak teratur, berat
badan meningkat, dan berat badan menurun sebanyak
5% (9 pasangan).
40. Mayoritas pasangan usia subur tidak melakukan
pemeriksaan IVA dan Pap Smear sebanyak 79% (101
pasangan).
41. Mayoritas pasangan usia subur sebanyak 97% (125
pasangan) tidak melakukan vaksin kanker serviks.
42. Terdapat lansia memiliki masalah kesehatan seperti
gangguan pengelihatan dan pendengaran 61% (16
orang).
43. Mayoritas penyakit yang sedang dialami lansia yaitu
rheumatik sebanyak 48% (22 orang).
44. Masih ada lansia yang tidak mengobati penyakitnya
baik ke sarana kesehatan maupun non kesehatan
sebanyak 2% (1 orang).
45. Terdapat 15% (7 orang) lansia yang mengisi waktu
luang dengan berdiam dan tidur-tiduran.
46. Mayoritas lansia mengatakan posyandu lansia tidak
aktif yaitu sebanyak 93% (43 orang).
47. Sebanyak 19% (28 KK) tidak menyajikan makanan
tidak seimbang.
48. 62% (114 KK) mencuci sayur dengan cara di potong
terlebih dahulu kemudian dicuci.
49. Sebanyak 57% (105 KK) tidak mengkonsumsi garam
yang beryodium.
50. Sebesar 72% (114 KK) mengalami sakit dalam kurun
waktu 6 bulan terakhir.
51. Mayoritas penduduk mengalami penyakit demam yaitu
sebanyak 39% (72 KK).
52. Terdapat warga yang terdiagnosa TB paru sebanyak 1%
(1 KK), pasien tersebut sudah melakukan pengobatan
selama 6 bulan dan melakukan pemeriksaan BTA
sebanyak 2 kali dan hasilnya negatif..
53. Dari 47 orang yang terkaji memiliki penyakit tidak
menular, mayoritas penduduk memiliki penyakit tidak
menular seperti hipertensi sebanyak 64% (30 orang)
54. Dari 813 orang yang terkaji, penduduk di Banajr Jurang
Asri, Desa Peguyangan Kangin menderita penyakit
hipertensi sebanyak 4% (30 orang)
55. Sebanyak 57% (17 orang) yang menderita hipertensi
tidak mengkonsumsi obat secara teratur.
56. Dari 185 KK, sebanyak 92% (75 KK) tidak melakukan
pemeriksaan kesehatan dalam 6 bulan terakhir.
2. Analisa Masalah
No. Data Masalah
Data Subjektif
Dari 185 KK (813 orang) yang terkaji :
1. Terdapat penduduk yang tidak bisa menerapkan cuci
tangan dengan benar sebanyak 32% (260 orang).
2. Sebanyak 13% (106 orang) hanya menggunakan air
mengalir sebagai sarana cuci tangan
3. Penduduk yang mencuci tangan tidak pada semua momen
sebanyak 80% (652 orang)
4. Penduduk yang memiliki resapan septic tank < 10 meter
sebanyak 29% (53 KK)
5. Penduduk di Banjar Jurang Asri, Desa Peguyangan
Kangin yang pengolahan limbah air dapurnya dengan cara
dibuang ke selokan dan ke halaman sebanyak 18% (33
KK).
Perilaku kesehatan
1. 6. penduduk di Banjar Jurang Asri, Desa Peguyangan
cenderung berisiko
Kangin yang cara mengolah limbah air kamar mandinya
dengan cara dibuang ke halaman dan selokan sebanyak
52% (97 KK).
7. Terdapat penduduk yang mengolah sampah dengan cara
dibakar sebanyak 22% (40 KK), dibuang ke sungai
sebanyak 2% (4 KK) dan dikubur sebanyak 1% (2 KK).
8. Adanya keluarga yang memiliki kebiasaan mandi < 2 kali
sehari sebanyak 3% (5 KK).
9. Terdapat keluarga yang memiliki kebiasaan menggunakan
handuk dalam keluarga secara bersama-sama sebanyak
6% (12 KK).
10. Adanya keluarga yang memiliki kebiasaan membersihkan
bak mandi/penampungan air > seminggu sebanyak 34%
(62 KK)
11. Sebanyak 3% (5 KK) tidak pernah didatangi petugas
pemeriksaan jentik nyamuk
12. Terdapat penduduk yang memiliki kebiasaan merokok di
luar ruangan sebanyak 51% (94 KK) dan di dalam
ruangan sebanyak 5% (10 KK)
13. Sebanyak 69% (127 KK) tidak pernah mendapatkan
penyuluhan kesehatan
14. Adanya penduduk sebanyak 21% (38 KK) tidak memiliki
anggaran khusus untuk jaminan kesehatan
15. Penduduk mengatakan tidak ada penanganan polusi udara,
air, tanah sebanyak 83% (170 KK).
16. Seluruh penduduk mengatakan tidak terdapat
spanduk/baliho sebanyak 100% (185 KK).
17. Penduduk mengatakan tidak tersedia media informasi
kesehatan sebanyak 5% (40 KK).
18. Rata-rata penghasilan penduduk perbulan < 2.173.000
sebanyak 24% (45 KK)
Dari 200 orang remaja yang terkaji :
19. Remaja yang tidak mendapatkan penyuluhan kesehatan
dari petugas kesehatan sebanyak 47% (92 orang).
20. Sebanyak 34% (68 orang) remaja memiliki keluhan
disminore/nyeri haid.
21. Sebanyak 19% (38 orang) mengkonsumsi alkohol saat
acara-acara tertentu di lingkungan setempat.
Dari 185 KK (813 orang) yang terkaji :
22. Sebanyak 19% (28 KK) tidak menyajikan makanan tidak
seimbang.
23. 62% (114 KK) mencuci sayur dengan cara di potong
terlebih dahulu kemudian dicuci.
24. Sebanyak 57% (105 KK) tidak mengkonsumsi garam
yang beryodium.
Data Objektif
1. Terdapat keluarga yang memiliki kondisi SPAL tidak lancar
sebanyak 1% (2 KK)
2. Masih adanya keluarga yanng tidak memiliki tempat
sampah yang tertutup sebanyak 41% (75 KK)
3. Kondisi rumah secara umum kurang bersih sebanyak 11%
(20 KK)
4. Kondisi luar rumah yang dimiliki kurang bersih sebanyak
23% (42 KK)
5. Masih adanya lantai rumah yang tidak di ubin sebanyak 4%
(7 KK)
6. Adanya keluarga yangtidak memiliki pekarangan rindang
sebanyak 32% (59 KK)
7. Adanya keluarga yang memiliki jarak antar rumah < 5
meter sebanyak 32% (59 KK)
8. Ada keluarga yang memilikikandang hewan sebanyak 63
KK,dengan kondisi kandang tidak bersih sebanyak 25% (16
KK)
9. Jarak kandang < 10 meter dari tempat tidur sebanyak 25%
(13 KK)
10. Adanya keluarga yang memiliki barang bekas/tempat
penampungan air sebanyak 28% (52 KK)
11. Adanya jentik nyamuk di tempat penampungan air
penduduk sebanyak 5% (9 KK)

Data Subjektif
Dari 75 bayi/balita yang terkaji : Ketidakefektifan
2. 1. Terdapat bayi/balita yang tidak mendapatkan ASI pemeliharaan
eksklusif sampai usia 6 bulan sebanyak 16% (12 kesehatan
bayi/balita).
2. Terdapat penduduk yang memberikan makanan tambahan
selain ASI Ekslusif (khusus usia 0-6 bulan) sebanyak 35%
(12 bayi/balita).
3. Adanya bayi yang diberikan susu formula sejak lahir yaitu
yaitu 84% (63 bayi/balita), 2 bulan 3% (8 bayi/balita) dan
4 bulan 10% (8 bayi/balita)
4. Penduduk yang memberikan makanan tambahan selain
ASI < 6 bulan sebanyak 16% (12 bayi/balita) dengan
makanan tambahan berupa bubur, nasi dan buah
5. Bayi/balita yang tidak pernah diajak ke pelayanan
kesehatan sebanyak 1% (1 bayi/balita) dan kadang-kadang
sebanyak 21% (30 bayi/balita).
Dari 200 orang remaja yang terkaji :
6. Remaja yang tidak memanfaatkan PKPR sebanyak 89%
(178 orang).
7. Dari 101 remaja putri, sebanyak 67% (68 orang) remaja
putri memiliki keluhan pada saat menstruasi.
8. Terdapat 82% (83 orang) remaja putri yang tidak
melakukan pemeriksaan SADARI.
9. Mayoritas remaja putri sebanyak 91% (92 orang) tidak
melakukan vaksin kanker serviks.
10. Terdapat ibu hamil yang berada pada usia yang beresiko
sebanyak 40% (2 orang).
Dari 5 orang ibu hamil yang terkaji :
11. Masih terdapat ibu hamil yang tidak memiliki buku KIA
sebanyak 20% (1 orang).
12. Terdapat ibu hamil yang tidak membawa buku KIA pada
saat pemeriksaan kehamilan yaitu sebanyak 20% (2
orang).
13. Mayoritas ibu hamil mengalami keluhan lemas sebanyak
60% (3 orang).
14. Dari 5 orang ibu hamil, sebanyak 40% (2 orang) tidak
melakukan imunisasi Tetanus Toxoid.
15. Seluruh ibu hamil yaitu sebanyak 100% (5 orang) tidak
pernah melakukan senam hamil.
16. Dari 5 orang ibu hamil, mayoritas ibu hamil sebanyak
60% (3 orang) tidak mendapatkan pemeriksaan VCT.
Dari 129 pasangan usia subur yang terkaji :
17. Jumlah pasangan usia subur yang dikaji mayoritas tidak
menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 65% (109
pasangan).
18. Dari 20 pasangan usia subur yang menggunakan alat
kontrasepsi yang dikaji, mayoritas mengalami keluhan
pada saat penggunaan alat kontrasepsi seperti menstruasi
tidak teratur, berat badan meningkat, dan berat badan
menurun sebanyak 5% (9 pasangan).
19. Mayoritas pasangan usia subur tidak melakukan
pemeriksaan IVA dan Pap Smear sebanyak 79% (101
pasangan).
20. Mayoritas pasangan usia subur sebanyak 97% (125
pasangan) tidak melakukan vaksin kanker serviks.
Dari 46 orang lansia yang terkaji :
21. Terdapat lansia memiliki masalah kesehatan seperti
gangguan pengelihatan dan pendengaran 61% (16 orang).
22. Mayoritas penyakit yang sedang dialami lansia yaitu
rheumatik sebanyak 48% (22 orang).
23. Masih ada lansia yang tidak mengobati penyakitnya baik
ke sarana kesehatan maupun non kesehatan sebanyak 2%
(1 orang).
24. Terdapat 15% (7 orang) lansia yang mengisi waktu luang
dengan berdiam dan tidur-tiduran.
25. Mayoritas lansia mengatakan posyandu lansia tidak aktif
yaitu sebanyak 93% (43 orang)

Dari 185 KK (813 orang) yang terkaji :


1. Sebesar 72% (114 KK) mengalami sakit dalam kurun
waktu 6 bulan terakhir.
2. Mayoritas penduduk mengalami penyakit demam yaitu
sebanyak 39% (72 KK).
3. Terdapat warga yang terdiagnosa TB paru sebanyak 1%
(1 KK), pasien tersebut sudah melakukan pengobatan
selama 6 bulan dan melakukan pemeriksaan BTA
sebanyak 2 kali dan hasilnya negatif..
4. Dari 47 orang yang terkaji memiliki penyakit tidak
menular, mayoritas penduduk memiliki penyakit tidak
menular seperti hipertensi sebanyak 64% (30 orang)
5. Dari 813 orang yang terkaji, penduduk di Banajr Jurang
Asri, Desa Peguyangan Kangin menderita penyakit
hipertensi sebanyak 4% (30 orang)
6. Sebanyak 57% (17 orang) yang menderita hipertensi tidak
mengkonsumsi obat secara teratur.
7. Dari 185 KK, sebanyak 92% (752 KK) tidak melakukan
pemeriksaan kesehatan dalam 6 bulan terakhir.

Data Objektif
1. Adanya keluarga tidak memiliki tanaman obat keluarga
(TOGA) sebanyak 92% (170KK)
2. Masih ada yang belum memiliki sarana P3K sebanyak
59% (110 KK)
B. PENEPISAN MASALAH/SKORING

Sifat Kemungkinan Potensi Menonjolnya Total


Masalah Masalah Dapat Masalah Masalah
Wellness = Dirubah Untuk Segera = 2
3 Mudah = 2 Dicegah Tidak perlu = 1
Actual = 3 Sebagian = 1 Tinggi = 3 Tidak
No Masalah Resiko = 2 Tidak Dapat = Cukup = 2 dirasakan = 0
Potensial = 0 Rendah =
1 1

Bobot Bobot Bobot Bobot


1 2 1 1
1 Perilaku kesehatan 1 2 3 2 4,3
cenderung berisiko

2 Ketidakefektifan 2 1 2 2 3,34
pemeliharaan
kesehatan

Cara Skoring :

1. Tentukan skor untuk setiap kriteria

2. Skor dibagi dengan makna tertinggi dan kalikanlah dengan bobot

𝑠𝑘𝑜𝑟
𝑥 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡
𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

3. Jumlahkanlah skor untuk semua kriteria

C. PENENTUAN DIAGNOSA

1. Perilaku kesehatan cenderung berisiko


2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan