Anda di halaman 1dari 13

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STATUS DOKUMEN

TANGGAL DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI


MANAGEMENT KEPALA UPTD PUSKESMAS
05 September 2016 BP KIA - KB
REPRESENTATIVE DTP BUNGURSARI

STAMP / STEMPEL ......................................... dr.Budy Nugraha.,MM.Kes Ihsan Puadi, S.IP., MM.Kes


NIP.................................... NIP : 198006072014081001 NIP : 198006072014081001

PERINGATAN !
Perlindungan Hak Cipta. Tidak sebagian pun dari terbitan ini dapat digandakan, disimpan dalam
sistem yang diperbaiki, dipindahkan dalam bentuk, atau dengan cara apapun; baik elektronik,
mekanik, photocopy, dicatat atau lainnya; terutama tanpa izin tertulis dari Management
Representative
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com

RIWAYAT PERUBAHAN DOKUMEN

No. Bagian Perubahan No. Rev Tgl. Rev

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 1 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
A. KETENTUAN DASAR
NO DASAR HUKUM KUALIFIKASI PELAKSANA
1.1. UU No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran 1.1. Pendidikan, minimal Perawat
1.2. UU No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan, pasal 1.2. Memiliki STR (Surat Tanda Registrasi);
1.3. Memiliki SIK (Surat Izin Kerja)
53 menyebutkan beberapa hak pasien, yakni hak 1.4. Memiliki Kemampuan komunikasi yang baik
atas informasi dan efektif
1.3. UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada 1.5. Memiliki Jiwa Bertanggung Jawab,
pasal 4-8 disebutkan setiap orang berhak atas Komitmen, dan Integritas
1.6. Memahami dan menguasai Penggunaan
kesehatan; akses atas sumber daya; pelayanan alat KIA
kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau 1.7. Memiliki Kecermatan dan Ketelitian;
1.4. UU No. 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan 1.8. Memiliki Etika Profesi
1.9. Menguasai Peraturan dan Undang –
retribusi daerah
Undang yang berkaitan dengan Pelayanan
1.5. Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
1
Kesehatan Masyarakat
DISAHKAN OLEH :
1.6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan KEPALA UPTD PUSKESMAS
Imunisasi, DTP BUNGURSARI KOTA TASIKMALAYA
1.7. Permenkes RI No. 1464/MENKES/PER/X/2010 JAWA BARAT
tentang Izin dan penyelenggaraan praktek
1.8. Perda No. 10 tahun 2012 tentang retribusi daerah

Ihsan Puadi, S.IP., MM.Kes


NIP. 198006072014081001
PERALATAN PERLENGKAPAN
2.1. Auto Disposible Syringe (ADS);
2.2. Mangkuk berisi kapas matang
2.3. Sarung tangan (Handscun)
2.4. Vaksin dan pelarut di dalam termos es
2 2.5. Safety Box
2.6. Kapas kering, Gunting
2.7. Pipet polio
2.8. Buku Register kunjungan imunisasi, buku
KIA, KMS
PERINGATAN PENCATATAN DAN PENDATAAN
Jika SOP ini tidak dijalankan sesuai Aturan yang 3.1. Lampiran;
3
berlaku, maka akan menyulitkan Pelayanan di Bidang 3.2. Arsip / Dokumen;
atau Bagian Instansi yang membutuhkan. 3.3. Standar Penulisan Huruf : Arial;
4 ESTIMASI WAKTU PELAYANAN : 15 Menit BIAYA : Tidak / Ditetapkan
5 JENIS PELAYANAN  RETRIBUSI  NON RETRIBUSI
KEPALA PUSKESMAS DTP
6 PENANGGUNG JAWAB
BUNGURSARI
7 PETUGAS BIDAN DAN ATAU PERAWAT

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 2 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com

B. MAKSUD DAN TUJUAN :

1. INTERNAL
Standar Operasional Prosedur sebagai Pedoman atas Tahapan yang dibakukan untuk
memberikan pelayanan imunisasi yang aman sesuai standar dalam Lingkup Pelayanan di
Puskesmas DTP BUNGURSARI – Kota Tasikmalaya;

2. EKSTERNAL
Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Penyelenggaraan Pemberian Pelayanan pada BP
KIA/MTBS/KB/Imunisasi di Puskesmas DTP BUNGURSARI, sebagai acuan dalam
pemberian imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) agar anak mempunyai daya tahan
terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC)

C. RUANG LINGKUP :
Prosedur ini digunakan untuk Semua pasien yang akan di imunisasi BCG pada anak berumur
kurang dari 2 bulan.

D. ISTILAH DAN DEFINISI

1. Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat adalah fasilitas pelayanan kesehatan


yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif
untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya di wilayah kerjanya
2. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan / meningkatkan kekebalan seseorang
secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit
tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
3. Imunisasi BCG adalah vaksinasi hidup yang diberikan pada bayi untuk mencegah
terjadinya penyakit TBC
4. Bayi adalah manusia yang baru lahir sampai umur 24 bulan.
5. Batita adalah salah satu periode usia manusia setelah bayi dengan rentang usia dimulai
dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia
24-60 bulan.
6. VAKSIN VIAL MONITOR (VVM) adalah pemantau vaksin berupa label bergambar yang
dilekatkan pada botol vaksin untuk mencatat paparan panas kumulatif yang berlebihan.

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 3 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
Pengaruh gabungan dari waktu dan suhu menyebabkan monitor berubah warna secara
berangsur-angsur dan tidak akan berubah lagi pada suhu tinggi.
7. Auto Disposible Syringe (ADS) adalah alat suntik yang digunakan hanya sekali pakai
8. Ampul adalah wadah berbentuk silindris yang terbuat dari gelas yang memiliki ujung
runcing (leher) dan bidang dasar datar.
9. Vial berasal dari bahasa Yunani, phiale yang berarti "penampung dengan dasar yang
lebar". Sesuai dengan asal katanya, vial yang pertama memang memiliki dasar yang
melebar dibandingkan dengan mulutnya, menyerupai labu Erlenmeyer.
10. Aspirasi adalah pengetesan apakah mengenai menembus pembuluh darah
11. Paralisis adalah Kelumpuhan
12. Safety Box adalah tempat penyimpanan alat-alat medis

E. PROSES KERJA
1. Uraian Umum :
- Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosa
- Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam

2. Prosedur :
2.1 Persiapan Alat dan Bahan
1. Vaksin BCG
2. Pelarut vaksin
3. Spuit disposible 0,05 cc
4. Disposibel 5 cc untuk melarutkan
5. Kapas DTT (air panas)
6. Kartu imunisasi

2.2 Langkah Kerja


1. Petugas mencuci tangan
2. Pastikan vaksin dan spuit yang akan di gunakan
3. Larutkan vaksin dengan cairan pelarut BCG 1 ampul (4 cc)

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 4 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
4. Pastikan anak belum pernah di BCG dengan menanyakan pada orang tua anak
tersebut
5. Ambil 0.05 cc vaksin BCG yang telah kita larutkan tadi
6. Bersihkan lengan dengan kapas yang telah dibasahi air bersih, jangan
menggunakan alkohol/ desinfektan sebab akan merusak vaksin tersebut
7. Suntikan vaksin tersebut sepertiga bagian lengan kanan atas (tepatnya pada
insertio musculus deltoideus) secara intrakutan (ic)/ di bawah kulit
8. Rapikan alat-alat
9. Petugas mencuci tangan
10. Mencatat dalam buku

i. Mencampur vaksin dengan pelarut


1. Baca label pada ampul atau pelarut, pastikan dikirim oleh pabrik yang
sama.
2. Goyang botol atau ampul vaksin, pastikan semua bubuk ada pada dasar
ampul/vial.
3. Buka vial atau ampul vaksin, amati pelarut pastikan tidak retak.
4. Buka ampul kaca, sedot pelarut ke dalam alat suntik pencampur. Gunakan
alat suntik Auto Disposible Syringe(ADS) yang baru untuk mencampur
vaksin dengan pelarut.
5. Mencampur vaksin dengan pelarut. Tarik pelan-pelan pelarut masuk ke
dalam alat suntik dan suntikan ke dalam vial atau ampul vaksin. Lalu kocok
sehingga campuran menjadi homogen. Masukan alat suntik dan jarum
pencampur ke dalam safety box setelah digunakan.
6. Sewaktu pelayanan imunisasi, simpan vaksin yang telah dicampur dengan
pelarut ataupun vaksin yang sudah dibuka diatas bantalan busa yang ada
di dalam vaksin carier.

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 5 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
ii. Memasang pipet polio pada vial vaksin polio
Membuka tutup metal dan tutup karet serta dipasang pipet plastik pada vialnya

b. Pelaksanaan
i. bayi atau batita dilakukan penimbangan berat badan
ii. di lakukan skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi dan batita,
riwayat penyakit dan kontra indiksi sebelum pemberian tiap dosis vaksin,
antara lain :
a. Bagaimana kondisi anak saat ini
b. Apakah anak mempunyai alergi terhadap makanan atau obat tertentu
c. Apakah ada masalah pada anak setelah pemberian imunisasi yang lalu
d. Apakah anak mempunyai riwayat penyakit keganasan atau atau
mendapat pengobatan steroid dalam waktu lama
e. Apakah ada orang-orang dirumah yang bermasalah dengan sitem
kekebalan
f. Mengidentifikasi usia bayi
g. Mengidentifikasi vaksin-vaksin mana yang telah diterima oleh bayi/batita
h. Kontra indikasi terhadap imunisasi, pada umumnya tidak terdapat kontra
indikasi terhadap imunisasi, kecuali dalam 3 situasi ini : anafilaksis atau
reaksi hipersensitivitas yang tinggi, suhu tinggi diaats 38,5°C, dan dalam
keadaan demam dengan kejang.
i. Imunisasi untuk bayi yang sakit atau mempunyai riwayat kejang demam
sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak
iii. kemudian Ibu atau pendamping bayi dan batita menandatangani informed
consent,
iv. petugas mencuci tangan dan memakai sarung tangan kemudian dilakukan
pemberian imunisasi di antaranya:

1. BCG
1. Bersihkan kulit dengan kapas air matang, tunggu hingga kering.

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 6 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
2. Letakan bayi dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dan lepas
baju dari lengan dan bahu.
3. Ibu sebaiknya memegang bayi dekat dengan tubuhnya
menyangga kepala bayi dan memegang lengan dekat dengan
tubuh.
4. Pegang alat suntik dengan tangan kanan dengan lubang pada
ujung jarum menghadap ke depan.
5. Buatlah permukaan kulit menjadi datar dengan menggunakan ibu
jari kiri dan telunjuk anda.
6. Letakan alat suntik dan jarum dengan posisi hampir datar dengan
kulit bayi.
7. Suntikan diberikan intrakutan pada lengan kanan atas bagian luar.
8. Masukan ujung jarum tepat dibawah permukaan kulit tetapi di
dalam kulit yang tebal – cukup masukan bevel ( Lubang di ujung
jarum ).
9. Jaga agar posisi jarum tetap datar di sepanjang kulit sehingga
jarum masuk kedalam lapisan atas kulit saja, jaga agar lubang di
ujung jarum mengahadap ke depan.
10. Jangan menekan jarum terlalu dalam dan jangan menurunkan
jarum karena jarum akan masuk di bawah kulit, sehingga yang
terjadi suntikan didalam otot (subcutaneous) bukan suntikan
intrakutan.
11. Pegang ujung penyedot antara jari telunjuk dan jari tengah tangan
kanan, tekan penyedot dengan ibu jari kanan tangan lalu suntikan
0,05 ml vaksin dan lepaskan jarum.
12. Jarum bekas suntikan dibuang ke safety box
13. Konseling Pasca Imunisasi :
a. Reaksi lokal yang timbul setelah imunisasi BCG adalah wajar,
suatu pembengkakan kecil, merah, lembut biasanya timbul
pada daerah bekas suntikan, yang kemudian berubah menjadi

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 7 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
vesikel kecil, dan kemudian menjadi sebuah ulkus kecil dalam
waktu 2-4 minggu.
b. Reaksi ini biasanya hilang dalam 2-5 bulan, dan umumnya
pada anak-anak meninggalkan bekas berupa jaringan parut
dengan diameter 2-10 mm.
c. jarang sekali nodus atau ulkus tetap bertahan. Kadang-kadang
pembesaran getah bening pada daerah ketiak dapat timbul 2-
4 bulan setelah imunisasi.
d. Sangat jarang sekali kelenjar getah bening tersebut menjadi
supuratif. Suntikan yang kurang hati-hati dapat menimbulkan
abses dan jaringan parut.
2. Campak
1. Bersihkan kulit dengan kapas air matang, tunggu hingga kering.
2. Atur bayi dengan posisi miring diatas pangkuan ibu dengan
seluruh lengan telanjang.
3. Orang tua sebaiknya memegang kaki bayi, gunakan jari – jari kiri
untuk menekan ke atas dengan bayi.
4. Pegang lengan kiri atas seperti mencubit menggunakan ibu jari
dan jari telunjuk, kemudian jarum suntik disuntikan
sampaipertengahan M. Deltoideus (subkutan)dengan sudut 45°
terhadap permukaan kulit, kedalaman jarum tidak lebih dari ½
inchi. (lakukanaspirasi sebelumnya untuk memastikan jarum tidak
menembus pembuluh darah ).
5. Suntikan vaksin pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit.
6. Setelah vaksin masuk ke dalam M. Deltoideus (subkutan), jarum
di keluarkan.
7. pada tempat bekas lokasi suntikan, kemudian ditekan dengan
kapas kering. Jangan memijat-mijat daerah bekas suntikan.
8. Jarum bekas suntikan dibuang ke safety box
9. Konseling Pasca Imunisasi :

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 8 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan
kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah
vaksinasi.

3. Pentavalen (DPT/HB/Hib), Hep B


1. Bersihkan kulit dengan kapas air matang, tunggu hingga kering.
2. Pegang paha kiri atau kanan anterolateral bayi(Lokasi suntikan)
dengan ibu jari dan jari telunjuk.
3. Suntikan vaksin secara intramuskular dengan dosis 0,5 cc pada
posisi jarum suntik 90° terhadap permukaan kulit. (lakukan aspirasi
sebelumnya untuk memastikan jarum tidak menembus pembuluh
darah ).
4. Tekan seluruh jarum langsung kebawah melalui kulit sehinga
masuk ke dalam otot.
5. Suntikan pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit.
6. Setelah vaksin masuk secara keseluruhan, jarum di keluarkan
7. Pada tempat bekas lokasi suntikan, kemudian di tekan dengan
kapas baru yang kering, jangan memijat-mijat daerah bekas
suntikan.
8. Jarum bekas suntikan dibuang ke safety box
9. Konseling Pasca Imunisasi :
Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di
sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan
biasanya hilang setelah 2 hari

4. Polio
1. Bayi di pangku / di gendong oleh ibunya atau pendamping
2. Ambil vaksin polio
3. Buka mulut bayi dengan cara mendefleksikan kepala
4. Bila mulut bayi sudah terbuka
5. Ambil vaksin polio yang sudah di persiapkan

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 9 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
6. Teteskan vaksin polio sebanyak 2 tetes
7. Pastikan vaksin polio sudah di telan oleh bayi tersebut, Dengan
tidak di muntahkan / di keluarkan.
8. Tidak boleh memberikan asi atau cairan apapun selama ± 5 menit
9. Konseling Pasca Imunisasi :
Pada umumnya tidak terdapat efek samping. Efek samping berupa
paralisis yang disebabkan oleh vaksin sangat jarang terjadi
(kurang dari 0,17 : 1.000.000; Bull WHO 66:1988). Individu yang
kontak dengan anak yang telah divaksinasi, jarang sekali beresiko
mengalami lumpuh polio akibat divaksinasi (perbandingan
1/1.400.000 dosis sampai 1/3.400.000 dosis). Dalam hal ini terjadi
bila kontak belum mempunyai kekebalan terhadap virus polio atau
belum pernah diimunisasi

5. Batita (Imunisasi Ulangan/Booster)


1. Pentavalen
a. Bersihkan kulit dengan kapas air matang, tunggu hingga
kering.
b. Pegang Lengan Kanan Anak(Lokasi suntikan) dengan ibu jari
dan jari telunjuk.
c. Suntikan vaksin secara intramuskular dengan dosis 0,5 ccpada
posisi jarum suntik 90° terhadap permukaan kulit. (lakukan
aspirasi sebelumnya untuk memastikan jarum tidak menembus
pembuluh darah ).
d. Tekan seluruh jarum langsung kebawah melalui kulit sehinga
masuk ke dalam otot.
e. Suntikan pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit.
f. Setelah vaksin masuk secara keseluruhan, jarum di keluarkan
g. Pada tempat bekas lokasi suntikan, kemudian di tekan dengan
kapas baru yang kering, jangan memijat-mijat daerah bekas
suntikan.

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 10 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com
h. Jarum bekas suntikan dibuang ke safety box
i. Konseling Pasca Imunisasi :
Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan
di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat
ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari
6. Campak
a. Bersihkan kulit dengan kapas air matang, tunggu hingga
kering.
b. Atur bayi dengan posisi miring diatas pangkuan ibu dengan
seluruh lengan telanjang.
c. Orang tua sebaiknya memegang kaki bayi, gunakan jari – jari
kiri untuk menekan ke atas dengan bayi.
d. Pegang Lengan Kiri seperti mencubit menggunakan ibu jari
dan jari telunjuk, kemudian jarum suntik disuntikan
sampaipertengahan M. Deltoideus (subkutan) dengan sudut
45° terhadap permukaan kulit, kedalaman jarum tidak lebih dari
½ inchi. (lakukanaspirasi sebelumnya untuk memastikan jarum
tidak menembus pembuluh darah ).
e. Suntikan vaksin pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit.
f. Setelah vaksin masuk ke dalam M. Deltoideus (subkutan),
jarum di keluarkan.
g. pada tempat bekas lokasi suntikan, kemudian ditekan dengan
kapas kering. Jangan memijat-mijat daerah bekas suntikan.
h. Jarum bekas suntikan dibuang ke safety box
i. Konseling Pasca Imunisasi :
Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan
kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah
vaksinasi.

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 11 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
UPTD PUSKESMAS DTP TAMANSARI – KOTA TASIKMALAYA
IMUNISASI BCG PKMBGS/P.03/KIA-03

Jll. Bungursari Kel. Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
Phone : 0812 2061 9131
E-mail : pkmuptdbungursari@gmail.com

F. FORM TERKAIT

NOMOR SOP PKMBGS/P.03/KIA-03


REVISI 00
TANGGAL BERLAKU 05 September 2016
HALAMAN 12 dari 12
LOKASI SIMPAN BP KIA-KB/IMUNISASI & MR