Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam melakukan asuhan kebidanan, bidan senantiasa dituntut untuk bersikap


profesional, bidan diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan prima, sehingga
asuhan kebidanan yang diberikan mampu memberikan kepuasan terhadap klien. Dalam
hal ini, setiap klien akan menuntut untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik, klien akan
lebih memilih asuhan kebidanan yang lebih berlandaskan pada konsep fisiologis karena
pada dasarnya, setiap manusia akan memilih sesuatu yang fisiologis (alami) yang terjadi
pada dirinya, bukannya suatu tindakan/sesuatu yang dibuat oleh manusia.
Akan tetapi, dalam kenyataannya, ketika bidan memberikan pelayanan kebidanan,
seperti halnya pada asuhan kehamilan dan persalinan, tidak menutup kemungkinan proses
yang fisiologis itu bisa menjadi patologis. Dalam hal ini, sebagai tenaga profesional, bidan
dituntut untuk bekerja sesuai kewenangan, sehingga deteksi dini faktor resiko (screening)
wajib dilakukan guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Di sisi lain, deteksi dini faktor
resiko ini dapat memberikan efek yang kurang baik terhadap klien, ketika klien menerima
informasi bahwa dirinya adalah termasuk dalam kelompok beresiko, maka baik secara
langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi kejiwaan/status mental dan
emosional klien, sehingga tidak menutup kemungkinan klien akan drop out dari pelayanan
kesehatan.
Membangun konsep fisiologis terhadap klien bukanlah sesuatu yang mudah, ketika
bidan benar-benar ingin mengoptimalkan status mental dan emosional klien
(mengoptimalkan konsep fisiologis), bidan juga akan terkendala dengan berbagai regulasi
yang mengatur kewenangan bidan.
Berdasarkan uraian diatas, kami tertarik untuk mengambil judul, “Dilema bidan
dalam Pelayanan Kebidanan antara Pendekatan Faktor Resiko atau
Mengoptimalkan Konsep Fisiologis”

1
2

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dapat dibuat
rumusan permasalahan sebagai berikut:

1.2.1 Bagaimana upaya pendekatan faktor resiko pada kehamilan dan persalinan?
1.2.2 Bagaimana telaah ilmiah (evidence based) faktor resiko tersebut dalam pelayanan
kebidanan?
1.2.3 Bagaimana regulasi yang mengatur kewenangan bidan dalam memberikan
pelayanan kebidanan?
1.2.4 Bagaimana solusi pemecahan masalah terhadap dilema bidan antara pendekatan
faktor resiko atau mengoptimalkan konsep fisiologis?

1.3 Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk:
1.3.1 Menganalisa pendekatan faktor resiko pada kehamilan dan persalinan
1.3.2 Mengidentifikasi/ telaah ilmiah (evidence based) faktor resiko tersebut dalam
pelayanan kebidanan
1.3.3 Mempelajari regulasi yang mengatur kewenangan bidan dalam memberikan
pelayanan kebidanan
1.3.4 Menemukan solusi pemecahan masalah terhadap dilema bidan antara pendekatan
faktor resiko atau mengoptimalkan konsep fisiologis.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bidan dapat bertindak secara profesional dalam memberikan pelayanan kebidanan
1.4.2 Sebagai mahasiwa bidan, dapat memperoleh wacana bagaimana pelyanan
kebidanan yang akan dihadapi, sehingga mampu membekali diri dengan keilmuan
yang lebih optimal
1.4.3 Klien sebagai subjek dari pelayanan kebidanan, dapat memperoleh kepuasan
terhadap pelayanan kebidanan
1.4.4 Adanya gambaran/wacana perubahan kebijakan (regulasi) yang lebih mendukung
pada konsep fisiologis