Anda di halaman 1dari 3

4.

2 Pembahasan

Prosedur yang dilakukan dalam praktikum ini dimulai dari langkah


pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti alat ukur
erosi, tanah dan air. Selanjutnya tanah dimasukkan ke penampang kemudian
diratakan. Siapkan air dengan ketinggian 44 cm atau 0,44 m untuk dialirkan
ke penampang yang telah diisi tanah. Salurkan air dengan cara membuka 1
selang terlebih dahulu selama 20 detik, lalu diukur hasil erosi akibat aliran air
dan didapatkan kedalaman 3,5 cm (erosi vertikal) dan lebar 10 cm (erosi
horizontal) dan catat hasil yang telah didapatkan. Kemudian pasir diratakan
kembali untuk melanjutkan proses selanjutnya. Isi kembali air dengan
ketinggian yang sama dan membuka 2 selang secara bersamaan selama 20
detik. Didapatkan hasil kedalaman 7 cm (erosi vertikal) dan lebar 20 cm (erosi
horizontal) dan dicatat. Kemudian pasir diratakan kembali untuk melanjutkan
proses selanjutnya. Isi kembali air dengan ketinggian yang sama dan
membuka 3 selang secara bersamaan selama 20 detik. Didapatkan kedalaman
7 cm (erosi vertikal) dan lebar 22 cm (erosi horizontal).

Seperti yang terlampir yaitu kurva erosi. Erosi pada daerah tersebut dengan
kecepatan air 2,96 m/s, erosi vertikal yang terjadi sebesar 3,5 cm dan erosi horizontal
sebesar 10 cm. Pada kecepatan 5,92 m/s terjadi erosi vertikal sebesar 7 cm dan erosi
horizontal sebesar 20 cm. Dan untuk erosi yang memiliki kecepatan 8,8 m/s
mengakibatkan erosi vertikal sebesar 7 cm dan erosi horizontal sebesar 22 cm.

Erosi oleh air hujan merupakan terjadinya erosi yang disebabkan oleh air
hujan, erosi air hujan termasuk kedalam erosi air. Jadi erosi yang disebabkan
oleh air disebut Ablasi. Ablasi adalah erosi yang disebabkan oleh air yang
mengalir. Air yang mengalir menimbulkan banyak gesekan terhadap tanah
yang dilaluinya. Besarnya gesekan pada tanah dipengaruhi oleh besarnya air
yang mengalir. Gesekan akan semakin besar jika kecepatan dan jumlah air
semakin besar. Kecepatan air juga akan semakin besar jika gradien
(kemiringan) lahan juga besar. Gesekan antara air dengan tanah atau batuan
di dasar sungai dan gesekan antara benda benda padat yang terangkat air oleh
tanah atau batuan di bawahnya dapat menyebabkan terjadinya pengikisan.

7
Pengikisan oleh air sungai yang terjadi secara terus menerus dapat
mengakibatkan terbentuk v, jurang atau ngarai, aliran deras, dan air terjun.

Air hujan yang turun membuat aliran air yang bisa menyebabkan erosi.
Aliran air hujan yang deras terbentuk dari adanya jenis batuan yang selang-
seling antara batuan yang resisten dan batuan yang tidak resisten pada dasar
aliran tersebut. Saat air melewati batuan yang resisten, air akan sulit
melakukan pengikisan, akibatnya dasar aliran tersebut menjadi tidak rata.
Pada saat air melewati batuan yang tidak resisten, terjadi turbulensi dan
terbentuk seperti air terjun pendek yang alirannya deras. Bentang alam seperti
ini disebut rapit atau aliran deras.

Jika tingkat curah hujan berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak
dapat menyerap air hujan maka terjadilah genangan air yang mengalir
kencang. Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah
karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama
pada tanah yang gundul.

Besar kecil atau kuat lemahnya erosi sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor alam. Beberapa faktor alam yan mempengaruhi kuat lemahnya tenaga
erosi antara lain:

 Kemiringan Lereng
Semakin miring atau curam keadaan lereng akan semakin besar erosinya dan
sebaliknya.
 Keadaan vegetasi atau tumbuhan
Semakin banyak tumbuhan atau vegetasi ataupun tanaman suatu tempat, akan
semakin kecil erosi yang terjadi.
 Volume air
Sebagai tenaga erosi, semakin besar volume air akan semakin kuat daya atau
kekuatan erosinya, dan sebagainya.

Erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir dibagi dalam beberapa
tingkatan, sesuai dengan tingkatan kerusakannya, yaitu sebagai berikut:

8
1. Erosi Percik (Splash Erosion)
Erosi percik yaitu proses pengikisan yang terjadi oleh percikan air.
Terjadi ketika air memercik saat menyentuh tanah, seperti halnya saat
hujan terjadi, erosi percik mengikis sedikit demi sedikit, sehingga erosi
percik memerlukan waktu yang lama. Percikan tersebut berupa partikel
tanah dalam jumlah yang kecil dan diendapkan di tempat lain.

2. Erosi Lembar (Sheet Erosion)


Erosi lembar yaitu proses pengikisan tanah yang tebalnya sama atau
merata dalam suatu permukaan tanah.

3. Erosi Alur (Rill Erosion)


Erosi alur terjadi karena air yang melewati permukaan tanah yang lebih
rendah mengalir dan membuat cekungan atau saluran, sehingga di
cekungan tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar. Alur-alur akibat
erosi dapat dihilangkan dengan cara pengolahan tanah biasa.

4. Erosi Parit (Gully Erosion)


Proses terjadinya erosi parit sama halnya dengan erosi alur, tetapi
saluran-saluran yang terbentuk telah dalam, sehingga tidak dapat
dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.