Anda di halaman 1dari 16

B.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN STRUKTUR

PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN

1.1 Kontraktor harus mengadakan pengukuran kembali terhadap pekerjaan yang


akan dikerjakan.

1.2 Jika terdapat perbedaan antara gambar dengan keadaan lapangan


sebenarnya, maka Direksi Lapangan akan mengeluarkan keputusannya
tentang penggambaran kembali, lengkap dengan keterangan mengenai
perubahan pekerjaan tersebut dan sebagainya.

1.3. Ukuran-ukuran pokok dari pekerjaan dapat dilihat dalam gambar.


Ukuran-ukuran yang tidak tercantum tidak jelas atau saling berbeda, harus
segera dilaporkan kepada Direksi Lapangan.
Apabila dianggap perlu, Direksi Lapangan berhak memerintahkan kepada
Kontraktor untuk merubah ketinggian, letak atau ukuran suatu bagian
pekerjaan.

1.4. Semua ketetapan pekerjaan pengukuran dan sudut siku-siku harus terjamin
dan diperhatikan ketelitian yang sebenar-benarnya dengan menggunakan
alat pengukur.

1. PEMBUATAN BOUWPLANK

4.1. Bouwplank dipasang pada patok yang kuat, tertanam tanpa bergerak.
Terbuat dari papan meranti atau sejenisnya, berukuran 3/20 lurus dan diserut
rata pada sisi atasnya.
4.2. Tinggi sisi atas bouwplank harus sama satu sama lainnya, kecuali dikehendaki
lain oleh Direksi Lapangan.
Papan bouwplank dipasang sejauh 2 M dari as dinding
4.3. Setelah selesai pemasangan bouwplank, kontraktor harus melaporkan
kepada Direksi Lapangan untuk dimintakan persetujuannya.
4.4. Bouwplank tidak boleh terganggu oleh tanah galian atau benda-benda
lainnya.

1
PASAL 2
PEKERJAAN PONDASI

1. Bahan

a. Bahan batu pecah geranit, pasir, semen, kerikil, air dan baja tulangan harus
memenuhi ketentuan bahan sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat
tehnik pasal 2 persyaratan bahan-bahan.

b. Papan cetakan dari kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya )

2. Pelaksanaan

a. Pondasi bangunan dibuat dari pondasi setempat plat beton bertulang dengan
campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Krl, dan ukuran pondasi dibuat sesuai gambar detail
pondasi.

b. Pondasi teras menggunakan pondasi setempat plat beton bertulang


campuran 1Pc : 2Ps : 3Krl, dan ukuran pondasi dibuat sesuai gambar detail
pondasi.

c. Diatas pondasi batu isian dibuat sloof beton bertulang 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl,
tulangan dan ukuran sloof dibuat sesuai gambar detaol sloof.

d. Cetakan beton sloof harus dibuat kokoh, kuat dan rapat agar bentuk dan
ukuran dapat dicapai sesuai rencana serta beton tidak merembes keluar
cetakan.

3. Hasil akhir pekerjaan pondasi harus :

a. Feil sesuai dengan gambar.


b. Pondasi harus siku, waterpas dan konstruksi sempurna sesuai gambar.

2
PASAL 3
PEKERJAAN KOLOM DAN BALOK

1. Bahan

1.1 Bahan kerikil, pasir, semen, air dan baja tulangan harus memenuhi ketentuan
bahan sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 2
persyaratan bahan-bahan.
a. Papan cetakan dari kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ).

2. Pelaksanaan

Kolom utama dan kolom praktis dari beton bertulang campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 krk
mutu beton BI Klas II dengan tulangan, ukuran dan bentuk sesuai gambar rencana.

Ring balok dari beton bertulang campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 Krk mutu beton BI Klas II
dengan tulangan, ukuran dan bentuk sesuai gambar rencana.

Cetakan beton harus dibuat kokoh, kuat dan rapat agar bentuk dan ukuran dapat
dicapai sesuai rencana serta beton tidak merembes keluar cetakan.

Tulangan beton dipasang sedemikian rupa sehingga tulangan betul-betul sempurna


dan selimut beton mempunyai ketebalan yang sama.

3. Hasil akhir pekerjaan kolom dan balok betul-betul rapi, tegak lurus, siku dan
sempurna serta memenuhi persyaratan teknis.

PASAL 4
PEKERJAAN KOZEN KAYU

1. Bahan

Kayu kozen pintu menggunakan kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ) dan
memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal
2 tentang persyaratan bahan-bahan.

3
1. Pelaksanaan.

a. Jenis kayu kozen yang digunakan untuk seluruh kozen pintu dan jendela adalah
kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ) dengan ukuran jadi / sesudah diserut
halus 5 x 12 Cm.
b. Untuk setiap kozen pintu pada setiap sisi yang menempel ketembok dipasang 4
(empat) buah angker besi.

c. Setiap kedudukan kozen pintu diatas pondasi dan plat lantai dipasang 3 batang
besi angker 10 mm, dan dibungkus dengan neut/umpak beton tidak bertulang,
adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Krk setinggi 10 cm dari muka lantai.

d. Setiap bidang pertemuan kozen dengan pasangan batu bata harus dicat dengan
menie kayu.

e. Untuk lebih jelas lihat gambar.

3. Hasil akhir pekerjaan kozen adalah :

a. Kozen harus vertikal dan horizontal.


b. Lubang kozen atas dan bawah harus sama besar.
c. Sponing pintu/jendela harus sama besar (3,5 cm)

PASAL 5
PEKERJAAN KOZEN ALUMUNIUM

1. Bahan

Alumunium kozen menggunakan profil alumunium persegi dengan ukuran sesuai


gambar.

2. Pelaksanaan

a. Pembuatan Kozen Alumunium harus dikerjakan dibengkel menurut bentuk,


ukuran dan keterangan yang ada dalam Gambar.

b. Semua bagian pekerjan harus mempunyai ukuran yang tepat sehingga dalam
pemasangan tidak mengalami kesulitan.

c. Pertemuan – pertemuan rangka Kozen Alumunium diperkuat memakai paku


keling alumunium.

4
d. Seluruh pekerjaan Kozen Alumunium harus dikerjakan oleh tenaga ahli yang
berpengalaman sehingga hasilnya menjadi baik dan sempurna.

e. Warna kozen alumunium yang akan dipakai dapat di tanyakan oleh Owner atau
direksi lapangan.

3. Hasil akhir pekerjaan kozen alumunium adalah :

a. Kozen harus vertikal dan horizontal.

b. Lubang kozen atas dan bawah harus sama besar.

PASAL 6
PEKERJAAN DINDING BATU BATA
1. Bahan

a. Batu bata yang dipakai adalah batu bata tanah yang sudah di bakar, bukan batu
bata tanah yang di pre yang tidak melalui proses pembakaran, berukuran yang
berlaku dipasaran setempat.
Harus rata pembakarannya. Bila direndam dalam air akan tetap utuh, tidak
pecah atau hancur. Pemborong wajib memberikan contoh pada direksi untuk
periksa kualitasnya yang memenuhi syarat SII 0021-78. Bahan yang tidak
memenuhi syarat, direksi berhak menolaknya.

b. Semen yang digunakan ialah jenis portland Cement yang harus memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan dalam persyaratan SII 0013-81.

c. Bila pada setiap pembukaan kantong ternyata beton semennya sudah lembab
dan menunjukan gejala membeku, maka semen tersebut tidak boleh
dipergunakan.

d. Pasir pasangan menggunakan pasir darat yang memenuhi persyaratan SKSNI S-


04-1998-F.61.

2. Pelaksanaan

a. Pemborong harus mengerjakan pengukuran bangunan serta letak dinding


tembok yang akan dilaksanakan secara teliti dan sesuai dengan gambar.

b. Pada semua pasangan batu bata satu sama lain harus terdapat pengikatan yang
sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu bata yang pecah kecuali sesuai
dengan peraturannya (sudut).

5
c. Untuk dinding pasangan ½ batu pada setiap pertemuan tegak lurus diperkuat
dengan kolom praktis. Semua pertemuan tegak lurus harus benar-benar 90
derajat.

d. Sebelum dimulai pasangan dinding, batu bata harus direndam lebih dahulu
dengan air sampai jenuh. Tebal siar minimum 1 cm maksimum 2 cm.

e. Sebagai persiapan plesteran, siar harus dikerok sedalam 1 cm supaya cukup


mengikat plesteran yang akan dipasang.

f. Pemasangan steling tempat berpijak tidak boleh menembus dinding tembok.

g. Semua rangka kayu kozen harus dipasang terlebih dahulu untuk dapat
melanjutkan pekerjaan pasangan.

h. Kayu kozen yang menempel pada dinding tembok harus diperkuat dengan
angker besi Dia.10 mm dipasang dengan jarak 40 cm satu sama lainnya.

i. Dimana diperlukan pasangan pipa air bersih, pipa listrik pada dinding pasangan
bata, terlebih dahulu dinding tersebut harus dipahat secukupnya.

3. Hasil akhir pekerjaan dinding harus rapi, rata dan horizontal/vertikal.

PASAL 7
PEKERJAAN RANGKA ATAP

1. Bahan
2 Rangka atap ( kuda – kuda ) baja ringan
3 Atap spandeck gelombang lurus tebal 0,33 mm.
a. Prabung dari rabung spandeck.
b. Paku atap menggunakan paku khusus spandeck.

2. Pelaksanaan

a. Sebelum pemasangan atap dimulai, baja kuda-kuda, gording / reng dan lisplank
sudah terpasang pada tempatnya.

b. Rangka lisplank harus dikerjakan sesuai gambar dan dipakukan pada kuda-kuda
yang sudah diberi klos kayu.

c. Pemasangan papan lisplank diperkuat memakai paku ke rangka kuda – kuda dan
gording / reng sesuai gambar.

6
d. Pemasangan atap harus diperhatikan cara pemasangan skrup sesuai petunjuk
dari pabrik yang memproduksi matrial tersebut.
e. Atap dipasang dari arah bawah rangka atap, disusun secara horizontal.

f. Pemasangan perabung memakai paku skrup pada gording / reng.

3. Hasil akhir pekerjaan penutup atap dan lisplank sebagai berikut :

a. Pemasangan atap rapi, lurus dan sempurna.


b. Pemasangan lisplank waterpass, lurus dan sempurna
c. Pemasangan perabung lurus dan waterpass.

PASAL 8
PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN LISPLANK

1. Bahan
a. Atap dari atap spandeck motif genteng tebal 0,33 mm.

b. Perabung dari perabung spandeck tebal 0,33 mm.

c. Lisplank memakai papan lisplank GRC dobel dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 3 tentang persyaratan bahan-
bahan.

d. Paku atap

2. Pelaksanaan

g. Sebelum pemasangan atap dimulai, baja kuda-kuda, gording / reng dan lisplank
sudah terpasang pada tempatnya.

h. Rangka lisplank harus dikerjakan sesuai gambar dan dipakukan pada kuda-kuda
baja ringan.

i. Pemasangan papan lisplank diperkuat memakai paku ke rangka kuda – kuda dan
gording / reng sesuai gambar.

j. Pemasangan atap harus diperhatikan cara pemasangan skrup sesuai petunjuk


dari pabrik yang memproduksi matrial tersebut.

k. Atap dipasang dari arah bawah rangka atap, disusun secara horizontal.

7
l. Pemasangan perabung memakai paku skrup pada gording / reng.

3. Hasil akhir pekerjaan penutup atap dan lisplank sebagai berikut :

d. Pemasangan atap rapi, lurus dan sempurna.


e. Pemasangan lisplank waterpass, lurus dan sempurna
f. Pemasangan perabung lurus dan waterpass.

PASAL 9
PEKERJAAN PLAFOND

1. Bahan

a. Seluruh penutup plafond dalam ruangan bangunan yang di bongkar


menggunakan Gypsun Board tebal 9 mm dengan rangka profil besi holow.
plafond luar menggunakan GRC + Rangka furing.
b. List plafond pada sisi dinding bangunan yang di bongkar dari profil dari gipsum.

2. Pelaksanaan

a. Pemasangan plafond dapat dimulai bila atap bangunan sudah siap dipasang.

b. Pemasangan rangka plafond profil besi holow sesuai gambar rencana.

c. Penutup plafond dipasang apabila rangka plafond sudah terpasang sempurna


dan alat penggantung sudah terpasang pada tempatnya.
d. Sisi pinggir plafond gipsum terhadap dinding dan balok dipasang list profil
gipsum.

e. Untuk lebih jelas lihat gambar rencana.

3. Hasil akhir pekerjaan plafond harus waterpass, rata, rapi dan sempurna

8
PASAL 10
PEKERJAAN PLESTERAN

1. Bahan

Bahan pasir, semen dan air harus memenuhi ketentuan bahan sebagaimana
ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 2 persyaratan bahan-bahan.

2. Pelaksanaan

a. Pekerjaan plesteran tembok baru boleh dilaksanakan sesudah :


- Penutup atap sudah terpasang.
- Pipa-pipa listrik sudah terpasang
- Pipa-pipa air sudah terpasang.

b. Sebelum diplester tembok harus :


- Dibersihkan dari kotoran-kotoran
- Dibasahi terlebih dahulu.
c. Plesteran pada beton yang kelihatan memakai adukan 1 Pc : 3 Psr.

d. Semua sudut-sudut dinding tembok harus diplester dengan asukan 1 Pc : 3 Psr.

e. Dinding transtram diplester dengan adukan 1 Pc : 2 Psr dibuat rata kozen

f. Untuk dinding luar dan dinding dalam selain dari transtram diplester dengan
adukan 1 Pc : 4 Psr dibuat rata kozen.

3. Hasil akhir pekerjaan plesteran harus rapi, rata dan horizontal/vertikal.

PASAL 11
PEKERJAAN LANTAI

1. Bahan

a. Lantai dalam ruangan memakai lantai keramik anti gores ukuran 40 x 40 Cm,
(disesuaikan dengan keramik yang lama)

b. Semen (PC), pasir dan kerikil, harus memenuhi persyaratan bahan-bahan


sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 3 persyaratan bahan-
bahan.

c. Jenis dan warna keramik akan ditentukan kemudian.

9
2. Pelaksanaan

a. Sebelum pemasangan lantai keramik, terlebih dahulu lantai harus dicor tebal
5 Cm dengan campuran 1 : 2 : 3, Lantai selasar dicor menggunakan campuran
1 : 2 : 3 tebal 5 Cm dan diplester halus, sedangkan lantai rabat dicor setebal Cm
dan diplester halus.

b. Pemasangan lantai dimulai dari pintu kemudian dilanjutkan membuat kepala


atau sudut yang benar.

c. Setiap pemasangan keramik harus diwaterpass.

d. Nat pemasangan harus memperhatikan kelurusannya.

3. Hasil akhir pekerjaan lantai harus waterpass, rapi, rata dan sempurna.

PASAL 12
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA

1. Daun pintu panel kayu.

1.1. Bahan

a. Rangka daun pintu panel dari kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ) yang
cukup kering dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam syarat-
syarat tehnik pasal 2 tentang persyaratan bahan-bahan.

b. Daun pintu panel dari kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ) sesuai dengan
gambar.

1.2. Pelaksanaan

a. Pertemuan kozen dan daun pintu panel diperkuat memakai engsel 4” yang
diperkuat menggunakan moor baut.

b. Rangka daun pintu diisi papan kayu kelas II ( meranti atau sejenisnya ) tebal
3,5 Cm

c. Pemasangan daun pintu panel harus rapi dan sempurna.

1.3. Hasil akhir pekerjaan pintu harus rapi, rata, lurus dan sempurna.

10
2. Jendela Kaca Rangka Alumunium

2.1. Bahan

a. Rangka daun jendela dari profil alumunium persegi.

b. Kaca tebal 5 mm

2.2. Pelaksanaan

a. Pertemuan rangka alumunium diperkuat memakai paku keling alumunium.

b. Rangka daun jendela diisi kaca tebal 5 mm

c. Pemasangan kaca harus rapi dan sempurna.

2.3. Hasil akhir pekerjaan jendela harus rapi, rata, lurus dan sempurna.

PASAL 13
PEKERJAAN KOZEN, PINTU DAN JENDELA TERALIS

1. Bahan

Kozen pintu teralis menggunakan besi siku 50.50.5 mm. Daun pintu menggunakan
besi hollow dan besi plat tebal 3 mm, sedangkan jendela teralis menggunakan
besi hollow 1”

1. Pelaksanaan.
f. Jenis besi siku, besi hollow dan besi plat harus sesuai dengan standard SNI.
g. Setiap bidang atau permukaan baja harus dicat dengan cat menie.
h. Untuk lebih jelas lihat gambar.

3. Hasil akhir pekerjaan kozen adalah :


a. Kozen harus vertikal dan horizontal.
b. Lubang kozen atas dan bawah harus sama besar.

11
PASAL 14
PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG/PENGUNCI DAN KACA

1. Bahan

Kunci, engsel, grendel dan skrup harus yang berkwalitas baik dan dalam keadaan
baru.

2. Pelaksanaan

a. Setiap daun pintu digantung dengan 3 (tiga) buah engsel kupu-kupu kuningan
4”.
b. Setiap pintu dipasang 1 (satu) buah kunci 2 kali putar ukuran normal dan untuk
daun pintu double dilengkapi 2 buah grendel.
c. Setiap daun jendela digantung dengan 2(dua) buah engsel kupu-kupu kuningan
3 ½“ kemudian dilengkapi 2(dua) buah grendel kuningan 3” dan 1(satu) buah
kait angin jendela 8”.

3. Hasil akhir pekerjaan ini harus :

- Semua daun pintu dan jendela harus siku, rapi dan terpasang dengan
sempurna sehingga sewaktu dibuka dan ditutup engsel, kunci, grendel tetap
dapat berfungsi sempurna.

PASAL 15
PEKERJAAN PENGECATAN

1. Bahan

a. Bahan cat minyak dan cat tembok harus memenuhi persyaratan bahan-bahan
sebagai mana ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 3 tentang persyaratan
bahan-bahan.

b. Minyak cat, dempul, kuas dan lain-lain.

2. Pelaksanaan

a. Komponen-komponen pekerjaan besi yang dicat :

- Semua kozen-kozen, jalusi, lisplank dan sopi-sopi diawetkan dengan lood menie
kayu.
- Kozen-kozen pintu, listplank kayu dan sopi-sopi atap diberi cat minyak 3 (tiga)
kali sapuan sampai rata.

12
- Semua pagar teralis, rangka atap kanopi harus dicat dengan cat meni terlebih
dahulu.
- Semua pagar teralis dan rangka atap kanopi diberi cat minyak 3 (tiga) kali
sapuan sampai rata.

b. Proses pekerjaan pengecatan kayu adalah sebagai berikut :


- Seluruh sisi pertemuan las - lasan diberi isolasi menie 1 (satu) kali sapuan.
- Diratakan dengan dempul sehingga lubang-lubang yang ada pada
pertemuan-pertemuan besi tertutup menjadi rata.
- Diberi cat dasar atau cat meni.
- Digosok sampai halus dengan kertas pasir.
- Cat finishing minimal 3 (tiga) kali sapuan hingga rata.

c. Pekerjaan cat tembok dikerjakan pada bagian-bagian :


- Dinding luar dan dalam serta kolom
- Plafond yang terbuat dari triplek, sedangkan cat tembok yang dipakai adalah
produksi dalam negeri yang sudah mendapat persetujuan dari direksi.

d. Proses pekerjaan pengecatan tembok adalah sebagai berikut :


- Pengecatan tembok dapat dimulai apabila plasteran sudah sempurna kering.
- Permukaan tembok yang akan dicat harus dibersihkan dan permukaan yang
tidak rata didempul, setelah dempul kering kemudian digosok dengan amplas
besi hingga rata.
- Diberi cat dasar, setelah kering dilanjutkan pengecatan selanjutnya.
- Cat finishing minimal 3 (tiga) kali sapuan.

3. Hasil akhir yang dikehendaki


a. Baik
b. Rapi, bersih dan rata

PASAL 16
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

1. Bahan

Kabel listrik, saklar, sekering/MCB, stop kontak, bola lampu dan lainnya harus
memenuhi persyaratan standart PLN dan sebagaimana ditentukan dalam syarat-
syarat tehnik pasal 3.

13
2. Pelaksanaan

a. Instalasi listrik dipersiapkan dengan tegangan 220 Volt, pemasangan harus


memakai Biro Instalatur yang sudah diakui/mendapat izin dari perusahaan
listrik negara (PLN) setempat.

b. Kabel-kabel yang dipakai harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada
Perusahaan Listrik Negara dan mempunyai SII (Standart Industri Indonesia).
c. Kabel-kabel ditanam dalam tembok dengan memakai Pipa PVC/Plastik diameter
5/8 inci sedang diatas plafond memakai rel glass.

d. Jumlah titik lampu dan stop kontak maupun perletakannya disesuaikan dengan
gambar bestek atau dengan ketentuan lainnya.

e. Saklar dan stop kontak memakai Ebonit Putih Model Vimar menempel pada
tembok setinggi 150 cm dari lantai.

f. Dalam pekerjaan Instalasi Listrik adalah sebagaimana menurut gambar.

g. Perincian peralatan listrik adalah sebagaimana menurut gambar.

3. Hasil akhir pekerjaan Instalasi Listrik sebagai berikut :

a. Hasil pemasangan Instalasi Listrik ada KIR dari PLN.

b. Lampu dapat menyala dengan baik.

c. Rapi

PASAL 17
PEKERJAAN LUAR BANGUNAN

A. PEKERJAAN SALURAN KELILING BANGUNAN

1. Bahan

Batu batako, pasir, kerikil, semen Pc dan tulangan beton harus memenuhi
ketentuan bahan yang ditentukan dalam syarat-syarat tehnik pasal 3
persyaratan bahan-bahan.

14
2. Pelaksanaan

a. Galian tanah untuk saluran dibuat sesuai gambar rencana.

b. Dinding saluran tersebut dari pasangan batu batako campuran 1 Pc : 2 Psr


dan permukaan yang kelihatan diplester licin campuran 1 Pc : 3 Psr
sedangkan permukaan yang tidak kelihatan diplester kasar campuran 1 Pc : 2
Psr.

c. Lantai saluran dari beton cor campuran 1 Pc : 3 Psr : 5 Krk tebal 5 cm dan
diplester halus.

d. Lantai saluran dimiringkan kearah aliran air dengan kemiringan 1 %.

3. Hasil akhir saluran yang diinginkan :


a. Dilaksanakan sesuai gambar rencana.
b. Rata, rapi dan bersih.
c. Pengaliran air lancar dan tidak ada kemacetan.

B. PEKERJAAN RABAT KELILING BANGUNAN

1. Rabat keliling bangunan dibuat dari beton tumbuk 1 Pc : 3 Psr : 5 Krk tebal 5 cm
dan diplaster halus.

2. Cara Pemasangan :
a. Setelah tanah dibersihkan dari sampah sisa pekerjaan, tanah diratakan dan
lalu dipadatkan.
b. Rabat keliling diberi urugan pasir dengan ketebalan sesuai gambar rencana.
c. Rabat keliling bangunan dicor 1 Pc : 3 Psr : 5 Krk dan diplester halus.
d. Rabat dimiringkan kearah parit/saluran + 3 %.

3. Hasil akhir yang diinginkan


- Sesuai dengan gambar rencana.
- Rata, bersih dan rapi.

PASAL 18

15
PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN SYARAT-SYARAT
PENYERAHAN PEKERJAAN

1.Seluruh halaman harus dibersihkan dari semua kotoran, bekas-bekas bahan


bangunan.

2. Pekerjaan bangunan dan halaman harus sudah dalam keadaan siap untuk
digunakan, baru penyerahan pertama dapat dilaksanakan.Penyerahan pertama
harus dipenuhi antara lain :
a. Seluruh bagian-bagian dari gedung sudah lengkap sesuai dengan syarat-syarat ,
gambar rencana dan memenuhi syarat-syarat teknis.
b. Lantai, kaca, cat dan seluruh kotoran sudah dibersihkan.
c. Instalasi listrik sudah siap untuk disambung.
d. Setiap pintu dan jendela sudah dapat dibuka dengan baik.
e. Pekerjaan cat-catan sudah selesai dalam garis besarnya, yang tinggal hanya
untuk penyempurnaan saja.

3. Apabila Penyerahan pertama pekerjaan telah dapat diterima, yang harus


diserahkan dan dipakai surat tanda terima :
a. Setengah set kunci tiap pintu.
b. Surat KEUR Instalasi Listrik yang asli dan 3 (tiga) photo copynya.

4. Penyerahan kedua pekerjaan/terakhir dapat dilaksanakan dengan syarat :


Semua pekerjaan, pembetulan/penyempurnaan, pembersihan, kerapian telah
selesai, baik dan sempurna.
Dan disiapkan/diserahkan pakai surat tanda terima :
a. Setengah set kunci tiap pintu.
b. Buku tamu dan buku perintah direksi.

Demikianlah syarat-syarat ini dibuat dan menjadi pedoman didalam pelaksanaan


nantinya.

Tanjungpinang , ...................2018

CV. TUAH PERMATA CONSULTANT

DHANY AKBAR, ST
Direktur

16